MAKE HER PREGNANT – Part 11

SeoKyu-RisKook Poster.jpg

Judul               :  Make Her Pregnant

Main Cast        :  Seo Joo Hyun aka Seohyun (SNSD)

Cho Kyuhyun (Super Junior)

Other Cast       : Shim Changmin ( TVXQ )

Lee Sungmin ( Super Junior )

Other Cast

Author             : Riska Fasyah ( @riskafasyah )

Rating               : General

Genre              : Romance

Note                Apakah sebuah ucapan terima kasih dari seorang author amatiran seperti saya sudah cukup untuk para pembaca yang mendukung sebuah karya abal yang saya buat . Mungkin tidak akan sebanding tapi hanya itulah yang bisa saya ucapkan . Terima kasih untuk dukungan dan kesabarannya selama ini . Hanya part-part pendek yang berisi kumpulan tulisan-tulisan tidak berarti yang bisa saya persembahkan . Terima kasih ^^

Sebelumnya special thanks buat unnie aku yaitu Unn Intan yang udah mau buatin aku poster secara gratis tis~~ lol

_Part 11_

Author’s POV

Kupu-kupu itu berterbangan gembira, seolah menemukan sebuah taman dengan berbagai macam bunga yang siap dihinggapi untuk dihisap sarinya . Sebuah gambaran yang tepat untuk membayangkan perasaan Seohyun yang merasakan gejolak diperutnya saat kupu-kupu itu terbang memberikan sensasi dua kali lipat menggelitiknya . Tautan bibirnya dengan Kyuhyun akhirnya terlepas lembut diiringi dengan menjauhnya kedua wajah mereka . Seohyun perlahan membuka kedua matanya, merasakan nafas hangat Kyuhyun yang masih menandakan jarak kedua wajah mereka yang masih cukup dekat. Gadis itu memilih untuk tidak membalas menatap mata Kyuhyun yang lurus kearahnya dan lebih memilih untuk menatap kerah baju Kyuhyun . Mengedip cepat dengan semburat merah yang mulai menjalari kedua pipi chubby miliknya .

Senyum geli muncul diwajah Kyuhyun, memiringkan kepalanya kesatu sisi agar bisa lebih memperhatikan ekspresi Seohyun yang mulai salah tingkah. Sadar akan hal itu Seohyun semakin menghindari kontak mata dengan Kyuhyun, pelan-pelan menundukkan kepalanya namun biji mata gadis itu masih bergerak cepat mulai panik. “Kau malu ?” Kyuhyun bertanya sambil berbisik ditelinganya dan membuat Seohyun sedikit bergidik terkejut. Mengernyit sambil  mendangak cepat Seohyun menggeleng berusaha menyangkalnya.

“ Aku tahu kau malu “ ujar Kyuhyun pelan bermaksud menggodanya lalu tersenyum lebar membuat Seohyun menatap gusar kearahnya . “a..ani…” sangkal Seohyun

“ Benarkah ? “ tanya Kyuhyun tidak percaya , ia sentuh lembut pinggang Seohyun yang langsung membuat gadis itu terkejut, menatap Kyuhyun bingung namun hanya mendapati senyum kemenangan diwajah namja itu .

Sadar jika Kyuhyun tengah menggodanya, Seohyun bereaksi dengan mendorong dada Kyuhyun yang langsung menghapuskan kontak fisik antara keduanya, memundurkan satu langkahnya kebelakang sebelum menatap was-was kearah namja itu.

“ Kau pasti masih mabuk…ehm…akan aku ambilkan air hangat untuk kau minum “ ucap Seohyun beralasan tanpa mau menatap Kyuhyun. Gadis itu berbalik cepat namun tidak seperti sebuah rencana yang ia pikirkan dalam persekian detik itu akan berjalan lancar karena Kyuhyun segera menahan salah satu pergelangan tangannya. Menariknya menuju sofa dan langsung mendudukkan gadis itu dibagian pinggir sofa.

“ Aku sudah tidak mabuk “ ucap Kyuhyun santai, kedua mata gadis itu semakin lebar saat tiba-tiba Kyuhyun justru ikut bergabung disofa namun tidak duduk melainkan membaringkan lurus tubuhnya dengan menaruh kepalanya tepat diatas kedua paha Seohyun sebagai alas kepalanya dan menselonjorkan tubuhnya berbaring disofa panjang ruang tengah miliknya. Membuang nafas panjang lalu menyedekapkan kedua tangannya diatas dadanya membuat dirinya untuk lebih rileks selama berbaring disofa itu.

Kyuhyun tersenyum senang sambil menatap wajah Seohyun yang hanya bengong melihat tingkah namja yang sudah berbaring santai dan menggunakan pahanya sebagai alas kepala. “ Ahhh…ini nyaman sekali “ ujar Kyuhyun menyeringai kecil

“Biarkan seperti ini sebentar “ lanjut namja itu saat melihat Seohyun yang siap memprotesnya. Melemparkan senyum lembutnya sesaat sebelum akhirnya menutup kedua matanya, hal ini cukup berefek pada Seohyun karena akhirnya gadis itu menahan lidahnya yang siap untuk berceloteh menyuruh Kyuhyun bangkit dan justru mengeremnya lalu menatap intens Kyuhyun yang sudah memejamkan kedua matanya. Tampak lelah namun sebuah kelegaan tergambar diwajah putih milik Kyuhyun, mengundang satu senyum tipis diwajah Seohyun karena merasakan perasaan yang sama. Tembok egois itu akhirnya runtuh dan berganti menjadi sebuah kejujuran dengan mengungkapkan perasaan satu sama lain.

Walaupun tampak ragu Seohyun tetap membawa salah satu telapak tangannya untuk menggapai rambut Kyuhyun, hati-hati gadis itu menyelipkan jari-jari lentiknya dirambut namja itu dan mulai mengelus lembut kepala Kyuhyun. Senyum diwajah Seohyun semakin melebar merasakan sensasi baru yang menyerangnya sekarang, membiarkan dirinya terhanyut sesaat menikmati moment ini dengan masih menatap wajah tenang Kyuhyun.

“Aku tadi pergi menemui eommonim”

Gerakan tangan Seohyun terhenti bersamaan dengan kedua mata Kyuhyun yang membuka, mereka bertatapan sesaat mencoba menyelami pancaran mata masing-masing sebelum akhirnya Seohyun mengalihkan tatapannya kearah lain membuat Kyuhyun mendesah pelan. “Keadaannya sudah lebih baik “ ujar Kyuhyun kembali memulai pembicaraan,merasa memiliki kewajiban pada gadis itu untuk memberitahu kabar sang ibu, Seohyun bertahan tidak menatap pria itu namun tetap memasang telinganya mendengar setiap kata yang keluar dari bibir namja ini.

“Saat aku menjenguknya, itu pertama kali aku mendengar suara ibumu “

Kyuhyun menerawang menatap langit-langit apartemennya kembali mengingat saat ia bertemu dengan sang ibu mertua, suara lembut ibu Seohyun masih bisa ia ingat seolah meninggalkan kesan hangat dibenaknya. “Dia mengatakan padaku jika dia sudah menyukaiku sejak awal “ lanjut Kyuhyun tersenyum kecil “Eommonim memberitahuku jika aku adalah lelaki pertama yang sepertinya benar-benar bisa dekat denganmu, tentu saja Sungminmu itu tidak masuk hitungan“

Kali ini Seohyun kembali menatap Kyuhyun, kedua mata mereka bertemu dan namja itu semakin melebarkan senyumannya karena merasakan tatapan Seohyun yang tampak memprotes. “chh…memangnya teman lelakiku hanya kau”

“Eommonim bilang saat kau remaja sama sekali tidak ada pria yang mau mendekatimu bahkan saat usiamu sudah mau menginjak 20 tahun” Kyuhyun berujar lancar dengan nada mengejek yang terdengar jelas.

“Anni ! Itu tidak benar ! K..kau tidak tahu aku sudah menolak beberapa teman sekelas yang menyukaiku “ sangkal Seohyun merasa kesal tiba-tiba. Kyuhyun bangkit cepat dari posisi terbaringnya dan langsung terduduk disebelah Seohyun, menatap gusar kearah gadis itu lalu bersedekap kearahnya “Aishh jinja ! Lalu apa jawabanmu pada mereka ? “ tanya Kyuhyun terpancing

Seohyun mengedip cepat bingung mencari jawaban dan memilih untuk mengalihkan wajahnya membuat Kyuhyun menyipitkan kedua matanya sambil menatap tidak percaya kearah gadis itu. “ Aaa..ternyata itu hanya karanganmu bukan ? “

“ Anii ! Itu benar-benar terjadi “ balas Seohyun cepat

“ Lalu apa jawabanmu ? “

“ Itu..tentu saja aku menolaknya, aku tidak punya waktu untuk hal-hal asmara seperti itu. Aku lebih memilih belajar dan bekerja “ jawab Seohyun setelah berfikir cepat “ aishhh untuk apa membahas hal itu sekarang, itu kan sudah lama sekali “ lanjut Seohyun mencoba mengalihkan , sempat mencuri pandang kearah Kyuhyun dan mendapati namja ini yang masih menatapnya ragu. “ ehm..aku akan mencari sesuatu yang bisa kita makan “ ucap gadis itu mencoba menghindar lalu bangkit dari duduknya. Tapi kembali Kyuhyun menahan tangannya dan menarik Seohyun yang membuat gadis itu kembali duduk ditempatnya

“ Wae ??” tanya Seohyun tidak sabar

“Tetap disini “ balas Kyuhyun singkat lalu kembali keposisi sebelumnya dengan membaringkan tubuhnya disofa dan menggunakan paha Seohyun sebagai alas kepalanya. Tidak bisa berkutik gadis itupun hanya menyender menyerah disandaran sofa dan membiarkan Kyuhyun menggunakan kedua pahanya sebagai alas kepalanya kembali .

Kesunyian yang menyenangkan kembali merayapi keduanya, jari-jari Seohyun telah kembali terselip dirambut lebat coklat kehitam-hitaman milik Kyuhyun. Menelusuri dengan lembut kulit kepala namja itu dengan senyum tipis yang menghiasi wajahnya .

“Kyuhyun~ah…” Seohyun mulai membuka suaranya

“ Hmm ?” tanggap Kyuhyun pelan karena namja itu masih memilih memejamkan kedua matanya.

“Apakah eomma meminta sesuatu padamu? “ sempat ragu saat hendak menanyakan pertanyaan itu tapi toh Seohyun tidak bisa menguasai dirinya saat kalimat itu benar-benar terucap. Kyuhyun membuka kedua matanya perlahan, keduanya bertatapan sesaat dan tidak lama Kyuhyun mengangguk kecil

“ Sudah kuduga…” balas Seohyun lemah, kali ini dia sudah menghentikan gerakan jari-jarinya disela-sela rambut Kyuhyun “ ..eomma pasti memintamu untuk berhenti juga bukan? Berhenti mengurusi kasus ini….aku benar kan? “

Bisa merasakan melemasnya tubuh Seohyun, namja itu segera mendudukkan tubuhnya disebelah Seohyun dan lebih merapat kearah Seohyun. “..eommamu hanya lelah dengan semuanya…” ucap Kyuhyun sedikit berhati-hati

“..aku juga lelah sama sepertinya Kyu, hampir 14 tahun kau tahu itu! Tapi…aku ingin semua dikembalikan kepada ibuku…orang itu harus menerima semua ganjaran atas apa yang diperbuatnya pada kami” balas Seohyun yang tidak menunjukkan perubahan sama sekali untuk mengikuti permintaan sang ibu.

“ Aku tahu~ aku sudah sangat mengerti maksudmu..hanya saja untuk ibumu..dia mengalami situasi yang berbeda…”

Seohyun menoleh cepat, mereka bertatapan tanpa bersuara dengan Seohyun yang mengernyit seolah menuntut Kyuhyun kembali melanjutkan kalimatnya. Namja itu mengangkat bahunya enggan lalu mulai bersuara lagi, lebih berhati-hati untuk memilih kata-kata yang tidak akan memancing Seohyun nantinya. “ Eommonim..mungkin…dia terlalu sakit..itu pasti…dia pasti merasakan rasa sakit yang sama denganmu tentu saja…” Kyuhyun melirik cepat kearah Seohyun dan merasa aman untuk tetap berbicara lebih jauh “ ..hanya saja..jika terlalu sakit mungkin baginya justru tidak terasa lagi..ya..seperti mati rasa….tunggu, aku belum selesai “ tanggap Kyuhyun segera saat dilihatnya Seohyun hendak memotong ucapannya “ ..awalnya sama sepertimu tapi semakin lama perasaan bencinya mulai menguap, emosi orang tua terkadang berbeda dengan emosi kita yang berusia jauh lebih muda..”

“ Aku tidak mengatakan jika mungkin eommonim benar-benar telah memaafkan pamanmu…”

“ dia bukan lagi pamanku “ potong Seohyun tajam “ aku minta maaf..” Kyuhyun berujar cepat dan dengan segera meraih salah satu telapak tangan Seohyun dan menggenggamnya lembut “ ..bisa kulanjutkan ?” tanya Kyuhyun hati-hati . Namja itu tersenyum lega saat Seohyun tetap mengangguk menjawab pertanyaannya.

“ hanya…lelah…teramat lelah..eommonim benar-benar lelah dengan perasaan bencinya sendiri, dia semakin sakit jika memelihara perasaan itu didirinya..apakah kau tidak bisa melihat jika keadaannya semakin membaik saat kau…ya bisa kukatakan jika ibumu merasa bahagia dan aman saat kau bertemu dan akhirnya menikah denganku…”

“ Jangan menatapku seperti itu, ini bukan berarti aku besar kepala tapi seorang ibu pasti akan sangat senang jika anak perempuannya mendapatkan pria yang baik”

“ jika kau ingin terus memuji dirimu aku tidak mau mendengarkan ucapanmu lagi “ Seohyun berdesis kecil yang justru menimbulkan gelak tawa dari Kyuhyun. “ Arraso..akan kulanjutkan…”

“ ..dia mungkin hanya ingin melupakan semuanya, menata kembali kehidupan kalian dari awal…tidak perlu diingat lagi apa yang terjadi pada kalian dulu dan buatlah kenangan baru…” lanjut Kyuhyun “…dia merasa semakin tua Seohyun~ah, apa kau tidak bisa merasakannya jika ia hanya ingin hidup dengan tenang ?”

“ tenang jika orang itu sudah mendapatkan ganjarannya “ tukas Seohyun

“ Itu untukmu bukan untuk eommonim “ tanggap Kyuhyun

“ Dia nantinya akan merasa senang juga jika aku berhasil membuat pria brengsek itu berlutut didepan eomma Kyu !”

“ Eommonim mengatakan jika dia tidak benar-benar bisa untuk membenci Pak Park.. “ Kyuhyun menggunakan nama Paman Seohyun yang selama ini ia gunakan setelah meninggalkan Seohyun dan ibunya “…ibumu memang marah dengan tindakannya tapi tidak bisa untuk benar-benar membencinya..karena Pak Park tetap adik dari ayahmu Seohyun”

“ Ayahku tidak mempunyai adik sepertinya, manusia terjahat yang pernah ada! “ Seohyun mengucapkan kalimat itu lewat sela-sela giginya yang dirapatkan akibat kemarahannya yang tersulut tiba-tiba “ Bagaimana mungkin eomma…”

“ Tenanglah…”

“ Dan kau akan mengikuti permintaan eomma ?! “ tuduh Seohyun cepat, gadis itu berusaha melepaskan genggaman tangan Kyuhyun namun Kyuhyun tetap menahannya. “ Aku tidak mengatakan hal itu “ jawab Kyuhyun tenang . Dibiarkannya Seohyun untuk membuang nafas sesaat, gadis itu telihat sedang mencoba meredakan emosinya.

“ Kau…kau akan tetap menyelesaikan kasus ini bukan ?” Seohyun bertanya pelan, kedua matanya memancarkan sebuah harapan besar. Bagaimana mungkin Kyuhyun mengatakan tidak jika mata itu berkaca dengan permohonan yang amat besar.

“ Itu kemauanmu ?” tanya Kyuhyun pelan. Seohyun mengangguk cepat, merapatkan lebih dekat tubuhnya kearah Kyuhyun dan kini gadis itu yang lebih erat menggenggam tangan Kyuhyun. “ Kau sudah berjanji…” bisik Seohyun bersamaan dengan jatuhnya setetes air mata. Tangan Kyuhyun yang lainnya ia julurkan kewajah gadis itu, menghapus air mata itu karena tidak begitu suka melihatnya menghiasi pipi Seohyun.

“ Pak Lee akan terus berusaha menyeret Pak Park keluar dari lubang perlindungannya “ jawab Kyuhyun akhirnya. Dirinya lebih memilih tidak lagi mengumbar janji apapun pada Seohyun tentang masalah 14 tahun lalu ini. Mungkin ibu Seohyun benar, jika semuanya telah berlalu terlalu lama. Gadis ini seperti menjadi bukan dirinya jika sudah dipenuhi hasratnya untuk membalas dendam. Seohyun yang seperti itu sangat menganggunya dan Kyuhyun sadar dia membenci mata yang penuh kebencian itu.

“ Semua akan membaik..kau dan ibumu…aku yang akan menjaga kalian…” lanjut Kyuhyun sambil menarik kepala Seohyun dan menyandarkannya dengan nyaman didada namja itu. Kali ini Seohyun menurut, tubuhnya ia bawa bersandar ditubuh Kyuhyun, menghirup aroma tubuhnya yang masih menyisakan sedikit bahu alkohol .

“ Aku akan percaya padamu” bisik gadis itu

~**~

“ Bagaimana jika kau berpura-pura mengikuti permintaan eomma tapi sebenarnya kau masih berusaha untuk menyeret pria itu Kyu“ Kyuhyun menatap Seohyun yang mengucapkan 3 kalimat yang sama selama selang waktu selama 5 menit, kedua matanya berputar sesaat seolah sedang berfikir untuk mencari sebuah ide

“ Jadi eomma tidak perlu kecewa padamu karena kau lebih memilih untuk membantuku menjebloskan pria itu kepenjara” Kyuhyun merasakan perutnya mulas secara mendadak, pikiran yang jauh lebih menyeramkan tentang ekspresi Seohyun yang mungkin akan marah besar jika ia tahu sesungguhnya ia akan lebih memilih untuk mengikuti permintaan ibu mertuanya. “ Bagaimana ?” Seohyun bertanya sambil mencondongkan sedikit tubuhnya kearah Kyuhyun yang keduanya duduk bersebrangan dimeja makan. Mata bulat Seohyun membesar penuh harap dan kelemahan kembali menyerang namja itu dengan dirinya yang mengangguk kalah “ ide bagus “ balas Kyuhyun berusaha tersenyum

“ Aku merasa bersalah pada eomma sejujurnya saja “ Seohyun kembali membuka suaranya setelah sempat terdiam karena mereka berdua masing-masing menikmati sarapan pagi mereka

“ Temui eommonim kalau begitu, minta maaf kalau kau benar-benar merasa bersalah “ saran Kyuhyun

“ Tapi aku takut dia akan mengira jika aku akan setuju dengan permintaannya “

“ Tapi kan kita memang akan pura-pura setuju bukan ?” Kyuhyun bertanya bingung

“ Itu kau bukan aku” Seohyun menjawab sambil memberenggut. Namja ini melongo sesaat sebelum akhirnya memutuskan untuk meraih segelas air dan meminumnya sebagian

“ Jadi hanya aku yang harus berpura-pura begitu?”

Seohyun menjawab dengan menganggukkan kepalanya “ Aku ingin menemuinya karena aku ingin meminta maaf karena sempat membentaknya “ Seohyun bersuara lalu meletakkan sendok kuningannya.

“ Apa kau ingin aku mengantarmu ?” Kyuhyun bertanya sambil mengelapkan serbet makan kemulutnya

“ Ani~~ “ walaupun sedikit bimbang gadis itu menjawabnya “..ehmm..akan kucoba temui eomma sendiri, kami memang harus bicara berdua…” lanjutnya

“ Kau memang yang harus memulainya lebih dulu “ ujar Kyuhyun tersenyum, tidak lama namja itu bangkit, sarapan paginya telah selesai dan dijangkaunya jas hitam yang diselampirkan dikursi lalu memakainya .

“ Sudah mau berangkat ?”

“ Ne~ kau selesaikan sarapanmu dulu “

Tapi Seohyun justru ikut bangkit dari kursinya dan menghampiri Kyuhyun.

“ Aku selalu ingin melakukan hal ini” ujar Seohyun sambil meraih dasi Kyuhyun lalu membuka kaitannya  “ Aku merasa kau tidak begitu pandai memakai dasi “ ujar gadis itu lagi dan sekarang mulai memasang kembali dasi Kyuhyun. Gurat senyum samar muncul diwajah Kyuhyun saat namja itu memperhatikan mimik wajah Seohyun yang cukup antusias memperbaiki dasinya. “Sudah selesai “ ucap Seohyun akhirnya, dia sentuh jas Kyuhyun sesaat sambil menepuk bagian dadanya seolah sedang membersihkan debu yang tertinggal

“ Aku juga selalu ingin melakukan hal ini” Kyuhyun berujar lembut lalu menaruh salah satu tangannya disisi wajah Seohyun untuk menahan gadis itu karena dirinya telah mendekatkan wajahnya untuk menjangkau bibir Seohyun dengan bibirnya. Terkejut sesaat sebelum akhirnya Seohyun ikut menutup kedua matanya dan membalas manis kecupan namja itu. Tidak lama Kyuhyun mengakhiri ciumannya dan masih bertahan tersenyum kearah Seohyun yang sudah memancarkan semburat merah jambu diwajahnya “ Aku berangkat dulu “ bisik namja itu sambil membelai pipi Seohyun dan akhirnya memutar badannya untuk melangkah keluar apartemen.

~**~

“ Jadi…” Changmin menatap enggan pria yang duduk disebrangnya yang terlihat tampak santai sedang memainkan Samsung SIV miliknya. Kyuhyun menelponnya saat namja itu akan berangkat menuju kantor dan memberitahunya jika ia perlu bertemu dengannya. Mungkin

Changmin akan lebih memilih untuk menolak ajakan Kyuhyun jika namja itu tidak memberitahu jika bahan pembicaraan mereka nantinya adalah ayah tirinya yang memiliki hubungan dengan Seohyun.

“ Cepatlah..” ujar namja itu lagi. Akhirnya Kyuhyun mengangkat wajahnya, dagunya bergerak kecil sebelum akhirnya ia tersenyum tipis namun minim kesan ramah tamah.

“ Langsung saja kalau begitu “ ucap Kyuhyun sambil meletakkan smartphone miliknya diatas meja “ Jika kau langsung mengatakan bisa untuk bertemu denganku dengan bahan pembicaraan kita tentang ayah tirimu dan Seohyun, aku sudah bisa menyimpulkan jika kau sepertinya mengetahui hubungan antar keduanya “

“ Kau tahu jawabannya dengan baik “ balas Changmin datar

“ Sejak kapan kau tahu Changmin~ah ?” Kyuhyun bertanya dengan nada penasaran yang tidak ia sembunyikan

“ Tidak lama “ jawab Changmin sambil mengangkat bahu “ Saat Seohyun histeris melihat Pak Park”

“ Kau masih belum bisa memanggilnya ‘appa’ ?” celetuk Kyuhyun. Changmin menggeram kecil dan berusaha menelan udara kosong ditenggorokkanyya

“ Aku tidak pernah menganggapnya sebagai ayah “

“ Ibumu pasti kecewa”

“ Kau ingin kepokok pembicaraan kita atau masih ingin membahas perihal konyol ini ?” Changmin bertanya tidak sabar. “ Maaf aku lupa “ sahut Kyuhyun dan untuk pertama kalinya senyum geli tergambar samar diwajahnya

“ Jadi..kau sudah tahu jika Pak Park adalah Paman Seohyun bukan ?” Kyuhyun bertanya

“ Ne “ balas Changmin kaku

“ Tahu permasalahan antara keduanya ?”

Kali ini Changmin terdiam sesaat, keduanya bertatapan untuk beberapa detik sebelum Changmin yang memutuskan kontak mata keduanya, dia memilih menatap kearah lain untuk berfikir lebih hati-hati sebelum menjawab pertanyaan Kyuhyun. Masih bisa ia ingat ketika Pak Park mengungkapkan kejadian yang sebenarnya, perbuatan jahatnya yang telah ia lakukan kepada kakak ipar dan keponakannya sendiri. Sesaat Changmin mungkin akan mengatakan tidak tahu tentang permasalahan yang sesungguhnya karena tidak ingin ikut campur lebih jauh, namun bayangan wajah Seohyun yang tiba-tiba menari dipelupuk matanya dengan simbahan air mata saat gadis itu mengatakan perlu meminjam bahunya sesaat, Changmin tidak bisa menahan kepalanya yang mengangguk kecil

“ Menghemat waktuku untuk tidak menjelaskannya lagi kalau begitu” ujar Kyuhyun “ Jadi aku bisa langsung memberitahumu apa maksudku untuk menemuimu “

Kali ini Changmin telah kembali menatap Kyuhyun, lebih was was karena yang ia lihat diwajah namja itu adalah sebuah senyuman.

“ Shim Changmin, aku perlu bantuanmu “

Sunyi…

Kyuhyun menggaruk hidungnya yang tidak gatal lalu menatap lawan bicaranya dengan sedikit memiringkan kepalanya kesatu sisi menanti Changmin memberi tanggapannya

“ Apa maksudmu ?” tanya Changmin akhirnya setelah berhasil menguasai diri untuk terus mengunci mulutnya

“ Aku tidak ingin menyeret Pak Park kepenjara atas semua yang ia lakukan kepada Seohyun dan ibunya “ ucap Kyuhyun memulai “ Yah~ walaupun dia pantas sejujurnya untuk merasakan sel tahanan setelah mengambil paksa semua uang asuransi peninggalan ayah Seohyun yang membuat Seohyun dan ibunya hidup pontang panting di Jepang “ lanjut namja itu “ Tapi…” Kyuhyun bisa melihat raut wajah penasaran Changmin yang mendengarkan ucapannya dengan penuh minat “ ..ibu Seohyun ingin aku berhenti mengurus kasus ini, ia ingin aku tidak lagi mencoba membuat Pak Park masuk penjara dan menghilangkan semua bukti yang telah berhasil dikumpulkan oleh Pak Lee “

“ Kenapa ?” Kyuhyun seolah menunggu Changmin menanyakan satu kalimat itu karena merasa akan lebih menunjukkan pembicaraan dua arah mereka.” Dia terlalu lelah mungkin, aku tidak begitu pandai membaca pikirannya, tapi yang jelas orang tua memiliki pemikiran yang berbeda dengan kita yang jauh lebih muda “

“ Tapi bagaimana dengan Seohyun ?” Changmin mengubah arah pertanyaannya dan Kyuhyun cukup senang karena tidak merasa dipusingkan lagi harus menerka-nerka perasaan ibu mertuanya. “ Kau bisa menebaknya mungkin jika telah cukup mengenalnya ? Kalian berteman bukan jika aku tidak salah “ ujar Kyuhyun dan Changmin cukup sadar dengan nada sindiran itu.

“ Dia menolak “

“Tepat~ Dia tidak setuju dengan permintaan ibunya dan memintaku untuk tetap mengurus kasus ini”

“ Lalu bagaimana denganmu ? Dan…apa urusannya denganku? “

“ Aku ? Kukatakan terus terang aku lebih suka Seohyun melupakan kasus ini, aku tidak suka semua sisi yang menunjukkan kebencian didirinya “ jawab namja itu dengan sedikit mengernyit. Nafas berat meluncur lancar dari bibirnya

“ Dia akan marah besar padamu “ tanggap Changmin tanpa perlu merasa iba

“ Tidak perlu kukatakan padanya jika aku akan mengikuti permintaan ibunya, hanya sebagian mungkin. Aku tidak akan membuat Pak Park dipenjara, tapi aku akan tetap mewujudkan keingin Seohyun untuk membuat Pak Park meminta maaf pada ibunya , dan itu…”

Changmin mulai mengerti kemana arah pembicaraan ini, melihat tatapan Kyuhyun yang penuh arti kearahnya seolah-olah sebuah lampu kecil dinyalakan didalam kepalanya.

“ Untuk hal itu aku butuh bantuanmu “ lanjut Kyuhyun

Tidak lagi terkejut untuk kali ini Changmin hanya menatap datar saudara sepupunya itu

“ Seperti apa caranya ?”

“ Dengan kata lain kau mau membantu begitu ?” Kyuhyun bertanya

“ Aku hanya bertanya bagaimana caranya ? Cara apa yang bisa dilakukan “ sanggah Changmin

“ Cara yang bisa kau lakukan tepatnya, mudah~~ kau langsung meminta Pak Park untuk menemui ibu Seohyun dan meminta maaf lalu mengganti uang asuransi yang telah ia ambil, aku tidak akan memintanya untuk meminta maaf dengan Seohyun juga, butuh waktu sedikit untuk itu…kupikir aku akan memberitahu Seohyun dengan hati-hati sebelumnya dan barulah Pak Park bisa menemuinya. Tapi untuk ibu Seohyun…aku ingin lebih cepat dia menemui ibu mertuaku dan meminta maaf”

“ Bagaimana ?” tanya Kyuhyun meminta tanggapan

Changmin terdiam sesaat untuk berfikir cepat, apa yang harus ia pilih sekarang ? Bagaimana jika Seohyun akan marah padanya karena secara tidak langsung ia juga membantu Kyuhyun untuk tidak membuat Pak Park dipenjara dan hal itu tentu saja bukanlah sesuatu yang diinginkan Seohyun.

“ Aku tahu kau juga bingung, sama halnya denganku, tapi….tapi… kau peduli dengan Seohyun, Changmin~ah…atau perlu kuperjelas kau menyukai istriku…”

Changmin menatap Kyuhyun tanpa perlu merasa bersalah, toh sepupunya itu sudah mengenalnya cukup lama bukan ? Pasti sudah bisa membaca semua sikap baiknya pada Seohyun karena namja itu memang memiliki perasaan pada Seohyun.

“ Kita sama-sama peduli padanya, kukatakan sekali lagi aku sangat tidak menyukai melihat kebenciannya yang terpancar jika sudah mengingat tentang masa lalunya yang kelam itu, aku hanya ingin dia melupakannya…tapi tidak dengan cara membalas dendam, cara lain…yang lebih berkemanusiaan mungkin…aku tidak bisa memilih istilah yang lebih tepat” urai Kyuhyun panjang lebar

“ Bujuklah Pak Park, kau juga pasti tidak suka melihat kebencian itu didiri Seohyun, bukan sosok itu yang menarik perhatian kita bukan? “ Kali ini Changmin menatap kedua tangannya yang saling bertaut bingung, otaknya berfikir keras untuk memilih apa yang akan menjadi keputusannya. “Aku akan mengundurkan diri menjadi Direktur Perusahaan jika kau mau membantuku dan berhasil membuat Pak Park meminta maaf secara tulus pada ibu mertuaku “

Changmin mendongak cepat karena begitu terkejutnya mendengarkan ucapan Kyuhyun barusan, ditatapnya saudara sepupunya itu dengan mata terbelalak seolah tidak mempercayai ucapan Kyuhyun. Menyerahkan perusahaan padanya setelah usaha apa saja yang dilakukan Kyuhyun agar membuat namanya bertahan sebagai Direktur Perusahan warisan dari kakek mereka ?? Persaingan keduanya yang tidak terelakkan selama 3 tahun terakhir ini seolah dilepaskan Kyuhyun untuk mengalah hanya karena sebuah keinginan orang lain.

“ Kau terkejut? Sama halnya denganku, tapi aku tidak bisa berfikir lagi penawaran apa yang akan membuatmu tertarik “ ujar Kyuhyun “ Jadi bagaimana? Ayolah Changmin~ah, kali ini aku benar-benar meminta bantuan padamu”

“ Aku tidak tahu…masih harus kupertimbangkan “

“ Tidak masalah, hubungi aku jika kau setuju untuk membantu, aku bersungguh-sungguh akan turun dari posisi Direktur jika kau bisa membawa Pak Park untuk meminta maaf pada ibu mertuaku, aku tunggu kabar darimu “ ujar namja itu lalu bangkit dari kursinya. Tidak mengatakan apapun lagi Kyuhyun segera berjalan meninggalkan caffee dan berjalan menuju mobil hitam yang terparkir didepan caffee.

~**~

Seohyun’s POV

Aku sudah sangat hafal dengan kebiasaan sore hari yang akan dilakukan suster Jang untuk mengajak ibuku berjalan-jalan sore disekitar kawasan apartemen ibuku yang memang masih cukup asri dengan beberapa pohon yang sengaja ditanam oleh pihak pengurus apartemen. Aku sengaja untuk tidak masuk kedalam gedung karena sudah menduga suster Jang akan membawa ibuku mengunjungi taman yang terletak tepat disebrang gedung apartemen yang ditempatinya. Sekarang bisa kulihat mereka berdua, ibuku masih duduk diatas kursi rodanya seperti biasa dan suster Jang dengan santai mendorong kursi roda ibuku mengelilingi taman segi empat itu.

Kubawa langkahku hati-hati kearah mereka, posisi keduanya yang membelakangiku membuat mereka tidak sadar dengan kehadiranku yang kini telah berdiri dibelakang mereka.

Akhirnya kuputuskan untuk menyentuh lembut bahu suster Jang dan aku bersyukur dia tidak terlonjak terkejut hanya menoleh kebelakang untuk menatapku, segera saja kuletakkan jari telunjukku dibibirku seolah memberikan isyarat agar ia tidak bersuara yang dibalas anggukan mengerti olehnya, aku tersenyum tipis lalu menggerakkan jariku yang lainnya menunjuk kursi roda ibuku lalu menunjuk kearah diriku sendiri, cukup puas dengan suster Jang yang paham akan maksudku ia akhirnya menyingkir pelan dan segera kuambil alih posisinya menyentuh pegangan kursi dengan hati-hati dan hal ini berbuah hasil karena ibuku masih belum menyadari adanya pergantian posisi orang yang mendorong kursi rodanya, sekali lagi aku memberikan isyarat pada suster Jang untuk meninggalkan kami dan ia menurut dengan langsung pergi menyebrangi jalan langsung masuk kegedung apartemen.

Kulanjutkan perkerjaan suster Jang mendorong kursi roda ibuku untuk mengitari taman segi empat ini sebelum akhirnya memilih sebuah bangku yang berada tepat dibawah pohon besar rindang. “ Apa kau tahu suster Jang, Joohyun sangat suka mengajakku kebawah pohon besar ini jika ia yang sedang mengajakku jalan-jalan “ ujar ibuku pelan namun terdengar nada senang dalam suaranya. “ Kau baru pertama kali ini menghentikan kursi rodaku dibawah pohon ini, biasanya kita hanya keliling taman dua kali lalu kembali menuju keapartemen “ lanjutnya lalu terdengar nada geli dari suaranya

Aku masih belum mau membuka suaraku, kubiarkan ibuku tetap menganggap diriku sebagai suster Jang karena aku masih berfikir keras untuk mencari kalimat pembuka yang akan kuucapkan padanya. Hampir satu minggu aku sama sekali tidak menghubunginya sejak kejadian diapartemen itu, perasaan menyesal untuk saat ini menguasai sebagian hatiku karena teringat sikapku yang membentaknya, tapi sebagian hatiku lagi masih bersikap egois karena aku tahu aku benar. Eomma terlalu berperasaan.

“ Apakah Joohyun menelponmu suster Jang? “ ibuku membuka suaranya lagi “Dia menanyakan kabarku tidak padamu ?” kali ini nada suaranya terdengar pahit dan itu berakibat fatal bagiku, mataku berkaca, seketika aku merasa menjadi mahluk yang paling keterlaluan yang pernah hidup didunia. “Joohyun mungkin benar-benar marah padaku” ujarnya sedih dan kali ini ibuku menundukkan kepalanya, aku sangat curiga jika ia tengah menangis.

Aku masih belum membuka suaraku, memanfaatkan waktu kebisuan kami dengan menelan ludahku dan berusaha menghilangkan air yang menggenang dipelupuk mata namun belum benar-benar tumpah itu. Tiba-tiba terjadi pergerakkan kecil pada ibuku, sebelah tangannya meraih dada kirinya dan menekannya pelan, samar bisa kudengar erangan kecil dari bibirnya, aku merapat panik kearahnya namun masih bisa menguasai diri untuk tetap mengunci mulutku. “Tidak apa-apa” ucap ibuku cepat, sepertinya dia sadar dengan pergerakanku “ akhir-akhir ini memang sering sakit, tapi sekarang sudah tidak apa-apa, mungkin penyakit orang tua biasa” lanjutnya lalu kembali duduk menegakkan tubuhnya dengan nafas berat yang bisa kudengar meluncur dari bibirnya.

Tapi aku tidak setuju dengan pernyataan ibuku, aku masih ingat saat aku membentaknya tempo hari dia juga menyentuh dada kirinya, apakah ada penyakit lain yang menyerang jantungnya? Kalau benar seperti itu setidaknya eomma harus segera mendapatkan penanganan yang serius, kenapa juga Sungmin oppa sama sekali tidak memberitahuku perihal ini ??

“ Suster Jang, bisakah kita kembali? Disini mulai dingin “ ujar ibuku yang membuatku tersadar dari jalan pikiranku sendiri. Aku memejamkan kedua mataku sesaat sambil menarik nafas, saat kubuka mataku yang kulakukan berikutnya adalah membuang nafas itu dan mengangguk yakin, aku harus membuang semua sikap egoisku dulu dan kembali berbicara dengan ibuku, sikap bisuku tidak adil untuknya. Kubuka coat yang kugunakan lalu kutaruh dengan lembut menyelimuti tubuh belakang ibuku, dia terlonjak sesaat dan aku membawa langkahku untuk maju agar bisa melihat wajahnya.

“ J..joohyun?” kagetnya, dia menyentuh coatku yang sudah bertengger dibahunya dan menatapku bingung. “ Sejak kapan kau disini ?” tanyanya. Jujur aku sangat senang mendengar kelancaran suaranya, mungkin keadaan eomma cukup membaik—bukan untuk jantungnya tentu saja—karena  ia sudah bisa bicara dengan cukup lancar.

“ Sejak mendorong kursi roda eomma menuju pohon ini” aku menjawabnya dan cukup puas dengan suaraku yang tidak terdengar kaku, mana mungkin aku bisa terus bersikap dingin pada ibuku sendiri.

Matanya terbelalak semakin terkejut namun kuabaikan dan aku memilih duduk dibangku batu yang berada tepat disebelah kursi rodanya. Eomma mengikuti kemana posisiku dan masih menatapku dengan penuh minat.

“ Maaf aku tidak langsung memberitahu eomma jika aku datang” ujarku pelan lalu dengan cepat mengalihkan mataku untuk menatap seorang ibu yang sedang mendorong sepeda kecil roda tiga yang dinaiki oleh anaknya yang mungkin baru berusia  4 tahun.

“ Tidak apa-apa…eomma senang kau datang” balas ibuku dengan suara pelan dan hal ini membuatku kembali menatapnya

“ Bagaimana keadaan eomma ?” tanyaku . Ibuku langsung tersenyum senang dan melihat senyumnya seolah mengangkat beberapa beban yang sebelumnya memberati pundakku.

“ Sangat baik saat eomma tahu kau datang” ujarnya dengan tidak bisa menutupi kegembiraannya.

“ Aku pasti benar-benar membuat eomma jengkel karena tidak menghubungi eomma seminggu ini ?” rasa bersalahku kembali menguasai dan sedikit menyingkirkan rasa egois itu

Sebuah gelengan kecil dengan senyum lembut terpeta diwajah ibuku, dia meraih telapak tanganku dan langsung menggenggamnya, mengirim rasa hangat menenangkan yang sangat kusukai. “ Eomma mengerti jika kau pasti butuh waktu” ujar ibuku lembut “ hal itu sangat bisa dimengerti” lanjutnya. Perubahan ekspresi terjadi diwajahku dan bisa kurasakan hal itu, rasa tidak mau mengalah itu tiba-tiba muncul karena aku merasa kalimat ibuku seolah-olah mengatakan aku telah kalah berperang dan akan memaafkan paman.

“ Tapi aku tidak akan mengubah rencanaku eomma” ucapku hati-hati dan kali ini perubahan ekspresi terjadi juga diwajah ibuku, senyum itu perlahan hilang tergantikan dengan kerutan didahinya. “ Aku minta maaf karena aku…” sedikit ragu untuk melanjutkannya namun sentuhan lembut dipunggung tanganku membuatku seolah memiliki kekuatan untuk kembali melanjutkan kalimatku “…karena aku telah membentak eomma waktu itu, aku…aku benar-benar menyesal “ ujarku lalu menundukkan kepalaku untuk menatap tanah padat yang kini tampak lebih menarik dari pada sudut-sudut taman yang biasanya selalu kusukai.

“ Eomma mengerti situasimu saat itu “ jawab ibuku yang kurasakan untuk membesarkan hatiku

“ Tapi tetap saja aku harus meminta maaf pada eomma, Sungmin oppa benar jika aku sedikit keterlaluan, dia sampai membentakku karena aku bersikap kasar pada eomma” kusadari jika ibuku terkekeh kecil sebelum aku mengerucutkan bibirku dan dia berusaha menahan tawa kecilnya dan menyentuh sisi wajahku penuh sayang.

“ Apakah eomma harus benar-benar mendaftarkan Sungmin dicatatan sipil sebagai anak eomma ?” ibuku bertanya menggoda dan aku membelalak terkejut karena melihat sikap jahilnya yang tiba-tiba muncul, siapa yang mengkontaminasinya seperti ini ?

“ Eomma…” rengekku

“ Arraso, eomma hanya menggodamu” ujar ibuku tersenyum lebar dan aku sadar jika perasaan marah yang sempat kurasakan pada eommaku beberapa waktu lalu telah melebur seolah-olah aku tidak pernah merasakannya sebelumnya.

“ Tapi eomma memaafkanku kan?” aku bertanya sekali lagi, hal ini masih harus dipastikan.

“Tentu saja, bahkan jika kau tidak meminta maaf sekalipun eomma tidak akan mempermasalahkannya “

“ Tidak boleh seperti itu, aku sadar jika aku memang sedikit keterlaluan” ucapku sadar

“ Tapi semua itu sudah termaafkan “ ujar ibuku mengakhiri topik permintaan maaf ini dengan senyum lebar yang tidak tahan untuk tidak kubalas.

“ Tapi eomma….” aku kembali memulai saat senyum tidak lagi terlukis diwajahku, aku menatapnya dengan sedikit perasaan bersalah yang bercampur dengan sikap keras kepala “ ..seperti yang kukatakan sebelumnya aku tidak akan mengurungkan niatku “ lanjutku, kurasa ibuku paham kemana arah pembicaraanku, ia tidak lagi tersenyum namun hanya memandangku penuh arti. “Dia pantas mendapat ganjaran atas semua perbuatan yang ia lakukan pada kita, aku…aku bukan orang baik seperti eomma..aku bukan orang yang sempurna seperti itu…aku tidak bisa memaafkannya eomma…maaf…”

“ Akan kulakukan apapun agar semua ini terbayarkan, apapun itu…”

“ Jadi…kita berada didua kubu yang berbeda ?” tanya ibuku akhirnya, aku menatap kecewa kearahnya seolah kata-katanya barusan menunjukkan perbedaan yang mencolok posisi dimana kami berdiri.

“ Aku bersedia untuk menerima pasukan lagi?” celetukku bercanda dan ia hanya tersenyum pahit. “Eomma menyukai kata damai lebih dari apapun” ujarnya dan aku cukup sadar kata-kata itu untuk menyindiriku

“ Tapi kenapa eomma? Kenapa eomma…lebih memilih memaafkan orang itu? “ tanyaku enggan

“ Apa kau tahu Joohyun kata-kata ayahmu sebelum ia meninggal ?” ibuku balik bertanya tanpa menatapku, kedua matanya menuju kearah lain seolah memandang sesuatu yang sangat jauh sekali.

“ Apa itu?”

“ Pamanmu itu adalah saudara dan satu-satunya keluarga ayahmu yang masih hidup, ayahmu menjaga adiknya dan mengorbankan apapun untuk bisa menyekolahkannya, bisa dikatakan orang yang dicintainya selain eomma dan kau…dan yang dia minta hanyalah…” suara ibuku tercekat tiba-tiba dan hal ini mendorongku untuk meremas tangannya kuat “…kita saling menjaga, termasuk pamanmu…”

Rasa marah menjalari nadiku karena merasa sangat dikhianati untuk yang kesekian kalinya oleh Pamanku itu “ tapi dia tidak..”

“ Eomma tahu, tapi setidaknya eomma yang akan tetap mengkuti kata-kata ayahmu…apa lagi yang eomma bisa lakukan untuknya Joohyun? “

Mulutku terkunci dan aku tahu jika tidak ada gunanya lagi jika aku mengeluarkan semua pendapatku untuk beradu argument dengannya

~**~

Aku beranjak keluar dari mobil Sungmin yang mengantarkanku sampai kedepan gedung apartemen Kyuhyun. Melambai sesaat kearahnya sambil mengucapkan terima kasih dan tidak lama Sungmin kembali memacu mobilnya meninggalkan kawasan apartemen ini. Sebelumnya aku masih sempat makan malam bersama dengan ibu dan Sungmin oppa karena aku memang sengaja ingin menemuinya setelah hampir seminggu juga aku tidak melihatnya. Sungmin oppa membuatkan kami makan malam yang merupakan resep terbaru yang dijual dicaffeenya, aku sedikit merasa tersaingi melihat kemampuan memasaknya yang semakin meningkat, siapapun yang menjadi istrinya tidak akan kerepotan jika tidak sempat memasakkan sesuatu untuknya.

Langkahku terus masuk kedalam gedung dan langsung menuju lift, tidak butuh waktu lama saat aku telah sampai didepan pintu apartemen yang kutempati bersama Kyuhyun, mengetikkan beberapa kombinasi angka yang ada dipinggir pintu dan bunyi bip pelan itu muncul yang menandakan pintu tidak lagi terkunci. Kudorong pintu depan apartemen kami dan kembali melangkah kedalam, suasana hangat yang sudah kuhafal menyambutku, kulepas coatku dan menaruhnya dilengan sofa yang ada diruang tengah, kakiku masih terus melangkah berbelok kearah dapur dan langsung menuju bench karena aku berniat untuk membuat sesuatu yang hangat untuk menghangatkan perutku.

Saat tengah menyiapkan cangkir yang akan kupakai, tubuhku terlonjak terkejut akibat merasakan gerakan tangan yang merayapi tubuhku melalui pinggangku dan langsung memeluk tubuhku dari belakang.

“Kau kemana saja ?” suara lembut Kyuhyun terdengar merajuk ditelingaku, dagu namja itu ia taruh manja dibahuku dengan kedua tangannya yang melingkar sempurna dipinggangku, rasa terkejutku mulai hilang namun masih belum bisa menyingkirkan kekakuan tubuhku akibat kontak fisik seperti ini dengannya.

“ Kau mengejutkanku..” tanggapku pelan “..sejak kapan kau pulang?”

“ Dua jam yang lalu, aku hampir mati bosan karena menunggumu..”

“ Jangan berlebihan, aku menemui eomma tadi “

Kyuhyun mengangkat dagunya sesaat seolah sedang menatapku tertarik “ Benarkah? Apa yang kalian bicarakan ?”

Aku mengangkat bahu dan masih sedikit kaku “ Aku meminta maaf tentu saja”

“ Itu bagus “ gumam Kyuhyun pelan dan kembali meletakkan dagunya dengan santai dibahuku, tubuhnya menyandar lemas dibelakang tubuhku dan semakin menghangatkanku.

“ ehm…sekarang kau bisa lepaskan aku ?” aku bertanya pelan setelah hampir satu menit kami berdua tidak membuka mulut kami untuk bersuara

“ Tidak mau “ jawab Kyuhyun langsung dan kurasakan justru lingkaran tangannya semakin erat

Aku sedikit bergeliat namun Kyuhyun justru mencari kedua telapak tanganku, dia menyatukan jari-jariku dengan jarinya sesaat lalu ikut membawanya kedepan perutku dan menaruhnya nyaman disana. “Biar seperti ini terus” ujar Kyuhyun pelan

“ Jangan kekanak-kanankkan “ ucapku berusaha tidak terbuai atas sikapnya

“ Ini bukan sikap kekanak-kanakkan Seohyun~ah, ini sikap melindungi, bisa dikatakan sikap laki-laki sejati”

Aku mendengus kecil namun senyum lebar merayap diwajahku “ Baru sebentar saja tidak melihatmu aku sudah merindukanmu “ Kyuhyun bergumam lagi dan dengusan yang keluar melalui hidungku semakin kuat “ Aku tidak berbohong “ tambah Kyuhyun meyakinkan “..kau tahu apa namanya gejala seperti itu? “ tanyanya lagi

Kali ini kuputar kedua mataku untuk berpura-pura berfikir. “ itu artinya aku benar-benar telah jatuh cinta padamu “ bisik Kyuhyun lembut, aku yakin ia begitu sengaja meletakkan bibirnya begitu dekat ditelingaku yang membuatku bergidik kecil. Pria ini memang sedang menggodaku !!

“ Seohyun~ah ?” panggilnya sekali lagi, aku tidak memiliki waktu untuk menjawab karena aku bisa menebak jika Kyuhyun hendak membuka mulutnya lagi untuk berbicara “ kita mulai tidur bersama saja malam ini, setiap pasangan yang sudah menikahkan selalu seperti itu” kedua mataku melebar dengan cepat, yang kulakukan sekarang adalah menggunakan salah satu sikuku untuk menyikut tulang rusuk Kyuhyun yang langsung melepaskan pelukannya, erangan kecil meluncur dari bibirnya dan aku langsung memutar tubuhku untuk melihat Kyuhyun yang sekarang sedikit membungkuk memijat-mijat dadanya.

“ Apa yang kau lakukan ?!” erang Kyuhyun kesal

“ Kau..kau…bisa-bisanya…” aku mengucapkan kalimat itu dengan mulut yang kadang terbuka dan kadang tertutup karena begitu bingung mencari kata-kata yang tepat

“ Jangan membicarakan hal itu lagi ?!! “ bentakku akhirnya, wajahku membara dengan cepat dan aku yakin aku bisa membakar seonggok daging diwajahku.

“ Apa yang salah ? Semua suami istri memang tidur bersama bukan ?” Kyuhyun menyerang. Aku sampai berjengit kuat dan reaksiku ini langsung memunculkan cengiran lebar diwajah Kyuhyun saat dia sudah kembali berdiri tegak, sepertinya rasa sakitnya sudah menghilang. Seharusnya kusikut lebih keras.

“ Kau itu kenapa ?” kini ia bertanya seperti sedang bernyanyi “ masih saja malu jika membahas hal seperti itu” lanjut Kyuhyun sambil mengangkat bahu dan sedikit menggeleng “ Seohyun~ah, jangan-jangan kau mengartikan tidur bersama yang kumaksud itu sebagai sesuatu yang lebih intim ?” Kyuhyun bertanya menuduh dengan menyipitkan kedua matanya

“ Mwo ?” Aku terhenyak sesaat sebelum merasa malu karena sejujurnya pikiranku telah berlari kearah sana. Tawa renyah Kyuhyun keluar dari bibirnya, aku sampai merasa terhina saat Kyuhyun harus sedikit membungkuk karena ia memegang perutnya yang mengejang akibat tawa kerasnya.

“ Berhenti tertawa “ bentakku malu

“ Tidur bersama yang kumaksud hanyalah kau tidur disampingku dan aku tidur disampingmu “ jelas Kyuhyun setelah berhasil menguasai diri untuk tidak tertawa lagi namun cengiran yang begitu lebar masih terlukis diwajahnya.

“ Tidak ada yang bisa menjamin jika kau tidak mengharapkan lebih dari itu “ balasku menuduh dan merasa sedikit terhibur memiliki pembelaan

“ Aku tidak menampik hal itu “ Kyuhyun berujar jujur dengan wajahnya yang berpura-pura polos membuat kedua mataku melotot kearahnya “ Tapi aku bersumpah yang kumaksud mengajakmu tidur bersama tadi adalah kita mulai tidur diruangan yang sama, sekarang untuk apa lagi berpura-pura jika kita sama-sama tahu perasaan kita masing-masing” jelas Kyuhyun dan perlahan senyum mengejeknya hilang tergantikan dengan senyum lembut yang kusukai

“ Kau tidak suka aku berada didekatmu ?” Kyuhyun bertanya dengan raut wajah yang ia buat sok sedih dan aku memaki diriku sendiri karena terpengaruh ekspresi palsu itu, bodohnya kenapa aku menggelengkan kepalaku ?

“Lalu ?” ia bertanya dengan menaikkan sebelah alisnya terlihat sangat tampan dimataku *huek*

“ Aku hanya terkejut “ ujarku akhirnya

“ Jadi tidak ada masalah kan?” dia bertanya bersemangat, aku masih berusaha mendelik kearah Kyuhyun namun namja itu sudah tersenyum seperti orang tolol lalu menganggukkan kepalanya “ Aku janji tidak akan menyerangmu tanpa adanya ijin darimu “ ujarnya bodoh namun aku berusaha menyelami matanya mencari tanda-tanda ‘kemesuman’ yang mungkin akan membongkar niat tersembunyinya.

Mungkin aku yang bodoh saat ini, meskipun tanda-tanda itu ada sekalipun aku akan tetap kalah dan menyetujui idenya, sebagian dari hatiku menghianatiku karena keinginan untuk tidur dalam pelukan namja itu juga. Aku mengangkat bahu tanda menyerah dan namja itu langsung saja menghampiriku dan mendekapku kencang “ Mana mungkin kau menolakku Seohyun~ah “ tawanya

~**~

3 hari terlewat dengan aman sejak aku mulai hijrah kekamar Kyuhyun, hanya tidur disana saat malam sejujurnya, semua pakaianku masih tersusun rapi dilemari yang ada dikamarku sebelumnya. Untungnya namja itu hanya merajuk saat malam hari yang selalu mengingatkan jika kamar tidurku adalah kamar tidur yang ia tempati juga, tidak heran jika setiap malam raut wajahku selalu berubah menjadi merah jambu pucat.

Walaupun dipagi pertama saat aku terbangun aku masih harus dibuat merinding saat mendapati tangannya yang telah melingkar dipinggangku atau nafasnya yang terasa terlalu dekat dengan wajahku. Satu yang begitu kusukai adalah kenyataan jika aku selalu bangun lebih awal darinya dan bisa menikmati dengan puas wajahnya saat setengah jiwanya tengah mengelana dialam mimpi, mukanya seperti bayi saat itu, benar-benar saat yang paling menyenangkan.

Kali ini aku tengah bersama kakak iparku, Ahra eonni. Sejak mengalami keguguran waktu itu Ahra eonni tidak mengangguku dengan pekerjaan untuk membantunya menerjemahkan bahasa dari rekan bisnisnya. Tapi kali ini ia menyerah dan benar-benar membutuhkan bantuanku karena merasa tidak puas dengan kinerja penerjemah yang ia sewa, menurut Ahra eonni penerjemah barunya bukan orang yang ramah sehingga rekan bisnisnya sangat tidak suka berbicara dengan penerjemah itu. Setelah sempat meminta ijin pada Kyuhyun dan sedikit mengancam kurasa akhirnya Ahra eonni bisa membawaku bersamanya, kami baru saja menemui rekan bisnisnya itu setengah jam yang lalu dan Ahra eonni langsung berteriak senang saat akhirnya penandatangan kontrak terjadi.

“ Aku benar-benar terima kasih Seohyun~ah, jika kau tidak ada bisa kukatakan aku kehilangan kesempatan besar ini” ujarnya masih tersenyum lebar saat kami telah berjalan keluar dari mobil untuk masuk kedalam butik. Ahra eonni mengatakan jika ia ingin membelikan sesuatu untukku sebagai balasan karena telah membantunya. “ Eonni sudah berterima kasih hampir keempat kalinya, itu bukan apa-apa..aku hanya sekedar membantu” jawabku membalas senyumnya

“ Kalau begitu ucapan terima kasih lainnya kau harus mencari pakaian yang kau sukai dibutik ini, aku yang membelikannya….tidak ada penolakan..” dia melotot saat aku hendak membantahnya “..apa kau ingin membuatku terus berhutang budi?” dia bertanya dengan wajah pura-pura marah. Akhirnya aku mengangkat bahu tanda setuju untuk menerima pemberiannya

“ Apakah tidak ada rencana untuk kau dan Kyuhyun memiliki anak lagi?” tanya Ahra eonni saat kami berjalan menuju salah satu sudut ruangan butik kembali memilih pakaian-pakaian “..mengingat kalian sempat gagal bukan memilikinya “ lanjut Ahra eonni, sejujurnya aku tidak menyukai topik ini, kembali mengingatkanku akan rasa sakitnya kehilangan kandunganku waktu itu. “Entahlah “ jawabku enggan membahasnya lebih lanjut

“ Maaf Seohyun~ah, kau merasa tidak nyaman ya membicarakan hal itu? “

“ Aniyo eonni, hanya seperti kenangan buruk saja untukku”

“ Sebenarnya rata-rata setiap pasangan yang sudah menikah mengalami keguguran dari sisi sang istri, tentu saja “ aku menoleh untuk menatap Ahra eonni kali ini “ namanya juga pengalaman pertama pasti persiapannya tidak begitu optimal bukan”

“ Tapi jika aku lebih hati-hati lagi mungkin saja…” aku terdiam merasa tidak perlu untuk melanjutkan kalimatku

“ Tenang saja….Kyuhyun pasti akan berusaha lebih keras lagi “ sambar Ahra eonni dengan lirikan jahil, mungkin dia bermaksud mencairkan suasana dan cukup berhasil karena aku mengalihkan tatapanku berusaha menyembunyikan semburat merah yang muncul. “ Kalian harus terus berusaha tentu saja, kau juga jangan terlalu pasif Seohyun~ah, menurut beberapa buku yang pernah kubaca jika tidak ada yang salah jika sang istri yang memulai atau memancing suasana “ Aku mengernyit tidak setuju saat bayangan diriku yang tengah menggoda Kyuhyun melintas dikepalaku “ Dan suami juga pasti menyukai hal itu, mereka tentu ingin juga pihak wanita yang menyatakan keinginannya, istilahnya jangan terlalu jual mahal jika sama-sama membutuhkan “

Aku masih belum bersuara namun tetap mendengarkan semua ucapan Ahra eonni yang ia kutip dari beberapa buku.

“ Kau juga harus bisa memperkirakan waktu yang tepat, kalau bisa melakukannya saat kau berada dalam masa subur, hal itu sangat membantu karena akan langsung membuahkan hasil “

“ Eonni cukup “ ujarku akhirnya setelah merasakan wajahku benar-benar membara, aku menoleh kekiri dan kekanan merasa perlu mengecek adakah yang mencuri dengan pembicaraan intim kami “ Aku mengerti, mungkin…ya…ummm…aku akan mencobanya…aku lihat nanti “ ujarku tidak meyakinkan dan tawa meledak menyerang Ahra eonni, kali ini dia tampak benar-benar mirip dengan Kyuhyun. “ Aku bisa bayangkan kesenangan Kyuhyun saat menggodamu, kau benar-benar menggemaskan “ ujarnya lalu menggandeng tanganku dan menuju beberapa pajangan baju yang tampak menarik perhatiannya.

~**~

Aku mencuri pandang kearah Kyuhyun yang tampak serius menatap layar laptopnya sedang mengerjakan tugas kantornya, dia duduk diatas ranjang yang sama denganku, punggungnya bersandar pada sandaran tempat tidur dengan kedua mata yang terfokus pada layar laptopnya. Sedangkan aku sudah menarik selimut menutupi sebagian tubuhku namun masih belum bisa membuat diriku untuk tertidur, pembicaraan dengan Ahra eonni sudah dua hari ini mengangguku, aku mulai berfikir apakah aku begitu egois jika melarang Kyuhyun menyentuhku ? Aku bergidik saat mengingat perbincanganku ditelpon tadi pagi dengan Ahra eonni yang mengatakan mungkin saja Kyuhyun merasa tersiksa tapi harus menahan diri karena aku yang masih mengalami sedikit trauma. Tapi Ahra eonni kan tidak tahu keadaan rumah tangga kami yang sebenarnya sebelum aku dan Kyuhyun benar-benar saling mengungkapkan perasaan kami, kejadian saat kami melakukan hal itu bukan atas dasar kami mulai jatuh cinta tapi situasi yang terlalu mendukung, aku mungkin mabuk atau apalah…aku menggeleng kuat-kuat

“ Ada apa ?” Aku terlonjak kecil lalu menoleh kearah Kyuhyun yang menatapku bingung “ Apa yang kau pikirkan ?” tanyanya

“ Ani…” jawabku cepat lalu semakin merapatkan selimut sampai kebatas leherku

Tapi situasi sekarang berbeda bukan? Kyuhyun sudah terang-terangan tidak menampik jika dia memikirkan hal itu juga, aku tidak boleh bersikap egois jika hal itu memang lumrah, hanya saja…kupikir aku belum siap.

“ Kyuhyun~ah ?” aku memanggilnya pelan

“ Hmm ?” dia menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptopnya

Aku menggigit bibir merasa menemukan jalan buntu untuk mencari kalimat yang tepat

“ Kau…apakah kau….”

Kusadari terjadi pergerakkan disebelahku, pandangan Kyuhyun kini telah tertuju kearahku “ Apakah kau berfikir untuk kita…” aku benci mengakui jika pipiku mulai memanas sekarang “…kita akan merencanakan untuk mempunyai anak lagi, ani…maksudku…seperti dulu persyaratan yang kau berikan padaku…jika…maksudku…kau kan ingin memiliki keturunan karena kakek akan punya alasan yang tak terbantahkan untuk memberikan perusahaan padamu, karena itu kau mengajukan syarat jika hubungan intim akan tetap dilakukan dipernikahan kontrak kita…dan waktu itu karena aku sempat keguguran apakah kau…mungkin kau…” aku berbicara dengan kecepatan yang luar biasa membuat Kyuhyun membelakakkan kedua matanya “ maksudku…aishh…”

“ Aku paham apa yang kau maksudkan Seohyun “ potong Kyuhyun dan aku senang tidak ada cengiran bodoh yang terpeta diwajahnya “ Mungkin harus ada yang diluruskan sebentar “ lanjut Kyuhyun lalu menaruh laptopnya dimeja yang terletak tepat disebelah tempat tidur ini “ Yang pertama aku sudah memintamu untuk melupakan kontrak pernikahan kita, bukankah kita sudah membakar kertas kontrak tolol itu? Tidak ada lagi pernikahan kontrak karena setelah masalahmu selesai aku akan benar-benar mengajakmu menikah diacara yang sebenarnya “ aku tidak tahan untuk tidak tersentuh mendengar ucapan Kyuhyun “ Yang kedua adalah aku tidak lagi terobsesi dengan perusahaan, aku cukup banyak belajar untuk sadar ada hal-hal yang lebih ingin kumiliki ..” ia menggerakkan dagunya kearahku, aku tersenyum kecil paham siapa yang dimaksud ingin dimilikinya “ jadi tentang keturunan, ya aku tidak mau munafik jika seorang suami tentu saja ingin memiliki darah dagingnya sendiri, tapi bukan dijadikan alasan bodoh untuk memiliki perusahaan, aku baru sadar betapa bodohnya aku waktu mengajukan persyaratan itu padamu “

“ Lalu…” Kyuhyun menjulurkan tangannya untuk menjangkau sisi wajahku lalu mengelusnya lembut. “ Untuk proses menghasilkan keturunan itu…” dia tersenyum kecil dan aku was was menantikan jawabannya “…aku hanya menunggu kau siap melakukannya “ ucapnya dan terdengar sangat meyakinkan ditelingaku “ Aku tidak semesum yang kau pikirkan “ tambahnya dengan nada sakit hati yang ia buat-buat

“ Aku tidak bermaksud seperti itu” ujarku memberenggut

“ Baiklah aku mengerti, tapi setidaknya ini cukup menjelaskanmu bukan ? Kita lakukan jika kau siap..”

“ Bagaimana jika aku tidak pernah siap ?” aku bertanya ngeri

“ Harus dipaksa siap kalau begitu, aku sendiri yang akan memaksamu “ ucap Kyuhyun seolah mengancam namun seketika kembali tersenyum menenangkanku

“ Kau pasti akan siap itu pasti..karena kita pernah melakukannya sebelumnya, tidak akan sulit untuk mengulangnya…tentu saja prosesnya sama “ Kyuhyun menambahkan kalimat terakhir itu dengan nada jahil yang membuatku langsung melotot kearahnya

“ Arraso~~ sudah cukup membahas hal ini,lebih baik kita tidur, aku akan memelukmu sepanjang malam ini….hanya memeluk Seohyun~ah “ tambah Kyuhyun merana saat aku bersikap waspada kearahnya, dia segera menarik tubuhku untuk merapat kearahnya, membuatku langsung menghadap pada dadanya. Diusapnya rambut panjangku dan kudengar ia bersenandung kecil sampai akhirnya kami berdua benar-benar jatuh tertidur.

~**~

Author’s POV

“ Aku memerlukan bantuanmu hyung, kau bisa bawa Seohyun menjauh sesaat dari Seoul, mungkin sedikit berlebihan tapi aku ingin ia tidak ada kesempatan untuk hari ini bisa menemui ibu mertua “ ucap Kyuhyun kepada Sungmin disebrang telpon

“ Tidak masalah, aku akan memintanya menemaniku berjalan-jalan kepantai Barat, kudengar ada festival menyambut musim panas yang akan diadakan disana”

“ Jangan sampai dia curiga, kupikir aku benar-benar butuh sedikit lebih banyak waktu untuk mempertemukan ibu mertua dengan Paman Seohyun, dan melihat kondisi Seohyun yang akan menentang hal ini tidak ada pilihan lain yaitu membuatnya menjauh sesaat “ gumam Kyuhyun sambil berusaha menekan rasa bersalahnya.

Changmin menghubunginya semalam jika ia telah membujuk Pak Park untuk menemui kakak iparnya dan berhasil, butuh perdebatan panjang antara anak dan ayah tiri itu sebelum akhirnya Changmin berhasil meyakinkan tidak akan ada yang menuntutnya asal Pak Park mau meminta maaf kepada ibu Seohyun. Kyuhyun telah memerintahkan manager Lee untuk menghentikan penyelidikan ini sejak 4 hari lalu, dan saat ingat bagaimana Seohyun yang menanyakan perkembangan kasusnya namja ini menjawab ‘semakin baik’ dengan sengatan menyakitkan akibat rasa bersalah karena membohongi Seohyun. Pikirkan itu nanti dan selesaikan semuanya hari ini. Namja itu telah memilih untuk mengikuti permintaan ibu mertuanya, dia telah mempunyai alasan cukup jelas untuk tidak melanjutkan kasus 14 tahun lalu, Seohyun yang menyimpan dendam bukanlah yang ia kenal. Kyuhyun akan menghadapi kemarahan Seohyun nanti tapi ia yakin semuanya akan kembali reda dengan berjalannya waktu, ditambah sifat Seohyun yang sepertinya tidak tahan lama untuk marah terhadap orang-orang yang ia cintai, ini bukan pemanfaatan—bela Kyuhyun pada dirinya sendiri saat rasa bersalah berhasil kembali menyodoknya, hanya terkadang….sesuatu butuh diputuskan tanpa harus melihat apakah sesuatu akan membebankan satu pihak.

Setelah mengakhiri pembicaraan singkat dengan Sungmin namja ini meletakkan smarthphonenya diatas meja dan menunggu tegang Changmin yang sudah berjanji akan menghubunginya kembali jika ia akan mengajak Pak Park untuk menemuinya dan bersama-sama mereka akan menuju apartemen yang ditempati ibu Seohyun.

~**~

“Kenapa tumben sekali ingin pergi ke Pantai ?” tanya Seohyun penasaran dan bercampur bingung saat Sungmin telah mendorongnya bersemangat untuk masuk kedalam mobil, namja itu tidak sempat menjawab dan langsung mengitari mobil lalu masuk lewat pintu kemudi.

“ Kudengar ada festival musim panas disana, sesuatu yang selalu rutin dilakukan disana, sejujurnya saja setelah kembali ke Korea aku begitu ingin kesana namun belum sempat, lagi pula kita baru menemui musim panas tahun ini kan karena sebelumnya kita di Jepang” jelas Sungmin panjang lebar dan Seohyun tersadar jika Sungmin telah menjalankan mobilnya

“ Oppa meninggalkan caffee begitu saja untuk ini?” tanya Seohyun lagi, tidak ada kecurigaan disana tapi Sungmin sedikit bergerak tidak nyaman dikursi kemudinya “ Aku sudah punya pegawai-pegawai yang cukup kompeten, lagi pula aku kan absent hanya sehari, ayolah Seohyun jangan banyak tanya dan cukup temani aku”

“ Kita bisa mengajak eomma seharusnya, dia pasti akan senang menghirup udara pantai “ tambah Seohyun

“ Ajuhma tidak ingin ikut, aku telah memintanya tadi tapi dia bilang dia ingin dirumah saja “ bohong Sungmin

“ Sayang sekali “ tanggap Seohyun kecewa

“ Hei ayolah~~ apa kakakmu ini tidak cukup ?? Kau harus menjaga mataku jika banyak wanita yang mengenakan bikini disana “ canda Sungmin dan sukses mengalihkan tatapan Seohyun yang melotot tidak senang kearahnya

“ Jangan katakan ini alasan oppa untuk pergi kepantai itu?” tuduh Seohyun dengan hidung yang mengernyit

“ Hahaha~ tentu saja tidak~ sungguh aku hanya ingin tahu seperti apa festival disana, lagi pula aku hanya menggodamu, setidaknya aku masih bisa bersaing dengan Kyuhyun, kau kan sudah dibuat buta oleh namja itu”

“Oppa….”

Gelak tawa meluncur dari bibir Sungmin, setidaknya aktingnya tidak begitu buruk dan rencana hari ini harus berjalan lancar, Kyuhyun akan menghubunginya jika pertemuan antara Pak Park dengan ibu Seohyun telah berakhir.

~**~

“ Tenanglah eommonim, bukankah saat kau terjatuh waktu itu karena eommonim berusaha mengejarnya? Aku minta maaf jika ini sangat mengejutkan eommonim, tapi…kupikir lebih baik kita menyelesaikannya, Seohyun…dia…aku sudah meminta pada Sungmin hyung untuk membawanya pergi sementara, lebih baik kita selesaikan tanpa kehadiran Seohyun “ Kyuhyun berujar lembut pada ibu mertuanya, kedua telapak tangan ibu Seohyun bergetar kecil saat tahu jika adik iparnya telah menunggu diluar apartemen bersama Changmin, Kyuhyun sengaja tidak langsung membawa mereka masuk karena ia pikir memberitahu ibu Seohyun lebih dulu mungkin akan sedikit menghilangkan rasa terkejutnya saat benar-benar telah bertatap muka

“ Aku akan disini menemani eommonim, tidak akan ada yang ia lakukan pada eomma, percayalah..” bisik Kyuhyun lalu meraih telapak tangan yang gemetar itu dan meremasnya pelan. Pelan ibu Seohyun menoleh kearah Kyuhyun, sulit untuk menebak apakah rasa takut atau rasa sakit yang lebih dominan menghiasi wajah pucat itu

“ Eom..ma…haruskah Kyu ?” tanyanya berbisik

“ Bukankah ini yang eomma inginkan ? Selesaikan semuanya. Kita akan bisa menyelesaikan semuanya sekarang, bicarakan semuanya disini, aku disamping eomma…setelah itu eomma tidak perlu mengingat semua ini lagi..eommonim, kau percaya padaku bukan ?”

Mata itu berkaca dengan cepat, ingin sekali Kyuhyun merengkuh tubuh gemetar ibu mertuanya, menghapus air mata yang baru saja jatuh dan melakukan apapun untuk bisa membuat ibu mertuanya merasa aman “ Kau benar Kyuhyun~ah, eomma..eomma memang harus menemuinya…kau…kau bisa membawanya masuk…”

Kyuhyun tersenyum dengan sangat lembut kali ini, namja itu mengangguk mengerti dan perlahan bangkit tapi tangan ibu Seohyun menahannya sesaat yang membuat Kyuhyun harus kembali menatapnya “ Kau..kau akan menemani eomma bukan ? Eomma tidak bisa meminta Seohyun menemani eomma…tapi mungkin…mungkin kau bisa…”

“ Tentu eommonim~ aku tidak akan beranjak kemana-mana sampai semua ini selesai “ jawab namja itu menenangkan sebelum akhirnya tangan ibu Seohyun dengan berat melepasnya untuk berjalan kepintu depan lalu membuka pintu itu dan membiarkan dua orang yang sudah menunggu diluar untuk masuk

~**~

“ Mungkin lebih baik kita pulang oppa” Seohyun memberitahu Sungmin saat mereka berhenti disebuah stan yang tampak menjual berbagai pernak penik unik yang terbuat dari kerang “Kenapa ?” Sungmin menjawab tanpa memperhatikan Seohyun karena sibuk memilih beberapa pernak-pernik yang menarik perhatiannya

“ Entahlah…tiba-tiba saja aku memikirkan eomma, bagaimana keadaannya saat kau pergi tadi ?”

Sungmin harus menyamarkan keterkejutannya dengan bertanya cepat pada penjual untuk menanyakan harga salah satu pernak pernik yang ada ditangannya. Setelah berpura-pura merasa keberatan dengan harga yang ditawarkan akhirnya Sungmin menoleh untuk menatap Seohyun

“ Ajuhma baik-baik saja Seohyun, kau tidak perlu khawatir”

“ Aku tidak tahu, aku merasa ada sesuatu yang mengganjal saja”

“ Mungkin lebih baik kita bermain ditepi pantai bagaimana ? Kau itu hanya jalan-jalan jauh sedikit saja sudah khawatir begitu, ajuhma benar-benar oke saat aku pergi tadi “

Seohyun mengangkat bahu tidak yakin namun Sungmin mengambil tindakan cepat. “ Aku akan membeli 2 topi pantai untuk kita jadi kulit wajah kita tidak akan terpanggang matahari, kau mau ikut ?”

Seohyun menggeleng menolak “ oppa saja, aku akan menunggu disini”

“ Baiklah~ tunggu sebentar~ 5 menit aku akan kembali”

Seohyun menatap datar punggung Sungmin yang menjauhinya, sesaat perasaan tidak tenang itu kembali melingkupinya, tidak tahu lagi cara apa yang mungkin baik untuk menenangkan dirinya sendiri akhirnya Seohyun mengeluarkan ponselnya, ia cari nomor telpon suster Jang yang ia simpan, setidaknya ia ingin tahu apa yang sedang dilakukan oleh ibunya sekarang.

Tidak sampai 2 menit suster terdengar suara keibuan yang dikenali Seohyun sebagai suara suster Jang.

“ Maaf jika aku mengganggu suster Jang, tapi apakah eomma baik-baik saja suster Jang ? “ tanya Seohyun yang tidak memerlukan basa basi lebih panjang

“ Nyonya ? Umm…aku minta maaf nona Seohyun, tapi kupikir tidak…”

Seohyun berdiri tegang ditempatnya, lebih dirapatkannya ponsel yang ada ditelinganya seolah akan berefek mendapatkan penjelasan lebih lanjut tentang maksud perkataan suster Jang.

“ Eomma sakit ? Apa dia mengeluh tentang jantungnya lagi?” Seohyun bertanya panik

“ Bukan itu, tapi…”

“ Ada apa?”

“ Aku ingin membawa nyonya kembali kekamar, sepertinya kondisinya sedikit terganggu, tapi tidak bisa kulakukan karena nyonya sedang bersama Tuan Kyuhyun dan dua orang pria”

“ Nde? Kyuhyun? “

“ Aku tidak mengenal dua pria lainnya nona Seohyun, tapi aku mendengar Tuan muda Kyuhyun memanggil pria yang lebih muda dengan sebutan Changmin “

Perlu beberapa saat bagi Seohyun untuk meluruskan benang kusut yang ada dipikirannya,Changmin memiliki hubungan dengan Pamannya seperti yang pernah Seohyun dengar dari pembicaraan Kyuhyun dan Manager Lee, seolah ada bongkahan es yang dicemplungkan tenggelam kedasar perutnya yang membuat Seohyun berdiri gemetar ditempatnya. Semuanya sudah cukup jelas, ia mengerti sekarang kenapa Sungmin membawanya menjauh dari apartemen ibunya, mereka memanfaatkan ketololannya dengan berjalan-jalan menikmati Pantai konyol ini sedangkan Kyuhyun melancarkan aksi untuk mempertemukan ibu dan pamannya. Jadi Kyuhyun membodohinya ? Namja itu yang sebenarnya membodohinya selama ini !

“ Aku sudah dapat topinya, ayo kita jalan lagi “ ujar Sungmin ceria tanpa menyadari ekspresi bercampur diwajah Seohyun “ Kita pulang oppa “ bisik Seohyun gemetar

“ Mwo? Pulang ? Aku baru saja mendapatkan topinya Seohyun~ah”

“ Kita pulang sekarang “ jawab Seohyun tidak terpengaruh

“ Tapi pantainya…kita bahkan belum…”

“ Berhenti membicarakan pantai tolol ini !! Aku ingin pulang sekarang oppa karena aku cukup tahu apa yang Kyuhyun rencanakan!! “ bentak Seohyun akhirnya, air mata itu tergenang dipelupuk matanya dan akhirnya jatuh merembes menyakitkan, perasaan dihianati oleh dua pria yang ia cintai membuat Seohyun merasakan rasa benci yang membuncah diujung kepalanya. Mungkin akan meledak sesaat lagi

“ Nde? Tapi..tapi bagaimana kau…” Sungmin menutup mulutnya cepat, sikapnya ini semakin membuat Seohyun menatap marah kearahnya. “ Aku ingin pulang sekarang oppa “ Seohyun membuang nafas menahan getaran amarahnya “ Lebih cepat lebih baik. Sekarang”

“ Tapi Seohyun~ah, mungkin lebih baik kita…”

“ Aku akan tetap pulang sendiri jika kau bersikeras menahanku, kuberitahu padamu oppa….aku akan sangat membencimu jika kau tidak mengantarku pulang sekarang juga”

“ Seohyun~ah kumohon dengarkan dulu, ini mungkin…”

“ Aku benar-benar membencimu…”

~**~

“ Aku minta maaf kakak ipar, kau bisa menghukumku sekarang juga! Aku tahu aku tidak pantas hidup atas apa yang aku lakukan padamu dan Joohyun, kau…kau berhak membunuhku jika kau mau” getar Pak Park sambil turun dari sofa dan menggunakan lututnya untuk duduk dilantai ruang depan apartemen ibu Seohyun.

“ Aku sudah menjelaskan situasiku padamu, terserah padamu…apa keputusanmu, jika….jika pada akhirnya kau ingin aku mendekam dipenjara..kupikir itu memang pantas untukku “

“ Pak Park “ tegur Changmin pelan, namja itu tidak bisa menahan rasa ibanya sesaat untuk ayah tirinya itu, walaupun tidak menyukai Pak Park yang merebut posisi ayahnya, tapi tetap saja pria ini telah ikut lama sekali dengan ayahnya dan Changmin mengenalnya sejak usianya hampir menginjak 16 tahun. “ Tidak ada yang…”

“ Saat Changmin memintaku untuk bertemu denganmu kakak ipar..“ Pak Park menyela ucapan Changmin dan masih menatap kearah ibu Seohyun yang merapatkan tubuhnya pada Kyuhyun “..aku rasa dia benar, tidak ada gunanya aku terus lari dari kesalahanku..dan aku…aku merasa siap jika nantinya kau akan menuntutku..itu sesuatu yang sangat pantas dilakukan..”

“ Tenanglah Pak Park…aku meminta Changmin membawamu bukan untuk menuntutmu, semua hal yang kukatakan dikantor dulu jangan lagi kau ingat, eommonim sudah memintaku untuk menghentikan penyelidikan kasus ini, dia…dia akan menjelaskan alasannya padamu langsung “ ujar Kyuhyun namun gerakan menggelengkan kepala dengan tergesa dilakukan oleh ibu Seohyun, wanita setengah baya itu menatap sengsara kearah Kyuhyun merasa tidak sanggup untuk berbicara pada adik ipar yang telah melakukan hal buruk padanya bertahun-tahun lalu.

“ Ayolah eommonim, kau sendiri yang ingin ini semua cepat selesai, kau bisa…aku disini…aku bersama eomma”

Bahu wanita itu bergetar keras dengan suara tangis yang teredam, perlu beberapa menit untuk Nyonya Seo mencoba menenangkan dirinya dan memberanikan diri untuk membuka suaranya. Perlahan mulai ia tatap wajah adik suaminya itu, Nyonya Seo mengejang sesaat saat menatap lebih lekat lagi wajah itu, wajah yang mirip dengan mendiang suaminya. Pertahanannya mungkin akan hancur berkeping-keping jika tidak ada Kyuhyun yang tetap mengeratkan genggaman tangannya pada telapak tangan Nyonya Seo.

“ Maafkan aku kakak ipar….aku…aku benar-benar minta maaf “ bisik Pak Park dalam suara getarnya yang pecah

“ Pergi….pergilah Jung Hyun” desis Nyonya Seo menatap merana adik iparnya yang masih setia menggunakan kedua lututnya untuk menopang tubuhnya.

Sunyi sesaat sebelum akhirnya Nyonya Seo kembali membuka suaranya, jauh lebih kuat dan berusaha tegar “ Pergilah…menjauhlah dari kami…jangan ada ditempat yang aku dan Joohyun masih bisa melihatmu…itu…benar-benar menyakitkan bagi kami…”

“ Kakak ipar…”

“ Aku mohon “ potong Nyonya Seo cepat, air mata jatuh menggenangi pipi pucatnya “ Aku tidak akan menuntut apapun darimu Jung Hyun, tidak akan…tapi…menghilanglah…menghilanglah dari kehidupan kami…kau…kau seperti kenangan buruk yang menyakitkan…”

“ Aku benar-benar…”

“ Aku memaafkanmu itu cukup !” potong ibu Seohyun sekali lagi, seolah tidak tahan jika ia harus lebih banyak berbicara dengan adik iparnya itu “ Kumohon sekali lagi padamu Jung Hyun, menghilanglah…jangan sampai ada kesempatan lagi aku dan Joohyun bisa bertemu denganmu…kami akan menghapusmu dari ingatan kami setelah hari ini…jadi…pergilah…”

“ Aku bersalah dan pantas dihukum”

“ Bukan aku…aku tidak ingin mengotori tanganku….cukup kau pergi itu terasa lebih baik, aku memaafkanmu…Joohyun…dia…dia akan melakukan hal yang sama sepertiku..asal…”

“ Aku pergi..”

“ Ya…”

“ Jika kakakku masih hidup mungkin dia yang akan membunuhku “ ujar Pak Park berbisik dan sebuah air mata akhirnya jatuh dari salah satu sudut matanya

“ Jika suamiku masih hidup, kau tidak akan melakukan hal itu pada kami…”

~**~

Telinga Seohyun berdenging kuat namun bukan akibat kepalanya terbentur sesuatu tapi lebih akibat dari rasa amarah yang mengalir dan menyebar melalui nadi-nadi tempat darah-darah itu dialirkan keseluruh tubuh. Rasa mual menambah sensasi menyesakkan diperut Seohyun sampai bisa ia rasakan kakinya bergetar saat dipaksa berjalan cepat menyusuri koridor lantai apartemen ibunya. Terdengar langkah panik dibelakang gadis itu namun tidak ada yang bisa dilakukan Sungmin untuk bisa menghentikan gadis itu. Sikap keras Seohyun berubah menjadi batu yang sulit dipecahkan yang membuat Sungmin berani bertaruh mungkin jika Sungmin bukanlah orang yang dikenal lama oleh gadis itu dia menjamin Seohyun telah menamparnya atau mungkin menendangnya.

Seohyun mengetikkan dengan tidak sabar kode apartemen ibunya yang sudah ia hafal dan langsung masuk dengan langkah besar.

Sesaat isak tangis teredam dari sang ibu menggema diruang depan itu membuat Seohyun mematung ditempatnya memandang satu titik dimana sang ibu meringkuk dalam dekapan Kyuhyun. Kesunyian total kini terjadi saat semua orang telah menyadari kehadiran Seohyun. Sadar akan kemarahan Seohyun yang akan meledak sebentar lagi, Kyuhyun melepaskan hati-hati dekapannya pada ibu mertuanya dan langsung bangkit berdiri.

“ Apa yang kau lakukan ?” tanya Seohyun gemetar hebat, suaranya tidak lebih dari sebuah bisikan sekarang. Changmin ikut berdiri, begitu pula Nyonya Seo yang berusaha bangkit namun kembali terjatuh disofa yang didudukinya, Pak Park yang melihat ringisan kesakitan ibu Seohyun maju tanpa sadar untuk membantu kakak iparnya itu

“ JANGAN SENTUH IBUKU !! JANGAN SENTUH DIA DENGAN TANGAN KOTORMU !! “ teriak Seohyun mengejutkan, ruangan kembali diam karena tegang. Sungmin menatap merana kearah Seohyun berusaha menyentuh bahunya.

“ Jangan sentuh aku !! “ seru Seohyun lagi, Seohyun melangkah cepat menyebrangi ruangan, tujuannya adalah tempat Kyuhyun dan saat gadis itu telah sampai didepan Kyuhyun layangan kuat dari telapak tangannya langsung mendarat disalah satu sisi wajah Kyuhyun. Hening menyesakkan kembali terjadi setelah bunyi tarikan nafas mengejutkan dari ibu Seohyun melihat sikap tak terduga Seohyun yang baru saja menampar menantunya.

“ Kukira…aku…” Seohyun mengalami kesulitan yang meyakitkan untuk tetap bersuaranya, dadanya mungkin akan pecah karena dia begitu ingin meneriakkan makian pada namja yang berdiri mematung didepannya sekarang “ kukira..aku..bisa mempercayaimu…kau…”

“ Seohyun, dengar…”

“ Kau membuatku benar-benar jadi manusia paling tolol Cho Kyuhyun”

“ Tidak seperti itu, ini…”

“ Apa yang kau lakukan ?”

“ Seohyun~ah, kami hanya…”

“ Kau juga diam !! “ potong Seohyun berang sambil menatap Changmin, dia merasa berteman dengan baik dengan namja itu namun perasaan dihianati itu telah menguasai sebagian hatinya dan berubah menjadi rasa muak. Seohyun akhirnya memutar kepalanya untuk menatap Pamannya, kebencian itu membuncah saat mata mereka bertemu. Darah mendidih sampai kepalanya, tangan Seohyun mengepal sampai berubah warna menjadi pucat. “ Kalian semua tidak ada yang membantuku…yang kalian lakukan justru membela laki-laki bajingan ini…” ucap Seohyun berusaha untuk tidak menangis sekarang

“ Kupikir aku bisa mempercayai kalian….tapi apa yang kalian lakukan dibelakangku ??!!”

“ Joohyun~ah…jangan…jangan seperti ini Joohyun”

Seohyun melirik ibunya yang terduduk tak berdaya disofa, air mata gadis itu runtuh namun ia tidak bisa berhenti sekarang, kemarahannya harus tersalurkan dan Pamannya telah mengambil cara yang tepat untuk membantu Seohyun menyalurkan rasa itu.

“ Eomma…biarkan…” Seohyun menelan ludahnya “ ..biarkan aku eomma…biarkan aku membunuh pria ini…setelah itu aku akan melupakan semuanya…tapi dia harus mati…”Ibu Seohyun menatap ngeri kearah Seohyun yang berjalan perlahan menuju adik suaminya itu, mata Seohyun memancarkan dendam yang mengerikan seolah telah tersimpan lama dan saat ini sudah waktunya dikeluarkan karena sudah tiba saatnya membalas dendam itu.

“Hentikan dia…hentikan dia…Kyuhyun !” seru Nyonya Seo, tidak perlu perintah dua kali karena Kyuhyun melangkah cepat menuju gadis itu, menahan kuat tangan Seohyun lalu memutar badannya, Seohyun mencoba melepaskan cengkraman kuat tangan Kyuhyun, gadis itu berusaha memukul tubuh namja itu namun seolah tidak berefek pada Kyuhyun yang kini menarik mundur Seohyun.

“ Pergilah sekarang… Changmin, kau bawa Pak Park pergi karena semua sudah selesai”

“ Tidak !! Belum selesai jika aku belum….lepaskan aku Kyu !!” teriak Seohyun, mata gadis itu berubah panik saat dilihatnya Changmin berjalan ragu untuk membantu Pak Park kembali berdiri “ Aku belum selesai !! Apa yang kau lakukan ??!! Lepas Cho Kyuhyun “

“ Cepat Changmin~ah !!! Bawa pergi sekarang Pak Park ! Ikuti apa permintaan ibu mertuaku, pergi dan jangan pernah muncul lagi “ seru Kyuhyun dan masih berusaha menahan gerak frustasi dari Seohyun. Sungmin menghampiri Nyonya Seo dan berusaha memeluknya, meredakan tangis merananya saat melihat sikap tidak terkendali Seohyun.

Changmin sedikit memaksa Pak Park untuk berdiri walaupun tampaknya pria itu sudah siap jika Seohyun akan menghajarnya, dia memang pantas mendapatkannya .

“ Ayo pergi Pak Park !!” geram Changmin sambil menarik Pak Park berdiri, Kyuhyun menggerakkan dagunya tidak sabar menunjuk pintu depan yang terbuka, Pak Park masih sempat menatap meminta maaf pada ibu Seohyun lalu kearah Seohyun yang masih berusaha melepaskan cengkraman kuat Kyuhyun, namun tidak sempat lagi mulutnya untuk berucap tangan Changmin telah menariknya keluar dari apartemen itu dan menghilang dikoridor yang akan membawa mereka menuju lift.

“ Lepaskan aku…aku..aku masih bisa mengejarnya Kyu, lepaskan…kumohon lepaskan…LEPASKAN AKU !!!!! “ Seohyun berteriak histeris dan dengan cepat Kyuhyun menarik gadis itu kedalam pelukannya, Seohyun memberontak namun Kyuhyun tidak mau melepaskan dekapannya pada gadis itu. Meredamnya kah? Apakah mungkin

“ Aku membencimu…aku membencimu seumur hidupku…aku membencimu…” teriak Seohyun dalam dekapan namja itu, terdengar begitu menyakitkan isakan gadis itu sampai  tiba-tiba Seohyun merosot lemah kelantai, semuanya berputar dan menjadi gelap dimata Seohyun.

TBC

Well…ini cerita yang super dramatis atau berlebihan -___- .

Aku ga mau komentar lebih banyak tapi thanks banget masih mau bertahan baca cerita ini.

405 thoughts on “MAKE HER PREGNANT – Part 11

  1. daebakkkk..hbat bggt..
    kya’y klau d jadiin drama korea seru bgtt apalagi bagi wiresss..
    maaf bru bsa kmen d part 10..karna g sbar pngen tau kelanjtan’y..jd bru smpet kmen d part 10…
    ff’y jd d jadiin novel ga..
    klau bleh..bsa ksih tau ga pw’y part 12 sma 13 soal’y pnasaran bgt..please ya..🙂

  2. Chingu, part yg ini menohok hati riders nieh huhuhuhuhu…sedih bangt, knapa seeo mash dendam bangt..kasian kyuu kena marahnya seohyun..gimana selanjutnya..
    Chingu gimana cara minta pwnya..pleasee…

  3. Well, part ini dramatis abis! Sakit hati, kebenciaan, amarah sangat mengerikan. Bisa membuat seseorang menjadi pribadi yang mungkin tidak pernah dikenal dalam diri orang itu.
    Tiga lelaki itu (Kyu and 2Min) sepertinya akan ada dalam posisi tidak aman setelah peristiwa pertemuan dramatis ini. Huufftt…
    Mari kita lanjut membaca ke chapter berikutnya ^^

  4. Eonnii !?! Ini ff yg paling bagus yg pernah kubacaaaa/alay… Konfliknya dapet banget, aku sampai gk bisa tidur gara” penasaran banget sama ceritanya.
    Oh iya aku readers baru disini dan baru nemuin ff ini setelah 1 tahun kemudian/?.
    Btw part 12 n 13 nya masih pwnya harus beli ? Masih berlaku gk sampek skarang ? Aku bener” pgn baca endingnya.. Salam readers

  5. Anyeong eon, aku reader baru nih.
    Setelah baca kebut2an/? Akhirnya nyampe di part 11. ahhhhhh, makin cinta sama ff ini eon, konfliknya makin jjang bangt/?
    Oh iya, diliat dr komentar2 yg lain chapter 12 dan 13 nya di pass ya😦 boleh minta pw nya ga eon? Aku penasaran sama kelanjutannya

  6. Suerrr ini epep T.O.P. B.G.T Daebakkkk’
    Coba d bikin drama pasti sukses ^_^
    Hnya bisa baca smpai part ini seterus nya pake PW.. huftt
    Gmna Nanti sikap seo stelah sadar dari pingsan nya apa sngat BENCI sma Kyu(?) yg sabar oppa!”

  7. Maaf baru comment part ini, tapi ff ini bener2 keren kasih 4 jari buat author😀
    Pengen minta pw part 12 dan 13 pleaseee bangeet thor penasaran (⌣́_⌣̀)

  8. anyeong .. sya pembaca baru di FF ini .. stelah kebut”an akhirnya sampai di part 11🙂
    benar” mngesankan untuk jalan ceritanya .. mulai dri nangis smpai ktawa ngakak hhh
    tlong bagi password’nya yaaa kak ??😦 bner” pnasaran sama klanjutannya🙂

  9. maaf author mungkin baru tinggalin komen d part 11
    tapi jujur benar” bingung mau komen apa. pembuatan alurnya rapi, ini lebih mirip novel sangking rapinya hehe penggunaan kata”nya juga pas. ada waktu penggunaan kata baku dan kata tidak bakunya.
    bahkan sempet bikin nangis d beberapa partnya juga.
    daebak!!

  10. annyeong chinguya ^^
    aku reader bru di block ini… suka bgt sama ff MHP…
    kalau boleh aku minta PW utk part 12 dan berikutnya ya ^^ gomawo..

  11. Annyeonghaseo, aku sudah baca dari part 1-11. Ceritanya bener bener keren, suka bikin orang senyum senyum sendiri, penasaran.#kokjadicorcol. Pokoknya ceritanya bener bener keren deh. Maaf sebelumnya belum pernah coment atau sebagainya… salam kenal

  12. annyeong….
    Aku baru baca ff ini cerita nya keren baru pertama kali dah bikin menarik bagi PW Part 12&13 dong gimana sih caranya…

  13. huaaaaaa gmna nih lnjutannya? apakah seohyun bner bner benci sm kyuhyun oppa? …..aishhhh seharusnya ini d jdkan drama korea saja pemainnya juga seokyu…hehehe……seohyun eonni bgitu bncinya sm pmannya….dan pas adegan seohyun eonni mnampar kyuhyun oppa itu lohhh yg pling nyes di pkiranku….hadehhh rasanya sesak….hiks hiks minta pw nya yg part 12 dan 13 yah? …terima kasih🙂

  14. Thor dulu aku udah sempet baca ff ini tapi aku kira ff ini ga bakalan dilanjut soalnya aku caricari lanjutannya ngga ketemu eh taunya sekarang ada ternyata? Duhhh sumpah thor aku baca ff ini lagi balik lagi ke masa dulu aku baper tiap hari garagara ga nemuin terusan ff ini huhu thor minta pw nya dong tolong ga baik loh baperin anak oranv eh haha mian baru komen dipart ini aku udah baca dari awal part ko tapi aku sempet komen dipart ini berhubung aku dulu itu ga punya email huhu jadi susah komen hehee kirim lewat twitter bisa ngga thor? Ini twitter : @silvinovitasar5 aku tunggu ya thor 😙 maaf kepanjangan hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s