I’M FINE…THANK YOU…LOVE YOU…(SEOKYU VERSION) 2ND

WARWRARA

Judul               :  I’m Fine…Thank You…Love You (Seohyun Kyuhyun Version)

Cast                 :  Seohyun (SNSD)

Kyuhyun (Super Junior)

 

The story is based from the Thailand Movie “I’m Fine..Thank You..Love You..”

 

Cerita Sebelumnya~~

 

2nd

Mungkin Seohyun bisa saja mengabaikan tulisan tangan Kyuhyun yang ia titipkan pada gadis itu lewat secarik kertas, mengambil tindakan tegas untuk meremas kertas yang berisikan pesan untuk Hara dan membuangnya ke tempat sampah. Seohyun benar-benar tidak ingin terlibat dalam urusan cinta keduanya, dia telah sepakat dengan Hara dan sekarang sedang menikmati tas pemberian dari Hara karena telah membantu gadis Jepang itu untuk putus dari Kyuhyun. Tetapi begitu teringat wajah Kyuhyun yang memohon untuk menyampaikan pesan itu pada Hara, seolah tidak punya pilihan lain disinilah Seohyun sekarang.

 

Duduk di kursi dan meletakkan laptopnya diatas meja tempat biasa ia makan dan menunggu video call yang ia lakukan kepada Hara untuk segera diangkat oleh gadis itu. Tidak perlu lama menunggu Hara mengangkat panggilannya dan Seohyun sudah mendapati wajah gadis itu didalam laptop yang menyapa gembira kearahnya.

Hai Miss Seohyun~~~

Hai Hara~~” balas Seohyun tersenyum

I miss you~” ucap Hara sambil tersenyum hangat

Me too~~ “ tanggap Seohyun seketika merasa tidak enak karena membawa pesan dari Kyuhyun “Um…today I met up with Kyuhyun, and he has a message for you, wanna hear it?” lanjut Seohyun (Um…hari ini aku bertemu dengan Kyuhyun, dan dia mempunyai pesan untukmu, mau mendengarnya?)

Okey~” balas Hara yang seolah sudah memperkirakan tidak mudah untuk membuat Kyuhyun berhenti begitu saja.

I’d be an asshole to my old girlfriend, but I want to be good to you” ucap Seohyun mengartikan tulisan tangan Kyuhyun, Seohyun lalu meraih cincin yang Hara kembalikan pada Kyuhyun dan menunjukkannya pada gadis itu

Here is your ring back, even if you wanna break up with me, I’m not break up with you” kata-kata ini adalah tambahan Seohyun sendiri. (Aku kembalikan cincinmu, walaupun kau ingin putus denganku, aku tidak ingin putus denganmu) Seohyun meraih segelas air yang ada didekat laptopnya dan segera meminumnya tidak ingin Hara menyadari jika pesan yang kedua hanyalah karangannya.

 

What? Is he coming here?” tanya Hara yang bisa langsung menebaknya, Seohyun sampai batuk dan langsung menghentikan minumnya kembali menatap Hara lewat layar laptopnya.

(Apa? Apakah dia akan datang kesini?)

Don’t tell me he’s gonna take the interview test to walk here” tanggap Hara malas (Jangan katakan padaku jika dia akan mengambil tes wawancara itu untuk bisa datang kesini)

Yeah~” jawab Seohyun akhirnya

And…you have been tutoring him, right?” selidik Hara (Dan kau mengajarinya Bahasa Inggris bukan?)

Tidak bisa mengelak Seohyun akhirnya mengangguk dengan senyum bersalah “Yup

No, you shouldn’t have done that!” keluh Hara tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya. (Tidak, seharusnya kau tidak melakukan hal itu)

Hei…but he does study really hard, you know?” kilah Seohyun (Tetapi dia benar-benar belajar sangat keras, kau tahu?)

 

Tetapi percakapan mereka terhenti sesaat saat Seohyun bisa melihat dari layar laptopnya bulu-bulu tebal berwarna pirang muncul dari bawah meja Hara, dan langsung mengira jika Hara memelihara seekor anjing karena Hara langsung mengusap bulu-bulu itu.

Huuw~ how cute~ You have a dog? The feather is golden blond, oh boy~~ come here…” ucap Seohyun (Aww~ lucunya, Kau mempunyai anjing? Bulunya pirang keemasan, kemari…kemari…)

Namun Seohyun langsung terkejut saat sesuatu yang dikiranya bulu itu muncul dari bawah meja yang ternyata adalah kepala manusia. Kepala itu muncul dari bawah meja dan berputar menghadap laptop yang menampilkan wajah orang asing dengan rambut pirang keemasan yang gimbal. “Hai~ I’m Owen” sapa pria asing itu sambil melambaikan tangannya kelayar laptop.

Hai~…emm..I’m Seohyun” balas Seohyun setengah hati karena masih terkejut atas munculnya pria asing tersebut dari bawah meja Hara. Apa yang dilakukannya coba?

Lalu tidak lama pacar baru Hara tersebut kembali menurunkan kepalanya kebawah meja yang entah melakukan apa yang ia lakukan sebelumnya. Seolah percakapan mereka tidak terinterupsi oleh apapun Hara kembali berbicara kepada Seohyun melalui layar laptopnya.

I hired you to break up with him, but you’re turning him for come to see me, how could you?” ucap Hara tampak tidak senang (Aku memintamu untuk putus dengannya, tetapi kau malah membuatnya datang untuk bertemu denganku, teganya kau) Dan belum sempat Seohyun menjelaskan kejadian apa yang terjadi setelah Seohyun menyampaikan pesan Hara pada Kyuhyun, gadis itu telah memutuskan video call mereka membuat Seohyun hanya memandang kosong layar laptopnya.

 

~**~

 

Seohyun telah memutuskan untuk berhenti memberi les privat Bahasa Inggris pada Kyuhyun, sebuah amplop yang berisi uang pemberian Kyuhyun masih ia simpan dan akan ia kembalikan, terserah apa tanggapan pria itu nantinya. Gadis itu bisa melihat Kyuhyun lewat kaca jendela kafe yang sedang duduk sendirian didalam kafe biasa tempat mereka bertemu, Kyuhyun tampak bersandar santai dengan sebuah earphone yang tersambung di kedua telinganya asik menikmati lagu. Saat Seohyun mendorong pintu kafe dan memasuki kafe betapa kagetnya dia saat mendengar suara Kyuhyun yang ikut bernyanyi dengan volume keras mengikuti irama musik yang didengarnya. Orang-orang yang ada didalam kafe menatap pria itu tanpa disadarinya karena Kyuhyun menutup kedua matanya.

“Apa yang dipikirkannya?” geram Seohyun. Beberapa dari pengunjung kafe ada yang menertawakan tingkah Kyuhyun dan ada pula yang memandang kesal karena merasa terganggu.

 

Aku tidak akan melepaskanmu dari dekapanku ..” nyanyi Kyuhyun dengan suara keras masih menikmati lagu yang didengarnya “Aku mencintaimu dengan segenap hatiku, aku benar-benar tidak akan melepaskanmu dari dekapanku

Dengan langkah cepat menghampiri meja Kyuhyun, dan tersenyum meminta maaf kepada beberapa pengunjung lainnya, Seohyun langsung melepas salah satu kabel earphone Kyuhyun yang seketika itu juga menghentikan nyanyian pria itu.

Kedua mata Kyuhyun terbuka dan langsung sadar jika semua mata tengah memandangnya, mencoba tidak peduli Kyuhyun meluruskan duduknya, melepas satu lagi kabel earphone yang masih tersambung ketelinganya dan berdeham pelan.

Seohyun telah duduk dikursi kosong yang ada dimeja mereka dan melemparkan senyum pada Kyuhyun, senyum meminta maaf untuk apa yang akan ia katakan pada pria itu.

 

……………………….

 

“Kau telah mengatakan padanya?” tanya Kyuhyun

Eo~” Seohyun mengangguk

“Lalu apa kata Hara?”

“Dia tidak mau menerimanya” jawab Seohyun jujur, wajah Kyuhyun tampak tidak terima namun sebelum pria itu bisa berkomentar lebih, Seohyun kembali berbicara “Dan ada lagi yang ingin kusampaikan padamu”

“Apa itu?” tanya Kyuhyun dengan tatapan curiga

“Aku…uhm…aku akan berhenti mengajarimu les privat” ucap Seohyun lalu membuang nafasnya, dia harus rileks, dia harus tetap santai menghadapi pria ini.

Wae? Apa kau berpikir aku tidak akan lulus tes wawancara itu?”

“Itu..ya bisa saja, hanya…peluangnya sangat kecil”

“Tapi tetap saja ada peluangnya”

“Tetapi jika itu…” Seohyun menutup kedua matanya, dia sudah mantap untuk melakukan hal ini “..kau, tidak akan bisa lulus tes wawancara itu, kau tidak bisa”

Wajah kecewa dan tersingung Kyuhyun bercampur menjadi satu, dia tidak membentak Seohyun kali ini yang justru membuat Seohyun semakin merasa tidak enak, gadis itu telah menyiapkan jawaban jika Kyuhyun bersikeras memaksanya untuk tetap mengajarinya Bahasa Inggris, tetapi pria itu hanya memandang Seohyun terluka.

“Jadi maksudmu aku tidak akan berhasil?” tanya Kyuhyun akhirnya

“Ehm..” jawab Seohyun memaksa dirinya untuk tetap konsisten dengan keputusannya, dibukanya resleting tas merah pemberian Hara dan mengeluarkan sebuah amplop berisi uang yang pernah Kyuhyun berikan padanya untuk biaya belajar privat.

“Ini~~ aku kembalikan uangmu” Seohyun menyodorkan amplop itu kearah Kyuhyun dan langsung bangkit berdiri untuk pergi.

I’m so sorry” bisik Seohyun sangat pelan yang hanya bisa dia sendiri yang mendengarnya saat dia sudah memutar tubuhnya dan meninggalkan kafe itu. Tanpa menoleh lagi untuk melihat Kyuhyun, Seohyun mencoba menyingkirkan rasa bersalahnya karena semua ini memang untuk kebaikan Kyuhyun.

 

………………………….

 

Hanya perlu berjalan sekitar 5 menit untuk sampai di halte bus yang tidak jauh dari kafe yang tadi Seohyun datangi. Gadis itu baru keluar dari kafe dan akan langsung pulang dengan menaiki bus. Sesaat terpikirkan olehnya jika ia tidak menghentikan belajar privat Kyuhyun, pria itu yang pasti akan mengantarnya pulang. Seohyun menggeleng mantap, dia harus yakin dengan keputusannya, sekarang dia tidak akan punya urusan lagi dengan Kyuhyun. Ini akan lebih baik untuknya dan untuk pria itu bukan?

 

Suara raungan motor yang tidak terlalu asing terdengar beberapa langkah dibelakang Seohyun, gadis itu sontak menengok dan langsung terbelalak melihat lampu motor Kyuhyun bersinar terang seolah menyorotnya penuh amarah. Seohyun pun dapat melihat Kyuhyun memainkan gas motornya bersiap untuk menjalankan motor itu atau kalau perlu menabrak jatuh Seohyun dengan motor hitam ducatinya.

Mwoya?! Apa dia akan membunuhku dengan motornya?” ucap Seohyun panik. Beberapa langkah darinya Kyuhyun masih mengegas dan mengendurkan gas motornya bergantian seolah menunjukkan kemarahannya. Ingin selamat dari pria itu Seohyun kembali berbalik dan langsung mengambil langkah seribu, dia harus segera sampai di halte untuk menyelamatkan diri dari Kyuhyun. Seketika itu Seohyun teringat dengan ancamam Kyuhyun jika ia mengembalikan uang Kyuhyun.

Andweee!!” teriak gadis itu tertahan mencoba mempercepat larinya. Namun tidak semudah itu lepas dari Kyuhyun, karena Kyuhyun sudah menjalankan motor hitamnya yang langsung melibas kecepatan lari Seohyun, dengan gerakan piawai seorang pengendara motor, Kyuhyun menghadang lari Seohyun dengan berhenti tepat didepan gadis itu dan langsung memberhentikan motornya mendadak yang menghasilkan bunyi decit memekakkan ditelinga.

 

“I..itu…aku…sebenarnya” Seohyun berucap panik, dadanya naik turun ketakutan bersiap menerima sesuatu yang buruk dari pria itu. Tapi yang dilakukan Kyuhyun hanya membuka tas usang coklat miliknya, mengeluarkan amplop yang tadi Seohyun berikan padanya dan melemparkannya pada Seohyun yang langsung jatuh tepat dibawah kaki Seohyun, beberapa lembar uang tampak berserakan karena penutup amplop yang terbuka.

“Sudah kubilang jangan kembalikan uang itu padaku” ujar Kyuhyun dengan tatapan yang sama saat Kyuhyun mengancamnya dulu. Tidak memperdulikan Seohyun lagi Kyuhyun menggas motornya dan langsung melajukannya, saat motor Kyuhyun menjauh dilihatnya pria itu melemparkan sesuatu kepinggir jalan yang menimbulkan bunyi hancur dan benturan.

 

Masih syok dengan semua yang terjadi, Seohyun meraih amplop yang berisi uang Kyuhyun dan memasukkannya kedalam tas, lalu mempercepat langkahnya untuk mengambil barang-barang yang dibuang oleh Kyuhyun. Gadis itu memungut alfalik-kamus elektronik milik Kyuhyun yang memang Seohyun perintahkan agar pria itu memilikinya untuk membantunya memperbanyak kosa kata Bahasa Inggrisnya, lalu sebuah buku cerita yang bertuliskan ‘Cinderella’ terletak tidak jauh dari alfalik yang jatuh itu. Buku cerita yang Seohyun pilihkan untuk dibaca oleh Kyuhyun. Gadis itu membuka buku itu dan langsung mendapati tulisan tangan Kyuhyun yang mencoret-coret diatas bacaan cerita buku itu untuk mengartikan setiap kata dari rangkaian dongeng anak itu.

 

~**~

 

Dua hari sudah berlalu sejak hari dimana ia memutuskan untuk tidak lagi memberikan belajar privat Bahasa Inggris pada Kyuhyun. Tidak ada lagi pesan line dari pria itu yang biasanya Seohyun terima untuk mengabarkan hari dan jam berapa mereka akan bertemu untuk memulai pelajaran mereka. Rasa bersalah itu masih ada dan Seohyun sama sekali tidak mengerti mengapa ia tidak bisa mengabaikan saja rasa itu karena sebenarnya semua ini bukan kesalahannya. Seharusnya memang Hara sendirilah yang menyelesaikan masalahnya dengan Kyuhyun dan Seohyun tidak perlu tergoda oleh tas merah pemberian Hara sehingga tidak perlu ikut campur pada urusan mereka berdua.

 

Dering ponsel membuyarkan lamunan Seohyun. Tertera nama Changmin sebagai penelponnya yang segera Seohyun jawab.

Yoboseyo?”

Ne, ini aku”

Ne” balas Seohyun pelan

Malam ini kau ada waktu?” tanya Changmin diseberang telpon “Ibuku berulang tahun, aku ingin mengajakmu, apa kau bisa?”

Seohyun tersenyum tipis, mungkin dia harus menerima ajakan Changmin untuk bisa melupakan rasa mengganjal yang ia alami saat ini

Ne, aku bisa” jawab gadis itu disertai anggukan walaupun Changmin tidak dapat melihatnya.

“Bagus, dandan yang cantik ya? Aku akan menjemputmu pukul tujuh malam nanti” tanggap Changmin terdengar gembira

Ne

 

Seohyun telah menutup panggilan dari Changmin, membereskan beberapa buku-bukunya dan langsung berjalan meninggalkan ruang kelas untuk bisa segera sampai dirumah agar dapat mempersiapkan diri untuk acara nanti malam.

 

~**~

 

Hyung~ aku ingin meminjam alfalikmu, kau taruh dimana?”

Kyuhyun tidak menoleh sama sekali, pria itu tengah menggambar replika dari mesin pabrik yang akan mulai di pasang besok.

Hyung?” ulang Minho. Minho adalah junior Kyuhyun di SMA, keduanya bekerja di perusahaan yang sama dan secara kebetulan ditempatkan di departemen yang sama. Minho  termasuk salah satu bawahan Kyuhyun di departemen tersebut yang memang di kepalai oleh Kyuhyun. Mereka tinggal bersama sejak dua tahun lalu karena Minho yang baru bergabung di perusahaan tepat dua tahun lalu.

 

“Aku sudah membuangnya” jawab Kyuhyun pelan dan memaksa dirinya untuk tetap berkonsentrasi pada pekerjaannya

Ani, wae?” tanggap Minho terkejut dan langsung menghampiri meja yang Kyuhyun tempati untuk menggambar (Tidak, tapi kenapa?)

“Aku tidak membutuhkannya lagi” jawab Kyuhyun tidak peduli

“Tapi…kemarin-kemarin kan kau selalu menggunakannya? Kau bilang kau ingin lulus tes wawancara itu? Kau bilang juga kau sedang belajar Bahasa Inggris dengan seseorang”

“Tidak lagi” balas Kyuhyun dengan konsentrasinya yang mulai pecah, suara Seohyun yang mengatakan jika ia tidak akan lulus tes wawancara itu seolah berputar lagi di kepalanya yang membuat Kyuhyun mencoba menahan kekesalannya yang seolah akan muncul lagi setiap saat.

 

“Seharusnya tidak kau buang hyung, aku juga membutuhkannya” mulai Minho

“Lagi pula kau untuk apa?” tanya Kyuhyun kesal meletakkan pensilnya, konsentrasinya telah pecah akhirnya

Ani..aku hanya..uhmm…aku punya kenalan di facebook, dia bukan orang Korea, bagaimana aku berkomunikasi lagi dengannya jika kau membuang alfalik itu” jawab Minho dengan wajah tertekuk

“Kenapa tidak cari saja orang Korea?! Kau lihat apa yang terjadi padaku? Dasar bodoh” ucap Kyuhyun terpancing, kekesalannya terpaksa harus disalurkan pada Minho yang melongo menatapnya. Dengan membanting pensil yang tadi digunakannya untuk menggambar, Kyuhyun akhirnya bangkit dari kursinya dan berjalan masuk kedalam kamar dengan membanting pintu kamarnya.

“Kenapa marah padaku jika dia yang dicampakan oleh pacarnya” dengus Minho

 

~**~

 

Seohyun tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya saat ia sudah memasuki apartemennya. Gadis itu baru saja pulang makan malam bersama Changmin dalam rangka merayakan ulang tahun ibu Changmin. Sebuah makan malam yang cukup menyenangkan dengan anggota keluarga yang menyenangkan pula. Seohyun meletakkan tas dan ponselnya diatas meja, gadis itu hendak menuju kamarnya untuk dapat berganti pakaian. Namun belum sempat meninggalkan meja, ponsel gadis itu berbunyi menandakan sebuah pesan line telah masuk. Dengan senyum lebar seolah tahu pesan dari siapa itu, Seohyun meraih ponselnya dan langsung membukanya.

 

‘Good night~ have a nice dream’ bunyi pesan dari Changmin

Senyum Seohyun mulai memudar saat dia menyadari jika dia menaruh ponselnya diatas sebuah buku cerita. Buku cerita Cinderella yang telah dibuang Kyuhyun memang masih tergeletak diatas meja. Seohyun dengan alasan yang Seohyun sendiri tidak mengerti, mengapa ia belum membuang buku tersebut. Rasa bersalah itu muncul kembali, usahanya untuk menyingkirkan rasa bersalah itu tidak berhasil rupanya, diraihnya buku itu dan membuka sampul tebalnya.

Tulisan tangan Kyuhyun yang mengartikan kata demi kata dari rangkaian yang menyusun cerita itu sebenarnya menyentuh hati Seohyun. Kyuhyun benar-benar menunjukkan usahanya untuk dapat menguasai Bahasa Inggris, dan Seohyun langsung memvonis pria itu tidak akan bisa lulus tes wawancaranya.

 

“Apa aku harus membantunya kembali?” Seohyun berujar pelan setelah menutup buku cerita itu dan membawanya masuk bersamanya ke dalam kamar.

 

~**~

 

Kyuhyun berdiri di samping sebuah mesin yang sedang bekerja memproduksi plastik untuk membungkus makanan ringan, sebuah tulisan peringatan bertuliskan “CAUTION” menarik perhatiannya.

K..kau..s..tion” ujar Kyuhyun mencoba “Bukan seperti itu kan? K..kawsion ?” ulangnya. Tidak jauh dari Kyuhyun yang sekarang sedang memeriksa keadaan mesin yang sedang bekerja, Minho berdiri bersama Junmyeon yang sesama rekan kerjanya, dan keduanya sama-sama bawahan Kyuhyun di depertemen mereka.

“Bos benar-benar dalam keadaan begini…” Minho memutar kedua ibu jarinya menunjuk lantai “beberapa hari ini” lanjut pria itu

“Karena pacar Jepangnya itu?” tanggap Junmyeon

Eo~

“Tetapi dia sempat membaik beberapa minggu terakhir ini bukan?” tanya Junmyeon, keduanya bercakap-cakap dengan suara pelan agar Kyuhyun tidak bisa mendengarkan pembicaraan mereka.

“Benar! “ balas Minho bersemangat, Kyuhyun menoleh singkat kearah mereka yang langsung berpura-pura sibuk memeriksa catatan mereka. Melirik sekilas kearah Kyuhyun yang kembali sibuk pada pekerjaannya, Minho kembali melanjutkan percakapan mereka “Dia sempat membaik, tidak lagi uring-uringan, kupikir dia mendapatkan teman wanita baru, tetapi saat kutanya, dia bilang dia sedang belajar Bahasa Inggris agar bisa lulus tes wawancara, tetapi semalam dia bilang dia tidak lagi belajar Bahasa Inggris dan masih bersikap ketus padaku sampai pagi ini” jelas Minho panjang

“Apakah mungkin…” Junmyeon memulai, namun kalimat Junmyeon terpaksa tertahan akibat sebuah pengumuman yang terdengar dari suara seorang wanita .

 

Panggilan kepada Cho Kyuhyun, ada seorang tamu yang menunggu Anda di lobi

Kyuhyun langsung mengangkat wajahnya dari papan clipboardnya, mengabaikan pandangan ingin tahu dari kedua bawahannya, Kyuhyun memberikan papan clipboardnya pada Minho dan langsung berjalan meninggalkan keduanya.

 

………………………………………………..

 

Seohyun melambaikan tangannya, senyum tulus ia suguhkan saat Kyuhyun berjalan menghampirinya. Tidak membalas senyum itu Kyuhyun tetap mendekati gadis itu, lebih memilih untuk duduk disebelah Seohyun dan tidak berkata apa-apa sampai Seohyun sendiri yang membuka mulutnya. Dengan berdeham sebentar, Seohyun langsung menyerahkan buku cerita Cinderella kepada Kyuhyun, mengembalikan buku tersebut kepada pemilik aslinya.

 

Jja~ ini bukumu” ucap gadis itu masih mempertahankan senyumannya (Nah)

Kyuhyun mengambil buku yang sempat ia buang, Kyuhyun menyadari jika bukan hanya buku itu saja yang dibawa Seohyun kembali, alfalik yang sudah ia buang pun dibawa oleh Seohyun untuk dikembalikan padanya. Kyuhyun lalu membuka buku cerita itu,dan  pada sebuah halaman Seohyun menjulurkan telunjuknya dan menunjuk pada sebaris kalimat.

“Kalimat yang ini salah” ujar Seohyun tersenyum lebar, gadis itu berusaha mencairkan suasana. Tapi dengan tatapan sadis milik Kyuhyun, tidak membalas senyum gadis itu, Kyuhyun justru menutup dengan cepat sampul buku yang dengan sigap Seohyun menarik kembali tangannya.

Hihi…tidak kena” balas gadis itu

“Kau pikir itu lucu?” tanya Kyuhyun dingin. Akhirnya senyum Seohyun menghilang, sangat jelas jika Kyuhyun masih marah dan sakit hati karena dia.

Eung…kau masih ingin ikut tes wawancara itu?” tanya Seohyun akhirnya

“Untuk apa?” tanya Kyuhyun kesal

“Untuk bermain bola! Ya untuk kembali pada Hara” balas Seohyun

“Kau sendiri yang bilang aku tidak akan lulus tes itu, kau juga bilang aku sangat payah dalam Bahasa Inggris” tuntut Kyuhyun, tangannya meraih alfalik miliknya yang sudah rusak yang tadi berada dipangkuan Seohyun.

 

“Memang benar” balas Seohyun dengan senyum meminta maaf “Tapi…aku punya cara lain agar kau dapat lulus dalam wawancara itu”

Kyuhyun tidak menunjukkan indikasi untuk bertanya cara apa itu, sehingga Seohyun melanjutkan kalimatnya agar dapat memberi tahu Kyuhyun “Kita akan memikirkan pertanyaan apa saja yang akan ditanyakan saat kau diwawancarai nanti, jadi yang kita pelajari akan kita persempit sehingga kau tidak akan terlalu sulit menguasainya” jelas Seohyun. Kyuhyun menoleh kearahnya, tidak dengan ekspresi sekesal sebelumnya dan menanggapi “Benarkah?”

Eo~ kita pasti akan berhasil kali ini” balas Seohyun meyakinkan “So, Let’s do it!” lanjutnya mencoba membangkitkan semangat Kyuhyun, Seohyun mengangkat tinjunya seolah menunjukkan dirinya yang siap berjuang membantu pria itu.

“Melakukan apa?” tanggap Kyuhyun datar

“Mencari pertanyaannya, tentu saja” balas Seohyun sambil tersenyum mendukung

 

…………………………………….

 

Kyuhyun mengajak Seohyun keruangannya, ruangannya yang berukuran enam kali empat meter itu ditempati oleh Kyuhyun bersama 4 bawahannya. Tampak dua orang pria yang tengah bermain catur disalah satu sudut ruangan, dua orang lainnya tampak mengobrol santai dijam istirahat mereka. Saat Kyuhyun masuk bersama Seohyun, semua mata menatap mereka. Tanpa basa basi Kyuhyun segera mengenalkan Seohyun kepada semua bawahannya.

“Semua perhatikan, kenalkan ini Seohyun, dia yang selama ini membantuku belajar Bahasa Inggris”

 

Mata Minho langsung melebar dan menyikut Junmyeon terang-terangan. Sambil bangkit dari duduknya dan tersenyum penuh arti Minho membuka suaranya “Everybody stand up please~~~” koor Minho masih mempertahankan senyumnya, ketiga karyawan lainnya ikut bangkit dan dengan serempak keempat bawahannya Kyuhyun berkata bersama-sama “Good afternoon teacher” ucap mereka semua kompak membuat Seohyun sedikit terkejut tetapi langsung tertawa geli melihat tingkah karyawan Kyuhyun.

 

Ehm..oke, umm…How are you guys?” tanya Seohyun

I’m fine thank you, and you?” koor mereka bersama lagi

I’m good, and I’m glad to meet you guys” balas Seohyun (Aku baik-baik saja, dan aku senang bertemu dengan kalian semua)

 

Minho maju selangkah dan tersenyum jahil “Miss Seohyun bilang jika dia selama ini membantu Bos kita mendapatkan pacar baru” terdengar sorakan menggoda dari 3 karyawan lainnya. Junmyeon, Sunggyu dan Jonghyun. Seohyun menahan senyum gelinya mendengar kalimat Minho.

Are this all in your department?” tanya Seohyun (Apakah ini adalah orang-orang dari departemenmu?)

Dengan lagak sok tahu Minho mendekati Sunggyu lalu merangkul bahu pria itu. “Miss Seohyun bilang, kalian semua pandai sekali berbahasa Inggris”

Keempat orang itu berseru senang dengan komentar sombong dari Junmyeon “Ya~ ya tentu saja~”

Oke~ Let’s start the interview~~~” ujar Seohyun senang sambil menatap Kyuhyun (Oke~ Mari kita mulai wawancaranya)

“Oke~ Mari kita mulai wawancaranya” kata Kyuhyun mengartikan Bahasa Inggris Seohyun dengan benar, sebuah senyum tipis terpeta diwajah pria itu

“Uuu…kau memiliki kemajuan” puji Seohyun

 

……………………………………

 

“Jadi kita harus memikirkan kira-kira pertanyaan apa saja saja yang akan ditanyakan?” tanya Minho, kepalanya menoleh bergantian kepada Seohyun dan Kyuhyun yang duduk disebrang Minho.

Eo~ itu sebabnya kita semua berkumpul disini untuk mendiskusikannya”

Hyung” Sunggyu memotong “Apakah kau melakukan wawancara ini agar bisa lulus dan akhirnya bertemu dengan wanita Jepang itu?” tanya Sunggyu

“Itu bukan urusanmu, lakukan saja apa yang kuminta” balas Kyuhyun galak

“Sudah tidak usah dipikirkan alasannya, kalian membantu saja dan berikan pendapat kalian, kira-kira pertanyaan apa saja akan ditanyakan pada Kyuhyun” ujar Seohyun menengahi. Mereka berlima menempati sebuah meja ukuran satu kali satu meter dan duduk secara melingkar. Setelah berpikir beberapa menit Jonghyun mengangkat tangannya untuk memberikan sarannya

“Begini, uhmm…Apa yang rusak saat mesin berbunyi ‘tit..tit…tit..tit’ ?”

“Aku rasa jika ada bunyi ‘tit..tit..tit’ seperti itu, kita harus memeriksa terlebih dahulu sumber bunyi tersebut lalu memperbaikinya secara cepat dan tepat” jawab Kyuhyun tanpa kesulitan, Seohyun yang duduk disebelah pria itu langsung mencatat jawaban Kyuhyun dibuku yang memang sudah ia siapkan.

Jonghyun tampak mengangguk setuju dengan jawaban Kyuhyun.

“Baiklah, apakah ada yang lain?” tanya Seohyun setelah selesai menulis apa yang Kyuhyun ucapkan tadi.

“Aku tidak tahu, oori hyung memang sangat ahli dalam permesinan” balas Junmyeon

Jinjjayo?” tanggap Seohyun tidak percaya karena Kyuhyun terlihat bermain-main saat belajar dengannya. Walau tidak mengatakan apapun, ekspresi puas diri terlintas di raut wajah Kyuhyun.

“Menurut pendapatku yang akan ditanyakan pasti tidak jauh hubungannya dari mesin, dan jika benar, oori hyung adalah yang terbaik di bidang itu” ujar Sunggyu bergabung lalu mengacungkan jarinya membentuk pistol menunjuk kepada Kyuhyun seolah sudah cukup menjelaskan betapa terbaiknya Kyuhyun dibidang ini

Kyuhyun membalas dengan sebuah dengus senang, lalu memukul dadanya pelan dengan kepalan tangannya dan balas menunjuk Sunggyu seolah menghargai pujian dari karyawannya itu.

Seohyun hanya menggeleng melihat tingkah mereka tetapi tetap mencatat jika Kyuhyun adalah orang yang ahli dalam permesinan.

“Aku punya” kata Minho mengacungkan tangannya.

“Oke~ Silahkan” tanggap Seohyun

“Apakah sulit untuk memperbaiki mesin?” tanya Minho kepada Kyuhyun langsung

“Bukan masalah besar, karena aku memang seorang teknisi mesin” jawab Kyuhyun mudah.

Seohyun mengangguk setuju dengan jawaban optimis Kyuhyun, dan Minho langsung memukul meja dan mengacungkan kedua jempolnya kearah Kyuhyun

 

“Benar sekali bos! Tenang saja kau akan lulus tes wawancara itu hyung

Minho~ya, kau sedang menjilatku sekarang?” tanya Kyuhyun tersenyum. Sontak gelak tawa terdengar dari meja mereka, Seohyun memandang bergantian semua karyawan Kyuhyun sampai pada pria itu sendiri. Betapa menyenangkan suasana kerja mereka.

 

~**~

 

Kyuhyun mengajak Seohyun untuk menikmati hotteok disalah satu warung kaki lima favoritnya. Motor ducati hitam miliknya terparkir disebelah mobil bak terbuka yang sudah dimodifikasi menjadi sebuah kedai makan oleh pemiliknya. Seohyun masih sibuk mencatat hasil dari diskusi dengan karyawan-karyawan Kyuhyun.

“Apa yang membuatmu ingin membantuku lagi?” tanya Kyuhyun penasaran. Seohyun mengangkat wajahnya untuk menatap pria itu dan berpikir sebentar “Aku hanya merasa bersalah karena mengatakan kau tidak akan lulus tes wawancara itu” jawab Seohyun

“Lalu sekarang? Menurutmu apakah aku punya peluang?”

“Kita lihat usahamu dengan metode yang baru ini” jawab Seohyun tersenyum “Tapi…umm..kenapa kau sampai bersusah payah melakukan ini semua?” tanya Seohyun penasaran

“Ini semua karena Hara sudah datang di kehidupanku, aku menyukainya, dan aku pernah berjanji aku tidak akan menyakiti wanita yang kusukai nantinya, jadi aku tidak akan membuatnya kecewa karena diriku”

Seohyun memandang pria yang duduk disebrangnya ini, perasaan Kyuhyun sepertinya memang tulus pada Hara. Dan bagaimana jika dia tahu Hara bahkan sudah memiliki kekasih lain?

 

Pikiran Seohyun teralihkan saat dilihatnya Kyuhyun meminum minumannya lalu menggunakan sedotan miliknya untuk menyemprotkan air lewat sedotan pada seekor anjing yang memang sedari tadi duduk didekat bawah meja mereka. Anjing itu merasa terganggu yang langsung bangun dan berpindah tempat, Kyuhyun tertawa singkat melihat anjing yang akhirnya menjauh dari mejanya, Seohyun menyipit menatap pria itu, lihat betapa usilnya dia sekarang?

Seolah ingin membalas dendam untuk anjing itu, Seohyun mengambil cangkirnya dan melakukan hal sama yang tadi Kyuhyun lakukan pada anjing itu. Seohyun menyemprotkan air minumannya lewat sedotannya kearah Kyuhyun yang langsung menyiram wajah Kyuhyun.

 

Kyuhyun langsung saja bangkit dari duduknya dan mengusap kedua matanya. Seohyun tertawa geli sebelum akhirnya sadar jika Kyuhyun tampak mengeluh.

Ya! Auh mataku!”

Wae? Wae?” tanya Seohyun kaget (Kenapa? Kenapa?)

“Lensa mataku terlepas!” Kyuhyun mengumpat, namun karena tidak bisa melihat dengan jelas, pria itu salah orang dan justru mengumpat pada seorang wanita yang sedang duduk makan bersama temannya.

Ya ya! Aku disini!” kata Seohyun panik lalu menyambar lengan Kyuhyun, gadis itu melambaikan tangannya didepan wajah Kyuhyun untuk mengecek apakah benar-benar Kyuhyun tidak dapat melihatnya dengan jelas.

“Aku disini? Kau benar-benar tidak bisa melihatku?” tanyanya

 

……………………………………….

 

“Jadi kau rabun 30 cm?” tanya Seohyun sambil menoleh kebelakang untuk mengecek Kyuhyun. Karena tidak mungkin menemukan kontak lensa Kyuhyun, akhirnya mereka sepakat untuk berjalan kaki mencari tempat optik. Seingat Seohyun memang ada tempat optik yang tidak jauh dari tempat mereka makan hotteok. Mereka sengaja menitipkan motor ducati Kyuhyun pada pedagang hotteok tersebut karena tidak memungkinkan untuk Kyuhyun membawa motornya dalam keadaan tidak menggunakan lensanya.

 

Eo” jawab Kyuhyun, Seohyun tersenyum geli menatap wajah Kyuhyun yang kelihatan sekali tidak bisa dengan jelas balas menatapnya. Pria itu mengerutkan alisnya berusaha menatap Seohyun namun gadis itu yakin jika yang dilihat Kyuhyun hanyalah bayangan tidak jelas dirinya. Kyuhyun berjalan dengan memegang tali tas merah milik Seohyun untuk bisa mengikuti langkah Seohyun yang menuntunnya.

“Awas hati-hati” ucap Seohyun memperingatkan.

Kyuhyun tampak seperti seorang anak kecil yang menggandeng pada ibunya sekarang, beberapa orang yang melewati mereka memandangnya ingin tahu.

“Apakah aku seperti orang buta sekarang? Walaupun aku bisa tidak melihat dengan jelas aku bisa merasakan orang-orang yang lewat menatapku”

Ehm…I think so~” jawab Seohyun

“Apa itu artinya?” tanya Kyuhyun sambil sedikit tersandung kakinya sendiri

I think so artinya, aku kira begitu” jawab Seohyun sambil menoleh sebentar menatap Kyuhyun untuk sekedar memberitahu pria itu.

“Tahan..tahan..” kata Seohyun mendadak yang otomatis menghentikan langkah keduanya. Gadis itu bisa melihat tempat optik yang berada disebrang jalan, namun terlihat olehnya pemilik tempat itu akan segera menutup tokonya.

“Ayo ayo cepat, kita harus menyebrang~ kalau tidak tokonya akan segera tutup” ucap gadis itu dan menarik Kyuhyun yang masih memegang tali tasnya untuk menyebrang jalan bersama pejalan kaki lainnya.

Lampu pejalan kaki masih berwarna merah, namun tidak lama berubah menjadi hijau. Seohyun memimpin jalan mereka, namun karena takut toko itu akan segera tutup gadis itu berjalan terburu-buru yang tidak disadarinya jika tali tas yang dipegang Kyuhyun sudah terlepas. Mencoba menggapai tali tas Seohyun yang sudah menjauh Kyuhyun terpaksa berhenti ditengah jalan.

Ya! Tunggu aku, kau dimana?” panggil Kyuhyun.

Mendengar panggilan Kyuhyun itu Seohyun segera menoleh dan sangat terkejut saat menyadari Kyuhyun masih ditengah jalan sedangkan dia sudah hampir sampai disisi jalan lainnya. Berlari kecil menuju Kyuhyun kembali tanpa pikir panjang Seohyun langsung meraih telapak tangan Kyuhyun dan menggenggamnya. Secara alami kedua tangan itu saling menggenggam, gadis itu berjalan memimpin dengan sesekali mengecek Kyuhyun yang hanya mengikuti kemana langkah Seohyun menuntunnya. Kedua tangan mereka tidak terlepas sampai keduanya masuk kedalam tempat optik.

 

~**~

 

Seohyun mulai membuat daftar pertanyaan untuk Kyuhyun yang akan pria itu hafalkan untuk mempersiapkan wawancaranya. Gadis itu telah membeli “Dictionary of Engineering”- Kamus Teknik untuk membantunya merubah pertanyaan-pertanyaan itu kedalam Bahasa Inggris.

 

‘At idle speed, what size of nozzle should we use?’ ketik Seohyun pada papan keyboard laptop miliknya (Pada kecepatan stabil, ukuran mulut pipa apa yang harus kita gunakan?)

.

.

.

.

.

Seohyun mengetik hampir 100 pertanyaan dengan Bahasa Korea dan Bahasa Inggris disertai jawabannya agar memudahkan Kyuhyun untuk menghafalnya.

Terkadang gadis itu mengetikkan jawabannya berdasarkan kata-kata Kyuhyun yang diucapkannya sambil lalu.

Aku seorang teknisi, jadi aku dapat memperbaiki apapun yang rusak’ Seohyun mengingat sebaris kalimat itu dan segera mengetiknya sebagai jawaban diplomatis pada salah satu pertanyaan. Senyum Seohyun melebar saat kembali mengingat kata-kata yang pernah diucapkan Kyuhyun, sebenarnya tidak begitu buruk pria itu.

 

~**~

 

Debur angin pantai menerbangkan beberapa anak rambut Seohyun, hari ini Changmin mengajaknya untuk berlayar dengan kapal kecil miliknya. Mereka berjalan berdampingan didermaga untuk menuju kapal milik Changmin.

“Sebenarnya sudah lama aku tidak berlayar dengan kapal” ujar Changmin memberi tahu Seohyun .

“Jadi kau suka berlayar?” tanya Seohyun, gadis itu berjalan hati-hati karena sepatu hak tinggi yang ia gunakan, Seohyun tidak menyangka jika Changmin mengajaknya ke pantai agar bisa menaiki kapal miliknya. Dan Seohyun harus berjalan pelan-pelan karena dermaga yang terbuat dari kayu dengan banyaknya celah disetiap persatuan kayu-kayunya.

Ne~ Aku menyukainya karena dapat menenangkan pikiranku” jawab Changmin tersenyum

“Ah~ begitu” tanggap Seohyun tersenyum sekilas lalu kembali memperhatikan jalannya

“Ini salah satu tempat favoritku, karena itu aku membeli kapal didaerah ini”

“Ehm…sejak kapan kau belajar berlayar?” tanya Seohyun ingin tahu

“Aku belajar dari ayahku, apa kau ingin belajar berlayar dengan..”

 

Seohyun tidak lagi mendengar ucapan Changmin karena saat itu juga ujung hak sepatunya masuk kedalam salah satu celah kayu, Seohyun mengangkat kakinya dan menyisakan sebelah sepatunya yang masih tersangkut dicelah kayu tersebut. Seohyun langsung mendudukkan tubuhnya dan mencoba menarik sepatu putihnya.

“Sini biar kubantu” tawar Changmin berjongkok disebelah Seohyun, namun belum sempat Changmin turun tangan, Seohyun telah menarik kuat sepatunya dan berhasil mencabutnya. Namun sol sepatu gadis itu telah lepas menampilkan hak sepatunya yang menggantung mengenaskan.

“Ugh…aku baru membelinya dua hari lalu” keluh Seohyun menatap sedih sepatunya, Changmin berusaha menunjukkan ekspresi ikut bersimpati namun tidak kuasa menahan senyum geli melihat wajah sedih Seohyun.

 

…………………………

 

Keduanya sudah berada di dek kapal menikmati pemandangan laut lepas, angin segar menyapa Seohyun menikmati suasana yang ia rasakan sekarang.

“Aku benar-benar senang kau berada disini denganku” ujar Changmin memulai

Jeo do yo” balas Seohyun tersenyum (Aku juga)

“Ehm..sebenarnya ada yang ingin aku katakan padamu” lanjut Changmin, Seohyun sebenarnya sudah menebak ini akan terjadi, setelah pendekatan selama ini mungkin Changmin merasa sudah saatnya meminta Seohyun untuk menjadi kekasihnya.

“Kau bisa tutup matamu?” tanyanya Changmin lagi

“Tutup mata?” tanggap Seohyun bingung “Baiklah” lanjut Seohyun akhirnya dan segera menutup kedua matanya. Seohyun tidak begitu terkejut saat Changmin meraih tangannya, namun baru beberapa detik gadis itu menutup kedua matanya, ia harus kembali membukanya karena mendengar suara Changmin yang sedang bernyanyi, gadis itu menoleh dan melihat Changmin memejamkan kedua matanya dan mencurahkan perasaannya lewat lagu yang ia nyanyikan.

 

Aku tidak pernah merasa seperti ini dalam hidupku” nyanyi Changmin menghayati, membuat alis Seohyun berkerut syok.

Heol” mulut Seohyun bergerak mengucapkan kata itu tanpa suara

Setiap kali aku melihat wajahmu, hatiku berdebar sangat cepat” lanjut Changmin bernyanyi, matanya terpejam menikmati suaranya sendiri dan tenggelam dalam curahan perasaannya. Changmin menarik tangan Seohyun yang ia genggam lalu menempelkannya ke pipinyaa dan masih terus bernyanyi “Benar-benar berdebar sangat cepat..”

Bibir Seohyun sampai membuka menutup, membuka lalu menutup lagi akibat ulah Changmin. Tahun berapa sekarang? Kenapa masih ada pria yang menyatakan perasaan mereka dengan bernyanyi?

 

 

Hatiku menangis untuk dirimu, aku…ingin memilikimu” Changmin mengakhiri nyanyiannya dan buru-buru Seohyun kembali menutup kedua matanya.

“Kau bisa membuka matamu sekarang” ujar Changmin, nada suaranya masih terdengar sendu membuat Seohyun ingin segera melarikan diri dari pria ini.

“Ehm..bagus sekali” tanggap Seohyun dengan senyum setengah hati, Changmin tersenyum senang yang barang kali salah mengartikan senyum Seohyun seolah nyanyian itu telah menyentuh hati Seohyun yang paling dalam.

 

“Aku menyanyikan lagu itu dengan tulus” ujar Changmin memberi tahu Seohyun, pria itu masih menggenggam tangannya.

Eoh..apa kau sedang bergurau padaku?”

Changmin menggeleng dengan senyum damai meyakinkan “Tidak, aku tidak bercanda”

“Bukan bercanda ya? Ha..ha..ha” tanggap Seohyun lemas, seketika itu dia merasa tidak lagi menyukai Changmin, bukankah norak sekali melihat caranya menyatakan perasaannya. Tapi yang Seohyun lakukan hanya memaksa diri tersenyum dan berharap Changmin segera menepikan kapal miliknya.

 

~**~

 

Seohyun belum memberikan jawaban apapun untuk Changmin, dia merasa tidak tahu bagaimana caranya menyampaikan pada Changmin jika dia tidak bisa menerima pria itu. Seohyun memang sempat memberikan lampu hijau pada Changmin, tetapi setelah kejadian kemarin rasa suka pada pria itu telah menguap pergi, dia tidak begitu suka lelaki mellow seperti Changmin. Namun seolah akan sulit untuk terlepas dari pria itu yang rupanya benar-benar menyukai Seohyun, Changmin sudah muncul ditempat kerjanya, kedua tangannya penuh membawa kantong belanjaan yang Seohyun tidak mengetahui apa yang sudah dibeli oleh Changmin.

 

Seohyun terpaksa mengajak Changmin masuk kedalam salah satu kelas, Changmin sudah menjejerkan hasil belanjaannya yang ternyata pria itu membeli beberapa pasang sepatu dan menjejerkan dengan rapi kotak-kotaknya didepan Seohyun. Seohyun yang sudah dipaksa duduk disalah satu kursi hanya bisa pasrah menyaksikan tingkah Changmin yang baru saja selesai menjejerkan ke tujuh pasang sepatu yang ia beli lalu tersenyum puas kepada Seohyun, setelah diperhatikan lagi Seohyun baru menyadari jika sepatu yang dibeli Changmin sama persis seperti sepatu miliknya yang kemarin rusak saat Changmin mengajaknya kencan.

“Ayo kita lihat sepatu yang mana yang akan pas di kakimu” kata Changmin, dia mengambil sepasang sepatu yang paling pinggir lalu menghampiri kursi Seohyun, dengan lagak seorang pangeran, Changmin melepaskan sepatu Seohyun lalu memasangkan sepatu yang dibelinya di kaki gadis itu.

“Sepertinya yang ini terlalu kecil” saat sepatu itu sudah dipakai Seohyun. Changmin mengangguk setuju lalu melepaskan sepatu itu dan mengambil sepatu yang lainnya.

“Kita coba yang ini” ucap pria itu tersenyum “Cobalah”

Seohyun mencobanya, walaupun kali ini tidak kekecilan seperti sebelumnya gadis itu tetap tidak ingin menerima sepatu pemberian Changmin.

“Wah cocok sekali yang ini” tanggap Changmin berseri, Seohyun tersenyum setengah hati agar tidak menyinggung perasaan Changmin.

“Ehm..seharusnya kau sms saja untuk menanyakan nomor sepatunya, tidak perlu membeli sebanyak ini” kata Seohyun

“Kalau aku menanyakannya padamu, tidak akan ada kejutan seperti ini” ucap Changmin cerah.

“Ah…ne~” tanggap Seohyun akhirnya, hati-hati gadis itu melepaskan sepatu yang tadi dicobanya “Tapi kenapa kau memberi sepatu ini?”

“Karena kau bilang kemarin sepatumu itu adalah sepatu kesayanganmu, jadi aku membelikan sepatu yang sama persis seperti punyamu kemarin” jawab Changmin baik hati

“Ah..benar juga” balas Seohyun tidak punya pilihan lain

Geundeyo, Changmin~ssi…” lanjut Seohyun (Tetapi, Changminssi..)

Ne?” jawab Changmin sigap membuat Seohyun menghela nafas pelan, dia sudah memutuskan sejak semalam untuk menolak Changmin, jadi mungkin sekarang saat yang tepat walaupun gadis itu yakin dia akan menyakiti perasaan Changmin.

 

Ne...itu sebenarnya, bisakah…uhm…bisakah kita kembali menjadi guru dan murid?”

Senyum Changmin perlahan menghilang “Waeyo?

“Karena memang tidak seharusnya guru berpacaran dengan muridnya sendiri” balas Seohyun setelah berpikir cepat mencari alasan. Namun anehnya senyum Changmin kembali muncul yang membuat Seohyun mempunyai firasat buruk. Pria itu malah tertawa renyah sebelum membalas kalimat Seohyun yang terselubung penolakan.

“Tenang saja, aku akan mencari tempat belajar Bahasa Inggris yang baru, dan tidak akan ada halangan lagi untuk kita nantinya” jawab Changmin bijaksana, senyum lebarnya membuat Seohyun menatap pria itu ngeri.

Ah..begitu ya? Ha..ha..ha...” tanggap Seohyun hampa

 

~**~

 

Seohyun sudah meminta Kyuhyun untuk datang kesalah satu tempat latihan tinju di daerah Gangnam, entah kenapa gadis itu memilih tempat ini, yang ia tahu sekarang, ia sedang ingin memukul apapun itu. Dan tanpa melupakan kewajibannya untuk tetap memberikan privat Bahasa Inggris pada Kyuhyun disinilah mereka berdua sekarang.

Berdiri berhadap-hadapan dengan sarung tangan tinju terpasang dikedua telapak tangan masing-masing.

Seohyun memukulkan kedua sarung tinju miliknya seolah memberikan sinyal pada Kyuhyun pertarungan kecil mereka akan dimulai. Kyuhyun yang hanya bingung karena Seohyun tanpa alasan memintanya bergabung untuk bertarung dengannya hanya bersiap untuk menangkis pukulan Seohyun yang akan datang kapan saja.

 

What is your job position?” Seohyun membuka pertanyaan untuk Kyuhyun dengan tinju terangkat didepan wajahnya. (Apa posisi pekerjaanmu?) Kali ini tidak ada senyum ramah tamah di wajah gadis itu. Mereka saling mengitari dengan Kyuhyun yang sedang berpikir untuk menjawab pertanyaan Seohyun.

I’m..eoh…a maintenance engineer” jawab Kyuhyun, sebuah pukulan Seohyun hadiahkan pada pria itu yang sama sekali tidak sempat menghindar (Aku seorang teknisi pemeliharaan)

Kyuhyun menurunkan tinjunya dan menatap kesal kearah Seohyun “Ya! Kenapa memukulku? Memangnya jawabanku salah?”

Tidak menjawab pertanyaan Kyuhyun, Seohyun kembali memukul kedua sarung tinjunya sendiri untuk memompa semangatnya sebagai sinyal dia akan kembali memberi pukulan pada Kyuhyun.

How do you feel about working with foreigners?” tanya Seohyun lalu melayangkan sekali lagi sebuah pukulan dan tepat mengenai wajah Kyuhyun, pria itu terpaksa mundur beberapa langkah dan langsung menggeleng-gelengkan kepalanya untuk mengusir bintang yang muncul didepan matanya. (Bagaimana perasaanmu berkerja dengan orang asing?)

Ya! Ada apa denganmu hari ini?” tanya Kyuhyun kembali memposisikan dirinya untuk siap karena Seohyun menunjukkan indikasi untuk kembali menyerangnya

“Kau diam saja!” balas Seohyun dan benar saja gadis itu kembali menghajar pipi kiri Kyuhyun.

 

Geurae! Ayo lakukan!” ucap Kyuhyun terpancing, Kyuhyun kembali keposisi siap, kali ini pria itu yang memukul kedua sarung tinjunya sendiri, Seohyun kembali menyerangnya dan kali ini Kyuhyun sudah lebih siap, pria itu berhasil menangkis beberapa pukulan Seohyun yang dicoba gadis itu untuk dilayangkan ke wajah Kyuhyun. Sampai akhirnya Seohyun berhasil memojokkannya ke sudut ring, gadis itu kembali berhasil memberikan lagi pukulan pada wajah Kyuhyun.

 

Bugh!

Bugh!

Bugh!

 

Tiga kali pukulan berturut-turut diterima oleh Kyuhyun sampai akhirnya Seohyun sendiri yang menghentikan aksinya. Nafas berat gadis itu terdengar jelas, dadanya naik turun karena tenaga yang terkuras. Merasa ancamannya telah hilang, Kyuhyun melepaskan kasar sarung tinjunya dan melemparkannya ke matras. “Kau sudah merasa baikan dengan memukulku?” tanya Kyuhyun

“Sedikit” balas Seohyun dengan nafas putus-putus

“Sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Kyuhyun sambil mengusap sudut bibirnya

“Ada masalah dengan calon pacarku” jawab Seohyun ikut melepas sarung tinjunya

Chh! Dan kau sudah puas memukulku?”

Eo~~”

 

Tanpa mengatakan apapun lagi Kyuhyun meninggalkan ring tinju, Seohyun ikut menyusul pria itu dan berjalan disebelahnya. “Terima kasih aku boleh memukulmu” ucap gadis itu tersenyum, senyumnya yang selama pertarungan tadi tidak muncul, kali ini merekah lebar yang membuat Kyuhyun tidak tahan untuk menatap gadis itu. Walaupun tidak membalas ucapan terima kasih Seohyun, Kyuhyun dengan senyum samarnya hanya mengangguk singkat membuat Seohyun menyenggol bahu pria itu sekaligus sebagai permintaan maafnya.

 

~**~

 

Seohyun sudah akan memasuki gedung tempatnya bekerja sampai ia menyadari jika terdapat sesuatu yang aneh dilobi gedung yang dapat ia lihat lewat pintu kaca dari luar gedung. Memeriksa dengan cepat keadaan didalam lobi, Seohyun dibuat memekik tertahan karena gadis itu bisa melihat Changmin sedang menunggunya didalam gedung dengan banyaknya balon-balon berwarna merah muda memenuhi lobi gedung. Sebuket bunga mawar merah besar Changmin pegang seolah seirama dengan raut wajah gembiranya yang akan memberi kejutan pada Seohyun.

What the heck?! Sebenarnya apa yang dia lakukan?!” umpat Seohyun berbisik kepada dirinya sendiri. Gadis itu menatap kanan kirinya panik lalu dengan sikap tanggap Seohyun memanfaatkan tas merah pemberian Hara, Seohyun menutupi wajahnya dengan tas itu. Cepat-cepat berbalik dan berniat untuk tidak masuk kerja hari ini, Seohyun berlari meninggalkan gedung tempatnya bekerja. Yang dilihatnya sekilas hanyalah wajah sumringah Changmin yang sedang menunggu kedatangannya.

 

………………………………………..

 

As a maintenance engineer, I believe everything can be fix and make to work again, no matter how hard it to fix, I will always find a way” ucap Kyuhyun. Seohyun masih menatapnya lalu menggerakkan dagunya kedepan seolah sedang menegur Kyuhyun. (Sebagai seorang teknisi pemeliharaan, aku percaya semuanya bisa diperbaiki dan membuatnya berfungsi lagi, tidak peduli betapa sulitnya diperbaiki, aku akan selalu menemukan jalan keluarnya)

“Apa?” tanggap Kyuhyun bingung

“Kau lupa mengucapkan kalimat terakhirnya”

Keduanya berada di lobi apartemen Seohyun untuk melanjutkan pelajaran mereka. Seohyun meminta Kyuhyun untuk datang menemuinya di lobi apartemennya agar mereka tidak perlu belajar di kafe tempat mereka biasa  bertemu untuk menghindari kemungkinan bertemu Changmin karena kafe tersebut berdekatan dengan tempat kerja Seohyun.

You will regret it if you don’t choose me” Kyuhyun baru ingat dan mengangguk “Itu harga jualmu pada mereka” lanjut Seohyun (Kau akan menyesal jika tidak memilihku)

“Tapi menurutku aku terkesan sombong dengan mengatakan hal itu didepan orang-orang” ucap Kyuhyun mengemukakan pendapatnya. Seohyun menggeleng mantap sebelum menjawab “Tidak, itu normal~ Semua orang mengatakan hal itu ketika mereka mempromosikan diri mereka sendiri”

Kyuhyun masih sedikit ragu namun tetap berhasil diyakinkan oleh Seohyun. “Ayo kita lanjutkan kepertanyaan yang lain” ujar Seohyun memilih pertanyaan yang lain “When the pressure in the cylinder is up normally high, how would you fix it?” (Bila tekanan didalam silinder tinggi, bagaimana kau akan memperbaikinya?)

Ehm…pressure..pressure…” Kyuhyun mencoba mengingat-ingat sambil mengetuk-ngetuk ujung bibirnya”Ah…for me working under pressure is quite challenging” jawab Kyuhyun (Bagiku bekerja dibawah tekanan sangat menantang)

Seohyun menggeleng sambil memejamkan kedua matanya “Bukan itu jawabannya” ujar gadis itu “Jawaban itu seharusnya untuk nomor….” Seohyun membuka catatannya dan mencocokkan jawaban dari Kyuhyun tadi dengan catatan dikertasnya “..nah nomor 37”

 

“Bukannya sama saja?” tanggap Kyuhyun

“Memang sama-sama ada kata ‘pressure’, tapi yang kutanyakan bukan untuk jawaban yang kau jawab tadi”

Kyuhyun tidak lagi memperhatikan Seohyun melainkan melihat kearah luar gedung apartemen “Putar kepalamu, pacarmu sudah datang” info Kyuhyun membuat Seohyun mendelik kaget

“Pacar siapa?” Seohyun ikut menoleh dan langsung terkejut karena ia dapat melihat Changmin keluar dari mobilnya yang sudah terparkir didepan gedung apartemennya.

Heol” desis Seohyun dan kembali memutar kepalanya “Sudah kubilang dia hanya calon pacar” bisik gadis itu kepada Kyuhyun yang hanya tersenyum geli

Mwoya?! Apa yang dia lakukan?!” geram Seohyun yang langsung merendahkan badannya berusaha bersembunyi dengan menyender rendah pada sandaran sofa yang didudukinya di lobi apartemen.

“Apa dia melihatku?” tanya Seohyun kepada Kyuhyun karena pria itulah yang sekarang bisa memperhatikan gerak-gerik Changmin

“Kurasa dia akan masuk” jawab Kyuhyun santai

Wae? Kenapa kau takut bertemu dengannya?” tanya Kyuhyun masih tersenyum

“Aku sudah tidak menyukainya lagi” jawab Seohyun dengan menggerakkan bibirnya seolah-olah Changmin akan bisa mendengarnya

“Lalu kenapa tidak menolaknya saja? Temui dia dan katakan kau tidak bisa menerimanya” ujar Kyuhyun

 

……………………………..

 

Akhirnya Seohyun memberanikan diri untuk menghampiri Changmin yang masih berdiri dipelataran gedung apartemennya, sebuah balon sangat besar dan dua kantong plastik berada dimasing-masing genggaman tangan Changmin. Menyadari kehadiran Seohyun, pria itu dengan senyum yang hampir menunjukkan semua deretan giginya yang rapi menyapa ceria kearah Seohyun.

Annyong~ lihat apa yang kubawa untukmu?” Changmin menunjukkan balon besarnya. Dengan senyum yang dipaksakan Seohyun mengangguk singkat menunggu Changmin menghampirinya.

“Aku ingin memberi kejutan untukmu” ujar Changmin saat ia sudah berdiri didepan Seohyun

“Oh ya?”

Ne~ tadi aku menunggumu ditempat kerja, tapi kau tidak datang”

Ah…tadi aku merasa tidak enak badan, jadi tidak berangkat kerja” jawab Seohyun mencoba mempertahankan senyumannya

“Begitu? Kau sudah baikkan sekarang? Ah iya, aku membawakanmu makanan, lebih baik kita makan didalam saja” ajak Changmin

“Aaa….tunggu…tunggu…, hahaha tidak perlu terburu-buru”

“Aku sudah sangat lapar, Seohyun~ssi, sekarang sudah waktunya makan malam” tanggap Changmin, dan Seohyun tidak mengerti kenapa senyum pria itu masih belum hilang dari wajahnya. Apakah bibirnya tidak pegal?

Oh..itu…um…” Seohyun bingung bagaimana mengirim Changmin pergi karena Seohyun tidak ingin makan malam bersamanya, dan lagi pula dengan sesegera mungkin dia harus memberitahu Changmin jika dia tidak bisa menerima pria itu.

“Ayo kita makan bersama-sama diapartemenmu” ajak Changmin lagi masih belum menyadari penolakan Seohyun

 

“Itu…Changmin~ssi, sebenarnya aku tidak begitu lapar, um…”

“Kenapa kau lama sekali?”

Seohyun menoleh kaget kesebelahnya karena Kyuhyun telah berdiri tepat disampingnya. Suasana diantara ketiganya tiba-tiba berubah menjadi tidak mengenakkan. Senyum Changmin akhirnya hilang saat menatap Kyuhyun yang berdiri sangat dekat dengan Seohyun.

“Jadi ini orangnya?” kata Kyuhyun lagi, Seohyun dengan mata terbalalak menatap Kyuhyun masih terkejut dengan bergabungnya Kyuhyun diantara percakapannya dengan Changmin. Sempat tidak mengerti kemana Kyuhyun akan membawa dialognya, Seohyun akhirnya sadar dan menatap hampa kearah Changmin.

 

“Maaf kau siapa?” Changmin bertanya pada Kyuhyun. Kyuhyun tidak menjawab pertanyaan Changmin dan justru berbicara pada Seohyun “Ayolah, kita masuk kedalam” ujar pria itu lalu memberi isyarat dengan dagunya menunjuk kearah pintu masuk gedung apartemen. Seohyun meringis ngeri melihat wajah tidak suka Changmin karena kehadiran Kyuhyun.

“Apa hubungan kalian berdua?” tanya Changmin akhirnya

Ne? Oh..itu..” Seohyun mencoba menjelaskan, tapi tanpa merasa bersalah sedikitpun Kyuhyun membuang nafas singkat lalu bersedekap dan berbicara langsung kepada Changmin.

“Aku calon suaminya”

Sambil menoleh terkejut kearah Kyuhyun dengan jawabannya, bibir Seohyun hanya membuka menutup masih tampak syok untuk memberikan komentar apa. Gadis itu menatap Changmin yang tampak terluka yang balas menatap Seohyun meminta penjelasan.

“Itu…aniyo…sebenarnya…” jelas Seohyun tergagap

“Apa yang dibicarakannya?” Changmin menuntut

“I..itu…”

“Bukankah kau masih sendiri?”

Seohyun merasa buntu untuk mencari alasan yang tepat untuk dijelaskan pada Changmin, gadis itu menatap panik kearah Kyuhyun meminta bantuan darinya. Dengan wajah malas, akhirnya Kyuhyun mendekati Changmin, dan mendekatkan bibirnya untuk membisikkan sesuatu ketelinga Changmin. Tidak dapat mendengar apa yang diucapkan pria itu kepada Changmin, Seohyun hanya bisa membaca ekspresi yang semakin terluka pada wajah Changmin.

 

Selesai membisikkan sesuatu pada Changmin, Kyuhyun meraih bahu Seohyun dan menarik gadis itu untuk meninggalkan Changmin “Oke sudah selesai, ayo kita masuk” ajak Kyuhyun. Walaupun merasa sangat bersalah pada Changmin, Seohyun tetap mengikuti Kyuhyun karena hanya dengan cara seperti itu dia berhasil menolak Changmin.

Sedangkan Changmin yang merasa sangat terluka hanya bisa menatap punggung keduanya yang menjauh, tali balon yang ia pegang terlepas membuat balon itu terbang dan menghantam pelan lampu plafon pelataran gedung yang langsung memecahkan balon besar tersebut. Konfeti berwarna-warni yang berada didalam balon langsung menghujani Changmin yang berdiri hampa akibat penolakannya.

 

……………………………………..

 

“Sebenarnya apa yang kau katakan padanya?” tanya Seohyun kepada Kyuhyun, saat ini ia dan Kyuhyun sedang berada didalam lift untuk mencapai tempat tinggal Seohyun yang ada dilantai 16 “Bagaimana jika dia bunuh diri?” lanjut gadis itu

“Dia tidak akan berani bunuh diri, pria seperti itu…chhh..” tanggap Kyuhyun

“Kuharap juga tidak” balas Seohyun pasrah “Tapi…” gadis itu kembali menatap Kyuhyun yang tidak tampak merasa bersalah atas apa yang ia lakukan karena telah menyakiti hati Changmin “..aku tetap ingin tahu apa yang kau katakan pada Changmin”

“Ah..itu..” Kyuhyun menggaruk hidungnya sebentar “Aku cuman bilang padanya kau sudah hamil karena itu kita akan menikah”

“Ya!!” balas Seohyun terkejut “Kau bilang aku sedang hamil?”

Eo~” balas Kyuhyun bersikap tidak peduli

“Kenapa kau mengatakan hal itu? Apa kau tidak bisa mencari alasan lain? Kau sudah gila huh? Dia pasti mengira aku wanita murahan” ujar Seohyun kesal yang langsung memegang perutnya dan kembali menatap geram kearah Kyuhyun, pria itu menggigit bibirnya berusaha menyembunyikan senyum gelinya.

“Tidak penting lagi apa yang dipikirkannya sekarang bukan? Kau akhirnya bisa menolaknya”

 

Pintu lift didepan mereka terbuka, keduanya berjalan keluar dengan Seohyun yang masih kesal dengan ulah Kyuhyun.

“Ya sudah kalau begitu, aku pulang dulu, sampai jumpa” kata Kyuhyun ringan, Seohyun menyipit memandang wajah Kyuhyun yang tanpa bersalah. Kyuhyun tidak kembali menggunakan lift untuk turun kebawah melainkan berjalan menuju pintu yang dibaliknya terdapat tangga darurat yang akan mengarahkannya langsung menuju parkiran.

Ya! Kenapa kau tidak menggunakan lift saja?” tanya Seohyun bingung

“Oh itu~~ siapa tahu pria tadi masih ada dibawah, mungkin dia masih menangis, aku tidak ingin melihat wajahnya” jawab Kyuhyun

Chhh…”

Bye..” Kyuhyun membuka pintu tersebut dan menghilang dibaliknya.

 

Setelah Kyuhyun pergi, Seohyun baru menyadari perasaan lega yang merayapinya. Walaupun sedikit kelewatan tetapi tetap saja Kyuhyun sudah membantunya untuk bisa menolak Changmin. Berjalan menuju tempat tinggalnya Seohyun tidak bisa untuk tidak tersenyum, gadis itu kembali menoleh menatap pintu darurat dimana Kyuhyun tadi pamit dan tersenyum lebih lebar. Dan perasaan aneh tiba-tiba menghinggapinya yang ingin kembali melihat wajah pria itu.

 

TBC

 

Next part adalah bagian akhirnya yaaaa~~ ga bakal lama dipost cerita selanjutnya, see ya^^

 

 

 

 

 

 

13 thoughts on “I’M FINE…THANK YOU…LOVE YOU…(SEOKYU VERSION) 2ND

  1. kan kan … seohyun pasti mulai suka sama kyu …
    nah gimana interviewnya yah ?? apa bakalan keterima gk yah ??
    seharusnya kyu harus segera tau hara itu gimana … kesel aku jdnya! kyu tulus malah di permainkan gitu.
    chwang kasihan huhuhu
    di tunggu next part nya yah ^^

  2. Ping-balik: I’M FINE…THANK YOU…LOVE YOU… (SEOKYU VERSION) 3RD | Just Follow My Rule

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s