COMEBACK

tumblr_la24h1top51qdmsr6o1_500.jpg

Haloooooooooooo~~~ udah lama banget kayaknya gue absen ga nulis sesuatu buat blog ini, banyak banget sarang laba-laba dimana-mana karena udah kelamaan gue abaikan ini blog.

Sorry banget absen nulis beberapa bulan karena ada beberapa masalah seperti laptop rusak berat, dan pengaruh gue balik kehobi lama yaitu baca novel sama komik kkkkk~~

Nah, kemarin itu dapet rejeki gitu yang akhirnya bisa kebeli laptop baru dan akhirnya ‘here im~~

Mau lanjut nulis fanfic lagi buat hiburan dan penghasilan *eh

Mungkin ada yang kapok mau baca cerita gue? LOL

Ga masalah, buat yang masih mau baca cerita gue itulah yang gue hargain banget kerja kerasnya untuk memahami kelabilan pembuat cerita amatiran kayak gue, sabar menunggu untuk fantasi menjijikan yang ada dikepala gue sampai menjadi sebuah cerita abal yang bikin sakit perut kalau dibaca:/

 

Tetep makasih ya readers-nim^^

Nah sebagai penebus absennya gue beberapa bulan ini, gue kasih sebuah kisah pendek aja ya, sebenernya kisah ini ga murni pemikiran gue kok, ini cerita dari short movie yang dimainin sama So Ji Sub dan Lee Yeonhee untuk promosi mobil gitu, judulnya ‘U Turn’ ,nah ceritanya pendek tapi menarik banget menurut gue, menyentuh hati hehehe

Nah gue berinisiatif *kata lainnya, gue males cari ide LOL* agar cerita ini diconvert *ceile* ke fanfic dengan versi Seohyun gantiin Lee Yeonhee dan Kyuhyun gantiin Ji Sub ajuhsi lope lope *fan berat So Ji Sub* tapi ada yang diubah sedikit lah jadi ga persis banget sama kayak cerita short movienya itu sendiri J

 

Cerita ini hanya hiburan ya, bukan project ff yang memang gue siapin buat readers lol, anggap aja salam pembuka dari gue sebelum balik nulis ff~~

So, selamat membaca^^

 

 kerajaan-alang-alang-5-copy

Judul               :  U Turn (Seohyun Kyuhyun Version)

Cast                 :  Seohyun (SNSD)

Kyuhyun (Super Junior)

This story is adapted from the short movie “U Turn” was played by So Ji Sub and Lee Yeon Hee

 

The Story

“So now I come to you, with open arms…nothing to hide, believe what I say…”

“So here….I’am~~ with open arms…nothing you’ll see, what your love meants to me…op…”

 

“Berhenti berhenti!!”

Kyuhyun menghentakkan  kasar bercampur frustasi tubuhnya pada sandaran kursi lalu berputar sesaat setengah berharap amarahnya menguap pergi. Sambil menengadahkan wajahnya keatas dan membuang nafas berat, Kyuhyun menatap nanar lampu pijar sebelum akhirnya kembali menegakkan tubuhnya lalu menoleh untuk menatap wanita yang berdiri didalam sebuah ruang perekam suara yang hanya dibatasi dinding kaca untuk dapat saling berkomunikasi.

 

Sesaat mata Kyuhyun bertemu pandang dengan mata gadis yang balas menatapnya, makian yang sebenarnya telah berada diujung lidah pria itu, terpaksa harus ditahannya saat wajah sang gadis yang justru balas menatapnya dengan tatapan ingin tahu yang sulit dijelaskan.

 

Kyuhyun menelan ludahnya dengan terpaksa, menoleh untuk menatap teman yang duduk disebelahnya. “Hentikan saja, kita lakukan lain kali” ujar Kyuhyun menyerah lalu bangkit dari kursinya dan meraih jaket merah yang terlampir disandaran kursi tersebut. Kyuhyun berjalan menuju kesebuah pintu yang menghubungkan ruangan dimana dia berada dengan ruangan dimana sang gadis tersebut yang baru saja menghentikan rekamannya. Dibukanya pintu kayu bercat coklat muda itu lalu berjalan masuk kedalam ruangan menghampiri sang gadis yang masih diam menatapnya dengan ekspresi yang sama.

 

“Lepaskan headphonemu, kita pulang” ucap Kyuhyun pelan dan tanpa minat

 

Seminggu sebelumnya

 

Kyuhyun memacu mobil Halftone Sport hitam miliknya dengan kecepatan sedang membelah jalan raya yang sepi ditengah hujan deras yang menghantam bumi, tenang dan damai seolah hanya ialah pemilik jalan raya ini membuat Kyuhyun merasa lebih rileks dan menganggapnya sebagai pengusir penat dengan adanya bunyi gemerecik air hujan yang mengantam atap mobilnya. Sesuatu yang tenang dan menyenangkan itu tiba-tiba saja buyar saat mobil Kyuhyun melewati jalan yang berlubang bersamaan dengan terdengarnya bunyi ‘gedebug’ dari bagasi belakang mobilnya. Memelankan kecepatan mobilnya sampai akhirnya Kyuhyun memilih untuk menepikan mobilnya.

 

Kyuhyun berjalan keluar dari mobilnya dan menggunakan sebelah telapak tangannya untuk menghalau air hujan yang menghujaninya, masih tampak bingung Kyuhyun berjalan menuju bagasi mobilnya dengan air hujan yang semakin membasahinya, rambut coklatnya yang telah basah sedikit menghalangi pandangannya yang membuat namja itu harus menghempaskan kasar rambutnya kebelakang kepala. Dibukanya bagasi mobil tersebut dan sesuatu yang jauh lebih mengejutkan terpaksa membuat Kyuhyun tersentak dan mundur satu langkah kebelakang.

 

Seorang gadis terbaring meringkuk didalam bagasi mobilnya, perlahan kedua mata gadis tersebut membuka lemah, kosong seolah tanpa sirat mata tersebut balas menatap Kyuhyun yang masih terpaku ditempatnya. Kyuhyun memberanikan dirinya untuk kembali maju satu langkah, membuka lebih lebar bagasinya untuk benar-benar memastikan apa yang dilihatnya bukanlah halusinasi. Yakin jika semua ini nyata bahwa baru saja ia menemukan seorang gadis yang meringkuk didalam bagasi mobilnya membuat namja itu semakin mematung ditempatnya tidak paham dengan situasi yang sebenarnya.

“K..kau..siapa?”

~**~

 

“Aku paham dengan situasimu Kyuhyun~ah” Kang In berujar dengan suara beratnya lalu kembali memasukkan nasi kedalam mulutnya “Kau frustasi dan akhirnya merasa kesepian”

 

“Aku akan bersikap baik padanya hyung jika kau telah mantap memilihnya” kali ini Sehun ikut berbicara sambil mengalihkan tatapannya pada seorang gadis yang masih terduduk disofa depan televisi, handuk tebal membungkus tubuh gadis itu yang masih diam menundukkan kepalanya.

“Tapi seharusnya kau mengenalkan kami terlebih dahulu sebelum membawanya untuk tinggal…”

 

“Sebenarnya apa yang kalian bicarakan?” Kyuhyun meletakkan sendok makannya dengan kasar dan menatap kedua saudaranya. “Dia..”

“Baiklah kami mengerti, kami akan mengikuti keputusanmu jika kau ingin..”

“Keputusan apa?!” Kyuhyun membentak pada kedua saudaranya dan dengan tergesa menelan makanan yang ada dimulutnya “Kenapa bertingkah seperti ini?!”

 

Sehun dan Kang In saling berpandangan sebelum akhirnya keduanya serempak menatap lurus pada seorang gadis yang terbungkus handuk disofa yang didudukinya. Kyuhyun menoleh ikut menatap gadis yang ia temukan meringkuk didalam bagasi mobilnya dan paham dengan situasi salah paham yang ditangkap oleh kedua saudaranya. Meraih segelas air untuk melancarkan tenggorokkannya, namja itu kembali menatap Kang In dan Sehun mencoba menjelaskan situasi yang sebenarnya.

“Aku tidak tahu dia siapa, gadis itu…” Kyuhyun menghela nafas frustasi “..muncul begitu saja didalam bagasi mobilku dan aku tidak tahu sejak kapan dia ada disana”

 

Sehun dan Kang In kembali berpandangan, keduanya tampak tidak begitu yakin dengan apa yang Kyuhyun ucapkan. “Apa hari ini kau pergi minum hyung?” Sehun bertanya sambil memasukkan kembali makanan kedalam mulutnya.

“Aishhhh!! Sudah kukatakan ini tidak seperti yang kalian pikirkan” Kyuhyun membentak sambil bangkit berdiri dari kursinya. Namja itu segera berjalan cepat menghampiri gadis misterius yang masih terduduk dengan handuk yang masih menyelimuti tubuhnya.

 

“Yaaa!! Kau itu siapa?!”

“Kyuhyun~ah..” tegur Kang In dari meja makan

“Siapa kau sebenarnya dan bagaimana bisa kau ada didalam bagasi mobilku ?!!”

 

Perlahan kepala sang gadis yang tertunduk itu diangkatnya dan menengadah untuk menatap Kyuhyun yang berdiri menjulang didepannya. Kedua alis sang gadis itu berkerut menunjukkan tanda ketidaksetujuan dengan nada suara Kyuhyun “Kau..bisakah kau memberiku makanan?” ucapnya pelan

 

~**~

 

“Siapa yang membuat makanan ini?” gadis itu bertanya setelah merasakan sup yang menyapa lidahnya

“Ne? “ Kang In menatap bingung dari Kyuhyun ke gadis tanpa nama yang dibawa oleh sang adik “Oh..itu, aku yang memasaknya” jawab Kang In

“Lalu ini?” tanya gadis tersebut menunjuk salah satu mangkuk yang berisikan ayam rebus gingseng

“Aku juga yang membuatnya” jawab Kang In

“Apakah kau membuat sesuatu?” kali ini sang gadis beralih bertanya kearah Sehun yang terpaksa menghentikan aktivitasnya memasukkan lauk kedalam mulutnya

“Nde? Oh..aku…aku yang memasak nasi” jawab Sehun sambil menunjukkan mangkuk nasi yang ada ditangannya dan mencoba tersenyum

“ Ajuhsi ini tidak melakukan apapun kan?” sang gadis menunjuk Kyuhyun dengan sumpitnya sambil bertanya kepada Sehun

 

“Aisshhhh jinja!!” Kyuhyun membanting sendoknya dimeja membuat bunyi denting yang tidak menyenangkan “Aku yang pergi belanja, semua makanan ini dari mana asalnya jika bukan aku yang membeli huh? Dan kau..” Kyuhyun meraih sendoknya kembali dan menunjuk sang gadis dengan sendok yang ada ditangannya “ Apa yang kau lakukan didalam bagasi mobilku, apa yang kau lakukan sebenarnya, siapa kau..”

Gadis itu tampak tidak mendengarkan ocehan Kyuhyun ditunjukkan dengan sikapnya yang tetap melanjutkan makannya seolah tidak ada interupsi atau protesan yang terdengar memekakkan telinga.

 

~**~

Selimut tebal berwarna biru muda membungkus tubuh seorang gadis yang telah terlelap terbaring diatas sofa, Kyuhyun menghentikan langkahnya yang hendak masuk kedalam kamar saat matanya menangkap bayangan sang gadis yang tertidur.

“Kau benar-benar tidak mengenalnya?”

 

Kyuhyun menoleh dan mendapati Kang In yang telah berdiri dibelakangnya

“Ani~~ “ jawab Kyuhyun datar

“Dia masih tidak bisa mengingat namanya, Kyu?”

“Belum”

“Apa yang akan kau lakukan?”

“Aku akan membawanya periksa besok pagi lalu menuju kantor polisi untuk melapor” jawab Kyuhyun kembali menatap gadis yang masih terlelap itu

“Benar, itu satu-satunya cara yang bisa terpikirkan” tanggap Kang In lalu berjalan melalui Kyuhyun untuk menuju kamarnya sendiri

 

Esoknya~~~

 

“Aku tidak membawanya kemari!! Apa kau masih belum paham juga, aku mendengar suara ‘debuk’ lalu aku menghentikan mobilku, dan tiba-tiba saja gadis itu sudah ada didalam bagasiku!” bentak Kyuhyun sambil berjalan mondar-mandir diruang tengah depan televisi “Dan kau tahu!! Semua peralatan musik yang kubeli justru menghilang dengan digantikan oleh gadis itu!! “

 

Suara keras Kyuhyun memaksa sang gadis membuka matanya dan berusaha menyesuaikan cahaya matahari yang ditangkap oleh pupil matanya, menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya, gadis itu perlahan duduk dan mengenali keadaan sekitarnya, ditatapnya Kyuhyun yang berjalan hilir mudik didepannya dengan masih menelpon seseorang disertai bentakan dari namja itu.

 

“Mana kutahu!! Mungkin saja dia jatuh dari langit atau mungkin dia terbang dari suatu tempat sampai mendarat didalam bagasi mobilku” sahut Kyuhyun sengit.

Sang gadis perlahan bangkit berdiri lalu mulai berjalan menghampiri Kyuhyun yang berdiri membelakanginya dengan masih berkutat menelpon seseorang.

 

“Mwo? Dia..? Dia…sebentar…” Kyuhyun berbalik dan sedikit terkejut saat mendapati gadis misterius yang dibawanya telah berdiri dibelakangnya sambil menggaruk kepalanya dengan rambut yang berantakan. “Dia…tingginya mungkin sekitar 168 cm..” Kyuhyun menggunakan telapak tangannya untuk mengukur tinggi badan sang gadis dengan menaruhnya diatas kepalanya, gadis tersebut hanya menatap Kyuhyun ingin tahu sambil melirik tangan Kyuhyun yang masih diatas kepalanya “Rambutnya panjang, kedua pipinya berisi dan cukup berpenampilan menarik…saat aku menemukannya” lanjut Kyuhyun kembali membelakangi gadis misterius tersebut.

“Aku meminjamkannya pakaian…” Kyuhyun masih menjelaskan situasinya pada lawan bicaranya ditelepon

“eum..ajuhsi…”

“Yaa!! Siapa yang melepaskan pakaiannya!! Aku menyuruhnya berganti pakaian karena dia dalam keadaan basah kemarin!!”

“..ajuhsi…” sang gadis berusaha menyentuh bahu Kyuhyun namun terpaksa mundur saat terdengar ledakan dari namja itu

“Tentu saja dia melepas pakaiannya sendiri!! Dia berganti pakaian sendiri!!!”

 

“Ajuhsi, biarkan aku yang bicara” ucap sang gadis dengan suaranya yang serak

“Dia tidak bisa mengingat apapun, aku telah menanyakan namanya tapi dia tidak bisa mengingatnya!”

Gadis misterius itu berusaha meraih ponsel yang ada ditangan Kyuhyun, namun namja tersebut dengan cepat menghalau tangan sang gadis dengan bahunya

“Aishhh, aku benar-benar tidak tahu dia siapa! Maka dari itu cepatlah cari tahu karena aku bisa gila bila dia terus bersamaku!! “ Kyuhyun mengakhiri panggilannya dengan menekan layar ponselnya terlalu keras dan langsung berjalan pergi meninggalkan sang gadis yang hanya bisa menatap bingung pada punggung Kyuhyun yang menjauh.

 

~**~

 

“Kita mau kemana?” gadis misterius yang dibawa oleh Kyuhyun mengalihkan tatapannya dari gedung-gedung yang dilewati oleh mobil Kyuhyun untuk menatap Kyuhyun yang duduk dibangku kemudi.

“Sudah kukatakan aku akan membawamu untuk periksa lalu kita kekantor polisi”

“Kenapa?”

“Tentu saja untuk mencari tahu siapa kau sebenarnya, mungkin saja ada keluargamu yang sedang mencarimu”

“Tapi…”

“Kau tidak bisa ikut terus bersamaku, aku bukan pengasuh atau penjagamu”

Sang gadis hanya menundukkan kepalanya dengan kedua tangannya yang saling mengepal

 

……….

 

“Ingatannya menghilang dikarenakan shock yang menyerangnya, hanya saja masih belum diketahui kejadian apa yang membuatnya shock hingga ingatannya hilang, kau benar-benar tidak mengenal gadis ini?”

 

“Aniyo…tapi…ingatannya bisa kembali bukan?”

“Tentu saja bisa, tubuhnya dalam keadaan baik dan respon yang ia berikan cukup bagus, hanya masalah waktu sampai ia bisa mengingat kembali siapa dirinya”

“Apakah akan lama?” Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya menunggu jawaban dari sang dokter

“Tidak bisa dipastikan, tapi jika keadaannya semakin membaik hal itu akan membantunya mengingat siapa dia sebenarnya”

 

……………………….

Percakapan dengan dokter tadi pagi masih terngiang ditelinga Kyuhyun sampai pada saat namja itu tengah berdiri didalam kamar mandi membiarkan air hangat dari shower terus mengguyur tubuhnya. Mau sampai kapan menunggu ingatan gadis itu kembali? Apakah tidak ada keluarga yang mencarinya sama sekali?

Sepulang dari memeriksakan keadaan sang gadis, Kyuhyun segera membawanya menuju kantor polisi untuk melapor, dan harapannya hanyalah menunggu akan ada satu keluarga yang melaporkan kehilangan salah satu anggota keluarganya.

 

………………………….

 

Beberapa bingkai foto terjajar rapi diatas sebuah lemari setinggi 1 meter dimana kumpulan DVD,CD dan kaset-kaset tersusun rapi didalamnya, jari-jari gadis misterius yang ditemukan Kyuhyun menyusuri bingkai foto yang paling pinggir yang berada paling dekat dengannya, foto seorang laki-laki yang berusia 19 tahun yang diingatnya dipanggil sebagai ‘Sehun’ oleh ajuhsi yang menemukannya. Disebelahnya foto penyelamatnya yang suka membentak yang ia panggil ajuhsi—Kyuhyun. Lalu disebelahnya lagi, seorang pria yang tampak berwibawa yang dipanggil ‘hyung’ oleh Kyuhyun. Jari-jari gadis itu masih menulusuri bingkai yang terjejer sampai jarinya berhenti dibingai yang terakhir. Diambilnya bingkai tersebut yang terpajang foto seorang wanita setengah baya.

“Ibu mereka?”

Sang gadis terpejam sesaat saat sebuah kilasan melintas dikepalanya, sebuah makam yang tidak terasa asing muncul dikepalanya membuat gadis itu memiringkan kepalanya tampak berfikir.

“Apa aku pernah melihatmu?” sang gadis menatap bingkai foto wanita itu bingung sebelum kembali menaruhnya ditempat semula.

 

…………………………………….

 

Kyuhyun meraih satu kaleng bir yang ada didalam kulkas dan membukanya sambil berjalan, denting piano terdengar dari ruang tengah saat namja itu hendak kembali menuju kamarnya. Menghentikan langkahnya sesaat, Kyuhyun menolehkan kepalanya untuk melihat siapakah yang memainkan piano yang ada diruang tengah. Sesaat Kyuhyun dibuat tertegun mendengarkan alunan nada disertai suara merdu sang gadis yang menyapa telinganya. Suara yang terdengar begitu lembut dan ajaibnya mampu menenangkan Kyuhyun yang mendengarnya. Jujur saja Kyuhyun tidak mengenal lagu apa yang tengah dimainkan oleh gadis misterius yang dibawanya ini, tapi semua itu tertutupi dengan alunan nada indah yang berharmonisasi dengan suara lembut sang gadis. Tanpa menyadari seseorang tengah memperhatikannya, gadis itu terus memainkan jari-jarinya diatas nut nut piano untuk menghasilkan nada yang semakin indah. Kyuhyun membawa langkahnya untuk menghampiri sang gadis yang masih tenggelam menikmati lagu yang ia bawakan dan tepat saat namja itu telah sampai ditempat sang gadis terduduk, musik berhenti perlahan.

 

Hening sesaat sebelum akhirnya Kyuhyun berdeham pelan.

 

“Kau…bisa bernyanyi?”

Sang gadis menolehkan kepalanya untuk menatap Kyuhyun, matanya yang hitam dan penuh membuat wajah sang gadis terlihat begitu polos sebelum ia mengangguk menjawab pertanyaan Kyuhyun.

“Kau mau bernyanyi untukku? Aku….aku butuh bantuanmu..” ucap Kyuhyun pelan, mengangguk sekali dalam arti meyakinkan sang gadis agar mau membantunya.

 

~**~

 

“Jadi, kau hanya perlu bernyanyi mengikuti musik yang kau dengar, rasakan feelnya agar pesan dari lagu ini sampai. Kita sudah berlatih selama 2 hari untuk lagu ini, jadi kau pasti bisa. Lakukan seperti biasanya kita berlatih. Oke?” ujar Kyuhyun sambil tersenyum lalu menaruh headphone ditelinga sang gadis.

 

Walau tampak sedikit bingung, gadis itu hanya mengangguk kecil dan membiarkan Kyuhyun menggeser tubuhnya sedikit agar berdiri tepat didepan mik.

“Tapi kenapa aku harus melakukan ini?” gadis itu bertanya pelan pada Kyuhyun sambil memantapkan letak headphone dikepalanya.

 

“Eumm, oh dokter mengatakan hal ini bagus untuk membantu mengingat ingatanmu, bernyanyi akan membuat keadaan hati jauh lebih baik bukan? Akan sedikit membantumu” balas Kyuhyun kembali tersenyum “Aku akan diruangan sebelah dan memantaumu, kau tetap disini dan bernyanyi. Mengerti?”

Gadis misterius ini kembali mengangguk patuh membuat Kyuhyun tersenyum puas

 

……………………………………

 

“Kau bisa mendengarku?” Kyuhyun bertanya dari ruang monitor dan berbicara sambil menatap sang gadis melalui kaca yang terpasang memisahkan ruang rekaman dan monitor.

Sebagai jawaban pertanyaan Kyuhyun, gadis itu hanya mengangguk kecil lalu membuang nafasnya pelan mencoba membuat dirinya rileks.

“Jangan merasa terbebani dan cukup bernyanyi seperti kita latihan sebelumnya, dengarkan musiknya dan rasakan feelnya”

 

Suara musik yang sebelumnya telah Kyuhyun dengarkan pada gadis misterius ini mulai terdengar mengalun, semakin jelas terdengar ditelinga gadis itu karena headphone yang dikenakannya.

 

“Ya tenang, sebentar lagi dan kau bisa bernyanyi” ucap Kyuhyun

“Sekarang, mulai~ bernyanyilah…..”

 

Mata gadis itu lurus menatap kearah Kyuhyun yang tersenyum kearahnya menunggu suara lembut sang gadis untuk mulai bernyanyi, namun….

“Kau orang yang baik bukan?” ucap gadis itu dengan suara yang pelan namun jelas

 

“Nde?” senyum Kyuhyun masih terpajang diwajahnya namun tampak terlihat bingung. Gadis itu masih menjatuhkan tatapannya lurus menatap Kyuhyun, tersenyum kecil sebelum kembali membuka suaranya.

“Kau terlihat seperti orang yang baik” suara alunan musik masih terdengar namun tanpa ada satu orangpun yang bernyanyi menemani alunan nada itu.

Kyuhyun menoleh kekanan kirinya mencoba menghindari tatapan bingung dari beberapa rekan kerjanya, kembali ia balas menatap mata sang gadis dengan senyum canggung diwajahnya “Oh..ne”

 

“Terima kasih, aku…benar-benar berterima kasih padamu” ucap gadis itu kini menatap mik yang ada didepannya, senyum diwajah gadis itu terlihat manis namun dalam situasi yang tidak diharapkan oleh Kyuhyun “Bernyanyilah…bernyanyi saja sekarang” ucap Kyuhyun

 

“Jika…jika pada akhirnya nanti aku mengetahui semuanya karena ingatanku telah kembali, aku…aku masih ingin menemuimu, bisakah aku terus datang kepadamu dan bermain bersamamu?”

 

Senyum diwajah Kyuhyun telah lama menghilang, entah kenapa dia merasa marah seketika, ditekannya sebuah tombol yang langsung mematikan suara musik yang terdengar. Mendorong kursi yang ia duduki, namja itu bangkit dan langsung berjalan memasukki ruang rekaman menghampiri gadis tersebut. Ditariknya kasar headphone yang ada dikepala sang gadis yang membuat gadis tersebut bergidik kecil. Menatap Kyuhyun takut-takut, gadis itu hendak kembali membuka suaranya saat Kyuhyun membentaknya “Kau sedang mempermainkanku huh??!! Apakah itu lucu bagimu?!!”

“Siapa kau sebenarnya ?!! Kau membuatku begitu bingung, apa yang sebenarnya kau lakukan padaku?!!”

“Kenapa kau lakukan ini padaku?? Kenapa??!!!” Kyuhyun tidak bisa menguasai dirinya untuk menahan kalimat-kalimat yang telah ia ucapkan.

 

“Aku suka saat suaramu terdengar begitu dekat, saat aku menggunakan headphone ini, suaramu…benar-benar terdengar begitu dekat ditelingaku, tidak bisakah kau berbicara seperti saat kau berbicara lembut saat aku memakai headphone ini?….aku….aku benar-benar menyukainya…”

 

Semua terasa menguap begitu saja, Kyuhyun mengedip pelan merasa tersadar oleh sesuatu yang tidak bisa dijelaskan, wajah gadis yang berdiri didepannya ini tampak seperti seseorang yang tengah menyerah dan hanya bergantung padanya, siapa dia sebenarnya?

 

…………………………………..

 

Kyuhyun duduk bersama gadis misterius yang ditemukannya dibagasi mobil miliknya, keduanya menatap langit gelap tanpa bintang dengan Kyuhyun yang bersenandung kecil menghibur sang gadis

“Asking what is happened after I call late at night…hearing that my weary voice, worries him, with eyes glistening with tears, the person who comforted me…” suara Kyuhyun yang tengah menyanyikan lagu yang seharusnya direkam bersama gadis misterius yang duduk disebelahnya berhenti sesaat saat tangan sang gadis itu menyentuh sisi wajahnya. Kyuhyun menoleh bingung saat mendapati gadis tanpa nama ini masih bertahan menyentuh sisi wajahnya dan mengelusnya

 

“Terima kasih, aku benar-benar berterima kasih”

Kyuhyun menelan ludahnya, sulit untuk mengalihkan kedua matanya yang tenggelam menatap mata hitam milik gadis ini. Temu pandang keduanya terputus saat Kyuhyun menyadari getar ponsel yang ada disaku celananya. Diraihnya ponsel itu dan dengan tergesa bangkit berdiri dan berjalan menjauhi mobilnya meninggalkan gadis misterius itu masih terduduk dibagasi belakang mobilnya.

 

“Yoboseyo?” Kyuhyun menjawab panggilan telponnya “Nde?!”

 

…………………………………

“Apakah mereka akan datang sekarang?” Kyuhyun bertanya kepada petugas kepolisian yang sedang berjaga dibalik meja lapor dikantor polisi

“Ya, mereka akan datang sebentar lagi, mereka bilang mereka mengenali ciri-ciri yang kau sebutkan, bisa jadi gadis yang bersamamu itu yang mereka cari” jawab polisi tersebut

“Begitu?”

“Mereka menyebutkan namanya juga”

“Nde? Namanya?” sahut Kyuhyun

“Namanya Seo Eun Hyun, mereka menyebutkan jika anggota keluarganya yang menghilang bernama Seo Eun Hyun berusia 21 tahun”

“S..Seo Eun Hyun?” ulang Kyuhyun lalu berbalik untuk menatap sekilas gadis misterius yang terduduk dengan menundukkan kepalanya dikursi tunggu yang ada dikantor polisi ini.

“Benar~ mungkin sebentar lagi keluarganya akan datang. Jadi kau tidak perlu merasa direpotkan lagi bukan?”

“Seo Eun Hyun-ssi~~~ sebentar lagi keluargamu akan menjemputmu, jadi jangan khawatir ne??” ucap polisi tersebut keras kearah sang gadis sambil tersenyum lalu berjalan meninggalkan meja lapor.

 

Kyuhyun berbalik untuk menghampiri sang gadis yang kini tengah menolehkan kepalanya kekanan kekiri tampak bingung. Gadis itu menyadari Kyuhyun yang berjalan kearahnya dan memberenggut sedikit saat namja itu telah sampai didepannya.

“Kau dengar ucapan polisi tadi? Keluargamu akan menjemputmu” ucap Kyuhyun berusaha melemparkan senyumnya “Jadi..namamu adalah Seo Eun Hyun?”

Tidak ada jawaban dari sang gadis karena yang ia lakukan hanya menatap sedih kearah Kyuhyun “Nama yang bagus” lanjut namja itu “Eun Hyun~ah, sampai jumpa lagi kalau begitu, jangan kemana-mana dan tunggu keluargamu disini untuk menjemputmu”

 

~**~

 

Kyuhyun tidak tahu harus menjelaskan dengan kalimat seperti apa tentang perasaan yang ia rasakan saat ini, namja itu hanya menjalankan mobilnya tanpa arah mengikuti jalur jalan raya tanpa batas yang entah akan membawanya kemana.

Sesuatu tampak telah dirampas dari namja itu

Sesuatu tampak telah hilang dan menyisakan rasa hampa didirinya

Kosong dan….tanpa rasa

 

Selama tujuh hari ini Kyuhyun sudah begitu terbiasa dengan kehadiran gadis yang bernama Seo Eun Hyun tersebut disisinya, kalimat yang diucapkan asal oleh sang gadis atau pertanyaan-pertanyaan yang dianggap Kyuhyun menganggunya justru menjadi satu hal yang seolah telah melebur menjadi sesuatu yang memang seharusnya ada dikehidupan namja itu.

Sedikit susah payah menelan ludah dipangkal tenggorokannya Kyuhyun mulai menginjak gas mobilnya untuk mempercepat laju mobil hitam miliknya.

 

…………………………..

 

Jari-jari tangan gadis yang masih terduduk sendiri dikursi tunggu yang ada dikantor polisi ini saling bertaut menunjukkan betapa gugup dan cemasnya dia. Sesekali sang gadis melirik kekiri dan kekanan lewat bola matanya sekedar memeriksa keadaan sekitar untuk memastikan tidak ada yang berjalan mendekatinya. Perasaan aman dan nyaman yang selalu ia rasakan jika bersama Kyuhyun seolah menguap pergi bersamaan dengan tindakan namja itu yang meninggalkannya dikantor polisi.

 

Keluarganya? Benarkah akan ada keluarganya yang akan menjemputnya?

Tapi kenapa tidak ada ingatan satupun yang bisa ia ingat jika ia memang memiliki keluarga?

Seo Eun Hyun? Itukah namanya?

Seo…Eun…Hyun…Seo……..

Kedua mata sang gadis melebar cepat saat satu ingatan menyapanya, bukan! Bukan Seo Eun Hyun, itu bukan dia.

 

“Eun Hyun~ah….Eun Hyun~ah!!!” terdengar teriakan dari luar kantor polisi yang mengejutkan sang gadis.

“Ah, kalian sudah datang?” terdengar balasan dari polisi yang menghampiri pasangan suami istri yang berusia sekitar 50 tahun dalam keadaan panik

“Dimana dia? Dimana Eun Hyun? “ kali ini terdengar suara berat seorang pria yang membuat gadis misterius itu membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa orang yang dimaksudkan mencarinya.

 

“Ah itu dia, dia duduk dikursi itu” ucap polisi itu sambil menunjuk kearah dimana sang gadis terduduk.

“Eun Hyun~ah..?!”

 

…………………………………..

Kyuhyun baru saja sampai dirumah kediamannya saat ponselnya bergetar pelan, Kyuhyun meraih ponsel yang ada disaku celana jeansnya dan sedikit bingung saat melihat nomor telepon kantor polisi yang tadi dikunjunginya tertera dilayar smartphonenya.

“Ada apa lagi?” gumam namja itu bingung

 

“Ne, yoboseyo?”

“…………………………”

“Mwo?!”

“………………………………..”

“Apa maksudmu jika namanya yang sebenarnya adalah Seohyun?! Lalu Seo Eun Hyun siapa?”

“……………………………..”

“Apa kau bilang?” Kyuhyun berkacak pinggang ditempatnya berdiri sekarang

“……………………..”

“Jadi dia bukan orang yang dicari oleh orang-orang itu?”

“………………………”

“Aishhhh!! Yaa!! Kau mempermainkanku huh?!”

“………………………..”

“aihhhhh jinja!!”

 

………………………………………..

 

Gadis yang telah mengingat namanya itu sedikit mengangkat kepalanya yang tertunduk saat sorot cahaya mobil tampak mengganggunya, dirinya telah duduk hampir 15 menit didua anak tangga dipintu masuk kantor polisi untuk menunggu seseorang yang ia harapkan akan menjemputnya kembali. Mobil yang sorot lampunya telah mengganggu mata gadis itu akhirnya berhenti tepat didepan kantor polisi dan seseorang didalam mobil tersebut langsung mematikan mesin mobilnya membuat sang gadis kembali bisa melihat dengan lebih baik.

 

Kyuhyun melepas kasar sabuk pengamannya dan beranjak keluar dari mobil hitamnya dengan terburu-buru .

“Ahhhh!! Sebenarnya ada apa ini! Benar-benar menjengkelkan” ocehnya seketika sambil berjalan menghampiri sang gadis yang tanpa senyum tapi cukup takjub melihat Kyuhyun kembali berdiri dihadapannya “Bagaimana mungkin kau baru benar-benar mengingat namamu yang sebenarnya setelah ada orang yang akan menjemputmu huh?” oceh Kyuhyun sambil menunjuk gadis itu tampak kesal

“Kau menyuruh mereka pergi dan meminta polisi itu untuk menelponku agar menjemputmu lagi begitu?! Chhh“

 

Sang gadis perlahan berdiri masih intens menatap Kyuhyun yang mengoceh panjang lebar tanpa henti

“Kupikir aku yang aneh atau memang ada kesalahan sampai membuatku harus kembali kemari dan menjemputmu! Jadi namamu bukan Eun Hyun begitu? Dan orang-orang yang bilang mereka adalah keluargamu pergi begitu saja ?”

 

Sang gadis mengangguk kecil membuat Kyuhyun mengacak belakang rambutnya tampak frustasi

“Ouhhh!!! Mereka merasa tidak mengenalmu saat melihatmu, begitu eo?! Huh cham!!” dengus Kyuhyun sambil melambaikan kasar telapak tangannya didepan wajahnya tampak tidak mempercayai dengan situasinya

“Dan kau!” Kyuhyun kembali membentak sang gadis yang membuatnya terlonjak kecil “Kenapa kau duduk diluar huh? Diluar dingin kau tahu!”

“Yaaa!! Bagaimana mungkin polisi itu membiarkanmu duduk diluar seperti ini!” teriak Kyuhyun sambil menunjuk kearah polisi yang masih duduk dibalik meja lapor dalam kantor polisi

“Kau sudah makan? Kau lapar? Kau belum makan bukan?” Kyuhyun berjalan cepat menghampiri sang gadis “Aihh, gara-gara masalah ini aku sampai lupa makan! Ayo kita cari makan, ayo ayo!! Kita pergi dari kantor polisi ini” ujar Kyuhyun masih dengan nada suara yang sama, namja itu masih menyempatkan diri mencibir kearah polisi yang ada didalam sampai akhirnya ia sendiri yang menarik tangan sang gadis misterius itu menuntunnya masuk kedalam mobil miliknya.

 

…………………………………………

 

“Gomawoyo sudah mau menjemputku ajuhsi” bisik sang gadis dan menoleh sedikit menatap Kyuhyun yang duduk disebelahnya dengan masih memacu mobil miliknya membelah jalan raya

“Aku bukan ajuhsi” tanggap Kyuhyun tidak bersemangat

“Arayo, aku tahu nama ajuhsi”

“Lalu kenapa masih memanggilku ajuhsi, aku tidak setua itu”

“Arayo, aku hanya bingung mau memanggil ajuhsi seperti apa…Kyuhyun~ssi?” gadis itu menoleh seolah meminta pendapat pada Kyuhyun “tapi terdengar aneh bukan ajuhsi?”

 

“Kau..” Kyuhyun memotong ucapan sang gadis dan balas menatapnya sekilas sebelum kembali fokus menatap jalan raya yang ada didepannya “..siapa namamu? Kau sudah mengingatnya bukan?”

“Ne~~ Seohyun ajuhsi, namaku Seohyun. Seohyun imnida”

“Seohyun? Jadi..kau bisa dipanggil Seohyun mulai sekarang?”

“Ne~” jawab Seohyun tampak menganggukkan kepalanya dengan bersemangat

 

~**~

 

Kyuhyun dan Seohyun baru sampai dirumah dengan beberapa kantong belanjaan yang terisi penuh ditangan mereka. Dengan berjalan sedikit mengendap-ngendap agar tidak membangunkan Kang In dan Sehun yang keduanya tertidur diruang tengah.

“Tidak apa-apa mereka tidur disini?” Seohyun bertanya sambil berbisik pada Kyuhyun yang meraih kantong belanjaan ditangannya

“Aku akan membangunkan mereka agar pindah kekamar mereka” balas Kyuhyun tersenyum kecil

 

Keduanya sama-sama berjalan menuju dapur untuk menaruh beberapa bahan makanan didalam kulkas atau didalam lemari makan.

 

………………………….

 

“Eoh, bunga siapa ini?” Seohyun meraih seikat bunga matahari segar yang terbungkus kertas coklat yang tergeletak diatas meja

“Kang In hyung mungkin yang membelinya, bunga itu bunga kesukaan ibu kami” sahut Kyuhyun berat saat ia berusaha menarik tubuh Sehun agar berdiri supaya bisa memindahkan adiknya kekamarnya “Aishhh jinja anak ini, bagaimana mungkin aku menggendongnya diusia dia yang sudah setua ini” dumel Kyuhyun saat dia berusaha membuat Sehun berada dipunggungnya agar bisa ia gendong masuk kedalam kamar.

 

Seohyun masih menatap buket bunga yang ia pegang, merasa tidak begitu asing dengan bunga ini, Seohyun mulai memejamkan kedua matanya berharap ada sekilas ingatan yang bisa ia ingat.

 

Didalam kepalanya ia bisa melihat bayangan Kyuhyun yang berdiri disebuah pemakaman ditemanani Kang In dan Sehun. Kyuhyun meletakkan buket bunga yang sama disalah satu makam yang ia tatap penuh arti. Kang In dan Sehun masih berdiri dibelakangnya sampai Kyuhyun berbalik lalu berjalan menuju satu makam lain yang tak jauh yang berada dekat dengan makam dimana ia meletakkan bunga yang ia bawa.

 

“Nah mereka sudah dikamar, jadi aku bisa tidur juga” ucap Kyuhyun yang telah kembali dari kamar Sehun dan langsung membuyarkan bayangan Seohyun yang membuatnya kembali membuka matanya

“Aku akan tidur, kau juga tidurlah” ucap Kyuhyun kearah Seohyun yang meletakkan kembali buket bunga matahari itu diatas meja

 

“Ne, selamat malam~  masuklah kekamar ajuhsi” ujar Seohyun tersenyum sambil mendudukkan tubuhnya disofa lalu meraih selimut biru tebal yang biasa menemaninya

“Ani ani ani~ kau tidak akan tidur disini” ucap Kyuhyun sambil menahan tangan Seohyun yang hendak menyelubungkan selimut ketubuhnya

“Nde?”

Kyuhyun menarik Seohyun untuk berdiri kali ini “Kau tidur dikamarku, aku yang akan tidur disofa”

“Huh? Tapi…”

“Tidak apa-apa, kemari..” masih memegang lengan Seohyun, kali ini Kyuhyun membawa langkahnya bersama Seohyun menuju depan pintu kamarnya

“Kau pakai kamarku” ucap Kyuhyun sambil menunjuk pintu kamarnya dengan memajukan mulutnya. Seohyun menatap bergantian dari Kyuhyun kepintu kamar namja itu dan kembali ke Kyuhyun lagi, tampak bingung gadis itu memiringkan kepalanya sedikit sebelum kembali berbicara

“Tapi ajuhsi, kau tidak perlu…”

“Gwenchana~ masuklah ini sudah malam, aku sudah ingin sekali tidur” ucap Kyuhyun sambil mengusir Seohyun dengan melambaikan tangannya

“Ajuhsi..” tahan Seohyun saat namja itu hendak berjalan kembali menuju sofa

“Ada apa lagi?”

Bola mata Seohyun lurus menatap menembus kemata Kyuhyun, menyadari jika gadis didepannya ini tampak menatapnya penuh arti, rasa terima kasih begitu terpancar dari wajah Seohyun mengundang Kyuhyun tersenyum tipis kearahnya “Tidak perlu mengucapkan terima kasih, mulai malam ini kita akan bergantian tidur dikamarku, yah…sampai benar-benar ada keluargamu yang akan menjemputmu kau akan tinggal bersamaku”

 

Seohyun masih belum berbicara, rasa terima kasihnya tidak bisa terucap dalam kata hingga akhirnya gadis itu menahan tangan Kyuhyun yang hendak kembali berjalan dan menghentikan langkah namja itu.

“Gomawoyo ajuhsi, jeongmal gomawoyo…” bisiknya pelan. Kyuhyun mungkin akan mengabaikan ucapan terima kasih itu jika ia tidak menyadari jika Seohyun maju selangkah mendekatinya. Tubuhnya seolah tidak berfungsi saat ia menyadari gadis ini benar-benar telah berada dalam titik terdekat didepannya lalu menjinjitkan kakinya dan seolah tahu apa yang akan terjadi Kyuhyun memilih tetap diam saat Seohyun mencium pipinya dalam beberapa detik, menghentikan ciuman itu dan melemparkan tubuhnya ringan kedalam pelukan Kyuhyun.

 

“Kau benar-benar orang yang sangat baik” bisik Seohyun dengan masih memeluk namja itu

 

~**~

 

“Kyuhyun~ah! Kyuhyun~ah!”

 

Suara panggilan itu terdengar sampai kedalam kamar Kyuhyun yang ditempati Seohyun sejak semalam. Membuat Seohyun membuka matanya dan mencoba mengumpulkan jiwanya untuk sadar sepenuhnya. Suara yang memanggil nama Kyuhyun diluar masih terdengar lebih keras membuat Seohyun mendudukkan tubuhnya dan menyingkap selimutnya.

Gadis itu merasa suara yang ada diluar bukan suara milik Kang In ataupun Sehun sehingga yakin ada orang lain yang mencari Kyuhyun.

 

Seohyun membuka pintu kamar Kyuhyun tepat saat seorang pria muda berdiri dibalik pintu kamar Kyuhyun.

“Eo?” tanggap pria muda itu terkejut “K..Kyuhyun..dia..tapi kenapa kau” lanjut sang pria terbata sambil menunjuk Seohyun bingung, Seohyun mengenalinya sebagai rekan kerja Kyuhyun saat namja itu mengajaknya untuk rekaman sebuah lagu yang hendak Seohyun nyanyikan.

“Annyeong haseyo” sapa Seohyun sopan “Kau mencari ajuhsi?”

 

“Nde? Ajuhsi…itu”

“Kyuhyun-ssi…” sahut Seohyun pendek

“Ah ne, Kyuhyun. Aku mencari Kyuhyun tapi sepertinya dia tidak ada dirumah, Kang In hyung dan Sehun juga tidak ada, kau tahu kemana mereka?” pria itu kembali berjalan mengelilingi rumah dan mulai mengecek kamar Kang In dan Sehun

“Apa Kyuhyun ada dikamarnya?” tanya pria itu lagi saat ia keluar dari kamar Sehun “Ani, maksudku..kau tidur dikamarnya, apa dia…”

 

“Ajuhsi menyuruhku tidur dikamarnya, tapi dia tidur disofa semalam. Aku baru bangun saat kau datang” ucap Seohyun tenang

“Oh begitu, lalu kemana mereka?”

Seohyun ikut mengedarkan pandangannya kesekitar ruangan, matanya tertuju pada sebuah meja disamping sofa dan sadar jika buket bunga matahari yang ia lihat semalam sudah tidak ada.

 

“Sebentar…tanggal berapa sekarang?” pria itu tiba-tiba berbalik dan bertanya pada Seohyun

“Tanggal?”

Seohyun berjalan menghampiri kalender yang tergantung didinding, dibulan Oktober ini hanya tanggal 15 Oktober yang bertepatan dengan hari ini yang dilingkari oleh spidol berwarna biru

“Tanggal 15 Oktober” sahut Seohyun menjawab pertanyaan teman Kyuhyun yang bertanya sebelumnya

“15 Oktober…sebentar, aku sepertinya tahu hari apa ini untuk mereka….Ah!! Hari ini adalah hari kematian ibu mereka tepat satu tahun, astaga tentu saja mereka bertiga pasti mengunjungi makam ibu mereka”

 

Seohyun kembali menatap kalender yang ada dinding memperhatikan angka 15 Oktober yang dilingkari, tiba-tiba serangan ingatan menyerang kepalanya, kedua mata Seohyun terpejam membiarkan dirinya masuk menyelam kedalam ingatan yang menghampirinya.

 

Kyuhyun berdiri disebuah makam yang berada dekat dengan makam milik ibunya, namja itu tengah memperhatikan makam yang tidak tampak satupun bunga atau minuman yang ada dimakam ini, tampak tidak ada yang pernah mengunjungi makam ini.

“Sepertinya tidak ada yang pernah mengunjungi makam ini, tidak ada satupun bunga dimakam ini” ucap Kang In yang berdiri beberapa langkah dibelakang Kyuhyun ditemani Sehun, sang adik.

“Mungkin dia tidak memiliki keluarga” sahut Sehun. Kyuhyun masih terduduk menatap makam yang ada didepannya, perasaan simpati entah kenapa menyerangnya karena membayangkan jika mungkin saja saat orang ini masih hidup dia sama sekali tidak memiliki keluarga

 

“Kalau begitu aku akan kembali lagi nanti untuk menemui Kyuhyun, bisakah kau…”

 

Seohyun kembali membuka kedua matanya dan langsung berjalan keluar dari rumah menyebabkan teman Kyuhyun menggantung kalimatnya.

“Wae? Mau kemana gadis itu?”

 

Seohyun mempercepat langkahnya berjalan keluar menuju halaman rumah Kyuhyun dan bisa melihat sebuah mobil berwarna merah terparkir dihalaman, ia tahu jika mobil merah ini adalah mobil milik teman Kyuhyun dan tanpa pikir panjang Seohyun membuka pintu mobil yang tidak terkunci dan menekan tombol start untuk menghidupkan mobil tersebut.

 

“Yaa!! Apa yang kau lakukan?! Hei!!” suara panggilan dari teman Kyuhyun yang menyusulnya diabaikan oleh Seohyun, gadis itu telah mengindak pedal gas yang membuat mobil telah melaju meninggalkan halaman rumah Kyuhyun. Sesuatu yang jauh begitu sulit dijelaskan entah kenapa membuat tangan Seohyun yang memegang kemudi tampak bergetar. Ingatannya….ingatannya…

 

~**~

Kyuhyun, Kang In dan Sehun baru saja memberikan hormat kepada makam ibu mereka. Ketiganya sedang membersihkan daun daun yang sedikit berserakan disekitar makam sang ibu lalu meletakkan buket bunga matahari yang mereka bawa.

Kyuhyun menoleh sesaat kearah makam yang tidak berada jauh dari makam sang ibu, makam yang sempat membuatnya merasa iba kepada siapa saja yang dimakamkan dimakam itu.

 

Kyuhyun memutuskan untuk mengambil beberapa bunga dari buket bunga matahari yang ia bawa, namja itu lalu berjalan menghampiri makam yang tidak ia kenal itu dengan beberapa bunga matahari yang ada ditangannya.

“Kau menaruh bunga lagi dimakam itu?” tanya Kang In sambil menatap Kyuhyun yang berjongkok didepan makam yang tidak mereka ketahui itu.

“Hyung, kau bahkan tidak tahu siapa dia. Untuk apa menaruh bunga dimakam itu” ujar Sehun bingung “Tahun lalu juga kau melakukan hal yang sama. Lihat! Sepertinya itu bunga yang kau taruh setahun lalu dimakam itu, apakah benar-benar tidak ada satupun orang yang berkunjung kemakam itu?”

 

Kyuhyun mengambil bunga kering yang ada ditempat bunga yang ada dinisan makam ini, dia ingat benar tepat setahun lalu Kyuhyun melakukan hal yang sama dengan mengambil sebagian buket bunga matahari milik ibunya dan menaruhnya dimakam ini, sepertinya ucapan Sehun benar jika memang tidak ada satupun orang yang mengunjungi makam ini.

“Apa kau tidak merasa iba pada makam ini? “ Kyuhyun bertanya pelan sambil membersihkan debu tebal yang ada dibatu nisannya

 

………………………….

 

“Jebal, andwe…” bisik Seohyun dengan suara tercekat. Serangan ingatan tentang dirinya membuat tetesan air  mata meluncur dari sudut kedua matanya. Kedua tangannya bergetar hebat yang membuat Seohyun menepikan mobil yang dikemudikannya, dia bisa mengingatnya. Seohyun bisa mengingat semuanya, siapa dirinya, apa dirinya.

“..a..aku…” Seohyun menutup mulutnya mencoba menghentikan getaran dibibirnya, rasa takut menyerangnya membuat Seohyun terisak semakin kuat

“Ani…aniya….” erang Seohyun “Aniya!!!” dan semuanya pecah, tangisan gadis itu pecah menjadi suara sembilu menyayat hati yang hanya ia sendiri yang bisa mendengarnya.

“a..aku….”

 

…………………………..

 

Kyuhyun masih bertahan berjongkok dimakam yang tidak ia kenal ini, sesuatu membuatnya sadar jika ada sebuah foto yang dipasang dinisan makam ini, foto tersebut ditutupi oleh debu begitu tebal sampai susah untuk dilihat wajah siapa difoto itu. Kyuhyun mengeluarkan sapu tangan dari kantong jas hitam yang ia pakai dan menggunakan sapu tangan itu untuk membersihkan foto yang tertutup debu tebal dinisan. Saat foto itu telah bersih tidak lagi tertutup debu sapu tangan Kyuhyun terjatuh begitu saja melihat foto yang terpasang dinisan tersebut. Menelan ludahnya gugup Kyuhyun melebarkan kedua matanya untuk bisa meyakinkan jika foto yang ia lihat bukan suatu kesalahan.

 

“Ada apa hyung?” Sehun tiba-tiba saja telah menghampiri Kyuhyun dan ikut berjongkok disebelahnya, dengan gerakan cepat Kyuhyun mengambil kembali sapu tangannya yang terjatuh dan menutup foto yang ada dinisan seolah-olah masih membersihkannya.

“Ani..” balas Kyuhyun menatap Sehun berusaha tersenyum “Tidak ada apa-apa, ayo…ayo kita pulang “ lanjut Kyuhyun sambil menepuk bahu Sehun

“Ayo kalau begitu” sahut Sehun dan berjalan lebih dulu meninggalkan Kyuhyun yang masih tampak hampa dengan kenyataan yang ia terima

 

IN MEMORY OF

Urineun Saranghaneun

Lee Seohyun

June 28th 1991 – Oktober 15th 2011

 

Tulisan itulah yang tertulis dinisan makam yang selalu menyentuh Kyuhyun saat ia mengunjungi makam sang ibu.

 

………………………………….

 

Seohyun turun dari mobil yang membawanya kemakam tempat dimana tempatnya sebenarnya. Tubuhnya terlihat begitu linglung saat berjalan memasuki gerbang makam, Seohyun mengedarkan pandangannya dan melihat nisan-nisan lain yang menyebar dimakam ini. Dia tahu dimana tempatnya, dia tahu dimana Kyuhyun dan dua saudaranya berada. Dan Seohyun tahu….tahu dengan pasti apa yang membuatnya bisa muncul menemui Kyuhyun beberapa waktu lalu.

 

…………………………

 

Langkah Kyuhyun terhenti begitu saja saat ia bisa melihat seorang gadis yang berjalan pelan menghampirinya. Kyuhyun menatap punggung Kang In dan Sehun yang menjauhinya seolah tidak melihat seseorang gadis telah berjalan melewati mereka. Kyuhyun mengerti sekarang, dia sangat mengerti.

Tetap bertahan ditempatnya, Kyuhyun hanya mampu mengepalkan keras kedua telapak tangannya. Sulit diterima dan sulit dipercaya dengan akal sehat

 

“Hyung? Ada apa? Ayo jalan” Sehun yang telah berjalan beberapa meter bersama Kang In menatap bingung kakaknya yang masih terdiam ditempatnya

“Kalian duluan, tunggu aku dimobil” ucap Kyuhyun pelan namun jelas. Sehun dan Kang In saling berpandangan merasa sedikit bingung karena begitu jelas saat Kyuhyun mengucapkan kalimat itu, Kyuhyun sama sekali tidak menatap Sehun melainkan seperti melihat sesuatu yang hanya ia sendiri yang dapat melihatnya.

“Biarkan saja, ayo kita duluan, kita tunggu dia dimobil” ucap Kang In akhirnya sambil menarik bahu Sehun yang masih sedikit penasaran dengan sikap aneh sang kakak

 

…………………………….

 

“Kau pasti sudah melihatnya” ucap Seohyun pelan, gadis itu kembali memajukan satu langkahnya dan kini tepat berdiri dihadapan Kyuhyun dengan rentan jarak 1 langkah.

“ Aku sudah ingat semuanya” lanjut Seohyun lalu tersenyum tipis “ Siapa aku dan siapa kau”

“Aku mengerti kenapa aku bisa muncul dihadapanmu, aku paham sekarang” lanjut Seohyun masih menatap lurus kearah pria yang berdiri dihadapannya ini

“Kurasa aku ingin mengucapkan terima kasih padamu”

 

“Kau selalu berdoa dengan tulus untukku dan meninggalkan bunga untukku, satu-satunya orang yang melakukan hal itu padaku”

“..aku…”

“jeongmal gomawoyo”

“..kau…apa kau akan…”

“Kupikir sudah waktunya aku benar-benar pergi, aku harus terus…”

“Terus?”

“Suatu saat kau akan mengerti…”

“Geudae, kau benar….” Kyuhyun menelan ludahnya “ kau memang harus pergi, begitu kan?”

“Ne~~ “ sahut Seohyun dengan senyum sedihnya

“Bagaimana? Bagaimana caranya kau pergi?”

“Kau bisa menutup matamu? Jebal….saat kau membukanya kembali akan ada yang hadir dan akan ada yang hilang, tutuplah matamu…”

 

Sulit untuk mempercayai apa yang terjadi sekarang ini, tidak masuk akal tapi terasa begitu nyata. Kyuhyun tidak mempunyai pilihan lain selain mengikuti ucapan Seohyun untuk menutup kedua matanya. Tidak lama sesuatu yang lembut menyentuh bibirnya, dalam kilasan detik bibir Seohyun menghentikan ciuman yang ia berikan pada bibir Kyuhyun dan menatap penuh rasa terima kasih kearah pria yang mulai membuka kedua matanya perlahan

“Terima kasih Kyuhyun~ah”

Dan bersamaan dengan kedua mata Kyuhyun yang terbuka sepenuhnya, angin musim gugur bertiup pelan menyapukan bayangan Seohyun yang beberapa detik lalu masih berdiri dihadapannya.

 

~**~

 

Kyuhyun terduduk dibagasi mobil hitam miliknya dan menikmati suara yang mengalir melalui headphone yang terpasang dikedua telinganya.

 

Kau orang yang baik bukan?

 

Kau terlihat seperti orang yang baik

 

Terima kasih, aku…benar-benar berterima kasih padamu

Jika…jika pada akhirnya nanti aku mengetahui semuanya karena ingatanku telah kembali, aku…aku masih ingin menemuimu, bisakah aku terus datang kepadamu dan bermain bersamamu?

 

Sambil menatap langit luas yang ada dihadapannya namja itu memutar tombol replay agar suara yang ia dengar diheadphonenya kembali berputar

“Bisakah kau kembali ? Aku..aku pasti akan bermain bersamamu” bisik Kyuhyun menatap salah satu bintang yang berkelip ramah kearahnya, namja itu tersenyum tipis sambil menghapus air mata yang baru saja turun dari pelupuk matanya.

 

END

 

Aneh kah? LOL

Paham tapi kan sama cerita yang disampaikan? Hohoho

Ga ada yang namanya sequel buat cerita ini jadi jangan komentar pada minta lanjut lanjut karena short movienya sendiri begitu endingnya~~

Oke salam pembukaan dari gue adalah cerita ini, next fanfict adalah story yang bener-bener udah gue pikirin idenya dari jauh hari^^

Jadi mohon dukungan dan kesabarannya buat next story dari gue^^

See yaaaaaaa <33

 

50 thoughts on “COMEBACK

  1. Finally comeback ^^ kangen banget sama karyamu eonni ~ waa …. gak sabar banget mau baca karya-karya baru mu ! pasti sehebat MHP, bahkan bisa lebih nih kayanya >< .. HWAITING EONNI ^^

  2. Seohyunah….
    oke fix 4 harian ini Seo mati 2x! Yurim n Lee Seohyun! LOL
    ydh deh semangat utk next FF nya yah ris😉
    makasi FF nya menghibuuuuurrrr😉

  3. ceritanya keren…
    tak kira seonya hilang ingatan karena org jahat…
    tapi trnyata dia udh mninggal…
    smoga akan ada crita” yang bagus” lagi dari kakak….
    aku juga nunggu MHP versi novelnya lho…
    semangat…🙂

  4. Alurnya bikin penasaran gitu, karna aku belum pernah nonton short movienya, ini salam pembukaan untuk comeback ffnya kenapa langsung sedih-sedihan gini unn?.. Jadi inget pemakaman han yurim😐 ditunggu yaa unn next ffnya, tetep seokyu kan? Hehe~

  5. bagusss~ tapiii sedihh, nyesek sihh jd kyuhyun~ eonnie mau tanya dong? Antara bingung sebenernya kamu suka gak sihh sama kyuhyun? Hehe oh iyaa aku nge fans bangett sama kamu, soalnya kalo buat ff ceritanya selalu bagus sihh.

  6. nyeseeeeeeeeeeeek bacanyaaaaaaaaa.
    sad ending tapi aku suka.
    aku gak habis pikir seh aku kira seo bukan jin #eh ternyata beneran.
    baru kerasa kehilangan. feelnya dapet.
    hehehwhw.
    keep writing eon🙂

  7. cerita eonnie awesome forever~ buat kisah yg jauh lebih menarik lagi yaa eon~ dan aku sering bangett berkunjung ke blog kamu cuma mau liat ada ff barukah lol, hehe

  8. Awalnya aku gak paham sm jalan ceritanya unnie tapi udh mau tbc aku ngerti siapa seohyun sebenernya..
    Dia itu tiba2 dtg kekyuhyun cuman krn mau bilang terima kasih krn selama ini namja itu yg ngasih dia bunga matahari dan didoain, tapi kasihan juga itu gak keuruskan makamnya hiks….

    Ini namanya sad ending aku kira bakal happy ending dan seokyu jadian, tapi feel dpt bgt aku hampir shock bacanya krn seohyun ternyata bukan manusia melainkankan kayak malaikat atau aplah aku kurang paham haha

  9. seneng chingu balik lagi.
    crita yg dibuat slalu fresh dan menarik.
    utk ff in, gw ampe terharu bcax.
    seorg yg udh wafat dtng utk mengucapkn trima kasih.
    it sngat menyentuh.
    y meskipun akhrx mreka hrz berpisah, krna beda dunia.

    daebak2, suka ma imajinasimu.
    ditngu karya2x.
    smangth.🙂

  10. kak riskaaaaaaa !!!! ini kerenn bangeet😦 gak nyangka kalo seo.makhluk goib huweeeeeee :((((( feelnya dapet banget aaakh cho kyuhyun kenapa kamu sweet banget ! akh chokyuuu :’) kak riska ff comebackmu daebak !

  11. iya aku paham ka😀 rada aneh ya, aku kira seohyun bukan orang yg udah meninggal loh ka hehee tp ternyataaaa …
    okeyyy, aku tunggu FF kaka selanjutnya. Fighting ^^

  12. Great. Hai kak akhirnya update setelah MHP yang top banget [meskipun masih penasaran endinya] xD
    serius deh aku suka gaya tulisan kakak. Nex fanfic ditunggu kak :3

  13. OMG.. how can I say?? >< critanya bkin penasaran, haha sumpah ga terduga banget akhirnya, how can u made such a story eonnii. I love this story. Seokyu Jjang!!! thanks for writing again, during my deactivation on twitter I thought u didn't like seokyu anymore haha.. ♥

  14. Dh kangen sama Author Riska, kpn neh novelnya terbit?
    Skrg dh bnyk noverl2 fanfic ditoko2 buku, kpn neh q liat salah satunya karya km riska.
    Wuihh crt pembukanya sngt kren, selalu cara penulisannya yg bikin saya bacanya gk bosan2.
    Ngerti seh mksudnya, tp ap suatu saat nanti Seohyunya akn dtang lg?
    Okeh ditunggu ff km slnjutnya.:)

  15. emmm sempet bingung ama ceritanya. Tp pas ending ketebak juga siapa seohyun. Hehehe
    Karya nya unnie emang daebak deh. Ditunggu ya karya selanjutnya. Pasti lebih keren.
    Hwaiting🙂

  16. Jd joo unnie itu hantu ??
    Nah lo.. Tp pas awal” knp kang in oppa sm sehun oppa bisa liat ?? Cm pas akhir
    aja mrk ga bs liat seo unnie’y.. Trus aku jg msh bingung, sm sekali ga ada yg nengok makam seo unnie ?? Kluarga’y kmn ?? Msh penasaran bgt sbnr’y..
    Tp kta unnie ga ada sequel ya udh deh gpp.. Keseluruhan crt’y daebak !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s