MAKE HER PREGNANT – Part 4

Judul               :  Make Her Pregnant

Main Cast        :  Seo Joo Hyun aka Seohyun (SNSD)

Cho Kyuhyun (Super Junior)

Other Cast       : Shim Changmin ( TVXQ )

Lee Sungmin ( Super Junior )

Other Cast

Author             : Riska Fasyah ( @riskafasyah )

Rating                         : General

Genre              : Romance and Sad

Note                Sebuah hasil karya yang hanya numpang lewat dalam dunia perff’an, tidak ada yang special dan patut dibanggakan namun berharap bisa dinikmati oleh orang banyak . Bahasa yang digunakan hanyalah keterbatasan sang pengarang yang berusaha membebaskan imajinasinya melalui sebuah tulisan, jangan menuntut lebih dari karya nista ini namun dengan segala kerendahan hati masih membutuhkan banyak kritikan^^

 

PART 4

Seohyun’s POV

Aku memandang lurus kedepan tanpa ada satu titik focus yang diterima oleh pupil mataku , telingaku masih terpasang dengan baik untuk mendengarkan ucapan Kyuhyun yang duduk tepat disebelahku . Setelah sempat bersitegang beberapa saat lalu akhirnya kami berdua bisa duduk seperti ini karena suatu alasan .Kesunyian melanda kami sesaat, bukan kediaman yang canggung ataupun membuat leher terasa tercekik, tapi ini sebuah ketenangan yang aku rasakan cukup nyaman sembari mencerna ucapan Kyuhyun beberapa saat lalu .

“ Semua sudah akan berjalan seperti perhitunganku sampai Changmin datang dan mengacaukan segalanya  “ ujar Kyuhyun

Aku sama sekali tidak menyelanya dan membiyarkan namja ini terus menceritakan kisahnya itu. Kutarik kedua kakiku keatas sofa dan langsung memeluknya, menaruh daguku didengkulku dan kembali bersiap mendengarkan kisah Kyuhyun.

“ Bora menemuiku dan dengan gampangnya meminta pembatalan pertunangan kami karena dia lebih memilih Changmin , bagiku saat itu dia sangat lucu, aku bahkan sama sekali tidak pernah mendengar kisah asmara diantara mereka selama kami bertiga berteman “

“ Dia bilang jika dia tidak mau lagi diatur oleh keluarganya dan memilih lelaki yang ia cintai sebagai pendampingnya ”  Aku menoleh kearah Kyuhyun dan bisa melihat sisi wajahnya yang terlihat tersenyum miris ketika kembali teringat kejadian yang dialaminya itu .

“ Ayahnya dan kakekku yang mempunyai rencana agar kami bertunangan , kakek sudah mengenal Keluarga Bora sangat lama dan dia juga menyukai gadis itu maka dari itu kakek ingin membuat Bora menjadi cucu menantunya ditambah aku yang sudah mengenalnya “  Kyuhyun kembali terdiam namun langsung terdengar sebuah dengusan yang diiringi senyum sinis dibibirnya .

“ Tapi kau tahu apa yang dilakukannya ? “ tanya Kyuhyun kearahku , aku menggeleng dan senyum sinis itu menjadi lebih lebar, aku tidak suka melihatnya tersenyum seperti itu .

“ Dia justru menceritakan semuanya kepada Changmin , mungkin aku memang bodoh saat itu karena aku sama sekali tidak menyadari jika gadis itu menyukai Changmin , kami memang tumbuh bersama tapi aku tidak pernah bisa peka untuk hal seperti itu , dan mereka sukses mempecundangiku “

Aku masih cukup sulit memahami kisah mereka bertiga , sebuah hubungan pertemanan yang aneh menurutku,  tidak ada yang terasa tulus dan justru terkesan saling memanfaatkan .

“ Memang benar jika aku dan Bora tidak mempunyai perasaan satu sama lain , tapi aku tetap menyetujui ide kakek karena dengan cara itu kakek akan mempunyai alasan menyerahkan perusahaan kepadaku , awalnya Bora tidak masalah tapi entah apa yang dilakukan Changmin terhadapnya dan akhirnya gadis itu membatalkan secara sepihak  pertunangan kami  “  Kyuhyun berhenti sebentar , kami tenggelam dalam pemikiran masing-masing , aku menangkap satu garis lurus disini, jadi Kyuhyun bertunangan dengan gadis itu tanpa ada suatu perasaan suka atau sejenisnya ?

“ Bora adalah gadis kelas atas , keluarganya tampak sangat matang mempersiapkannya untuk menjadi seorang nyonya , maka dari itu ia diharapkan bisa menjadi istriku , tapi sepertinya gadis itu mulai memberontak dengan aturan yang mengaturnya “

“ Aturan ? “ tanyaku

“ Mungkin saja~ awalnya gadis itu tidak punya masalah untuk bertunangan denganku , tapi seperti yang kubilang aku tidak tahu apa yang dilakukan Changmin sampai bisa membuat Bora membantah perintah keluarganya sendiri “

“ Bagaimana kau tahu jika itu karena Changmin ? “

“Bora menemuiku saat aku di Jepang untuk melakukan riset di Disney World , kau tahu hari itu “ ujar Kyuhyun kearahku .

Hari itu ? Apa yang dimaksudnya adalah hari dimana aku bertemu dengannya ? . “ Dia mengatakan padaku jika ia ingin pertunangan kami dibatalkan , mengatakan dengan mudahnya jika ia akan menolak pertunangan ini karena tidak mempunyai perasaan padaku, hahaha~ sejak kapan kami pernah bermain dengan perasaan ? “ ujar Kyuhyun sinis

“ Changmin adalah satu-satunya pria yang ia sukai dan ingin bersama pria itu bukan denganku , aku tidak akan masalah jika kami memang tidak ada dalam sebuah kesepakatan yaitu pertunangan , tapi gadis itu membatalkannya begitu saja dan secara tiba-tiba bicara soal cintanya pada pria lain “

“ Aku tidak peduli dengan hal itu, tapi dia berhasil membuat semua rencanaku berantakan , semua yang sudah kurancang dengan sangat matang harus hancur hanya karena keputusan konyolnya itu , membuatku kalah telak dari sepupuku sendiri “

“ Dan bagiku ini semua karena Changmin, dia tidak berbeda jauh dariku , bahkan mungkin lebih licik , aku tidak yakin pria itu benar-benar mempunyai perasaan pada Bora “ lanjut Kyuhyun sinis , aku semakin merasa asing dengan pria ini , rasa marah yang terpendam lama seolah terasa menulariku seperti sebuah energi yang berada disekitar tubuh Kyuhyun  “ Merebut Bora dan menghancurkan semua rencanaku , dia jauh lebih pintar dari yang kukira , membuatku benar-benar seperti pecundang hari itu “

“ Hubungan yang aneh “ aku membuka mulutku , aku masih menatap lurus kedepan walaupun aku sadar jika Kyuhyun menoleh kearahku namun aku tidak ada hasrat untuk membalas tatapannya  “ Semuanya terasa aneh bagiku , tapi aku mulai merasa kita justru mengalami hal yang sama Kyuhyun~ssi “

“ Nde ? “

“ Bukankah sama saja pernikahan yang kita jalani sekarang ? Kita mempunyai tujuan masing-masing yang ingin dicapai , kita juga mempunyai kesepakatan disini ? “

“ Tentu saja berbeda “ sahut Kyuhyun santai , kali ini aku yakin jika ia adalah Kyuhyun, nada suaranya yang terdengar santai sekarang membuatku merasa sedikit nyaman tidak seperti sebelumnya

Aku kini menoleh dan mendapati pria ini masih menatapku , dia memang melemparkan senyum remeh kearahku tapi itu bukan sesuatu yang aneh untukku, aku merasa kenal jauh dengan pria ini dan yakin jika ialah Kyuhyun, seseorang yang selalu meremehkanku dan berbicara dengan gaya memerintah . Ini jauh lebih baik dari dirinya yang sebelumnya saat menceritakan kisahnya itu  “ Apa yang berbeda ? “ tanyaku

“ Kita masih menjalankan dengan perasaan bukan ? Jangan katakan tidak karena aku sendiri melakukannya Seohyun~ah “

“ Mwo ? “

“ Aku cukup merasa nyaman dengan pernikahan ini , ditambah lagi kita punya kesepakatan khusus untuk melakukan hubungan suami istri, bukankah butuh sebuah perasaan yang harus dipupuk terlebih dahulu sebelum melakukan hal itu “

“ Nde ? “ aku semakin terkejut mendengar ucapannya ini

“ Hahahahaa~ aku sedikit merasa rileks sekarang “ ujarnya , ekspresinya yang jahil kini terpeta diwajahnya , aku tahu jika ia mulai menggodaku , menyinggung soal hubungan suami istri yang selalu sukses membuat pipiku panas jika mendengarnya

“ Yaa !! “

“ Tenang saja , aku juga belum siap “ ujarnya saat aku hendak berdiri “ Duduklah~ “

Aku kembali menarik tubuhku untuk duduk lagi disebelahnya, kami sama-sama menyender di sandaran sofa dan menatap lurus keatas sambil menengadahkan wajah kami menatap langit-langit apartemen Kyuhyun.  “ Jadi karena itu kau melarangku untuk berhubungan dekat dengan Changmin ? “ aku membuka mulutku lagi setelah terjadi kesunyian selama beberapa saat

“ Seharusnya tidak perlu bertanya lagi jika ceritaku sudah selesai “ jawab Kyuhyun

“ Tapi bagaimana jika aku tetap ingin berhubungan baik dengan namja itu ? “ tanyaku memancingnya

“ Aku harus cepat-cepat membuatmu hamil sepertinya “ sahut Kyuhyun dengan nada tengil , aku menoleh cepat kearahnya dan ingin membentaknya namun segera kutahan saat melihat sisi wajahnya yang tampak tenang, kedua matanya terpejam dan itu langsung menghilangkan semua hasratku yang ingin memakinya   “ Aku benar-benar tidak suka ditentang Seohyun , tapi aku juga tidak suka jika harus  mengekangmu , jadi tidak bisakah kita membuat sebuah kesepakatan disini ? “ ujar Kyuhyun dengan mata yang masih terpejam

“ Kesepakatan apa ? “

“ Untuk Changmin , aku akan benar-benar cemburu jika kau terlalu sering menemuinya, tapi aku akan berusaha untuk membiyarkan kalian tetap berhubungan baik tapi sesuai dengan standarku “

“ Mwo ? Standar ? “

“ Ne~ hubungan sepupu ipar yang baik dan sewajarnya saja “ lanjut Kyuhyun tenang

“ Aku harus mematuhinya ? “

“ Tentu saja “  Entah kenapa lidahku untuk malam ini sama sekali tidak menunjukkan gelagat untuk membantah titahnya yang satu ini , semua yang ia ceritakan seharusnya tidak perlu mempengaruhiku tapi aku tetap tidak bisa membantah jika aku merasa iba dengannya , mungkin Kyuhyun sama saja karena mempunyai niat yang lain sehingga menyutujui ide pertunangan itu , tapi jika yang dikatakannya tentang Changmin itu benar kupikir aku sudah bisa menerima alasan namja itu kenapa ia melarangku untuk berhubungan lebih dekat dengan Changmin .

Aku kembali menatap langit-langit dan ikut memejamkan kedua mataku , ada satu kesimpulan yang sangat jelas yang bisa kuambil disini , jadi Kyuhyun tidak mempunyai perasaan kepada gadis itu bukan ? Bibirku tersenyum tipis tanpa bisa kutahan sama sekali , lucu memang aku tersenyum tanpa ada sesuatu yang jelas yang harus membuat bibir ini melengkung , dan aku kembali membuka mataku dan menoleh untuk menatap Kyuhyun yang masih memejamkan kedua matanya , ada deru nafas teratur yang kudengar .

Aku masih sangat mengingatnya , mengingat hari itu . Hari dimana aku bertemu dengannya untuk yang pertama kali , jadi saat hari itu dia adalah manusia yang merasa benar-benar kalah dan merasa dipecundangi ?

………………………………..

Flasback

Seharusnya aku tidak menolak tawaran pria korea itu yang ingin mengantarkanku pulang sekalian , dia kelihatan orang yang sangat baik . Kusentuh lagi bando yang kukenakan, bando yang ia belikan untukku sebagai hadiah keberanianku yang mau menemaninya menaiki bianglala raksasa tadi .  Sudahlah~ aku juga baru mengenalnya hari ini, mana mungkin merepotkannya hanya untuk mengantarkanku pulang . Aku masih ada dikawasan Disney World dan saat ini tengah membeli sebuah minuman hangat yang ada dimesin penjual minuman .

Disekitar sini sudah mulai sepi , wajar saja karena waktu sudah hampir menunjukkan pukul sembilan malam , setelah mendapatkan minuman hangat yang kupilih, aku pikir lebih baik aku pulang, besok pagi masih ada turis dari Paris yang sudah memesan jasaku untuk mengunjungi salah satu museum sejarah di Tokyo .

Brughhhh

Dengan cepat aku menoleh kebelakangku dan melihat seseorang yang sudah terjatuh ditanah , aku menengok kesana kemari namun tidak mendapati siapapun disini kecuali aku dan orang yang terjatuh itu . Dengan cepat kuhampiri dia dan membalikkan tubuhnya yang terjatuh dengan posisi tengkurap ditanah .

Seorang pria . “ Anda tidak apa-apa ? “ tanyaku khawatir . Terdengar erangan kecil yang keluar dari bibirnya , wajahnya tampak sangat memerah yang langsung saja bisa kutebak jika ia sedang mabuk, tercium bau alcohol dari tubuhnya .

“ Tuan , bangunlah . Kau tidak bisa tidur disini “ ucapku sambil menggoncangkan tubuhnya . Dia masih belum membalasku namun hanya mengerang dan sesekali menggeliat . Matanya terpejam tidak tenang dan terkadang terdengar ocehan yang tidak bisa kutangkap maksudnya .

“ Tuan , jika kau tidak bangun kau akan dibawa oleh petugas , lebih baik pergi aku akan membantumu mencarikan taksi “ ujarku dengan suara yang lebih keras agar pria ini segera sadar akan kehadiranku

“ Enghhhhhh….k…kalian brengsek ….”

“ Nde ? “ sontakku terkejut , dia berbicara bahasa Korea ? Apa lelaki ini orang Korea ?

“ Hghhh….Heghhhhh…..”  Tiba-tiba namja ini terduduk, untuk kali ini aku bisa lebih mengamati dirinya, kupikir usia pria ini tidak terlalu jauh denganku, dari segi wajahnya dia masih terlihat muda .

“ Kau bisa berdiri ? Ayo bangun, kubantu mencari taksi “ aku balas berbicara dengannya dengan bahasa Korea . Tapi sepertinya dia masih belum menyadari kehadiranku, matanya sudah terbuka namun masih memandang seperti menerawang , tiba-tiba dia berdiri yang membuatku terkejut, dia langsung berlari menuju kesebuah pohon yang dihiasi lampu-lampu kecil berwarna-warni . Dengan bertumpu pada tangannya yang memegang batang besar pohon itu , lelaki itu tampak memuntahkan isi perutnya .

Aku hanya bisa memandang dari jauh , mendengarkan suara yang dihasilkannya ketika ia muntah, dasar orang mabuk !

“ Kau tidak apa-apa ? “ aku bertanya saat ia sudah kembali berbalik dan berjalan kearahku . Dia tidak menjawabku dan justru semakin mendekat kearahku , tatapannya yang tampak lurus kearahku sontak membuatku mundur beberapa langkah . Kenapa orang ini justru jadi menatap tajam kearahku sekarang ?

Entah bagaimana prosesnya aku sudah bersender pada dinding dari sebuah restoran yang hampir tutup dengan namja ini yang sudah tepat berada didepanku , satu-satunya yang membuat aku masih menjaga jarak dengannya adalah kedua tanganku yang sudah menahan dadanya . Mata pria ini tampang kosong saat memandangku, aku tahu jika ia masih mabuk dan ini membuatku semakin takut melihat wajahnya

“ Menyingkirlah “ desisku

“ Kau berhasil mempermainkanku , kau sama saja brengseknya “ dengus pria ini yang membuatku melotot kearahnya . Kudorong dadanya agar menjauh namun dia justru mengurung tubuhku dengan kedua tangannya yang berada disisi-sisi tubuhku memepet ketembok .

“ Sadarlah tuan , kau itu masih mabuk “ ujarku mencoba menyadarkannya

“ Kau menghancurkan semua rencanaku “ bisik pria ini , nafasnya sudah menampar wajahku yang menandakan jika posisi kami begitu dekat , apa yang terjadi denganku sampai aku hanya bisa terus melotot kearahnya tanpa ada satu perlawanan .

“ Kau salah orang “ ujarku pelan

“ Mencoba menghindar “ ujarnya mengejekku .

Mataku semakin terbelalak saat kedua tangannya pindah memegang kedua pipiku , mengunci pergerakan kepalaku dan sedetik kemudian namja gila ini dengan lancangnya mendaratkan bibirnya di bibirku . Mungkin jika mataku bukan ciptaan sang panguasa alam ini , aku yakin kedua bola mataku sudah melompat keluar karena begitu terkejut dengan tindakan kurang ajarnya . Tersadar jika pria ini sudah bersikap sangat tidak sopan dengan cepat kudorong dadanya yang langsung melepaskan kontak bibir kami dan sedetik kemudian tanganku sukses melayang kewajahnya dan menyapa pipinya .

Dia tampak terhuyung kebelakang beberapa langkah , awalnya namja itu tampak menunduk sebelum akhirnya dia kembali menatap lurus kearahku , aku bersiap untuk lari jika ia kembali mendekatiku , namun tiba-tiba dia terjatuh dengan posisi terduduk ditanah , namja ini langsung memegang kepalanya .

“ Enghhhhh….” dia kembali mengerang kecil sambil menyentuh kepalanya , aku tidak tahu apa yang terjadi dengan kedua kakiku, bukannya menjauhinya aku justru berjalan pelan mendekati pria mesum ini , kembali kusejajarkan tubuhku dengannya dengan cara berjongkok disebelahnya .

“ Kau tidak apa-apa ? “ tanyaku hati-hati  “ Kepalaku sakit “ bisiknya

Aku memandangnya khawatir , apa aku menamparnya terlalu keras yang membuat pergeseran otak ? Aku menggeleng cepat karena hal itu tidak mungkin terjadi , orang ini mabuk dan tentu saja kepalanya sakit, semua akan terasa berputar dikepalanya .

“ Tuan , seharusnya aku meninggalkanmu karena tindakan kurang ajarmu , tapi aku sudah terlanjur disini, ayo bangun , aku akan mencarikanmu taksi “  . Kuraih lengannya untuk membantunya berdiri , aku bersyukur kali ini dia mendengarkanku karena namja ini ikut berdiri walau sedikit susah untuknya menjaga keseimbangan . Saat dia berdiri , namja ini kembali terhuyung kebelakang, kedua tanganku dengan sigap langsung memegang kuat kedua lengannya , hal ini membuat namja ini memutar tubuhnya dan menghadap kearahku , dan sekarang namja ini justru terhuyung kedepan kearahku , aku tidak sempat lagi menghalangi tubuhnya yang langsung menubruk tubuhku dan otomatis melemparkannya pelan kedalam pelukanku , kedua tanganku langsung mengelilingi punggungnya untuk menjaga tubuhnya agar tidak semakin bergerak yang akan semakin memberatiku .

Nafasnya yang terasa hangat menabrak leherku , kepalanya terkulai lemah dibahuku dan rambutnya menggelitiku jenjang leherku . Kugoncangkan sebentar tubuhnya namun dia tetap bergeming dan bersender lemah ditubuhku .

“ T..tuan ..kau bisa berjalan ? Tubuhmu memberatiku jika kau terus bersender seperti ini “ ujarku dengan masih mencoba mengguncangkan tubuhnya hati-hati

Namun yang terdengar justru dengkuran halus disertai hembusan nafas hangat yang terasa dileherku , tubuh namja ini tidak ringan dan dia sudah benar-benar membuat punggung sakit karena harus menopangnya seperti ini . Memang seharusnya aku langsung saja pergi tanpa harus mengurusi pemabuk seperti ini .

“ Bangunlah … sebutkan dimana alamatmu setidaknya ? “ ucapku dengan suara yang lebih keras , kali ini kugoncangkan lebih kuat bahuku dan membuat kepalanya bergerak kekiri dan kekanan, kurasa aku mendengar erangan kecil dari mulutnya .

“ Ughkkkk….”

“ Buka matamu dulu , kita harus mencari taksi tu…”

“ Huekkkkkkk……..”  . Aku mematung ditempatku saat ini juga, rasa lembab dan bau amis menyengat langsung bisa menyerang cuping hidungku . Namja ini memuntahkan isi perutnya dipakaianku dan sekarang ia langsung terduduk ditanah kembali memuntahkan sisa-sisa yang belum habis dikeluarkannya .

Butuh beberapa detik untuk diriku kembali sadar , tanganku langsung mengepal kesal sambil memandang murka pria yang terduduk ditanah ini , kepalanya mulai menengadah lemah kearahku dan sedikit melemparkan senyumnya kearahku, aku yakin dia masih terlihat mabuk , pandangannya masih tampak menerawang .

“ Kau berhutang padaku !! “ ucapku keras sambil menunjuk tajam kearahnya . Tapi namja ini justru tersenyum dengan hanya menyunggingkan sebagian bibirnya .

……………………………

~**~

Dengan sedikit enggan aku mulai membuka kedua mataku secara perlahan , menikmati cahaya matahari yang menembus apartemen Kyuhyun lewat kaca jendela apartemen yang tadi malam tidak sempat kututup dengan tirai . Aku sedikit menggerakkan kepalaku namun langsung terganjal sesuatu , aku mencoba melihat lewat sudut mataku dan akhirnya aku menyadari sesuatu . Aku masih berada di sofa ruang tengah dan sepertinya aku tertidur di sofa ini . Jawaban akan kenapa kepalaku terasa berat adalah karena aku tertidur dengan menyender pada bahu kiri Kyuhyun dan kepala Kyuhyunpun ia sederkan dikepalaku .

Jadi kami berdua tertidur disini ?

Mungkin seharusnya aku langsung mendorong kepala Kyuhyun saat tahu posisi kami yang saling bersender seperti ini , tapi yang kulakukan justru menggerakkan hati-hati kepalaku agar membuatnya terasa lebih nyaman , bibirku tersungging kecil yang kuyakini sebagai sebuah senyuman . Chhhh~~ kembali aku tidak bisa menjelaskan kenapa aku harus tersenyum , tidak ada alasan yang jelas kenapa bibir ini harus menyunggingkan sebuah senyuman tipis . Deru nafas teratur yang terdengar dari bibir Kyuhyun membuatku yakin jika namja ini masih menjelajahi alam mimpinya , apa aku harus membangunkannya karena aku yakin jika sekarang sudah lebih dari jam 7 melihat intensitas dari banyaknya cahaya yang sudah menembus apartemen ini . Dia harus bekerja bukan ?

Tapi jika membangunkannya ada sesuatu yang terkorbankan disini . Aihhhhh~ pikiran macam apa ini Seo Joohyun ?! Terkorbankan ? Apa yang kau maksud adalah jika Kyuhyun bangun berarti moment ini juga akan berakhir ? Mungkin memang ada sesuatu yang salah denganku akhir-akhir ini , apa karena begitu tertekannya hidupku bersama Kyuhyun membuatku jadi stress berat seperti ini ?

“ Eghhhh…”

Terdengar erangan lembut dari bibir Kyuhyun, sepertinya ia mulai terbangun, entah apa yang ada dipikiranku aku justru kembali menutup mataku dan mulai menderukan nafas teratur agar terlihat seperti orang yang terlelap . Aku merasakan kepala namja ini tertarik yang sebelumnya masih menyender pada kepalaku , hal ini membuat kepalaku sepenuhnya nyaman bersender pada bahunya .

“ Jam berapa ini ? “ gumam Kyuhyun dengan suaranya yang masih terdengar parau . Aku masih tetap menutup kedua mataku dan bertingkah layaknya orang yang masih tertidur lelap .

“ Oh… kami tertidur disini ? “

“ Seohyun~ah ? “ panggil Kyuhyun

Aku masih tetap menutup kedua mataku, jika aku langsung membuka mataku dan terbangun ,aktingku tidak akan sempuna, biarkan namja ini memanggil namaku untuk beberapa kali .  “ Hei Seohyun~ah , ayo bangun “ ujar Kyuhyun lagi , ia gunakan tangannya yang ternyata melingkar dibelakang sofa untuk menggerak-gerakkan lenganku , bahunya ia guncangkan pelan dan itu membuat kepalaku terantuk-antuk bahunya pelan .

“ Hhhgghhhhh….” Ucapku dengan suara parau yang kubuat-buat

“ Bangunlah “  . Pelan-pelan kubuka mataku dan menampilkan ekspresi orang yang baru saja terbangun dari tidur nyenyaknya , kepalaku masih bersender dibahu Kyuhyun dan dengan berpura-pura mencoba mengumpulkan nyawaku . “ Kau membuat bahuku pegal , apa begitu nyaman bersender disana ? “

Ucapannya yang satu ini mampu membuatku mengangkat kepalaku cepat , kepalaku menoleh dan sudah menatapnya yang terlebih dahulu menyapaku dengan sebuah senyuman penyemangat dipagi hari, ehmm….kuartikan seperti itu -__-

“ Kita tertidur disini ? “ tanyaku berpura-pura baru menyadari akan hal ini

“ Sepertinya ~ hoammmmm..aku masih ingin tidur sebenarnya , tapi hari ini ada rapat lagi “ ujar Kyuhyun sambil bangkit berdiri dan meregangkan tubuhnya .

“ Kalau begitu kubuatkan sarapan dulu “ ujarku ikut bangkit dan langsung berjalan menuju dapur , mungkin lebih baik aku mencuci mukaku dulu sebelum menyiapkan sarapan untuknya .

“ Ehmm Seohyun ! “ Aku menoleh saat baru berjalan beberapa langkah .

“ Selamat pagi~“

“ Nde ?” sahutku terkejut  . “ Apakah terdengar aneh ? Hahaha~ kupikir kita harus membiasakan diri untuk bersikap lebih baik selama hubungan suami istri ini kita jalankan , ini akan melancarkan kita untuk tahap selanjutnya “

“ Mwo ? “

“ Aku hanya berpikir jika aku mulai siap untuk membuat Cho kedua “ sahutnya dengan wajah tengil . Seketika rasa hangat menjalar kekedua pipiku , senyuman jahil Kyuhyun tidak bisa ia sembunyikan dengan baik yang membuatku semakin merasa seperti kepiting rebus .

“ Dasar mesum ! “

Tanpa memperdulikannya lagi aku langsung memutar tubuhku dan melanjutkan langkahku cepat-cepat , kudengar tawanya yang berhasil menggodaku pagi ini , aku tidak tahu jika pria ini semakin mesum dari hari ke hari .

~**~

AUTHOR’s POV

Kyuhyun menautkan kesepuluh jarinya dalam satu lingkupan kedua telapak tangannya , kedua matanya yang tampak menutup kini perlahan terbuka . Ditatapnya lurus seorang pria yang berdiri disebrang meja kerjanya yang baru saja menyampaikan satu informasi yang ditunggunya . “ Jadi orang yang kita cari itu memang ada di Korea ? “ tanya Kyuhyun

“ Ne Tuan , hanya saja masih sangat sulit melacaknya , dia merubah semua data pribadinya setelah pulang dari Jepang “

“ Terus dicari kalau begitu , untuk yang satu ini Seohyun begitu mempercayakannya padaku , setidaknya dalam satu bulan kedepan ada satu informasi yang bisa kuberitahu padanya “ ujar Kyuhyun

“ Baik tuan, mungkin akan butuh waktu untuk kembali melacaknya , tapi saya jamin kita akan bisa menemukannya “

“ Bagus Pak Lee , apapun informasi yang kau dapatkan harus segera memberitahuku , kau mengerti ? “

“ Baik pak “ jawab Pak Lee sigap , seorang pria yang berusia 37 tahun ini merupakan tangan kanan Kyuhyun sejak ia menginjak usia 20 tahun dan mulai terjun keperusahaan .

“ Oh iya , untuk perjalanan kita ke Jepang nanti malam, aku mau kau mengirimkan beberapa orangmu untuk menjaga Seohyun , cukup menjaganya dari jauh dan jangan sampai ia sadar , amati gerak-gerik Seohyun dan laporkan semuanya kepadaku apa yang ia lakukan selama aku di Jepang selama seminggu nanti “

“ Baik pak “

Kyuhyun kini bersender santai pada kursi yang ia duduki, namja ini sedikit melonggarkan dasinya agar membuat dadanya terasa lebih leluasa dalam bekerja menukarkan udara , langkah ini diambil Kyuhyun sebenarnya hanya untuk mengetahui apakah Seohyun akan cukup patuh terhadap titahnya , tidak menemui Changmin adalah satu titah yang Kyuhyun tegaskan kepada gadis itu untuk ia patuhi .

~**~

Seohyun menyesap teh hijaunya dengan canggung dan kemudian menaruh cangkir itu ditatakan yang merupakan pasangan dari cangkir yang diberisikan teh hijau yang diminumnya . Ekor matanya melirik ibu mertuanya yang sama sepertinya tampak menikmati teh hijau ini .

“ Jadi ini istri Kyuhyun ? “ tanya seorang wanita yang berusia sekitar 40 tahunan yang duduk disebrang meja mereka . Nada bicaranya yang terdengar datar seolah tidak menunjukkan suatu ketertarikan . Wanita dengan rambut yang disanggul membentuk sebuah cangkang siput ini melemparkan tatapannya kearah Seohyun tampak sedang mengamati Seohyun.

Ibu Kyuhyun menanggapi dengan sebuah senyum simpul sebelum ia menoleh untuk menatap Seohyun yang masih terdiam . Gadis itu tengah menemani ibu mertuanya yang memintanya untuk menemani menemui seseorang . Seohyun sempat bertanya dalam hati siapa wanita yang duduk bersama mereka ini namun langsung terjawabkan beberapa saat lalu yang mengatakan jika ia adalah adik kandung dari ayah Kyuhyun yang sekaligus merupakan ibu kandung Changmin .

“ Kau belum sempat bertemu dengannya bukan , jadi aku mengajaknya agar bisa mengenalkannya padamu “ ujar ibu Kyuhyun santai

“ Begitu ? “ tanggap ibu Changmin kaku , entah kenapa atmosfer seperti ini tidak begitu asing buat Seohyun , sebuah atmosfer yang ia rasakan juga jika dia berada disituasi terjebak diantara Kyuhyun dan Changmin , dan sekarang atmosfer ini terasa juga pada kedua ibu mereka , yang benar saja ! Hubungan keluarga macam apa ini ?

“ Beri salam pada bibi mertuamu Seohyun “ perintah ibu Kyuhyun

“ Anyyeonghaseo bibi , Seo Joohyun imnida , orang-orang biasa memanggilku Seohyun, senang sekali bisa bertemu dengan bibi “ ujar Seohyun seramah mungkin . Tanggapan dari ibu Changmin tidak berbeda jauh saat Seohyun pertama kali memperkenalkan dirinya didepan ibu Kyuhyun , tatapan tajam yang seolah menilai itu benar-benar terasa mengganggunya .

“ Kenapa selera Kyuhyun menjadi berubah ? Ah~~ kurasa bukan berubah, tapi memang selera anakmu itu sama seperti ayahnya yang memilih istri dari kalangan bawah “ cetus ibu Changmin, dia tersenyum dingin kearah ibu Kyuhyun sebelum menyesap santai teh hijaunya

Seohyun membeku seketika, apa maksud ucapan wanita yang ada didepannya ini ? Jika yang dimaksud istri dari ayah Kyuhyun berarti itu ibu mertuanya bukan ? Seohyun menoleh untuk menatap ibu Kyuhyun dan sudah mendapati ekspresi bercampur diwajahnya, bibirnya tampak menipis yang Seohyun yakini jika ia sedang menahan sesuatu untuk diucapkan .

“ Apa hal-hal seperti itu masih penting ? “ celetuk ibu Kyuhyun , kali ini Seohyun merasa nada bicara ibu mertuanya kembali terdengar santai seperti biasa , Seohyun melirik lewat ekor matanya dan bisa melihat ia tersenyum menantang kearah ibu Changmin .

“ Maksudmu ? “

“ Ayah tidak pernah mempermasalahkan tentang status sosial , dan itu terjadi saat kakakmu menikahiku , dan sekarang ayah juga tidak mempermasalahkan seperti apa latar belakang Seohyun saat Kyuhyun berniat menikahinya , jadi kupikir hal seperti itu tidak penting lagi , dia bisa beradaptasi nantinya , menjadi wanita kelas atas dari istri seorang direktur “

“ Chhh~ direktur katamu ? “

“ Bukankah begitu ? Kyuhyun bahkan sudah ditetapkan menjadi pewaris perusahaan , apa Changmin belum memberitahumu ? Ahh~ kudengar kau sakit, aku yakin anakmu yang baik hati itu tidak ingin kau bertambah stress karena kegagalannya “

“ Diam ! “

Terjadi kesunyian yang cukup terasa mengulas perut Seohyun , gadis itu hanya bisa tertunduk mendengarkan setiap peraduan kalimat dari kedua wanita yang duduk bersamanya ini . Apakah seburuk ini hubungan keluarga mereka , bersaing untuk sesuatu yang tidak akan kekal nantinya ?

“ Adik ipar~ hubungan kita memang tidak akan pernah bisa akur, tapi alangkah baiknya jika kita tidak saling mengusik satu sama lain , kau memanfaatkan anakmu untuk sesuatu yang terlalu membuatmu  terobsesi , apa kau tidak memikirkan bagaimana perasaannya ? “ tanya ibu mertua Seohyun

Ibu Changmin hanya terdiam , namun tatapannya yang tajam seolah mengatakan jika ini semua bukanlah urusan ibu Kyuhyun . Tangannya tampak sedikit bergetar memegang ujung tatakan dari cangkir yang berisikan teh hijau yang sebelumnya mereka nikmati .

“ Setidaknya , aku membiyarkan anakku untuk menikahi wanita yang ia cintai “ ujar ibu mertua Seohyun tenang , tiba-tiba ia menoleh kearah Seohyun yang membuat gadis itu sedikit salah tingkah

“ Kita pergi Seohyun “

“ Ne , eommanim “ sahut Seohyun cepat

Seohyun sempat membungkuk sopan kearah ibu Changmin sebelum ia menyusul ibu mertuanya yang telah berjalan lebih dulu meninggalkan meja yang mereka tempati disalah satu café . Seohyun masih sempat menengok kebelakang sekedar untuk mengecek ibu Changmin yang tampak terduduk hampa seolah menerima kekalahan yang cukup telak .

Seohyun sadar akan sesuatu , ya~ ia telah terjebak dalam hubungan keluarga yang begitu rumit.

~**~

“ Kau tidak mengatakan sebelumnya jika kau akan ke Jepang ? “

“ Jadwalku berubah secara mendadak, aku tidak sempat pulang dan langsung berangkat malam ini juga “ ucap Kyuhyun . Seohyun yang sebelumnya menjepit ponselnya diantara telinga dan bahunya harus meraih ponsel itu dan menghentikan aktifitasnya sejenak untuk lebih focus berbicara dengan lawan bicaranya ditelpon

“ Aku bahkan sudah membuat makan malam “ celetuk gadis itu

“ Kau menungguku ? “

“ Chhh~ harapanmu saja ! “

“ Hahaha~ “ tawa renyah Kyuhyun terdengar disebrang sana dan entah kenapa Seohyun ikut tersenyum membayangkan seperti apa pria itu tertawa “ Aku akan seminggu dijepang Seohyun , tolong jangan melakukan apa yang telah kularang untuk dilakukan olehmu “ lanjut Kyuhyun dan secepat kilat nada suaranya kembali serius

“ Aku tidak janji “ sahut Seohyun

“ Aku akan tahu jika kau bertingkah macam-macam “

“ Terserah kau saja “

“ Ya sudah kalau begitu , aku pergi ya ? “

“ Benar-benar seminggu di Jepang ? “ tanya Seohyun pelan

“ Kenapa ? Kau akan merindukanku ? “ Kyuhyun balas bertanya , nada jahil yang begitu kentara berhasil membuat Seohyun tersentak seketika

“ Kau itu masih tidur atau apa ? Kenapa sering sekali bermimpi “

“ Oh ya ? Kita lihat saja siapa yang tidak tahan untuk menelpon lebih dulu “

“ Hahaha~ kau pikir aku mau repot-repot menghubungimu saat kau di Jepang ? Membuang-buang pulsa saja “ sahut Seohyun tidak mau kalah

“ Benarkah ? Kalau begitu sampai bertemu seminggu lagi istriku “

BIP

Seohyun langsung memandang layar ponselnya tidak percaya ,Kyuhyun langsung saja mematikan panggilannya , bilang apa tadi dia ? Istriku ? Chhh~

Sekuat tenaga gadis itu menahan senyumnya yang semakin merekah tanpa bisa ia tahan, setelah menaruh ponselnya dimeja dapur ditatapnya panci berukuran sedang yang berisikan sup kimchi yang dibuatnya , mau diapakan makanan ini ? Jika hanya ia yang memakannya tidak akan mungkin bisa menghabiskannya . Kembali ia raih ponselnya dan menaruh benda elektronik itu menempel ditelinganya setelah sebelumnya berhasil menemukan nomor Sungmin di phonebooknya

“ Oppa , kau dimana ? “

“ ………………”

“ Kau masih di café ? “

“………………..”

“ Sebelum kau pulang bisakah kau mampir keapartemenku ? “

“………………”

“ Aniyo~ aku hanya membuat sop kimchi terlalu banyak, bawalah sebagian dan berikan pada eomma “

“……………….”

“ Ne~ aku tunggu ya”

Seohyun mulai menyiapkan tempat untuk membawakan sop kimchi ini jika Sungmin datang nantinya , dicobanya sop kimchi hasil buatannya dan mengangguk kecil sebagai tanda jika tidak ada yang salah dengan rasa sop hasil buatannya

“ Seharusnya dia pulang dulu sebentar untuk mencoba masakanku “ dengus gadis itu pelan

~**~

Seohyun menatap kosong layar datar televisi berukuran 21 inch yang ada didepannya tanpa memahami satupun acara yang sedang ia lihat . Pikirannya seolah tidak ada didunianya sekarang dan justru berkelana memikirkan sesuatu yang akhir-akhir ini selalu dipenuhi oleh orang itu . Sudah ada 3 hari sejak kepergian Kyuhyun ke Jepang dan namja itu sama sekali belum menghubunginya . Bukankah seharusnya ia menghubungi Seohyun ketika ia sudah sampai di Jepang , atau paling minim mengirimkan sebuah sms sebagai sebuah kabar untuk Seohyun .

Dan dengan masih memegang ucapannya , sebuah usaha yang keras Seohyun lakukan untuk tetap berusaha membuang hasratnya yang begitu ingin menghubungi Kyuhyun sekedar mendengarkan suara namja itu untuk tahu bagaimana kabarnya , repotasinya akan terlihat turun jika ia menghubungi Kyuhyun dan menunjukkan gelagat jika gadis itu memang menunggu kabar dari Kyuhyun .

Mulai merindukannya ? Bahkan Seohyun terus saja menggeleng-gelengkan kepalanya sampai terasa sakit untuk membuang pikiran itu , untuk apa merindukan namja yang suka sekali tersenyum aneh seperti Kyuhyun , senyuman yang sebenarnya terlihat sangat manis jika terpeta diwajah tirus Kyuhyun . Kau sudah ketahuan Seo Joohyun ! Dengan sangat jelas kau mengakui jika senyuman namja itu memang manis , memberikan efek yang sedikit aneh namun bukan berarti tidak enak untuk dinikmati . Ada kesan seperti sebuah kecanduan untuk tetap bisa melihat senyum yang ia petakan untuk Seohyun .

Desahan berat keluar dari bibir Seohyun , selama tiga hari ini yang ia lakukan hanya mengunjungi apartemen ibunya, mengunjungi kafe Sungmin dan kembali menemani ibunya sebelum akhirnya pulang keapartemen yang tampak kosong tanpa ada kehadiran Kyuhyun .

“ Aku memang harus bekerja “ ujar gadis itu pelan , diraihnya remote TVnya dan langsung menekan tombol off untuk mematikan televisi itu . Seohyun langsung bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya, memilih untuk tidur lebih awal adalah salah satu caranya untuk melewati hari lebih cepat , setidaknya hari esok akan datang dan dengan itu waktu seminggu akan semakin cepat ia lewati .

~**~

Seorang pria yang menggunakan setelan jas hitam dan memakai kaca mata hitam tampak berjalan pelan mengikuti seorang gadis yang berjalan sekitar 10 meter didepannya , sebuah earphone kecil menempel dilubang telinganya seolah menghubungkannya pada seseorang untuk berbicara . Dengan ketanggapan yang sudah terlatih , pria itu langsung merepet kedinding dan menyembunyikan dirinya disebelah telpon umum yang ada dipinggir jalan , gadis yang diikutinya tampak menolehkan diri kebelakang karena merasakan sesuatu yang aneh , apakah ia menyadari jika ada yang mengikutinya .

Seohyun , dia menatap bingung kebelakang namun tidak mendapati sesuatu yang aneh , gadis itu memang merasa jika ada yang mengikutinya, tapi ketika ia berbalik  dia tidak menjumpai seseorang yang mencurigakan , yang ia dapati hanya orang-orang yang sama sepertinya yang berjalan di trotoar .  “ Perasaanku saja mungkin “ guman Seohyun sambil mengangkat bahunya dan kembali melanjutkan langkahnya

Sang pria yang dikirim Kyuhyun ini kembali melanjutkan aksinya untuk mengikuti Seohyun , sebenarnya tugas yang diembankan padanya hanya untuk  mengawasi kegiatan gadis itu dan melaporkan semuanya kepada Kyuhyun yang masih berada di Jepang .  Kembali lelaki ini harus memanfaatkan sebuah mobil yang terparkir dipinggir jalan untuk menyembunyikan dirinya karena Seohyun kembali membalikkan tubuhnya kebelakang , pria itu mengamati Seohyun dengan mengintip dan bisa melihat Seohyun yang tampak menyadari jika memang ada yang mengikutinya . Tatapan gadis itu tampak tajam seolah mencari diantara orang-orang yang berjalan dibelakangnya apakah ada yang mencurigakan .

Sang pria utusan Kyuhyun ini mengecek jam ditangannya sesaat sebelum akhirnya kembali menatap kedepan untuk melihat posisi Seohyun namun saat itu juga dia terkejut karena tidak mendapati Seohyun yang berjalan beberapa meter didepannya . Segera keluar dari tempat persembunyiannya , sang pria langsung berjalan cepat menuju tempat terakhir dimana Seohyun berdiri .

“ Kemana perginya Nyonya muda Cho ? “ ujar pria itu bingung , jarinya langsung memijat tombol kecil yang ada diearphonenya untuk menyambungkannya pada salah satu rekannya  “ Aku kehilangan jejak Nyonya muda , bantu aku mencarinya , kami diwilayah Gangnam sekarang “

Terdengar balasan cepat dari sebrang earphone yang ia pakai , pria ini kembali berjalan cepat , tubuhnya memutar dan mengedarkan pandangannya kesegala arah untuk melacak kemana perginya Seohyun , kedua tangannya berkacak pinggang frustasi karena tidak mendapati Seohyun dimana pun .

“ Cepat sekali perginya “

Pria ini melemparkan pandangannya kearah sebrang jalan , mungkin saja jika Seohyun telah menyebrang tanpa ia ketahui . Masih terfokus dengan kebingungannya yang kehilangan jejak dari Seohyun , lelaki ini sama sekali tidak menyadari jika sedari tadi ada seorang gadis yang dipikirnya telah pergi jauh terus mengamatinya . Seohyun memantapkan pegangannya pada tas yang ia bawa , dia berjalan pelan menghampiri pria yang ia tebak adalah orang yang mengikutinya sedari tadi , ancang-ancang diambil gadis itu dan sedetik kemudian…..

Bukkkkk

“ Jadi kau yang mengikuti huh  ? Apa kau orang yang sama dari kemarin yang mengikutiku kekafe Sungmin ?! “ oceh Seohyun yang sudah membabi buta memukul punggung pria ini dengan tas yang ia sandang

Pria ini berbalik dengan terkejut dan langsung menggunakan tangannya untuk melindungi dirinya dari serangan Seohyun yang tidak berhenti menghajarnya hanya dengan bermodalkan tas yang ia bawa .  Seohyun terus saja menghajar pria ini seolah lupa jika mereka masih berada dipinggir jalan dan ditonton oleh orang-orang yang berjalan melewati mereka , hasratnya untuk terus melayangkan pukulan pada orang yang mengikutinya ini sudah benar-benar tidak bisa ditahannya lagi .

“ Apa tujuanmu mengikutiku hah ? Kau berniat merampokku ?!! “ Seohyun memaki dengan tidak mengendorkan serangannya , sedangkan namja malang ini hanya bisa terus menghindar karena tidak mungkin ia melawan istri dari orang yang membayarnya

“ Katakan apa maumu ? Atau kau mau aku membawamu kepolisi , aku ini bukanlah orang yang baik hati ! “

“ Nyonya muda .. tunggu dulu , tolong berhenti “

“ Berhenti katamu ?! Kau bahkan terus mengikutiku dari kemarin , apa kau seorang maniak huh ? Aku sudah bersuami kau tahu !!! “

Seohyun terus mengoceh dan menghajar pria malang ini , saat ia akan memberikan pukulan pamungkas sang pria akhirnya menahan tangan Seohyun yang langsung mengunci pergerakan Seohyun yang masih berniat memukulnya .

“ Lepaskan ! “ ancam Seohyun

“ Ny..nyonya muda saya mohon berhenti sebentar “ ujar pria ini sambil menganggukkan kepalanya dalam sebelum  ia menatap Seohyun memohon

Seketika Seohyun terdiam , tangannya melemas ketika mendengar pria yang dihadapannya ini memanggilnya dengan sebutan nyonya muda .

“ Kau bilang apa ? “

Pria ini melepaskan cengkramannya pada tangan Seohyun dan langsung memberikan bungukkan hormat kepada istri bosnya ini . Seohyun sedikit bingung namun langsung bisa menguasai dirinya dan kembali bersikap was was untuk sekedar berjaga-jaga jika pria ini hanya mencoba mengelabuhinya dan akhirnya berbalik menyerang

“ Maafkan saya nyonya muda , saya benar-benar minta maaf  , saya hanya menjalankan tugas saya “

“ Nde ? Apa maksudmu ? “ tanya Seohyun bingung

Pria ini hanya terdiam , Kyuhyun sudah memberi titah agar Seohyun jangan sampai tahu jika ada orang-orang yang ditugaskan untuk mengikutinya dan mengamati gerak-gerik gadis itu , namun sepertinya perintah itu tidak bisa ia laksanakan karena Seohyun telah menuntutnya dengan sebuah tatapan untuk mengatakan yang sebenarnya

“ Ahh~ seseorang menyuruhmu untuk mengikutiku ? Sekarang katakan siapa yang membayarmu ? “ tanya Seohyun sambil memakai kembali tasnya .

Pria ini masih terdiam dan hanya bisa menunduk menatap tanah yang ia pijak , Seohyun bersedekap dan membuang nafas kesal .

“ Rasanya aku tahu siapa bosmu , katakan padanya dia begitu kekanak-kanakkan ! Dan sekarang aku mau pergi , awas jika kau mengikutiku lagi !! “ ancam Seohyun

“ Tapi nyonya muda , Tuan Kyuhyun mengatakan jika saya …”

“ Jangan mengikutiku ! Aku yang akan bicara pada pria pengatur itu ! “

Mendapatkan bentakan dari Seohyun membuat pria ini hanya bisa membungkuk dalam , dia terpaksa menahan langkahnya untuk tidak lagi mengikuti Seohyun , padahal selama 5 hari dia menjalankan tugasnya hampir tidak ada kecacatan sama sekali dengan kinerjanya  . Seohyun sempat mendelik tajam kearah pria ini sebelum ia kembali berbalik dan berjalan melanjutkan tujuannya . Bibirnya mengatub keras sebelum ia mengucapkan nama Kyuhyun dengan kekesalan yang sudah berujung .

“ Cho Kyuhyun , mati kau saat pulang besok ! “ desis Seohyun , kepalanya terasa berdesing karena rasa kesalnya yang sudah berada diubun-ubun kepalanya , memaki Kyuhyun tidak akan cukup untuk menghilangkan rasa jengkelnya kepada pria itu , entah seperti apa pertemuan mereka besok setelah seminggu tidak bertemu .

~**~

“ Apa kau bilang ? Seohyun tahu aku mengirim orang untuk mengikutinya ? “ Kyuhyun menahan tubuhnya yang hendak masuk kedalam mobil .

“ Benar Pak “ sahut Manager Lee

“ Tapi ..bagaimana bisa ? “ tanya Kyuhyun tampak terkejut dengan kabar yang ia dengar , sekitar 2 jam lalu lelaki ini baru menginjakkan kakinya di Korea setelah hampir seminggu mengurusi kerja sama dengan salah satu perusahaan taman hiburan yang ada di Jepang . Dan sekarang ia hendak pulang keapartemennya setelah bertemu dengan sang ayah untuk menyampaikan hasil dari perjalanan bisnisnya .

“ Kim Jong In sepertinya ketahuan oleh Nyonya muda , bahkan Nyonya muda sempat memukulnya “ ujar Manager Lee tampak sedikit ragu untuk memberikan kabar ini kepada Kyuhyun

“ Mwo ? Ketahuan ? Kau bilang Seohyun memukulnya juga ? “ tanya Kyuhyun semakin terkejut , tanpa sadar ia menelan ludahnya membayang kejadian malang yang menimpa salah satu anak buah manager Lee itu

“ Benar Pak “

“ Anak buahmu tidak apa-apa ? “

“ Dia tidak apa-apa , hanya saja Nyoya muda terlihat sangat marah karena tahu anda mengirim orang untuk mengikutinya “

“ Yaya~ tentu saja dia marah , mungkin lebih baik aku pulang dan bicara padanya , ehm Manager Lee , tolong kau sampai kan pada kakek aku baru akan menemuinya besok , bilang saja Seohyun ingin aku menghabiskan waktu denganku , jika aku membawa nama Seohyun dia tidak akan meragukan alasan yang kubuat “

“ Baik Pak “ jawab Manager Lee sambil membukakan pintu mobil untuk Kyuhyun

“ Ehm..kau bisa membayangkan Seohyun jika ia sedang marah manager Lee ? “ tanya Kyuhyun saat ia sudah ada didalam mobil dan membuka kaca jendela mobilnya untuk berbicara dengan kaki tangannya ini

“ Ehm..saya tidak tahu Pak “ ujar Manager Lee menanggapi

“ Dia bisa terlihat mengerikan namun tetap terlihat manis disaat yang bersamaan , aneh bukan ? “ ujar Kyuhyun sambil tersenyum , pria itu lantas menghidupkan mesin mobilnya dan langsung menjalankan mobilnya setelah Manager Lee sempat membungkukkan diri kearah Kyuhyun .

~**~

Kyuhyun menaruh sumpitnya jengah dan mulai menatap Seohyun yang duduk disebrang meja makan minimalis yang mereka tempati . Gadis itu terus melanjutkan aktifitas makan malamnya tanpa memperdulikan Kyuhyun walau ia tahu jika namja yang didepan ini tengah menatapnya seolah menuntut Seohyun untuk balas menatapnya .

Seohyun meraih segelas air dan segera menegak setengahnya untuk memperlancar tenggorokannya, kembali gadis ini melanjutkan aksi makannya dalam diam dan bersikap seolah ia tidak menyadari jika Kyuhyun masih terus menatapnya .

“ Tidak ada ucapan selamat datang untukku ? “ celetuk Kyuhyun

Namun gadis yang didepannya masih tampak acuh dan justru mengambil sepotong ikan dan memasukkan kemulutnya .

“ Chhh~ mencoba mengabaikanku Seohyun ? “

Seohyun masih bertahan untuk tetap mengunci mulutnya, mengatur ekspresi wajahnya sedatar mungkin seolah tidak terpengaruh oleh ucapan Kyuhyun .

“ Mungkin ada yang harus diluruskan disini “ ujar Kyuhyun kembali , namja ini sudah tidak tertarik lagi untuk melanjutkan makan malamnya dan tatapannya hanya terfokus pada seorang gadis yang baru saja menyelesaikan makannya . Seohyun menghabiskan sisa air putihnya dan langsung saja beranjak dari kursinya tanpa memperdulikan Kyuhyun sama sekali .

Kyuhyun cukup terkejut dengan sikap Seohyun yang diluar dugaannya , tidak memakinya namun justru mendiamkan Kyuhyun yang cukup membuat namja itu bingung untuk menghadapinya . Dengan cepat Kyuhyun ikut bangkit dan mengejar Seohyun , ditahannya tangan gadis itu yang langsung dihempaskan Seohyun begitu saja .

Bibir Kyuhyun justru tersenyum kecil karena jika Seohyun menghempaskan kasar tangannya gadis ini mulai tidak tahan untuk terus mengunci mulutnya .

“ Kita bicara sebentar “ ucap Kyuhyun

Seohyun hanya melotot kearahnya dan kembali berjalan hendak menuju kamarnya

“ Aku bisa jelaskan padamu “ ucap Kyuhyun kembali menahan tangan gadis itu . Namun kembali Seohyun menunjukkan gelagat untuk menghempaskan tangan Kyuhyun yang ternyata tidak semudah itu karena Kyuhyun sedikit menguatkan cengkramannya .

“ Lepaskan “ ujar Seohyun membuka suaranya  “ Oke , aku mengaku salah Seohyun “ ucap Kyuhyun , kalimat ini cukup membuat pemberontakan Seohyun untuk menghempaskan tangan lelaki ini terhenti sesaat

“ Aku mengirim orang itu hanya untuk menjagamu saja , aku ada di Jepang jadi kugunakan orangku untuk menjagamu “

“ Kau pikir aku anak-anak yang berusia 5 tahun ? “ tanya Seohyun sinis  “ Itu hanya kedokmu saja , kau takut aku tidak melaksanakan perintahmu ? Melakukan sesuatu yang nanti akan mengacaukan semua rencanamu huh ? Kau pikir aku bodoh sampai tidak bisa meraba hal itu ! “

“ Aku tidak berkata seperti itu “ sahut Kyuhyun  “ Tapi caramu sudah sangat menjelaskan maksudmu !! “ serang Seohyun cepat

“ Baiklah~ aku salah untuk yang satu ini , tapi kupikir kau sudah cukup tahu alasannya , seharusnya kau mengerti kenapa aku mengirim orang untuk mengawasimu “ ujar Kyuhyun mulai melepaskan kaitan tangannya pada pergelangan tangan Seohyun .

“ Apa kau tidak bisa membiarkanku melakukan apa yang ingin kulakukan tanpa harus tergantung dengan perintah yang kau berikan ? “ tanya Seohyun sengit

“ Bukan seperti itu maksudku Seohyun , tapi …..” Kyuhyun tampak menahan kalimatnya , ada sesuatu yang sedikit membingungkannya untuk diungkapkan lewat sebuah kalimat, masih terasa sulit untuk dijelaskan sehingga membuat kalimatnya menggantung begitu saja

“ Apa ? Takut bonekamu ini bertingkah tidak sesuai dengan kehendakmu ?! “ Seohyun bertanya sengit

“ Siapa yang boneka ?! Oh ayolah~ aku baru saja pulang , apa kita harus memperbesar masalah ini ? “

“ Kau yang memulainya Tuan Cho “

“ Jangan memanggilku seperti itu “ geram Kyuhyun yang mulai terpancing

“ Kau tidak suka ? Kau memang tuan besar bukan ? Yang semuanya harus berjalan dengan caramu dan perhitunganmu ! “ Seohyun semakin menjadi menyerang Kyuhyun

“ Berhenti Seohyun “ ujar Kyuhyun dingin , kedua mata hitamnya tampak sedikit berkilat saat kalimat ini meluncur tajam dari bibirnya

“ Tentu , aku akan berhenti , mau seperti apa aku melawan Tuan besar sepertimu tidak akan ada yang bisa kudapatkan “

“ Cukup !”

Seohyun berhenti sesaat , tatapan mereka bertemu , saling menatap tajam seolah berlomba menunjukkan kemarahan siapa sudah siap untuk menguap .

“ Berhenti memanggilku seperti itu , dan kukatakan kau bukan boneka “ Kyuhyun berucap

“ Chhhh “

“ Lupakan masalah ini , jangan pernah membahasnya lagi , aku sudah mengaku salah , kau sudah puas ? Dan jika kau mengatakan aku melakukan ini karena takut kau mengacaukan semua rencanaku mungkin memang benar , tapi ada beberapa alasan lain yang membuatku bingung untuk menjelaskannya , cukup perdebatan kita hari ini “

Setelah mengucapkan kalimat itu , Kyuhyun segera berbalik dan berjalan menjauh dari gadis itu , pria ini berjalan menuju kamarnya dan menghilang dibalik pintu yang menyembunyikan ruangan tempat ia beristirahat .

Seohyun masih berdiri mematung ditempatnya , dadanya memang terasa sangat sesak karena sekuat tenaga ia menahan diri untuk tidak membiyarkan ada satu tetes pun air mata yang menjebol pelupuk matanya . Terlalu konyol untuk ada yang ditangiskan karena hal seperti ini , Kyuhyun sudah seperti seorang dictator yang tidak akan bisa ia lawan, seperti inilah yang harus dihadapinya dua tahun kedepan , menelan semua titah pria itu walau itu akan membuat dirinya merasa tersiksa .

~**~

Seohyun’s POV

Ini sudah ada 2 hari sejak malam dimana aku dan Kyuhyun sempat bertengkar waktu dia baru saja pulang dari Jepang , saat esok paginya aku sudah tidak mendapatinya diapartemen karena ia sudah harus berangkat pagi-pagi ke kantor , sebuah memo kecil ia tuliskan dan ditaruh diatas meja makan yang juga sudah tersedia sarapan pagi , sepertinya pria itu yang membuatnya .

Sebenarnya yang membuatku sedikit merasa ringan bukanlah karena dia sudah menggantikan tugasku untuk membuat sarapan , tapi karena memo yang ia buat cukup membuatku tersenyum seolah lupa dengan kelakukannya yang seenak jidatnya .  Sebuah memo yang bertuliskan permintaan maaf dari seorang Cho Kyuhyun , malam itu dia hanya mengaku salah namun tidak ada satu kalimatpun yang ia ucapkan untuk meminta maaf atas kesalahannya itu , dan sebuah memo yang ia tinggalkan itu entah kenapa sukses membuatku tersenyum kecil dan menyadari jika ia lumayan manis , meminta maaf dengan cara seperti itu sudah menjelaskan kepadaku jika ia memang seorang Cho Kyuhyun yang angkuh , tapi bagiku sifat itu membuatnya tidak terlihat asing , dia memang Cho Kyuhyun .

Selama dua hari ini Kyuhyun memang selalu pulang larut malam , saat dia pulang tentu saja aku telah berkelana dialam mimpiku , hal ini membuat kami tidak bertemu dan tidak saling bicara sejak malam itu , aku memang tidak terlalu marah lagi padanya karena memo yang ia tulis , tapi tetap saja aku masih ingin menghindar darinya , tidak berbicara dulu dengannya mungkin akan bisa meredam perasaanku yang terkadang aku sendiri bingung jika sudah berhadapan dengannya .

Hari inipun sama , Kyuhyun telah berangkat kekantornya , aku kembali bangun lebih siang dan membiyarkan namja itu membuat sarapannya sendiri , namun saat aku ada didapur dan menghampiri meja makan , tidak ada sarapan yang tersaji disana, namun sebuah kertas kecil yang kuyakini sebagai memo lagi darinya terselip dibawah gelas yang berisikan susu coklat .

Kuraih memo kecil itu dan mulai membacanya, tulisannya yang rapi bisa langsung kekenali dari memo ini .

Ini sudah ada 2 hari , jangan bilang kau masih marah padaku ? Aku benar-benar minta maaf, apa aku harus melakukan ‘buing-buing’ ?

Aku sontak tertawa membaca memo ini , namun ini masih belum selesai, kulanjutkan kedua mataku untuk mengikuti tulisan tangannya dan membaca sisa pesan dari Kyuhyun

Datanglah kekantor siang ini , aku selesai rapat pukul 1 siang , kau ingin bekerja bukan ? Sudah kusiapkan satu pekerjaan untukmu , anggap sebagai permintaan maafku , bagaimana ?

Aku tunggu Seohyun , jika kau tidak datang kuanggap kau lebih senang menjadi ibu rumah tangga yang selalu ketiduran jika suaminya pulang dari kantor

Aku sampai membaca dua kali 2 baris kelimat terakhir yang tertulis dimemo ini , pekerjaan ? Dia benar-benar akan memberikan pekerjaan untukku ? Aku melonjak senang sambil sesekali mencium memo yang ditinggalkan Kyuhyun , segera saja aku berlari kekamar mandi dan setelah itu akan mempersiapkan diriku untuk kekantor Kyuhyun , kenapa terasa seperti aku diterima disebuah perusahaan ?

~**~

Aku sampai dikantor Kyuhyun setengah jam lebih awal dari waktu yang ia tentukan , kurapihkan blazer abu-abu yang kupadupadankan dengan androk dari bahan katun  berwarna senada yang panjangnya 5 sentimeter dari atas lututku . Sejujurnya aku tidak tahu harus mengenakan pakaian seperti apa untuk datang kemari , jika aku menggunakan pakaian biasa tapi tujuanku kemari adalah menerima pekerjaan yang Kyuhyun janjikan akan sedikit aneh menurutku , akhirnya setelah sempat meminta pendapat dari Sungmin aku memilih untuk memakai pakaian yang kukenakan sekarang , tidak berlebihan dan mencolok tapi justru membuatku terlihat seperti pegawai-pegawai lainnya , aku harap tidak ada yang sadar jika aku adalah istri dari calon penerus perusahaan ini

Memantapkan posisi tasku dan merapihkan poniku dengan menggoyangkan kepalaku kecil aku kembali melangkah , hall besar yang ada dilobi ini selalu membuatku kagum betapa mewahnya gadung perusahaan yang akan diwarisi oleh Kyuhyun .

Merasakan getaran yang ada ditasku segera kukeluarkan ponselku dan langsung menekan tombol hijau dilayar datar ponsel ini untuk mengangkat telpon dari Kyuhyun.

“ Ne ? “ sahutku berusaha terdengar acuh

“ Kau datang cepat sekali “ ujar Kyuhyun disebrang telponku , mataku melebar dan langsung memutar kepalaku mencoba melihat orang-orang yang ada dilobi ini apakah dari mereka ada yang tengah memperhatikanku , namun tidak berhasil menemukan orang yang mencurigakan aku lebih memilih untuk kembali berjalan menuju sebuah lift yang akan membawaku menuju ruangan Kyuhyun

“ Aku bisa pulang lagi jika kau perintah “ sahutku ketus

“ Ya Tuhan , tidak bisakah kau ramah sedikit padaku , aku hanya menggodamu “ ujar Kyuhyun disebrang sana , senyumku mulai melengkung mendengar ucapannya barusan .

“ Tidak usah keruanganku , tunggu saja aku di kafetaria , kau bisa bertanya pada petugas disekitar lobi , sebentar lagi rapatku selesai , kita bisa sekalian makan siang disana “

“ Kau benar-benar berniat memberikanku pekerjaan tidak ? “ tanyaku sambil menghentikan langkahku yang hampir sampai didepan sebuah lift , kuedarkan pandanganku untuk mencari petugas lobi sesuai arahan Kyuhyun untuk menunjukkan dimana kafetaria di gedung ini .

“ Tentu saja Seohyun , tenang saja~ pekerjaan ini akan cocok dengan kemampuan yang kau miliki “

“ Baiklah , aku tunggu dikafetaria “ ucapku dan langsung mengakhiri pembicaraan kami . Aku berhasil menemukan seorang petugas yang berdiri didekat tangga eskalator , aku mulai melangkah menghampirinya sampai kurusakan seseorang menepuk bahuku yang membuatku menoleh kebelakang .

Segera kubungkukkan tubuhku kearah Changmin yang dibalas singkat olehnya , sebuah senyum manis terpeta diwajah tampannya yang kubalas dengan senyuman singkat . Apa benar jika namja ini mempunyai sifat licik yang pernah Kyuhyun ceritakan ? Senyumnya sekarang seolah melunturkan pemikiran itu dari kepalaku .

~**~

“ Kyuhyun pasti akan marah padaku “ ucapku pelan

“ Aku akan membelamu jika ia memarahimu “ sahut Changmin

Kami berdua saat ini berada dikafetaria dan memilih satu tempat yang berada didekat pintu masuk kafe , Changmin memutuskan untuk ikut denganku kekafetaria saat aku memberitahunya akan menemui Kyuhyun untuk membicarakan masalah pekerjaan .

“ Memang pekerjaan apa yang Kyuhyun janjikan untukmu ? “ tanya Changmin memulai kembali percakapan diantara kami

“ Entahlah~ aku juga tidak tahu, dia menyuruhku datang dulu “ sahutku

“ Kau suka eskrimnya ? “ tanya Changmin kembali

Aku menengadahkan kepalaku untuk menatapnya , aku memang sengaja memesan semangkuk kecil eskrim sembari menunggu Kyuhyun .

“ Hmmmm , kau tidak mau pesan juga ? “ tawarku sambil memasukkan satu sendok lagi kedalam mulutku .

“ Aniyo , aku tidak begitu suka eskrim “

“ Kenapa ? Sedikit lucu bagiku jika ada yang mengaku tidak menyukai eskrim , ini bukan hanya jenis makanan kecil tapi juga alternative untuk mendinginkan perasaanmu , cara yang paling jitu menurutku “ ujarku setelah memasukkan lagi satu sendok kedalam mulutku dan kembali menatap Changmin

“ Ehmm ..sebenarnya seseorang yang memberitahu tentang hal ini “ lanjutku sambil tersenyum kikuk kearah Changmin . Aku berniat memasukkan lagi eskrim yang telah kusedok dengan spoon eskrim ini sampai sesuatu menghentikannya .

Aku terdiam kaku saat merasakan ujung jari Changmin menyentuh ujung bibirku .

“ Ada eskrim disini “ ujarnya yang ternyata sudah memajukan tubuhnya agar lebih mudah menghapus sisa eksrim yang tertinggal dibibirku . Aku bahkan tidak berani menggerakan bola mataku karena takut akan beradu pandang dengan pria ini , yang kulakukan hanya terduduk kaku membiyarkannya menghapus sisa-sisa eksrim itu .

Serasa tersengat sesuatu aku langsung memundurkan wajahku yang langsung membuat ujung jarinya tidak ada lagi di ujung bibirku .

“ Tidak apa-apa , aku bersihkan sendiri “ ucapku cepat dan langsung mengambil tisu yang memang diletakkan ditengah-tengah meja yang kami tempati sekarang . Kediaman langsung menghampiri meja kami , aku lebih memilih untuk menikmati eskrimku dengan menundukkan kepala seolah terfokus pada mangkuk kecil eskrim ini .

“ Apa aku sedikit lancang ? “

Dengan cepat aku menengadah dan menatap Changmin bingung , kugelengkan kepalaku cepat sebagai jawaban atas pertanyaannya

“ Tidak Changmin~ssi , lebih baik kubersihkan sendiri “ sahutku cepat

“ Tentu saja kau lancang “

Aku dan Changmin serempak menoleh dan ….. Ya Tuhan , memang seharusnya aku tidak mengijinkan Changmin ikut bersamaku , lihat betapa mengerikan mata Kyuhyun sekarang .Namja itu sudah berdiri didekat meja kami, dia berjalan kearah kami dengan tatapan tajamnya yang sudah sangat terasa menembus tubuhku .

“ Apa ada ucapanku yang menyuruhmu mengundang seseorang diacara makan siang kita ? “ tanya Kyuhyun dingin , pertanyaan yang ia tujukan padaku cukup membuatku bangkit dari kursiku dan menatapnya memohon , jangan sampai ada adu mulut ditempat umum seperti ini .

“ Bukan begitu tapi …. “

“ Kau tidak pernah mendengarkan ucapan suamimu Seo Joohyun “ ujar Kyuhyun pelan , matanya yang hitam pekat itu sukses membuatku meremang seketika , aku tahu jika sekarang ia benar-benar marah .

“ Dan kau …” Kyuhyun memutar kepalanya untuk menatap Changmin . Changmin masih terduduk dengan santai dan membalas tatapan Kyuhyun remeh .

“ Seperti inilah dirimu , tidak pernah mengindahkan peringatan orang lain “

“ Santailah Cho Kyuhyun , lagi pula aku tidak melakukan yang macam-macam dengan Seohyun “

“ Kau tahu dengan baik betapa aku membencimu Shim Changmin , melihatmu yang terlihat sekali mendekatinya cukup membuatku was was jika kau akan kembali melakukan hal licik seperti waktu itu “

Terjadi perubahan ekspresi pada wajah Changmin yang awalnya tenang mulai mengeras .

“ Lebih baik kau pikirkan gadis yang kau campakan itu setelah kau memanfaatkannya , jangan lagi mengganggu apa yang sudah menjadi milikku “

“ Mwoya ? “

“ Kita bicara dikantorku  “ Kyuhyun kembali berucap padaku , telapak tangannya langsung meraih telapak tanganku , membawaku dengan sedikit kasar untuk keluar dari kafetaria ini , aku yakin beberapa orang pengunjung kafetaria ini sempat menjadikan kami bahan tontonan , aku sama sekali tidak sempat menganggukkan kepalaku kearah Changmin karena Kyuhyun benar-benar memakai kekuatannya untuk membawaku keluar dari sini .

“ Tanganku sakit Kyuhyun~ssi “ protesku saat kami sudah keluar dari kafe dan berniat kembali ke gedung prusahaan Kyuhyun . Namun ucapanku diabaikan olehnya yang terus memimpin langkah kami berdua . Aku semakin meringis dengan hanya bisa melihat punggungnya , langkahku harus sedikit tertatih mengikuti gerak cepat langkahnya .

“ K..Kyuhyun~ssi ..tanganku …”

“ Kau membuatnya kesakitan ! “ Aku begitu terkejut saat ternyata Changmin sudah menghadang jalan kami, sejak kapan dia menyusul ?

“ Selalu ikut campur “ dengus Kyuhyun , namja ini sama sekali tidak mengendorkan cengkramannya dan ini membuatku kembali meringis kecil .

“ Kau mencengkram tangannya terlalu kuat “ ujar Changmin kearah Kyuhyun , mereka kembali saling melempar tatapan tajam , tatapan saling tidak suka satu sama lain .

“ Urus saja urusanmu “

“ Kau tidak lihat dia kesakitan ? Setidaknya jangan bersikap kasar seperti ini “ balas Changmin , entah kenapa aku lebih memilih untuk menunduk , membiyarkan kedua namja ini menyelesaikan urusan mereka dengan cara mereka

“ Kau tidak perlu terlalu peduli pada istri sepupumu sendiri Shim Changmin “

“ Chhh~ Kyuhyun~ah , kau marah hanya karena aku dan Seohyun duduk berdua dikafe seperti itu ? Ini bukan salah Seohyun , aku yang memaksa ikut dengannya , kau tidak bisa bersikap kasar pada Seohyun “

“ Seperti itu ? Ya , aku cukup tahu jika kau memang tidak punya malu untuk menahan diri mendekati istri orang lain “ sengit Kyuhyun

“ Kyuhyun~ssi ..” tegurku dengan suara pelan

“ Kau diam ! “ Kyuhyun berucap tajam kepadaku dan sukses membungkam mulutku

“ Tidak perlu berucap kasar padanya ! “

“ Bukan urusanmu !! “ nada suara Kyuhyun semakin naik , aku tahu ini buruk , entah sampai kapan dia bisa bertahan untuk tidak berteriak .

“ Urusanku jika menyangkut Seohyun “ balas Changmin segera , aku dan Kyuhyun dibuat menatap terkejut kearahnya “ Aku mengenalnya lebih dulu darimu , aku cukup berhak untuk melarangmu bersikap kasar padanya “ lanjut Changmin

“ Hahhaa~ kau bahkan tidak sadar dimana posisimu “ Kyuhyun tertawa sinis “ Berhenti bersikap sok pahlawan jika sebenarnya kau punya maksud lain “

“ Apa maksudmu ? “ Changmin bertanya lewat sudut bibirnya

“ Kau paham betul maksudku Shim Changmin “ ujar Kyuhyun , kedua namja ini sudah saling berhadapan yang membuatku semakin punya firasat buruk “ Perlukah kuperjelas jika merampas sesuatu sudah menjadi kebiasaanmu “ lanjut Kyuhyun dengan suara yang hampir berbisik .

Aku berteriak kaget saat dengan cepatnya Changmin mendaratkan pukulan diwajah Kyuhyun membuat namja itu oleng kebelakang dan sontak melepaskan cengkraman tangannya pada pergelangan tanganku . Aku menutup kedua mulutku dan menatap takut kearah Kyuhyun yang sudah terlihat murka, dengan cepatnya ia berjalan kearah Changmin dan langsung membalas dengan memberikan pukulan yang tepat sama di sisi wajah Changmin, sama sepertinya , Changminpun oleng dengan terhuyung beberapa langkah kebelakang .

“ Ada apa dengan kalian berdua ?! “ tanyaku kuat . Tapi tidak ada satu orangpun dari mereka yang memperdulikan ucapanku, terjadi baku hantam antara keduanya yang membuatku semakin bingung harus berbuat apa , orang-orang yang baru keluar dari kafetaria pun hanya bisa mematung dan saling berbisik melihat tingkah konyol dari kedua atasan mereka dikantor , sempat terpikir olehku untuk menahan tangan Kyuhyun , namun saat hendak mendekatinya terpaksa aku harus mundur lagi karena dia sedang melayangkan sebuah tinju dan sukses menyapa rahang Changmin .

“ Apa yang kalian lihat !! Bantu aku melerai mereka !!! “ teriakku kearah orang-orang yang hanya menonton kejadian ini , beberapa yang pria dari mereka tampak mengerti dan berlari kearahku , mereka sempat ragu saat baku hantam antara Kyuhyun dan Changmin semakin menjadi , namun saat aku berteriak jika aku istri Kyuhyun dan ingin mereka melerai Changmin dan Kyuhyun dengan cekatan 4 orang pria ini memisahkan Kyuhyun dan Changmin , 2 orang memegang kedua lengan Kyuhyun dan 2 orang lagi memegang 2 lengan Changmin . Nafas yang terengah-engah terus meluncur dari bibir mereka yang disudut-sudutnya telah mengeluarkan darah segar , lebam keungu-unguanpun menjadi pelengkap hiasan wajah mereka karena babak belur .

“ Bisa bersikap lebih dewasa ? “ tanyaku kearah dua orang ini yang masih saja saling melempar tatapan tajam . “ Kalian itu…”

“ Apa yang terjadi ? “

Aku membatu ditempatku , suara yang tidak begitu asing terdengar dibelakang kepalaku , Changmin dan Kyuhyun sudah keburu menoleh kearah belakangku dan bisa kulihat jika mereka langsung terkejut , menyingkirkan orang-orang yang memegang kedua lengan mereka dengan tergesa-gesa dan langsung menundukkan kepala mereka .

Aku menoleh kebelakang secara perlahan , nafasku seolah tertahan karena melihat kakek berdiri beberapa meter dari kami , terpancar kemarahan yang amat jelas dikedua bola matanya, kakiku melemas seiring dengan kakek yang berjalan semakin mendekat kearah kami , seorang pria yang kupikir adalah asisten kakek tampak berjalan sedikit dibelakangnya .

“ Kalian bertiga ikut aku “ ucap kakek dingin .

Kami tahu jika sekarang masalah yang jauh lebih besar sudah terbentang dihadapan kami

~**~

“ Jelaskan padaku ! Kenapa kalian justru diam !!! “ kakek memukul meja kerja yang ada diruangan ayah Kyuhyun yang membuat kami bertiga terlonjak . Ternyata tadi kakek sedang mengunjungi kantor dan hendak menuju kafetaria . Dan naas bagi kami dia melihat kejadian dimana Changmin dan Kyuhyun yang saling baku hantam . Dia membawa kami keruangan ayah Kyuhyun dan sekarang seperti inilah kami , bersiap menerima ocehan darinya karena ulah kedua cucunya .

“ Shim Changmin ! Jelaskan sesuatu !! “ kakek membentak Changmin , bisa kulihat lewat ekor mataku jika Changmin hanya berdiri dengan menundukkan kepalanya , sesekali dia meringis karena rasa perih diwajahnya .

“ Masih tidak mau bicara ? Calon direktur Cho Kyuhyun !  Bisa kau jelaskan padaku kenapa kau bisa melakukan tindakan konyol seperti ini ?” kakek beralih ke Kyuhyun , dan sama seperti Changmin , Kyuhyun lebih memilih diam , namun dia tidak menundukkan kepalanya justru sibuk mengurusi luka-luka diwajahnya . Aku sadar jika kakek cukup geram dengan tindakan acuh dari Kyuhyun .

“ Kyuhyun~ah !!! “ bentak kakek , ini cukup membuat Kyuhyun teralihkan dari mengurusi luka lebamnya . “ Apa yang terjadi dengan kalian ? “

“ Sudahlah kek , ini cukup masalahku dengan Changmin “ sahut Kyuhyun , aku melotot kearah Kyuhyun karena dia begitu tidak sopan mengucpakan kalimat itu dihadapan kakek , kakek tampak menarik nafas panjang sebagai usahanya menahan amarahnya .

“ Apa kalian tidak malu dilihat oleh pegawai-pegawai lain , kalian sebut diri kalian calon penerus perusahaan ini ? Lihat tingkah kalian sekarang ?! “ Kakek berteriak , aku bisa melihat jika asisten kakek tanpa was was berdiri dibelakang kakek , tentu saja ini terlihat mengkhawatirkan .

“ Seohyun ! “ Aku terlonjak dan langsung menundukkan kepalaku dalam-dalam .

“ Jelaskan padaku apa yang membuat dua orang tidak berguna ini sampai berkelahi ?” tanya kakek kearahku , tidak ada senyum ramah yang biasa ia suguhkan padaku , tatapan sama tajamnya saat ia menatap Changmin dan Kyuhyun membuatku tidak bisa berkutik

“ Itu …”

“ Seohyun tidak tahu apa-apa kek “ Kyuhyun memotong kalimatku yang akan terucap dengan nada bergetar

“ Tutup mulutmu ! Kau tidak menjawab saat aku bertanya, sekarang aku tidak bertanya padamu !! “

Kyuhyun melirik kearahku dan menggeleng kecil , namun kakek sudah berjalan mendekatiku yang membuatku semakin menenggalamkan kepalaku menunduk untuk menatap lantai yang kupijak . “ Seo Joohyun , kutanya kenapa kedua orang ini bisa berkelahi ? “ kakek kembali bertanya padaku , kedua tanganku mengepal sambil meremas sisi rokku , bagaimana aku harus menjelaskan kepadanya jika aku sendiri dibuat bingung dengan tingkah kedua cucunya .

“ Sebenarnya ….” aku menelan ludahku , jawaban apa yang harus kuberikan kepada kakek , aku tidak mau berada disalah satu pihak dari mereka meski itu Kyuhyun sekalipun . “ Ini salahku kek “

Aku yakin semua orang tengah menatapku sekarang , mungkin ini adalah jawaban terbaik yang bisa kuberikan , karena pada kenyataannya memang ini semua salahku , seharusnya aku bisa menolak Changmin untuk ikut bergabung makan siang .

“ Apa maksudmu ?! “ aku menoleh dan menatap lirih Kyuhyun dan Changmin yang mengucapkan kalimat tadi secara bersamaan , aku kembali menatap kakek dan membungkukkan tubuhku kearahnya .

“ Ini salahku kek, sedikit sulit untuk menjelaskannya, tapi semua ini sepenuhnya salahku , jika kakek berfikir harus ada sebuah hukuman, aku yang pantas menerimanya “ ujarku sambil memejamkan kedua mataku

“ Kau itu bicara apa Seohyun ! “ Changmin beringsut mendekatiku , namun saat aku menengadahkan kepalaku kulihat Kyuhyun sudah menghalangi Changmin .

“ Perlu kuingatkan lagi batasanmu ? “ tanya Kyuhyun , kalimat itu cukup membuat Changmin terdiam, terlihat sekali ia menahan diri untuk tidak membalas ucapan kakek, faktor kakek ada disini kuyakin sebagai salah satu alasan Changmin lebih memilih diam .

“ Apa maksudmu Seohyun ?” kembali kakek bertanya kearahku

“ itu..aku …”

“ Kakek jangan dengarkan dia , Seohyun tidak tahu apa-apa “ Kyuhyun kembali memotong ucapanku , aku menoleh kesal kearah pria ini sambil mendelik kearahnya .

“ Aniyo kek , ini …”

“ Kau diam saja !! “ Kyuhyun berujar kearahku “ ..Kakek , apa perlu kakek memperbesar masalah ini ? Ini urusanku dengan Changmin, kami punya cara sendiri untuk menyelesaikan masalah kami , berhentilah untuk ikut campur “ lanjut Kyuhyun kearah kakeknya . Ya Tuhan ! Pria ini tidak bisakah dia bersikap sedikit lebih sopan .

“ Aa..Apa kau bilang ? “

“ Aku dan Changmin sudah dewasa , jika kami bertengkar kami akan menyelesaikannya sendiri , dan jangan membawa Seohyun dalam masalah ini “

“ Kkau ..dasar kau cucu kurang ajar ! “ Mata kakek tampak berkilat marah karena ucapan Kyuhyun , karena begitu emosi dengan cucunya yang satu ini , kakek menggunakan tongkat yang selalu ia gunakan untuk membantunya berjalan untuk memukul Kyuhyun . Aku menatap bingung kejadian yang ada didepanku sekarang , Kyuhyun tampak berusaha menghindar sementara sang kakek terus membabi buta menghajarnya menggunakan tongkat berjalannya .

“ Kemari kau cucu kurang ajar ! Dasar anak nakal !! Tidak pernah berubah meski usiamu sudah setua ini !! Kemari biar kuhajar kau !!! “ teriak kakek

“ Kakek berhenti memukulku !! Kau menghancurkan reputasiku !! “ balas Kyuhyun sambil berteriak , namja ini tampak berusaha keras menghindari pukulan kakek namun naas baginya karena tongkat kakek sukses melayang kesisi-sisi tubuhnya yang membuat Kyuhyun berteriak kesakitan .

“ Reputasi kau bilang ?!! Berkelahi diluar seperti tadi juga sudah merusak reputasimu , akan kulengkapi hidupmu dengan menghancurkan reputasimu sekalian !!!” kakek berujar nyaring , asisten kakek tampak setia mengikuti gerak gerik kakek , aku yakin jika dia hanya berjaga-jaga jika kakek terlihat oleng . Aku dan Changmin masih terdiam ditempat kami , kugigit bibirku kuat-kuat karena begitu bingung dengan apa yang harus kulakukan . Aku mulai maju mendekati pergulatan mereka, Changmin memang sempat menahan lenganku namun langsung kuhempaskan, melihat Kyuhyun sudah berteriak-teriak seperti itu membuatku tidak tahan untuk tidak membelanya .

“ Kakek berhenti memukulku , ini sudah termasuk kekerasan !! “

“ Berhenti ? Aku tidak akan berhenti sampai kau mengaku salah bocah kurang ajarrr !!! “

“ Kakek kumohon berhenti , aku bisa menjelaskan semuanya , ini bukan salah Kyuhyun sepenuhnya , kakek kumohon “ aku berucap keras agar bisa menandingi teriakan kedua orang ini , namun kakek masih saja terus berusaha melancarkan serangan pada Kyuhyun , sampai kuputuskan untuk menyelipkan tubuhku diantara mereka , dan ….

TAKKKK

Seketika kami semua terdiam , aku mematung ditempatku dengan tangan yang sudah menyentuh pelipisku , kakek yang berdiri didepanku juga ikut terkejut dan menjatuhkuan tongkatnya . Ya~ tongkat kakek berhasil menghajar pelipisku , rasa pening seketika menghujam sisi kiri kepalaku , aku oleng kebelakang namun langsung kurasakan seseorang menahan tubuhku , aku tahu itu Kyuhyun karena saat aku mencoba melerai mereka aku memang berada diantara dua orang ini .

“ Kakek ! Kau memukulnya !! “

~**~

Aku terduduk diujung ranjang yang ada dikamarku dengan memegang sebuah kompres yang kutempelkan dipelipis kiriku yang sempat menjadi tempat mendarat tongkat kakek , setelah kejadian itu , Kyuhyun langsung saja marah-marah pada kakek yang hanya bisa terdiam , sebenarnya aku tidak apa-apa , aku yakin jika kakek tidak sengaja namun namja ini sudah menarik tanganku dan membawaku pulang keapartemen .

Merasa sudah lebih baik kutaruh kompres ini begitu saja dan memilih untuk keluar dari kamarku , aku langsung menuju dapur dan mengambil kotak obat .

Dengan membawa kotak obat ini aku menghampiri pintu kamar Kyuhyun yang tertutup , kuketuk pelan dan mendengar suaranya yang menyuruhku membuka pintu ini .

“ Kau sudah lebih baik ? “ tanya Kyuhyun saat aku sudah masuk kedalam kamarnya . Aku tidak menjawab pertanyaan namja ini justru sibuk meneliti wajahnya , mencari tahu separah apa luka yang dibuat oleh Changmin diwajahnya . Aku sudah benar-benar sampai didepannya , Kyuhyun hanya terdiam dengan ekspresi wajah bingung karena aku masih belum menjawab pertanyaanya hanya sibuk memperhatikan seberapa parah luka lebam yang ia terima .

Sebelah tanganku yang tidak memegang kotak obat segera meluncur kewajahnya , ujung jariku menyentuh sudut bibirnya yang terluka dan menyisakan darah kering disana .

“ Awwwww…” ringis Kyuhyun saat aku sedikit menekannya

“ Dia menghajarmu dengan sangat baik “ gumamku pelan dengan masih memperhatikan wajah Kyuhyun yang terluka

“ Mwo ? Aku juga berhasil membuatnya babak belur asal kau tahu ! “ ucap Kyuhyun tidak terima , kini tanganku beralih untuk menyentuh sudut rahangnya dan berhasil membuat Kyuhyun kembali meringis kecil .

“ Ayo ku obati “ ucapku akhirnya , kutarik tangannya untuk duduk diujung diranjang milik Kyuhyun , tidak ada protesan dari namja ini karena dia menuruti perintahku , kami berdua duduk dipinggir ranjangnya dan saling berhadapan , aku mulai menuangkan sedikit alkohol ke sejumput kapas lalu mengoleskan secara hati-hati kebeberapa luka lebam diwajahnya . “ Apakah masih sakit ? “ tanyaku pelan dan masih berkonsentrasi mengolesi alkohol ini diwajahnya

“ Sudah lebih baik “ balas Kyuhyun

DEG

Tidak sengaja kedua mata kami bertemu , karena aku yang mengobatinya ini membuat jarak wajahku dengannya berada dalam jarak yang cukup dekat , aku meringis dalam hati karena merasakan detak jantungku yang sedikit berdetak diluar kecepatan biasanya , segera kualihkan tatapanku dan kembali fokus pada luka-luka yang dideritanya . Kutarik tanganku dan kini beralih untuk mengambil obat merah , dengan menggunakan sejumput kapas yang baru , kutuangankan beberapa tetes kekapas putih itu dan kembali mengarahkannya kewajah Kyuhyun , kali ini yang ku obati adalah sudut bibirnya yang terluka .

Aku harus benar-benar menahan nafasku sekarang , kenapa aku merasa mata pekat Kyuhyun diarahkan lurus kearahku , konsentrasi benar-benar pecah , tanganku sedikit bergetar saat aku hendak menambahkan obat merah untuk mengobati sudut bibir Kyuhyun yang lainnya , dan saat tanganku masih bekerja mengobatinya , tiba-tiba Kyuhyun menahan pergelangan tanganku , kali ini aku terpaksa harus menatapnya .

“ Aku sudah tidak apa-apa “ ujarnya pelan , sebuah senyuman yang teramat manis ia suguhkan padaku , aku tidak bisa menyangkal jika aku sempat terbuai dengan senyuman itu sebelum kembali tersadar dan dengan cepat langsung bangkit dari pinggir ranjang Kyuhyun ini . Langsung saja kubereskan dengan tergesa-gesa kotak obat yang kubawa ini , aku benar-benar tidak bisa menyembunyikan kegugupanku karena aku kesulitan untuk menutup kotak obat ini . Aku masih bisa merasakan jika mata Kyuhyun masih terus mengikutiku , hal ini yang membuatku tidak berani melihat kearahnya .

“ Lebih baik kau berisitrahat , lukamu masih belum bisa kena air “ ucapku berusaha mengalihkan rasa canggungku .

Setelah kotak obat ini benar-benar rapat , aku berfikir untuk benar-benar berjalan keluar dari kamar Kyuhyun , namun saat langkahku baru beberapa jalan seseorang menahan tanganku dan aku tahu itu dia ! Mati kau Seohyun !!

“ Lukamu sudah tidak apa-apa ? “ tanya Kyuhyun saat aku berbalik dan berpura-pura menampilkan wajah bingung karena ia menahan tanganku , aku tersenyum kikuk kearahnya sambil mengangguk kecil

“ Ne, itu bukan apa-apa “ ucapku , Tuhan !! Demi apapun aku sendiri tidak bisa mengatasi wasa canggungku !!

“ Biar kulihat ~~ “ Kyuhyun menarik tanganku yang membuatku mendekat kearahnya secara paksa , aku langsung dihadapkan dengan leher jenjangnya sedangkan ia meneliti pelipis kiri kepalaku

“ Sepertinya masih merah “ ujar Kyuhyun pelan . Aku menutup kedua mataku merasakan hembusan nafasnya menyapa kulit wajahku , pria ini ……  “ Benar tidak sakit lagi ? “ tanya Kyuhyun

Aku semakin tidak bisa mengendalikan detak jantungku , aku tahu ada sesuatu yang aneh sedang menimpaku , reaksi macam apa ini ?! . “ Menjauhlah …” bisikku pelan

“ Nde ? “

“ Menjauhlah Kyuhyun~ssi “ ulangku jauh lebih pelan

“ Kalau aku tidak mau ? “

“ Mwo ?”

Aku menengadahkan wajahku cepat dan langsung beradu pandang dengan Kyuhyun , suatu keputusan yang salah kuambil karena harus menatapnya , aku baru sadar jarak kami  begitu dekat yang hanya berjarak beberapa centi .

Selama beberapa detik kami hanya bisa saling menatap , tenggelam dalam pekatnya bola mata masing-masing , dan aku benci mengakui jika aku terbuai dengan ketampanan wajahnya . Sesuatu menyadarkanku , Kyuhyun menyentuh pinggangku dan membawaku hingga menempel pada tubuhnya, kedua mataku melebar dan bersamaan dengan itu pria ini melakukan sesuatu yang tidak waras . Bibirnya mendarat manis diatas bibirku , aku mengaku seketika karena perbuatan Kyuhyun , dengan mata yang masih terbuka bisa kulihat namja ini menutup kedua matanya, jangan katakan jika dia memang benar-benar menciumku , kedua telapak tanganku mengepal kuat , dan tubuhku terasa mati rasa karena keterkejutan yang diakibatkan olehnya .

Sebelah tangannya mulai naik dan berakhir dipipiku , mengelusnya pelan dan membuatku benar-benar terasa melayang sekarang , Ya Tuhannnnn

Tidak ada balasan dariku , otakku masih terasa kosong yang membuatku benar-benar seperti manusia yang kosong tanpa ada roh yang mendiaminya .

Sadar akan ketidakadaan balasan dariku , kurasakan Kyuhyun menarik bibirnya , jarak kami masih begitu dekat , dia bahkan tidak mengendorkan tangannya yang memeluk pinggangku , aku masih menempel pada tubuhnya dan dahinya ia senderkan didahiku . Aku benar-benar bisa gila !!

“ Kita sudah siap Seo Joohyun “ bisiknya pelan , bahuku meremang hebat , aku menatap lurus kearahnya dengan nafas yang sedikit naik turun , aku merasa Kyuhyun kembali mendekatkan bibirnya namun aku langsung menahan dadanya yang membuat dia mengerem seseaat kepalanya .

“ Aku …aku …” ucapku terbata , sama sekali mataku tidak bisa teralihkan dari matanya, kami saling menatap lurus dan kuraba Kyuhyun membiyarkanku melanjutkan kalimatku . “ Kita …atas dasar apa ? “

Senyum tipis terumbar diwajah Kyuhyun , kakiku terasa lemas seketika membuat tubuhku benar-benar pasrah berada didalam dekapannya .  “ Anggap kita saling mencintai untuk malam ini , kau bisa ? “ tanya Kyuhyun lirih , matanya berubah sayu seketika dan demi apapun aku tidak bisa menahannya lagi yang kembali menyerang bibirku , kedua mataku tertutup secara bersamaan saat bibir kami saling bertemu , tanganku mengepal dengan masih menempel didadanya , otakku terasa tidak berfungsi  mungkin karena yang kulakukan justru membalas pelan kecupan Kyuhyun , sadar dengan balasanku , namja ini mulai semakin dalam menciumku , menghipnotisku dengan sapaan bibirnya yang begitu lembut walau terasa sedikit asin karena sisa darah keringnya dan ….aku benci mengakuinya , jika aku mulai menikmatinya !

Kami semakin melumat lebih dalam , dengan lancangnya aku meremas kaos yang ia kenakan , menariknya sampai benar-benar menempel pada tubuhku , suara kecapan dari bibir kami benar-benar sudah menunjukkan jika aku dan Kyuhyun sudah diluar batas yang bisa kami kendalikan .

Sesaat Kyuhyun menarik bibirnya cepat dari bibirku , melepas kontak kami beberapa detik namun masih saling menempelkan dahi dan hidung . Aku dan Kyuhyun tampak berlomba menarik nafas sebanyak-banyaknya , mata hitam pekatnya masih setia menatapku yang membuatku terhipnotis penuh pada pesona pria ini .

“ Aku tidak sedang berakting Seohyun~ah “ bisiknya

Tanpa malu lagi , kedua tanganku langsung berpindah menyentuh kedua sisi wajahnya , menarik wajahnya dan langsung menyerang lebih dulu bibir Kyuhyun , aku sampai berjinjit dan sukses melumat penuh bibir namja ini , sadar akan seranganku , Kyuhyun membalasnya dengan kecupan yang jauh lebih dalam dan berani , aku membuka mulutku merasakan sapaan lidahnya , meremas rambutnya kuat karena sensasi asing yang memabukkan , kurasakan kakiku seperti tidak menapaki bumi sampai aku sendiri dibuat terkejut karena Kyuhyun telah menghempaskan tubuhku diranjang besar miliknya .

Dia telah melepaskan tautan bibirnya dibibirku dan kini memilih untuk menghembuskan desahan hangat ditelingaku , aku menggelinjang sambil memejamkan kedua mataku , tubuhnya terasa menimpaku dengan lembut dan justru membuatku merasa nyaman . Bibirnya menyapa sisi wajahku hingga kembali meraub bibirku , aku semakin dibuat terlena oleh pria ini saat bibir lembutnya turun dan mengendus leherku , mataku terbuka sesaat sebelum kembali tertutup dan mendesah berat akibat perbuatan namja ini . Tidak ada pemberontakan yang bisa kulakukan , otakku hanya terisi bagaimana cara menikmati ini dan mungkin aku harus membalasnya .

Sampai kurasakan bahuku dikecup lembut olehnya aku sadar jika aku telah kalah , namja ini benar jika aku telah siap melakukan ini dengannya . Membutakanku dalam sebuah kenikmatan yang meracuni otakku . Desahan keras keluar dari mulutku saat merasakan tangannya meremas dadaku , Cho Kyuhyunnnnnnnnnn……………

TBC

 

310 thoughts on “MAKE HER PREGNANT – Part 4

  1. hhhhhh utk part ini aku g bs koment apa apa hehehe pkokonya mkin keren n seru bnget…..sungguh apa lagi bgian terakhir hadehhh semoga mrk berhasil saja😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s