MAKE HER PREGNANT – Part 10

poster kyu part 10poster seo part 10

Judul                :  Make Her Pregnant

Main Cast        :  Seo Joo Hyun aka Seohyun (SNSD)

Cho Kyuhyun (Super Junior)

Other Cast       : Shim Changmin ( TVXQ )

Lee Sungmin ( Super Junior )

Other Cast

Author              : Riska Fasyah ( @riskafasyah )

Rating               : General

Genre               : Romance

Note                Setiap orang memiliki pandangan masing-masing, opini sendiri-sendiri, dan tingkat kepercayaan yang berbeda-beda . Fandom bukan religi , bukan tiang agama yang menurut saya harus saya perjuangkan , jika saya angkat kaki dari satu fandom yang sebelumnya saya bernaung didalamnya itu karena berbagai alasan yang mendasarinya , kalian siapa yang berhak marah karena keputusan saya ?Tidak mengerti dengan orang-orang yang berpikir tumpul hanya karena terlalu peduli dengan apa yang saya lakukan. Hargai itu atau bersikaplah tidak peduli dengan apa yang sudah menjadi keputusan saya^^

_Part 10_

Author’s POV

Apakah sesakit itu ? Hanya karena melihat orang yang ia cari selama ini mampu membuat Seohyun merasa sakit seperti itu ? Sesekali Kyuhyun harus menoleh agar bisa memperhatikan Seohyun yang memilih untuk menatap keluar kaca jendela mobil yang mereka tumpangi ini . Gadis itu menangis dalam diam , meredam isakannya walau terkadang isakan kecil masih lolos dari bibir mungilnya . Kyuhyun kembali mengkonsetrasikan dirinya yang tengah menyetir , pikirannya kembali terbang mengingat kejadian beberapa saat lalu ketika ia menjemput Seohyun yang terlihat sangat terguncang karena melihat orang yang dicarinya selama ini .

Baru kali ini Kyuhyun mendapati Seohyun yang menangis diluar kendali , matanya yang biasanya menenangkan saat ditatap bahkan saat Seohyun terlihat gemas atau kesal karena ulah Kyuhyun mata itu tetap menarik untuk ditatap , berbeda dengan situasi yang terjadi beberapa saat lalu saat mata jernih hitam milik Seohyun berubah menyala dengan penuh amarah yang seolah meledak setelah lama ia menahan dirinya untuk tidak meledakkan bom waktu disaat yang tepat . Kyuhyun kembali menoleh saat menyadari gerakan tangan Seohyun yang menghapus air mata yang baru saja turun dari ujung kedua matanya . Namja itu mendesah pelan dan akhirnya memelankan kecepatan mobilnya lalu meminggirkan mobilnya untuk berhenti .

Kesunyian yang menusuk menyerang mereka , Seohyun menghentikan isakannya namun bertahan tetap menatap keluar jendela . Lebih memilih tetap mengunci mulutnya menunggu Kyuhyun yang membuka suara lebih dulu . Semua terasa berkecamuk didalam dada gadis itu . Amarah , kecewa , shock , menuntut , rasa tidak puas dan berbagai perasaan lainnya yang jauh lebih menyiksa seolah menguap secara bersamaan .

“ Seohyun ..” panggil Kyuhyun memulai

Berdeham sesaat dan kembali memanggil nama gadis itu “ Seohyun~ah …”

Seohyun meluruskan posisinya , masih belum menjawab ataupun balas menatap Kyuhyun , gadis itu hanya membenarkan posisinya menghadap kearah depan tidak lagi menatap keluar kaca jendela disebelahnya . “ Aku tahu kau marah padaku “ ujar Kyuhyun pelan , sedikit berhati-hati untuk memilih kalimat agar tidak lebih memancing kemarahan Seohyun . “ Kau butuh penjelasan dariku bukan ? “

Kyuhyun memiringkan kepalanya untuk bisa lebih meraba ekspresi kaku diwajah Seohyun “ Aku tadi mencoba memanggilnya kekantorku , kami …”

Seohyun menolehkan wajahnya , mereka berdua bertatapan sesaat sebelum akhirnya Seohyun menaikkan alisnya memberi isyarat untuk Kyuhyun melanjutkan kalimatnya .” …ehmm…mungkin aku sedikit mengejutkannya karena langsung membongkar identitasnya , jika bisa kugambarkan keadaanya seperti orang yang terkena serangan jantung saat kuberitahu keponakannya sendiri yang menjadi istriku “

“ Apa tanggapannya ? Apa yang dia katakan padamu ? “ Seohyun bertanya cepat

“ Tidak banyak , dia mencoba menyangkal dengan mengatakan dia tidak mengerti apa yang kubicarakan …”

“ Lalu ..? “ sambung Seohyun cepat

“ Kupikir belum saatnya aku benar-benar menahannya , ada…”

Terjadi perubahan ekspresi yang sangat drastis diwajah Seohyun , gadis itu tampak tidak puas dengan penjelasan Kyuhyun dan hendak membuka suaranya namun langsung tertahan saat Kyuhyun memotongnya “ ..dengar dulu , posisi kami di kantor . Jujur saja awalnya aku hanya berniat menekannya dahulu , aku mencoba mengingatkannya tentang kau dan ibumu , tentang apa yang pernah ia lakukan pada kalian , kita tidak boleh tergesa-gesa Seohyun , lagi pula untuk kasusmu ini….”

Kyuhyun menahan lidahnya , kalimatnya terputus karena jujur saja pria itu merasa sedikit ragu untuk melanjutkannya yang memungkinkan akan mengundang kemarahan Seohyun . “ Mwo ? “ tanya Seohyun kaku

“ Seohyun …peristiwa itu terjadi 14 tahun lalu , yang dilakukan pamanmu adalah menipu kalian dengan membawa kabur uang asuransi meninggalnya ayahmu setelah membawa kau dan ibumu pindah ke Jepang , tapi masalahnya peristiwa itu terjadi 14 tahun lalu Seohyun , 14 tahun …Pak Lee benar-benar mencoba mencari berbagai bukti kuat namun itu tidak semudah membalikkan telapak tangan . Kami tidak bisa menyeretnya begitu saja kepenjara , kami butuh ….”

“ A..pa kau bilang ? “

“ Dengarkan aku dulu , untuk ka..”

“ Kau ingin mengatakan padaku untuk melepaskannya begitu saja ? Melupakan apa yang telah ia lakukan padaku karena telah 14 tahun berlalu ? “ tanya Seohyun , nada suaranya rendah namun tampak menusuk seolah dilingkupi emosi yang siap meletup

“ Aku tidak berkata seperti itu, maksudku ..kita tidak bisa terburu-buru , kau harus bisa menguasai dirimu , jangan bersikap gegabah seperti tadi , kalau kalian bertemu dan dia menyadari kau berniat menyeretnya kepenjara bisa bisa dia akan mencoba melarikan diri lagi Seohyun , maksudku kita harus bergerak dengan rencana matang , kau…”

“ Aku menikah denganmu untuk membantuku mencari orang itu apa kau lupa ? Aku menandatangani perjanjian konyol itu juga karena imbalan darimu yang akan mencarikan orang itu untukku ! Sekarang aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri , dan kau menyuruhku untuk menahan diri ? “

“ Seohyun dengar , aku mengerti seperti apa perasaan mu sekarang tapi ..”

“ Kau tidak mengerti Kyuhyun~ssi ! Kau tidak akan bisa mengerti karena yang kau lakukan seperti menahanku untuk menemuinya “ serang Seohyun cepat

“ Ini bukan saat yang tepat untuk kau bertemu dengannya , kita.. “

“ Lalu kapan ?! Tunggu sampai orang itu mengaku , tunggu sampai akhirnya kesepakatan pernikahan kita berakhir ? Tunggu sampai kau puas mempermainkanku ??! Atau tunggu sampai ibuku benar-benar terbaring diranjang selamanya ?! “ balas Seohyun keras

“ Kau itu bicara apa ? Seohyun jangan seperti ini , kau penuh emosi , kita bicarakan diapartemen dengan kepala dingin ..”

“ Saat aku melihatnya semua hal buruk yang ia lakukan padaku dan ibu seolah terulang dikepalaku , aku hanya ingin menuntut tanggung jawab darinya …apa kau masih tidak mengerti juga ? Dia yang membuat ibuku menjadi wanita yang hidup di kursi roda seperti sekarang K..kyuhyun~ssi ….”

Pertahanan Seohyun kembali runtuh , suaranya yang melemah mulai tergantikan dengan isakan-isakan yang tidak dapat ia kendalikan , bahunya bergetar karena tubuhnya yang berguncang akibat tangisnya yang pecah . Bahu Kyuhyun melemah , menatap nanar sosok Seohyun yang menunduk dalam tangis menyayatnya ,  tangan namja itu bergetar pelan sambil mencoba membuka sabuk pengamannya . Dengan mudah dan tanpa ragu merapat kearah Seohyun , membawa bahu gadis itu yang masih bergetar kedalam pelukannya . Lemah dan menuruti gerakan perintah dari Kyuhyun yang menaruh kepala Seohyun didepan dadanya .

“ S..seohyun mianhae …” bisik Kyuhyun berat “ bukan seperti itu maksudku “

“ Jangan seperti ini , kita bicara saat sampai di apartemen dengan kepala dingin “

Pelan Seohyun mendorong tubuh Kyuhyun yang mendekapnya, sedikit menunduk tidak ingin menatap mata namja itu . Menghapus dengan gerakan tergesa air mata yang turun membasahi pipinya . “ Seohyun~ah , aku..” Kyuhyun seolah tertahan oleh kalimatnya sendiri saat Seohyun semakin mendorong jauh tubuhnya , gadis itu memilih untuk kembali memposisikan dirinya menatap keluar jendela , tidak ingin mendapati celah apapun yang akan membuatnya menatap sosok Kyuhyun disebelahnya . Cukup paham jika gadis ini sedang tidak ingin bicara dengan Kyuhyun akhirnya namja itu kembali menghidupkan mesin mobilnya . Kembali menatap sedih Seohyun yang bertahan mendiaminya sebelum akhirnya menginjak gas yang membuat mobilnya melaju perlahan .

~**~

Seohyun melepas cepat sabuk pengamannya dan langsung berjalan keluar saat mesin mobil Kyuhyun ia matikan . Memarkir mobilnya di area parkir yang ada diapartemen yang mereka tempati . Membanting pintu mobil itu untuk menutupnya yang membuat Kyuhyun menoleh pelan dan hanya bisa menatap lesu Seohyun yang sudah berjalan lebih dahulu masuk kedalam gedung apartemen .

Saat Seohyun sudah menekan tombol lift untuk menunggu pintu lift itu terbuka akhirnya Kyuhyun berhasil menyusulnya , mengambil tempat berdiri disebelahnya dan masuk lift secara bersamaan saat pintu lift terbuka . Kesunyian masih melingkupi keduanya , memilih mengunci mulut masing-masing terdiam dengan pikiran mereka sendiri . Kyuhyun menekan tombol agar pintu lift tertutup dan menekan angka 10 yang menunjukkan lantai dimana apartemen mereka berada . Saat lift berhenti dan pintu terbuka , dengan cepat Seohyun melangkah keluar , Kyuhyun menatap sesaat punggung gadis itu sebelum menghilang dan menghembuskan nafas berat ikut berjalan keluar dari lift . Kyuhyun berjalan beberapa langkah dibelakang Seohyun terus memandangi punggung gadis itu . Di sepanjang koridor yang akan membawa keduanya kepintu apartemen mereka , yang terdengar hanyalah derap langkah pelan dari keduanya .

Terlihat Seohyun berjalan lemah seolah kekuatan kedua kakinya menghilang sebagian , Kyuhyun mengingat kembali saat gadis itu akhirnya runtuh oleh pertahannya sendiri , seolah rasa sakit yang ia tahan akibat pamannya sendiri telah sampai ke satu titik klimaks yang membuat gadis itu hilang kendali seperti siang tadi . Kyuhyun sangat mengerti seperti apa perasaan Seohyun ? Hasrat seperti apa yang ia rasakan sekarang saat melihat sang paman orang yang ia cari selama ini sudah tinggal ia capai dan ia tuntut sebuah pertanggung jawaban . Dan Kyuhyun sebenarnya bisa saja membawa Seohyun menemui orang itu tapi ….

Namja itu memang sengaja mengulurnya , ada satu alasan mendasar yang membuatnya lebih memilih mengulur pertemuan Seo Jung Hyun dan Seohyun . Entah ini karena ada kesalahan pada otaknya atau dirinya yang mulai berubah menjadi namja konyol karena alasan itu adalah sebuah pemikiran yang tiba-tiba menghampirinya jika Seohyun telah bertemu dengan sang paman dan Kyuhyun dengan lancar menyelesaikan masalah 14 tahun lalu itu berarti perjanjian pernikahan mereka bisa berakhir bukan ?

Perjanjian pernikahan mereka yang terucap secara lisan selama dua tahun bisa saja diakhiri secara sepihak oleh Seohyun jika ia merasa dia tidak lagi membutuhkan bantuan Kyuhyun , ditambah sikap namja itu yang lumayan menyebalkan dimata Seohyun . Kyuhyun meringis kecil membayangkan saat Seohyun akan menuntut untuk menceraikannya karena merasa masalah 14 tahun lalunya telah terselesaikan . Kyuhyun mengerem langkahnya tiba-tiba , menatap lurus kearah punggung Seohyun yang semakin menjauh karena sang pemiliknya yang terus berjalan . 2 tahun lalu melepasnya ? Atau yang lebih buruk lagi belum sampai batas waktu itu Seohyun yang memutuskan kontrak itu sendiri ? Menelan berat ludah dipangkal tenggorokkannya Kyuhyun menggeleng pelan , sesuatu yang bersikap egois menyerangnya sekarang , perasaan tidak rela melepas gadis itu ditambah bayangan jika Seohyun akan memilih pria lain setelah bercerai dengannya . Yang benar saja !

Kembali menatap punggung Seohyun , perlahan namja ini mulai membawa kembali langkahnya , kali ini lebih cepat dan tampak yakin , derap langkahnya menggema berat dikoridor lantai 10 , mengabaikan pikiran yang berusaha menyadarkannya , Kyuhyun justru semakin tidak bisa menguasai dirinya saat ia telah benar-benar sampai tepat dibelakang Seohyun dan langsung menahan bahu gadis itu yang membuat Seohyun berhenti melangkah, cukup membuat Seohyun terkejut namun mengabaikan reaksi gadis itu dan langsung mengelilingi kedua tangannya melewati punggung Seohyun , memeluknya dari belakang dengan menyandarkan dagu lancipnya dibahu kiri Seohyun .

Keterkejutan Seohyun ditandai dengan mematungnya tubuh gadis itu didalam pelukan Kyuhyun , merasakan hembusan nafas berat Kyuhyun yang melewati lehernya , merasakan degup jantung Kyuhyun karena dada pria itu yang bersandar dipunggungnya . Ditambah kedua tangan Kyuhyun yang mengelilingi .

“ K..kau bisa melupakan kontrak kita ? “ ujar Kyuhyun dengan suara yang teramat pelan

“ n..nde ? “ Kedua mata Seohyun melebar perlahan , dirinya dibuat terlalu sibuk mengendalikan detak jantungnya dan berakibat tidak dapat mendengar ucapan Kyuhyun barusan .

Sunyi , Kyuhyun belum mengulang ucapannya kembali dan hanya menggerakkan lembut dagunya dibahu Seohyun , beberapa detik terlewat tanpa ada suara , Seohyun menggerakkan kecil kepalanya , mencoba melirik wajah Kyuhyun yang berada sangat dekat karena namja itu masih bertahan menaruh dagunya dibahu Seohyun . “ K..kyuhyun~ssi , apa yang kau ucapkan tadi ? “

Masih belum ada jawaban dari Kyuhyun sampai Seohyun hanya bisa memutar biji matanya bingung , tubuhnya masih mengaku karena tidak ada tanda-tanda Kyuhyun akan melepaskan pelukannya . “ K..kyuhyun~ssi…aku tidak mendengar ucapanmu “ Seohyun berujar pelan . Terjadi pergerakan pelan dari Kyuhyun , lingkaran tangannya perlahan mengendur dan akhirnya namja ini menarik dagunya dari bahu Seohyun . Melepaskan pelukannya dan berjalan mundur satu langkah menghadirkan jarak diantara keduanya .

“ Ani… itu…lupakan saja “ jawab Kyuhyun dengan menelan ludahnya berat . Seohyun hendak menggerakkan tubuhnya untuk berbalik namun kembali menahan diri saat Kyuhyun justru berjalan melaluinya “ Lebih baik kita masuk “ ujar namja itu sambil berjalan . Dengan masih mematung dan berdiam diri ditempatnya Seohyun hanya bisa menatap bingung Kyuhyun yang semakin melangkah menjauh . Memiringkan kepalanya sesaat namun tetap tidak bisa mengerti maksud Kyuhyun memeluknya tadi , dan kenapa dia sampai tidak bisa mendengar apa yang Kyuhyun ucapkan ? “ Sebenarnya apa yang tadi dia ucapkan ? “ keluh Seohyun pelan , menyerah karena tetap tidak mendapatkan jawaban akhirnya Seohyun mengikuti langkah Kyuhyun yang sudah terlebih dahulu masuk kedalam apartemen mereka .

“ Kalau mau mengatakan sesuatu katakan saja , kenapa harus sampai memeluk seperti itu ? “ Seohyun mengeluh pelan saat dirinya mengetikkan kode apartemen mereka dipintu masuk . Memanyunkan bibirnya sesaat lalu menyentuh dadanya “ karena gugup aku tidak mendengar dia bicara apa “

~**~

Seohyun bertahan tidak keluar dari kamarnya sejak siang saat mereka baru sampai diapartemen . Ragu untuk mengetuk pintu kamar gadis itu yang dilakukan Kyuhyun hanya memanyunkan bibirnya sambil menatap pintu kamar Seohyun . Berjalan bolak balik sebentar sebelum akhirnya berhenti dan kembali menatap pintu gadis itu .

“ Aisshhhh… aku tahu dia marah , tapi kewajiban sebagai istri seharusnya jangan ditinggalkan “ dumel Kyuhyun , mengeluarkan kedua tangannya dari kantong celana trainingnya untuk memegang perutnya yang sudah berbunyi dari 15 menit yang lalu “ aku benar-benar lapar “ lirihnya

Memilih untuk tidak mengetuk pintu kamar Seohyun , akhirnya namja itu membawa langkahnya berjalan kearah dapur , memeriksa isi kulkas untuk mencari sesuatu yang bisa dimakannya . Bibirnya tersenyum saat melihat satu bungkus ramen yang tersisa didalam kulkas . Kyuhyun kembali memeriksa isi kulkasnya dan mengambil beberapa daun bawang serta satu butir telur untuk menambah isi ramen yang akan dia olah sebisanya .

Seohyun mendudukkan tubuhnya setelah berbaring lama diatas tempat tidurnya walaupun gadis itu tidak benar-benar sedang beristirahat . Menajamkan telinganya saat terdengar suara dentingan alat-alat dapur yang diperlakukan (?) dengan kasar . “ Apa yang dilakukan pria itu ? “ tanyanya pada diri sendiri . Namun tiba-tiba saja tubuh Seohyun langsung berdiri tegak saat terdengar teriakan berat dari suara Kyuhyun . Membuat gadis itu berjalan cepat keluar dari kamarnya untuk mengecek apa yang telah terjadi .

Sebelumnya Kyuhyun yang telah mencemplungkan ramen kedalam air mendidih memutuskan untuk mengerjakan yang lainnya yaitu memotong daun bawang yang sudah ia cuci agar bisa dimasukkan kedalam mie ramen yang nanti akan matang , sedikit bersemangat memotong daun bawang dan berefek pada teririsnya ujung jari tengahnya yang sontak membuat Kyuhyun berteriak terkejut . “ Aishhhh…” dumel namja itu saat darah yang keluar dari ujung jarinya mulai mengalir cukup banyak . Cepat-cepat menyingkirkan daun bawang itu agar tidak terkena darahnya justru membuat jari itu semakin mengucurkan banyak darah .

“ Apa yang kau lakukan ? “

Kyuhyun menoleh dan mendapati Seohyun menatap mengernyit kearahnya , Kyuhyun meringis lalu menunjukkan jarinya yang berdarah “ jariku Seohyun , jariku teriris “

“ Mwo ? “ tanggap Seohyun dengan lebih maju mendekati namja itu “ Kau itu sedang apa ? “ ulang Seohyun dan mulai memeriksa meja dapur yang dibuat berantakan oleh Kyuhyun .

“ Aku hanya ingin memasak ramen untuk makan malam , tapi saat memotong daun bawang itu jariku justru teriris , lihat ini “ adu namja itu sambil menunjukkan jarinya yang masih mengucurkan darah segar , Seohyun melotot melihat ujung jari Kyuhyun dan dengan gerak cepat mengambil serbet yang langsung ia bungkuskan kejari Kyuhyun .

“ Seharusnya langsung kau bungkus dari tadi lukamu “ omel Seohyun dan langsung beralih mematikan kompor yang masih menyala . Kembali menghadap Kyuhyun sambil melemparkan tatapan tajamnya . “ Sebenarnya apa yang kau lakukan ?! “ bentak Seohyun kesal membuat Kyuhyun tampak kaget dengan mundur satu langkah kebelakang “ Sudah kubilang aku sedang memasak ramen “ balas Kyuhyun sambil memajukan mulutnya . Seohyun menghela nafas kuat sambil berkacak pinggang dan kembali melotot kearah Kyuhyun . “ Kau bukan memasak tetapi menghancurkan dapur ini “

“ Kenapa kau justru marah ? Aku tidak mau merepotkanmu untuk membuatkanku makan malam bukan ? Makanya aku buat makan malamku sendiri , dan sekarang lihat ! Jariku justru teriris dan berdarah sampai seperti ini “ seru Kyuhyun dan membuka serbet yang telah berubah warna dan menunjukkan lukanya kedepan wajah Seohyun . “ Aku hanya lapar ! Kau sedang marah padaku maka tidak membuatkan makan malam jadi aku buat sendiri “

Perlahan ekspresi keras diwajah Seohyun mulai menghilang , gadis itu mengalihkan pandangannya sesaat untuk membuang nafas seolah memaksa dirinya agar bisa bersikap lebih sabar . “ Aku benar-benar lapar “ ujar Kyuhyun pelan mengundang Seohyun kembali menatapnya , namja itu menunduk menatap lukanya yang sudah berhenti mengucurkan darah .

“ Ayo obati lukamu dulu “ Seohyun berujar sambil menarik lengan Kyuhyun berjalan meninggalkan dapur . “ Nde ? Ta..tapi …aku sedang memasak “

Seohyun berhenti sebentar dan membalikkan tubuhnya sesaat “ Akan kumasakkan nanti , sekarang kita obati dulu lukamu “ ujar gadis itu dan saat tidak menerima instruksi apapun lagi dari Kyuhyun kembali ia menarik lengan Kyuhyun dan membawanya berjalan keluar dari dapur .

~**~

Kyuhyun terus saja tersenyum sambil menatap senang Seohyun yang tampak sibuk membungkus jarinya yang terluka akibat teriris pisau . Wajah serius Seohyun yang berkonsentrasi mengobati lukanya membuat namja itu semakin tidak bisa menahan senyum lebarnya . Menikmati wajah gadis itu sampai Kyuhyun tersentak pelan saat Seohyun mendangakkan wajahnya , menghapus senyumnya dengan cepat dan mengganti ekspresinya seolah masih merasakan rasa sakit diujung jarinya yang terluka .

Seohyun masih sempat melemparkan tatapan tajamnya sebelum kembali membungkus luka Kyuhyun dan membuat namja itu kembali tersenyum lebar . “ Ada sesuatu yang kauingat jika sedang mengobatiku seperti ini ? “ Kyuhyun bertanya pelan

“ Ani..” jawab Seohyun datar

“ Benarkah ? Tidak ada sesuatu yang kau ingat ? “ Kyuhyun bertanya memastikan sambil memiringkan kepalanya

“ Sudah selesai~ Jangan sampai terkena air karena lukamu masih basah “ ujar Seohyun tanpa menjawab pertanyaan Kyuhyun , gadis itu kini justru menyibukkan dirinya dengan membereskan kotak obat yang ia bawa . “ Hei Seohyun , benar tidak ada yang kau ingat ? “

“ Memangnya apa yang harus kuingat ? “ balas gadis itu acuh

“ Terakhir kali kau mengobatiku saat aku terluka karena pukulan dari kakek , kau ingat ? “ ujar Kyuhyun memulai , namun Seohyun hanya menatapnya datar sambil menggeleng malas lalu kembali membereskan kotak obatnya , merasa gemas dengan sikap acuh Seohyun , namja itu langsung menahan salah satu lengan Seohyun yang otomatis menghentikan kegiatan gadis itu . Seohyun menoleh gusar namun justru mendapati satu senyum dari Kyuhyun yang sontak membuat Seohyun mengernyit menatapnya

“ Setelah itu kita melakukannya “ ujar Kyuhyun lancar , gadis itu semakin mengernyitkan kedua alisnya sampai Kyuhyun mengangguk kecil tanpa menghilangkan senyumnya . Seohyun sampai mengedip dua kali saat ia sadar apa maksud ucapan Kyuhyun . Gerakan cepat ia suguhkan dengan memukul kepala Kyuhyun yang membuat namja itu berseru keras .

“ Kenapa memukulku ?! “ tanya Kyuhyun tidak terima , mengusap kepalanya yang masih merasakan rasa panas akibat pukulan Seohyun . “ Dasar maniak , pervert ! “ dengus Seohyun keras . Reaksi gadis ini justru kembali memunculkan senyum Kyuhyun yang sempat hilang , Kyuhyun mengedikkan bahunya singkat lalu bersender pada sandaran sofa dengan santai .

“ Aku hanya menyinggungnya saja Seohyun , kenapa serius sekali menanggapinya “

Seohyun langsung meraih kotak obat dan bangkit berdiri seolah mencari jarak aman dari Kyuhyun . “ Aishh jinja ! Sekali lagi kau membahasnya …”

“ Waegerae ? Aku hanya tiba-tiba teringat kejadian itu “

Seohyun membuang nafas keras lalu menggigit bibir bawahnya berusaha menahan makiannya yang hampir keluar dari bibirnya . Dilihatnya Kyuhyun yang masih menampilkan ekspresi santai seolah yang dibicarakannya adalah suatu hal biasa yang dibicarakan saat acara minum teh bersama . “ Kenapa kau masih saja malu jika membicarakan hal itu ? Tidak menutup kemungkinan kita akan melakukannya lagi Seohyun~ah , mengingat usaha kita untuk menghasilkan keturunan sempat gagal “ lanjut Kyuhyun menyeringai

“ Mwo ? “

Kyuhyun bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Seohyun yang sontak menjauhkan tubuhnya dari Kyuhyun namun tidak sempat lagi menghindar saat Kyuhyun merangkul bahunya dari samping dan berdiri disebelahnya , menyebrangkan salah satu tangannya dibahu Seohyun dan bersandar santai disana . “ Kali ini aku akan berusaha lebih keras lagi “ gumam Kyuhyun berucap sok yakin yang membuat Seohyun menoleh dan melotot kearah namja itu namun tidak berusaha menyingkirkan tangan Kyuhyun . Kyuhyun balas menoleh dan melemparkan senyum ringan berpura-pura tidak merasakan aura kemarahan Seohyun .

“ Mukamu benar-benar merah Seo Joohyun “ ujar namja itu riang

Masih mencoba menahan diri untuk tidak berteriak , Seohyun berusaha menyingkirkan tangan Kyuhyun namun namja itu justru semakin mengapitnya ditangan panjangnya , memaksa Seohyun harus membungkuk dan Kyuhyun menjepit kepala gadis itu ditangannya . “ Apa yang kau lakukan ?! “ Seohyun berseru memprotes namun Kyuhyun hanya tertawa geli melihat Seohyun yang terjepit dibawah ketiaknya . “ Katakan dulu jika kau tidak akan mendiamiku lagi ? “

“ Nde ?! “ Seohyun berseru dibawah lengan namja itu dengan masih membungkuk , rambut lurus panjangnya langsung jatuh menutupi kedua sisi wajahnya . “ Berhenti mendiamiku seperti yang sering kau lakukan jika kau sedang marah padaku “ ulang Kyuhyun semakin berkuasa . “ Aku tidak akan mengucapkannya “ Seohyun membalas tidak mau kalah

“ Kalau begitu kau akan seperti ini terus “

“ Aishhh ! Cepat lepaskan Kyuhyun~ssi !! Kau itu benar-benar kekanak-kanakkan ! “

“ Kau yang kekanak-kanakkan karena mendiamiku “ Kyuhyun berujar “ Sudahlah berjanji saja dulu maka akan kulepaskan “

“ Andwae“ Seohyun menggeleng keras

“ Dasar keras kepala “ Kyuhyun mengejek lalu membawa Seohyun berjalan asal mengelilingi apartemen mereka yang mau tak mau membuat gadis itu terpaksa mengikuti langkah Kyuhyun , tampaknya namja ini benar-benar menikmati menyiksa Seohyun sekarang . Seohyun menggeram berusaha melepaskan kaitan lengan Kyuhyun dilehernya namun masih belum membuahkan hasil . Kenapa dia yang sedang marah justru diperlakukan seperti ini oleh namja itu ? Cara apa ini yang digunakan Kyuhyun untuk mencairkannya . “ Cepat katakan Seohyun , maka kau akan kulepaskan “ Kyuhyun berujar senang dan masih terus menikmati apa yang ia lakukan pada Seohyun

~**~

Seohyun’s POV

“ Terima kasih untuk makan malamnya “

Aku menoleh tepat kesebelahku dan mendapati Kyuhyun telah berdiri disana , dia ikut berdiri tepat disampingku yang tengah mencuci piring bekas makan malam kami . “ Pergilah~ kau menganggu pekerjaanku “ sahutku berusaha bersikap acuh

Kyuhyun justru menyenggolku dengan bahunya lalu tersenyum kecil , meliriknya sekilas untuk melihat senyum itu , cepat-cepat aku kembali fokus terhadap pekerjaanku . Kenapa gerakan membersihkan piring ini menjadi lebih cepat -_- .

“ Maaf aku tidak bisa membantumu , tanganku tidak boleh terkena air “ ujarnya lalu menunjukkan luka dijarinya yang telah kubalut . Aku menghentikan sejenak pekerjaanku dan menoleh kearahnya . “ Sejak kapan kau pernah membantuku “

“ Saat kau sakit aku menggantikan pekerjaan rumahmu “ balas namja ini tampak tidak terima namun tidak ketanggapi dan kembali tenggelam dalam pekerjaanku . “ Tidak lagi marah padaku kan ? “ Kyuhyun bertanya dengan memiringkan kepalanya kearahku , berusaha bersikap biasa aja atas tingkahnya aku justru sedikit bergerak kepinggir menjaga jarak darinya , lewat ekor mataku bisa kulihat senyum tipis diwajahnya yang semakin melebar , aishhh namja ini .

“ Ada apa denganmu ? Kenapa menyingkir ? Kemari “ Kyuhyun menarik begitu saja lenganku dan membuatku kembali keposisi tepat disampingnya membuat kedua lengan kami bersentuhan . “ Mwoya ???? “ aku memprotes kesal sambil menyingkirkan tangannya lalu kembali melakukan pekerjaanku .

“ Kau menyukaiku bukan Seohyun ? “ ujar Kyuhyun disebelahku , kegiatanku benar-benar tertahan karena aku kembali menoleh kearahnya , menggeleng tidak percaya karena reaksi Kyuhyun justru tersenyum senang tanpa beban setelah kalimat itu terucap dari mulutnya . “ Arraso~ aku tahu kau menyukaiku sampai gugup seperti tadi “

Menggunakan ujung kakiku , aku menendang tulang kering Kyuhyun yang langsung membuat namja itu berseru kesakitan dan membungkuk terus memegang kakinya yang kutendang  . Dengan masih membungkuk namja itu menengadahkan kepalanya dan menatapku kesal “ Apa yang kau lakukan ?!!“

“ Ne ! Aku menyukaimu~ Aku menyukai untuk menghajar orang-orang seperti mu “ jawabku sambil memajukan mulutku seolah mengancamnya

“ Ouchhh , sakit sekali “ keluh Kyuhyun yang sekarang mengelus kakinya “ Kau itu benar-benar sensitive melebihi wanita yang sedang hamil , aku hanya bercanda saja“ lanjutnya

“ Lain kali aku tidak mau bersikap manis padamu Joohyun~ssi “ ujar Kyuhyun lagi dengan raut wajah yang seperti anak-anak . Akhirnya namja itu membawa langkahnya meninggalkanku , kutatap punggungnya yang menjauh sampai aku tidak sadar jika aku tersenyum selama memandanginya yang menyeret langkahnya . Berbalik cepat untuk menyelesaikan pekerjaanku yang tertunda senyum itu masih belum hilang dan justru semakin lebar apalagi saat kembali teringat tingkah konyolnya . Sadarlah Seo Joohyun , kau itu sedang ingin mendiaminya tapi yang terjadi kau justru sama konyolnya dengan namja itu .

Sebenarnya apa yang telah pria itu lakukan padaku

~**~

“ Aku dan Pak Lee bersungguh-sungguh menangani permasalahanmu dengan Pamanmu itu Seohyun , percaya saja pada kami , aku meminta Pak Lee melakukan semua yang terbaik , kita pasti bisa menyeretnya tapi harus terencana dan jangan gegabah . Kau…aku hanya meminta kau percaya padaku , jangan membuatku panik dan khawatir . Pamanmu pasti akan membayar semua yang telah ia lakukan pada kau dan ibu “

Ucapan Kyuhyun itu terus saja mengisi pikiranku , kulepas celemek yang menempel ditubuhku lalu bersender pada bench dapur dengan masih memikirkan ucapan Kyuhyun yang ia ucapkan saat sebelum namja itu berangkat kerja . Suaranya pelan namun terdengar yakin , terdengar untuk meyakinkanku agar percaya padanya . Dan… memang benar jika aku harus percaya padanya, siapa lagi yang bisa membantuku menyeret pria brengsek itu selain Kyuhyun . Aku memejamkan mataku sesaat lalu membukanya kembali dan mendesah pelan . Aku akan melihat seperti apa usaha namja itu ? Apakah kalimatnya hanya sekedar janji kosong atau ia akan benar-benar membantuku .

Aku kembali berjalan berniat menuju kamarku , sesaat sesuatu mampir kepikiranku yang segera membuat langkahku terhenti tepat saat tanganku sudah meraih engsel pintu kamarku sendiri . Kedua mataku melebar tiba-tiba saat aku menyadari akan suatu hal.

Orang….seseorang yang dilihat ibuku ….. apa mungkin …apa mungkin itu dia ? A..apa mungkin ibuku melihat Paman Jung Hyun ? Karena itu ibu mengejarnya ? Karena itu ibu menggunakan kursi rodanya untuk mengejar Paman karena ia melihatnya ? I..ibu pasti sepertiku , ibu pasti melihat pria brengsek itu dan berniat mengejarnya !

Tanganku bergetar dengan masih memegang engsel pintu kamarku , entah sejak kapan kedua mataku terasa panas dan buram sampai aku mengedip dan butiran air hangat itu jatuh dan menyapa pipiku . “ Eom..eomma…” ujarku tercekat membayangkan seperti apa situasinya saat dia melihat Paman . Mencoba menenangkan diriku sendiri , aku memaksa diriku untuk menarik nafas panjang lalu membuangnya , menahan sekuat tenaga air mataku dan menghapus air mata yang sudah terlanjur jatuh dengan cepat menggunakan punggung tanganku . Kubuka pintu kamarku dengan tergesa dan langsung menuju lemari pakaianku , mengambil satu pakaian secara asal dan meleparkannya ketempat tidur , kupikir aku harus bersiap-siap . Aku akan menemui ibuku untuk bertanya langsung padanya . Kenapa aku begitu bodoh sampai melupakan hal seperti ini ? Seharusnya saat ia jatuh tempo hari aku langsung bertanya penyebab kenapa ibu sampai terjatuh ! Dasar bodoh !

~**~

Aku keluar dari taksi yang berhenti tepat didepan apartemen yang ditempati ibu dan Sungmin oppa dengan terburu-terburu . Saat aku hendak masuk kedalam gedung tiba-tiba saja sebuah mobil membunyikan klaksonnya kearahku yang sepertinya mobil itu baru saja keluar dari area parkir apartemen ini . Aku berhenti tidak sabar tepat saat mobil itu merapat kearahku dan keluarlah Sungmin dari dalam mobil itu .

“ Seohyun ? Kenapa pagi-pagi kemari ? “ tanyanya menghampiriku

“ Eomma oppa ? Dimana eomma ? “ aku bertanya terburu-buru pada Sungmin

“ Eo ? Ajuhma ? Dia masih diatas , baru selesai sarapan saat aku akan berangkat “ jawab Sungmin

“ Aku akan kedalam menemuinya “ balasku cepat , namun Sungmin segera menahan langkahku membuat aku kembali menatapnya tidak sabar

“ Ada apa ? Kenapa kau gelisah sekali ? Sesuatu terjadi ? “ dia bertanya

“ Aku harus bertemu sekarang dengannya “

“ Iya aku tahu , tapi ada apa Seohyun ? “

“ Oppa akan tahu sendiri jika oppa melepaskan tanganku ! Aku harus segera menemuinya !! “ entah kenapa aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak menaikkan nada suaraku sekarang . Sungmin akhirnya melepaskan tanganku pelan namun masih bisa kubaca ekspresi penuh kebingungan diwajahnya

“ a..aku akan menemui eomma “ aku membuka suaraku lagi dan akhirnya kembali berjalan masuk kedalam lobi apartemen untuk menuju lift yang akan membawaku kelantai dimana ibuku tinggal . “ Seohyun tunggu ! Aku ikut denganmu “ terdengar suara Sungmin dibelakangku namun aku sama sekali tidak menghentikan langkahku dan terus berjalan membiarkan namja itu mengejarku dari belakang .

…………………….

Aku memasuki apartemen ibuku dengan tergesa-gesa dan langsung berlari untuk mencarinya “ Eomma ! “ panggilku kuat , derap langkah cepat terdengar dibelakangku , aku tahu jika Sungmin masih mengikutiku dari belakang

“ Eomma ! “ panggilku lebih kuat , aku akan sampai dikamarnya namun seseorang memutar tubuhku dan seperti dugaanku Sungmin yang melakukannya . “ Seohyun tenanglah “

Seolah melampiaskan rasa tidak sabarku kuhempaskan begitu saja tangan Sungmin “ Mana mungkin aku bisa tenang oppa ! “

Aku bisa melihat jika Sungmin cukup terkejut dengan suara hentakkanku , rasa bersalah dengan cepat menyerangku , aku mengalihkan wajahku untuk tidak melihatnya , menelan ludahku berat dan berusaha menahan rasa panas yang menyerang kedua mataku “ A..aku benar-benar tidak bisa tenang oppa “ lanjutku dengan suara tercekat pelan

Tiba-tiba saja pintu kamar ibuku terbuka , menampilkan ibuku yang berada dikursi rodanya seperti biasa dengan suster Jang yang mendorong kursinya dari belakang Senyum merekah diwajahnya saat melihatku , aku langsung menghampiri ibuku dengan tergesa dan mendudukkan tubuhku dengan menggunakan lututku untuk berpijak tepat disebelah kursi rodanya . “ Eomma ..katakan padaku …”

Perubahan ekspresi terjadi diwajahnya , dia pasti bingung dengan tingkahku yang tiba-tiba seperti ini , aku sadar aku harus mengontrol diriku tapi itu tidak mudah ! Rasanya ada yang ingin meledak didalam diriku sendiri .

“ S..saat eomma terjatuh beberapa waktu lalu , siapa ..? “

Salah satu alisnya bergerak keatas menunjukkan ia tidak mengerti maksud ucapanku , telapak tangannya bergerak menyentuh punggung tanganku yang berada dipegangan kursi rodanya . Dia memajukan dagunya seolah bertanya ada apa denganku lalu menoleh untuk menatap Sungmin yang hanya dibalas dengan sebuah kedikkan dibahu karena namja itupun tidak mengerti dengan ucapanku .

“ Eom..eomma melihatnya bukan ? Eomma melihat orang itu ? “ aku kembali memulai dengan suaraku yang terdengar serak dan terkadang terputus

Ibuku memiringkan kepalanya kesatu sisi sebelum menggeleng kecil menandakan dia masih tidak mengerti kemana arah pembicaraanku .

“ Pa..paman…eomma melihat Paman Jung Hyun ? “

Perubahan besar terjadi diwajah ibuku , seperti dihantam sesuatu wajahnya mengeras dengan cepat dan ia menarik tangannya yang sebelumnya mengelus punggung tanganku . Mengalihkan wajahnya tidak menatapku lagi yang membuatku mengedip cepat dan panik akan reaksinya . “ Eomma …saat kau jatuh waktu itu , i..itu…itu karena eomma melihatnya bukan ? Eomma melihat Paman dan mengejarnya bukan ? “ aku bertanya lagi pada ibuku , menarik salah satu tangannya agar ia kembali menatapku

“ Seohyun ..” terdengar suara Sungmin yang menegurku namun kuabaikan dan aku justru berpindah tempat dengan masih berdiri menggunakan lututku pindah tepat didepan ibuku , mau tidak mau pandangan kami bertemu , bahuku jatuh lemas saat melihat kedua mata coklatnya berkaca , entah kenapa rasa takut menyerangku jika benar tebakanku adalah benar .

“ Eomma…aku benar bukan ? Kau melihat Paman dan kau mengejarnya ? “ Aku bertanya dengan suara bergetarku dan saat aku mengedip cepat kembali air mata sialan ini menetes . Kulihat usaha keras ibuku yang menahan bibirnya untuk tidak bergetar dengan menggigitnya

“ Cukup anggukan kepalamu eomma , beritahu aku apa benar kau melihatnya ?”

Aku mengerang tertahan karena ibuku masih belum menunjukkan gelagat untuk menganggukan kepalanya dan justru menunduk dalam , jari-jarinya bertaut dan bergerak-gerak kecil tidak karuan , bahunya sedikit bergetar yang membuatku menyentuhnya dan menyentaknya pelan “ Eomma jeballl ! Anggukan kepalamu jika eomma benar-benar melihat Paman ! “ aku berseru dengan suara bergetarku

Seseorang tampak menyentuh bahuku namun kugoyangkan bahuku dengan kasar dan sukses membuat seseorang itu—Sungmin harus mundur beberapa langkah kebelakangku . “ Eomma melihatnya bukan ? Eomma melihatnya karena itu eomma berusaha mengejarnya hanya dengan kursi roda ini ?! “

Akhirnya anggukkan kecil kuterima dari ibuku , sempat mematung sesaat aku kembali tersadar dan langsung menghapus air mataku dan kembali menggenggam kedua tangannya , berusaha menenangkannya yang terlihat sangat gelisah dikursi rodanya . “ Dia melihat eomma ? Apakah Paman melihat eomma juga ? “ aku bertanya cepat , menatap mata ibuku yang telah memerah dengan air mata yang keluar dari setiap sudutnya , dimatanya tampak tergambar kenangan buruk yang tiba-tiba tersingkap . Aku bisa merasakan perasaannya seperti apa karena akupun mengalami hal itu .

“ Benar jika paman melihat eomma juga ? Dia sadar akan kehadiran eomma maka dia berusaha lari dan karena itu eomma mengejarnya ? Paman melihat eomma juga bukan ? Iya ? Eomma ??!! “

“ Seohyun kumohon tenanglah ..” suara Sungmin terdengar dibelakangku sedikit panik

Ibuku menggeleng kuat sambil menutup kedua matanya , aku menatap nanar kearahnya merasa tidak puas dengan jawabannya , yang kulakukan adalah menyentuh kedua bahunya dan menggoyangkannya kuat , memaksa ibuku agar ia kembali menatapku “ Eomma , anggukan sekali lagi kepalamu…dia melihat eomma bukan ? Paman melihat eomma dan dia hanya berdiam diri saat melihatmu jatuh ?!! “

“ Nona Seohyun tolong jangan seperti ini “ suara suster Jang yang berdiri dibelakang kursi roda ibukupun terdengar panik , aku tahu aku berada dalam situasi tidak bisa mengontrol diriku sendiri , tidak bisa menahan diriku untuk bersikap lebih tenang . Rasa marah dan frustasiku seolah menguliti kulitku membuatku tidak bisa bersikap lebih sabar dan mengusai diriku sendiri . “ Seohyun hentikan “ Sungmin menarikku menjauh dari ibu namun aku menghempaskan tangannya dengan kasar

“ Oppa tidak mengerti !! “ aku berteriak keras kearahnya , kulihat ia menatapku sedih , mencoba mendekatiku lagi namun aku mengabaikannya dan kembali menghampiri ibuku . “ Eomma , dia melihat eomma bukan ? Paman melihat eomma mengejarnya ? Dan dia melihat eomma terjatuh tanpa melakukan apapun ? “ aku terus bertanya tidak ingin menyerah kepada ibuku , dia masih belum mau menatapku yang membuatku merasa kecewa , bahunyapun masih bergetar karena tangisnya dan bisa kulihat suster Jang berusaha menenangkan ibuku .

“ Eomma waegeraeyo ?! Beritahu aku apa yang terjadi ?! Anggukan kepalamu setidaknya , kumohon …” aku terisak kencang sambil terduduk lemas dilantai , menyerah akan sikap kerasnya yang tidak memberikan jawaban atas pertanyaanku , menangis kuat melampiaskan rasa sesak yang mengekang dadaku .

“ Dia melihatmu terjatuh dan diam saja bukan ? “ aku bertanya terisak “ Orang itu diam saja bukan ?! Sama seperti yang ia lakukan pada eomma 14 tahun lalu ??!! “

Aku tidak bisa lagi menahan tangis kerasku , isakkanku terus lolos tanpa ada satu usaha dari diriku sendiri untuk menghentikannya . Sungmin mendekatiku dan langsung meraih tanganku , menatapku sedih sebelum akhirnya menarik bahuku membawa kedalam pelukannya , aku menangis kuat didadanya , bergetar didalam pelukannya dengan rasa sakit yang terasa seperti menusukkan duri-duri kecil dan tajam disetiap pori-pori kulitku .

“ Seohyun jangan seperti ini …” bisik Sungmin lirih ditelingaku , ucapannya sama sekali tidak membantuku yang masih terus terisak kuat , yang kubutuhkan hanya sebuah jawaban , aku ingin ibu memberitahuku jika yang kuucapkan benar sehingga aku mempunyai alasan yang tepat untuk semakin membenci orang itu dan mencari perhitungan dengannya , aku …

“ J..Joo…hyun…”

Aku mematung didalam pelukan Sungmin dengan isakanku yang berhenti tiba-tiba akibat aku mendengar sesuatu , mataku membelalak lebar merasa tidak percaya dan yakin dengan apa yang baru saja kudengar . Untuk memastikannya sendiri kudorong pelan dada Sungmin untuk melepaskan pelukannya , sesaat kami berdua saling menatap karena aku tahu apa yang kupikirkan dan Sungmin pikirkan sama ! Kedua mata kami melebar karena terkejut , perlahan kugerakkan kepalaku memutar untuk kembali menatap ibuku dan …

“ H..hentikan Joo..hyun…”

Kalimat pendek itu meluncur terbata dari bibir ibuku yang terlihat berusaha keras mengucapkannya sebelum akhirnya ia menelan ludahnya berat . Terkejut , tidak percaya dan takjub bercampur menjadi satu perasaan yang aku rasakan sekarang , tidak hanya aku sepertinya , Sungmin dan suster Jang tampak menunjukkan reaksi yang sama denganku .

Ibuku …ibuku benar-benar mengeluarkan suaranya bukan ? Dia benar-benar berbicara setelah hampir bertahun-tahun ini suaranya hilang entah kemana . Masih tidak percaya dengan apa yang dilakukan ibuku aku hanya bisa menatapnya takjub masih mematung diposisiku

“ Joohyun…berhentilah…”

~**~

AUTHOR’s POV

Changmin menahan kepergian ayah tirinya yang bersiap masuk kedalam mobil dengan menahan tangan pria itu . “ Ada apa ? “ tanya Pak Park cukup terkejut dengan sikap Changmin

“ Kita bicara sebentar , naik mobilku “ balas namja itu dingin memberikan isyarat dengan menunjuk mobilnya yang berada tepat dibelakang mobil ayah tirinya sendiri . Tanpa perlu menunggu jawaban iya dari Pak Park , Changmin langsung menuju mobilnya sendiri lalu masuk kedalam mobil hitam miliknya . Menatap tajam Pak Park yang masih tampak bingung namun pada akhirnya pria itu memutuskan untuk ikut masuk kedalam mobil menyusul Changmin .

Tidak berkomentar apapun lagi Changmin segera menghidupkan mesin mobilnya dan mulai menjalankan mobil hitam miliknya .

Pak Park menoleh bingung kearah Changmin yang duduk disebelahnya saat namja itu menghentikan mobilnya tepat dipinggir jalan setelah hampir 15 menit Changmin mengendarai mobil itu tanpa jelas kemana tujuan mereka .

“ Kita akan bicara sekarang ? “ tanya pria yang berusia setengah baya tersebut

Seulas senyum muncul dibibir namja itu , bukan senyum ramah tamah namun senyum sedikit sinis yang terpeta sangat apik diwajah runcing Changmin . “ Jujur padaku Pak Park “ namja itu memulai dengan nada suara santai namun terdengar mengancam

“ Siapa kau sebenarnya ? “ ujar Changmin sambil menoleh balas menatap tatapan bingung Pak Park , senyumnya telah hilang berganti raut wajah ingin tahu miliknya . “ Katakan padaku Pak Park, siapa kau sebenarnya sebelum menjadi asisten ayahku “ ulang Changmin lebih menekan nada suaranya

“ Apa maksudmu ? “

Sadar akan tatapan waspada dan pertanyaan penuh kehati-hatian dari pria disebelahnya ini , Changmin justru mendengus pelan lalu menggosok pelan ujung hidungnya dan tersenyum sekali lagi “ Apa aku perlu membawa nama Seohyun sekarang ? Ahh mungkin kau tidak tahu jika aku menyebutnya Seohyun , tapi jika Seo Joohyun…kau pasti mengenalnya bukan Pak Park ? “

Kalimat itu cukup membekukan pria setengah baya ini , mematung selama sepersekian detik dikursi penumpang yang ia duduki , pupil matanya melebar dalam kepanikan dan ketidakpercayaan karena Changmin mengetahui tentang Seo Joohyun .

“ Jelaskan padaku semuanya , siapa kau sebenarnya sebelum kau menjadi asisten kepercayaan ayahku dan apa hubungan dirimu dengan Seohyun “ ucap Changmin menatap tajam Pak Park yang semakin tersudut akibat pertanyaan serangan dari anak tirinya sendiri .

………………………………………………………………………………………………

“ H..hentikan Joohyun ,berhentilah sekarang “

Seohyun memandang nanar sang ibu setelah kalimat pendek itu berhasil ia cerna . Setelah hampir tidak mempercayai jika sekarang ibunya telah kembali berbicara , gadis itu dibuat terkejut dengan ucapan sang ibu yang memintanya untuk berhenti . Berhenti ? Apa ? Berhenti dalam hal apa ? Apakah maksud sang ibu berhenti untuk meminta pertanggung jawaban dari Pamannya ? Berhenti mencari sang Paman ? Berhenti setelah semuanya yang ia lakukan sejauh ini ?

Seohyun menggelengkan kepalanya pelan bersamaan dengan satu tetes air mata yang jatuh dari ujung matanya . Bibirnya bergetar kuat karena usahanya untuk berbicara tanpa perlu menangis yang berakhir pada kesia-siaan .

“ Jangan mengatakan hal itu disaat eomma kembali bisa berbicara “ ujar gadis itu terbata

“ Nyonya ? Anda berbicara ?? Apa yang anda rasakan sekarang ? “ suster Jang bertanya panik kepada ibu Seohyun , sesaat Seohyun menatap panik kearah ibunya sadar mungkin saja dia mengalami rasa sakit atau apapun itu karena usahanya untuk bisa berbicara . Namun sebuah gelengan meyakinkan, ibu Seohyun suguhkan kepada suster Jang “ Tidak apa-apa “

Entahlah perasaan campur aduk seperti apa yang melanda Seohyun saat ini , gadis ini  terkejut namun merasa gembira disaat yang bersamaan saat mengetahui kemajuan dari sang ibu , namun rasa gembira itu seolah kembali terkubur dalam, saat kalimat yang Nyonya Seo ucapkan pertama kali setelah sekian lama tidak berbicara adalah agar Seohyun berhenti sekarang , berhenti setelah semua yang gadis itu lakukan sampai saat ini .

Kembali menatap Seohyun , gadis itu dibuat melemas dengan tatapan milik sang ibu , penuh kesedihan dan kelelahan disana , Nyonya Seo menggerakkan kursi rodanya dengan sedikit susah payah kearah Seohyun . “ Eomma ..be..benar-benar ba..hagia sekarang Joohyun “ dia menelan ludahnya sesaat sebelum kembali berbicara “ melihatmu sekarang ini jauh lebih membahagiakan buat eomma “

Seohyun masih terdiam , seolah lidahnya tidak berfungsi untuk mengucapkan satu kalimatpun , gadis itu hanya bisa menatap sang ibu dengan kedua matanya yang terus berkaca . “ Kita hentikan saja , lupakan yang terjadi bertahun-tahun lalu . Eomma hanya ingin kau menghentikan semua ini “

Seperti sebuah kaca yang dihantam oleh batu keras dan hancur bereping-keping mungkin adalah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan perasaan gadis itu , sang ibu.. sang ibu yang memintanya sendiri untuk berhenti , sang ibu yang memintanya sendiri untuk menyerah setelah usahanya selama ini yang ia lakukan adalah untuk ibunya tapi …apa yang ia dapatkan sekarang ?

Seohyun masih menggelengkan kepalanya keras kepala , isakan kecil kembali terdengar , jauh…jauh….dan jauh lebih sakit saat sang ibu yang mengucapkan kalimat tadi dibandingkan saat Kyuhyun memintanya untuk lebih bersabar atas kasus yang sudah berlalu 14 tahun .

“ Hiduplah dengan baik bersama suamimu , lupakan orang itu , anggap kita tidak pernah mengenalnya Joohyun , eom..ma mohon “ pinta Nyonya Seo dengan suara serak, air mata kembali jatuh dipipinya yang membuat Sungmin mendekati Nyonya Seo dan memeluknya erat . “ Ajuhma …” bisik namja itu

“ Kenapa ? “

Nyonya Seo mendorong Sungmin untuk melepaskan dekapannya dan kembali menatap Seohyun yang telah membuka suaranya . “ Lalu kenapa eomma mengejarnya ?! “

“ Seohyun ..” Sungmin tampak mencoba menegur gadis itu namun sesaat Nyonya Seo menyentuh lengan namja itu memberikan isyarat agar Sungmin diam . “ Kenapa eomma mengejarnya ?! Kenapa eomma mengejar paman kalau eomma ingin aku berhenti sekarang ??!! “ Seohyun bertanya keras

“ Eomma hanya ingin penjelasan darinya “ sahut ibu Seohyun “ Hanya ingin tahu kenapa ia melakukan hal itu kepada kita ? Kenapa dia…” seolah tercekat oleh kalimatnya sendiri dan berakibat pada sesuatu yang menyerang dadanya , Nyonya Seo segera menyentuh dada kirinya dan meremasnya pelan . Meringis sesaat membuat Sungmin dan suster Jang panik mendekatinya .

“ Nyonya ? “

“ Ajuhma ? Apa yang kau rasakan ? Ada yang sakit ? “

Nyonya Seo menggeleng sebisanya sebelum akhirnya menggerakkan tangannya memberikan isyarat jika ia tidak apa-apa , Sungmin masih tampak khawatir namun Nyonya Seo menenangkan namja itu dengan menyentuh lengan Sungmin “ Tidak apa-apa Sungmin~ah “

“ Tapi setelah terjatuh waktu itu , eomma berfikir …” kembali Nyonya Seo berbicara kepada anak perempuannya , Seohyun tidak bisa membohongi dirinya sendiri jika ia ikut khawatir dengan keadaan sang ibu , namun sisi egoisnya masih unggul menguasai pikirannya untuk menuntut penjelasan dari sang ibu .

“ Apa yang akan kita dapatkan setelah bertemu dengannya ? “

“ Me..nuntutnya ? Meminta per..tanggung jawabannya ? “

“ La..lu apa Joohyun ? K..kau akan puas dengan itu ? “

Nyonya Seo menggeleng pelan dan memejamkan kedua matanya sesaat , bulir-bulir hangat keluar secara perlahan dari ujung pelupuk matanya yang tertutup .

“ Eom..ma pikir eomma tidak akan bisa Joohyun …dia…”

“ Dia..adik ayahmu Joohyun ..”

“ Aku melihatnya eomma…aku melihatnya saat Paman keluar dari apartemen menyedihkan yang kita tempati di Jepang , aku berpapasan dengannya dan dia hanya menatapku jijik seolah aku sampah yang pantas diinjak oleh alas sepatunya “ Seohyun berujar dengan getar suara menyedihkan “ Aku menahan tangannya namun dia justru menghempaskanku dan pergi begitu saja , aku..aku mendengar tangismu , dengan rasa panik yang menyerangku aku masuk kedalam apartemen dan sudah mendapati eomma dalam keadaan seperti itu , jatuh tanpa aku tahu penyebabnya dan setelah itu tidak sadarkan diri “

Seohyun menggigit bibirnya kuat-kuat , usahanya untuk tidak menangis selama mengungkapkan kenangan buruk itu membuat seluruh tubuhnya bergetar “ dan sesuatu yang paling buruk terjadi saat kau bangun dari ketidaksadaranmu , sejak saat itu aku sudah tidak bisa mendengar suaramu lagi , kau menderita aphasia yang membuatmu tidak bisa berbicara karena kejadian yang membuat jiwamu terguncang “

“ Eomma masih bisa mengingat usiaku waktu itu bukan ? “ nada suara gadis ini kembali naik membuat Sungmin menatapnya was was . “ Karena perbuatannya kita mengalami kehidupan yang sangat menyedihkan di Jepang , bahkan untuk merencakan untuk kembali ke Korea kita tidak bisa karena pria brengsek itu mengambil semua uang asuransi kematian ayah ! “

“ Karena ulahnya eomma…karena ulahnya aku bekerja mati-matian untuk menghidupi kehidupan kita , mengorbankan masa remajaku dan terus bekerja !! Melihatmu menderita seperti itu dikursi roda dan itu semua karena ulahnya !! “

“ Seohyun ..”

“ Aku hanya ingin menuntutnya ! Aku hanya ingin meminta pertanggung jawabannya !! Aku ingin ia mengembalikan semuanya ! Mengembalikan apa yang ia rampas ! Membayar semuanya yang telah ia lakukan pada eomma ! Membuatnya berlutut didepan eomma untuk meminta maaf !! “ teriak Seohyun lepas kendali . Nyonya Seo kembali menyentuh dada kirinya dan meringis pelan , sebelah tangannya memegang erat kursi rodanya karena rasa sakit yang semakin menyerangnya .

“ Seohyun cukup !! “ Sungmin balas membentaknya dan sukses membuat gadis itu tersentak .

“ Suster Jang bawa ajuhma kembali kekamar , periksa keadaanya sekarang “ perintah Sungmin tegas yang membuat suster Jang mengangguk cepat dan menuntun kursi roda Nyonya Seo masuk kembali kedalam kamarnya . Seohyun masih tampak hampa akibat bantakan dari Sungmin yang ia terima untuk pertama kalinya selama ia mengenal namja itu .

“ Aku masih harus berbicara dengan eomma “ ujar gadis itu berbisik

“ Tidak sekarang “ balas Sungmin tegas , perlahan namja itu mendekati Seohyun dan menatapnya serius “ Ikut aku , kuantar kau pulang “ ujar namja itu sambil meraih pergelangan tangan Seohyun . Dengan cepat Seohyun menghempaskan tangan Sungmin kasar sambil menggeleng menunjukkan sikap keras kepalanya . Tidak terpengaruh dengan sikap itu , Sungmin kembali meraih dengan sedikit kasar pergelangan tangan Seohyun . “ Jika kau menganggapku sebagai kakakmu maka turuti ucapanku ! Kita pergi ! “

Tegas dan tidak bisa dibantah lagi , Seohyun seolah kalah saat akhirnya kedua kakinya mau tak mau ikut melangkah keluar mengikuti Sungmin yang terus bertahan memegang pergelangan tangannya dan membawanya keluar dari apartemen yang ditempati sang ibu .

~**~

“ Kuantar kau pulang “ ujar Sungmin pelan sambil membukakan pintu mobil untuk Seohyun agar ia bisa masuk . Mendorong pelan tubuh gadis itu namun Seohyun tetap bergeming berdiri mematung disamping mobil Sungmin . “ Masuklah “ mohon namja itu . Akhirnya Seohyun menunjukkan reaksinya , memutar bola matanya membalas tatapan Sungmin yang masih memintanya agar segera masuk kedalam mobil .

“ Aku akan pulang sendiri “ ujar Seohyun pelan

“ Aku akan mengantarmu Seohyun “

Seohyun menggeleng , matanya tampak kosong , dia sempat terdiam sesaat sebelum kembali berbisik lemah “ Aku pulang sendiri “

“ Seohyun …”

Seohyun menatap tangan Sungmin yang masih menggenggam pergelangan tangannya , ia membawa tangannya sendiri dan melepaskan genggaman itu . Menyingkir dari sisi Sungmin dan mulai berjalan pelan . “ Seohyun, oppa akan mengantarmu “ Sungmin masih terus berusaha membujuk Seohyun yang tidak terpengaruh dan terus berjalan pelan . Namun tiba-tiba gadis itu berhenti sesaat dan kembali menatap Sungmin dengan mata kosongnya . “ Temani eomma oppa “

“ Seohyun …”

“ Aku ingin sendiri oppa , temani eomma ..saat ini …aku tidak bisa menemaninya “

Sungmin seolah tidak bisa melakukan apapun untuk menahan Seohyun yang sudah kembali berjalan , tampak goyah sekali gadis itu namun tidak ada yang bisa dilakukan Sungmin karena gadis itu memang membutuhkan waktu untuk sendiri . Sungmin terus menjaga pandangannya pada sosok Seohyun sampai akhirnya gadis itu menghentikan sebuah taksi dan langsung memasukki taksi yang akan membawanya kesatu tujuan yang ia sendiri yang tahu .

~**~

Kyuhyun menaruh gelisah ponselnya dimeja kerjanya , meraihnya lagi dan menatap frustasi Samsung SIII miliknya , ini sudah ada kesekian kalinya ia mencoba menelpon Seohyun namun sama sekali tidak tersambung dan justru suara sang operator yang membosankan yang menyapanya . “ Kenapa dia tidak mengaktifkan ponselnya ?! “ dumel namja itu

Sambil menyipitkan mata dan memajukan mulutnya namja itu menatap nomor ponsel Seohyun yang terdapat foto gadis itu dikontak personnya. “ Kau masih marah padaku dan memutuskan menonaktifkan ponselmu huh ? “ desis namja itu

“ Selalu mengatakanku jika aku kekanak-kanakkan tapi lihatlah dirimu sendiri Seo Joohyun “ sengit Kyuhyun “ Aishhh apa yang kulakukan “

Menyerah akhirnya namja itu kembali meletakkan ponselnya , masih ada pekerjaan yang harus ia selesaikan dan setelah itu Kyuhyun baru bisa pulang agar bisa membuat perhitungan dengan Seohyun . “ Berlebihan sekali sampai mematikan ponselnya “

~**~

Changmin menginjak lebih dalam pedal gas mobilnya , tidak mempedulikan speedometer mobilnya yang jarum merahnya telah menunjukkan kecepatan melebihi 100km/jam . Terus membagi pikirannya untuk berkonsentrasi penuh agar fokus menyetir dan setengahnya lagi memikirkan keadaan Seohyun sekarang . Berfikir untuk menemui gadis itu setelah mendengar cerita dari sisi Pak Park sebelumnya .

Bahkan Changmin tidak bisa menguasai dirinya saat kepalan tangannya menghajar rahang ayah tirinya saat Pak Park menceritakan apa yang telah ia lakukan pada Seohyun dan ibunya . Bagaimana mana mungkin seorang Paman tega melakukan hal itu kepada istri dari kakaknya sendiri dan keponakannya yang masih berusia belia ?!

Changmin mengerang kesal sambil memukul setir mobilnya saat lampu merah menyala yang membuatnya harus berhenti , menatap tidak sabar lampu merah itu sambil menggigit ujung ibu jarinya dengan tidak sabar . Saat lampu lalu lintas itu telah berubah warna menjadi hijau kembali ia injak pedal gasnya yang langsung membuat mobil hitam miliknya melesat cepat . “ Kenapa ponselnya tidak aktif ?! “ Changmin mengerang frustasi

~**~

Lunglai dan seolah tidak tentu kemana langkahnya membawa , Seohyun hanya terus berjalan ditrotoar pinggir jalan , bibirnya yang membirupun seolah tidak lagi ia rasakan tertutup oleh rasa hampa dan kosong yang menyerangnya . Terus berjalan dan berjalan seolah jalan yang ia tempuh tidak memiliki sebuah ujung sehingga ada alasan untuknya agar tetap seperti ini . Suasana malam yang dingin bahkan tidak berpengaruh pada gadis itu , semua terasa mati rasa sekarang , rasa sakit itu seolah menjadi kulit tebal yang sulit ditembus namun tetap saja menyesakkan .

Seohyun terlompat dari semua lamunan dan pikiran kosongnya saat sebuah suara klakson mobil terdengar disebelahnya . Mengedip sesaat dan gadis itu baru sadar jika ia telah sampai dikawasan apartemen yang ia tempati . Teringat dengan suara klakson mobil itu , Seohyun kembali memutar kepalanya dan langsung mendapati sebuah mobil hitam yang merapat kepinggir jalan raya dan tidak lama seseorang yang dikenalnya muncul dari dalam mobil itu .

Changmin berjalan tergesa menghampiri Seohyun yang hanya menatap datar dirinya . “ Kenapa diluar seperti ini ? “ Changmin segera bertanya , sedikit panik saat melihat bibir Seohyun yang membiru karena udara dingin

Tidak ada jawaban dari Seohyun yang masih mengunci mulutnya .

“ Kenapa jalan kaki Seohyun ? “ Changmin kembali bertanya . Namja itu mengernyit bingung saat Seohyun masih saja mengunci mulutnya dan justru mengalihkan tatapannya dari Changmin dan hendak kembali berjalan . Tidak menyerah Changmin segera menyeimbangkah langkahnya dengan langkah pelan Seohyun , melirik gadis itu dengan raut tanda tanya merasa bingung akan sikap aneh Seohyun .

“ Aku mencoba menelponmu namun kau tidak mengaktifkan ponselmu , aku mengetahui sesuatu Seohyun , aku ingin membicarakannya denganmu “ Changmin berujar dengan masih berjalan mengikuti Seohyun yang tampak tidak terpengaruh dan terus melangkah pelan . Saat mereka benar-benar sampai didepan gedung apartemen Seohyun , Changmin memberanikan dirinya menahan lengan gadis itu yang otomatis membuat Seohyun berhenti . Seohyun menoleh pelan menatap lengannya lalu menatap Changmin . Tidak terbaca satu ekspresipun dimata coklat milik gadis itu .

“ Ada apa denganmu ? “ Changmin bertanya pelan , rasa khawatir mulai menyerangnya . Kenapa Seohyun tiba-tiba bersikap seperti ini . Gadis ini akan selalu bersikap hangat jika bertemu dengannya

“ Seohyun ada apa ? Sesuatu terjadi ? “ Changmin bertanya jauh lebih lembut , suara Changmin untuk kali ini cukup menarik perhatian Seohyun dan gadis itu kembali menatapnya .Kecewa , lelah dan rasa sakit bisa namja baca dari pancaran mata gadis itu sekarang . Membuat Changmin melemas sesaat membayangkan perasaan yang Seohyun rasakan untuk saat ini . “ Kau kenapa Seohyun ? “ Changmin bertanya pelan namun tetap tidak bisa menutupi rasa panik dalam dirinya . Terlebih saat mata Seohyun mulai mengilat karena air mata yang berkaca .

“ Kau bertengkar lagi dengan Kyuhyun “ Changmin memberanikan diri untuk bertanya lebih jauh , ada rasa sakit yang menyerangnya saat pertanyaannya sendiri keluar dari bibirnya . Jika memang benar seperti itu bisa dibayangkan seperti apa perasaan gadis ini yang terlihat begitu sakit hanya karena bertengkar dengan Kyuhyun .

Seohyun menggelengkan kepalanya bersamaan dengan jatuhnya air mata miliknya . Membuat Changmin berteriak dalam hati , air mata gadis ini menjadi pertanyaan yang sangat sulit diungkapkan sekarang . Ada apa sebenarnya ?

“ Lalu ada apa ? Kenapa kau menangis tiba-tiba ? “

Seohyun sadar jika ia tidak bisa mengontrol emosinya ditandakan isakannya yang semakin lolos saat kejadian diapartemen sang ibu kembali menyapanya , kuasai dirimu Seo Joohyun ! Kau terlihat konyol menangis seperti itu didepan Changmin . “ Seohyun ada apa ? “ Changmin semakin bertanya panik , menyentuh bahu Seohyun lembut namun tidak mampu menghentikan isakan yang meluncur dari bibir Seohyun .

“ Aku tidak tahu apa yang terjadi , lebih baik kita masuk kemobilku , aku akan membawa mobilku kemari kau tunggulah sebentar , kau perlu tempat yang tenang “ ujar Changmin berbicara dengan cepat “ Aku ambil mobilku sebentar Seohyun “

Namja itu hendak berjalan untuk kembali menuju mobil yang ia parkirkan tepat dipinggir jalan , namun tiba-tiba seseorang menahan lengannya—Seohyun . Gadis itu menahan namja itu dengan menyentuh jas Changmin , membuat Changmin menoleh pelan kearahnya . “ A..aku…aku hanya ingin pinjam punggungmu “ Seohyun mengeluarkan suara tercekatnya

“ Nde ? “

“ t..tetap disini “ nafasnya tercekat .

Changmin hanya bisa terdiam saat Seohyun merapat kebelakang tubuhnya , meletakkan kedua tangannya secara bertumpuk dipunggung Changmin dan sedetik kemudian menenggelamkan wajahnya ditumpukan tangannya itu , menangis sejadinya bergetar dipunggung Changmin .

Hanya terdengar suara isakan gadis itu selama beberapa saat karena Changmin sengaja membiarkan Seohyun menangis sepuasnya, perlu waktu untuk Seohyun membuang semua rasa sesaknya ditambah mengingat ucapan sang ibu yang memintanya untuk berhenti setelah hampir 14 tahun ia habiskan hanya untuk menuntut pertanggung jawaban dari sang Paman . Serasa dihianati oleh ibunya sendiri rasa sakit itu semakin menusuknya , hancur berantakan karena usahanya seolah terkubur dalam sekejap karena ucapan sang ibu yang memintanya untuk berhenti sekarang . Apakah itu masuk akal ? Bahkan Seohyun siap untuk mempertaruhkan apapun yang ia punya untuk menyeret orang itu bersujud meminta maaf dikaki sang ibu . Tapi…….

Sementara itu sebuah mobil hitam milik Kyuhyun mulai memasuki kawasan apartemen yang ia tempati , senandung pelan dari bibir pria itu tiba-tiba saja harus berhenti saat matanya menangkap bayangan dua orang yang dikenalnya dari jauh . Kyuhyun segera menghentikan mobilnya bahkan saat mobil itu belum benar-benar sampai didepan gedung apartemen miliknya . Mengernyit sesaat untuk meyakinkan dirinya sendiri jika dua orang itu adalah Changmin dan Seohyun .

Berdesis pelan sambil membuka kasar sabuk pengamannya namja itu segera keluar dari mobilnya , langkahnya dengan cepat membawa Kyuhyun untuk menghampiri dua orang itu , menelan ludahnya kasar berusaha meredam darahnya yang hampir mendidih . Bagai ada sesuatu yang menahan langkahnya Kyuhyun sontak berhenti berjalan , menyadari sesuatu yang aneh yang terjadi pada Seohyun . Bahu gadis itu bergetar hebat dan kembali sadar jika gadis itu berdiri dibelakang Changmin , menaruh kedua tangannya dan menangis dipunggung sepupunya sendiri .

Kembali memaksa kakinya agar bergerak , namja itu semakin mendekati posisi mereka . Changmin yang terus menundukkan kepalanya seolah tenggelam oleh suara isakan Seohyun sama sekali tidak sadar saat Kyuhyun telah sampai tepat didekatnya . Tidak mau repot-repot memilih timing yang tepat, Kyuhyun segera meraih lengan kiri Seohyun menarik gadis itu menjauhi punggung Changmin memutarnya cepat yang langsung menghadapkan Seohyun tepat didepannya .

Changmin menoleh terkejut untuk melihat apa yang terjadi dan langsung mendapati Seohyun yang sama terkejutnya dengannya sambil menatap Kyuhyun dengan mata bulat miliknya dan mampu menghentikan sesaat tangis gadis itu . Tidak ada pancaran kemarahan pun dimata Kyuhyun saat ini , namja ini justru menatap lembut Seohyun yang masih mematung menatapnya . Berubah menatap khawatir Seohyun sambil mengusap air mata gadis itu . “ Ada apa ? Kenapa kau menangis ? “ bisik Kyuhyun khawatir

Serasa seperti menemukan sandaran yang tepat , bahu gadis itu kembali melemas disertai mata yang kembali berkaca , menggigit kuat bibirnya untuk tidak bergetar namun berakhir sia-sia dan akhirnya tangis tercekat itu kembali pecah .

“ Eom..ma menyuruhku berhenti “ usaha Seohyun mengucapkan kalimat pendek itu dengan bergetar

“ D..dia memintaku berhenti…” Seohyun berusaha menarik nafas panjang namun yang terjadi adalah isakan dari tangisnya justru lolos begitu saja, Kyuhyun segera meletakkan tangannya dikedua lengan gadis itu dan mencengkramnya pelan . “ eom..ma ingin aku berhenti sekarang…”

“ ke..napa semua orang ingin aku menyerah ….” Seohyun berhasil mengucapkan kalimat itu dibalik isakan terputusnya . Kyuhyun mengernyit sesaat berusaha memahami ucapan gadis ini, dadanya mulai terasa sakit menyaksikan air mata Seohyun yang jatuh begitu saja . “ a..aku harus bagaimana sekarang ? a..apa yang harus kulakukan ? a..aku..”

Kedua kakinya yang ia pakai terus berjalan selama beberapa jam mulai menunjukkan ketidakberdayaannya , tubuh Seohyun melemas cepat dan sesaat kegelapan menyerangnya membuat Seohyun kehilangan kesadaran dan jatuh tepat didalam dekapan Kyuhyun

“ Seohyun ?!! “

~**~

Setelah tiga jam berada dirumah sakit untuk memulihkan keadaan Seohyun yang mengalami shock dan membuatnya kehilangan kesadaran , akhirnya Seohyun meminta Kyuhyun untuk membawanya kembali pulang , sebenarnya Kyuhyun sempat memaksa agar Seohyun mau dirawat setidaknya hanya untuk semalam namun gadis itu menolak dan bersikukuh untuk tetap pulang dan memilih untuk beristirahat diapartemen mereka sendiri .

“ Changmin tadi ikut menungguimu tapi…aku memintanya untuk pulang karena kupikir sudah terlalu malam untuknya jika ikut menungguimu “

Seohyun tidak menanggapi ucapan Kyuhyun barusan dan lebih memilih memasang sabuk pengamannya lalu bersender lemah pada kursi penumpang yang ia duduki . Kyuhyun menoleh kearah gadis itu dan sudah mendapati Seohyun yang sudah menutup kedua matanya . Tidak membuka suaranya lagi, Kyuhyun segera menghidupkan mesin mobilnya dan melesat meninggalkan pelataran parkir gedung rumah sakit.

~**~

Sudah memasuki hari keempat sejak Seohyun bertemu dengan ibunya sendiri atau sejak Changmin mengetahui tentang kisah menyakitkan Seohyun dan ibunya atau sejak Seohyun kehilangan keadaran . Changmin tampaknya harus menahan dirinya sendiri untuk kembali mengajak Seohyun berbicara , memikirkan untuk mencari waktu yang tepat dan belum lagi usahanya untuk mengatur waktu itu ditengah jadwal sibuknya yang membuat namja itu harus sering keluar kota atau bahkan keluar negri .

Sementara itu Kyuhyun lebih memilih diam sampai Seohyun sendiri yang akan siap berbagi cerita dengannya , gadis itu lebih banyak tidak bersuara dan bahkan terkadang seperti gadis linglung yang bingung dengan apa yang ia lakukan sendiri . Setelah mendengar cerita lengkap dari Sungmin 2 hari lalu, Kyuhyun pun ikut dibuat bingung untuk melakukan sesuatu . Apa yang harus ia lakukan sekarang ? Sebuah sms ia terima beberapa saat lalu , sms dari Sungmin yang memintanya untuk datang menemui ibu Seohyun yang ingin bertemu dan membicarakan sesuatu dengannya . Sejujurnya sebuah kabar yang menggembirakan mengingat adanya kemajuan yang sangat signifikan dari ibu mertuanya yang telah kembali bisa berbicara , tapi kegembiraan itu seolah menguap menjadi uap transparan tertutupi oleh kabut menyesakkan yang dirasakan oleh Seohyun sekarang .

Setelah membalas pesan itu dan mengiyakan akan segera menemui ibu mertuanya , Kyuhyun kembali memasukkan ponselnya kedalam saku celana jeansnya . Ia berjalan pelan dan langsung membawa langkahnya mendekati lemari pendingin dimana Seohyun sedang membungkuk memeriksa isi kulkas , namja itu meletakkan siku tangannya diatas lemari pendingin itu dan menggunakan telapak tangannya yang ia kepal untuk menyangga kepalanya .

“ oh..omo..” sontak Seohyun terkejut karena tiba-tiba Kyuhyun sudah berada didekatnya .

Kyuhyun justru tersenyum lebar menikmati ekspresi keterkejutan Seohyun namun secepat kilat senyum itu menghilang saat Seohyun kembali menguasai raut wajahnya kembali  menjadi ‘Seohyun yang muram’ selama 4 hari terakhir ini . Gadis itu berjalan meninggalkan Kyuhyun yang menatap sambil mencibir kearahnya “ Mau sampai kapan dia seperti itu ? “

Kyuhyun menarik nafas sesaat lalu membuangnya yakin , kembali menyusul Seohyun dan langsung mendahului langkah gadis itu , berhenti tepat didepan Seohyun yang otomatis membuat Seohyun menghentikan langkahnya dan mulai menatap terganggu kearah Kyuhyun . “ Mau jalan-jalan tidak ? Mumpung hari ini hari minggu bagaimana kalau kita keluar untuk jalan-jalan ? “ tanya Kyuhyun sambil menaik-naikkan kedua alisnya . Senyum lebarnya kembali terpeta namun kembali menghilang saat Seohyun menggeleng malas dan kembali berjalan mengabaikannya -_-

“ Aku akan mentraktir apapun untuk hari ini , empat hari ini selera makanmu tiba-tiba meningkat Seohyun~ah, apa selalu seperti itu jika keadaanmu sedang buruk ? Makan banyak seperti wanita hamil ? “ Kyuhyun kembali menyeimbangi langkah Seohyun dan bertanya dengan raut wajah pura-pura berfikir keras. “ Sepertinya kau terlihat lebih gemuk sekarang “ Kyuhyun mengakhiri kalimatnya dengan sebuah komentar yang cukup membuat Seohyun menoleh gerah kearahnya .

Mengedip cepat namja itu merasakan perubahan Seohyun, ia mundurkan kakinya satu langkah kebelakang . Saat Seohyun kembali berjalan meninggalkannya memilih untuk tidak menanggapi Kyuhyun , senyum namja itu kembali muncul . Setidaknya Seohyun tidak benar-benar terpenjara dalam dirinya yang terus bermuram durja . Semuanya bisa dibicarakan dengan kepala dingin bukan ? Kenapa memilih mengindar dan bukannya kembali mencoba berbicara dengan sang ibu .

“ Kau tidak berniat untuk melihat keadaan emmonim ? “ Kyuhyun bertanya dengan suara yang lebih kuat . Kali ini benar-benar mampu membuat  Seohyun mengerem cepat langkah kakinya . “ Ayo kita menjenguknya “ lanjut Kyuhyun

Tidak ada yang berbicara diantara keduanya selama selang waktu 1 menit yang terlewat . Seohyun akhirnya membalikkan tubuhnya , tatapan terganggu ataupun kesal saat Kyuhyun menyebut nama ibunya tidak terpancar dimata coklat gadis itu .Justru sebuah senyum sedih dan menahan rasa sakit yang menghiasi wajahnya yang tidak tersentuh oleh make up. “ Mungkin belum sekarang aku menemui eomma “ ujar Seohyun hati-hati “ Aku perlu waktu sebentar lagi…jika nanti…ani..maksudku secepatnya aku akan menjenguknya lagi , tapi tidak sekarang “

“ Sungmin oppa mengatakan padaku jika keadaan eomma sudah mulai membaik , dia wanita yang kuat . Aku…aku pasti akan menemuinya nanti …nanti Kyuhyun~ssi “

Menyerah tidak lagi mencoba membantah ucapan Seohyun, sebuah anggukan mengerti pria itu suguhkan pada gadis itu . Seohyun masih bertahan dengan senyum sedihnya sebelum akhirnya ia memutar tubuhnya lagi dan berjalan menuju ruang tengah .

“ Kau yang justru membuatku khawatir sekarang “ bisik Kyuhyun pelan dengan masih memandang punggung Seohyun yang akhirnya menghilang saat gadis itu berbelok memasuki ruang tengah apartemen mereka .

~**~

Kyuhyun mendorong kursi roda yang diduduki ibu mertuanya dengan santai , berhenti sebentar untuk menikmati suasana sore yang tenang disekitar kawasan apartemen sang ibu mertua . Teringat saat ia baru datang sekitar setengah jam yang lalu dan langsung menemui ibu mertuanya yang memang tengah menunggu Kyuhyun . Senyum saat Kyuhyun pertama kali bertemu dengan Nyonya Seo saat di Jepang ketika ia mabuk dan Seohyun membawanya keapartemen kecil mereka di Jepang kembali disuguhkan oleh ibu Seohyun , senyum hangat dan menenangkan . Tapi senyum itu sekarang jauh lebih berarti saat suara sang ibu mertua muncul secara bersamaan sambil menyebut namanya “ Kyuhyun~ah …”

Ada percikan kebahagiaan tersendiri yang Kyuhyun rasakan saat mendengar suara ibu Seohyun untuk pertama kalinya , jadi seperti itu suaranya… hangat , menenangkan dan sangat keibuan . Kyuhyun kembali mendorong kursi roda Nyonya Seo dan membawanya kesebuah taman kecil yang berada tepat dikawasan apartemen itu . Cukup banyak anak-anak yang menghabiskan sore mereka ditaman ini . Berhenti didekat sebuah bench yang terletak dibawah pohon Mahoni besar .

“ Eomma benar-benar menyukaimu sejak pertama kali melihatmu “ Nyonya Seo memulai berbicara dengan suara pelan . Kedua matanya tampak mengikuti kegiatan seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan yang sedang bermain ayunan bersama “ Eomma pikir lelaki yang akan Joohyun kenal selama hidupnya hanya Sungmin saja , tapi….saat Joohyun mengenalkanmu untuk pertama kalinya sebagai temannya, eomma langsung  menyukaimu “ Nyonya Seo berusaha memutar kepalanya kebelakang untuk menatap Kyuhyun dan kembali tersenyum kearah menantu prianya itu .

“ Benarkah ? “ Kyuhyun menanggapi lembut

“ Ne~ Dan jauh lebih menyenangkan lagi saat kau melamar Joohyun untuk mengajaknya menikah langsung didepan eomma “ ujar Nyonya Seo kembali menatap kearah depan dengan sebuah senyum lebar yang masih belum menghilang diwajahnya .

Rasa bersalah seketika menyerang namja ini ,teringat saat kesepakatan pernikahan antara ia dan Seohyun yang dilakukan sebelum pernikahan untuk mendapatkan tujuan masing-masing . Tapi walaupun begitu bukan berarti Kyuhyun tidak memiliki ketertarikan pada Seohyun , dia memilih gadis itu sebagai gadis yang bersedia menjalani pernikahan perjanjian mereka karena Kyuhyun memang menginginkan Seohyun yang melakukannya bukan gadis lain . Atau jika ia ingin bersikap layaknya bajingan dia akan membayar wanita murah yang dengan gampangnya disewa lalu ditiduri untuk melahirkan anaknya dan setelah itu menyuruhnya pergi . Tapi …. Dia tidak memilih cara itu bukan ? Seohyun membuatnya tertarik sejak awal ….

“ Duduklah disini Kyuhyun~ah “ ujar Nyonya Seo serak menunjuk kursi taman yang ada didekat mereka . Mengikuti perintah ibu mertuanya, Kyuhyun segera mendudukkan tubuhnya dikursi itu sementara Nyonya Seo tetap duduk dikursi roda berada disebelahnya .

“ Eomma dan Seohyun pernah membicarakanmu ditempat ini “ Nyonya Seo kembali membuka suaranya . Kyuhyun menoleh cepat menatap ibu mertuanya sambil memiringkan kepalanya “ Membicarakanku ? “ sahut namja itu

Sambil mengangguk dan tersenyum lembut Nyonya Seo kembali membuka suaranya “ Seohyun mengomel tentang dirimu “

Kyuhyun lantas mendengus geli mendengar balasan dari ibu mertuanya . Merasa lucu membayangkan seperti apa kesal Seohyun yang mengomelinya didepan ibunya sendiri . Seperti seorang anak perempuan yang tengah mengadu karena diganggu oleh teman lelakinya . “ Benarkah emmonim ?” tanggap Kyuhyun

“ Tapi…eomma tidak pernah melihat ia membicarakan seorang pria seperti itu … posisi kau dan Sungmin berbeda . Sungmin telah seperti kakak lelakinya sendiri . Sedangkan kau … kau adalah pria yang benar-benar dekat dan hadir untuk pertama kali dihidupnya “

“ Saat dia remaja dia terlalu sibuk belajar sekaligus bekerja sehingga teman sebaya yang pria hampir tidak ia miliki  , menjaga prestasi agar tetap baik sekaligus bekerja untuk biaya pengobatan berjalan eomma “

“..karena itu eomma sangat senang saat melihatmu “ tambah Nyonya Seo

“ Aku memang terkadang menyebalkan “ aku Kyuhyun sambil menggosok belakang kepalanya

Nyonya Seo menggerakkan tangannya untuk meraih tangan Kyuhyun , sadar akan itu Kyuhyun lebih dahulu menggerakkan tangannya dan menggapai telapak tangan ibu mertuanya itu lalu menggenggamnya lembut . Sesaat ibu Seohyun hanya diam menatap takjub persatuan tangannya dan tangan menantunya sebelum akhirnya ia mendangakkan wajahnya dan balas menatap lembut Kyuhyun

“ Joohyun mengatakan ia takut terjatuh lebih dalam…ia mencoba menguasai dirinya dengan meredam perasaan yang ia rasakan padamu…”

Kyuhyun tampak serius mendengarkan ucapan terbata sang ibu mertua “ …Joohyun takut jika ia benar-benar jatuh cinta padamu Kyuhyun~ah…karena pada akhirnya kalian harus mengakhirinya bukan ? “

Mata namja itu terbelalak terkejut , bagaimana ibu mertuanya tahu tentang perjanjian itu ?! Seohyun memberitahunya ? Atau memang ia sudah tahu dari awal ?

“…buatlah jadi lebih mudah Kyuhyun…kau mencintai anakku ? “

Belum sempat keterkejutan itu hilang , Kyuhyun telah kembali diserang dengan kalimat baru oleh ibu mertuanya . Namja itu memilih untuk menunduk sesaat sebelum akhirnya balas menatap mata coklat Nyonya Seo yang sama persis dengan mata milik Seohyun .

“ Eomma percaya padamu…eomma percaya Joohyun akan bahagia denganmu…Kau mencintai Joohyun ? “ ujarnya kembali bertanya lirih

Menyerah karena terus berusaha menyangkal perasaan itu selama ini akhirnya tembok keras kepala itu runtuh ditunjukkan dengan sebuah anggukan pelan dari Kyuhyun “ N..ne..”

“ Eomma tahu itu…” ujar Nyonya Seo pelan namun tidak bisa menyembunyikan nada gembiranya , melihat Kyuhyun yang menunduk, Nyonya Seo segera menggerakkan tangannya merengkuh wajah Kyuhyun, menengadahkan wajah namja itu lalu menyentuh  pipi kiri namja itu lembut “ Kau manis sekali Kyuhyun~ah “ ujar sang ibu mertua menggodanya . Menarik tangannya lagi dari wajah Kyuhyun dan kembali menggenggam telapak tangan namja itu .

“ Kyuhyun~ah…”

Kyuhyun kembali balas menatap mata ibu mertuanya , menantikan dengan sabar apa lagi yang akan diucapkan oleh Nyonya Seo .

“ ..eomma tidak ingin lagi mengenal Joohyun yang penuh rasa dendam , itu bukan dirinya yang sebenarnya , eomma …eomma ingin ia berhenti Kyuhyun~ah “

Nyonya Seo merubah nada suaranya menjadi lebih serius dan menatap yakin Kyuhyun “ eomma ingin ia berhenti Kyu…hentikan semuanya…hiduplah tenang tanpa perlu mengingat apa yang telah terjadi 14 tahun lalu…lupakan semuanya…dia harus melupakannya …” mata coklat itu mulai berkaca sampai akhirnya bulir air hangat  jatuh lewat sudut mata Nyonya Seo .

“ Bawa dia pergi Kyuhyun~ah…lupakan semuanya…bahagiakan dia tanpa harus mengingat peristiwa masa lalu…eomma hanya percaya padamu…hanya kau yang bisa melakukannya …” pinta Nyonya Seo memohon dan menggenggam telapak tangan Kyuhyun semakin kuat

“ ..Joohyun akan mengikutimu…dia akan ikut denganmu karena dia mencintaimu…”

~**~

Kyuhyun berjalan linglung keluar dari pintu lift yang berhenti tepat dilantai dimana apartemennya berada . Menggelengkan kepalanya kuat untuk lebih membuatnya sadar dalam mengetikkan kode rumahnya ditombol yang ada dipintu masuk . Bunyi bip pelan terdengar yang menandakan pintu tidak lagi terkunci .

Kyuhyun masuk dengan langkah terseret , menghadirkan bunyi berisik yang menarik perhatian Seohyun yang memang tengah menunggu kepulangannya . Gadis itu berjalan cepat kearah pintu depan dan sudah mendapati Kyuhyun yang kesusahan membuka sepatunya sendiri . Merasa aneh dengan pria itu , Seohyun lebih berjalan mendekati Kyuhyun . Mencium bau alcohol yang sangat menyengat membuat Seohyun memundurkan kembali langkahnya dari Kyuhyun .

“ Yaa ! Kau mabuk huh ? “ Seohyun bertanya gusar . Saat Kyuhyun mengangkat wajahnya merasa teralihkan dari pekerjaannya membuka sepatunya sendiri , namja itu justru menampilkan sebuah cengiran bodoh yang otomatis sudah bisa menjawab pertanyaan Seohyun .

“ Aihhh jinja ! “

Setelah berhasil melepaskan sepatunya sendiri , Kyuhyun hendak berjalan kembali namun langsung oleng seketika yang membuat Seohyun berlari kearahnya dan menahan tubuhnya . “ Yaaaa !! “

“ Sebenarnya ada apa ?!! Kenapa tiba-tiba pergi minum ? “ Seohyun bertanya kesal sambil membawa tubuh lemah Kyuhyun yang menyender disebelahnya menuju ruang tengah, sempat terseok karena berat badan Kyuhyun yang seolah-olah lebih berat menjadi dua kali lipat . Kyuhyun tidak menjawab apapun dan hanya sibuk berbicara tidak jelas yang membuat Seohyun mendesis kearahnya “ Aishhh orang ini !! “

“ Duduk disini “ Seohyun menaruh kasar tubuh Kyuhyun disofa ruang tengah , gadis itu langsung memukul-mukul pelan bahunya yang terasa hampir lepas dari persendiannya karena menyeret tubuh Kyuhyun . Kembali menantap kesal kearah Kyuhyun yang menutup kedua matanya namun masih berceloteh tantang sesuatu yang tidak jelas . Sambil menggerutu Seohyun menjongkokkan tubuhnya tepat didepan namja itu , mencoba melepaskan kedua sepatu Kyuhyun lalu beralih melonggarkan dasi namja itu . Bau alcohol membuatnya mengernyit terganggu lalu kembali menengakkan tubuhnya . “ Aku akan mengambil air hangat “

Seohyun kembali dari dapur dengan membawa baskom kecil yang berisi air hangat dan sebuah handuk bersih . Dengan menggunakan air itu Seohyun mulai membersihkan kedua telapak tangan Seohyun . Gadis itu tidak sadar saat Kyuhyun telah membuka matanya dan menatap dirinya . Terdiam sesaat memandangi Seohyun yang masih berkonsentrasi membersihkan kedua tangannya .

“ Seohyun~ah….”

Seohyun mengalihkan pandangannya dan balas menatap Kyuhyun , gadis memasang ekspresi kesal sebelum kembali membersihkan tangan pria itu .

Selesai membersihkan kedua tangan Kyuhyun , Seohyun memperbaiki letak posisi duduknya , dia membungkuk sedikit lalu menarik kedua kaki Kyuhyun dan menaruh diatas pahanya lalu mulai membersihkannya . Kyuhyun masih terus terdiam memperhatikan kegiatan gadis itu . Memikirkan sebuah pertanyaan apakah benar jika Seohyun memiliki perasaan yang sama dengannya ?

“ Sudah selesai ..lebih baik kau langsung beristirahat , besok pagi kepalamu pasti sakit “ ujar gadis mengakhiri kegiatannya , menyingkirkan kaki Kyuhyun dari pahanya lalu menaruh handuk yang telah kotor didalam baskom . Seohyun bangkit dari sofa dan kembali menatap Kyuhyun , lebih terlihat lega melihat Kyuhyun yang tidak semabuk sebelumnya . Setidaknya namja ini tidak minum terlalu banyak .

“ Aku ambilkan air hangat untuk kau minum , kau bisa berganti pakaian dulu “ lanjut gadis itu dan hendak mengambil baskom yang ada dimeja disebelah sofa ruang tengah ini . , namun tiba-tiba Kyuhyun langsung meraih telapak tangan gadis itu dan menahan langkahnya . Merasa bingung akan sikap Kyuhyun , Seohyun memiringkan kepalanya tidak mengerti saat Kyuhyun memaksa tubuhnya untuk bangkit dari sofa . Menarik Seohyun untuk lebih dekat dan otomatis membuat Seohyun langsung berdiri tepat dihadapannya . Terkejut dan hanya bisa terdiam selama sepersekian detik keduanya terkunci didalam tatapan satu sama lain . Mencoba menyadarkan diri sendiri, Seohyun berusaha mendorong tubuh Kyuhyun namun berakhir sia-sia saat Kyuhyun justru menariknya masuk kedalam pelukannya . Langsung menaruh dagunya lemah dibahu gadis itu dan menenggelamkan wajahnya dirambut panjang hitam Seohyun .

Seohyun berusaha kembali mendorong tubuh namja itu namun Kyuhyun justru semakin mengeratkan dekapannya sampai akhirnya Seohyun memilih untuk diam walaupun benaknya berkecamuk bingung . “ W..waegerae ? “

Kyuhyun tidak menjawab dan hanya menghembuskan nafas lelah dibahu Seohyun “ K..Kyuhyun~ah…”

Sejak pulang dari rumah ibu mertuanya , Kyuhyun telah dibuat bingung untuk memutuskan apa yang akan ia pilih . Permintaan ibu Seohyun yang meminta anak perempuannya untuk berhenti menyeret pria yang Seohyun cari selama ini atau justru tetap membantu Seohyun menuntaskan dendam yang ia rasakan pada Pamannya sendiri . Kyuhyun masih mengingat seperti apa ekspresi kesakitan Seohyun yang menceritakan kisah menyakitkannya 14 tahun lalu , perasaan seperti apa yang ia rasakan untuk membalas dan memberikan hukuman yang setimpal pada pria brengsek itu . Bahkan usaha yang ia lakukan untuk menahan dirinya agar tidak membunuh Pamannya itu dengan tangannya sendiri .

“ Lupakan perjanjian diantara kita Seohyun ..” bisik Kyuhyun

“ Nde ..? “

Kyuhyun akhirnya melepaskan pelukannya dan mendorong pelan tubuh Seohyun namun tetap tidak menghapuskan jarak dekat diantara keduanya . Menatap memohon langsung kedalam mata Seohyun yang masih terpancar kebingungan disana . “ Ini yang ingin kukatakan waktu itu padamu ..kita…kita lupakan perjanjian kita …”

Perlu waktu beberapa detik sebelum akhirnya Seohyun paham akan maksud ucapan Kyuhyun , namun gadis itu masih belum mengerti untuk apa membatalkan perjanjian mereka . Kyuhyun ingin menceraikannya ? Atau Kyuhyun telah jatuh cinta pada perempuan lain ? Membayangkan hal itu saja membuat Seohyun seolah mengalami kesulitan untuk bernafas dan berbicara

“ K..kenapa ? K..kau ingin bercerai ? “ Seohyun bertanya terputus

“ Aniya…. bukan itu….”

Seohyun terus menatapnya tidak mengerti dengan membulatkan kedua mata coklatnya yang entah kenapa telah berkaca . Kyuhyun membuang nafasnya sesaat dan mulai kembali berbicara dengan yakin “ Kita menikah lagi Seohyun…tanpa perjanjian…aku ingin kau benar-benar menjadi istriku…ayo kita menikah lagi…menikah yang sebenarnya “

Tidak menunggu jawaban apapun dari gadis itu Kyuhyun segera merengkuh wajah Seohyun , mendaratkan lembut bibirnya tepat diatas bibir Seohyun dan mencumbunya lembut . Melampiaskan rasa yang ia tutupi atau ia tampik tentang kenyataan jika dirinya telah jatuh cinta pada gadis yang masih terdiam mematung merasakan sentuhan lembut bibir Kyuhyun dibibirnya . Kyuhyun menurunkan tangannya menuju bahu Seohyun dan meremasnya lembut lalu semakin merepetkan tubuh Seohyun kearahnya , terus mencium Seohyun sampai ia rasakan sebulir air hangat yang ikut menyapa pipinya karena air mata gadis itu jatuh dari pelupuk matanya .

Hati-hati Kyuhyun menghentikan ciumannya dan menarik bibirnya lembut , menjaga jarak beberapa senti dari wajah Seohyun lalu menatapnya . Seohyun yang cukup terkejut dengan tindakan namja itu akhirnya memberanikan diri untuk balas menatap Kyuhyun , mendapati senyum lembut Kyuhyun , senyum yang diam-diam ia puja itu seolah mampu melemaskan pergelangan kakinya . “ Apa harus kukatakan dengan jelas jika aku telah jatuh cinta padamu ? “ Kyuhyun bertanya lembut .  Seolah tidak bisa mempercayai apa yang ia dengar, Seohyun justru menangis yang membuat Kyuhyun langsung merengkuh tubuh gadis itu kembali . Memeluknya erat berharap degan cara itu Seohyun bisa merasakan perasaannya yang sebenarnya .

“ Kau mencintaiku juga bukan ? “ Kyuhyun bertanya berbisik tepat ditelinga Seohyun , bahu gadis itu justru semakin bergetar sekarang dengan isakkannya yang teredam didalam dekapan dada Kyuhyun . “ Katakan Seohyun….kau mencintaku juga bukan ? “

Sebuah anggukan yang sangat samar namun bisa Kyuhyun rasakan dari gadis itu . Memunculkan senyum lega dan puas diwajah Kyuhyun dan bersamaan dengan itu semakin ia peluk erat tubuh Seohyun yang berada didalam dekapannya . Selang beberapa saat Kyuhyun melepaskan pelukannya yang membuat keduanya kembali berhadapan , mengusap lembut air mata Seohyun dan menyentuh wajah Seohyun agar menatapnya . Tidak berkata apa-apa lagi kembali ia daratkan sebuah ciuman dibibir basah Seohyun , bereaksi jauh lebih baik Seohyun sontak menutup kedua matanya saat bibir mereka kembali bertemu , berkemul dengan lembut dan tenggelam dalam sebuah ciuman yang semakin dalam dan intim antara keduanya .

TBC

HEOLLL !!! LEBAYNYA YA AMPUNNNN *nutup muka*

Maaf kalian harus membaca cerita over seperti itu T____T

Endingnya juga sok drama pula -__- Semoga masih ada yang berkenan buat baca cerita selanjutnya dan bersabar mengikuti mood gue yang super labil .

Ketemu dipart 11 yoooo ><

450 thoughts on “MAKE HER PREGNANT – Part 10

  1. annyeong🙂 aku readers baru thor. . mian baru sempet RCL sekarang. . soal’y kalau baca’y lewat hp susah. . cerita’y bgs bbgt. dan m’f saya miinta part 12 & part 13 nya jangann di pw donk. . pleease thor😉

  2. weh itu seo dendam amwaaat yak?! jadi gmessss….
    aigo, akhirnya dua hti sling mengaku… ^^
    huh part snjutnya d pw?
    weh… akn q cba menghubungimu thor..
    btw, jd d trbtn gk sih ni ff?

  3. Bersdih-sdih awl ny,romantiiiizzzz akhir ny….
    Aigooo…akhr ny seokyu udah sling jujur ma prsa’an msing”,n’ udh menytkan prsa’an stu sma lean,,
    maniiiissss nyaa…

  4. Annyeong!!!
    Aku reader baruu disini…
    Admiiiinnnnn, aku panggilnya eonni aja ga papa? Cause aku ga tau admin line berapa, jd kata eonni dsn sbg bentuk penghormatan (?) krn udh bikin ff seokyu yg kece badai -__-” *aku 94line, mohon di klarifikasi panggilannya seandainya ga cocok ya*
    Mian, aku komennya baru di part ini. Soalnya gatel juga ini tangan pengen nulis komen apalagi part ini adalah part yang aku suka dr part 1-10. Mian, Terlalu penasaran ama ceritanya, jadi ga sempat komen d part sebelumnya. Soalnya abis baca part 1 lgsg deh baca part 2 trus lanjut part 3 dan begitulah seterusnyaaaaa….
    Sekali lagi mianhae …
    Ceritanya seruuuu sihh ^^v

  5. Daebak!!!!! Kyuppa gentle (>,<) aaaaaaaaa sukaaaaaaaaaa -(‾▿‾)/ \(‾▿‾)-
    Akhirnya mengakui juga o:)
    Lanjuuuttttt!!!
    Seokyu jjang!!

  6. Akhirnya mereka saling mengakui ….. aaaaaaa sweet deh kyu buat pengungkapannya … hehe …
    Liat komen” yg lain katanya part 12 & 13 di pw , mau donk pw’ y chingu ^^ … please🙂

  7. Endingnya so sweet βâŋĝ€ŧ🙂 akhirnya seokyu ngaku juga kalau sama2 cinta. Skrg tinggal nyelesein masalah seohyun dan semuanya bisa happy ending nih

  8. yes i do oppa ,daebak,knapa si authornya ska merendah ,aq da ckup bnyk jg bca ff seokyu ,ff mu ini termasuk yg bagus lo menurut aq sbg pembaca ya ,secara aq bkan pakar ,tkut di blg sotoy.terus berkarya ya ,fighting!

  9. Tuh kan, eomma seo aja lapang dada bangt..seoo cobalah untuk memaafkan dan menghilangkan dendammu demi eomma…kyu berusaha terus hahahha..asikkm akhirnya nyatain juga yahh biarpun mabuk dikit hshaHh

  10. Omo?!? akuu bacaa baruu bres ampe part inii skrg… kyaaaa~ ff mu jinjja ! neomu neomu daebakk !! seru abiisss thorr (y) pnjang pulaaa…puas bgtt !
    okelahhh aku ijin baca next nya yaa thor😉

  11. Wooaahh akhirnya aku kembali membaca FF berseri ini yang sejujurnya sempat terlupakan karna nunggu kelanjutannya yang lumayan lama hahaha
    Terima kasih, author chingu sudah melanjutkan bahkan menuntaskannya😀
    Dulu, entah aku memakai ID apa, aku sudah agak lupa…….oh, mungkin mynameismaeri atau sejenisnya, yang pasti ada kata Maeri.
    Selalu bikin penasaran FF MHPmu ini, author chingu. Akhirnya, yah SeoKyu confess their feeling juga🙂 Bahkan, mau nikah ulang (y) Kyuhyun menunjukkan keseriusannya.
    Nyonya Seo alias eommanya Seo Joohyun benar-benar perempuan yang kuat yah…berani untuk move on dari masa lalunya yang pedih dan mau memaafkan bahkan memotivasi putrinya untuk berdamai dengan masa lalu mereka yang kelam.
    Aku lanjut baca ke chapter berikutnya ya, author chingu ^^
    Semangat!

  12. akhirny nyonya Seo bisa ngomong juga.. tuh kan. aku smpat kepikiran itu si appa tiri chang. bener kan? oke deh.. eh btw part 9 mana yak?

  13. No coment lah buat epep nya yg pasti Daebakkkk’
    yg pasti berasa lega akhirnya seokyu Mengungkapkan perasaan nya masing” >_<

  14. ya Alloh hrus brp kali aku ktakan klo aku bner2 mnyukai ff ini😥 feelnya bner2 dpet…..aishhh part ini bikin aku nangis lgi…akhirnya kyuhyun oppa mnyatakan cintanya ke seohyun eonni……apalagi mngajak seohyun eonni mnikah lgi. ..dan alhamdulillah prasaan seohyun eonni juga sm dg kyuhyun oppa hwaaaaa daebak buat authornya….hdehhhh bc nya bikin perasaanku cmpur aduk…baiklah aku ijin bc part selanjutnya yah?🙂🙂🙂

  15. Yee akhirnya kyu menyatakan cintanya yg di balas sama seo.. Hemzz endingnya, mungkin mereka langsung bikin kyu junior kali ya.. Haha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s