MAKE HER PREGNANT – Part 8

 

Judul               :  Make Her Pregnant

Main Cast        :  Seo Joo Hyun aka Seohyun (SNSD)

Cho Kyuhyun (Super Junior)

Other Cast       : Shim Changmin ( TVXQ )

Lee Sungmin ( Super Junior )

Other Cast

Author             : Riska Fasyah ( @riskafasyah )

Rating                         : General

Genre              : Romance

 

Note                agak tidak mengerti dengan orang-orang yang masih bertahan dengan kebobrokan  ff ini~tetapi dengan  tidak mengurangi apresiasi dari sang penulis tetap mengucapkan terima kasih~ jangan menuntut lebih dan nikmati saja cerita yang tersaji . Komen , kritikan dan pujian merupakan bentuk nyata dari pembaca terhadap cerita yang telah dibaca^^

_Part 8_

 

Author’s POV

 

Kyuhyun berjalan begitu panik saat keluar dari sebuah ruangan tempat dimana ia tengah mengurusi pekerjaannya dengan salah satu perusahaan di Jepang , ekspresi penuh kecemasan tergambar jelas diwajahnya , membuat wajah putih itu terlihat menjadi lebih pucat . Kyuhyun memutar tubuhnya tiba-tiba yang berefek pada membuat manager Lee terkejut karena pria setengah baya itu berjalan mengikutinya dari belakang , namun dengan kesigapan yang ia punya , manager Lee segera menghentikan langkahnya dan berposisi siap menghadapi bos mudanya itu .

 

“ Kau tetap disini Pak Lee , cukup aku saja yang pulang ke Korea “ ucap Kyuhyun cepat

 

“ Tapi Tuan muda ..”

 

“ Kita tetap tidak boleh melepaskan proyek ini , aku tidak mau melepasnya . Kita harus mendapatkannya Pak Lee “

 

“ Saya mengerti , tapi jika anda pulang lebih dulu bagaimana dengan mereka , orang-orang Jepang itu akan …”

 

“ Bagaimana mungkin aku tetap disini jika Seohyun masuk rumah sakit Pak Lee ?! Ibu sama sekali tidak memberitahuku penyebab Seohyun masuk rumah sakit , dia hanya memintaku untuk segera pulang ! “ potong Kyuhyun cepat

 

“ Tapi tuan muda ..”

 

“ Dengar ! Aku percaya padamu Pak Lee , jelaskan pada mereka apa yang terjadi denganku , aku yakin mereka pasti bisa memakluminya . Dan untuk proyek ini kau telah lama ikut dengan ayahku bukan ? Jangan katakan kau tidak bisa mengatasinya atau aku akan mencari orang lain untuk menggantikanmu . Pak Lee , kuserahkan proyek ini kepadamu , aku harus segera pulang “

 

“ Seohyun membutuhkanku “ lanjut Kyuhyun pelan , bayangan akan hal buruk yang menimpa gadis itu membuatnya semakin tidak tenang . Apakah gadis itu kecelakaan ? Tapi saat Kyuhyun bertanya pada ibunya , sang ibu mengatakan tidak . Lalu apa penyebab Seohyun masuk rumah sakit ??

 

“ Baiklah , saya mengerti tuan muda “ ujar Manager Lee akhirnya

 

“ Bagus , sekarang kau kembali masuk . Aku akan mengurusi kepulanganku sendiri . Lakukan yang terbaik untuk perusahaan “ ujar Kyuhyun

 

Setelah menerima bungkukan singkat dari Manager Lee , Kyuhyun dengan cepat memutar tubuhnya lagi , dengan langkah cepat ia berjalan untuk meninggalkan gedung tempat pertemuannya dengan pengusaha Jepang itu . Namja itu masih harus kembali ke hotel dan setelah itu ia akan langsung terbang ke Korea .

 

~**~

 

Suara ketukan ujung sepatu milik Nyonya Cho tampak menjadi suara satu-satunya yang ada dilorong sebuah rumah sakit . Wanita yang berusia hampir menyentuh 50 tahun itu sama sekali tidak bisa menahan dirinya untuk tidak berjalan mondar-mandir didepan sebuah ruang UGD dimana Seohyun berada didalam ruangan itu . Kedua tangannya yang mengepal tampak bergetar karena begitu paniknya menantikan sang dokter keluar untuk memberitahu bagaimana keadaan menantu satu-satunya itu . Wajah Nyonya Cho tampak begitu pucat dengan keringat yang meluncur disetiap sisi wajahnya . Tidak ia pedulikan bercak darah yang mulai menghitam yang mengotori pakaiannya yang berasal dari darah Seohyun saat membawa gadis itu kerumah sakit . Sesakali Nyonya Cho mengintip kedalam ruangan lewat kaca kecil yang terpasang pada pintu ruang UGD itu . Berusaha mengetahui keadaan didalam namun yang dilihatnya hanyalah keadaan panik didalam ruangan itu .

 

“ Ya Tuhan selamatkan dia “ bisik Nyonya Cho , kembali wanita itu berjalan hilir mudik didepan ruang UGD sampai derap langkah dari seseorang yang menuju kearahnya membuat Nyonya Cho akhirnya menghentikan kegiatannya , bisa ia lihat sang anak perempuannya berjalan cepat kearahnya , Nyonya Cho segera melemparkan dirinya masuk kedalam pelukan Ahra , mendekap erat tubuh anak perempuan satu-satunya itu dan akhirnya menghentikan semua pertahanannya untuk tidak menangis , ia tumpahkan air matanya dibahu Ahra dan mulai terisak didalam dekapan Ahra .

 

“ Eomma , apa yang terjadi ? “ tanya Ahra bingung , ia berusaha mendorong sang ibu untuk menatapnya namun Nyonya Cho masih belum mau melepas pelukannya , ia dekap kencang Ahra sambil menggelengkan kepalanya “ S…Seohyun …ini salah eomma Ahra~ya , S..seohyun dia….” ujar wanita itu terisak

 

“ Eomma ceritakan apa yang terjadi , bagaimana bisa Seohyun masuk rumah sakit ? “ tanya Ahra sekali lagi , kali ini dengan lebih mengerahkan tenaganya ia lepas dekapan sang ibu , ia tatap Nyonya Cho dengan penuh tanda tanya . “ Eomma , bagaimana kejadiannya ? “

 

“ Eomma tidak tahu jika Seohyun sedang hamil ! Jika eomma tahu , eomma bersumpah tidak akan memintanya untuk mengangkat kotak-kotak minuman itu , eomma …s..seohyun ..dia…”

 

Ahra hanya bisa membelalakkan kedua matanya , tanpa perlu sang ibu melanjutkan kalimatnya ia tahu situasi apa yang terjadi sekarang , kepala gadis itu menoleh panik menatap kaca kecil yang terpasang dipintu ruang UGD , bagaimana sekarang keadaan Seohyun ? Bayinya ? Bagaimana dengan bayinya ??

 

“ Ini salah eomma ! Bagaimana mungkin eoma tidak bertanya lebih dulu tentang keadaanya apakah ia akan kuat mengangkat kotak-kotak itu , eomma seharusnya …” Nyonya Cho tampak tidak bisa mengendalikan emosinya , ucapannya yang bercampur isakan membuat Ahra tidak tega dan langsung memeluk ibunya kembali , ia dekap kuat sang ibu sambil mengelus punggung Nyonya Cho menenangkan  .

 

“ Aniya eomma ! Seohyun tidak akan apa-apa , dia akan baik-baik saja . Jangan menyalahkan diri eomma . Percayalah padaku “ ujar Ahra menenangkan , sang ibu masih terus terisak , perasaan bersalah sukses menyerangnya . Jika saja ia tidak meminta Seohyun mengangkat kotak-kotak susu itu mungkin saja hal ini tidak akan terjadi . Darah yang begitu banyak sudah cukup memberitahu Nyonya Cho jika bayi yang dikandung Seohyun berada diujung tanduk .

 

“ Bayinya Ahra~ya …bagaimana dengan bayinya “ isak Nyonya Cho dengan masih berada didalam dekapan Ahra . Kakak perempuan Kyuhyun itupun tidak mampu menjawab ucapan sang ibu karena ia sendiri tidak yakin apakah janin Seohyun akan selamat  . Berdoa dan berharap adalah dua hal yang bisa mereka lakukan sekarang

 

~**~

 

Kaki Nyonya Cho yang melemas membuatnya oleng seketika , jika bukan karena sang suami yang langsung menahan tubuhnya mungkin saja wanita setengah baya itu akan jatuh . Kabar yang disampaikan sang dokter membuatnya serta anggota keluarga yang lain membeku . Sang kakek langsung terduduk lemas disalah satu kursi tunggu didepan ruang UGD itu , kakak perempuan Kyuhyun , Ahra hanya bisa terdiam hampa . Dia tidak tahu harus seperti apa menanggapi kabar ini . Sedangkan tangis pecah yang berasal dari Nyonya Cho membuat sang suami langsung mendekap erat ibu Kyuhyun itu . Suara tangisan Nyonya Cho yang teredam oleh dekapan sang suami masih belum mampu mengurangi rasa sakit yang menyayat .

 

Bayinya …Bayi Seohyun…

 

Janin malang itu tidak bisa diselamatkan , janin yang belum genap berusia 1 bulan itu harus kalah . Pendarahan yang sangat banyak membuat sang janin gugur .

 

“ Ini salahku …ini salahku …” isak Nyonya Cho semakin kuat , perasaan bersalah yang amat besar membuat wanita itu semakin tidak bisa mengontrol emosinya . Bagaimana Seohyun nantinya ? Dia telah kehilangan calon anaknya , bahkan membayangkan saat Seohyun nantinya akan tahu jika sang calon bayi telah tiada perasaan bersalah itu semakin besar menyerang Nyonya Cho .

 

~**~

 

Hampir 3 jam penerbangan dari Jepang ke Korea dan akhirnya Kyuhyun kembali menginjakkan kakinya dinegaranya itu . Setelah keluar dari terminal kedatangan luar negri langsung saja ia bisa menemukan salah satu pegawainya yang sudah menjemputnya karena Kyuhyun sudah terlebih dahulu memberitahu tentang kedatangannya .

 

Saat telah berada didalam mobil yang akan langsung membawanya kerumah sakit dimana Seohyun dirawat , ia keluarkan ponselnya untuk menghubungi Ahra . Kyuhyun berdecak kesal saat Ahra bersikap sama seperti ibunya , tidak memberitahu penyebab Seohyun dirumah sakit dan hanya memintanya untuk segera sampai dirumah sakit .

 

“ Setidaknya mereka beritahu aku apa penyebab Seohyun dirumah sakit ?! “ dumel Kyuhyun saat panggilannya telah berakhir . Ia meminta kepada pegawainya untuk lebih cepat agar segera sampai dirumah sakit yang dituju .

 

~**~

 

Dengan menyenderkan tubuhnya yang masih sangat lemah pada kepala ranjang rumah sakit yang ia tiduri ini Seohyun tampak melemparkan tatapannya keluar jendela yang berada tepat disebelah ranjangnya yang bersender pada dinding rumah sakit . Semburat merah akibat cahaya matahari yang mulai melemah karena sang surya itu akan mulai tenggelam seolah menambah kesan kehampaan yang mengisi relung hati gadis itu . Terasa kosong dan hampa . Sesuatu yang sangat berharga terasa dirampas olehnya , menyembabkan satu perasan tidak terima namun tidak mampu ia ucapkan yang berakhir pada satu sikap membungkam mulutnya sendiri .

 

Sebulir krystal hangat menetes melalui salah satu pelupuk mata Seohyun , tidak ada niatan menghapus air hangat itu , cairan hangat yang berasal dari pelupuk mata yang lain ikut keluar bersamaan yang menambah banjiran air mata dipipi pucat Seohyun . Tidak ada rasa sakit fisik lagi yang ia rasakan sekarang , tidak ada rasa sakit yang begitu nyeri yang menyerang perutnya seperti beberapa jam lalu saat ia mengalami pendarahan .

 

Memang rasa sakit itu telah hilang , tapi rasa sakit yang sesungguhnya justru semakin menguak seiring dengan isakan yang lolos dari bibir tipis Seohyun . Perasaan bersalah karena tidak bisa menjaga janinnya sendiri membuat Seohyun begitu ingin berteriak , begitu ingin mengutuk dirinya sendiri yang tidak becus untuk bisa lebih berhati-hati . Calon ibu seperti apa dia hingga menyebabkan calon bayinya pergi , pergi bahkan belum sempat janin itu ditiupkan sebuah nyawa oleh sang Pencipta .

 

“ M…maaf … “ bisik Seohyun pelan , bisikan yang tertutupi oleh isakan kecil yang meluncur dari bibir tipisnya “ Maaf ..maaf tidak bisa menjagamu …m..maaf ….”

 

Kali ini Seohyun menunduk , ia tatap kepalan tangannya yang bergetar . Air matanya langsung jatuh membasahi kedua tangannya tanpa perlu lagi melewati pipi berisinya . Isakan demi isakan tidak bisa lagi ia tahan . Kedua matanya terpejam kuat , berharap dengan penuh ada sebuah keajaiban dimana ia bisa memutar waktu kembali kebeberapa jam lalu saat kandungannya belum mengalami keguguran . Mungkin Seohyun akan menolak ajakan sang ibu mertua . Atau dia akan lebih berhati-hati membawa kotak-kotak susu itu atau justru ia …..

 

Seohyun menggeleng cepat , ia buang perasaan menyesal saat ia teringat waktu ia mendorong ibu mertuanya agar tidak tertimpa oleh tumpukan-tumpkan triplek tebal itu . Bagaimana mungkin ia menyalahkan sang ibu mertua ? Seo Joohyun , ini salahmu sendiri ! Kau yang tidak berhati-hati !

 

Seohyun semakin tidak bisa membendung air matanya yang turun , tubuhnya bergetar hebat karena guncangan dari isakan tangisnya . Terasa begitu menyakitkan ketika ia teringat jika Kyuhyun dan keluarganya sama sekali belum mengetahui tentang kehamilannya . Tapi yang mereka dapati justru kabar tentang kegugurannya . Bagaimana dengan Kyuhyun ? Pria itu akan sangat kecewa dengan ini , dia begitu menginginkan keturunan , karena itu ia menikahi Seohyun  . Dan Seohyun…kau menghancurkan segalanya Seo Joohyun ….

 

Suara derit pintu yang terbuka segera menyadarkan Seohyun , saat ia menoleh kearah pintu gadis itu dengan cepat menghapus air  matanya , nampak sang ibu mertua yang berdiri diambang pintu . Seohyun berusaha melemparkan sebuah senyuman sopan kearah wanita itu namun yang terukir diwajahnya justru ekspresi wajah yang menahan rasa sakit . Begitu sulit menahan isakannya sedangkan air mata masih belum mau berhenti mengalir dari ujung kedua matanya meski Seohyun masih tampak berusaha menghapus air mata itu dengan punggung tangannya .

 

“ Seohyun…”

 

“ Eommonim…k.kau tidak apa-apa ? “ tanya Seohyun yang akhirnya bisa menguasai dirinya . Saat sang ibu telah sampai dipinggir ranjangnya gadis itu tampak berusaha untuk tidak terlihat begitu menyedihkan dihadapan sang ibu mertua .

 

Tidak ada balasan yang diucapkan dari ibu Kyuhyun . Tatapan penuh rasa bersalah ia lemparkan kearah Seohyun , matanya yang berkaca dan dalam sekali kedipan air mata ibu Kyuhyun telah jatuh membasahi kedua pipinya .

 

“ E..eommonim…”

 

“ Mianhae Seohyun …” ucap Nyonya Cho terbata , begitu sulit mengucapkan kalimat itu karena bersaing dengan isakan yang terus lolos dari bibirnya . Nyonya Cho segera meraih kedua telapak tangan Seohyun dan menggenggamnya kuat . “ Aku benar-benar minta maaf Seohyun~ah , ini semua salahku . Jika aku tidak meminta kau menemaniku ini semua tidak akan terjadi . Mianhae Seohyun…maafkan aku …maaf……”

 

“ Eomma…”

 

“ Janinmu Seohyun…e..eomma minta maaf…..mianhae….”

 

“ E..eomma…”

 

“ Apa yang harus eomma lakukan untuk menebus kesalahan eomma ? Jika kau ingin memaki eomma lakukan sekarang ! Kau ingin eomma berlutut sambil meminta maaf padamu akan eomma lakukan , katakan Seohyun ! Apa yang harus eomma lakukan untuk menebus ini semua ….” ujar Nyonya Cho terisak

 

Seohyun menggeleng cepat , air mata yang ia tahan semakin merembes , seolah isakan Nyonya Cho ikut menulari Seohyun yang membuat keduanya sama-sama terisak .

 

“ Aniyo eommonim ! Ini bukan salah eomma ! Kumohon jangan berkata seperti itu “ sahut Seohyun cepat . Jika bukan karena posisinya yang begitu lemah mungkin Seohyun akan langsung turun dari tempat tidurnya dan memeluk sang ibu mertua . Melihat Nyonya Cho yang bergetar hebat sudah membuktikan perasaan bersalah seperti apa yang dirasakan olehnya . Mungkin sempat terbesit perasaan ingin menyalahkan ibu Kyuhyun ini , namun seketika perasaan itu runtuh saat dilihatnya banjiran air mata yang merembes keluar dari kedua pelupuk mata Nyonya Cho , membuat bengkak wajah putih itu yang membuat Seohyun begitu ingin menghapus air mata Nyonya Cho

 

“ Mianhae Seohyun…mianhae…”

 

“ Eommonim… ini bukan salahmu , aku tidak apa-apa . Kumohon jangan menangis seperti ini … “

 

Seohyun menarik tangan Nyonya Cho yang masih menggenggam tangannya , membuat sang ibu mertua akhirnya mendangak untuk balas menatap menantu wanitanya itu . “ Aku tidak apa-apa eomma , percayalah …jangan seperti ini .. “

 

“ Janinmu Seohyun ..janinmu …”

 

Seohyun terdiam , ia tahu jika dirinya sendiri saja masih sangat sulit menerima kenyataan jika ia telah kehilangan janin yang dikandung , tapi … mau dia menangis darah sekalipun janin itu tidak akan kembali hidup , tidak akan kembali kedalam perutnya dan melanjutkan perkembangannya bukan ? Kenyataan jauh lebih unggul sekarang .

 

“ Gwenchanayo eommonim…gwenchana ..” jawab Seohyun lemah

 

Sang ibu mertua justru semakin terisak , bisa ia rasakan semua yang diucapkan Seohyun adalah hal yang bertolak belakang dengan apa yang dirasakannya . Ia dekatkan tubuhnya untuk lebih memepet kearah ranjang Seohyun dan langsung memeluk menantu perempuannya itu . Seohyun membiarkan tubuhnya didekap oleh Nyonya Cho , menenggelamkan wajahnya dibahu sang ibu mertua dengan air mata yang mulai membasahi bahu Nyonya Cho .

 

“ Maafkan eomma Seohyun…eomma minta maaf “ bisik Nyonya Cho , Seohyun mengangguk cepat didalam dekapan Nyonya Cho , memang tidak ada lagi perasaan yang menyalahkan ibu mertuanya ini , tapi itu bukan berarti perasaan kehilangan juga luntur , perasaan sakit itu masih begitu membekas , masih menyisakan rasa sangat perih yang hanya bisa dilampiaskan dengan sebuah tangisan . Tangis menyayat yang terus meluncur dari bibir Seohyun .

 

~**~

 

Ahra menoleh cepat saat ia bisa mendengar derap langkah yang menuju posisinya . Wajah leganya tidak seimbang dengan ekspresi panik yang tergambar jelas diwajah Kyuhyun saat pria itu mencapai posisi kakak perempuannya yang masih setia menunggu didepan sebuah ruang rawat VIP . Wajah pucat Kyuhyun seirama dengan raut penuh tanda tanya , hampir berjam-jam ia dibuat penasaran dan tentu saja rasa khawatir akibat memikirkan apa penyebab Seohyun bisa sampai masuk rumah sakit .

 

“ Bagaimana keadaan Seohyun , nuna ? Sebenarnya ada apa ? Apa yang terjadi ? “ Kyuhyun bertanya cepat

 

“ Dia didalam ? Aku akan melihatnya …”

 

“ Tunggu Kyuhyun~ah !! “ tahan Ahra cepat “ Ada yang harus kusampaikan padamu “

 

“  Tentang keadaan Seohyun ? Kalau begitu cepat ceritakan , dia masih baik-baik saja saat aku akan pergi ke Jepang “

 

Ahra membuang nafas berat , ada perasaan tidak tega untuk memberitahu Kyuhyun tentang keadaan Seohyun yang sebenarnya , jika melihat keadaan ini sepertinya Seohyun belum sempat memberitahukan tentang kehamilannya pada adiknya itu .

 

“ Kyuhyun~ah , Seohyun…dia…” sedikit bingung dengan rangkaian kalimat seperti apa yang harus ia tuturkan sekarang . “ Seohyun…”

 

“ Ada apa nuna ? Apakah begitu parah ? Bagaimana keadaannya ? “ tukas Kyuhyun panik , ekspresi sang kakak memberikan bayangan-bayangan buruk akan keadaan Seohyun .

 

Tapi yang ada justru Ahra menggelengkan kepalanya lemah yang kali ini sukses membuat Kyuhyun bingung .Lalu apa ?

 

“ Lalu ? “

 

“ Seohyun dia …”

 

“ Nuna , katakan yang jelas ! Jika tidak parah lalu bagaimana keadaannya ? Aku ingin melihatnya “

 

“ Apa Seohyun belum memberitahukan tentang kehamilannya padamu ? “ tanya Ahra kemudian

 

“ Mworago ? “

 

Ekspresi keterkejutan tergambar jelas di wajah Kyuhyun sekarang , ucapan dari Ahra seketika membuat kedua alisnya berkerut menguraikan kebingungan yang tergambar jelas diwajahnya . Hamil ?

 

“ Seohyun belum memberitahumu ? “ tanya Ahra lagi . Masih begitu bingung dengan semua yang diucapkan oleh sang kakak , akhirnya Kyuhyun mencoba untuk bersikap lebih tenang sampai sebuah ingatan menyapanya , mulutnya seketika terbuka saat ia ingat beberapa hari lalu saat ia menelpon Seohyun untuk memberitahu gadis itu tentang keberangkatannya ke Jepang . Saat dimana Seohyun memintanya untuk pulang sebentar keapartemen karena ada yang akan disampaikan oleh Seohyun . Jadi karena itu Seohyun begitu ingin ia pulang untuk memberitahukan kabar ini padanya ? Ingin memberitahukan tentang kehamilannya ?

 

“ Hamil ? “ ulang Kyuhyun

 

“ Ne Kyuhyun~ah , tapi …”

 

Namja itu menahan napasnya , bisa ia bayangakan kabar apa yang akan ia terima , kalimat apa yang akan diucapkan oleh kakaknya itu .

 

“ Seohyun kehilangan bayinya , dia terjatuh Kyuhyun~ah …hal itu menyebabkan Seohyun mengalami pendarahan yang cukup parah , dan….”

 

“ Janinnya tidak bisa diselamatkan , Seohyun mengalami keguguran ….” lanjut Ahra pelan

 

Seolah kehilangan kekuatan pada kedua kakinya namja ini seketika oleng , dengan cepat Ahra segera menahan tangan Kyuhyun . Membawa sang adik yang masih tampak begitu shock untuk duduk disebuah kursi panjang yang memang disediakan didepan ruang VIP yang ditempati oleh Seohyun setelah sebelumnya gadis itu dipindahkan dari ruang UGD .Masih tampak begitu kosong dengan pandangan Kyuhyun , Ahra hanya mampu mengelus punggung tangan Kyuhyun lalu menggenggamnya .

 

“ Dia belum memberitahuku tentang kehamilannya …” ucap Kyuhyun hampa , pandangannya tampak kosong menatap lantai rumah sakit

 

“ Sebenarnya aku sudah tahu jika ia sedang mengandung , aku hendak memberitahumu dan anggota keluarga yang lain tetapi dia melarangku , dia ingin memberitahumu langsung Kyuhyun~ah . Seohyun ingin kau menjadi orang pertama  yang mengetahui tentang kehamilannya , ia ingin memberitahukan kabar itu langsung padamu “

 

Kyuhyun semakin mematung ditempatnya , kepalanya semakin tertunduk dalam. Perasaan menyesal menyerang namja itu . Bagaimana mungkin ia tidak bisa membaca jika sebenarnya Seohyun sedang mengandung . Saat gadis itu sempat sakit selama 4 hari atau saat Seohyun mengeluh tentang kondisi lemahnya beberapa hari itu . Bagaimana mungkin ia tidak bisa merabanya ? Mereka pernah melakukannya bukan ? Seharusnya Kyuhyun sudah akan bersiap tentang segala kemungkinan yang terjadi ! Tapi  apa yang dilakukannya ?! Dia justru meninggalkan Seohyun untuk pergi ke Jepang dan bahkan saat gadis itu memintanya untuk pulang sebentar saja Kyuhyun tidak mengindahkannya sama sekali .

 

“ Aku sama sekali tidak mengetahui tentang kehamilannya nuna ..” ungkap Kyuhyun hampa “ Aku benar-benar tidak tahu “

 

“ Aku minta maaf tidak memberitahumu tentang kehamilan Seohyun “

 

Kyuhyun segera menelungkupkan wajahnya pada kedua telapak tangannya . Rasanya ingin sekali ia berteriak atau memukul wajahnya sendiri . Bagaimana mungkin ia tidak memiliki rasa peka sedikitpun pada gadis itu ? Dan sekarang lihat apa yang terjadi ? Calon anaknya , calon penerusnya , hasil pernikahannya dengan Seohyun itu harus benar-benar pergi , bahkan saat ia belum sempat mendengar kabar tentang kehamilan Seohyun justru kabar menyakitkan ini yang ia terima .

 

“ Seharusnya aku tidak ke Jepang , seharusnya aku menuruti permintaannya untuk pulang saat itu “ bisik Kyuhyun lemah pada dirinya sendiri . “ Tapi yang kulakukan justru …a..aku…”

 

“ Kyuhyun~ah …”

 

“ Nuna , aku …anakku …calon anakku nuna …”

 

Langsung saja Ahra memeluk sang adik , ia dekap kuat Kyuhyun berharap dengan itu mampu mengurangi perasaan penuh penyesalan Kyuhyun . Bisa ia rasakan tubuh Kyuhyun melemah didalam pelukannya . Tidak pernah selama ini Ahra melihat Kyuhyun serapuh ini , bahkan saat sang ayah sempat masuk rumah sakit , Kyuhyun menjadi orang yang paling tegar hingga akhirnya berani mengambil posisi sang ayah diperusahaan . Tapi lihatlah sekarang . Ahra bahkan tidak rela untuk melepaskan pelukannya pada sang adik , ia dekap erat Kyuhyun . Ia usap kepala Kyuhyun dan membisikkan dukungan pada sang adik .

 

“ Kau harus kuat Kyuhyun~ah , Seohyun membutuhkanmu sekarang . Jika kau ingin menangis atau berteriak sekarang bisa kau lakukan , tapi jangan didepan Seohyun . Kumohon demi apapun jangan menunjukkan kesedihanmu didepannya . Kita harus menghiburnya . Seohyun menjadi orang yang paling terluka dan kehilangan Kyu “ bisik Ahra

 

“ aku …”

 

“ Seohyun membutuhkanmu Kyu “

 

Pada akhirnya sebuah anggukan Kyuhyun lakukan , kedua matanya memerah akibat usahanya yang begitu kuat untuk menahan runtuhnya air mata itu . Ahra mengusap kedua pipi Kyuhyun dan balas mengangguk seolah memberi dukungan pada sang adik

 

“ Seohyun masih tertidur , tapi kau bisa menemuinya . Kondisinya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya “ ujar Ahra  . Sekali lagi Kyuhyun mengangguk , namja itu bangkit dari duduknya . Ia usap wajahnya cepat dengan menggunakan kedua telapak tangannya lalu menepuk-nepuk pipinya dengan pelan .

 

“ Kakek baru saja pulang , Appa dan eomma sedang mencari makan malam . Eomma cukup shock atas kejadian ini , Eomma merasa jika ini akibat kesalahannya “

 

“ Kesalahan eomma ? “ tanggap Kyuhyun bingung saat ia sudah kembali menguasai pita suaranya untuk bisa berbicara dengan baik

 

“ Akan kuceritakan nanti , ini tidak seperti yang kau pikirkan jadi jangan berpikir yang macam-macam . Aku harus pergi menemui keluarga Seohyun . Mereka harus tahu tentang keadaannya “

 

“Nuna tahu alamat mereka ? “

 

“ Ne~ Seohyun yang memberitahuku “ jawab Ahra cepat “ Aku pergi Kyu , sekali lagi ..ingat jangan menunjukkan kesedihanmu didepannya . Berikan dukungan pada Seohyun . Ini semua telah terjadi , tidak ada lagi yang bisa kita sesalkan . Cobalah untuk menerima keadaan ini “ lanjut Ahra . Setelah mendapatkan sebuah anggukan patuh dari Kyuhyun nafas lega meluncur dari bibir Ahra . Ia usap kepala sang adik sebelum tersenyum tipis kearahnya .

 

“ Aku tahu kau bisa mengatasi hal ini , aku pergi ya~ kau bisa menghubungiku jika ada yang kau butuhkan “

 

“ Ne~ terima kasih nuna “

 

~**~

 

Kyuhyun membuka pintu kamar yang ditempati Seohyun dengan sangat hati-hati . Berharap bunyi decitan pintupun jangan sampai terdengar agar tidak menganggu Seohyun yang masih terlelap akibat pengaruh obat yang diminumnya . Kyuhyun lebih masuk kedalam ruangan ini , tujuannya adalah ranjang dimana Seohyun telah tertidur diatasnya . Sesaat namja itu hanya bisa mematung , hanya bisa menatap Seohyun yang menutup kedua matanya , wajah gadis itu tampak sangat pucat seperti mayat hidup . Kyuhyun berinisitif untuk menduduki sebuah kursi yang memang tersedia tepat disebelah ranjang Seohyun . Ia raih salah satu telapak tangan Seohyun dan menggegamnya . Mengelus punggung tangan itu dengan kedua matanya yang tak lepas memandang wajah pucat pasi Seohyun yang masih terlelap dalam dunia bawah sadarnya .

 

Kyuhyun tidak bisa menahan dirinya untuk mendaratkan sebuah kecupan lembut pada punggung tangan Seohyun dan kembali menggenggamnya kali ini dengan lebih erat . Berani bertaruh demi apapun itu Kyuhyun tidak pernah merasakan rasa bersalah seperti yang ia rasakan sekarang , tidak pernah merasakan rasa khawatir yang begitu menyiksa ataupun rasa penuh penyesalan yang terasa seperti mengulitinya . Tapi saat ini ….melihat tubuh rapuh Seohyun yang terbaring diranjang rumah sakit seolah ikut menularkan rasa sakit pada namja itu . Begitu ingin ia bertukar posisi , menggantikan rasa sakit Seohyun yang mungkin saja jauh berlipat ganda akibat kehilangan calon bayi mereka .

 

“ Aku minta maaf …” bisik Kyuhyun “ Maafkan aku …. “

 

Kembali ia kecup punggung tangan Seohyun sebelum akhirnya Kyuhyun bangkit dari kursinya . Ia rapihkan beberapa anak rambut Seohyun lalu mengelus pipi Seohyun . Tidak bisa lagi menahan dirinya , akhirnya Kyuhyun menyerah saat ia mendaratkan satu ciuman lembut didahi Seohyun . Mendiamkan sesaat kontak bibirnya dengan kulit dahi Seohyun lalu menarik lagi bibirnya . “ Aku minta maaf Seohyun , maaf karena tidak bisa menjaga calon bayi kita , aku benar-benar minta maaf “ bisik namja itu

 

~**~

 

Ada satu harapan besar yang saat ini begitu diinginkan Seohyun , saat ia membuka kedua matanya gadis itu berharap jika semua yang dialaminya hanyalah sebuah mimpi buruk dan sekarang saatnya untuk bangun dan kembali kekehidupan seperti biasanya . Tidak ada telpon dari sang ibu mertua , tidak ada kecelakaan yang terjadi , tidak ada pendarahan , tidak ada kabar tentang keguguran yang dialaminya dan dia akan kembali mengandung janin yang ada didalam perutnya .

 

Namun…. Seohyun hanya bisa menatap hampa langit-langit kamar dari kamar rumah sakit yang ia tempati saat kedua matanya baru saja terbuka dari tidurnya . Perasaan hampa itu kembali mengisi jiwa Seohyun , kosong ….

 

“ Ini bukan mimpi “ ujar gadis itu miris “ Aku benar-benar kehilangannya ? “

 

Seohyun pikir persediaan air matanya sudah habis saat ia menangis bersama dengan sang ibu mertua beberapa jam lalu . Tapi gadis itu sendiri tidak sadar saat rasa panas menyerang matanya yang langsung memunculkan aliran hangat diujung kedua matanya . Hendak menghapus air mata itu , seketika Seohyun dibuat terkejut saat merasakan sebuah genggaman disalah satu telapak tangannya . Gadis itu menoleh dan langsung mendapati seseorang yang duduk disebuah kursi disebelah ranjangnya . Kepala orang itu tampak terkulai sisi ranjang Seohyun yang menandakan jika ia tengah tertidur .

 

Seohyun lebih menolehkan kepalanya , meneliti lebih jauh siapa orang yang tertidur ini . Rambut ikal coklat yang begitu familiar membuat Seohyun membulatkan kedua matanya . Deru nafas teratur dari orang ini menyapa lengan Seohyun yang berposisi tak jauh dari kepalanya . Kyuhyun ? Sejak kapan dia disini ?

 

Dengan mengerahkan tenaganya , Seohyun mulai mendudukkan tubuhnya , sedikit sulit karena ia hanya menggunakan satu tangan untuk membantu tubuhnya agar bisa duduk karena salah satu tangannya masih digenggam oleh Kyuhyun .

 

“ Kapan dia sampai ? “

 

Seohyun hendak menggerakkan bahu Kyuhyun untuk membangunkan namja itu sampai akhirnya ia menahan gerakannya sendiri dan tampak ragu untuk mewujudkan niatnya itu . Apakah Kyuhyun sudah tahu tentang kabar kegugurannya ? Bagaimana reaksi pria itu ? Apakah dia marah ? Seohyun mencoba untuk menarik telapak tangannya dari genggaman tangan Kyuhyun , sangat berhati-hati menariknya karena ia khawatir akan membangunkan Kyuhyun yang masih terlelap dalam tidurnya . Saat tinggal sedikit lagi genggaman keduanya akan terlepas , Kyuhyun justru menggeliat kecil . Seohyun membatu menahan gerakan tangannya namun sudah terlambat karena saat itu Kyuhyun sudah membuka kedua matanya dan menggerakkan kepalanya . Mengangkat wajahnya dan langsung beradu pandang dengan Seohyun yang masih terdiam .

 

“ Kau sudah bangun ? “ tanya Kyuhyun terkejut , tidak menjawab pertanyaan Kyuhyun , Seohyun hanya menyuguhkan sebuah anggukan singkat . “ Kenapa terbangun ? Ini masih pukul 3 pagi “ lanjut Kyuhyun sambil melirik jam yang melingkar disalah satu pergelangan tangannya .

 

“ Aku ingin kekamar kecil “ jawab Seohyun “ Kyuhyun~ssi , bisakah kau lepaskan tanganmu ? “

 

Kyuhyun sempat merasa bingung dengan maksud perkataan Seohyun , sampai akhirnya Seohyun melemparkan pandangannya kearah genggaman kedua tangan mereka yang langsung membuat Kyuhyun tersadar . “ Oh ..” ia lepas pelan genggaman tangannya pada telapak tangan Seohyun dan langsung berdiri kaku dari kursi yang ia tempati . Kesunyian menyerang kedua orang ini , Seohyun lebih memilih untuk menatap selimut yang menutupi setengah dari tubuhnya .

“ Kau jadi ketoilet ? “ tanya Kyuhyun akhirnya

 

“ Oh ne~ “ jawab Seohyun . Gadis itu berusaha turun dari ranjangnya , sedikit mengalami kesulitan berinisiatif Kyuhyun membantu gadis itu , meraih salah satu tangan Seohyun dan membantunya turun dari ranjang . “ Tidak apa-apa , aku bisa sendiri “ jawab Seohyun saat ia mengambil botol infus yang tergantung

 

Kyuhyun terpaksa melepaskan kaitan tangannya pada lengan Seohyun , masih sedikit khawatir namja itu tidak bisa melepaskan pandangannya saat Seohyun berjalan dengan sangat pelan menuju sebuah toilet yang ada didalam ruang VIP yang ditempatinya . Setelah hamp5r 5 menit lebih , akhirnya Seohyun muncul dari dalam toilet . Gadis itu kembali menuju ranjangnya , setelah memasang lagi botol infusnya ditiang yang berada tepat disebelah ranjangnya , Seohyun tidak memutuskan untuk kembali berbaring diranjangnya namun memilih untuk duduk dipinggir ranjangnya .

 

“ Kenapa tidak kembali berbaring ? Tidurlah lagi , ini masih pukul 3 pagi “ ujar Kyuhyun mendekat kearah Seohyun . Seohyun menggeleng pelan sambil tersenyum . Bukan senyum lembut dan manis miliknya namun senyum asing yang sangat jarang terpeta pada paras bulatnya .

 

“ Aku tidak mengantuk , jika kau mengantuk jangan tidur disini . Lehermu bisa sakit jika tidur dengan posisi seperti tadi “

 

“ Aku juga sudah tidak mengantuk “ balas Kyuhyun “ Bagaimana keadaanmu ? Sudah merasa lebih baik ? “ lanjut Kyuhyun bertanya

 

“ He em .. “ sahut Seohyun singkat

 

Keheningan kembali menyerang keduanya . Harus memulainya dari mana sekarang ? Seohyun yakin jika Kyuhyun pasti sudah mengetahui keadaannya , tidak mungkin jika anggota keluarganya tidak memberitahukannya . Lalu bagaimana reaksi namja itu ?

 

“ Ada yang kau butuhkan ? Ingin makan sesuatu ? “

 

“ Huh ? “

 

“ Jika ada yang ingin kau makan katakan saja , aku akan membelikannya “

 

“ Ini pukul 3 pagi , mau kemana kau mencarinya ? “ tanggap Seohyun

 

“ itu ….”

 

“ Aku tidak lapar “ potong Seohyun . Kembali ia bungkam mulutnya . Gadis itu memilih untuk menundukkan kepalanya sesaat , tenggelam dalam pemikirannya sendiri . Sedangkan Kyuhyun sudah cukup tersiksa karena tidak bisa memulai dari mana untuk membahas keadaan Seohyun . Cukup pantaskah jika ia menghibur gadis ini sekarang ? Mengatakan untuk tidak memikirkan apa yang terjadi dan belajar menerima semuanya ?

 

“ Seohyun~ah , aku …”

 

“ Bagaimana dengan urusanmu di Jepang ? Tidak apa-apa kau pulang sebelum waktunya ? “ potong Seohyun

 

“ Pak Lee yang mengurusnya , saat mendengar kabar jika kau masuk rumah sakit aku langsung pulang “

 

“ Maaf mengganggu pekerjaanmu “ sahut Seohyun pelan

 

“ Kau itu bicara apa ? Siapa yang mengganggu ? Kau membuatku khawatir Seohyun “ tukas Kyuhyun cepat .

 

“ Kau pasti kecewa bukan ? “ tanya Seohyun tiba-tiba , gadis itu mengangkat wajahnya dan menatap lurus kearah Kyuhyun “ Kau kecewa padaku ? “

 

“ Nde ? “

 

“ Maaf aku belum sempat memberitahumu tentang kehamilanku , kau harus ke Jepang dan aku memutuskan untuk memberitahumu sepulang dari perjalanan bisnismu , tapi saat kau pulang kau justru mendapati kabar ini “

 

“ Seohyun…”

 

“ Maaf… aku minta maaf  tidak bisa menjaganya “

 

“ Seohyun dengar …”

 

“ Aku tahu seharusnya aku bisa lebih berhati-hati sehingga hal ini tidak akan terjadi , calon ibu macam apa aku tidak bisa menjaga anak yang dikandungnya sendiri dan justru membuatnya celaka , aku …” Seohyun seolah tidak sanggup untuk melanjutkan kalimatnya , tenggorokkannya terasa tercekat dan berefek pada panasnya kedua bola mata gadis itu , seketika ia tundukkan kepalanya dan menangis dengan tertahan . Bahunya berguncang kecil beriringan dengan isakan-isakan kecil yang tidak bisa ia tahan untuk tidak keluar dari bibirnya .

 

“ Mianhae …mianhae Kyuhyun~ssi , jeongmal mianhae ….” ujar Seohyun yang mulai terisak dengan masih menundukkan kepalanya dalam . Gadis itu seolah tidak sanggup untuk menatap Kyuhyun , perasaan bersalah benar-benar memborbardir perasaannya .

 

Selama beberapa detik yang terdengar dari ruangan ini hanyalah isakan Seohyun yang mulai tidak bisa ia kontrol , gadis itu berharap ia bisa menghentikan tangis konyolnya namun yang terjadi adalah banjir air mata itu semakin tak terkendali , saat ia kembali teringat pada satu kenyataan jika ia telah mengalami keguguran saat itulah dirinya begitu ingin berteriak , begitu ingin menangis sejadi dan sekuat-kuatnya , memprotes kepada Tuhannya kenapa harus mengambil calon bayinya yang bahkan belum sempat bergenap berusia 1 bulan . Sebenarnya apa kesalahannya sampai ia mengalami satu hal menyakitkan seperti ini ?

 

“ Bahkan aku belum sempat memberitahukanmu tentang kabar kehamilanku …” isak Seohyun “ ..m..mianhae….”

 

“ Seohyun …”

 

“ Jika kau ingin marah aku akan terima , kau ingin memakiku aku akan mendengarkannya , aku tahu kau begitu kecewa padaku , a..aku tahu itu …aku…”

 

Kyuhyun dengan cepat merapat kearah Seohyun , meraih kedua tangan Seohyun dan berdiri tepat didepan gadis itu yang masih terduduk dipinggir ranjangnya . “ Seo Joohyun , dengar ..”

 

“ Maafkan aku …Kyuhyun~ssi aku minta maaf…aku..”

 

Tanpa pikir panjang lagi segera Kyuhyun tarik bahu Seohyun pelan , mendorong dirinya sendiri untuk memeluk gadis itu , mendekap Seohyun dengan melingkarkan kedua tangannya dibahu Seohyun lalu membenamkan wajah Seohyun didadanya . Ia dekap erat Seohyun dengan kedua tangannya yang mulai naik turun dipunggung Seohyun .

 

“ Seohyun dengar, kumohon dengarkan aku .. “

 

Isakan masih belum mau berhenti keluar dari bibir Seohyun , wajahnya yang tenggelam didada Kyuhyun masih belum mampu meredam suara isakannya yang terdengar begitu menyesakkan . Harus seperti apa ia lebih mendekap gadis ini ? Kyuhyun berani bersumpah jika selama hidupnya tidak pernah ia ikut merasakan rasa sakit hanya karena melihat seorang wanita menangis kecuali ibu dan kakak perempuannya sendiri .

 

“ A..aku …m…maafkan ..a..aku …”

 

“ Seohyun cukup …kumohon berhentilah meminta maaf “ bisik Kyuhyun “ Tidak ada yang menyalahkanmu disini , aku bersumpah aku tidak marah ataupun kecewa kepadamu , Seohyun … “

 

Kyuhyun melepaskan pelukannya sesaat , ia sentuh kedua sisi kepala Seohyun dan mencoba membuat Seohyun untuk menatapnya . Kedua bola mata coklat Seohyun yang sudah benar-benar banjir air mata membuat Kyuhyun meringis melihatnya , ada rasa sakit yang ikut menyerang relung hatinya . Begitu terluka kah gadis ini ? Mana mata beningnya yang selalu menampilkan ketulusan saat dia tersenyum , bola mata indahnya saat ia tertawa kini terlihat begitu kelam akibat rembesan deras air matanya .

 

“ Seohyun , aku minta maaf . Seharusnya aku pulang saat itu , seharusnya aku turuti permintaanmu saat kau memintaku untuk pulang sebentar . Aku minta maaf untuk itu .. “

 

“ Tapi …semua telah terjadi Seohyun , tidak ada yang bisa kita lakukan selain menerima keadaan ini . Jangan menyalahkan dirimu sendiri , ini bukan salahmu ! Bukan ! “

 

“ Belajarlah untuk menerimanya , kau hanya butuh waktu untuk itu Seohyun . Dan jika yang kau khawatirkan adalah aku , demi apapun aku tidak apa-apa ! “

 

Kembali ia rengkuh tubuh Seohyun , memutus jarak diantara mereka dengan mendekap erat tubuh lemas Seohyun . Tidak bisa ia kuasai dirinya yang mendaratkan sebuah kecupan dipucuk kepala Seohyun lalu beralih mengelus kepala gadis itu .

 

“ Aku begitu ingin memberitahumu tentang kehamilanku , ..m..maaf….” bisik Seohyun dengan masih terisak didalam dekapan Kyuhyun .

 

“ Gwenchana …gwenchana Seohyun~ah … “ balas Kyuhyun dan semakin mengeratkan pelukannya pada gadis itu . Pada akhirnya Seohyun mulai balas melingkarkan kedua tangannya pada pinggang Kyuhyun , menangis sejadinya didada namja itu yang masih setia mengelus punggungnya dan berusaha menenangkannya .

 

~**~

 

Seohyun’s POV

 

Ini adalah hari keduaku berada dirumah sakit , Sungmin dan ibuku baru saja pulang dari mengunjungiku . Saat ibuku baru tiba 2 jam lalu , langsung saja aku dibuat khawatir karena melihat air matanya yang sudah tak terbendung . Sepertinya ia sudah tahu tentang kabar yang menimpaku dan langsung saja menghampiri ranjangku dengan kursi  rodanya , tangisnya pecah saat ibuku meraih telapak tanganku dan menggenggamnya kuat . Sekuat tenaga aku bertahan untuk tidak ikut menangis , aku ingin menunjukkan padanya jika aku tidak apa-apa . Aku tidak ingin dia khawatir yang membuatku akan menjadi beban pikirannya , ini akan mempengaruhi kesehatannya .

 

Sungmin oppa mengungkapkan kekecewaannya padaku karena aku tidak memberitahukannya lebih awal tentang kehamilanku , dia ikut menyalahkan dirinya jika saja ia tahu lebih awal dia pasti bisa ikut menjaga kehamilanku dengan rajin mengingatkanku . Kubalas saja protesannya itu dengan sebuah senyum pahit , benar seperti ucapan Kyuhyun , jika aku harus mulai bisa menerima keadaan ini . Mau seperti apa penyesalan yang terucap, tetap saja waktu tidak bisa kembali diputar dan yang kau hadapai tetaplah sebuah kenyataan .

 

Aku meraih ponselku yang bergetar yang tergeletak dimeja disebelah ranjangku . Dua pesan singkat masuk secara bersamaan yang langsung segera ku cek siapa pengirimnya .

 

Changmin .

 

Aku sudah mendengar kabarmu Seohyun , bagaimana keadaanmu sekarang ? Aku sedang dalam perjalanan kerumah sakit untuk menjengukmu , sebentar lagi aku sampai ^^

 

Jadi Changmin berniat kemari ? Kini aku beralih untuk mengecek satu pesan singkat lagi yang belum sempat kubuka . Kali ini dari Kyuhyun .

 

“ Apa yang sedang kau kerjakan ? Pekerjaan ini benar-benar tidak bisa kutinggal , tapi sebentar lagi akan selesai , aku akan langsung kerumah sakit ne ? Kau tunggu aku ..”

 

Aku sontak tersenyum saat selesai membaca pesannya , namun saat teringat jika Changmin akan kemari senyum itu seketika hilang . Gawat jika mereka bertemu secara bersamaan . Tapi aku tidak mungkin melarang Changmin untuk menjengkku bukan ?

 

“ Eommaku dan Sungmin oppa baru saja datang menjengukku , ehmm.. Kyuhyun~ssi , Changmin akan datang untuk menjengukku nanti , aku hanya ingin kau tahu saja “

 

Aku mengangguk singkat lalu menekan tombol send untuk mengirim pesan singkat itu . Tidak kutaruh ponselku dan terus memegangnya sengaja menunggu balasan dari Kyuhyun . Tidak sampai 5 menit ponselku kembali bergetar yang menandakan jika aku mendapatkan pesan balasan dari Kyuhyun .

 

“ Untuk apa dia menjengukmu ? Tolak saja “

 

Aku meringis membacanya , bagaimana mungkin menolak seseorang yang ingin menjenguk jika posisinya kau memang sakit ? Dasar payah orang ini !

 

“ Bagaimana mungkin menolaknya jika aku memang sedang sakit Kyuhyun~ssi , dan lagi pula itu tidak sopan . Changmin hanya mempunyai itikad baik untuk menjengukku , itu saja …”

 

Aku sedikit berdebar menunggu balasan dari Kyuhyun , apakah dia akan marah jika kubalas dengan kalimat seperti itu ? Dan kali ini tidak sampai dua menit selang waktu saat pesan itu kukirim ponselku telah kembali bergetar , dengan segera kubuka pesan balasan darinya .

 

“ Kalau begitu aku akan kerumah sakit sekarang juga ! Aku akan menemanimu saat ia menjengukmu ! Tunggu aku !

 

Aku sempat mendesis saat selesai membaca pesannya itu , apakah dia masih saja bersifat protective saat aku bersama Changmin ? Sebenarnya apa yang ada dipikirannya , kami  hanya berteman baik dan tidak lebih dari itu tapi dia selalu saja curiga . Tapi saat sesuatu menyadarkanku bibirku mulai melengkung membentuk sebuah senyuman . Sikap Kyuhyun yang seperti ini terlihat sekali menunjukkan jika ia cemburu bukan ? Manis memang tetapi tetap saja menyebalkan , apalagi jika ia sudah marah besar hanya karena hal seperti ini , bahkan aku dibuatnya tidak bisa membantah dan merasa bersalah , sebenarnya apa yang pria itu lakukan terhadapku sampai membuatku jadi seperti ini .

 

Aku memilih untuk tidak membalas pesan singkatnya dan mengembalikan ponsel itu kemeja . Sekarang yang perlu kulakukan hanya duduk menunggu sampai dua orang itu datang . Semoga saja mereka tidak bertengkar saat bertemu . Yang benar saja jika aku harus menengahi mereka nanti hanya karena sikap kekanak-kanakkan mereka yang selalu bertengkar saat bertemu .

 

~**~

 

Aku tidak tahu ini suatu kebetulan atau memang sebenarnya kedua pria ini memiliki kontak batin diantara mereka . Ya walaupun mereka berdua memang lebih sering bertengkar tetapi tetap saja hal itu tidak bisa menghapus hubungan keluarga diantara keduanya . Kyuhyun dan Changmin datang secara bersamaan , aku bahkan dibuat terkejut sama melihat keduanya kompak berjalan masuk kedalam kamar yang kutempati dirumah sakit ini .

 

“ Kalian ? “ tanggapku terkejut “ Kalian datang bersama ? “ tanyaku bingung

 

“ Kami bertemu di lobi rumah sakit “ jawab Changmin singkat , ia melirik datar kearah Kyuhyun sebelum kembali menatapku dan seketika sebuah senyum manis terkembang diwajahnya . Cepat sekali pergantian ekspresi dari namja ini .

 

“ Ah …”

 

“ Bagaimana keadaanmu ? Aku sudah mendengar tentang kabar itu , aku ikut bersedih Seohyun “ ujar Changmin saat dia telah berdiri tepat disebelah ranjangku . Aku tersenyum tipis kearahnya , jika mengingat hal itu lagi jujur saja aku masih ingin menangis . Perasaan bersalah dan mengutuk diriku sendiri masih belum hilang sepenuhnya, tapi aku harus bangkit bukan ? Benar seperti ucapan Kyuhyun jika semua telah terjadi dan yang bisa kulakukan adalah belajar menerimanya .

 

“ Terima kasih , tapi aku sudah tidak apa-apa “ jawabku

 

“ Wajahmu masih terlihat pucat “ celetuk Changmin

 

“ Benarkah ? Aku sama sekali tidak menggunakan make up beberapa hari ini , apakah begitu kentara ? “ aku bertanya padanya , Changmin tampak mengangguk kecil yang sontak membuatku menyentuh kedua pipiku . Pasti wajahku terlihat begitu aneh karena sangking pucatnya .

 

“ Ehm..ehm.. kupikir bukan kalian saja yang ada diruangan ini “ sindir seseorang

 

Aku dan Changmin menoleh kearah Kyuhyun karena kami tahu jika kalimat tadi berasal darinya , kulihat ia mengambil sebuah jeruk lalu mengambil posisi untuk duduk disisi ranjangku lainnya sambil membuka kulit jeruk itu . Kyuhyun sempat melemparkan pandangan sinis kearah Changmin sebelum melanjutkan kegiatannya mengupas jeruk yang ada ditangannya .

 

“ Tapi yang kuajak bicara bukan kau melainkan Seohyun “ balas Changmin singkat tampak tidak terpengaruh oleh Kyuhyun

 

“ Kau sudah makan Seohyun ? Atau ada yang ingin kau makan ? “ tanya Changmin bersemangat

 

Aku hendak menyahuti ucapan Changmin namun tiba-tiba seseorang menyumpal mulutku dengan memasukkan potongan jeruk kedalam mulutku yang otomatis membuatku terkejut dan mengurungkan niatku untuk berbicara . Aku menoleh cepat kesebelahku dimana Kyuhyun duduk disisi kanan ranjangku karena dialah yang memasukkan jeruk itu kedalam mulutku .

 

“ Kau harus banyak makan buah “ ujar Kyuhyun santai, sesaat yang kulakukan adalah memplototinya seolah bertanya apa yang ia lakukan namun Kyuhyun tampak tidak terpengaruh dengan tatapanku, akhirnya mau tidak mau terpaksa aku mengunyah buah jeruk yang sudah ia suapkan kemulutku .

 

“ Manis bukan jeruknya ? “ tanya Kyuhyun ringan , ia suguhkan satu senyum sok manis padaku yang membuatku meringis melihatnya . Kyuhyun juga memasukkan satu potongan jeruk kedalam mulutnya dan mengunyah sambil menganggukkan kepalanya . “ Manis~ Changmin yang membawa buah-buahan ini “ ujar Kyuhyun lagi

 

“ Kau tidak mau mencoba jeruknya ? “ tanyaku kearah Changmin

 

“ Ani~ kau saja yang makan , sengaja kubawa untukmu “ jawab Changmin sambil menggeleng dan tidak lupa satu senyum manis setia ia suguhkan padaku . Aku suka dengan senyumnya , jujur saja tidak terlihat suatu kepura-puraan disana , senyum itu terlihat tulus saat ia tujukan padaku .

 

“ Kau benar-benar sudah makan ? “ lanjutnya

 

“ He em.. “ sahutku

 

“ Apa kata dokter ? Apakah ada luka yang cukup parah ? “ tanya Changmin lagi

 

“ An..”

 

Kembali Kyuhyun menyuapi satu potong jeruk yang ia masukkan kedalam mulutku tanpa ijin , hal ini sontak membuatku berhenti berbicara akibat ulahnya . Aku menoleh kesal kearahnya namun yang kudapati justru senyum tanpa dosanya .

 

“ Kunyah itu “ ujarnya sambil menunjuk jeruk yang sudah ada didalam mulutku dengan memajukan mulutnya . Sebenarnya kenapa pria ini ? Apa dia tidak mengerti adap sopan santun ?! Aku sedang berbicara !

 

Kukunyah dengan cepat potongan jeruk yang sudah ada didalam mulutku dan langsung menelannya , bisa kulihat jika bukan hanya aku yang cukup kesal dengan ulah Kyuhyun . Lirikan Changmin yang ditujukan untuk namja itu saja seolah tidak digubris Kyuhyun yang justru dengan santainya memasukkan potongan jeruk kedalam mulutnya sendiri . Aishh benar-benar pria ini !

 

“ Tidak ada yang perlu dikhawatirkan Changmin~ssi , aku bahkan sudah bisa pulang besok “ akhirnya kujawab pertanyaan Changmin setelah kembali menguasai ekspresi wajahku kembali tersenyum kepada namja ini .

 

“ Baguslah~ kau membuat semua orang khawatir , saat kakek memberitahuku jika kau terjatuh dan menyebabkan ini semua aku bisa merasakan jika ia begitu panik . Aku sangat jarang melihatnya sepanik itu “

 

“ Benarkah ? A…”

 

Lagi dan lagi Kyuhyun melancarkan aksinya menyuapi mulutku dengan satu potong jeruk tanpa ijinku , ia jejalkan asal potongan kecil itu dan kembali membuatku berhenti berbicara . Merasa benar-benar kesal dengan tingkahnya aku segera menoleh cepat kearah pria itu . “ Yaaa !! Apa yang kau lakukan ? “ tanyaku kesal namun sambil mengunyah jeruk yang sudah terlanjur berada didalam mulutku .

 

“ Wae ? Hanya menyuapi istriku “ jawabnya lancar

 

Kedua mataku membulat mendengarkan jawabannya , aku melirik kearah Changmin yang tampak mulai berubah air muka namja itu .Setelah yakin aku telah menelan potongan jeruk itu kembali aku beralih kearah Kyuhyun . “ Kau bisa membuatku tersedak Kyuhyun~ssi “

 

“ Kau itu butuh vitamin , aku hanya menyuapimu saja “ sahut namja itu

 

“ Aku bisa memakannya nanti , aku sedang berbicara apa kau tidak mengerti juga ? “

 

“ Ani~ aku memang tidak mengerti “ sahutnya cepat

 

“ Nde ? “

 

“ Lagipula aku sudah bersabar untuk tidak mengusir pria ini karena aku memikirkan dirimu yang tidak akan tega melihat aku mengusir Changmin , aku hanya tidak suka melihat kalian berdua berbicara , seperti hanya kalian saja yang ada diruangan ini “ ujar Kyuhyun sambil melirik kaku kearah Changmin

 

Mulutku hanya bisa terbuka saat jawaban itu meluncur dari bibir Kyuhyun , astaga seperti ini kah dirinya ? Kenapa terkadang sifat kekanak-kanakkannya muncul dan terlihat sangat menyebalkan !

 

“ Makan ini lagi “ lanjut Kyuhyun dan kembali menyuapi potongan jeruk masuk kedalam mulutku yang masih terbuka . Chhhh !

 

Aku dan Kyuhyun kompak menoleh kearah Changmin saat kami bisa mendengar dengusan dari bibir namja itu , namun tiba-tiba Changmin meraih sisa jeruk yang ada ditangan Kyuhyun lalu melemparkan kedalam mulutnya sendiri . “ Kita makan bersama jeruknya , kupas lagi Kyuhyun~ah “ ucap Changmin akhirnya

 

“ Kau bilang kau tidak mau memakannya ? “ tanggap Kyuhyun sengit

 

“ Kau yang memulainya bukan ? Sudah cepat kupas, atau aku akan disini lebih lama dan mengajak istrimu terus bicara “ balas Changmin .

 

Entah kedua orang ini memang bodoh atau apa , tapi konyolnya adalah Kyuhyun mengikuti saran Changmin dan mengupas lagi satu buah jeruk . Akhirnya yang kami lakukan adalah menghabiskan semua jeruk yang ada dalam keranjang buah yang memang dibawakan oleh Changmin untukku . Konyol memang , tertawakan saja dua pria bodoh ini -_-

 

~**~

 

“ Kenapa memaksa pulang jika kondisimu belum pulih benar ? “ tanya Kyuhyun saat kami berdua baru saja masuk kedalam mobil , setelah seatbelt yang terpasang sudah pas aku beralih untuk menatap namja ini “ Aku sudah tidak betah dirumah sakit , benar-benar membosankan disana , lebih baik kembali keapartemen “

 

“ Eomma sudah menawarkanmu untuk tinggal bersama mereka jika keadaanmu masih belum pulih benar “

 

“ Aku sudah tidak apa-apa Kyuhyun~ssi , lagi pula aku tidak mau merepotkan eommonim dan yang lainnya “ tanggap Seohyun

 

Kyuhyun mulai menjalankan mobilnya untuk mengantarkan gadis ini kembali keapartemen mereka . “ Eomma masih merasa sangat bersalah padamu sepertinya “

 

“ Aku sudah memintanya untuk tidak memikirkan peristiwa itu lagi dan jika eommonim yang tertimpa tumpukan triplek itu mungkin yang terjadi akan lebih dari ini , setidaknya aku yang masih muda jauh lebih kuat untuk menahan triplek-triplek itu …walaupun…”

 

Aku sontak terdiam , jika kulanjutkan kalimat itu aku hanya membuat diriku kembali berangan-angan berharap ini bukan sesuatu yang nyata dan janinku masih tumbuh didalam perutku .

 

“ hhh…yang penting kami berdua tidak mengalami luka parah akibat peristiwa itu , hal ini jauh lebih penting “ lanjutku akhirnya . Kyuhyun lebih memilih diam tidak menanggapi ucapanku walaupun aku tahu ia menoleh singkat kearahku . Akhirnya aku memilih untuk melemparkan pandanganku keluar jendela untuk melihat bangunan-bangunan pencakar langit yang kami lewati . Tenggelam dalam pemikiranku sendiri dan memilih diam sampai mobil ini membawa kami pulang menuju apartemen Kyuhyun

 

…………………………………

 

“ Kau benar-benar tidak apa-apa ? “ Kyuhyun menahan lenganku saat aku hendak mengambil tasku yang ada dibagasi mobilnya , aku menoleh pelan kearahnya dan menggeleng singkat “ wajahmu masih sangat pucat Seohyun , kita bisa kembali kerumah sakit jika kau masih merasakan ada sesuatu yang tidak enak pada tubuhmu “

 

“ Aniyo~ aku tidak apa-apa “ jawabku . Jujur saja aku memang masih merasa lemas , tenagaku masih belum pulih benar yang membuatku tidak bersemangat sama sekali . “ Aku ingin istirahat dikamar saja “ lanjutku

 

Aku meraih keluar tasku yang berisi beberapa pakaian dari bagasi mobil Kyuhyun dan menentengnya . Namun belum sempat berjalan sambil membawa tas itu Kyuhyun telah mengambil alih tas yang berada ditanganku itu . “ Aku saja yang bawa “

 

“ Tidak apa-apa , biar kubawa sendiri “ tahanku

 

“ Sudahlah~ ayo masuk “ tukasnya , aku cukup terkejut saat ia meraih pergelangan tanganku dan menarikku pelan yang otomatis membuatku mengikuti langkahnya . Kyuhyun tidak berjalan dengan terburu-buru dan menyeimbangi irama langkahku yang berjalan lambat . Aku mengunci mulutku dan mengikuti kemana langkah pria ini membawaku , perlahan telapak tangannya yang melingkar dipergelangan tanganku mulai turun menyentuh buku tanganku , aku hanya bisa melihat telapak tanganku dan tangannya yang perlahan mulai bertaut karena inisiatif dari jari-jari tangannya yang menautkan dengan jari-jari tanganku . Hangat…hanya itu yang kurasakan dari telapak tangannya .

 

……………………………………………..

 

Setelah menaruh tasku sendiri digantungan yang menempel pada dinding kamarku aku kembali berjalan keluar dari kamar ini , hendak menuju dapur untuk mengambil air hangat . Namun saat aku melewati ruang tengah bisa kulihat Kyuhyun yang tengah menelpon seseorang

 

“ Oh, kau sudah sampai di korea Pak Lee ? “

 

Kyuhyun terdiam dan membiarkan dirinya untuk mendengarkan balasan dari sebrang telponnya

 

“ Apakah harus sekarang ? Seohyun sedang sakit , aku tidak bisa meninggalkannya “

 

Kembali ia terdiam , kali ini sedikit lebih lama sebelum akhirnya Kyuhyun membuka suaranya lagi .

 

“ Mworago ? Kau menemukannya ? “

 

Tampak ekspresi penuh keseriusan terpeta diwajah Kyuhyun , alis namja itu berkerut seolah berkonsentrasi penuh tentang apa yang ia dengar .

 

“ Aku mengerti , tapi aku tidak bisa pergi sekarang , tunggulah 1 atau 2 jam lagi . Aku masih harus menemani Seohyun “

 

Kyuhyun mengangguk singkat sebelum akhirnya mematikan telponnya . Apakah masih ada pekerjaan yang harus ia selesaikan ? Kuputuskan untuk menghampiri namja itu , sadar akan kehadiranku Kyuhyun segera menoleh dan cepat-cepat memasukkan ponselnya

 

“ Dari Manager Lee ?” tanyaku

 

“ Ne~ dia baru pulang dari Jepang dan menyelesaikan tugasku disana “

 

“ Jika masih ada pekerjaan yang harus kau selesaikan , kembalilah kekantor “

 

“ Ani ani~ mereka masih bisa mengatasinya tanpa aku “

 

“ Aku tidak apa-apa Kyuhyun~ssi , mungkin ini benar-benar penting sampai manager Lee menelponmu dan memintamu untuk datang “

 

“ Tidak usah dipikirkan , mereka …”

 

“ Aku benar-benar tidak apa-apa , setelah minum obat aku berencana untuk beristirahat dikamar , apa yang mau kau lakukan disini ? Menungguiku tidur ? Lebih baik kembali kekantor dan selesaikan urusanmu dulu “ potongku

 

Kyuhyun masih tampak ragu , namun aku mengangguk meyakinkan sampai akhirnya kudengar ia menghembuskan nafas sesaat .

 

“ Pak Lee begitu ngotot aku harus segera kekantor , mungkin ini memang benar-benar penting “  ujar Kyuhyun

 

“ Aku mengerti , kalau begitu cepat temui dia “ balasku

 

“ Jika ada yang kau butuhkan langsung saja telpon aku ne ? Aku akan memberitahumu aku pulang jam berapa nanti , jika ada yang ingin kau makan beritahu aku , akan kupesankan lewat kantor nanti “ jelas Kyuhyun sambil meraih jasnya yang sempat ia lepas dan ia taruh disofa

 

“ Ne “ sahutku singkat

 

“ Istirahatlah~ aku tidak berbohong jika kau masih benar-benar pucat Seohyun “ ujarnya , bisa kubaca gurat kekhawatiran diwajah Kyuhyun . Jujur saja senang melihat ekspresi itu , merasa jika namja ini akhirnya memiliki satu bentuk kepedulian terhadapku

 

“ Ne~ sudah sana berangkat “

 

“ Aku pergi~ “ dia sempat menyentuh kepalaku dan mengusap rambutku singkat sebelum akhirnya berjalan menuju pintu depan . Merasa cukup terkejut dengan sikapnya aku masih membatu sampai aku sadar aku sama sekali tidak mengantarnya kepintu depan , saat aku berbalik aku sudah mendapati punggungnya yang menjauh lalu mulai menghilang saat dia telah membuka pintu depan dan keluar dari apartemen ini .

 

“ Sikapnya mulai berubah atau hanya perasaanku saja “ gumamku pelan dan kembali berjalan menuju dapur . Aku mengedikkan bahuku sendiri karena tidak mendapati jawaban akan penyataanku sendiri . Kupikir setelah meminum obat dari dokter aku akan berisitirahat . Jujur saja kepalaku masih terasa berkunang-kunang jika aku terlalu lama berdiri .

 

~**~

 

Author’s POV

 

Malam yang semakin larut membawa langkah Kyuhyun memasuki apartemennya . Pekerjaannya membuat namja itu harus pulang agak larut malam seperti ini . Derap langkahnya tampak menggema saat ia melewati ruang tengah hendak menuju kedapur untuk mengambil minuman . Namun saat namja itu melewati pintu kamar Seohyun langkahnya otomatis terhenti . Terdengar suara isakan dari dalam kamar itu , Kyuhyun menatap bingung pintu kamar Seohyun , menerka apakah itu suara tangisan dari Seohyun sendiri ? Tapi jawabannya hanya satu bukan ? Tentu saja suara itu berasal dari Seohyun , siapa lagi yang menempati apartemen ini selain ia dan Seohyun .

 

Jadi Seohyun benar-benar tengah menangis ? Bayangan jika mungkin saja Seohyun tengah terduduk dilantai sambil memeluk kedua lututnya dan menangis ditengah malam seperti ini mengganggu pikiran Kyuhyun , apa gadis itu masih begitu sulit menerima semua apa terjadi padanya ?

 

Desahan berat meluncur dari bibir Kyuhyun , ia mencoba mengerti , mungkin bagi Seohyun sangat berat menerima ini semua , gadis itu berdiri diposisi sebagai seorang calon ibu , wanita mana yang akan bersikap biasa saja saat baru kehilangan calon anak yang tengah dikandungnya ? Setelah melonggarkan ikatan dasinya dan melepas kancing jasnya , akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk memasuki kamar Seohyun . Setidaknya ia harus menenangkan gadis itu . Ia dorong pelan pintu kamar Seohyun dan berusaha tidak membuat suara sedikitpun , suara isakan dari gadis itu semakin terdengar . Lampu kamar yang mati membuat Kyuhyun tidak bisa melihat dengan jelas keadaan kamar ini . Setelah meraba dinding dan menemukan saklar untuk menghidupkan lampu langsung saja Kyuhyun menekannya , membuat ruangan kamar Seohyun seketika menjadi terang dan memperlihatkan isi didalamnya .

 

Kyuhyun dibuat terkejut saat melihat Seohyun..yang tidak seperti didalam pikirannya , ternyata gadis itu tengah terbaring diatas ranjangnya , isakan memang masih setia meluncur dari bibir gadis itu , namun bisa dilihat jika Seohyun yang tengah terbaring diatas tempat tidurnya itu terisak sambil menutup kedua matanya tampak tidak tenang , ia bergeliat didalam tidurnya dan tubuhnya tampak gemetar pelan . Kyuhyun berjalan cepat menghampiri Seohyun , rasa panik langsung menjalarinya , bisa ia lihat jika rembesan air mata turun tanpa henti dari pelupuk mata gadis itu

 

“ maaf…maafkan eomma…” isak Seohyun dengan masih memejamkan matanya . Kedua mata Kyuhyun membulat , keadaan Seohyun benar-benar membuatnya khawatir , keringat keluar dari setiap pori-pori kulitnya , belum lagi wajahnya yang sangat pucat , dan saat Kyuhyun memilih duduk dipinggir ranjang Seohyun lalu mendaratkan telapak tangannya didahi gadis itu Kyuhyun semakin meringis saat bisa merasakan suhu yang sangat panas pada tubuh Seohyun .

 

Sekarang ia mengerti jika gadis ini tengah mengigau dalam tidurnya , apakah ia mengalami mimpi buruk ?

 

“ m..maaf….” isak Seohyun lagi . Merasa tidak tega melihatnya , dengan tidak sabar Kyuhyun mengguncangkan pelan bahu Seohyun , menggoyang-goyangkannya untuk membuat Seohyun terbangun

 

“ Seohyun ! Seo Joohyun.. “

 

Isakan dari bibir Seohyun masih terus lolos , tergambar jelas wajah ketakutan pada gadis itu , apakah seburuk itu mimpi yang menghampirinya ?

 

“ Seohyun bangunlah ! Seohyun ! Seohyun~ah !! “

 

Kyuhyun lebih menguatkan goncangannya “ Kumohon bangunlah ! Seohyun !! “

 

Usahanya berhasil karena tiba-tiba saja Seohyun membuka matanya , sesaat tampak kosong pandangan gadis itu sebelum akhirnya mata coklat Seohyun bertemu dengan mata Kyuhyun . Nafasnya masih naik turun seolah-seolah gadis ini baru saja menyelesaikan pertandingan berlari jarak jauh .

 

“ Seohyun~ah ?? “

 

Tiba-tiba saja Seohyun kembali terisak , kali ini dalam keadaan sadar , gadis ini mulai menangis tidak terkendali akibat dari mimpi buruk yang ia alami . Hal ini membuat Kyuhyun membantu Seohyun untuk duduk , mencoba menenangkan Seohyun dengan meraih tangan gadis itu .

 

“ Seohyun tenanglah , kau hanya bermimpi . Kau mengigau “

 

Namun Seohyun masih belum bisa menghentikan isakannya , mimpi yang mampir didalam tidurnya terasa begitu nyata , suara tangisan bayi yang menggema saat tidurnya membuat gadis itu menutup kedua telinganya dengan tangannya dan menggeleng kuat-kuat .

 

“ Seohyun itu hanya mimpi , kau mimpi buruk Seohyun~ah , tenanglah “ ujar Kyuhyun , ia rengkuh segera bahu Seohyun dan langsung mendekap gadis itu . Memeluk erat Seohyun yang langsung mentransferkan rasa panas dari suhu tubuh gadis itu kekulitnya .

 

“ Kau demam Seohyun , itu mengakibatkan kau mengigau . Kita kerumah sakit sekarang “

 

“ ..a..aniya ! Aku tidak mau kemana-mana , aku tidak mau kemana-mana !! “ isak Seohyun kuat , sengaja ia biarkan isakan kerasnya lolos begitu sengaja dengan maksud untuk menghapus suara tangisan bayi yang masih terngiang ditelinganya . Kyuhyun semakin merasa panik melihat keadaan Seohyun , ia dorong pelan tubuh Seohyun dan kembali menatapnya .

 

“ Baiklah kita tidak kemana-mana , tapi tubuhmu benar-benar sangat panas , tunggulah sebentar disini aku akan mengambil air dingin untuk mengompresmu “

 

Kyuhyun hendak bangkit dari ranjang gadis itu sampai Seohyun sendiri yang menahannya , ia lemparkan tubuhnya sendiri untuk memeluk Kyuhyun yang mampu membuat namja itu membatu sesaat , bisa Kyuhyun rasakan kepala Seohyun menggeleng kuat-kuat dibahunya , dekapan gadis itu semakin erat seolah tidak ingin melepasnya .

 

“ t..te..tetap disini , a..aku benar-benar takut K.kyuhyun~ssi , jangan kemana-mana k..kumohon …..” isak Seohyun

 

“ Seohyun …”

 

“ jangan pergi ….”

 

Pada akhirnya kedua tangan Kyuhyun mulai melingkar dipinggang Seohyun dan membalas pelukan gadis itu lembut , merasakan suhu panas Seohyun dikulitnya justru membuat Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya , jika dengan cara seperti ini ia bisa menenangkan gadis yang ada didalam pelukannya ini maka Kyuhyun akan terus melakukannya sampai Seohyun kembali tenang , ia usap pelan rambut Seohyun yang terasa sedikit basah akibat keringat dinginnya .

 

“ Tidak apa-apa , ada aku Seohyun “ bisik Kyuhyun ditelinga Seohyun lalu lebih memperdalam pelukannya .

 

~**~

 

Setelah berhasil menenangkan Seohyun dan membujuk gadis itu akhirnya Kyuhyun berhasil kembali ke dapur untuk mengambil air dingin agar bisa mengompres Seohyun , teringat akan janjinya pada Seohyun yang tidak akan lama meninggalkan gadis itu , Kyuhyun mempercepat gerakannya . Dengan membawa air yang telah dicampur dengan kubus-kubus kecil es batu yang ditaruh dalam sebuah baskom kecil akhirnya Kyuhyun kembali masuk kedalam kamar Seohyun , gadis itu masih terduduk diatas ranjangnya , tubuhnya masih bergetar dengan wajah yang sudah sangat pucat .

 

“ Kembalilah berbaring , aku akan mengompresmu “

 

Seohyun tampak menurut saat Kyuhyun menuntunnya untuk berbaring , namja itu merapatkan selimut tebal Seohyun sampai kebatas lehernya . Dan mengusap dahi Seohyun pelan . “ Buka mulutmu Seohyun , biarkan thermometer ini tetap dimulutmu untuk mengukur suhu tubuhnya “

 

Seohyun tidak memprotes sama sekali , gadis itu mengikuti petunjuk Kyuhyun dan membuka mulutnya , membiarkan Kyuhyun menaruh alat pengukur suhu tubuh itu didalam mulutnya . Tidak sampai satu menit thermometer itu berbunyi pelan dan Kyuhyun memberikan isyarat agar Seohyun membuka mulutnya agar ia bisa menarik kembali thermometer itu .

 

Angka yang menunjukan suhu 40 derajat celcius sudah cukup menjelaskan sepanas apa suhu tubuh gadis ini , Kyuhyun mengembalikan thermometer itu keatas meja yang ada disebelah ranjang Seohyun dan kini mulai beralih mencelupkan handuk kecil kedalam baskom yang berisikan air dingin itu . Memerasnya kuat lalu membawa handuk basah itu dan mengompreskannya diatas dahi Seohyun .

 

“ Ini akan membantu mendinginkan suhu tubuhmu “ ujar Kyuhyun pelan , belum ada 3 menit handuk dingin itu berubah menjadi hangat akibat aliran panas dari tubuh Seohyun , kembali Kyuhyun memasukkan handuk kecil itu kedalam baskom , memerasnya dan menaruh lagi didahi Seohyun .

 

Tangisan Seohyun memang sudah berhenti , tidak ada lagi isakan yang terdengar dari bibirnya dan hal ini membuat Kyuhyun bisa bernafas lega untuk sesaat . Dilihatnya Seohyun yang mulai menutup lagi kedua matanya menunjukkan sebenarnya ia masih membutuhkan banyak istirahat . Kyuhyun meraih obat yang sebelumnya sudah ia persiapkan dan mengguncangkan tubuh Seohyun pelan

 

“ Seohyun ? Bangunlah sebentar , kau harus meminum obatnya dulu “

 

Tidak lama gadis itu kembali membuka kedua matanya , walau tampak lemah Seohyun tetap menurut saat Kyuhyun membantunya duduk , meringis sesaat karena rasa pusing yang menyerangnya

 

“ Minum ini “ ujar Kyuhyun sambil menyerahkan 3 pil obat kepada Seohyun , gadis itu meraihnya obat itu lalu melemparkan kedalam mulutnya sendiri dan dengan segera Kyuhyun menyodorkan segelas air hangat pada Seohyun yang langsung menegak setengah dari isi gelas itu .

 

“ Kembalilah berbaring , aku akan mengompresmu lagi “

 

Tidak membantah Seohyun menurut saat Kyuhyun mendorong bahunya dan membuatnya kembali berbaring , merapatkan lagi selimut tebalnya sampai kebatas leher Seohyun . Ia pejamkan lagi kedua matanya karena Seohyun sendiri tidak bisa menahan beratnya kelopak matanya sekarang yang begitu ingin dipejamkan . Handuk dingin menyapa dahinya , membuat ia embuang nafas lega karena rasa nyaman didahinya .

 

“ Tidurlah lagi “ gumam Kyuhyun pelan

 

Hampir 1 jam lebih Kyuhyun habiskan untuk menunggui Seohyun dikamarnya , setelah yakin jika suhu tubuh gadis itu mulai perlahan turun akhirnya ia memutuskan untuk bangit dari sisi ranjang Seohyun secara hati-hati, belakang punggungnya sudah benar-benar terasa sangat pegal , berharap ia tidak membuat satu suara sedikitpun yang memungkinkan bisa membangunkan Seohyun yang tampaknya mulai tenang dalam tidurnya , Kyuhyun mulai berdiri dengan sangat hati-hati , sampai ia dibuat terkejut saat merasakan pergelangan tangannya disentuh oleh tangan hangat Seohyun . Pria itu menoleh dan bisa melihat Seohyun yang membuka kedua matanya lemah namun balas menatap Kyuhyun .

 

“ j..jangan pergi ..”

 

“ Nde ? “

 

“ .t.tetap disini Kyuhyun~ssi , jangan kemana-mana “

 

“ Seohyun..”

 

“ .t..tetaplah disini “ lanjut gadis itu pelan , Kyuhyun sedikit terkejut saat melihat Seohyun bangkit tiba-tiba dari tidurnya , bisa ia lihat Seohyun sedikit meringis saat memaksa tubuhnya untuk bangun

 

“ Untuk apa kau bangun “ tanggap Kyuhyun cepat dan membuat dirinya kembali duduk disisi ranjang Seohyun

 

“ Kau lelah ? “ tanya Seohyun tampak memperdulikan tatapan khawatir Kyuhyun

 

“ Mwo ? “

 

“ Jika kau lelah tidurlah disini , jangan pergi kekamarmu Kyuhyun~ssi “ ungkap Seohyun dengan suaranya yang terdengar serak

 

“ N…nde ? “

 

“ Tetap disini , jika kau mengantuk tidurlah disini ..” Seohyun bergeser untuk memberikan ruang kosong ditempat tidurnya lalu menepuknya pelan membuat Kyuhyun membulatkan kedua matanya tampak terkejut dengan ucapan gadis ini , apakah dia masih mengigau ?

 

“ S..seohyun ..”

 

“ a..aku benar-benar takut mimpi itu datang lagi , kau membuatku merasa aman , tetaplah disini Kyuhyun~ssi , jangan kemana-mana tetap disini ..”

 

Kyuhyun menatap bingung Seohyun yang justru mengangguk pelan namun berusaha meyakinkan jika ia memang benar-benar membutuhkan Kyuhyun menemaninya , gurat ketakutan itu memang masih terpancar jelas dibola mata coklat gadis ini , tapi bagaimana mungkin ? Apa maksud gadis ini untuk menyuruh Kyuhyun tidur disini dan memberikan ruang kosong untuk Kyuhyun diranjangnya ? Itu artinya tidur bersama bukan ? Tapi….

 

“ Naiklah~ kau bisa tidur disebelahku “ lanjut Seohyun dengan suara lemahnya , menarik tangan Kyuhyun pelan dan yang membingungkannya adalah Kyuhyun seolah terbius dan mengikuti perintah gadis ini naik keatas tempat tidur Seohyun . Sadarlah Cho Kyuhyun !

 

TBC

 

Apa banget part ini -_____- , ga tahu ini menyentuh perasaan kalian apa justru terkesan garing . Aku lagi-lagi sempet blank saat ngetik part ini jadi ga tau apa feelnya ff ini masih kerasa . Sejujurnya pengen cepet namatin ff ini cuman lagi berusaha keras mengatur alurnya biar ga keliatan terlalu terburu-buru dan jadinya ga awkward (?) .

 

Ya kita lihat aja nanti , seperti biasa jangan lupa tinggalin komentar ya^^~ bye bye

 

361 thoughts on “MAKE HER PREGNANT – Part 8

  1. sedih bner2 sedihhh.. kasian seomma, kyupa, eommanya kyupa.. keluarga mereka😥😥
    gmna menyesalnya mereka semua huuaaaaa.. aku ikutan nangis..😥
    tapi ada yg lucu, bagian saat kyupa nyuapin seomma jerus biar gak ngomong sama changmin..hahhaha bner2 ngakak..
    tapi kasian pas seomma harus ngigau dan ngerasa bersalah sama anaknya..😥

  2. ahahaha ya Alloh aku bnar bnar g bs klo g tertawa pas. seokyu n changmin moment…….ya Alloh itu bnar bnar mmbuatku gila hhhh…..tp utk part ini mnyedihkan juga mnyesakkan….😥😥😥 kasihan seohyun eonni yg terus d hntui rasa brsalahnya…..semoga kyuppa selalu ada utk nya….seohyun eonni jgn trlalu bersedih terus….yg trjadi biarkan terjadi. ….kn bs mmbuat lagi hehehe…….sekali lg aku mau blang klo aku suka seokyu n changmin moment. …hhhh aku suka……

  3. Entah lah jatus komen apa..rasanya kyk menguak luka lama sendri saat harus ngalamin kehilangan janin..dan baca ff ini kembali kebayang gmn rasanya gmn sedihnya gmn hancurnya..semua itu gk bisa dilupain..

  4. Entah lah harus komen apa..rasanya kyk menguak luka lama sendri saat harus ngalamin kehilangan janin..dan baca ff ini kembali kebayang gmn rasanya gmn sedihnya gmn hancurnya..semua itu gk bisa dilupain..

  5. Baca part ini rasanya titik titik banget. Author jahat banget sih ngebuat seo yg harus kehilangan bayinya sampai terpuruk gitu. aku kn jadi baper

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s