MAKE HER PREGNANT – Part 7

Judul               :  Make Her Pregnant

Main Cast        :  Seo Joo Hyun aka Seohyun (SNSD)

Cho Kyuhyun (Super Junior)

Other Cast       : Shim Changmin ( TVXQ )

Lee Sungmin ( Super Junior )

Other Cast

Author             : Riska Fasyah ( @riskafasyah )

Rating                         : General

Genre              : Romance

 

Note                terbangkan imajinasi kalian bersama tulisan ini , berdelusional sesaat mengikuti cerita yang tertulis dan saat cerita ini berakhir pada sebuah kata ‘tbc’ , saatnya kita kembali kedunia nyata ^^

 

-Maaf atas keterlambatan mengepost fanfict ini T.T –

 

~**~

_Part 7_

 

Seohyun’s POV

 

Jika aku bisa memutar waktuku kembali ke saat Ahra unnie menyuruhku untuk pulang bersama Changmin , maka saat itu juga aku akan menolaknya . Aku akan lebih memilih menaiki angkutan umum dan siap menerima ocehan dari Ahra unnie karena tidak mengikuti perintahnya dan dengan gampangnya menolak kebaikan dari Changmin . Tapi itu hanyalah sebuah pemikiranku yang tidak akan pernah terwujud , keinginanku yang hanya membuatku semakin menyesal .

 

Jujur , aku tidak mengerti dengan diriku sendiri , sebenarnya ada apa Seo Joohyun ? Kenapa aku harus begitu peduli sekarang ? Peduli karena sikap Kyuhyun yang kecewa padaku , ingin segera kuhampiri namja itu dan menjelaskan semuanya , meluruskan sebuah kesalahpahaman yang ia pikirkan tentang aku dan Changmin . Aku semakin tidak mengerti saat air mataku jatuh melihat tatapan matanya yang begitu tajam yang ia tujukan padaku , sebuah tatapan asing dan dingin yang begitu jarang pernah kulihat darinya , membuatku membeku seketika , membuatku merasa menjadi orang yang paling patut disalahkan karena membuatnya kecewa padaku .

 

Gurat kecewa yang begitu terlihat jelas diwajahnya ikut membuatku sakit , aku yang menyebabkannya menjadi seperti itu . Aku merasa sangat paham mengapa ia bisa sangat kecewa untuk kali ini , perasaan ketakutan akan sesuatu yang akan di rampas lagi oleh orang yang sebelumnya berhasil merusak rencana matangnya , saat kutelisik lebih jauh dan mendapati kenyataan jika mungkin saja Kyuhyun takut jika hubunganku dengan Changmin yang semakin dekat hal itu membuatnya memiliki pikiran Changmin akan melakukan hal yang sama seperti dulu , dan kembali berhasil merusak rencananya .

 

Saat memikirkan hal itu entah kenapa aku semakin ingin menangis , merasa jika Kyuhyun pasti lebih memikirkan rencana-rencana matangnya untuk membuat perusahaan jatuh ketangannya . Memang seharusnya dari awal aku sudah sangat tahu apa tujuan ia menikahiku , meminjam

rahimku untuk mengandung anaknya . Tentu saja untuk mencapai semua tujuannya yang sudah direncanakan dengan sangat matang .

 

Tidak bisa kupungkiri sesuatu yang terasa sakit menyerang dadaku , ada satu harapan konyol yang kupikirkan , berharap jika ia tidak suka melihatku bersama Changmin karena ia memang benar cemburu , cemburu dalam arti yang sebenarnya , cemburu karena aku istrinya , cemburu karena wanita yang menikah dengannya bersama orang lain dan cemburu bukan karena ia begitu membenci Changmin , melainkan karena ia …. menyayangiku . Aku tertawa getir memikirkan hal itu , kenapa semakin memalukan saja isi pikiranku akhir-akhir ini ?

 

Sambil terduduk dilantai dan menyender pada ranjang yang biasa tempatku berbaring , kutarik kedua lututku dan memeluknya . Menaruh daguku dipersatuan kedua lututku dan memejamkan kedua mataku , membiarkan air mataku jatuh untuk berbagai alasan .

 

“ Bagaimana aku harus menghadapinya besok ? “ ujarku berbisik yang bercampur dengan suara tangisku .

 

~**~

 

Aku sengaja bangun lebih pagi untuk menyiapkan sarapan untuknya . Sengaja kubuatkan makanan yang disukainya berharap ia bisa lebih mencair pagi ini . Saat aku tengah menghidangkan sarapan yang baru saja matang tepat saat itu Kyuhyun keluar dari kamarnya , dia sudah memakai setelan pakaian kantornya dan bersiap berangkat . Sesaat kedua mata kami bertemu , namun secepat kilat itu juga Kyuhyun mengalihkan pandangannya .

 

Tanpa menatapku lagi namja itu segera melangkahkan kakinya , apakah dia mau berangkat sepagi ini ?

 

“ Kau tidak sarapan dulu ? “ tanyaku menahan langkahnya

 

Aku sedikit lega saat namja itu menghentikan langkahnya , dia menoleh sesaat untuk menatap meja makan lalu kembali menatapku . “ Kau saja “ ujarnya dingin .

 

Seperti disiram air yang sangat dingin aku hanya bisa membeku dan membiyarkan Kyuhyun pergi , kutatap hampa tempat ia berdiri beberapa detik lalu yang sekarang sudah tidak ada siapapun . Sedikit tidak percaya dengan sikapnya , segera kukejar pria itu untuk mencoba lagi menahannya , namun saat aku sampai diruang depan Kyuhyun baru saja keluar dari apartemen ini , tidak mau menyerah kembali aku mengejarnya keluar dari apartemen yang kami tempati dan tepat saat itu kulihat ia memasuki lift yang akan membawanya kelantai bawah , langkahku kuhentikan karena aku tahu aku melakukan hal yang percuma jika tetap bersikukuh mengejarnya dan pasti akan sangat memalukan .

 

Kuputar tubuhku untuk kembali masuk kedalam apartemen , menutup pintu itu dengan tidak bersemangat dan berjalan menuju dapur

“ Dia masih marah padaku “ gumamku pelan , kepalaku tertunduk lemah membayangkan cara seperti apa lagi yang harus kulakukan untuk mencairkan namja itu .

 

~**~

 

‘ Semalaman aku mencoba menghubungimu , tapi kau tidak mengaktifkan nomormu . Kau tidak apa-apa ? Apa Kyuhyun marah padamu ? ‘

 

‘ Seohyun ? Kau tidak apa-apa ? Aku menghawatirkanmu ‘

 

‘ Kenapa kau tidak mengaktifkan nomormu ? Seohyun~ah , bagaimana keadaanmu ? Apa yang Kyuhyun lakukan padamu ? ‘

 

“ Seohyun , aku benar-benar khawatir ‘

 

Aku baru saja membaca 4 pesan yang kuterima dari Changmin . Memang benar jika semalaman aku tidak mengaktifkan ponselku . Dan baru sempat sekarang aku mengaktifkannya kembali dan membaca pesan dari Changmin . Aku cukup tersentuh dengan perhatian yang diberikan Changmin , membayangkan akan jauh lebih menyenangkan jika perhatian itu datangnya dari namja pemarah itu .

 

Aku tersenyum kecut sambil menggelangkan kepalaku pelan , harapan konyol apa lagi yang ada diotakku ? Kyuhyun akan menertawaiku jika tahu aku berharap ia sedikit memperhatikanku .

 

Akhirnya kuputuskan untuk menghubungi Changmin , memberitahunya jika aku tidak apa-apa agar ia tidak lagi mengkhawatirkanku .

 

“ Seohyun ??? “ terdengar suara Changmin yang menjawab panggilanku dengan cepat saat aku baru saja menghubunginya

 

“ Ne ..” jawabku pelan

 

“ Kau membuatku khawatir “ balasnya

 

Aku tersenyum tipis mendengar ucapannya , sesaat aku dibuat tidak percaya oleh ucapan Kyuhyun jika mengingat ucapannya Changmin adalah orang yang licik , sejauh ini aku mengenalnya aku menilai tidak ada yang salah dengannya , dia selalu bersikap baik padaku dan yang terpenting adalah menghargaiku .

 

“ Maaf ..” balasku pelan

 

“ Apa yang terjadi ? Kenapa kau tidak mengaktifkan ponselmu ? Kyuhyun memarahimu ? “

 

“ Dia selalu marah padaku “ jawabku sambil tertawa , bukan tawa geli melainkan tawa miris jika mengingat apa yang sudah terjadi semalam

“ Aku akan bicara dengannya , akan kujelaskan yang sebenarnya “

 

“ Tidak apa-apa Changmin~ssi , Kyuhyun hanya … “ aku menggantung kalimatnya , sedikit ragu untuk mengatakan kata ‘cemburu’ kepada pria yang disebrang telponku ini

 

“ cemburu ? “ sambung Changmin

 

Aku membuang nafas berat sebelum menganggukkan kepalaku sambil menjawab pertanyaannya “ Ne “

 

“ Apa terlalu kentara jika aku mendekatimu ?”

 

Mataku sedikit membesar setelah mendengar ucapannya , kuteguk ludahku untuk melancarkan tenggorokkanku sebelum membalas ucapannya lagi

 

“ Nde ? “

 

“ Aku akan bicara dengan Kyuhyun , akan kujelaskan seperti apa kejadian kemarin , atau aku akan mengajak Ahra noona untuk menjelaskan kepada Kyuhyun agar dia tidak salah paham lagi “

 

“ Kau tidak apa-apa bukan ? “ tanya Changmin saat selang beberapa detik aku tidak menjawabnya

 

“ N.ne ..ehmm terima kasih Changmin~ssi “

 

Setelah berbasa basi sedikit akhirnya panggilanku berakhir, terasa kembali kemasa ku saat ini aku teringat lagi masalahku dengan Kyuhyun . Apa Changmin bisa meyakinkan namja itu ? Kyuhyun saja membencinya setengah mati , bagaimana ia mau percaya dengan Changmin ? Aku mengeluh kesal membayangkan seperti apa usahaku nanti untuk mendinginkan namja itu

 

~**~

 

Sepertinya usahaku untuk mencairkan sikap Kyuhyun masih belum membuahkan hasil , sengaja kubuatkan makan malam untuknya agar saat ia pulang ia tidak lagi kelaparan seperti waktu itu . Namun , sampai makanan itu telah dingin , sampai Kyuhyun pulang larut malam yang membuatku tertidur di meja makan sambil menunggunya , dan sampai aku sadar ia sudah pulang dan langsung masuk kekamarnya tanpa menyapaku sama sekali yang jelas-jelas berusaha mengajaknya bicara , namja itu masih bersikap dingin padaku .

 

Ada perasaan ringan saat aku membaca sms dari Changmin yang memberitahukan jika ia sudah berbicara dengan Kyuhyun dan mencoba menjelaskan segalanya kepada namja itu , tapi perasaan itu runtuh seketika saat melihat sikapnya yang masih belum berubah padaku . “ Aku harus bagaimana lagi ? “ keluhku sambil menatap pintu kamarnya yang sudah tertutup , kutatap sedih makan malam yang sudah kubuat , aku sengaja mencari resep diinternet, resep-resep yang belum

pernah kucoba dan kubuat dengan sungguh-sungguh hanya untuk membuat makanan yang enak untuknya .

 

Akan benar-benar sia-sia usahaku jika aku sama sekali tidak memakan makanan yang sudah kubuat ini , akhirnya aku mendudukkan tubuhku dan mengisi mangkukku dengan nasi panas . Aku mencoba salah satu masakan yang telah berhasil kubuat dan  mengangguk lemah . Ini tidak buruk , biasanya makanan yang pertama kali kubuat akan berakhir dengan dua kata, yaitu ‘gagal total ‘ . Tapi entah kenapa saat membuat makanan ini sebelumnya aku begitu bersemangat , membayangkan Kyuhyun akan memakannya dan membuat suasana diantara kami akan jauh lebih mencair . Tapi ternyata bayangan itu hanya suatu kekonyolan yang melintas dipikiranku . Lihat apa yang terjadi pada makanan ini . Sama sekali tidak disentuhnya dan bahkan aku berani bertaruh jika ia pun tidak melirikku yang tertidur di meja makan saat menunggunya .

 

Rasa asin menyerang sudut bibirku , bercampur dengan makanan yang berada didalam mulutku . Kukunyah dengan hati-hati makanan yang kubuat ini dan rasa asin itu semakin mendominasi . Baiklah~ aku mengaku jika aku menangis sekarang , sebuah isakan lolos dari mulutku , aku mencoba untuk berkonsentrasi menghabiskan makanan yang kukunyah ini namun tetap saja kalah dengan derasnya air mataku yang turun . Oh ayolah , apa yang harus kutangisi ?

 

Isakan-isakan kecil lainnya mulai tidak bisa kutahan , semakin banyak air mataku yang turun semakin sering isakan yang keluar dari bibirku . Aku sudah tidak bisa merasakan dengan baik rasa masakan yang kubuat , rasa asin yang mendominasi membuatku tidak lagi mengunyah makananku . Rasa sakit yang menyerang tiba-tiba dan sukses membuat air mata ini tidak mau berhenti sama sekali . Merasa kalah , akhirnya kututup wajahku dengan kedua telapak tanganku , meredam suara tangisku dengan kedua tangan itu dan menangis sejadi-jadinya , aku serasa berteriak namun mulutku disekap , menangis sekuat-kuatnya namun dengan menutup wajah seperti ini memang menyakitkan , tapi ini jauh lebih baik dari pada aku hanya menikmati satu rasa sakit yang sejujurnya sangat sulit untuk kujelaskan , tidak bisakah aku bersikap tidak peduli dengan sikap Kyuhyun ? Bersikap masa bodo dengan tingkahnya yang mendiamiku seperti ini ?

 

Jika aku bisa melakukannya aku tidak akan seperti ini , tidak perlu menangis dengan cara konyol seperti yang kulakukan sekarang , ya Tuhan ….ada apa denganku ??

 

~**~

 

Author’s POV

 

Kyuhyun yang sudah membuka matanya sejak lima belas menit  lalu merasa sedikit aneh dengan suasana yang ia rasakan pagi ini . Tidak ada suara berisik yang biasanya berasal dari dapur ketika Seohyun sedang menyiapkan sarapan pagi ataupun jika wanita itu tengah membersihkan apartemen . Cukup hening dan tenang , hanya terdengar suara detik jam yang berasal dari jam dinding yang ada dikamarnya sendiri .

 

“ Dia masih tidur ? “ Kyuhyun bergumam kecil , namja itu masih belum berniat untuk beranjak dari tempat tidurnya . Sedikit berfikir apa yang akan ia lakukan di hari minggu seperti ini , jika

tidak memikirkan ia sedang mendiamkan Seohyun , mungkin Kyuhyun sudah akan mengajak gadis itu untuk mengunjungi kediaman keluarganya .

 

Jujur saja jika ia cukup kasihan melihat Seohyun yang tertidur semalam dimeja makan saat menunggunya , Kyuhyun tahu jika gadis itu berniat untuk berdamai dengannya , namun untuk kali ini Kyuhyun merasa harus memberi sedikit pelajaran kepada Seohyun . Bukan dengan memarahinya seperti biasanya jika ia bersama Changmin , namun lebih memilih cara lain . Mengunci mulut dan bersikap seolah tidak peduli pada gadis itu . Kyuhyun tahu rencananya cukup berhasil , bisa ia rasakan jika Seohyun tampak berusaha keras meluluhkan sikap dinginnya .

 

“ Apa aku kelewatan ? “

 

Kyuhyun bangkit dan mendudukkan tubuhnya diranjang , menggeleng cepat seolah menjawab pertanyaannya sendiri . “ gadis itu memang menyebalkan “ dengus Kyuhyun kembali teringat saat ia mendapati Seohyun bersama Changmin . Tawa lepas Seohyun yang ia suguhkan kepada Changmin dan bukan untuknya kembali membuat rasa kesal itu muncul , memang benar jika Changmin sudah menjelaskan semuanya kepadanya dan itu cukup membuat Kyuhyun maklum kenapa akhirnya Ahra noona memaksa Seohyun untuk pulang bersama Changmin . Tapi jika tidak Changmin sendiri yang merusak moodnya dengan mengakui jika ia memang tertarik dengan Seohyun , mungkin Kyuhyun sudah kembali seperti semula , tidak lagi marah pada gadis itu .

 

Sikap Changmin yang terang-terangan itu sukses membuat namja itu tidak tenang , perasaan akan sesuatu yang dimilikinya akan kembali di ambil oleh Changmin membuat Kyuhyun over protective pada gadis itu , dia mengakuinya . Karena itu jika Seohyun sudah tidak mendengarkan perkataan atau larangannya Kyuhyun benar-benar marah pada gadis itu .

 

Tapi mau sampai kapan dia mendiami Seohyun ?

 

Setelah menyingkirkan selimut yang menutupi setengah tubuhnya , akhirnya Kyuhyun bangkit dan berjalan menuju dapur . Sedikit bingung karena ia tidak mendapati Seohyun , apa gadis itu masih tidur ? Tidak seperti biasanya

 

Tidak ada apapun yang tersedia dimeja makan , sambil menggaruk belakang lehernya akhirnya Kyuhyun membawa langkahnya menuju ruangan lain . Sama seperti hasil yang sebelumnya , namja itu juga masih tidak mendapati keberadaan Seohyun

 

“ Dia benar-benar masih tidur ? “

 

Kyuhyun membuka dengan hati-hati pintu kamar Seohyun , berusaha kuat tidak membuat suara sama sekali meskipun itu hanya sebuah suara decitan pintu . Matanya melebar saat dia mendapatkan hasil yang sama , tidak melihat keberadaan Seohyun .

 

“ Kemana gadis itu ? “ gumam Kyuhyun sambil menutup kembali pintu kamar Seohyun .

“ Pergi kemana dia pagi-pagi seperti ini ? “

 

“ Apa Ahra noona mengajaknya pergi lagi ? “

 

Kyuhyun mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi kakak perempuannya itu . Setelah berbicara singkat dengan Ahra yang memberitahukan jika Seohyun tidak bersama dengannya , Kyuhyun mulai berasa bingung .

 

“ Lalu kemana dia ? Tidak menyiapkan sarapan dan langsung pergi tanpa memberitahuku “ dumel pria itu

 

Sebuah pikiran melintas dikepalanya , dengan langkah cepat Kyuhyun kembali berjalan menuju kekamar Seohyun , langsung saja ia membuka lemari gadis itu untuk sekedar mengecek jika pakaian Seohyun masih ada . Memang konyol jika Kyuhyun berfikir Seohyun akan kabur dari rumah dengan membereskan pakaiannya karena tidak tahan menghadapi tingkahnya . Tetapi saat ini juga hembusan nafas lega meluncur dari bibirnya . Pakaian gadis itu masih tersusun rapi didalam lemari pakaiannya .

 

“ Lalu kemana gadis itu ? “ tanya namja itu untuk yang kesekian kalinya , sambil berjalan keluar dari kamar Seohyun , kembali ia keluarkan ponselnya , mencari nama Seohyun dikontak ponselnya .

 

Sesaat keraguan menyerang Kyuhyun , apa ia harus menghubungi Seohyun ? Tapi jika ia mnghubungi gadis itu maka usahanya untuk mendiami Seohyun berakhir disini , rasa gengsinya masih mendominasi yang membuat Kyuhyun akhirnya mengurungkan niatnya untuk menghubungi Seohyun . Namja itu akan menunggu sesaat sampai Seohyun kembali dari pada ia yang harus menyerah dengan menghubungi Seohyun lebih dulu

 

“ Aishhh pergi kemana dia ?! “

 

~**~

 

“ Hubungi dia “

 

Seohyun menoleh dengan tidak bersemangat untuk menatap Sungmin yang menghampiri mejanya , membuatnya mengalihkan sesaat tatapannya yang sebelumnya tengah menikmati suasana Sanguine World di hari minggu seperti ini . Tatapan Seohyun berpindah menatap ponsel Sungmin yang didorong kearahnya .

 

“ Beritahu Kyuhyun jika kau disini “

 

“ Tidak perlu oppa “ sahut Seohyun dan kembali melemparkan pandangannya menatap keluar suasana kafe Sungmin . Terlihat begitu banyak pengunjung yang mengunjungi taman hiburan keluarga Cho ini . Yang menarik perhatian Seohyun adalah sepasang suami istri yang berusia sekitar 30-35 tahun yang terlihat mesra dengan bergandengan tangan .

“ Bagaimana jika Kyuhyun mencarimu , kau datang kesini pagi-pagi sekali dan aku yakin kau tidak memberitahunya . Ada apa lagi ? Kalian bertengkar ? “ tanya Sungmin

 

“ Kami selalu bertengkar “ sahut Seohyun pelan “ Lagi pula , dia tidak akan mengkhawatirkanku oppa , jadi jika aku tidak memberitahunya jika aku pergi aku yakin itu tidak akan berpengaruh untuknya “ lanjutnya

 

“ Ada apa denganmu ? Oh ayolah~apa yang membuat kalian berdua bertengkar “

 

Seohyun lebih memilih diam dari pada harus menjawab pertanyaan Sungmin , ia raih capucino yang ia pesan dan menyesapnya pelan . Memang benar jika pagi-pagi sekali gadis itu sudah keluar dari apartemen Kyuhyun dan sengaja menghampiri Sungmin diapartemen yang ia tempati bersama ibunya lalu ikut dengan namja itu untuk membuka café .

 

“ Seohyun ? “

 

“ Oppa , aku sedang tidak ingin membicarakan Kyuhyun , kumohon mengertilah . Kembalilah bekerja , lihat pengunjung cafému semakin banyak “

 

Merasa tidak ada gunanya lagi jika ia terus membujuk Seohyun akhirnya namja ini memilih untuk bangkit dari kursinya “ Baiklah~ nikmati waktumu disini aku tidak akan menganggumu , tapi aku tetap berfikir kau harus menghubungi Kyuhyun jika kau ada disini , karena aku yakin jika ia pasti khawatir mengingat kau tidak memberitahunya jika kau bersamaku “

 

“ Aku kembali bekerja dulu ne ? “

 

Hanya sebuah anggukan kecil yang Seohyun lakukan untuk menjawab ucapan Sungmin sebelum akhirnya namja itu menjauhi mejanya . Ditatapnya ponselnya sendiri yang sama sekali tidak menunjukkan aktifitas yang berarti . “ Jika ia khawatir ia pasti menghubungiku “ ujar Seohyun sambil menatap hampa ponselnya sendiri

 

~**~

 

Entah sudah berapa kali Kyuhyun berjalan mondar-mandir diruang tengah apartemennya . Sebelah tangannya berada didalam kantong celana trainingnya sambil menggenggam kuat ponselnya yang ada didalam kantong celananya itu . Ditatapnya lagi jam tangannya untuk mengecek waktu yang sudah menunjukkan pukul enam sore . Dengan kesal akhirnya Kyuhyun mengeluarkan ponselnya dan langsung mencari nama Seohyun di kontak telponnya . Sesaat berhasil menemukannya , kembali namja itu dibuat ragu hanya untuk menekan tombol hijau yang akan membuatnya menghubungi Seohyun .

 

Pemikiran jika usahanya untuk mendiamkan gadis itu akan sia-sia karena secara tidak langsung Kyuhyun telah kalah dengan menghubungi gadis itu . Tapi namja itu juga sudah tidak tahan lagi mengingat sama sekali ia tidak mendengar kabar Seohyun dari tadi pagi . Setidaknya gadis itu harus memberitahunya jika ia akan pergi , menyiapkan makanan untuknya atau setidaknya menghubunginya untuk memberitahukan keadaannya .

 

“ Dia itu pergi kemana ?! “ dumel Kyuhyun kembali mengulangi rutinitasnya berjalan mondar mandir diruang tengah ini . Sebuah bayangan menghampiri pemikirannya , bagaimana jika ternyata Seohyun bersama Changmin ? Karena begitu kesal menghadapi tingkah Kyuhyun sehingga Seohyun lebih memilih pergi bersama Changmin dan menghabiskan waktunya bersama pria itu .

 

“ Aishhh ! Awas saja jika dia bersama Changmin “

 

“ Seharusnya aku yang marah tapi kenapa dia yang pergi dari rumah ?! “ Kyuhyun berujar kesal , berbicara sedikit emosi dengan dirinya sendiri . “ Sudah tidak menyiapkan apapun dan pergi begitu saja tanpa memikirkan aku akan makan apa “

 

“ Aishhh masa bodo ! Aku harus menghubunginya ! “

 

Dengan membuang rasa gengsinya akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk menghubungi Seohyun . Merasa tidak tahan dengan dirinya sendiri yang begitu penasaran Seohyun dimana , sesaat Kyuhyun benar-benar khawatir jika memang Seohyun bersama Changmin dan justru tengah bersenang-senang dengan namja itu

 

Kyuhyun sedikit kesal saat panggilan pertama ia lakukan belum membuahkan hasil karena Seohyun tidak mengangkatnya . Apakah begitu menyenangkan pergi bersama Changmin sampai gadis itu tidak sempat mengangkat telpon dari suaminya sendiri huh ? Tidak mau menyerah kembali ia mencoba untuk menghubungi Seohyun . Kyuhyun sempat berfikir untuk mengakhiri panggilannya saat begitu lamanya Seohyun masih belum mengangkat telpon darinya sampai akhirnya terdengar suara Seohyun disebrang telpon Kyuhyun

 

“ Yoboseyo ? “

 

“ Yaa !! Kau itu kemana saja ?? “ Langsung saja Kyuhyun berteriak kesal ditelponnya sendiri , dia seolah tidak peduli dengan kekuatan nada suaranya yang mungkin saja akan membahayakan untuk lawan bicaranya ditelpon itu .

 

Sesaat tidak ada jawaban apapun dari Seohyun sampai akhirnya Kyuhyun memilih untuk kembali bersuara “ Kau dimana ? Cepat beritahu ! “

 

“ Jika kau masih marah padaku lebih baik jangan menghubungiku , aku sengaja menghindarimu untuk mempermudah saja , jadi kau tidak perlu merasa gerah karena melihatku ada  didekatmu “ jawab Seohyun lancar

 

“ Mwo ? “

 

“ Aku tutup telponnya “

 

“ Yaa ! Seo Joohyun tunggu sebentar ! “ tahan Kyuhyun . Kenapa posisinya terbalik sekarang ? Kenapa harus dia yang berusaha mengajak Seohyun berbicara saat ini

“ Kau itu …”

 

“ Jika kau sudah tidak marah lagi padaku kau bisa memberitahuku , maka aku akan pulang . Kau tidak ingin melihatku bukan ? Aku akan mengikuti kemauanmu “

 

“ Bukan seperti itu ! Aishhh kau itu benar-benar … “

 

“ Sudahlah , cepat beritahu kau dimana ! “

 

“ Katakan dulu kau masih marah padaku atau tidak ? “

 

“ Tentu saja ! Kau itu benar-benar menyebalkan ! “ sambar Kyuhyun cepat

 

“ Kalau begitu aku tidak akan memberitahumu “

 

“ Mworago ? Yaa ! Seohyun !! “

 

“ Kyuhyun~ssi , aku hanya mempermudah saja , kau sedang marah jadi lebih baik aku menghindarimu , kau tidak suka melihatku bukan ? “

 

“ Siapa yang tidak suka ! Kau itu benar-benar payah !! Baiklah, tidak usah memberitahuku kau dimana !! “ balas Kyuhyun kesal dan langsung saja mematikan panggilannya . Ia lempar begitu saja telponnya kesofa dan langsung berjalan cepat menuju kamarnya sendiri . Membanting pintu kamarnya dengan kesal seolah melampiaskan kemarahannya pada pintu kayu itu .

 

Sementara itu Seohyun hanya bisa menggembungkan kedua pipi chabinya dan menatap kecewa pada layar datar ponselnya sendiri . Kyuhyun semakin marah padanya yang membuat gadis itu berfikir lagi untuk memilih tetap berada dikafe Sungmin dari pada ia harus pulang dan bertemu dengan Kyuhyun .

 

Sungmin yang melihat Seohyun dari jauh hanya bisa membuang nafas sesaat , setelah berfikir keras akhirnya namja itu memutuskan untuk menghubungi Kyuhyun , memberitahukan dimana Seohyun agar Kyuhyun bisa menjemputnya . Jika nantinya Seohyun akan marah padanya karena menghubungi Kyuhyun itu akan menjadi urusan nanti , sekarang yang dibutuhkan gadis itu hanya Kyuhyun , apa dia tidak sadar jika kentara sekali Seohyun begitu tersiksa hanya karena ia bertengkar dengan Kyuhyun

 

~**~

 

Seohyun berjalan dengan kesal keluar dari kafe Sungmin , diabaikannya panggilan Sungmin dibelakangnya sampai namja itu berhasil menahan tangannya yang membuat Seohyun terhenti sesaat

 

“ Mianhae Seohyun~ah “ ujar Sungmin pelan

“ Kenapa oppa menghubungi Kyuhyun ?! Kenapa memberitahunya jika aku disini ?!”

 

“ Kau butuh bicara dengan Kyuhyun , Seohyun~ah “ jawab Sungmin pelan  mencoba berbicara dengan hati-hati kepada wanita didepannya ini , ia cukup tahu jika Seohyun sebenarnya adalah gadis yang begitu keras kepala , dia hampir memiliki alasan sendiri yang menurutnya adalah yang paling benar .

 

“ Oppa ! Kyuhyun sedang marah padaku , dia sedang tidak ingin berbicara denganku , jika aku menemuinya hal itu justru membuatnya semakin tidak ingin melihatku , memikirkan hal itu saja sudah membuatku sakit hati , jadi aku sengaja menghindarinya “

 

“ Itu kan pemikiranmu Seohyun “

 

“ Oppa kau tidak mengerti ..”

 

“ Seohyun~ah …”

 

“ Sudahlah ! Aku akan pergi dari kafemu “ potong gadis itu kesal dan kembali melanjutkan langkahnya . Sungmin hanya bisa membiyarkan Seohyun pergi karena ia tahu akan sia-sia saja jika ia tetap mencoba untuk menahan gadis itu untuk tetap berada dikafe sampai Kyuhyun datang menjemputnya .

 

………………………………………………………………………………………………

 

Kyuhyun kembali masuk kedalam mobilnya dan segera menghidupkan mesin mobilnya itu . Setelah ia menghampiri kafe Sungmin berharap bisa langsung menemukan Seohyun namun Sungmin justru memberitahunya jika Seohyun sudah terlebih dahulu meninggalkan kafenya . Kyuhyun semakin kesal saat mendengar ucapan Sungmin yang mengatakan jika Seohyun berfikir jika ia pasti lebih memilih untuk tidak melihatnya mengingat jika Kyuhyun masih marah pada Seohyun . Mungkin memang benar jika Kyuhyun masih sedikit kesal dengan gadis itu tapi itu bukan berarti ia tidak ingin melihat Seohyun seperti yang dipikirkan gadis itu , kenapa bisa bodoh sekali Seohyun ?!

 

Sungmin mengatakan jika baru 15 menit lalu Seohyun meninggalkan kafenya . Namja itu berfikir mungkin masih bisa mengejarnya gadis jika Seohyun belum menaiki bus . Tapi kalau Seohyun sudah naik kendaraan umum akan susah lagi untuk menemukannya . “ Dasar gadis bodoh “ dengus Kyuhyun sambil melemparkan pandangannya keluar mobil , namja itu meneliti dengan cermat pinggiran jalan berharap bisa menemukan Seohyun yang mungkin saja masih belum berjalan terlalu jauh .

 

Sampai akhirnya namja itu menghentikan secara mendadak mobilnya karena melihat seseorang yang dikenalnya tengah duduk seorang diri disebuah ayunan yang berada didalam halaman sebuah sekolah taman kanak-kanak yang berada tepat dipinggir jalan .

“ Apa yang dilakukannya disitu ? “

 

~**~

Seohyun terus menatap kebawah sambil sesekali kakinya bergerak untuk membuat ayunan yang ia duduki ini bergerak dan membuatnya berayun pelan . Kepalanya ia senderkan kesalah satu tiang ayunan sambil bersenandung kecil yang sejujurnya saja Seohyun sendiri tidak tahu apa yang tengah ia nyanyikan . Seohyun sedikit merasa bersalah mengingat bagaimana ia memarahi Sungmin yang menghubungi Kyuhyun , selama ini hampir tidak pernah ia berbicara sedikit kasar pada pria itu , mau bagaimana Sungmin menggodanya atau membuat kesal Seohyun hampir tidak pernah marah ataupun protes terhadap namja itu .

 

Tapi sekarang berbeda situasinya , semuanya terasa lebih sensitive bagi Seohyun . Kekesalannya seolah terlampiaskan kepada Sungmin yang sejujurnya bukan suatu kesalahan jika ia menghubungi Kyuhyun . Sungmin pasti khawatir terhadapnya tapi Seohyun merasa menghubungi Kyuhyun bukanlah cara yang benar mengingat namja itu masih marah terhadapnya .

 

Seohyun terus berkutat dengan pikirannya sendiri sampai gadis itu sama sekali tidak sadar jika seseorang berjalan menghampirinya . Jika bukan karena ia melihat sepatu sport yang ada didepannya yang mengundang gadis itu untuk mendongakkan wajahnya dan melihat siapa yang berdiri didepannya Seohyun tidak akan tahu jika ternyata seorang pria telah berdiri tepat didepannya . Mulut gadis itu terbuka saat tahu siapa pria itu yang balas menatapnya dengan kedua tangan pria itu yang tenggelam disaku celananya

 

“ K..Kyuhyun~ssi ..”

 

Kyuhyun maju selangkah dan langsung saja mendaratkan sebuah centilan didahi Seohyun yang menyebabkan bunyi ‘tak’ kuat . Membuat gadis itu seketika meringis dan menyentuh dahinya yang terasa sakit akibat ulah Kyuhyun . Namja itu tampak berusaha menyembunyikan senyumnya melihat reaksi kesakitan Seohyun yang kembali mendangak menatap namja itu tidak percaya . “ Jangan memukulku… “ rengek Seohyun dengan mengusap-ngusap dahinya yang sedikit  memerah

 

Kyuhyun akhirnya memilih untuk mengambil tempat diayunan yang kosong yang berada tepat disebelah ayunan Seohyun . Gadis itu masih sibuk mengusap-usap dahinya berharap dengan cara itu bisa mengurangi sedikit rasa sakitnya .

 

“ Apakah sakit ? “ tanya Kyuhyun

 

Kegiatan Seohyun terhenti sampai ia kembali teringat jika pria ini adalah Kyuhyun , pria yang masih marah padanya dan mendiamkannya dari kemarin malam  . Seohyun tidak menoleh untuk menatap Kyuhyun dan memilih untuk menatap ujung sepatunya sambil kembali mengerakkan ayunan yang ia tempati .

 

“ Aku tanya padamu apakah sakit ? “ ulang Kyuhyun

 

“ Ne “ balas Seohyun pelan

 

“ Kenapa disini ? “ tanya namja itu lagi

 

Tidak ada balasan dari Seohyun yang mengundang Kyuhyun berdecak kesal , sekarang siapa yang marah dengan siapa ?

 

“ Seohyun , aku bertanya padamu “ ulang Kyuhyun

 

“ Kau sedang marah padaku bukan ? Kenapa mengajakku bicara , kau mendiamkanku seharian dan kenapa justru menyusulku ? “

 

“ Dan sekarang kau yang justru marah padaku ? “ tanggap Kyuhyun

 

“ Tidak~ Aku tidak marah , untuk apa aku marah padamu , aku tahu aku yang salah “ balas Seohyun cepat

 

“ Aku tahu kau kesal karena aku mendiamkanmu “ Kyuhyun berujar

 

“ Aku tidak …”

 

“ Kau merasa tersiksa karena aku tidak mengajakmu bicara ? “ tanya Kyuhyun , pandangan mereka bertemu , Seohyun bisa merasakan senyum samar diwajah namja itu , senyum kemenangan dari Kyuhyun

 

“ Siapa yang tersiksa “

 

“ Terlihat jelas disikapmu Seohyun~ah “ balas Kyuhyun , namja itu menggerakkan ayunanannya dengan bersemangat , entah kenapa rasa kesalnya hilang begitu saja , melihat Seohyun seperti ini sudah menjadi hiburan tersendiri untuknya .

 

“ Kenapa kesini ? “ tanya Seohyun kesal , ia sudah cukup tahu sekarang Kyuhyun mulai menggodanya , namja itu pasti merasa lebih unggul saat ini . “ Kenapa ? Kau tidak suka aku disini ? “ Kyuhyun balik bertanya , menampilkan wajah pura-pura tidak mengerti yang justru semakin membuat gadis dididepannya ini merasa kesal terhadapnya

 

“ Kalau kau tidak suka aku disini aku akan pulang “ ujar Kyuhyun sambil bangkit dari ayunannya . Membuat Seohyun terkejut dengan tindakan Kyuhyun yang justru terlihat begitu cuek . Hanya seperti itu saja kah ? Bukannya namja itu menghampirinya karena berniat menjemputnya ? Tapi kenapa justru akan pergi ? Seharusnya dia meminta Seohyun untuk pulang bersamanya bukan ??

 

“ Kau masih mau disini ? “

 

“ Nde ? “

“ Baiklah kalau begitu~ aku akan pulang duluan “ ujar Kyuhyun santai dan langsung berjalan meninggalkan tempat Seohyun . Meninggalkan gadis itu begitu saja yang menatap punggung Kyuhyun dengan hampa  , hanya seperti itu ??

 

“ Kau itu benar-benar menyebalkan ! “ ujar Seohyun keras saat Kyuhyun telah berada dalam jarak beberapa meter jauhnya dari tempat Seohyun . Ucapan gadis ini cukup membuat langkah namja itu terhenti sampai akhirnya ia membalikkan tubuhnya

 

“ Kenapa bisa ada orang sepertimu ?! Sebenarnya apa yang kau makan sampai bisa menyebalkan seperti itu ? Ada yang salah dengan otakmu ? Apakah menyiksaku menjadi hiburan tersendiri ? “ ujar Seohyun keras , lidahnya tidak mau berhenti untuk terus merangkai kalimat-kalimat makian yang ia tujukan pada Kyuhyun , sementara namja itu hanya menaikkan sebelah alisnya menatap tertarik kearah Seohyun yang masih berniat mengeluarkan unek-uneknya

 

“ Kau orang paling menyebalkan yang pernah kutemui , aku yakin pasti aku sudah tidak waras saat aku mengikuti permainanmu sampai akhirnya menjadi istrimu , kau benar-benar menyebalkan Kyuhyun~ssi !!! “

 

Dada gadis itu sedikit naik turun saat kalimatnya baru saja selesai , ada kepuasan tersendiri saat semua kalimat itu sudah terucap dari bibirnya . Mungkin memang benar jika kemarin malam adalah kesalahannya tapi bukan berarti Kyuhyun bisa bersikap seperti itu padanya . Dan lihat ia sekarang , tidak lagi marah dan justru kembali menggodanya . Sebenarnya seperti apa sikap namja itu ? Kenapa berubah-ubah yang membuat Seohyun merasa bingung

 

“ Kau pikir aku senang membuatmu marah ? Kau pikir aku sengaja ? Aku sudah menjelaskan semuanya padamu tapi kau tidak mau dengar dan tetap saja marah , mendiamkanku , mengabaikanku dan membuatku berusaha keras untuk mencairkanmu ! Kau senang melihatku seperti itu bukan ? Melihatku seperti orang gila yang berusaha membujuk suaminya hanya karena ia cemburu pada sepupunya sendiri ! Merasa belum cukup dengan usahaku kau terus mendiamiku , membiarkan terus merasa bersalah . Kau senang bukan ?!! “

 

Lanjut Seohyun kencang , matanya berkaca tepat saat mulutnya berhenti berucap . Dadanya sedikit naik turun saat kalimat panjang itu selesai meluncur dari bibirnya . Seohyun bisa merasakan kelegaan setelah mengeluarkan uneg-unegnya itu , namun tetap saja air mata tidak bisa lagi ia bendung , konyol memang jika mengingat apa yang harus ia tangisi , tapi begitu sulit menjelaskannya bagi Seohyun . Air matanya terus saja turun seolah sesuatu yang menyakitkan baru saja terjadi .

 

Dengusan geli terdengar dari Kyuhyun yang membuat Seohyun semakin kesal menatap namja itu , kentara sekali jika Kyuhyun menikmati situasi seperti ini , tentu saja ini sangat menggelikan untuknya . Merasa tidak terima jika kegiatan menangisnya menjadi bahan lelucon bagi Kyuhyun , dengan cepat-cepat Seohyun segera menghapus air mata dipipinya dengan kasar , menggunakan punggung tangannya dan memastikan tidak ada lagi air mata yang tersisa disudut matanya . Hanya sesekali isakan kecil lolos dari mulutnya .

 

Perlahan Kyuhyun kembali berjalan mendekati posisi Seohyun , menghampiri gadis itu yang sekarang kembali menatap tanah dan berpura-pura tidak peduli dengan keberadaan Kyuhyun yang sudah berada tepat didepannya

 

“ Ayo pulang “ ucap Kyuhyun memulai

 

Seohyun lebih memilih mengunci mulutnya , saat ini tanah baginya jauh lebih menarik dari pada ia harus menatap Kyuhyun . “ Seo Joohyun ? “

 

“ Kau saja “ sahut Seohyun pelan “ Aku tidak ingin bersama orang yang suka sekali menyiksaku “ lanjut gadis itu yang mengundang senyum geli dari Kyuhyun

 

“ Siapa yang menyiksamu ? “

 

“ Orang yang jahat tidak akan pernah sadar seburuk apa mereka “ balas Seohyun lagi . Kali ini kalimat dari Seohyun berhasil membuat Kyuhyun tertawa , namja itu sampai harus memegang perutnya yang terasa geli mendengar ungkapan Seohyun yang ditujukan untuknya .

 

“ Bahkan kau masih bisa tertawa “ sindir Seohyun , seolah tersadar dengan tawa lepasnya cepat-cepat Kyuhyun menutup mulutnya , menggigit kuat bibir bawahnya sekedar untuk mengerem bibirnya yang masih ingin tersenyum geli karena ucapan Seohyun beberapa saat lalu .

 

“ Mendengar tawamu sepertinya kau tidak lagi marah padaku , tapi bisakah kau pergi dari sini . Sekarang aku yang tidak ingin berbicara denganmu “ ujar Seohyun lagi . Kali ini kalimatnya benar-benar bisa membuat Kyuhyun terdiam . Sesaat hanya keheningan yang menyerang mereka . Seohyun lebih memilih untuk melanjutkan aktifitasnya menatap tanah dan bersikap tidak peduli dengan Kyuhyun yang ia yakini kini tengah intens menatapnya .

 

“ Seohyun ..”

 

Seohyun dibuat terkejut saat tiba-tiba Kyuhyun menjongkokkan tubuhnya tepat didepan ayunan yang diduduki oleh gadis itu . Menaruh kedua tangannya tepat dimasing-masing sisi paha Seohyun dan langsung membuat ayunan itu berhenti bergoyang karena tangannya yang sekaligus menahan gerakan ayunan itu . Kedua mata gadis itu melebar mendapati tingkah tiba-tiba Kyuhyun tapi hanya bisa mematung saat tatapan mereka bertemu .

 

Tidak bisa lagi Seohyun mempunyai alasan untuk menatap tanah karena yang ada dihadapannya adalah seorang Kyuhyun yang berjongkok dengan mengunci pergerakan ayunannya .

 

“ Mianhae “ ujar namja itu

 

Kedua mata Seohyun semakin membesar saat telinganya baru saja mendengar satu kata yang diucapankan Kyuhyun barusan . “ A..ada apa denganmu ? “ tanggap Seohyun terbata , ini memang bukan kali pertama Kyuhyun mengucapkan kata maaf padanya , tapi tetap saja suatu keajaiban Kyuhyun mau meminta maaf apalagi kepadanya , namja ini selalu ingin menang

sendiri jika sudah bersama Seohyun . Namun sekarang justru kata ‘maaf’ terucap dari bibir namja yang terjongkok didepannya ini

 

“ Kita seri “

 

“ Nde ? “

 

“ Kau berbuat salah lalu meminta maaf dan sekarang aku memaafkanmu , kau kesal karena aku mendiamkanmu bukan ? Aku mengaku salah , aku minta maaf Seohyun , sekarang maafkan aku “

 

Seohyun mengernyit bingung , sebenarnya apa yang dibicarakan namja ini ? Seri ? Minta maaf ? Memaksa orang untuk memafkannya seolah tidak sadar betapa menyebalkannya orang sepertinya .

 

“ Aku harus mendiamkanmu dulu “ balas Seohyun

 

“ Mwo ? Aishhh .. ayolah , cukup pertengkaran kita “ protes Kyuhyun

 

“ Kau yang memulainya dan kau sendiri yang meminta untuk berhenti bertengkar “

 

“ Jika kau tidak pulang bersama Changmin maka aku tidak akan marah besar “

 

“ Sudah kukatakan itu tidak seperti yang kau pikirkan “ tanggap Seohyun cepat

 

“ Ne ne aku tahu . Karena itu aku memafkanmu “

 

“ Kau itu terlalu cemburu pada sepupumu sendiri “

 

“ Tentu saja aku cemburu , bagaimana mungkin kau tertawa begitu lepas dengan pria lain sedangkan dengan suamimu sendiri kau tidak pernah seperti itu , seperti wanita yang diam-diam berselingkuh dibelakang suaminya dan mendapatkan kesenangan dari pria lain “ protes Kyuhyun dengan ekspresi kesalnya

 

“ Chhh …bagaimana aku bisa tertawa bersamamu jika yang kau kerjakan hanyalah menyiksaku “

 

“ Jangan tertawa seperti itu lagi dengan pria lain , apalagi Changmin . Apa kau tidak tahu wajahmu terlihat aneh saat kau tertawa “

 

“ Apa kau bilang ?” tanggap Seohyun cepat bersiap untuk memukul namja ini , jika bukan karena Kyuhyun dengan cepat menahan tangan gadis itu dan membuat Seohyun kembali terdiam mungkin saja wajah putih Kyuhyun akan membiru karena menerima pukulan dari Seohyun

 

“ Sudahlah ayo kita pulang , kau sama sekali tidak menyiapkan apapun sebelum pergi . Sampai sekarang aku belum makan Seohyun “

 

Kyuhyun melepaskan pegangan tangannya pada pergelangan tangan Seohyun dan langsung bangkit dari posisi jongkoknya . “ Kau ingin membunuh dirimu sendiri huh ? Kenapa tidak membeli makanan saja ? “

 

“ Ani~ aku terbiasa memakan masakanmu , ayo sekarang kita pulang “

 

Ditariknya salah satu tangan Seohyun yang otomatis membuat gadis itu bangkit dari ayunannya . Belum berhenti sampai disitu Kyuhyun justru menarik Seohyun yang membuatnya ikut berjalan bersamanya menuju mobilnya yang terparkir dipinggir jalan didepan taman kanak-kanak ini , namun belum seberapa jauh mereka berjalan Seohyun segera menghempaskan tangan Kyuhyun “ Aku bisa jalan sendiri “

 

Gadis itu memilih lebih dulu untuk berjalan melewati Kyuhyun , berusaha mengabaikan tatapan pria itu yang bingung menatapnya . Untuk apa berjalan sambil bergandengan tangan hanya untuk naik kemobil ? Seperti remaja saja . Saat hampir sampai dimobil Kyuhyun , sesuatu melewatinya .

 

Kyuhyun berjalan dengan cepat melewati gadis itu , menuju mobilnya sendiri namun bukan menuju pintu kemudi , melainkan menuju pintu penumpang yang berada disebrang pintu kemudi itu . Namja itu dengan cekatan membuka pintu penumpang itu dan tepat saat itu Seohyun telah sampai ditempatnya

 

“ Masuklah “ ujarnya singkat tanpa menatap Seohyun dan langsung saja berjalan cepat mengitari mobilnya dan membuka pintu kemudinya sendiri . Seohyun hanya bisa menatap bingung tingkah namja itu , cara macam apa yang ia lakukan barusan ? Tidak bisakah Kyuhyun sedikit lebih lembut saat membukakan pintu untuknya ? Menyuruhnya masuk kemobil dengan manis dan kalau perlu menampilkan senyuman untuknya . Chhhh

 

“ Bahkan dia tidak tahu cara memperlakukan wanita “ ujar Seohyun pelan sambil menyusul Kyuhyun yang sudah lebih dulu masuk kedalam mobilnya .

 

“ Ada apa ? “ tanya Kyuhyun saat Seohyun sudah duduk disebelahnya dan langsung saja memasang sabuk pengamannya

 

“ Tidak apa-apa , aku hanya sedang membedakan itu sikap manismu atau justru sikap dinginmu  “

 

“ Tentu saja itu sikap manisku “

 

“ Chhhh “ namun yang terukir diwajah Seohyun justru sebuah senyuman manis yang begitu sulit ia sembunyikan

 

~**~

 

Ini sudah hari keempat sejak aku merasa tidak cukup baik dengan keadaan tubuhku , saat itu aku baru saja menemui Kakek dirumah keluarga Cho dan saat sampai dirumah langsung saja tubuhku drop . Jika bukan karena aku sudah berjanji pada Ahra unnie hari ini untuk menemaninya survey lokasi café yang akan ia design dengan pengusaha asing itu mungkin aku akan lebih memilih untuk tetap berada dirumah dan mengistirahatkan tubuhku .

 

Aku masuk kedalam mobil Ahra unnie yang langsung saja disambut dengan senyum cerianya “ Anyyong Seohyun~ah “ sapanya ceria

 

“ Anyyeong Haseo unnie “ sahutku pelan

 

“ Ada apa ? Kau sakit ? “

 

“ Nde ? “

 

“ Wajahmu pucat Seohyun , kenapa tidak bilang jika kau sedang sakit ? “

 

“ Aniyo unnie , aku tidak apa-apa . Karena akan musim dingin aku jadi sedikit demam .Tapi aku sudah meminum obat dan sekarang jauh lebih baik “

 

“ Tapi kau benar-benar pucat “ ujar Ahra unnie tampak khawatir

 

“ Tapi aku juga sudah tidak apa-apa , unnie tenang saja . Ayo kita harus segera menemui klienmu itu , akan menimbulkan kesan yang tidak baik jika kita datang terlambat “

 

“ Tapi …”

 

“ Unnie , aku tidak apa-apa “ potongku sambil melemparkan senyumku sekedar untuk menenangkannya

 

“ Baiklah~ ayo “ ujar wanita ini dan langsung saja menghidupkan mesin mobilnya .

 

~**~

 

Sekarang aku berada disebuah restoran yang kukunjungi bersama Ahra unnie untuk mengisi jam makan siang kami . Setelah meminta ijin pada kakak perempuan Kyuhyun itu untuk ketoilet segera saja aku berjalan cepat dan langsung saja menggunakan salah satu toiletnya , kubuka penutup klosetnya dan langsung menenggelamkan setengah dari wajahku dan tepat saat itu kumuntah isi perutku yang sudah sejak setengah jam lalu tampak memberontak didalam perutku .

 

“ Hoegggssss “

 

Kugunakan kedua lututku untuk berpijak dan kembali menenggalamkan wajahku membiyarkan mulutku untuk memuntahkan apa yang ada didalam perutku

 

“ Hoegggssssss ! “

 

Air mataku merembes keluar, rasa pahit sudah tidak lagi menyerang pangkah lidahku melainkan setiap sudut lidahku , kuangkat wajahku dan langsung bersender pada kloset itu , kugunakan punggung tanganku untuk mengelap bibirku . Kupaksa tubuhku untuk berdiri dan berjalan keluar dari toilet untuk menuju westafel agar bisa membersihkan mulutku . Kepalaku terasa berputar-putar seolah aku baru saja menerima pukulan keras disana . Saat sampai diwestafel itu segera saja kuhidupkan kerannya dan menggunakan air yang mengalir untuk membasuh wajahku .

 

Kutatap bayangan wajahku dikaca dan barulah aku menyadari jika ucapan Ahra unnie benar, lihat seperti apa wajahku sekarang ? Ini bahkan seputih mayat karena begitu pucatnya . Sebenarnya aku kenapa ? Jika musim dingin akan tiba aku tidak pernah separah ini , mungkin memang benar demam akan menyerang tapi tidak akan menyebabkanku sampai muntah dan bahkan sakit yang kurasakan sampai 4 hari berturut-turut .

 

“ Hoegsssss “

 

Aku meringis karena aku kembali memuntahkan isi perutku tanpa bisa menahannya lagi , menggunakan westafel itu untuk menampung muntahanku dan bertahan dengan menggunakan kedua tanganku yang berada dimasing-masing sisi westafel ini

 

Kuhidupkan lagi keran air yang langsung saja menghanyutkan hasil muntahanku itu kesaluran pembuangan , aku kembali membasuh bibirku dan menengadahkan wajahku . Tepat saat itu rasa pusing yang semakin parah menyerang kepalaku , kakiku seolah lemas tiba-tiba dan tidak mampu lagi menahan beban dari tubuhku . Sesaat rasa gelap menyerangku tiba-tiba, aku sudah tidak tahu lagi apa yang terjadi .

 

~**~

 

Aku membuka mataku perlahan , sedikit silau dengan cahaya putih diatasku kubuka mataku dengan hati-hati sampai bisa menyesuaikan dengan cahaya itu . Wangi khas rumah sakit langsung menyapa cuping hidungku , aku mengerang kecil karena kembali merasakan sakit hampir disekujur tubuhku . Samar-samar bisa kudengar suara seorang wanita yang kukenal , Ahra unnie ?

 

Itu pasti dia , sekarang aku mengerti kenapa aku bisa terbaring disebuah ranjang yang kuyakini aku menempati salah satu ruang disebuah rumah sakit . Aku kehilangan kesadaran terakhir kali saat aku ditoilet disebuah restoran yang kukunjungi bersama Ahra unnie . Aku mencoba menggerakkan kepalaku untuk menjelajahi ruangan ini , ada sebuah tirai putih disebelah ranjangku yang menutupi sebuah ruangan dibalik tirai itu . Kali ini terdengar suara laki-laki yang terdengar tengah menjelaskan sesuatu pada Ahra unnie dan kuyakini sebagai dokter .

 

“ Sejauh ini dia akan baik-baik saja “ ucap suara pria itu

Tidak lama tirai putih itu terbuka , Ahra unnie tampak terkejut melihatku yang sudah membuka kedua mataku

 

“ Seohyun~ah , kau sudah sadar ? “ tanyanya sambil berjalan cepat menghampiri ranjangku , aku berusaha mendudukkan tubuhku namun segera ia tahan dan memberi isyarat padaku untuk tetap berbaring

 

“ Adik ipar anda sudah  tidak apa-apa  , tubuhnya hanya sedikit terkejut dengan reaksi dari kandungannya yang sedang tumbuh . Dia akan terbiasa nantinya “ ujar sang dokter kepada Ahra unnie .

 

“ Apa yang anda katakan dokter ? “

 

“ Seohyun kau hamil ! “

 

“ Mwo ? “

 

“ Usia kandungan anda sudah tiga minggu , tolong perhatikan apa yang anda makan dan kegiatan anda nyonya muda . Saya akan memberikan resep untuk anda “ ujar sang dokter kearahku

 

Aku mengalihkan tatapanku ke Ahra unnie yang sudah tersenyum lebar , dia mengampiri ranjangku dan langsung saja meraih telapak tanganku

 

“ Selamat Seohyun~ah , kau hamil ! “ ucapnya senang

 

Sedangkan aku hanya bisa membuka mulutku tanpa mengeluarkan satu patah katapun , bagaimana mungkin aku hamil ?

 

Bodoh ! Tentu saja kau hamil jika kau pernah melakukan hal itu dengan Kyuhyun ! Dasar bodoh Seo Joohyun !

 

“ Aku akan mempunyai keponakan ! Ya Tuhan berita ini akan mengejutkan ayah, ibu dan kakek , mereka begitu menginginkan keturunan dari Kyuhyun, hyunnie !! “ lanjut Ahra unnie begitu bersemangat , aku masih terdiam karena sedikit bingung harus menanggapi apa ucapannya , kusentuh perutku yang masih datar dan mengelusnya . Aku benar-benar hamil ? Apa reaksi Kyuhyun jika ia tahu aku hamil ?

 

~**~

 

“ Aku akan memberitahu ayah , ibu dan kakek jika kau sedang hamil , mereka pasti akan sangat senang mendengarnya Seohyun “ ucap Ahra unnie saat kami berdua telah berada didalam mobilnya bersiap untuk pulang dari rumah sakit . Untung saja Ahra unnie belum sempat menghubungi Kyuhyun dan keluarga yang lainnya jika aku sempat kehilangan kesadaran .

 

“ Unnie , bisakah kau jangan memberi tahu mereka dulu ? “ aku berujar setelah memasang seatbeltku

 

“ Nde ? “

 

“ Aku …”

 

“ Ada apa ? “

 

“ Aku hanya ingin memberitahu Kyuhyun lebih dulu , aku ingin dia orang yang pertama tahu aku hamil “ ujarku pelan

 

“ Ah..begitu~~ Kenapa kalian romantis sekali ? “ tanya Ahra unnie menampilkan eskpresi gemas

 

“ Aniyo unnie~ bukan seperti itu ..”

 

“ Arraso~  baiklah~ aku akan mengunci mulutku , aku tidak akan mengatakan kepada siapapun jika kau sedang hamil , anggap aku bukan orang pertama yang mengetahui kehamilanmu “

 

“ Terima kasih unnie “ ujarku tersenyum malu kearahnya .

 

~**~

 

Saat aku telah sampai diapartemen Kyuhyun segera saja aku menuju kamarku dan menaruh barang-barangku disebuah meja yang terletak tak jauh dari ranjangku . Kyuhyun masih belum pulang dari kantornya sehingga aku belum bisa memberitahukannya tentang kabar kehamilanku . Aku berjalan menuju lemariku , menggunakan kaca yang terpasang pada pintu lemari itu dan menatap bayangan tubuhku yang dihasilkan dari kaca itu .

 

Pandanganku turun untuk menatap perutku lewat kaca lemari ini , mengelusnya lembut dan menepuknya pelan

“ Anyong~ “ ujarku pelan kepada perutku sendiri ,aku selalu merasa lucu jika melihat seorang ibu hamil yang mengajak perutnya berbicara hanya karena ada mahluk hidup didalamnya , tidak ada jawaban dari perut itu dan ibu-ibu hamil tetap saja mengajak perutnya berbicara . Tapi sekarang aku tahu seperti apa rasanya itu , ada satu kebahagian tersendiri yang bisa ku rasakan sekarang , ada sesuatu yang hidup didalam perutku ! Ada sensasi berbeda dari itu semua .

 

“ Baik-baik didalam sana ne ? “ ujarku lagi . Aku masih terus mengelus perutku sampai terdengar suara dering ponselku . Aku langsung berjalan menuju meja dan membuka tas yang kuletakkan disana sebelumnya untuk mengambil ponselku . Terlihat nama Kyuhyun dilayar ponselku yang seketika membuatku tersenyum

 

“ Yoboseyo ? “ jawabnya cepat

 

“ Cepat sekali mengangkat telponnya “ sahut Kyuhyun disebrang telponku

 

“ Nde ? Chh , kalau begitu aku tutup lagi ! “

 

“ Ya yaya ! Aku hanya bercanda “ tahan Kyuhyun

 

“ Ada apa ? Kenapa kau belum pulang ? “

 

“ Kenapa ? Sudah merindukanku ? “

 

“ Aku akan benar-benar menutup telpon ini Kyuhyun~ssi “

 

“ Ah ayolah~ aku hanya menggodamu saja , kenapa sensitive sekali ? “

 

“ Itu memuakkan ! “ sahutku kesal

 

“ Aku justru suka “

 

“ Sudahlah , kenapa kau menelpon ? “

 

“ Ah , aku mau memberitahumu jika aku tidak bisa pulang malam ini , sekarang aku sudah berada di bandara karena aku dan Pak Lee akan menuju Jepang untuk bisnis kami “ jelas Kyuhyun teringat lagi apa alasannya menelpon Seohyun

 

“ Ke Jepang ? “

 

“ Ne~ Ini benar-benar mendadak jadi aku tidak sempat memberitahumu “ lanjut Kyuhyun

 

“ Berapa lama kau pergi ? “ tanyaku

 

“ Mungkin sekitar seminggu aku disana , ada proyek yang harus kukerjakan . Kau tidak apa-apa kan ? “

 

“ Memangnya aku kenapa ?! “ sahutku kesal , memangnya dia pikir aku akan kenapa jika ia pergi selama satu minggu ?!

 

“ Lihat , sekarang saja kau marah karena akan kutinggal , ayolah Seohyun ini hanya 7 hari “

 

“ Oh siapa yang marah ?!! “ balasku kuat

 

“ Tidak perlu kuperjelas “ lanjut Kyuhyun “ Sudah ya~ jaga dirimu , ingat jangan mencoba melakukan hal yang macam-macam selama aku tidak ada , aku pergi ya ? “

 

“ K..Kyuhyun~ssi sebentar ? “ tahanku segera

 

“ Ada apa ? “

 

“ Tidak bisakah kau pulang sebentar ? Hanya sebentar saja , ada yang harus kukatakan , ini penting “ ucapku hati-hati

Kyuhyun sempat terdiam sesaat sebelum akhirnya ia membuka suaranya lagi “ Ada apa ? Katakan saja disini ? “

 

“ Tidak bisa kukatakan disini Kyuhyun~ssi “

 

“ Tapi pesawatku akan segera berangkat Seohyun , ayolah katakan saja disini . Ada apa ? “

 

“…………………………..”

 

“ Seohyun ? “ panggil Kyuhyun

 

“ Lebih baik kuberitahu jika kau sudah pulang dari Jepang , ya sudah sana berangkat “ ucapku akhirnya , aku tidak mungkin memberitahukan kabar kehamilanku ditelpon , aku ingin memberitahunya langsung , ingin melihat bagaimana reaksinya saat tahu aku mengandung

 

“ Tapi  ..”

 

“ Tidak apa-apa~ sudahlah sana berangkat , kita bertemu seminggu lagi “ ujarku

 

“ Baiklah~ jaga dirimu . Aku akan menelponmu saat sudah sampai di Jepang “

 

“ Ne “

 

Kututup telpon dari Kyuhyun itu dengan tidak bersemangat , harus memberitahunya seminggu lagi ? Itu sebenarnya waktu yang cukup lama , tapi mau bagaimana lagi jika ia harus mengurusi pekerjaannya . Dan aku tidak mau memberitahukan kabar ini hanya lewat telpon . Aku harus menilai reaksi namja itu . Dia akan senang atau justru bersikap biasa saja saat tahu aku mengandung anaknya .

 

~**~

 

Aku sepertinya mulai terbiasa dengan kebiasaan ibu-ibu hamil pada umumnya , entah karena aku yang begitu sensitive atau apa , setiap pagi yang kulakukan adalah menghabiskan waktu didalam toilet dengan menenggelamkan wajahku kedalam kloset dan memuntahkan apa yang ada didalam perutku . Aku sedikit menyesal kenapa saat malam hari aku harus makan lebih banyak sehingga saat pagi datang makanan yang telah kumakan semalam harus kembali keluar lewat muntahanku .

 

Aku berjalan keluar dari toilet dengan sedikit terseok , jika sehabis muntah memang sedikit melegakan tapi tetap saja kepalaku begitu pusing . Kubawa tubuhku untuk duduk dikursi makan yang ada disebrang dapur , setidaknya aku harus tetap makan walaupun sejujurnya aku sama sekali tidak ada nafsu makan . Semua yang kucium terasa amis dan membuatku mual , akhirnya kuputuskan untuk membuat sup sederhana dan memakannya dengan nasi panas . Janin yang ada diperutku harus tetap mendapatkan asupan makanan . Tidak lupa aku menkonsumsi buah dan beberapa vitamin yang diberikan dokter untuk menguatkan janinku , mereka bilang usia janin yang begitu muda akan sangat rentan dengan keguguran , sehingga ketelitian dan kehati-hatian dari ibu sang jabang bayi sangat berpengaruh disini .

 

Aku sama sekali belum memberitahu keluargaku , aku masih berfikir jika aku harus memberi tahu Kyuhyun lebih dulu , jadi kuurungkan niatku untuk memberitahu ibu dan Sungmin . Tapi aku bisa membayangkan seperti apa reaksi mereka , ibu pasti akan sangat senang jika tahu aku mengandung cucunya , astaga membayangkannya saja sudah menyenangkan

 

Tiba-tiba ponselku bergetar disaku celanaku , saat melihat nama ibu mertuaku dilayar ponsel itu segera saja kutegakkan tubuhku dan sedikit gugup akan menerima telpon darinya . Kulancarkan tenggorokkanku dengan berdeham pelan sebelum akhirnya aku menekan tombol hijau untuk mengangkat telponnya

 

“ Yoboseyo ? “ sapaku sopan

 

“ Seohyun ? “

 

“ Annyeong Haseo eommonim “ sapaku sopan sambil membungkukkan tubuhku , aku tidak peduli ia melihatku membungkuk atau tidak , tapi hal ini tetap aku lakukan mengingat bagaimana aku harus bersikap sopan terhadapnya

 

“ Kau ada dirumah ? “

 

“ Nde ? “

 

“ Aku tanya apakah kau ada dirumah ? “

 

“ Ne eommonim “

 

“ Kalau begitu waktumu kosong bukan ? “

 

“ N..ne ..” jawabku hati-hati

 

“ Bagus, ikutlah denganku mengunjungi salah satu panti asuhan yang sering kudatangi , aku ingin mengenalkanmu kebeberapa teman-temanku yang sama-sama bekerja untuk kegiatan sosial ini “

 

“ Nde ? “

 

“ Aku akan mengirimkan alamatnya padamu , datanglah secepatnya . Kau mengerti ? Aku menunggumu Seohyun~ah “

 

Aku tidak sempat menolak ajakan ibu mertuaku itu dan hanya mengiyakan jika aku akan menemuinya sebentar lagi . Setelah menerima sms dari ibu mertuaku yang memberitahukan posisinya segera saja aku menuju kamarku untuk bersiap-siap . Mungkin aku bisa lebih mendekati ibu mertuaku itu jika menemaninya seperti sekarang , dia masih saja bersikap dingin padaku , apalagi jika didepan Kyuhyun . Secara terang-terangan dia sering mengoreksi apa saja yang kulakukan .

 

~**~

 

Aku tidak menyangka aku bisa mendapati tawa lepas yang hadir diwajah ibu mertuaku ini , dia tengah memperkenalkanku kepada hampir semua teman-teman seusianya yang ikut hadir disalah satu Panti Asuhan yang sering didatangi ibuku . Bisa kurasakan ia mengelus punggungku pelan setiap ia memberitahu kepada temannya jika aku adalah menantunya .

 

Aku hanya bisa tersenyum kecil melihat tingkahnya itu , apakah itu artinya dia mulai menerima dan menyukaiku ? Bisa kurasakan nada bangga saat menyebutku sebagai menantu wanitanya . Saat ia menyebut namaku sebagai “ Cho Joohyun” yang merupakan istri dari anak laki-lakinya .

 

“ Kyuhyun sedang berada di Jepang ? “ tanya ibu mertuaku ini saat kami telah mengambil tempat untuk duduk bersebalahan disalah satu bangku kayu yang ada dihalaman Panti asuhan yang kami datangi sambil menikmati melihat anak-anak kecil yang bermain dihalaman ini

 

“ Ne eommonim , dia pergi untuk seminggu “ sahutku

 

“ Anak itu memang sibuk , kau harus mengerti “

 

“ Ne eommonim “ sahutku lagi

 

“ Jika kau merasa kesepian kau bisa menginap dirumah , ada kamar Kyuhyun yang kosong yang bisa kau tempati . Menempati apartemen sebesar itu sendirian apa kau tidak bosan ? “

 

“ Aku …”

 

“ Sekali-kali kau harus menginap dirumah kami “ ujar ibu mertuaku ini , tidak ada senyum memang saat ia mengucapkan kalimat itu , tapi aku tetap senang mendengarnya , aku bisa merasakan jika ia mulai memperhatikanku .

 

“ Aku pasti akan menginap disana “ balasku . Kami tenggelam untuk menatap anak-anak yang bermain dihalaman , ternyata begitu menyenangkan melakukan kegiatan sosial di Panti Asuhan , lihatlah betapa menggemaskannya anak-anak kecil itu yang tampak gembira bermain bersama seolah lupa jika sebenarnya mereka tidak lagi memiliki keluarga .

 

“ Seohyun , kau bisa bantu aku mengambilkan minuman didalam ? Ada beberapa kardus susu yang kubawa untuk anak-anak ini “

 

“ Tentu saja “

 

“ Bantu aku membawa beberapa “ ucap ibu mertuaku lagi sambil bangkit dari kursi yang kami dudukki , aku segera mengikutinya berjalan masuk kedalam Panti dan mengikutinya untuk

mengambil satu kardus ukuran sedang yang berisikan minuman susu kotak yang akan dibagikan kepada anak-anak yang sedang bermain dihalaman .

 

Tidak begitu berat sebenarnya namun cukup membutuhkan tenaga , untung saja aku tidak menggunakan sepatu hak tinggi hari ini , jika tidak akan membuatku sedikit susah berjalan , mengingat juga jika aku sedang hamil muda . Kami berjalan lagi keluar menuju halaman , aku bisa melihat tumpukan triplek tebal-tebal yang disenderkan disebuah tembok yang dilewati oleh ibu mertuaku . Kenapa triplek tebal-tebal di sandarkan disitu ? Itu bisa berbahaya .

 

Setelah menaruh kardus yang kami bawa dari dalam , aku dan ibu mertuaku kembali masuk untuk mengambil lagi kardus yang berisikan susu-susu itu . Kubiarkan ia berjalan lebih dulu sedangkan aku berjalan dibelakangnya .

 

“ Kita bawa dua lagi ya ? “ ucap ibu Kyuhyun kearahku yang kutanggapi dengan anggukan mengerti

 

Kumantapkan peganganku pada satu kardus yang kubawa dan berjalan mengikuti ibu mertuaku untuk menuju halaman ,tiba-tiba ada beberapa anak laki-laki yang berusia sekitar 12 tahun yang melewatiku sambil berlari dan kemudian melewati ibu mertuaku yang ada didepanku , kulihat salah satu diantara mereka menyenggol tumpukan triplek yang disenderkan tegak lurus pada tembok dan membuat triplek itu oleng sesaat . Sampai akhirnya entah karena guncangan yang diakibatkan oleh senggolan itu membuat beberapa tripleknya tidak lagi bersender dan justru oleng siap menimpa ibu mertuaku .

 

Sadar akan hal itu , segera saja aku berlari menghampiri ibuku , segera mendorong punggungnya kuat yang membuat ia terhindar dari timpahan triplek yang roboh , tapi tidak untukku , aku yang mendorong ibuku mengakibatkan diriku sendiri yang berganti menempati posisinya , belum sempat aku menghindar , beberapa triplek langsung saja menimpa tubuhku , tidak kuat dengan beban yang kutahan aku langsung terjatuh ketanah dengan bunyi ‘debuk’ kuat . Beberapa triplek kayu itu menimpa tubuhku dari batas pinggangku sampai kaki , aku meringis pelan merasakan rasa sakit yang kuterima , bisa kucium bawa tanah yang menempel pada wajahku . Aku juga bisa mendengar suara teriakan ibu mertuaku yang memanggil namaku dan berselang beberapa detik orang-orang sudah mengerumuniku .

 

“ Seohyun~ah !! “ panggil ibu mertuaku , dia berusaha menyingkirkan rambut yang menutupi wajahku dan meraih kepalaku lalu menaruhnya diatas pahanya

 

Beberapa orang laki-laki yang ada berusaha menyingkirkan beberapa triplek kayu yang yang menimpa sebagian dari tubuhku , rasa sakit yang amat sangat menyerang bagian perut sampai selangkanganku , aku bisa merasakan rasa lembab dibawah sana sampai terdengar beberapa teriakan dari orang-orang yang mengelilingiku

 

“ Astaga !! “

 

“ ya Tuhan , darahnya banyak sekali ! “

 

Darah ?

 

“ Seohyun~ah ?! Astaga , kau berdarah , tapi ..Seohyun kau ..”

 

“ Cepat hubungi ambulan !! “ teriak seseorang

 

Aku melirik bagian bawah tubuhku dan langsung melemas saat melihat darah yang begitu banyak mengalir dari selangkanganku , darah segar itu seolah tidak mau berhenti dan itu mengundang denyutan kuat dikepalaku . Ya Tuhan , kumohon tidak terjadi apa-apa !

 

“ Bayiku …eomma bayiku …” ringisku sambil meremas kedua tangan ibu mertuaku

 

“ Nde ? “

 

“ Emmonim bayiku …” ringisku semakin kuat dan entah apa yang terjadi berikutnya karena aku telah kehilangan kesadaranku

 

TBC

 

Gue tahu pasti jalan cerita yang kayak gini bukan seperti yang kalian harapkan bukan ? Tapi maaf beribu maaf gue memang berencana banget buat Seohyun keguguran ~ hehehe

Maaf kalau ngerasa agak datar ceritanya , jujur aja gue sempet blank pas ngetiknya ditengah jalan , jadi ga tau ini hasilnya maksimal apa enggak -__- Dan maaf juga ga ada momon SeoKyu yang berarti , buntu banget ini inspirasinya -_________-

 

Part 8 ga tau kapan bisa rilis~ sabar ajalah~

Tetap komen dan likenya buat ff ini ya ^^

Apa reaski Kyuhyun kalau tahu dia baru saja kehilangan anaknya~ hahahha

 

 

 

Seohyun’POV

 

 

 

267 thoughts on “MAKE HER PREGNANT – Part 7

  1. wkwkwkwk…. Lucu ngeliat mereka berdua berantem .. Dan nih ff genrenya aku suka .. Comedy, Romance.. Owh iya .. Aku pingin tau kalau setiap bikin ff ini tiap partnya.. Emang rata-rata berapa kata sih ?? Keliatannya panjang .. Yahh.. Kenapa anaknya seo di gugurin ?? Padahal kan baru 3 minggu umurnya juga .. Huhh ..

  2. ya Alloh…kasihan seohyun eonni..tp aku percaya pasti ini ada hikmahnya….aaaahhhh gmana nantinya jika kyuhyun oppa tau….seohyun eonni kegugurankah? ….pasti part selanjutnya bkalan tmbah seru…ini ff bner bner daebak.sungguh aku suka dg alurnya…ada senangnya sedih juga lucu…feelnya dpt bnget smpe nyesek bcya ps bgian terakhircerita..hiks ijin bc lnjutanya ya🙂 ..

  3. ya Alloh…kasihan seohyun eonni..tp aku percaya pasti ini ada hikmahnya….aaaahhhh gmana nantinya jika kyuhyun oppa tau….seohyun eonni kegugurankah? ….pasti part selanjutnya bkalan tmbah seru…ini ff bner bner daebak.sungguh aku suka dg alurnya…ada senangnya sedih juga lucu…feelnya dpt bnget smpe nyesek bcya ps bgian terakhircerita..hiks ijin bc lnjutanya ya🙂 .. lupa bilang terima kasih sudah mbt ff ini….ini bnet bner daebak….aku suka alur jg konfliknya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s