I’M FINE…THANK YOU…LOVE YOU…(SEOKYU VERSION) 1ST

CCCCCC

Judul               :  I’m Fine…Thank You…Love You (Seohyun Kyuhyun Version)

Cast                 :  Seohyun (SNSD)

Kyuhyun (Super Junior)

 

The story is based from the Thailand Movie “I’m Fine..Thank You..Love You..”

Catatan singkat : Sesuai keterangan diatas, cerita ini dari film Thailand tahun 2014 dengan judul yang sama, karena ceritanya lucu banget dan gue sampe berhari-hari ga bisa move on dari filmnya akhirnya tercetuslah ide pengen buat versi SeoKyu hihihi, ya ada yang gue ubah-ubah sedikit lagi, nambah-nambah dikit kkkk~ dan info lagi film ini juga di remake sama PH di Indo dan dibuat dengan judul Love You Love You Not… tahun 2015 ini, filmnya sudah tayang di bioskop Indo mulai tanggal 13 Agustus kemarin~ Ada yang sudah nonton?

Yang belum pernah lihat sama sekali, cari aja link trailernya di youtube pasti ketemu hihi

 

The Story

 

Seohyun berjalan keluar dari ruang kelas tempat biasa ia mengisi pelajaran Bahasa Inggris untuk murid-muridnya, jam mengajarnya telah usai dan ia bisa kembali esok hari untuk menjalani rutinitasnya tersebut. Salah seorang murid melambai kearahnya sebagai pengganti ucapan selamat tinggal yang ia balas dengan gerakan lambaian yang sama dengan petaan senyum tulus diwajahnya. Seohyun bekerja disalah satu tempat kursus Bahasa Inggris yang bernama “Speak Up” yang terletak dikawasan elit Gangnam, ini adalah tahun ketiganya bekerja ditempat itu sejak lulus dari kuliahnya. Murid-muridnya biasa memanggilnya Miss Seohyun sebagai sapaan akrabnya, tidak hanya mengajar anak usia sekolah, Seohyun memiliki kelas yang pesertanya adalah orang-orang dewasa yang memiliki berbagai macam pekerjaan yang tujuan mereka untuk memperlancar Bahasa Inggris mereka.

 

Tidak terlalu jauh berjalan meninggalkan tempat kerjanya, seseorang yang ia kenal melambai kearahnya, seorang wanita mungil yang mengenakan pakaian kerja berwarna biru muda, rambut hitamnya terkuncir menjadi satu diatas kepalanya dengan poni yang menutupi dahinya. Seohyun balas melambai ceria kearah gadis itu.

Miss Seohyun~~~” sapa gadis itu ceria dengan logat Jepangnya yang khas.

Hai Hara~~” balas Seohyun

Look, I passed my interview in my company, and I’m going to work in America” kabar Hara gembira dengan senyum lebar terukir diwajahnya (Dengar, aku lulus dalam wawancara di perusahaanku dan aku akan bekerja di Amerika)

Waw, that’s so good to hear, congratulations~” balas Seohyun senang (Waw, aku senang mendengarnya, selamat ya)

It’s because of you, Miss Seohyun” ucap Hara senang dan segera memeluk Seohyun yang balas memeluknya (Ini berkat kamu, Miss Seohyun) . Hara melepaskan pelukannya lalu kembali memeluk Seohyun, melepasnya sekali lagi dan kembali memeluk gadis itu, memberikan Seohyun dua ciuman dipipinya, dan hendak memberikan sebuah pelukan kembali sebelum Seohyun menahan tangan gadis itu

Thank you~ Thank you Miss Seohyun

“Oke~ oke, ini sudah cukup, kau membuatku malu, semua orang memperhatikan kita” balas Seohyun menggunakan Bahasa Korea

 

Seohyun menatap tersenyum gadis yang ada didepannya, dia adalah salah satu muridnya yang seusia dengannya, Hara adalah seorang gadis berkebangsaan Jepang yang sudah bekerja di Perusahaan Mesin di Korea selama tiga bulan tetapi masih belum mengerti dengan baik Bahasa Korea, gadis ini memutuskan untuk meningkatkan karirnya untuk bekerja di cabang Amerika milik perusahaannya. Dengan masih menggunakan pakaian yang biasa ia pakai bekerja gadis itu pastilah ingin segera menemui Seohyun untuk mengabarkan berita bahagia bahwa ia berhasil melewati wawancaranya setelah selama 3 bulan ini berlatih Bahasa Inggris dengan Seohyun secara pribadi.

 

Alright~ actually~ I need your help” Hara berkata dengan manis yang segera saja memunculkan kecurigaan bagi Seohyun. (Oke~ Sebenarnya, aku butuh bantuanmu)

Uhmm, oke~ let me hear that” balas Seohyun akhirnya dengan hembusan nafas menyerah “Baiklah, biarkan aku mendengarnya)

 

~**~

 

Kedua gadis itu memilih sebuah kafe yang terletak beberapa blok dari tempat kerja Seohyun, mereka berdua duduk berhadapan dengan dua cangkir cappucinno yang ada diatas meja mereka.

I want to break up with my korean boyfriend” Hara memberi tahu Seohyun yang duduk didepannya ( Aku ingin putus dengan pacar-Koreaku)

Okey~ and then?” balas Seohyun mencoba membaca akan kemana arah pembicaraan mereka berdua.

He can’t speaks English and I can’t speak Korean” Hara melanjutkan (Dia tidak bisa bicara Bahasa Inggris dan aku tidak bisa bicara Bahasa Korea)

Seohyun menaikkan sebelah alisnya tampak bingung “You guys can’t even talk together, how’d you get together?” Seoyun bertanya (Kalian berdua bahkan tidak bisa bicara bersama, tapi bagaimana kalian bisa bersama?”)

You know, we just love each other and we spent our time with kissing all the time, something like physical relationship, his lips~ ah~ his chest auuu~huuuu

 

Seohyun melirik ke kanan dan kiri untuk memastikan tidak ada orang yang mendengar percakapan mereka, merasa aman dia kembali menatap Hara “I see, so what’s the matter?” ucap Seohyun dengan maksud menghentikan fantasi dewasa Hara.

(Aku paham, jadi apa masalahnya?)

 

I just want to break up with him” jelas Hara santai, sebuah senyum tanpa rasa bersalah terpeta diwajah tirusnya. (Aku hanya ingin putus dengan dia)

Oke~ uhmmm…i got it” yang sejujurnya Seohyun tidak mengerti sama sekali

Thank you Miss Seohyun

For what?” balas Seohyun bingung

For agreeing to help me break out with him” (Karena setuju membantuku putus dengannya)

Oh no~ I didn’t say I was” ucap Seohyun terkejut sambil melambaikan tangannya tidak setuju (Oh tidak, aku tidak mengatakan aku setuju)

“Why??” ucap Hara mengeluh, senyumnya telah hilang

“It’s not my business, it’s yours~ You have to settle your problem by your own” ucap Seohyun menampilkan mimik wajah serius (Itu bukan urusanku, itu urusanmu, kamu harus menyelesaikan masalahmu sendiri)

 

Seohyun telah bangkit dari kursinya, dia tidak ingin Hara terus membujuknya, gadis ini sangat lihai membuat orang terpengaruh olehnya. Dan seperti dugaan Seohyun, Hara ikut bangkit dan segera menjalankan aksinya.

Wait a minute~ I got you this Louis Vuitton’s bag for you” Hara mengeluarkan tas bermerek terkenal dari bahan kulit yang berwarna merah cerah ( Tunggu sebentar, aku membawakanmu tas Louis Vuitton)

Mata Seohyun seketika itu juga melebar, warna merah cerah tas tersebut seolah memanahnya yang tanpa Seohyun sadari membuatnya mengangguk bersemangat kearah Hara.

Oh ya! Breaking out with the guy is so easy, don’t worry” ucap Seohyun tersenyum lebar (Oh ya! Putus dengan seorang pria adalah hal yang gampang, jangan kuatir)

 

Seohyun membuka kedua lengannya mengundang Hara untuk masuk kedalam pelukannya, kedua wanita itu berpelukan erat yang tanpa Hara sadari Seohyun telah menyelipkan sebelah tangannya pada tali panjang tas mewah tersebut untuk mengambil alih tas itu, dan saat mereka memisahkan diri, tas merah menggiurkan tersebut telah berpindah tangan dengan tali panjangnya bergantung di bahu Seohyun.

 

Thank you~~~” ucap Seohyun senang

What..” celetuk Hara saat menyadari tas merah itu tidak ada lagi bersamanya dan telah berpindah tempat dalam sekejap mata.

“Ada disini~” ucap Seohyun menggunakan Bahasa Korea sambil menunjukkan tas merah pemberian Hara “Seleramu bagus juga” senyum manis lebarnya ia suguhkan kepada Hara yang hanya mengangguk mengerti kearah Seohyun, dan sesuai dugaannya usahanya berhasil membujuk Missnya ini.

 

~**~

 

Dua hari telah lewat saat Seohyun bertemu dengan Hara, dan sesuai permintaan gadis itu hari ini Seohyun berencana untuk menemui kekasih Hara. Hara telah menunjukkan foto pria tersebut kepadanya, dan memberitahu Seohyun untuk bertemu dengan calon mantan kekasihnya itu disebuah kafe yang telah dipilihkan oleh Hara, karena dia sudah meminta sang kekasih untuk menemuinya di kafe tersebut. Dan disinilah dia sekarang, Seohyun berdiri didepan meja kasir sebuah kafe untuk memesan minumannya, dia akan menunggu kekasih Hara yang sepertinya belum tiba.

Mocha coffee juseyo” ucap Seohyun kepada kasir yang berdiri dibelakang meja

Ne~ segera” balas sang kasir.

 

Sambil menunggu pesanannya, Seohyun berusaha memakai sweaternya yang memang ia lepas sepulang kerja, sedikit mengalami kesulitan untuk memasukkan salah satu lengannya membuat Seohyun membuat gerakan berlebihan yang akhirnya mengakibatkan sikut kirinya meninju hidung seseorang yang berdiri dibelakangnya.

 

Terkejut dan segera berbalik, Seohyun telah mendapati seorang pria memegang hidungnya tampak kesakitan.

“Aku minta maaf, apakah anda tidak apa-apa?” tanya Seohyun penuh penyesalan.

Setelah mengusap-usap hidung miliknya yang meninggalkan bekas merah, tatapan sinis pria itu suguhkan untuk Seohyun.

“Apa kau tidak bisa berhati-hati?”

Seohyun membuang napas cepat karena pria didepannya yang menggunakan banmal saat bicara dengannya

“Karena itu aku meminta maaf, dan bertanya apakah anda tidak apa-apa?” balas Seohyun, sesaat Seohyun memperhatikan pakaian sang pria yang tidak asing baginya, seketika Seohyun langsung teringat pakaian yang dikenakan sang pria adalah pakaian kerja yang dipakai juga oleh Hara.

“Kenapa melihatku seperti itu? Apa aku mirip dengan ayahmu?” tanya sang pria gusar yang merasakan pandangan menilai Seohyun. Sesekali ia masih mengusap hidungnya menunjukkan jika sang pria ini masih belum memaafkan perbuatan tidak sengaja Seohyun.

 

Seohyun menggeleng samar sebelum akhirnya berdeham pelan untuk kembali membuka mulutnya “Apakah anda Cho Kyuhyun, kekasih dari Hara~ssi?” tanya Seohyun hati-hati.

Tidak menunjukkan raut wajah yang berubah menjadi lebih ramah, sang pria hanya mengangguk kecil mengiyakan pertanyaan Seohyun.

 

~**~

 

Seohyun dan Kyuhyun akhirnya memilih salah satu kursi yang ada didalam kafe yang mereka kunjungi. Seohyun telah membuka laptop pink miliknya dan menunjukkan sebuah flashdisc kearah Kyuhyun.

Hara~ssi, menitipkan ini padaku, dan ada yang ingin dia sampaikan kepada Anda, Kyuhyun~ssi, karena dia tidak bisa bicara Bahasa Korea, dia memintaku yang adalah guru Bahasa Inggrisnya untuk menyampaikannya kepada Anda” ucap Seohyun mencoba tersenyum namun sang pria masih menatap kaku kearahnya

“Ehm, baiklah, ayo kita mulai” ucap Seohyun akhirnya, gadis itu mencolokkan flashdisc titipan Hara kedalam laptopnya dan membuka sebuah catatan rekaman suara yang telah direkam oleh Hara menggunakan Bahasa Inggris.

“Anda tidak apa-apa kan?” tanya Seohyun memastikan, namun Kyuhyun semakin menatap sadis kearahnya yang membuat Seohyun mencolokkan cepat-cepat earphone miliknya ke laptop dan menjulurkan takut-takut salah satu kabel earphonenya kepada Kyuhyun yang diambil tanpa perubahan ekspresi.

 

Seohyun telah memutar rekaman suara milik Hara, dan tidak lama terdengar suara gadis itu dengan aksen Jepangnya yang khas.

‘Hai Kyu’ terdengar suara Hara

“Annyong Kyu” ucap Seohyun mengartikan Bahasa Inggris yang diucapkan oleh Hara

I’m sorry I can’t tell you about…..blah blah.

Mianhaeyo, aku tidak bisa memberitahumu tentang wawancaraku yang sangat panjang dan hanya bisa mengirimimu catatan suara ini” Seohyun melanjutkan sambil menatap takut-takut pada Kyuhyun

 

‘I Love you, but I think……blah blah..’

Saranghaeyo, tetapi aku berpikir kita lebih baik menjadi teman, aku sangat menikmati hari-hari yang telah kita lewati bersama, budaya di negaramu, sikapmu, agamamu, tetapi sayangnya aku hanya beberapa musim dinegara ini, semua ini akan menjadi kenangan yang sangat indah yang akan aku ingat, benar-benar indah…”

 

“Kenangan indah mwo?!” dengus Kyuhyun yang menghentikan rangkaian kata Seohyun dalam mengartikan pesan Hara

Ne?”

“Yang kami lakukan hanya permainan fisik sampai aku tidak bisa berbicara untuk mengajaknya serius” ucap Kyuhyun kesal dan ucapannya barusan mengundang beberapa kepala yang duduk didekat meja mereka menoleh kearah keduanya.

Ye? Oh~ itu…aku tidak tahu tentang masalah itu, bisa kita lanjutkan?” tanya Seohyun.

Dengan wajah ketusnya dan tanpa sebuah anggukan Seohyun memberanikan diri untuk kembali melanjutkan apa yang tertunda tadi

 

“Aku minta maaf, karena tidak mengatakan apa-apa padamu”

“Mengatakan apa?” potong Kyuhyun gusar dan melepas kasar earphone yang terpasang ditelinganya, terkejut dengan reaksi pria tersebut, Seohyun ikut melepaskan earphone yang terpasang ditelinganya dan sebisa mungkin menjaga jarak dari pria ini.

“Sebenarnya apa ini? Apa yang coba kau sampaikan?”

“Itu..sebenarnya Hara”

“Dia pergi begitu saja bukan?”

Nde? Oh~ ne, sepertinya begitu” jawab Seohyun takut-takut

“Omong kosong!” bentak Kyuhyun sambil berdiri dari duduknya. Ketakutan, Seohyun berusaha mencabut earphonenya dan menggulungnya buru-buru, menutup laptopnya asal dan berusaha menjejalkannya kedalam tas laptop miliknya.

 

“Tidak apa-apa, tidak apa-apa, aku hanya menyampaikan pesan Hara, aku akan segera pergi..” ucap Seohyun berusaha untuk tidak perlu berkontak mata dengan pria didepannya ini

“Tunggu sebentar, kau bilang kau guru Bahasa Inggris Hara?”

Ye?

“Benar, jadi karena kau akhirnya dia pergi, kau yang mengajarinya sampai dia lulus wawancara itu, ahngeurae?? “

Tidak menjawab karena sangking takutnya Seohyun hanya mengangguk kecil, bibir tipis Kyuhyun semakin menipis bukti kekesalannya, dia menendang kursi yang dia duduki tadi dan mengundang semua mata yang ada didalam kafe tertuju kemeja mereka.

“Sialan!” umpat Kyuhyun. Tanpa memperdulikan Seohyun lagi, Kyuhyun berjalan menuju pintu hendak meninggalkan kafe tempat keduanya bertemu.

 

“Dan apa yang kalian lihat?!” bentak Kyuhyun sambil menghentikan langkahnya sesaat dan menatap semua orang yang ada di dalam kafe yang memandangnya karena membuat keributan

“Jangan lihat kesana”

Dasar orang gila”

“Tidak tahu aturan”

Bisik-bisik yang terdengar jelas itu seolah memaksa Kyuhyun untuk benar-benar angkat kaki dengan membuka kasar pintu kafe.

Seohyun hanya bisa memandang langkah Kyuhyun yang semakin menjauh dan sekarang telah menyebrangi jalan kecil didepan kafe tersebut. Bahu gadis itu menegang kecil saat disadarinya Kyuhyun menghentikan langkahnya dan perlahan membalikkan tubuhnya, mata pria itu bertemu dengan Seohyun dan bisa dilihatnya Kyuhyun membuka tas kain lusuh coklat miliknya yang tergantung dibahunya dan mengeluarkan sesuatu yang tidak bisa ditebak Seohyun karena tidak begitu terlihat jelas. Dan sepertinya bukan hanya Seohyun saja yang memperhatikan gerak-gerik Kyuhyun, karena orang-orang yang didalam kafe masih memperhatikan ikut berceletuk pelan

Apa yang dipegang pria itu?”

Bom asap?” celetuk seseorang lainnya

 

Dan seketika itu juga bersamaan dengan Kyuhyun yang terlihat berlari hendak melemparkan sesuatu yang ada ditangannya, keadaan didalam kafe menjadi heboh, baik pengunjung ataupun pelayan mencoba menyelamatkan diri, dan dengan gerakan sigap yang dimilikinya Seohyun menyambar tas merah barunya dan berlari untuk menjauh dari kaca jendela menuju kursi yang lebih jauh untuk melindungi diri. Bagaikan sebuah gerakan lambat Kyuhyun melemparkan sesuatu yang ia pegang sebelumnya kearah kaca jendela kafe dan…..

 

BYARRRR

 

“Accckkkkkkkk” suara nyaring Seohyun yang berteriak meredam suara hantaman benda cair yang mengotori kaca jendela kafe. Sadar tidak adanya ledakan Seohyun berbalik dan melihat punggung Kyuhyun yang semakin menjauh.

Itu bukan bom asap, jaga mulutmu” Seohyun dapat mendengar seseorang berbicara kepada temannya

 

Setelah keadaan mulai mereda, Seohyun berjalan keluar kafe dan menghampiri seorang pelayan yang sedang membersihkan kaca jendela yang dilempar tadi.

“Apa yang dilemparnya?” tanya Seohyun

“Oh ini sup ayam” ucap pelayan cafe tersebut

“Sup ayam?” balas Seohyun terkejut “Jinjjayo?”

“Ada beberapa potongan ayam dan wortel yang menempel di kaca” jelas sang pelayan.

“Dasar tidak waras” dengus Seohyun membuang nafas gusar.

 

~**~

 

Seohyun pulang sedikit terlambat hari ini, bus terakhir yang seharusnya ia tumpangi telah lewat dan membuat gadis itu memutuskan untuk mencari taksi agar bisa segera sampai dirumah. Akhirnya Seohyun melihat sebuah taksi dikejauhan dan berniat untuk memanggil taksi saat sebuah tangan tanpa diketahui pemiliknya menarik Seohyun keras sekali yang tanpa perlawanan Seohyun harus mengikuti kemana tangan itu menariknya. Sosok yang tidak asing bisa Seohyun kenali dari punggung dan pakaian yang dipakai orang misterius yang menariknya.

 

“Maaf..an…”

“Kemari”

Tangan tersebut menariknya kesebuah gang kecil yang hanya terdapat dua lampu jalan. Dan dalam gerakan kasar memutar tubuh Seohyun yang membuat gadis itu dapat melihat samar siapa orang yang telah menariknya. Seolah membatu campuran antara rasa ketakutan dan panik Seohyun hanya bisa berdiri gemetar dan mencoba menjauh dari Kyuhyun. Apa yang dilakukan pria ini? Mencoba menculiknya?

“Apa yang kau inginkan?” tanya Seohyun panik. Kyuhyun berjalan pelan mendekati Seohyun dengan wajah dingin miliknya. Hanya memiliki satu senjata yang ia punya, Seohyun melepas salah satu sepatu hak tingginya dan mengarahkan hak tajam miliknya untuk balik mengancam Kyuhyun.

“Dia ingin putus darimu, itu bukan salahku! Jangan mendekat, aku akan memukulmu!” gertak Seohyun tapi dengan mudahnya Kyuhyun menyapu sepatu hak tinggi Seohyun dengan sebelah tangannya yang langsung jatuh terlempar ditanah.

 

Hinggg

 

Tidak mau menyerah Seohyun kembali melepas sisa sepatu hak tingginya dan kembali mengarahkan mengancam kepada Kyuhyun “Jangan macam-macam, aku akan benar-benar memukulmu!” dan bagaikan tayangan ulang Kyuhyun kembali menyapu sisa sepatu Seohyun dan membuat sepatu itu terlempar lebih jauh.

Waeyo? Sebenarnya apa yang kau inginkan?” ucap Seohyun bergetar, tanpa ia sadari bahunya telah menyentuh tembok gedung yang mengapit gang kecil tersebut.

 

“Kau….” kembali tidak menggunakan banmal “..sampaikan pada Hara, aku tidak mau putus dengannya” ucap Kyuhyun

Ne? Itu…aku hanya melakukan apa yang Hara minta padaku, lagi pula…” Seohyun tidak tahan untuk tidak mengkritik walaupun situasi dia terdesak “..hal yang wajar jika Hara ingin putus denganmu karena kelakuanmu”

“Apa? Ya!

Seohyun memejamkan kedua matanya kuat tapi tidak merasakan satu pukulanpun yang akhirnya memberanikan dirinya untuk kembali membuka kedua matanya

“Baiklah, sekarang karena kau sudah ikut terlibat, kau harus membantuku” kata Kyuhyun masih dengan sikap ketusnya, jarak diantara mereka semakin menipis yang membuat Seohyun menahan napasnya.

“Apa?”

“Kau akan membantuku untuk bisa lulus tes wawancara, karena aku akan menyusul Hara”

Seohyun masih belum mengerti kemana arah pembicaraan ini karena masih merasa ketakutan, sedangkan Kyuhyun telah menaruh salah satu tangannya di tembok yang semakin mengunci pergerakan Seohyun.

“Aku tidak mengerti” balas Seohyun menggeleng

“Dengar, aku ingin kau mengajariku Bahasa Inggris, secara pribadi. Aku harus lulus tes wawancara bulan Desember tahun ini, jadi aku bisa menyusul Hara ke Amerika, kau mengerti?” kata Kyuhyun, nada suaranya sudah lebih memelan tetapi tetap mengancam. Tidak ada pilihan lain selain mengangguk untuk Seohyun sekarang “Ne, aku mengerti, mengerti”

“Secara pribadi, aku harus menguasai Bahasa Inggris sebelum hari wawancaraku”

“Baik…baik…” balas Seohyun cepat berharap pria didepannya ini segera menjauh darinya.

Akhirnya Kyuhyun menarik tangannya yang ia sandarkan ditembok dan merogoh tas lusuhnya, mengeluarkan beberapa lembar uang lalu membuka tas merah Seohyun dan memasukkan uang tersebut kedalamnya.

“Itu biayanya, jangan dikembalikan, jika tidak kau yang harus justru membayarnya dengan hal lain” ancam Kyuhyun dan dengan sengaja melirik rok putih Seohyun yang memang memiliki belahan. Melirik dingin Seohyun sebelum akhirnya berbalik dan berjalan meninggalkan gadis itu.

“Dasar mesum” umpat Seohyun sangat pelan, bisa dia rasakan bahunya yang mulai mengendur santai.

Kyuhyun telah berada diujung gang dan Seohyun baru menyadari jika ada sebuah motor ducati hitam yang rupanya milik pria itu. Dengan dengung memekakkan suara motornya Kyuhyun melaju meninggalkan Seohyun yang benar-benar sendirian.

 

~**~

 

“Aku pasti sudah gila” Seohyun bergumam pelan saat ia sudah berada tepat di depan sebuah kafe dimana dia pertama kali bertemu dengan Kyuhyun. Keduanya telah sepakat untuk kembali bertemu agar bisa memulai privat Bahasa Inggris mereka. Sambil menggelengkan kepalanya untuk sekedar mengusir pikiran menyesalnya karena setuju memberi privat untuk pria mesum itu, Seohyun mendorong pintu kafe dan langsung menuju meja kasir untuk memesan minumannya sendiri.

 

Dia memilih meja yang berada didekat meja kasir lalu menaruh tas merah pemberian Hara disalah satu kursi yang kosong. Selang 10 menit kemudian Kyuhyun muncul memasuki kafe dan langsung menuju meja Seohyun, dilemparnya tas usang coklat miliknya yang langsung menutupi tas merah mencolok Seohyun.

Tidak bisa menahan diri untuk tidak melotot kearah tas usang Kyuhyun, Seohyun juga segera menyingkirkan tas Kyuhyun menggunakan ujung jarinya dan menyelamatkan tas mahalnya dan memilih untuk memegang tasnya sendiri.

 

Membuang nafas pelan sesaat Seohyun kembali memusatkan perhatiannya kepada Kyuhyun yang tampak santai dengan sikap cueknya.

Oke~ lets get start it” Seohyun memulai (Oke, mari kita mulai) “Now you are taking a conversation lesson, so you have to speak english as much as possible, I need your full attention and participation, if you have any question just ask, don’t be shy~ Do you understand?” lanjut Seohyun dengan kalimat yang lebih panjang (Sekarang kau akan belajar percakapan, jadi kau harus berbicara Bahasa Inggris sebanyak mungkin, aku perlu perhatian penuh kamu dan partisipasimu, jika ada pertanyaan, tanyakan saja, tidak perlu malu. Kau mengerti?)

 

Kyuhyun tidak menjawab yang membuat Seohyun mengulang kalimat terakhirnya “Do you understand?

Masih tidak menjawab dan yang dilakukan Kyuhyun hanya memperhatikan gerak bibir Seohyun saat gadis itu mengulangi kalimatnya untuk ketiga kalinya “Do you understand?”

Merasa paham apa yang dimaksud Seohyun, akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk berdiri.

Sedikit bingung Seohyun harus mendongak untuk menatap Kyuhyun.

“Kenapa berdiri? Apa kau kira stand up?” tanya Seohyun selidik.

Sadar jika ia telah salah, Kyuhyun mengedikkan bahunya singkat lalu menggeleng santai

Ani, aku cuman mau memesan kopi, kau mau?”

Aniyo, Gomaboseumnida” sahut Seohyun kaku (Tidak, terima kasih)

Kyuhyun berjalan menuju meja kasir, dan saat pria itu sudah cukup jauh Seohyun berani untuk mengumpat pelan “Dia benar-benar bodoh”

 

…………………….

“Oke, ini adalah basic dasar, aku ingin tahu bagaimana cara kau mengucapkan alfabet Bahasa Inggris, jadi ikuti apa yang aku sebutkan dan bagaimana cara aku menyebutkannya”

Kyuhyun mengangguk tanda dia mengerti

“A” ucap Seohyun “A” Kyuhyun mengikuti tanpa rintangan berarti

“B”

“B”

.

.

..

..

..

“F” ucap Seohyun fasih

“Epheu” ucap Kyuhyun mencoba mengikuti Seohyun, gadis itu segera menggeleng tanda tidak setuju dengan pengucapan Kyuhyun “Orang-orang kita selalu mengucapkan ‘F’ dengan Epheu but itu salah, jadi mulai biasakan mengucapkan sesuai dengan pengucapan Bahasa Inggris yang benar, sekali lagi~ F”

“ee..eph..”

“F! Seperti ular, effff…effff” ujar Seohyun menggerakan tangannya menirukan kepala ular “efff…effff, cobalah~”

“Effff….effff” Kyuhyun mengikuti gerakan tangan Seohyun dan suara ular berdesis

“Seperti itu, coba sekali lagi, F”

“E..F…ffffffsss….”  ujar Kyuhyun masih menyisakan desis ular diujung suaranya

“Ok baiklah” balas Seohyun akhirnya “G” lanjutnya

“Ji” Kyuhyun mengikuti, Seohyun mengangguk setuju

“H” kata Seohyun

“Hed” ucap Kyuhyun tanpa ragu, Seohyun sampai harus menutup kedua matanya sebelum akhirnya memaksa diri untuk kembali menatap pria yang duduk disebrangnya ini.

“H” ulang Seohyun memperjelas cara pengucapannya yang benar

“Heff” Kyuhyun mengikuti

Aniyo, bukan seperti itu, seperti saat kau bersin, coba buka mulutmu”

Kyuhyun membuka mulutnya sedikit mengikuti petunjuk Seohyun

“Ha…hacho”

Seohyun harus membuang nafas panjang untuk tetap menjaga kesabarannya

“Kenapa kau sangat bodoh, H…eichh..shhh…shhuuuu…seperti saat kau mengusir orang, shuu…shuuu…” kata Seohyun melambaikan tangannya seolah mencontohkan cara mengusir orang

“suuu…suuu… “

“Bukan seperti itu, shuuu….shuuu…coba sekali lagi, digabungkan”

Kyuhyun mengerutkan alisnya berpikir sejenak sesuai arahan Seohyun, pria itu mulai membuka mulutnya “..H..hedeushhuuu…”

 

Hanya hembusan nafas berat yang keluar dari mulut Seohyun sebelum gadis itu menjawab “Salah”

“Ini hari pertamaku, jadi wajar saja, apa yang kau harapkan? Mana mungkin akan langsung bisa?” protes Kyuhyun

Matjayo~ lebih baik kita lanjut ke huruf yang lain” balas Seohyun tidak ingin berdebat (Kau benar)

.

.

.

.

.

“X” kata Seohyun

“Eks”

“Y”

“Way”

“Z”

Kyuhyun tidak langsung mengikuti sebelum akhirnya membuka mulutnya “Zed yang kau maksud?”

Seohyun menggeleng “No, X, Y, Z!

Kyuhyun tetap merasa yakin jika yang benar adalah ‘Zed’. Jadi saat seorang pelayan melintas melewati meja mereka Kyuhyun memanggilnya

“Ya chingu~ X, Y lalu ?” tanya Kyuhyun to the point

“Zed” dan kembali berjalan menuju kebelakang meja kasir

“Nah, dengarkan?”

Seohyun hanya bisa menyamarkan geramannya menjadi sebuah senyum tanpa keramahan “Oke”

 

~**~

 

Seohyun dan Kyuhyun akhirnya memutuskan untuk meninggalkan kafe, keduanya menuju meja kayu dimana pengunjung dapat menaruh bekas minuman kosong mereka. Seohyun kembali membuka percakapan untuk terus melatih Kyuhyun.

What is this?” tanya Seohyun sambil mengangkat cangkir minumannya yang telah kosong

Kyuhyun berpikir sesaat sebelum menjawabnya “This is cup

Oke, and what is this?” Seohyun mengangkat sedotannya.

This is…sedotan”

This is a straw” balas Seohyun tidak sabar “Anak kelas 5 SD saja tahu”

“Chhh” balas Kyuhyun “What is that?”

Seohyun menoleh kearah Kyuhyun dan melihatnya menunjuk kearah dua wanita yang sedang duduk disalah satu meja.

“Itu yang disana~” kata Kyuhyun memperjelas

Seohyun tersenyum simpul dan menjawab mudah pertanyaan Kyuhyun “That is woman

“Bukan”

Ahh, shoelace” ralat Seohyun karena sekarang bisa melihat salah satu wanita yang memakai mini dress mengikat salah satu tali sepatunya

“Hah, kau terlalu naif”

“Lalu apa?” balas Seohyun

“Itu melon”

What? Melon?”

Kyuhyun mengangguk meyakinkan

“Dimana melonnya?” tanya Seohyun bingung

“Oh itu dua buah melon yang bergelantungan” tunjuk Kyuhyun kearah seorang wanita yang memang belahan dadanya terlihat jelas, pria itu lalu tersenyum mesum sebelum berjalan lebih dulu meninggalkan kafe

“Dia itu benar-benar…” desis Seohyun sambil mencoba menarik atasannya agar lebih menutupi pinggangnya.

 

…………………….

 

Kyuhyun telah mengambil motornya dan menghampiri Seohyun yang akan berniat berjalan menuju halte bus.

“Butuh tumpangan?” tawar Kyuhyun ketika sudah menghentikan motor ducatinya disebelah Seohyun

“Tidak, terima kasih. Aku cukup tahu orang seperti apa kau, pria yang selalu berpikir mesum” kritik Seohyun yang tidak begitu berefek pada Kyuhyun.

Seohyun memilih untuk terus berjalan agar segera sampai di halte yang tidak jauh dari kafe. Terdengar suara klakson motor Kyuhyun yang membuat gadis itu terpaksa berbalik

“Hati-hati ada penguntit” kata Kyuhyun keras

“Aku bisa melawan mereka, aku bisa bela diri, pacarku yang mengajariku” jawab Seohyun berani

Kyuhyun tertawa pelan lalu melajukan pelan motornya untuk kembali berhenti disebelah Seohyun

“Kau punya pacar? Eii jangan bohong, jika kau punya pacar seharusnya pacarmu sudah menemuiku waktu kita bertemu pertama kali, ingat apa yang aku lakukan padamu?”

Bibir Seohyun menipis karena kesal sebelum akhirnya dia menjawab “I wish it make it, can’t wait to see your damn face when you found out the truth, that you’re just her sex toys” ucap Seohyun disela-sela giginya (Aku harap begitu, tak sabar melihat wajahmu saat kau mengetahui yang sebenarnya, bahwa kau hanyalah mainan seksnya)

 

“Aku tahu kau sedang menghinaku, tapi aku tidak tahu artinya, jadi percuma” balas Kyuhyun menang dan tanpa mengatakan apapun lagi langsung menggas motornya melaju membelah jalanan.

Tidak bisa meluapkan kemarahannya kepada Kyuhyun, Seohyun hanya dapat memukul dadanya pelan-pelan dan mengutuk dalam hati pria tersebut. Melanjutkan perjalanannya menuju halte dengan hentakan kaki penuh kekesalan.

 

~**~

 

Seohyun baru saja selesai mengisi sebuah kelas dimana para pesertanya adalah para orang dewasa, beberapa diantara mereka bekerja sebagai pembisnis muda. Ada yang wanita dan pula yang pria.

See you on Thursday, Miss” sapa salah seorang muridnya

Oh yeah, see you too on Thursday” balas Seohyun tersenyum. Gadis itu kembali menuju mejanya untuk membereskan buku-bukunya.

Thank you for today, Seohyun~ssi

Seohyun berbalik cepat dan langsung terkejut mendapati salah seorang murid prianya berdiri dekat dengan mejanya.

Nde? Oh, ye~ sama-sama” balas Seohyun gugup.

Pria didepannya ini bernama Changmin. Shim Changmin. Seorang pembisnis muda yang baru mengikuti kelas Seohyun selama dua minggu. Pria dengan tinggi semampai ini memang sudah mencuri perhatian Seohyun sejak awal kedatangannya didalam kelas. Tetapi untuk menjaga keprofesionalannya Seohyun berusaha tidak menunjukkan indikasi jika dia tertarik dengan pria tampan ini.

“Tidak apa-apa aku memanggilmu, ‘Seohyun~ssi’? Sedikit aneh memanggilmu Miss Seohyun jika aku lebih tua darimu” ucap pria ini dengan suaranya yang terdengar merdu di telinga Seohyun

“A..apa? Mm..Iya, tidak apa-apa” balas Seohyun mencoba tersenyum

“Baiklah, sampai jumpa hari Kamis kalau begitu”

Ne, sampai jumpa hari Kamis”

Seohyun tidak sadar saat tangannya melambai pada Changmin yang dibalas senyuman manis oleh pria itu, saat pintu kelas sudah tertutup Seohyun berlari-lari kecil gembira ditempatnya. Dia merasa yakin jika Changmin menyukainya, tetapi tidak berani untuk mengambil tindakan lebih dulu. Bagaimana jika sikapnya memang selalu baik kepada semua wanita?

Tapi Seohyun merasa yakin jika ia diperlakukan berbeda oleh Changmin sejak pria itu belajar bersamanya. Tetapi sampai sekarang Seohyun tidak memiliki nomor telpon Changmin yang membuatnya belum berani berangan-angan tinggi kapan Changmin akan benar-benar mengambil tindakan untuk bilang menyukainya juga.

 

Waktu bekerjanya telah habis, dan seketika ia teringat janjinya dengan Kyuhyun untuk kembali mengajarinya sepulang bekerja. Kegembiraan yang baru menyapanya seolah telah menguap digantikan rasa beban yang harus kembali menemui pria mesum itu. Keluar dari kelasnya untuk berlanjut menuju kafe seseorang menyapanya yang duduk di meja resepsionis.

Ya! Ada seorang murid yang menanyakan nomor handphonemu, Seohyun~ah” kata Taeyeon. Menanggapi dengan cepat ucapan Taeyeon, Seohyun segera berlari menghampiri meja resepsionis dan menjulurkan kepalanya kearah Taeyeon untuk benar-benar yakin apa yang sudah diucapkan Taeyeon.

“Seorang murid? Meminta nomor handphoneku? Pria atau wanita? Anak-anak atau dewasa?” tanya Seohyun cepat

“Kau berharap siapa?” goda Taeyeon tidak bisa menyembunyikan senyum menggodanya “Lelaki, dewasa dan…”

Seohyun menunggu jawaban Taeyeon dengan tidak sabar, kepalanya mengangguk-ngangguk memberi isyarat untuk Taeyeon melanjutkan kalimatnya

“..dan dari kalangan pembisnis, kau senang?” ucap Taeyeon akhirnya.

Seohyun menutup kedua matanya dan tersenyum penuh kemenangan. Hanya tinggal menunggu sedikit lagi saat Changmin akhirnya menghubunginya secara pribadi.

“Apakah eonni sudah memberikan nomorku?” tanya Seohyun saat sudah membuka kedua matanya

Eo~ sudah aku berikan” balas Taeyeon

“Kenapa eonni tidak memberitahuku dulu waktu akan memberitahukannya” tanya Seohyun walaupun bibirnya tersenyum lebar

Heol, aku tahu kau senang, jadi ternyata kau sedang jatuh cinta dengan muridmu sendiri”

“Sttt~ jangan sampai orang lain tahu, aku akan membelikanmu sesuatu nanti, aku pulang dulu eonni, goodbye my lovely Taeyeon eonni” ucap Seohyun gembira dan dengan langkah riang meninggalkan tempat kerjanya. (Sampai jumpa, Taeyeon eonni kesayanganku)

 

~**~

 

What do you like to eat?”  (Kamu suka makan apa?)

Saat ini Seohyun dan Kyuhyun berada di kafe biasa mereka bertemu, dan memilih teras kafe untuk duduk memulai pelajaran Bahasa Inggris mereka. Seperti biasa Kyuhyun masih menggunakan pakaian biru mudanya yang merupakan pakaian kerjanya.

I like to eat jappaguri” jawab Kyuhyun disela-sela dirinya yang sedang meminum kopi susu dinginnya ( Aku suka makan jappaguri)

What is jappaguri? Kau harus menyebutnya fried noodles” jelas Seohyun sabar

“Aku tidak tahu Bahasa Inggrisnya” jawab Kyuhyun tidak peduli

“Chhh, tetap saja kau harus mencobanya”

 

Seohyun sedikit terganggu dengan beberapa nyamuk atau serangga yang menyerang kakinya, karena mereka memilih duduk diluar dari pada didalam kafe. Gadis itu beberapa kali harus memukul kakinya untuk mengusir nyamuk.

Ehmm, what time do you go to bed?” Seohyun kembali memulai percakapan Bahasa Inggris mereka (Jam berapa kau pergi tidur?)

Kyuhyun berpikir sejenak dan meluruskan duduknya “eoh..twelve o’clock” jawab pria itu (12.00)

Dan tanpa Seohyun sadari Kyuhyun menjulurkan salah satu tangannya dibawah meja dan mencoba mengusir nyamuk dengan telapak tangannya. Usaha kecil Kyuhyun cukup berhasil karena Seohyun tidak lagi memukul-mukul kakinya tanpa mengetahui jika Kyuhyun yang berhasil mengusir nyamuk untuk tidak menggigiti kaki Seohyun.

“Kalau tidak ada penjelasan tengah malamnya, orang asing akan menganggap itu siang, jadi kau harus memberikan keterangan tengah malam, paham?” jelas Seohyun

“Tengah malam itu waktu dimana pembunuh akan menusukmu” balas Kyuhyun mencontohkan gerakan menusuk

Aigoo~ so funny” tanggap Seohyun dengan pura-pura tersenyum. “Next, ehmm…what do you like to do in your free time?” (Apa yang kau lakukan di waktu senggangmu?)

Tanpa menghentikan kegiatannya yang masih mengusir nyamuk untuk Seohyun, Kyuhyun berpikir sejenak dan menjawab “ I like to play…uh…kartu”

“Ayo gunakan Bahasa Inggris, I like to play card” balas Seohyun memberitahu “Aku suka mendengarkan musik diwaktu senggangku, what about you?” lanjut Seohyun sambil menunjuk Kyuhyun dengan kedua telunjuknya, gadis itu tersenyum manis menunggu jawaban Kyuhyun.

“Apa yang harus aku katakan?” tanggap Kyuhyun datar dan seketika itu senyum Seohyun menghilang.

“Ouh~ terserah dirimu saja, yang penting kau menjelaskan tentang dirimu” jawab Seohyun menahan kekesalannya.

“Kenapa kau tidak memakai banmal?” Kyuhyun bertanya mengubah topik pembicaraan “Aku dari awal memakai banmal dan bebas untukmu untuk menggunakan banmal juga, tidak usah terlalu kaku”

Tampak berpikir Seohyun akhirnya mengangkat bahu tanda jika ia setuju “Geurae~ tidak susah untukku”

Kyuhyun menyenderkan tubuhnya dikursi yang ia duduki dan menghentikan kegiatannya mengusir nyamuk untuk Seohyun yang membuat gadis itu kembali memukul-mukul betisnya. Saat gadis itu tengah berkonsentrasi mengelus-ngelus kakinya yang sempat digigiti nyamuk, Kyuhyun menyadari jika ada flash kamera dari sebuah ponsel yang dipegang oleh seorang anak SMP yang duduk tidak jauh dari meja mereka bersama teman-temannya.

Kyuhyun menoleh dan mendapati salah satu diantaranya menunjukkan hasil jepretan kameranya kepada teman-temannya.

 

“Wow”

“Wow”

“Coba sini lihat, celana dalam nuna itu kelihatan tidak?” tanya seorang teman anak SMP itu

“Ya ya ya!”

Kyuhyun melihat cepat dilayar ponsel tersebut sudah ada foto kaki Seohyun saat dia tengah memukul betisnya, dan tanpa basa-basi Kyuhyun bangkit berjalan menuju meja anak-anak SMP itu.

Ya! Mau kemana?” tanya Seohyun bingung.

 

Kyuhyun sudah memukul belakang kepala anak yang memiliki ponsel tersebut. Dan dengan gerakan cepat teman-teman si anak itu langsung lari meninggalkan anak SMP si pemilik ponsel. Kyuhyun langsung menarik kerah baju si anak SMP memaksanya untuk berdiri.

Seohyun yang terkejut langsung berjalan menghampiri Kyuhyun dan memukul lengan pria itu.

“Apa yang kau lakukan? Kenapa memukul dia?” tanya Seohyun

“Anak ini mengambil foto celana dalammu” kata Kyuhyun memberi tahu Seohyun

Mwo?”

“Tidak, tidak! Saya tidak mengambilnya, tidak” bela sang anak. Seohyun yang sangking terkejutnya langsung menarik-narik paksa dressnya yang memang diatas lutut agar menjadi lebih panjang.

“Ya, kau mengambilnya, memangnya aku tidak tahu” kata Kyuhyun galak semakin mengencangkan pegangannya pada baju anak SMP itu.

“Tidak, saya tidak melakukan itu!”

“Baiklah, kita lihat mau sampai mana kau akan berbohong” ancam Kyuhyun lalu menarik keatas baju sang anak, dan dengan kelihaian yang  sudah terduga, Kyuhyun merogoh celana dalam anak SMP itu dan menariknya keras sehingga CD bewarna putih kusam milik sang anak terlihat.

 

“Tunggu! Apa yang kau lakukan?!!” protes si anak SMP itu

“Katakan yang sebenarnya!”

“Aku benar-benar tidak melakukannya!” jawab anak itu menahan sakit saat Kyuhyun menarik lebih keras cdnya.

“Masih berani berbohong?” ancam Kyuhyun menarik lebih kencang cd putih usang itu yang memunculkan jerit kesakitan anak SMP itu.

“Cepat katakan yang sebenarnya!”

“Katakan apa?” erang sang anak berusaha menghentikan tangan Kyuhyun yang semakin meraja lela menarik cd usang anak itu.

“Kau tidak tahu?”

Ne!” teriak si anak

“Sungguh tidak tahu?!” bentak Kyuhyun

K..Kyuhyun~ah” tegur Seohyun yang merasa kasihan dengan si anak SMP itu

“Berikan ponselmu pada dia!” perintah Kyuhyun pada anak SMP itu, tidak punya pilihan lain karena Kyuhyun semakin menarik cdnya yang mebuat anak itu semakin kesakitan, diserahkannya ponselnya kepada Seohyun yang langsung mengambilnya.

 

“Ponselnya terkunci” kata Seohyun memberi tahu Kyuhyun

Patwortnya berapa?” tanya Kyuhyun kasar kepada anak SMP itu

“Ne?”

Patwort!” ucap Kyuhyun sambil menarik lebih keras cd anak SMP itu, diiringi jeritan kesakitan anak itu menjawab “6644! Ouchh!!”

Seohyun segera mengetik empat angka tersebut pada layar ponsel, dan saat layar terbuka dia menemukan foto kakinya yang memang dalam keadaan menunjukkan bagian pahanya yang terlihat jelas saat gadis tadi duduk mencoba mengusir nyamuk.

Mwo?!” umpat Seohyun dan menatap kesal anak SMP itu lalu segera menghapus foto tersebut

“Sudah kau hapus?” tanya Kyuhyun akhirnya

Eo~” jawab Seohyun lalu menyerahkan ponsel itu kepada Kyuhyun.

“Kau bilang kau tadi tidak melakukan apa-apa, lihat itu?!” Kyuhyun sudah kembali fokus kepada anak SMP itu

Ne, aku berjanji tidak akan melakukan itu lagi, janji!” mohon anak itu

“Kau janji?”

Ye!!!

“Lalu apa? Kau tidak minta maaf?!” kata Kyuhyun dan dengan adanya suara sobekan menunjukkan betapa sakitnya anak SMP itu saat Kyuhyun semakin menarik cdnya.

“Maafkan aku, aku minta maaf nuna, aku benar-benar minta maaf!” mohon si anak

Dengan tarikan cd untuk menegurnya, anak itu segera membungkuk sembilan puluh derajat kearah Seohyun “Aku benar-benar minta maaf nuna!”

Seohyun tidak menjawab melainkan hanya mengangguk kasihan.

 

“Ok~ jika aku melihatmu lagi, aku akan benar-benar menghajarmu sampai habis, kau mengerti?!”

Ne..hyung” jawab si anak ketakutan. Dan tanpa kasihan Kyuhyun melempar jauh ponsel si anak tersebut yang langsung terdengar bunyi hancur dikejauhan.

Mwoya! Apa yang kau lakukan? Itu ponselku?!”

Anak SMP itu ingin mengambil ponselnya, namun saat dia hendak berlari Kyuhyun masih memegangi cdnya yang membuat si anak SMP itu menoleh memohon untuk dilepaskan.

“Lepaskan! Aku mohon!” pintanya memelas. Masih belum mau melepaskannya, Kyuhyun membiarkan usaha anak itu saat ia berusaha melepaskan diri dari Kyuhyun. Dan usahanya yang terakhir berhasil melepaskan diri dengan Kyuhyun tetapi dengan imbalan anak itu harus merelakan cdnya yang akhirnya sobek dan berada mengenaskan ditangan Kyuhyun. Tanpa aba-aba lagi anak itu langsung berlari meninggalkan mereka berdua.

 

“Ya! Itu jorok sekali” protes Seohyun

“Oh ya, tadi kau salah mengucapkannya, bukan ‘Patwort’ tapi ‘Password’ lanjut Seohyun saat keadaan mulai tenang, dirinya tidak tahan untuk tidak mengoreksi cara pengucapan Kyuhyun.

“Ya!” balas Kyuhyun gusar merasa tidak mengerti Seohyun masih membahas hal itu.

 

What the…” Seohyun terkejut melihat cd usang anak itu yang masih ada ditangan Kyuhyun, dilihatnya kotoran berwarna kuning coklat berada diujung kain. Kyuhyun sadar ada yang salah dan langsung membuang cd dan mengumpat kasar.

Sisa kotoran itu ternyata sudah mengenai telapak tangan Kyuhyun yang membuat keduanya mengerang jijik.

“Dasar bocah sialan” umpat Kyuhyun, kepalanya memutar kearah meja mereka tadi “Ambilkan tisu!” perintahnya kepada Seohyun yang masih bertampang jijik. Sambil menahan diri untuk tidak muntah dan tertawa sekaligus Seohyun berjalan cepat menuju meja mereka untuk mengambil tisu.

“Tetapi tidak ada tisu?” ucap Seohyun memberi tahu Kyuhyun tetapi dia sedang memegang sebuah lap tangan kecil yang memang sudah tersedia diatas meja mereka sebelumnya.

“Yang itu!” tunjuk Kyuhyun tidak sabar pada sebuah lap tangan yang sedang dipegang Seohyun

“Ini disebut napkin, bukan tisu” balas Seohyun antara ingin membenarkan dan menolong Kyuhyun

“Apa masih penting sekarang?!” protes Kyuhyun kesal. Buru-buru Seohyun segera memberikan lap tangan itu kepada Kyuhyun yang langsung ia gunakan untuk membersihkan sisa kotoran yang menempel ditelapak tangannya. Dengan raut wajah kejijikan Kyuhyun mengusap tangannya dan langsung membuang bekas lap tangan tersebut.

“Benar-benar menjijikan!” umpat Kyuhyun kesal

Namun bau tidak sedap masih bisa mereka cium yang membuat kepala mereka berputar untuk mencari sumber bau yang tersisa.

“Sudah aku bersihkan, tetapi kenapa masih bau?” tanya Kyuhyun bingung sambil memutar tubuhnya. Dan tepat saat itu “HOLY SHIT!” kata Seohyun jijik sambil menunjuk punggung Kyuhyun. Dan keduanya tahu jika ternyata cd yang dilempar Kyuhyun tadi justru mendarat dibelakang punggung Kyuhyun dan menyangkut di tali tas usang coklat milik Kyuhyun.

Dengan gerakan cepat Kyuhyun melepaskan tasnya dan membuang kain cd menjijikan itu.

“Ughh! Benar-benar sial! Apa masih ada lagi?!” tanya Kyuhyun tidak bisa menyembunyikan ekspresi jijiknya saat bertanya pada Seohyun sambil menunjukkan punggungnya

Ani~ sudah tidak ada” jawab Seohyun merasa kasihan (Tidak)

 

Terdengar langkah seseorang yang sedang berlari, keduanya menoleh dan ternyata anak SMP tadi yang kembali untuk mengambil tasnya yang tertinggal.

“Ya!! Kau itu sebenarnya makan apa?!” tanya Kyuhyun emosi, Kyuhyun membuat gerakan seperti akan mengejar anak SMP itu yang langsung meraih tasnya secepat kilat dan segera mengambil langkah seribu agar tidak lagi berurusan dengan Kyuhyun.

“Kau benar-benar tidak beruntung hari ini” tanggap Seohyun kepada Kyuhyun dan pria itu hanya memandang masam kearahnya.

 

~**~

 

Kyuhyun tengah memilih buku cerita berbahasa Inggris karena saran dari Seohyun agar dia berlatih pelafalan Bahasa Inggris, gadis itu menyarankan untuk memulai dari sebuah cerita anak-anak karena tata bahasanya yang mudah dimengerti. Salah satu judul buku dengan gambar lumba-lumba akhirnya dipilih Kyuhyun.

Hei, what’s up, man?

Kyuhyun menoleh dan mendapati Seohyun telah berdiri disebelahnya tersenyum.

Wasseo?” tanggap Kyuhyun (Sudah datang? Arti dalam bahasa korea)

“Chh!” balas Seohyun “Kau memilih buku itu?” lanjutnya memandang buku yang ada ditangan Kyuhyun. Kyuhyun memandang sampul buku itu dan mengangguk

“Coba baca judulnya” perintah Seohyun

Uh…A Happy Dolplin

Sorry, what? “ tanggap Seohyun tertawa pelan karena mendengar cara Kyuhyun membaca judulnya

A..Happy Dolplin” ulang Kyuhyun sambil menjulurkan lidahnya. Seohyun dibuat tertawa singkat sebelum mengoreksi cara membacanya yang benar

“Yang benar, A Happy Dolphin, lidahmu harus ditarik kedalam” jelasnya “Sini, taruh kembali” Seohyun mengambil buku itu dan menaruhnya ditempat semula, lalu berjalan menuju rak buku lain dan memilihkan Kyuhyun buku yang dianggapnya jauh lebih mudah untuk dibaca

“Buku itu terlalu susah untukmu, coba kita cari yang lain”

Kyuhyun mengikuti gadis itu, dan akhirnya Seohyun mengambil buku lain yang bertuliskan ‘Cinderella’

“Cinderella~ buku ini mudah dimengerti karena bahasanya lebih mudah dipahami” info Seohyun

Kyuhyun mengendus geli meremehkan buku pilihan Seohyun.

“Aku sudah tahu itu, karena itu aku tidak memilihnya. Lagi pula aku lebih suka yang Dolphin” balas Kyuhyun dan saat itu ada orang asing yang melintas dekat keduanya.  Orang asing tersebut langsung menghentikan langkahnya dan menghampiri Kyuhyun. Sebuah buku yang berisi informasi tempat-tempat di Korea Selatan berada disalah satu tangannya.

 

Excuse me, you speak English? Can you?” tanya orang asing tersebut membuat cengiran Kyuhyun hilang

Can you?” ulang orang asing itu. Seohyun berusaha menahan senyum gelinya. Dan dengan keterkejutannya yang belum hilang Kyuhyun menggeleng cepat lalu menunjuk Seohyun dengan telunjuknya memberi info kepada orang asing tersebut siapa yang lebih bisa berbahasa Inggris.

Namun Seohyun segera menggeleng kuat-kuat dan menunjuk balik Kyuhyun dengan dua telunjuknya sekaligus disertai dua acungan jempol menginformasikan kepada orang asing itu betapa jagonya Kyuhyun dalam berbahasa Inggris, yang langsung memunculkan senyum puas di wajah orang asing tersebut.

Oh! Perfect~~ Hei…great!” tanggap orang asing itu yang membuat Kyuhyun melotot panik

I’m looking for this restaurant, you know it? You’ve been there before?” tanya orang asing itu sambil menunjukkan salah satu halaman di buku yang ada gambar restoran. (Aku sedang mencari restoran ini, kau tahu restorannya? Kau pernah kesana sebelumnya?)

I heard the meal is really good” lanjut sang orang asing (Aku dengar masakannya sangat enak)

 

Menghindar menjawab pertanyaan orang asing tersebut, Kyuhyun menatap Seohyun gusar sambil berkata “Bicara padanya”

“Kau saja yang bicara padanya, dia bertanya padamu” balas Seohyun tidak membantu

Is it far? It’s no problem~ I can get a cab, totally no problem” tanggap sang orang asing (Apakah restorannya jauh? Itu tidak masalah, aku bisa memakai taksi, tidak masalah sama sekali)

“Apa yang harus aku katakan padanya?” tanya Kyuhyun meminta bantuan Seohyun, wajah paniknya mengundang gadis itu tersenyum geli

“Beritahu saja supaya dia bertanya pada orang lain” saran Seohyun

“Tanya saja pada orang lain” kata Kyuhyun kepada orang asing tersebut mengikuti saran Seohyun

What..? I..I don’t understand? Sorry?” tanggap orang asing itu bingung

“Beritahu yang benar, gunakan Bahasa Inggrismu” perintah Seohyun

You…uhm…go…go…far far” ucap Kyuhyun akhirnya dan tidak lupa memberi isyarat dengan telunjuknya seolah sedang menunjuk ketempat yang jauh

Seohyun tidak tahan untuk tidak terkikik, ditambah dengan tanggapan yang bersemangat dari orang asing itu

Far? How far? How far? How far you think?” tanyanya bersemangat membuat Kyuhyun memundurkan satu langkahnya kebelakang (Jauh? Seberapa jauh? Seberapa jauh? Seberapa jauh menurutmu?)

 

Hei, how is going?” orang asing satu lagi yang merupakan teman orang asing yang pertama menghampiri mereka, Kyuhyun melotot terkejut dengan datangnya satu masalah lagi (Hei, bagaimana?)

“Datang lagi temannya” komentar Seohyun pelan

He said the place is far” jawab orang asing yang pertama sambil menunjuk Kyuhyun (Dia bilang

It’s fine, let’s find in map, here my map, can you show it to us?” tanya orang asing kedua sambil menunjukkan mapnya kearah Kyuhyun sambil tersenyum lebar (Tidak apa-apa, ayo cari tempatnya di peta, ini petaku, kau dapat tunjukkan tempatnya pada kami?)

Oh yeah!” tanggap orang asing yang pertama “Can you?”

Dengan tampang memelas Kyuhyun akhirnya menoleh kearah Seohyun merasa tidak sanggup lagi menghadapi dua orang asing ini.

“Bantu aku!” pintanya yang langsung membuat Seohyun tertawa senang

 

~**~

 

Keduanya sekarang sudah berada di tempat makan pinggir jalan yang menjual jamppong, mereka meluangkan waktu mereka sesaat untuk mengisi perut mereka karena memang sudah waktunya makan malam.

Ya~ kau benar-benar harus serius belajar banyak Bahasa Inggris agar tidak terjadi kejadian seperti itu lagi, begitu saja tidak bisa membereskannya”

Tidak menjawab saran Seohyun, Kyuhyun justru membuka tasnya lalu mengeluarkan kotak kaleng dan membukanya, didalamnya terdapat sebuah plastik kemasan.

“Untuk apa?” tanya Seohyun bingung. Masih belum menjawabnya Kyuhyun membuka plastik tersebut lalu mengambil mangkuk makannya yang hanya menyisakan kuah pedas dari jamppong yang ia makan sebelumnya

Mwoya? Untuk apa itu?”

Eo?”

“Untuk apa itu?” ulang Seohyun

“Oh, aku ingin membawa sisanya kerumah” jawab Kyuhyun santai “Kau sudah selesai memakannya?” Kyuhyun bertanya sambil menunjuk mangkuk Seohyun. Gadis itu mengangguk kaget

“Untukku saja” lanjutnya, dan tanpa peduli reaksi Seohyun, Kyuhyun mengambil alih mangkuk Seohyun dan menungkan sisanya kedalam plastik yang dia bawa.

“Siapa yang mengajarimu tentang ini?” tanya Seohyun

“Oh~ Hara” jawab Kyuhyun sambil membungkus kembali plastiknya dan memasukkannya kedalam kotak kaleng miliknya

“Kau benar-benar paham apa yang dia katakan?” tanya Seohyun tidak percaya

“Tentu saja”

“Sulit dipercaya”

“Biar kutunjukkan~ kalau makan begini..” Kyuhyun menunjukkan gerakan sedang memasukkan sesuatu kedalam mulut

“Ok” balas Seohyun tersenyum geli

“Lalu kalau ini..” Kyuhyun menyatukan kedua telapak tangannya dan menaruhnya disamping wajahnya sambil memejamkan matanya “ jika dia ingin tidur”

“Begitu? Lalu bagaimana kalau tidak ingin tidur?”

Kyuhyun membuka matanya tetapi masih dengan posisi yang sama dan menjawab “Ya tidur dengan mata terbuka seperti ini” sambil menunjukkan kedua matanya yang membelalak.

Seohyun tidak bisa menahan tawanya yang mengundang Kyuhyun ikut tertawa bersama.

“Jika sedang sakit bagaimana?” tanya Seohyun lagi menikmati jawaban Kyuhyun

“Sudahlah, jangan mengerjaiku~”

Dan perlu waktu dua menit sendiri untuk Seohyun menghentikan tawa gelinya pada akhirnya

 

~**~

 

Seohyun akhirnya setuju membiarkan Kyuhyun untuk mengantarnya, gadis itu mulai merasa Kyuhyun tidak begitu buruk, justru teman bicara yang cukup menyenangkan.

“Tidak terasa kita belajar sampai larut malam” kata Seohyun saat motor pria ini melaju pelan karena hampir sampai didepan apartemen Seohyun

Eo, waktu memang tidak terasa jika kita memiliki banyak kegiatan” tanggap Kyuhyun setuju

“Sudah hampir sampai, aku berhenti disini aja”

Tetapi Kyuhyun justru menggoda gadis itu dengan memainkan gas motornya yang membuat motor ducatinya mengejut pelan dan memaksa gadis itu  memegang kuat tali tas usang Kyuhyun

O..o..ya!!” protes Seohyun mengundang senyuman jahil di bibir Kyuhyun. Kyuhyun akhirnya menghentikan motornya tepat didepan gedung apartemen Seohyun bersamaan dengan terdengarnya bunyi ponsel Seohyun yang memberitahukan ada pesan masuk.

Dengan masih duduk diatas motor, Seohyun mengecek pesan line yang masuk dan segera tersenyum saat tahu pesan itu dari Changmin, mengetahui dari foto profil yang terpasang

 

‘Apa kau sudah tidur?’

 

Masih tersenyum dan bingung membalas apa pesan dari Changmin,Seohyun tidak menyadari saat Kyuhyun menoleh kebelakang dan ikut melihat layar ponselnya.

“Kau tidak mau turun?” tegur pria itu

Sadar jika ia seharusnya turun dari tadi, Seohyun sedikit melompat dari motor dan kembali menatap Kyuhyun

Who..is it?” tanya Kyuhyun sambil menunjuk ponsel Seohyun dengan dagunya

“Bukan urusanmu” jawab Seohyun

“Kau tidak usah malu-malu padaku, jika itu kekasihmu katakan saja padaku”

Yes, it’s my boyfriend” balas Seohyun tersenyum tidak mau kalah (Ya, dia adalah pacarku)

Kyuhyun tersenyum geli sambil menggeleng tidak percaya

“Apa dia benar-benar kekasihmu?”

Eo!

“Eiii~~ kau tidak perlu berbohong padaku jika itu hanya temanmu saja”

Mwo? Geurae, memang masih calon kekasih saja, lagi pula apa urusanmu?”

Kyuhyun mengangguk setuju “Memang benar, tapi aku penasaran, pasti kau yang merayunya lebih dulu, sehingga dia suka padamu”

“Chhh..bukan seperti itu”

“Pasti seperti itu, sudahlah~ aku pulang dulu” balas Kyuhyun membuat Seohyun menelan saja tanggapan Kyuhyun tanpa bisa membalasnya. Motor pria itu melaju menjauh dan Seohyun hanya dapat membuat gerakan seperti hendak memukul seseorang

“Selalu saja bicara seenaknya” dengusnya pelan

 

~**~

 

Sudah berada dikamarnya dan siap pergi tidur, Seohyun kembali mengecek ponselnya. Pesan dari Changmin tadi belum sempat ia balas. Sambil berbaring ditempat tidurnya, Seohyun mulai mengetik pesan singkat untuk membalas pesan Changmin.

 

Bogoshippeo’ ketiknya (Aku ingin melihatmu)

“Auhhh~ terlalu berlebihan, mana mungkin aku berkata semurah itu pada dia” gumam Seohyun merasa bodoh pada dirinya sendiri. Seohyun lalu menghapus pesan yang ia ketik tadi dan mulai mengetikkan kalimat yang baru.

 

Makan siang dengan siapa besok?

Seohyun menggeleng kuat-kuat merasa belum pantas bertanya hal itu pada Changmin, saat memperbaiki posisi tidurnya, Seohyun justru menjatuhkan ponselnya yang langsung menimpa hidungnya. Dan saat meraih kembali ponselnya, Seohyun begitu terkejut karena ternyata saat jatuh tadi tertekan tombol send.

Heol! Andweee!” umpat gadis itu kembali mengecek layar ponselnya, tidak lama pemberitahuan jika pesan telah dibaca membuat gadis itu berteriak tertahan dan langsung menaruh ponselnya diatas meja yang berada disamping tempat tidurnya, lalu masuk kedalam selimutnya dan menendang selimutnya dari dalam merasa lebih bodoh dan malu.

 

“Apa yang harus aku lakukan? Waeee!” erangnya.

Tidak lama terdengar dering ponselnya, takut-takut Seohyun meraih ponselnya kembali, dan benar saja Changmin membalas dengan menelponnya. Membuang rasa malunya, Seohyun mengangkat panggilan pria itu.

Yoboseyo?

“Kupikir kau sudah tidur”

“Tentang yang kukirim tadi aku tidak sengaja, jangan dipikirkan” ucap Seohyun menggigit bibir bawahnya menahan malu

“Tidak sengaja?” tanya Changmin pelan

Ne, tidak sengaja…”

“Tidak sengaja juga saat mengetiknya?” tanyanya lagi

Ne, tidak sengaja” ulang Seohyun meringis sambil memejamkan kedua matanya.

Kalau begitu aku yang akan mengajakmu, bisakah kalau besok kita makan siang bersama?

Ne…..

 

Seohyun membuka matanya terkejut saat menyadari jika Changmin mengajaknya untuk makan siang bersama.

Mworagoyo?” tanya Seohyun memastikan

Apa kau bisa makan siang bersamaku besok? Itupun jika kau mau” ulang Changmin sabar. Seolah rasa malu Seohyun menguap begitu saja, gadis itu tersenyum lebar sambil menggigit ujung ibu jarinya.

 

……………………………….

 

Panggilan dari Changmin telah berakhir, Seohyun mendudukkan tubuhnya diatas tempat tidur dengan senyum lebar yang masih belum mau hilang dari wajahnya. Ponselnya kembali berbunyi tanda jika pesan baru telah masuk, cepat-cepat membukanya dan sesuai dugaan Seohyun pesan itu dari Changmin yang mengirimkan ucapan selamat tidur disertai stiker yang berupa gambar Changmin sendiri dengan tulisan dibawahnya ‘Good night’

 

Heol, dia bahkan punya stiker foto dia sendiri, how cute~~ “ ungkap Seohyun gemas lalu memeluk ponselnya senang.

 

~**~

 

Sesuai janji untuk bertemu hari ini agar kembali melanjutkan pelajaran Bahasa Inggris mereka, Seohyun telah memesan minumannya sendiri dan memilih salah satu meja didekat jendela. Senyum gadis itu merekah saat kembali mengingat makan siang menyenangkan yang ia lewati bersama Changmin. Dan sesuai bayangannya, Changmin benar-benar contoh seorang lelaki yang memperlakukan seorang wanita dengan sangat lembut. Masih menikmati kenangan indah nan singkat miliknya, Seohyun tidak menyadari Kyuhyun yang sudah memasuki kafe dan berjalan menghampiri mejanya. Saat sudah duduk disebelahnya akhirnya Seohyun menoleh dan mendapati raut wajah tidak bersemangat milik Kyuhyun.

 

“Kau kenapa?” tanya Seohyun hati-hati

“Ini..” kata Kyuhyun sambil menaruh sebuah cincin yang bagi Seohyun cukup unik karena ukirannya berbentuk gerigi-gerigi mesin.

What is this?

“Apa kau tidak bisa lihat itu cincin”

“Iya aku tahu ini cincin” ucap Seohyun sabar meraih cincin tersebut”Tapi untuk apa?”

“Itu cincin yang kuberikan untuk Hara, satu-satunya cincin yang pernah aku berikan kepada wanita. Pagi tadi dia mengirimiku cincin itu”

“Dia memulangkannya?” tanya Seohyun terkejut

“Ehm, kata Minho jika ada seseorang wanita yang mengembalikan cincinnya itu berarti dia sudah membencinya”

 

Seohyun merasa tidak enak melihat wajah sedih milik Kyuhyun, tanpa bertanya siapa Minho, ditaruhnya kembali cincin tersebut dan berusaha menghibur Kyuhyun.

“Belum tentu, mungkin saja…uhmmm” Seohyun memutar bola matanya untuk berpikir cepat “…suhu di Amerika sedang dingin membuat jari Hara sedikit melar, dia mengembalikannya padamu agar kau bisa memperbesar cincin itu untuknya”

“Apa aku terlihat ingin bercanda?” tanya Kyuhyun masam memudarkan senyum menghibur Seohyun “Aku ingin kau kembalikan cincin itu kepada Hara” lanjut Kyuhyun

Mwo?”

“Kembalikan cincin itu kepada Hara” ulang Kyuhyun

“Tapi…” protes Seohyun

“Aku mohon, kembalikan pada Hara” potong Kyuhyun “Hari ini aku sedang tidak ingin belajar, ayo~ kau kuantar pulang” lanjut Kyuhyun dan langsung bangkit dari kursinya. Sambil meringis bingung, Seohyun meraih cincin itu, dan mengikuti Kyuhyun meninggalkan kafe

 

……………………………

 

“Terima kasih tumpangannya” ucap Seohyun sambil turun dari motor Kyuhyun yang telah mengantarnya sampai kedepan gedung apartemennya. Tidak ingin berlama-lama dengan pria itu Seohyun segera berjalan masuk kedalam gedung tempat dia tinggal namun Kyuhyun justru memanggilnya.

“Bagaimana kau akan menghubungi Hara?” tanya Kyuhyun

“Lewat facebook, atau twitter atau bisa email” jawab Seohyun masih belum berbalik menghadap pria itu.

“Kapan kau terakhir berkomunikasi dengannya?” tanya Kyuhyun lagi

“Ehmm…aku sudah lupa, sudah ya~~” balas Seohyun berusaha melanjutkan langkahnya. Dia tidak ingin menatap Kyuhyun, kuatir jika pria itu bisa membaca kebohongannya. Selama ini Seohyun mau membantu Kyuhyun belajar Bahasa Inggris karena ancaman pria tersebut, bukan karena benar-benar ingin membantunya agar bisa kembali pada Hara.

 

Seohyun sangat terkejut saat Kyuhyun telah berjalan menghadang langkahnya. Sepertinya pria itu menyadari jika Seohyun telah berbohong padanya.

“Ada apa denganmu? Kau…” selidik Kyuhyun dengan sebelah alisnya yang naik lebih tinggi “..akan mengirimkan cincin itu pada Hara bukan?”

Seohyun tidak menjawab berusaha menghindari Kyuhyun, tapi kembali Kyuhyun menghadang jalannya.

“Ada apa denganmu?” tanya Kyuhyun lagi

“Hara…dia ingin putus darimu, dia meminta bantuanku, bagaimana bisa aku mengirim kembali cincin pemberianmu padanya?” tanya Seohyun akhirnya

“Kau bilang kau akan membantuku?” tuntut Kyuhyun

“Aku membantumu belajar Bahasa Inggris agar kau bisa lulus wawancaramu, urusanmu dengan Hara aku tidak peduli” balas Seohyun dan gadis itu bisa membaca wajah Kyuhyun yang tersinggung karena ucapannya “Karena itu…”

Kata-kata Seohyun terpotong karena Kyuhyun merogoh tasnya dan mengeluarkan sebuah buku, Kyuhyun mengambil pulpen yang ada disaku celananya lalu menulis beberapa kalimat disalah satu kertas yang kosong. Merobek kertas yang sudah selesai ia tulis, meraih salah satu telapak tangan Seohyun dan menjejalkan sobekan kertas itu pada Seohyun.

 

“Sampaikan itu pada Hara” ucapnya singkat lalu berjalan menuju motornya yang masih terparkir di depan apartemen Seohyun.

Ya!” tanggap Seohyun membalik tubuhnya “Kenapa harus aku yang menyampaikannya? Jangan membuat posisiku terpojok!”

Tapi Kyuhyun tidak memperdulikan protesan Seohyun dan langsung melajukan motornya meninggalkan gadis itu. Dengan dengus kekesalan Seohyun membuka lipatan kertas dari Kyuhyun dan membaca tulisan pria itu. Kekesalannya pada Kyuhyun tiba-tiba hilang dan justru tergantikan dengan rasa iba karena pesan pria itu untuk Hara.

 

Aku memang seorang bajingan dengan teman wanitaku sebelumnya, tapi aku ingin menjadi orang baik untukmu’

 

“Sebenarnya dia bisa mendapatkan yang lebih baik dari Hara” gumam Seohyun kasihan lalu melipat kertas itu dan menyimpannya didalam tas pemberian Hara.

 

-TBC-

 

Karena story ini ga perlu mikir keras, jadi dijamin lanjutan ceritanya ga bakal lama kok, ga ada seminggu gue yakin udah bisa di post, semoga dua kali post bisa kelar ceritanya. Yang sudah baca thx you^^

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

22 thoughts on “I’M FINE…THANK YOU…LOVE YOU…(SEOKYU VERSION) 1ST

  1. lucu lucu,, jadi sebenernya hara tuh bukan orang baik yah buat kyuhyun ? duuhh bahasa inggrisnya kyuhyun tuh suka bikin agak ngakak hahaha xD ditunggu kelanjutannya kak. penasaran ^^

  2. kyuuuu ~ kasihan dianya :”(
    hara itu gk sebaik yg dikira si kyu tauk !!
    ah ya aku bingung sama status sosialnya kyu .. dia orng biasa atau gimana ?
    ahhh~ jngn sampe deh changseo jadian. Andweeee !!!
    next yah … aku tunggu loh ! suka bgt nih🙂

  3. yah sedih bahasa inggrisnya kyuhyun wkwkwkww, sedih juga gara2 dia putus cinta. gapapa lah kyu, deketin aja dulu seohyun ya, nanti juga lama2 jatuh cinta. Its ok sama bumbu manisnya changmin dan seohyun hahahaha. next next

  4. ini kayanya si kyuhyun suka beneran sama hara ya? bahagia juga sih ngeliat kyuhyun sama seohyun yang udh deket aja walaupun konyol bgt mereka berdua. changmin suka sama seohyun nih ceritanya wkwk fighting

  5. keren keren dahhh
    ngakak banget pas bagian ada bule nanya restoran hahaha ya Allah kyuhyuh bikin ngakak yang jelas. keren thorr
    buruan lanjut yaaa
    butcarabutLANJUT

  6. Elahhh si kyu mah move on ajadeh dari hara. Dia bukjan wanita yang tepat buat kamu. Cinta dari seorang hara hanyalah bualan semata. Temukanlah cinta yang benar2 bisa membuatmu merasa dicintai setulus hati kyu, dan cinta itu aku berharap hanya seohyun seorang(real amin!)

  7. Aku udh nonton filmnya dan itu kocak abis . Tapi romantis bgt. Apalgi pas gym ngusir nyamuk yg nyerang pleng haha.
    Aku juga blm bisa move on, pengen nonton si sunny sm ice di new project movie huhu . Sunny ganteng bgt.

    Dan gym itu bener2 mesum wkwk.

    Disini cerita yg sk ver rada dirubah ya sm authornya, soalnya gak persis bgt sm film aslinya but over all keren. Feel abissss
    Ditunggu nextnya thor ^^

  8. Ping-balik: I’M FINE…THANK YOU…LOVE YOU…(SEOKYU VERSION) 2ND | Just Follow My Rule

  9. Ping-balik: I’M FINE…THANK YOU…LOVE YOU… (SEOKYU VERSION) 3RD | Just Follow My Rule

  10. waaahhh ka gokill haha lucu deh ceritanya, dsni kyu nya beda bnget sma cerita biasanya😀
    aku jg udah liat trailler filmnya.
    Mkasih ka udah nulis cerita ttg seokyu lg, apalagi ini adaptasi dr film kan jrang2 kaka ngepost cerita lg ^^

  11. Kangen sama karya author udah lama gak baca ngubek2 eh ternyata ada ff baru . Sebelumnya maaf untuk si kyu aku bayangin dia kayak orang stres aneh gitu sumpah ngakak sama tingkahnya si kyu hahaha aku suka ceritanya panjang gak bosenin

  12. Karena udah pernah nonton filmnya, jadi suka ngebayangin langsung ceritanya. unik penyajian cerita seokyu version dari film ini. Gak nyangka author bakalan lanjut lagi sehabis make her pregnant. udah kangen banget sama ffnya. keep writing!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s