MARRY ME ( Remake Version ) Part 6

Judul : MARRY ME ( REMAKE VERSION)

Cast :   Han Ga Rim (my fiction)

Kim Jong Woon aka Yesung (Super Junior)

Choi Minho (Shinee)

Im Yoon Ah aka Yoona (SNSD)

Member Super Junior

Member SNSD

Kang Soo Hwa : manager Super Junior

Lee Eun Soo : manager SNSD

Author : Riska Fasyah Bayenti

Rating : General

Length : Chapter

Genre : Romance , Comedy

Desclaimer : Karakter Han Ga Rim murni hanya imajinasi saya dan asli karangan saya. Sah sepenuhnya milik saya bukan untuk diJIPLAK Cerita ini sebelumnya sudah pernah dipost di FB saya, tapi saya post lagi di WP dan saya perbaiki, intinya tetap sama namun ada sedikit penambahan.

*Part 6*

 

Han Ga Rim’s POV

Saat aku melihatnya sudah kembali dan benar-benar berada tepat dihadapanku, sungguh kukatakan aku tidak bisa menahan perasaan senang dihatiku. Melihatnya sehat,dan pulang kerumah ini dengan tidak kekurangan suatu apapun itu jauh lebih menenangkan dari hal apapun.

Aku tidak pernah merasakan perasaan ini sebelumnya,bertemu seseorang yang benar-benar kau rindukan untuk memenuhi candumu selama beberapa hari karena tidak melihatnya, hal itu bagaikan kau berhasil menemukan sebuah telaga air disaat kau hampir mati karena kehausan ditengah gurun yang gersang .

Setelah selesai mandi dengan kecepatan tingkat tinggi, aku langsung menuju dapur. Mereka mengatakan ingin makan, ya kukatakan ‘mereka’ , karena beberapa member Super Junior kini sudah berkumpul dirumahku, mereka ingin makan siang disini .

Keyakinanku sedikit bertambah tentang keperhitungannya (?) beberapa member Suju seperti Leeteuk sebagai sampel utamanya . Sebenarnya bisa saja kan mereka memesan makanan diluar atau makan direstoran mahal saja,mereka tidak mungkin kekurangan uang bukan ? Tetapi mereka sepakat untuk makan dirumah ini dengan alasan “ingin meningkatkan silaturahmi antar member’ .

Alasan macam apa itu, mereka sudah tinggal bersama lama sekali, bahkan sudah lebih dari 10 tahun, masih mau meningkatkan silaturahmi. Memangnya aku bodoh, bilang saja, pada mau makan gratis. Ckckck~~.

Aku sedikit merasa senang saat Ryeowook dan Leeteuk beranjak untuk membantuku .

“Kami bantu ya Ga Rim~ah “ tawar Ryeowook

“ Terima kasih Oppa “ jawabku senang .

“Aku juga membantu, aku kan tau diri, karena makan yang gratisan jadi aku akan membayarnya dengan membantumu memasak.” ucap Leeteuk sambil memegang pisau dengan gaya yang sedikit berlebihan .

Aku hanya membalas dengan senyumanku ucapan Leeteuk , dan kini aku mulai memotong beberapa sayuran, dan menyiapkan bumbu-bumbu . Sedangkan Ryeowook, dia meminta untuk dia saja yang memasak, sedangkan Leeteuk, aku dan Ryeowook sepakat menyuruhnya untuk mencuci ikan dan ayam.

Tentu saja , dia sempat menolak, tapi ketika aku mulai menatapnya mencoba mengingatkan tentang janjinya untuk membantuku, dia langsung terdiam dan mulai mencuci ikan dan ayam itu.

Aku sempat melirik Shindong yang kini membuka lemari pendingin dan dengan mudahnya, mengambil semua makanan ringan didalam lemari pendingin itu.Aku menatapnya tidak percaya, semua snack itu aku beli untuk persediaan seminggu ini karena aku sering lapar tengah malam. Dan melihat seperti ini, sepertinya aku harus kembali membeli snack-snack yang baru.

~**~

”Makanan sudah siap !! “ teriak Ryeowook yang berhasil membuat semua kepala yang ada diruang tengah menoleh kearah meja makan minimalis ini.

Aku baru saja meletakkan sepiring ayam kecap bumbu kimchi (?) diatas meja, lalu menepuk-nepuk tanganku seolah telah membereskan sesuatu yang luar biasa.Aku bisa melihat Shindong hampir berlari menuju makan ini. Kalau tidak Ryeowook segera mengancungkan sutil kearah hyungnya itu mungkin meja ini akan langsung bubar, menghadapi orang yang tingkat kelaparan seperti Shindong .

“Aishhh~~ kenapa meja makan ini kecil sekali Yesungie, kau ini perhitungan sekali, seharusnya pesan meja yang lebih besar “ cibir Leeteuk dan langsung menduduki salah satu kursi yang memang cuman ada dua dimeja itu, , sedangkan kursi yang satunya, aku baru sadar sudah ditempati oleh Sungmin yang sedang memegang sumpit dengan ditempelkan diujung bibirnya.

” Kayu mahal hyung “ ucap Yesung asal. Ckckck~~memalukan sekali jawabannya.

“ Sudahlah, kita mengambil makannya disini, tapi kalau sudah, langsung keruang tengah saja, makan bersama disana “ ucap Donghae mengusulkan yang langsung disetujui oleh semua orang.Akhirnya secara teratur, kami mulai mengambil makanan dan setelah itu makan bersama diruang tengah.

~**~

”Minggir ..minggir..minggir..” ucap Leeteuk saat melihatku ikut bergabung makan diruang tengah .Leeteuk bangkit dari kursi sofa yang memang hanya muat untuk tiga orang yang sudah ditempati oleh dia, Shindong dan Siwon .

Dia menaruh piringnya dimeja, lalu berjalan menghampiriku .

“Ibu hamil harus duduk disofa , itu tidak baik untuk perutmu Garim~ah “

“Ayo.. “ ajaknya sambil mendorong punggungku lembut.

Aku dan Leeteuk berdiri didepan sofa, dan sedikit bingung saat hanya muat satu tempat lagi untuk diduduki .

“ Hei Shin Donghee ! Cepat  turun ! Biarkan Garim yang duduk disofa “ titah Leeteuk sok galak, dan tentu saja diabaikan oleh Shindong yang seolah tidak terpengaruh oleh apapun dengan tetap melanjutkan makan siangnya .Sedangkan Siwon yang duduk disampingnya tampak tenang dan terlihat penuh damai (?)

”Aku tidak apa-apa Oppa “ ucapku

“ Aniii, tidak boleh seperti itu ! Kepentingan wanita harus didahulukan “ ujar Leeteuk lembut dengan memancarkan aura dewasanya .

“Yaa !! Shindong~ah ! “ tegur Leeteuk lagi .

Tampak Shindong yang melirik Leeteuk sekilas, tatapan namja itu berusaha dibuat lebih tajam dari tatapan Leeteuk yang menatapnya.

“ Wae ! Cepat turun ! Biarkan Ga Rim yang duduk ! “ ucap Leeteuk menegaskan kalimatnya.

“ Kau suruh Siwon saja yang turun, aku lebih tua darinya “ elak Shindong .

“Aniya ! Siwon penuh dengan aura kebaikan , sangat baik jika Garim didekatnya, sedangkan kau….”

“Aku kenapa ?”

“Apa perlu kulanjutkan ?”

Merasa beberapa member mulai menatapnya dengan tatapan yang sama agar Shindong  segera lengser dari kursinya , mau tidak mau akhirnya Shindong bangun dari kursinya dan bergabung bersama Sungmin dan Ryeowook yang duduk dibawah tepat disamping meja.

“Silahkan duduk Ga Rim~ah “ ucap Leeteuk mempersilahkanku

“ Terima kasih Oppa “ jawabku lalu duduk disofa tepat disamping Siwon .

“Aihss, tunggu ..” ucap Leeteuk tiba-tiba.

“Hyung ! Kenapa kau repot sendiri sih ?” ujar Yesung yang sedikit gerah dengan Leeteuk yang bukannya makan saja justru terus mengoceh .

”Aku mulai berfikir,kau juga kan tuan rumahnya, seharusnya kau yang duduk disini, bukan dibawah seperti mereka “ jelas Leeteuk sambil melirik Shindong dan kawan-kawan (?)  yang sudah tampak asik dengan makanan mereka.

“ Tidak apa-apa Hyung, kau kan lebih tua, jadi aku tidak masalah kalau kau diatas “ ucap Yesung .

“Tapi …”

“Sudah hyung tidak apa-apa, biarkan Siwon duduk disofa  “ potong Yesung .

” Sudah Oppa, kau duduk saja disini “ ucapku .

“Ya sudahlah kalau begitu “ ucap Leeteuk akhirnya.

Kenapa tidak dari tadi saja sih?? Repot sekali.

~**~

Dan seperti yang dilakukan oleh kebanyakan orang, selesai makan langsung bergegas pulang sepertinya juga adalah kebiasaan member Super Junior. Dengan mudahnya mereka menaruh semua piring kotor dibak cuci piring, lalu dengan akting yang bagus seolah menerima telpon dari Soo Hwa, mereka mengatakan harus buru-buru pulang.

“Haduh~~ sebenarnya kami sangat ingin sekali membantumu membereskan barang-barang itu Ga Rim~ah ! Namun apa daya, kami harus istirahat segera untuk hari besok yang tak kalah sibuk “ ujar Shindong sambil menyentuh dadanya seolah tidak tega padaku, dasar penjilat!

Aku hanya menatapnya malas , seolah sudah tahu akan aktingnya yang buruk itu.

“Terima kasih atas makan siangnya Ga Rim~ssi “ ucap Siwon kepadaku.

“Sama-sama Oppa “ ucapku tersenyum. Aku tidak bisa tidak membalas senyum Siwon yang sangat mempesona itu.

“Kapan-kapan kami akan datang lagi untuk makan disini Ga Rim~ah “ tambah Shindong bersemangat.

Aku hanya tersenyum pahit, berharap hari itu tidak akan datang lagi, dia akan memborong habis semua bahan makanan yang ada dikulkasku. Dan aku sedikit terkejut saat melihat dia menenteng dua bungkus snack ukuran besar, tunggu ! Itukan snackku yang khusus kusimpan dilemari makan, bukan dikulkas . Astaga ! Yang ini juga diambil olehnya ? Ckckck~~.

Akhirnya mereka semua pergi dari rumahku. Aku berjalan kebak cuci piring dan mulai membersihkan piring-piring itu.Aku mengambil sarung tangan plastic, namun tepat saat aku menjulurkan tanganku, tiba-tiba seseorang telah meraihnya duluan. Aku sontak menoleh kesebelahku dan mendapati Yesung . Dia yang mengambil sarung tangan plastik itu lalu mulai memakainya.

“Mau apa ?” tanyaku bingung .

“Mencuci piring-piring ini “ ucapnya datar

“geser, kau saja yang membilas, aku yang mencucinya “ lanjutnya .

Aku memandang sisi wajahnya kini, dia mulai mencuci piring satu persatu, dan aku seolah terdiam ditempatku menatap wajahnya .

” Sampai kapan kau mau memandangiku seperti itu? Aku tahu aku sangat tampan, tapi aku sudah tidak membuka pendaftaran fans untuk orang sepertimu “ ucapnya mengagetkanku .

Akupun langsung mengalihkan tatapanku dan ikut menghadap lurus kedepan, lalu mulai membilas piring-piring yang baru saja dicuci olehnya .

”Kau percaya diri sekali “ ucapku sok ketus .

Aku hanya bisa mendengar jika ia tertawa kecil, namun sekuat tenaga kutahan hasratku untuk menoleh melihat tawanya.Aku memajukan bibirku seolah bersikap cuek terhadapnya, padahal aku sedang mengatur detak jantungku , agar jangan berdetak keras-keras, bisa gawat jika ia mendengarnya.

“Bagaimana kabar janinmu ?” tanya Yesung yang tetap melanjutkan aktifitasnya

“ Baik.” jawabku singkat .

Dia hanya menanyakan janinku saja? Apa dia tidak khawatir terhadapku? Aku makan apa selama ini?Apakah aku sakit ? Dia tidak menanyakannya ?.

“Baguslah..” ucapnya.

“ Kabarku tidak ditanya “ gumamku sangat pelan .

“ Nde..? “.

“Aniya..” jawabku cepat dan sedikit mengerahkan kekuatan dan membilas piring yang baru saja diberikan oleh Yesung.

“Aku benar-benar merindukan rumah ini” gumamnya sambil tersenyum .

Rumah ?? Dia rindu rumah ? Lalu aku ?? .

“Oh iya, kau tidak lupa memberi makan kkoming kan ? Lalu kura-kuraku bagaimana ?” tanyanya .

Aku merapatkan gigi atas dan bawahku karena merasa  kesal seketika. Yang dia tanyakan justru kabar anak-anak angkatnya itu.

“Ne..” jawabku menahan kekesalanku .

“Baguslah, aku tidak mau mereka kurus . Lalu kumbang-kumbangku bagaimana ?” tanyanya lagi.

Merasa sudah tidak tahan, aku meletakkan piring-pring itu secara kasar dan menatapnya .

”Kau bisa mengeceknya sendiri jika kau tidak percaya aku mengurus anak-anakmu itu “ ucapku sewot dan berjalan meninggalkannya .

“Hei kau kenapa ?” panggil Yesung, sepertinya dia menyusulku dan meninggalkan pekerjaannya begitu saja.

“Aku kan bertanya baik-baik ! Kenapa justru marah-marah ?” tanyanya kesal .

Apa dia masih belum mengerti juga? Bagaimana perasaanku yang begitu tersiksa menunggu kabar darinya . Tapi yang dia tanyakan saat ini justru semua peliharaan bodohnya itu.

“Kau itu kenapa ?” tanyanya sambil membalikkan tubuhku saat dia berhasil meraih sebelah tanganku. Kuhempaskan tangannya begitu saja dan menatapnya tajam .

” Kau tidak tahu ?” tanyaku skaptis .

“Mwo ?Aku salah apa ?” tanyanya .

Aku mendengus kesal, namun tidak mampu mengatakan apapun. Hal itulah yang membuatku merasa lebih sesak saat ini. Tidak mungkin jika aku berteriak didepan wajahnya, kenapa dia tidak menanyakan kabarku? Kenapa dia tidak pernah menelponku? Aku tidak punya keberanian itu, karena takut dia justru akan mengetahui perasaanku yang sebenarnya .

” Aku mau kekamar “ ucapku dingin dan berbalik .

Drrrttt…Drrrtttt…

Kurasakan ponsel disaku celanaku bergetar, aku segera mengeluarkannya dan menatap nama yang tertera dilayar ponselku itu. Minho ? Kenapa dia menelponku. Aku menarik nafas sebentar lalu menghembuskannya kembali dan mulai menerima telpon dari namja itu.

“Yoboseyo Minho~ssi ?” ucapku sedikit mengeraskan suaraku dengan maksud agar Yesung mendengarnya juga. Aku bisa merasakan jika Yesung masih berdiri dibelakangku.

”Oh…”.

“……………….”.

“Ne ! Aku akan segera menemuimu . Ingin sekali berbincang-bincang denganmu saat ini “ ucapku dengan nada suara yang kupaksakan ceria .

Aku sudah menutup ponselku dan berlanjut menuju kamarku .

“Kau mau kemana ? Mau menemuinya ?” tanya Yesung.

Aku menghentikan langkahku lalu berbalik untuk menatapnya , mencoba memasang wajah yang terlihat tidak peduli.

“Ne, dia ingin bertemu denganku, katanya dia merindukanku. Aku akan menemuinya “ ucapku  mencoba mengucapkan dengan nada yang santai .

Aku tidak bisa meraba ekspresi wajahnya, karena dia tidak tersenyum, tidak mengerutkan alisnya, benar-benar datar. Apakah tidak ada pengaruh sedikitpun terhadapnya??

Akhirnya aku memutuskan untuk kembali berjalan kekamarku untuk bersiap-siap .

“Memangnya Minho saja yang rindu padamu “.

Aku mematung ditempatku.Dengan cepat aku kembali berbalik untuk menatap Yesung, namun saat aku berbalik dia sudah berjalan menjauhiku dan menaiki tangga menuju lantai dua . Aku yakin aku mendengar sebuah kalimat yang menyatakan jika ia merindukanku. Aku yakin aku tidak salah dengar . Tapi kenapa dia justru naik kekamarnya.

Kalau dia melarangku pergi , pasti aku akan menurut Tapi dia tidak mencegahku sama sekali kan ?? Kau membuatku benar-benar bingung Kim Jong Woon.

~**~

AUTHOR’s POV

Minho menatap secarik foto ukuran sedang ditangannya. Foto saat dia,sepupunya dan Ga Rim pergi ke Teddy Bear Museum, dia tidak bisa menahan senyumnya saat melihat ekspresi wajah Ga Rim yang terlihat sangat terkejut saat Minho menyentuh pundaknya dan menariknya agar lebih mendekat.

“Sangat manis “ bisik Minho kepada dirinya sendiri dan kini mengelus bagian foto yang mencetak wajah Ga Rim itu.

“Lucu sekali jika harus menyukai wanita seperti ini “ gumamnya pelan.

Terdengar derap langkah yang mendekat kemejanya. Minho segera mendongakkan wajahnya dan tepat saat itu dia bisa melihat gadis yang tunggunya berjalan mendekatinya.

Minho segera memasukkan foto itu kedalam dompetnya lalu berdiri untuk menyambut Ga Rim .

“Annyeong “ sapa Ga Rim sedikit canggung

“ Annyeong..” balas Minho tersenyum ramah .

“Silahkan duduk Ga Rim~ssi “ ujar Minho.

Ga Rim langsung mengambil tempat duduk yang ada disebrang meja Minho membuat mereka saling berhadapan.

“Kenapa memilih tempat seperti ini untuk bertemu ? Aku jadi salah kostum seperti ini ? Tempat ini benar-benar resmi dan untuk kalangan elit saja kan ?” tanya Ga Rim merasa tidak nyaman saat sampai disini.

“Tenang saja, jika yang kau khawatirkan tentang wartawan atau apa, kau tidak perlu khawatir, karena ini memang tempat khusus. Jadi orang-orang yang datang kesini adalah orang-orang sibuk, mana mungkin mereka sempat mengurusi pertemuan kita “ jelas Minho membuat Ga Rim merasa lebih tenang.

“Jadi kenapa ingin bertemu ?” tanyaku .

Minho tersenyum samar dan mulai membuka mulutnya, tapi segera tertahan saat seorang waitress mengantarkan makanan dan minuman kemeja mereka .

”Aku sudah memesan makanan , maaf jika tidak bertanya padamu terlebih dahulu “ ucap Minho. Ga Rim menatap makanan yang baru saja ditaruh dimeja oleh pelayan itu,dan balas menatap Minho.

”Tidak apa-apa Minho~ssi, aku suka semua jenis makanan “ balas Ga Rim ceria yang membuat Minho tertawa lebar. Tanpa ragu Ga Rim menyeruput minumannya dengan sedotan yang tersedia dan kembali menatap Minho.

“Jadi kenapa ingin bertemu ?” tanya Ga Rim penasaran .

“Tidak boleh ya ?” Minho balik bertanya

“ Aniiya..bukan begitu, tentu saja kau boleh kapan saja menemuiku “ sambar Ga Rim cepat-cepat, dia tidak ingin Minho merasa kecewa.

“hahaha~~ aku hanya merindukanmu saja Ga Rim~ssi “ ucap Minho santai .

“Mwo ??”.

Minho menaruh sebuah kotak ukuran kecil berwarna coklat dimeja, lalu mendorongnya mendekat kearah Ga Rim.

“itu untukmu “ ujar Minho tersenyum tulus.

Ga Rim memandang bingung kotak coklat dimeja itu, lalu kembali menatap Minho

“ Apa ini ?” tanyanya bingung .

“Buka saja “ perintah Minho.

Ga Rim mulai menjulurkan tangannya untuk mengambil kotak coklat itu, dan mulai membuka penutupnya .

“Aku tidak tahu kenapa saat melihat benda ini jadi ingin membelinya untukmu , aku beli di Paris “ jelas Minho .

Ga Rim mulai mengeluarkan sebuah pajangan meja berbentuk bola kaca kristal yang didalamnya terdapat miniature Patung Liberty, didasarnya terdapat bubuk-bubuk putih seperti salju, jadi saat membalikkannya , bubuk-bubuk itu akan keatas, dan jika membalikkannya lagi , bubuk-bubuk putih itu akan kembali jatuh kebawah dan terlihat seperti salju yang menuruni langit New York .

“Bagus sekali “ ucap Ga Rim takjub menatap bola kaca ini .

Ga Rim mengelusnya pelan dan merasa sangat terharu .Ga Rim kini menatap Minho untuk mengucapkan terima kasih padanya .

”Terima kasih Minho~ssi “ ucap Ga Rim tulus sambil tersenyum .

”Kau suka ?” tanya Minho.

Ga Rim mengangguk-ngangguk semangat dan kembali melemparkan senyumnya pada Minho .

“Baguslah kalau kau suka “ ucap Minho membalas senyuman Ga Rim.Ga Rim tidak pernah tahu, jika namja ini benar-benar baik, masih sempatnya Minho mengingat untuk membelikan Ga Rim oleh-oleh seperti itu.

~**~

Han Ga Rim’s POV

Akhirnya kami selesai makan, Minho mengajakku untuk mengunjungi toko eskrim langganannya , tempat yang biasa ia datangi bersama teman-temannya. Aku sangat antusias dengan ajakannya ini, namun kami harus menahan sebentar keberangkatan kami, saat aku merasakan ponselku bergetar, aku bisa melihat nama Yesung sebagai penelponku, walau sedikit menganggu, akhirnya aku tetap mengangkatnya.

“Aku angkat dulu Minho~ssi “ ijinku.

“Silahkan “ ucapnya sopan .

“ Ada apa ! “ tanyaku ketus, aku memelankan suaraku saat ini.

”Pulanglah ! “ucap Yesung disebrang telpon

“Ada apa ?Aku tidak bisa pulang , aku masih mau pergi lagi “ balasku cuek .

“Kau ini istri macam apa ? Ini sudah sore. Aku lapar ! Semua bahan makanan habis dikulkas “ keluh Yesung ditelponnya.

”Kau bisa pesan makanan kan? Kenapa susah sekali sih ?” bentakku dengan nada berbisik

“ Aku tidak mau ! Aku baru sadar jika makanan cepat saji seperti itu tidak sehat, aku mau makan makanan rumah . Cepat pulang “ perintah Yesung seenaknya .

” Kau ini, aku masih harus pergi ! “ elakku.

“Kau bersama Minho ? Ckckck~~bisa-bisanya bermesaraan dengan pria lain, disaat suamimu akan mati kelaparan seperti ini “ cibir Yesung.

Aku hampir tidak percaya mendengarkan ucapan Yesung,sejak kapan namja ini sok cemburu terhadapku .

“Kalau kau tidak pulang, kau akan melihat bangkaiku akibat mati kelaparan “ ucapnya mengancamku

“Kau berlebihan sekali !Baik-baik!! Aku pulang ! “ ucapku kesal dan langsung menutup telponku. Aku kini menatap Minho dengan tatapan bersalah karena harus kembali menolak ajakannya.

“Minho~ssi, sepertinya aku harus pulang “ ucapku merasa sangat tidak enak.

“Begitu ?” tanyanya sedikit kecewa.

“Maaf, sepertinya rencana kita hari ini kita tunda dulu ya ! Tapi aku janji akan mengunjungi toko eskrim itu bersamamu, dan saat itu aku yang akan mentraktirmu , bagaimana ?”

“Ya sudah tidak apa-apa. Apa perlu aku antar ?” tawarnya.

“Aniii, tidak apa-apa , aku akan pergi sendiri. Terima kasih untuk semuanya ya “ jawabku dan langsung berdiri.

“Sekali lagi terima kasih “ lanjutku tulus lalu segera membungkukkan tubuhku kearahnya dan setelah itu berjalan keluar dari café mewah ini.

~**~

”Yoona~ya ? Kau tidak apa-apa ? Hei kau kenapa ? “ tanya Yesung terdengar panik ,  sepertinya Yesung masih belum menyadari keberadaanku yang berada didepan pintu.

Suaranya terdengar jelas sampai kesini, padahal aku yakin dia ada diruang tengah, dari nada suaranya saja aku tahu dia terlihat sangat panik.

“Kau tunggulah disana ! Aku akan segera menjemputmu ! Tolong jangan menangis, aku tidak tahan mendengarnya Yoong~ah “ pinta Yesung.

Ya Tuhan, kenapa nada suaranya terlihat seperti tersiksa seperti itu. Kudengar derap langkah cepat dari dalam, aku mulai melangkahkan kakiku menuju ruang tengah, dan tepat saat itu aku berpapasan dengan Yesung yang sudah menggunakan pakaian lengkap dan berjalan dengan terburu-buru.

“Kau mau kemana ?” tahanku.

“ Ga Rim~ah ! Aku harus pergi sekarang juga, ada urusan yang sangat penting “ ucapnya terburu-buru.

“Aku pulang cepat-cepat karena perintah darimu, tapi kenapa sekarang kau justru mau pergi ! “ ucapku merasa tidak terima atas kelakuan Yesung.

“ Maafkan aku, tapi ini benar-benar mendesak ! “ .

” Karena Yoona kan ? Dia meminta apalagi padamu ? “ tanyaku kasar.

“Bukan seperti itu , dia sedang sakit “ ucap Yesung .

“Aku tidak mau kau pergi ! Jangan pergi ! “ ucapku to the point.

Yesung cukup terkejut mendengar ucapanku, namun aku sudah tidak peduli lagi, setidaknya namja ini harus menghargaiku yang sudah membatalkan rencanaku bersama Minho dan justru pulang untuk menemuinya.

“Aku harus tetap pergi, jangan bertingkah kekanak-kanakan seperti ini “ ucap Yesung lalu berjalan melaluiku begitu saja, dengan cepat aku menahan tangannya membuat namja ini kembali berbalik untuk menatapku .

”Jangan pergi Yesung~ah “ pintaku dengan memelas .

Yesung memandangku bingung, tapi akhirnya dia tetap melepaskan tanganku dan tetap berjalan keluar dari rumah ini. Aku terhenyak ditempatku, dengan gampangnya dia menghempaskan tanganku dan dia tetap pergi untuk menemui Yoona.

Mulai sadar dengan keadaan ini, aku segera berlari keluar, dan bisa melihat mobilnya yang sudah berjalan keluar dari halaman rumah ini.Aku sungguh tidak rela, benar-benar tidak rela membiarkannya pergi, jika ini karena pekerjaan aku tidak apa-apa, tapi terang-terangan namja ini ingin pergi menemui Yoona setelah gadis itu menelponnya, dia seolah lupa jika tadi sudah memaksaku untuk pulang, aku benar-benar tidak terima !

“ AKU TIDAK AKAN PERNAH BICARA LAGI PADAMU !!! “ teriakku kuat membuat air mataku keluar secara tiba-tiba .Kau benar-benar membuatku sakit Yesung~ah !!!

~**~

Kubiarkan air mataku membasahi pipiku ini, membiarkan kedua sisi pipiku semakin sembab akibat hentakan kuat sakitnya hatiku. Kubiarkan isakanku keluar dari mulutku tanpa kutahan sama sekali. Kubiarkan rasa sakit yang menyerang dadaku ini karena namja itu.

Aku tidak pernah tahu jika rasa mencintai seseorang begitu menyakitkan seperti ini. Mencintainya secara sepihak seperti ini benar-benar menimbulkan rasa sakit yang menyayat hatiku.

Aku sadar, aku mulai mencintainya, mulai berharap dia benar-benar ‘suamiku’ , berharap dia bisa menyadari arti keberadaanku disampingnya, bukan hanya karena janin yang kukandung ini, tapi karena aku adalah orang yang berarti untuknya.

Tapi , aku harus menelan kekecewaan kali ini, tidak !! Bukan kali ini saja, tapi sudah sangat sering. Dan ini adalah pucak kekecewaanku kepadanya yang tidak bisa menghargaiku sama sekali.

Aku dengan mudahnya membatalkan rencanaku begitu saja dengan Minho dan langsung pulang, begitu mendengarnya meminta dibuatkan masakan rumah.

Tapi apa yang kudapat saat aku pulang untuk menemuinya. Dia justru mengatakan harus pergi menemui Yoona yang sedang sakit dan merengek meminta ditemani olehnya.

Apa aku salah jika aku marah ? Apa aku salah jika aku menjadi benci kepada kedua orang itu??

Aku merasa sangat terpuruk saat ini. Akhirnya aku berjalan cepat keluar dari rumah ini dan membanting pintu begitu saja. Siapa peduli dengan rumah ini ! Aku mau pergi !!

~**~

Aku merapatkan jaketku, dan mulai mengetuk pintu kayu yang ada dihadapanku ini.

Tok!! Tok!! .

Tidak sampai 5 menit pintu inipun terbuka. Dan aku bisa melihat Shindong berdiri dihadapanku sekarang

“Ga Rim~ah ?”

Aku tidak memperdulikannya, dan langsung melewatinya masuk kedalam dorm ini.

Mungkin aku memang bodoh, kenapa aku justru ketempat ini.Pikiranku seolah kacau, sampai tidak bisa membedakan lagi mana tempat yang baik untuk kudatangi , atau aku sudah teracuni oleh namja bodoh itu, sehingga apapun yang kudatangi selalu ada hubungan dengannya

“Kenapa malam-malam kesini ?” tanya Shindong yang sudah menyusulku .

“Kenapa sepi ?” tanyaku pelan dan mengabaikan pertanyaanya.

“Ne, hanya ada aku dan Teuki hyung, dia didapur sedang makan. Yang lain pulang kerumah masing-masing“ jelas Shindong .

”Kau kenapa ? Mukamu pucat sekali ?” tanyanya merasa aneh dengan kondisiku .

“Shindong~ah ? Siapa yang datang ?” tanya  Leeteuk keras menghampiri kami berdua

“Ga Rim~ah ! Jadi kau yang datang ?” tanya Leeteuk sedikit terkejut saat melihatku

“ Ada apa ? Tumben sekali . Kau datang bersama Yesung ?” tanyanya.

Aku semakin merasa sakit saat mendengar Leeteuk mengucapkan nama namja itu.

”Dia sendiri hyung “ Shindong yang menjawab pertanyaan Leeteuk membuatku tidak perlu repot-repot menjawab pertanyaan sang leader.

Menyadari dengan sikapku yang aneh, keduanya terdiam menatapku. Aku memasang tampang dingin dan tak bersemangat dengan tatapan yang hampa

”Ga Rim~ah ? Kau kenapa ?” tanya Leeteuk pelan

Aku mulai menatapnya, dan dengan sekuat tenaga kembali menahan air mataku. Aku tidak mau jika Leeteuk dan Shindong melihat air mataku yang jatuh karena namja jahat itu.

“Aku mau tidur oppa “ ujarku lemah .

“Nde ??” tanya Leeteuk semakin bingung .

“Kau kenapa ?Apa kalian bertengkar ? Yesung menyakitimu ? Apa yang dia lakukan ?” ditanya seperti itu, aku justru semakin tidak bisa menahan air mataku.

Akhirnya pertahanankupun runtuh. Sebulir air hangat turun dari kedua pelupuk mataku menghangatkan pipiku .

”Ga Rim~ah ! Kau menangis ? Hei , ada apa ?” tanya Shindong kaget dan mulai mendekatiku .

Hanya sebuah isakan yang keluar dari mulutku yang semakin kuat .

”Ga Rim~ah ! Jangan membuat kami takut ! Ada apa ? Jangan menangis seperti ini ! “ ucap Leeteuk panik yang melihat derasnya air mataku.

“Aku membencinya ! Aku sangat membencinya Oppa !” isakku kuat .

“Siapa ? Siapa yang kau benci ?” tanya Shindong .

“Kenapa bisa ada orang sepertinya ! Kenapa ada orang setega dirinya ! Jika dia mau bersikap seperti ini terus padaku, lebih baik ceraikan aku saja !! “ isakku frustasi .

“Ga Rim~ah ! Memangnya apa yang dilakukan Yesung ? Apa yang dia ucapkan padamu ?” tanya Leeteuk yang mulai mengerti alasanku menangis .

“Aku membencinya Oppa! Aku tidak mau melihatnya lagi !! Aku tidak mau ! “ pekikku kuat . Aku seolah tidak bisa lagi mengontrol diriku . Aku benar-benar hanya ingin menghabiskan air mataku, dengan harapan akan membuat dadaku tidak terasa sesak dan sakit lagi.Tapi sepertinya itu tidak berhasil, karena aku justru semakin merasakan sakit hati dan kekecewaan yang amat sangat .

“Ga Rim~ah, tenanglah “ ucap Leeteuk mencoba menenangkanku, lalu dengan perlahan menarik tubuhku kedalam pelukannya, membuatku merasa terlindungi oleh kehadiran seorang kakak disampingku .

”Shindong~ah , kau bisa siapkan kamar Ryeowook dan Yesung kan ? Ryeowook tidak pulang malam ini, Ga Rim bisa tidur dikamar mereka “ ucap Leeteuk kepada Shindong namun tetap memelukku . Aku tenggelam menghabiskan air mataku didalam pelukan Leeteuk, aku benar-benar hanya ingin menangis saat ini.

~**~

Aku tahu, ranjang yang ada disebrangku itu adalah ranjang Yesung yang sudah tidak ditempati olehnya, karena sejak ia menikah denganku dia tinggal dirumah pribadinya yang sekarang kami tempati.Aku duduk tepat diatas ranjang Ryeowook, karena memang niatku untuk tidur diranjangnya saja.

Namun saat aku melihat ranjang Yesung yang minimalis dengan seprai warna merah menyala, hal itu seolah mendorong kakiku untuk mendekatinya.Seharusnya aku menjauhi apapun yang berhubungan dengan namja itu, aku justru menyiksa diriku sendiri karena kembali mengingatnya.

Namun hasratku jauh lebih besar saat ini. Aku semakin mendekat keranjang itu, dan dengan hati-hati menyentuh ranjang itu lalu mulai mendudukkan tubuhku diatasnya. Secara perlahan kurebahkan tubuhku diatas ranjang Yesung dan tidur dalam keadaan miring sambil memeluk sebuah guling yang aku yakin adalah guling Yesung.

Ada aroma Yesung yang sangat kukenal dari ranjang ini, benar-benar membuatku semakin teringat pada namja itu. Apakah aku benar-benar sudah jadi orang yang idiot. Hampir setiap detikku aku mengingatnya, padahal mungkin saja saat ini, dia sedang mengkhawatirkan Yoona, terus berada disamping gadis itu dan menemaninya sampai dia yakin Yoona sudah tidak apa-apa.

Kueratkan pelukanku pada guling ini, kubiarkan air mataku kembali menetes, namun tanpa mengeluarkan isakan dari mulutku.

“Kenapa aku bisa menyukaimu seperti ini?” bisikku dibalik tangisanku .

”Kenapa aku bisa seperti ini ?” .

Dengan perlahan aku menutup kedua mataku, aku ingin istirahat. Kuharap aku bisa merasa lebih baik esok.

~**~

AUTHOR’s POV

Leeteuk menutup pintu kamar Ryeowook dan Yesung dengan hati-hati agar Ga Rim tidak tahu jika dari tadi ia dan Shindong memperhatikan tingkah yeoja itu.

Melihat Ga Rim yang sekarang sudah tertidur diatas ranjang Yesung, membuat Leeteuk sedikit merasa tenang .

“Apa yang harus kita lakukan hyung ?” tanya Shindong bingung dengan tampang bodoh, membuatnya semakin terlihat bodoh(?).

“Aku akan menghubungi Yesung “ jawab Leeteuk mengeluarkan ponselnya .

“Tapi hyung, Ga Rim meminta kita untuk tidak memberi tahu Yesung keberadaanya sampai dia sendiri yang memberi tahunya “ tahan Shindong .

”Kita tidak bisa mengikuti keinginannya. Yesung tetaplah suaminya. Aku yakin dia pasti sedang mencari Ga Rim .” bantah Leeteuk .

”Aishh~~ hyung, Ga Rim akan marah pada kita jika kita tetap memberi tahu Yesung hyung” .

”Lalu kau mau bagaimana ? Membiarkan mereka bertengkar seperti itu ?” Leeteuk bertanya, dan tentu saja tidak bisa dijawab oleh Shindong .

“Kau tadi sudah mengatakan ‘iya’ untuk tidak memberi tahu Yesung hyung “  Shindong mencibir dengan gaya yang sok mengingatkan .

” Itu kan hanya dimulut, hatiku bilang tidak, kau saja yang tidak dengar “ jawab Leeteuk sekenanya membuat Shindong semakin memajukan bibirnya

“Sejak kapan orang bisa mendengarkan isi hati seseorang . Dasar perjaka tua ! “ cibir Shindong pelan .

”Mwo ?” .

”Aniyo “ jawab Shindong cepat dan langsung mengunci mulutnya. Leeteuk lalu mulai memencet nomor Yesung untuk menelponnya.

~**~

Yoona ternyata mengalami masalah pada lambungnya.Dia memang sudah terlihat tidak sehat sejak dipesawat selama perjalanan pulang dari Paris ke Korea.

Dan tadi, karena Yoona tidak mengisi perutnya dengan makanan, makanya lambungnya mulai terasa perih. Dan saat itu posisinya dia ada didorm sendirian, karena semua member sedang pergi, Yoona sengaja ijin tidak ikut karena merasa tidak enak badan.

Setelah mengantarkan Yoona kembali kedorm SNSD setelah pulang dari dokter, Yesung langsung berniat pulang menuju rumahnya.

Dari tadi dia mencoba menghubungi ponsel Ga Rim, namun satupun panggilannya tidak diangkat, dan bahkan sekarang Ga Rim justru menonaktifkan ponselnya.

Yesung sedikit terkejut saat sampai dirumah dan mendapati pintu depan tidak terkunci, dia berjalan memasuki ruang tengah dan mendapati ruangan dalam keadaan kosong .

“Han Ga Rim ?” panggil Yesung.

Namun tidak ada yang menjawab panggilannya .

”Han Ga Rim ?” kini Yesung berjalan kekamar Ga Rim, dan langsung membuka pintu kamarnya,namun kamar ini juga dalam keadaan kosong .

“Kemana wanita itu ?” gumam Yesung.

Yesung melanjutkan perncariannya dengan berjalan menuju dapur, namun hasilnya masih sama. Ga Rim tidak ada dimana-dimana. Merasa sedikit panik terhadap Ga Rim, kini Yesung kembali menghubungi Ga Rim, berharap dia sudah mengaktifkan ponselnya.

Tapi , sama seperti sebelum-sebelumnya.Ponsel Ga Rim masih tidak bisa dihubungi sama sekali.

“Apa dia benar-benar marah kali ini ?” tanya Yesung kepada diri sendiri. Yesung kembali teringat saat Ga Rim menahan tangannya memintanya untuk tidak pergi. Sempat terbesit dipikirannya untuk diam saja dan menuruti perkataan Ga Rim,namun sedetik kemudian suara Yoona yang terdengar menahan sakit, membuat Yesung harus menghempaskan tangan Ga Rim dan memilih pergi meninggalkannya.

“Aishh~~ padahal kan aku cuman pergi sebentar, kenapa justru dia pergi juga ! “ .

Drtttt..drrrrttttt.

Yesung menatap layar ponselnya dengan bersemangat, berharap Ga Rim menghubunginya. Namun dia langsung menghembuskan nafas berat saat melihat nama Leeteuk sebagai penelponnya. Yesung mengangkat telpon Leeteuk dengan sedikit ogah-ogahan

“ Ne hyung ??” sapa Yesung malas .

“………………………….”.

“Mwo ??” tanya Yesung kaget .

”………………………..”.

“ Aku akan segera kesana ! Tunggulah ! “ jawab Yesung cepat dan langsung mematikan ponselnya, lalu dengan berlari keluar dari rumahnya menuju mobilnya yang terparkir dihalaman rumahnya . Dia harus segera menuju dormnya untuk menjemput Ga Rim.

~**~

”Kau tega sekali meninggalkannya begitu saja “ ucap Leeteuk kepada Yesung yang berdiri didepannya. Mereka sekarang berdiri tepat didepan kamar Yesung dan Ryeowook yang ada didorm.

“Masalahnya aku terdesak hyung ? Yoona memintaku untuk segera datang, aku tidak mungkin menolaknya “ kelak Yesung.

“Sebenarnya yang istrimu itu Ga Rim atau Yoona?? Kau kelewat perhatian pada Yoona, mana mungkin Ga Rim tidak marah “

Seluruh member Super Junior memang belum ada yang tahu jika Yesung pernah menaruh perasaan lebih kepada Yoona.

“Aku..”.

“Kau memang kelewatan kali ini hyung “ ucap Eunhyuk semakin memojokkan Yesung .

“Aku akan membawanya pulang “ ujar Yesung dan bersiap membuka pintu kamar.

“Dia sedang tidur Yesung~ah ! Kau tega membangunkannya ?” tanya Leeteuk terkejut dan langsung menahan tangan Yesung .

“Hyung biarkan Ga Rim tidur dulu, lagi pula ini sudah terlalu malam “ sela Shindong .

“Tapi aku harus segera bicara padanya “ .

CEKLEK !

Tanpa diduga oleh ketiganya, pintu kamar ini terbuka dan sekarang berdiri seorang wanita yang menatap ketiga lelaki itu dengan muak .

”Ga Rim~ah ? Kau sudah bangun ?” tanya Shindong terkejut.

“Kalian berisik ! “ tanggap Ga Rim dingin, membuat ketiga lelaki itu menelan ludahnya .

”Jika kau masih ingin tidur, tidur saja lagi. Kami akan segera pergi “ ucap Leeteuk sambil menarik tangan Shindong dan Yesung.

Namun dengan mudah Yesung menghempaskan tangan Leeteuk dan menatap Ga Rim .

“Untuk apa kau kesini ? Ayo kita pulang ?” ujar Yesung menatap Ga Rim, dan langsung mencengkram tangannya .

“Lepaskan ! “ bentak Ga Rim . Bahkan Shindong sampai tidak berani menatap Ga Rim yang terlihat sangat murka melihat Yesung berdiri dihadapannya .

“Kenapa kau memberitahunya oppa ?” tanya Ga Rim dingin kearah Leeteuk yang membuat pria itu merasa salah tingkah.

“ Itu…Ga Rim~ah aku…”

“Kita selesaikan masalah kita dirumah ! Kau kekanak-kanakan sekali pergi kesini “ potong Yesung .

”Hyung…” Shindong mencoba melerai, namun dengan cepat Leeteuk segera menahannya .

” Ne ! Apa kau baru tahu kalau aku kekanak-kanakan ! Aku manusia paling kekana-kanakan didunia ini. Kau puas ?! “ balas Ga Rim keras .

“Kita pulang ! “ tarik Yesung.

“Aku tidak mau ! “ tolak Ga Rim mencoba melepaskan tangan Yesung yang mencengkramnya kuat.

“KAU DENGAR TIDAK ! Kita pulang ! “ teriak Yesung didepan wajah Ga Rim membuat gadis itu sontak terdiam .

“Yesungie…” ucap Leeteuk terkejut melihat reaksi Yesung . Merasa Ga Rim sudah tidak memberontak lagi, Yesung semakin menarik yeoja itu keluar dari dorm dan menuju mobil mereka untuk pulang kerumah.

~**~

Han Ga Rim’s POV

“Jika kau ada masalah denganku, selesaikan denganku ! Jangan membawa member lain kedalam masalah kita “ ucap Yesung keras .

Kami baru saja sampai dirumah, dan saat ini posisi kami ada ditengah rumah, dalam keadaan saling berteriak satu sama lain.

“Aku tidak membawa mereka kedalam masalah ini, apa yang bisa kuceritakan pada mereka ! “ balasku kuat .

“Lalu apa malam ini ! Kau memojokkanku didepan Leeteuk hyung dan Shindong, kau masih bilang tidak membawa masalah ini kemereka ! “.

“ Aku hanya bingung mau pergi kemana ? Aku sendiri tidak tahu saat langkahku membawaku kedorm kalian ?” elakku .

“ Memangnya aku percaya ! Kau benar-benar kekanak-kanakan “ cibir Yesung kepadaku.

“Kenapa justru kau yang marah ! Seharusnya aku yang marah kan ? Kau memintaku untuk segera pulang, tapi kau justru pergi keluar ! Seharusnya aku yang marah padamu !! “ teriakku .

”Kau marah karena hal itu ? “ tanyanya . Apa dia masih belum sadar juga tentang kesalahannya .

“NE !! Aku marah karena hal itu !! “ .

“Kenapa kau harus marah? Apa alasanmu harus marah ??” serang Yesung.

Kata-katanya membuatku terdiam seketika .Aku harus bagaimana menjawab pertanyaannya itu.Yesung menunggu jawaban dariku. Sedangkan aku sama sekali tidak punya persiapan untuk menangkis pertanyaanya itu . Aku menggigit bibir bawahku kuat, menahan air mataku sekuat tenaga dan langsung membalikkan tubuhku, hendak berjalan meninggalkannya .

“Aku belum selesai bicara Han Ga Rim ! “ tahan Yesung dan langsung mencengkram kedua tanganku .

“Aku mau tidur ! “ jawabku dingin.

“Jawab pertanyaanku ! Apa alasanmu harus marah ! Kenapa kau bisa semarah itu ! “ tanya Yesung memaksa .

Aku masih terdiam, sama sekali aku bingung harus menjawab apa .

“Han Ga Rim !! “ bentak Yesung kuat .

“Karena aku cemburu !! Aku menyukaimu !! Kau puas ! “ pekikku dan langsung menghempaskan tangannya dan langsung berjalan meninggalkannya. Aku bisa melihat ekspresi wajah Yesung tadi yang sangat terkejut mendengar ucapanku. Kenapa aku justru mengatakan hal itu ? Aku jadi semakin tersiksa saat ini.

~**~

Esoknya, aku berangkat pagi-pagi sekali. Aku tidak mau bertemu dengan Yesung. Sesampainya aku digedung SM aku segera menuju kantor Soo Hwa eonni . Gedung masih cukup sepi, karena sekarang masih pukul tujuh pagi. Aku segera menghidupkan komputer yang ada dikantor Soo Hwa eonni ini, lalu mencari jadwal Super Junior.

Dan ternyata hari ini, beberapa member akan kembali melakukan pemotretan untuk SPAO terbaru. Setidaknya aku bisa lebih lama menghindar dari Yesung. Sungguh aku tidak berani bertemu dengannya. Bagaimana aku harus menghadapinya . Apa dia menganggap kata-kataku semalam secara serius. Aishhh~~ kenapa aku bisa sebodoh itu mengatakannya !!

Aku terlonjak kaget ketika getaran ponselku dimeja kerja Soo Hwa eonni ini terdengar keras. Kuraih ponselku dan bisa melihat nama Minho sebagai penelponku.

“Yoboseyo ?”

”……………………”.

“Hari ini ?” tanyaku .

“………………..” .

”Aniya..aku tidak begitu sibuk Minho~ssi “ jawabku

“……………..”.

“Baiklah, kita bertemu disana jam makan siang ya ?” ucapku lalu mematikan panggilan dari Minho.

Namja itu mengajakku untuk bertemu lagi hari ini.Dia bilang ada yang ingin dikatakan padaku ? Aku sebenarnya ingin menolak karena suasana hatiku yang masih kurang baik. Tapi , ini termasuk cara aku bisa menghindar dari Yesung bukan ? Tidak ada salahnya bertemu dengan namja itu, siapa tahu dia bisa menghiburku kali ini.Aku kembali menatap komputerku dan melanjutkan pekerjaanku yang sempat tertunda.

~**~

”Bagaimana ? Enak kan eskrimnya ?” tanya Minho bersemangat .

Aku mengangguk ceria kepada namja didepanku ini, sepertinya pilihanku untuk bertemu dengannya hari ini tidak salah. Aku merasa sedikit lebih baik, selain karena dia, tapi eskrim yang kumakan ini juga mampu mendinginkan perasaanku.

“Oh iya, kau mengajakku kesini apa kau sedang tidak sibuk ?” tanyaku .

Minho menggeleng singkat dan kembali memasukkan sesendok eskrim kedalam mulutnya.

”Aku ada waktu longgar 2 jam ini, makanya aku bisa pergi sebentar. Dan saat ingat aku punya waktu kosong, aku langsung ingat padamu “ ucapnya .

”Benarkah ?” tanyaku tak percaya .

”Ne “ jawabnya jujur.

Aku tersenyum senang mendengarnya dan kembali memakan eskrimku . Aku masih tengah sibuk menghabiskan eskrimku ketika aku merasa jari-jari Minho menyentuh ujung bibirku

“Kau sedikit berantakan makannya “ ucapnya sambil membersihkan sudut bibirku dengan jari jempolnya.

Aku yang terkejut segera menjauhkan wajahku sehingga jempolnya terlepas dari kulitku.

“ Hahaha~~biar aku saja “ ucapku yang masih sedikit terkejut namun memaksakan diri untuk tertawa. Minho terdiam melihat penolakanku. Aku mencoba mengabaikan tatapannya yang masih tertuju padaku dengan menunduk dan menatap cangkir eskrimku

”Ga Rim~ssi ? “ panggilnya membuatku harus kembali menatapnya.

“Sebenarnya ada yang ingin kutanyakan padamu ? “ lanjutnya .

”Apa ? Katakan saja “ ucapku santai.

“Apakah ada seseorang yang kau sukai ?” tanya Minho membuatku merasa sangat bingung .

”Kau tidak perlu menjawabnya jika kau tidak mau ? “ ucapnya cepat-cepat.

Aku masih terdiam mendengarnya, kenapa pas sekali suasananya dengan dia yang bertanya apakah ada pria yang kusukai .

” Lagi pula aku hanya ingin…”.

“Ada…” potongku .

”Nde..??” .

Aku meletakkan sendokku dan menatapnya mantap .

” Aku punya seseorang yang kusukai , tapi sepertinya aku bertepuk sebelah tangan Minho~ssi” ucapku pelan sambil tersenyum getir .

”Jadi ada yang kau sukai ?” tanyanya.

Entah kenapa aku merasakan perubahan ekspresi dari namja ini.

“ Ne, aku sangat menyukai seseorang , sangat menyukainya .” ucapku sedikit terhenyak ,membayangkan sebentar wajah namja yang kusukai itu

“Oh iya, kenapa menanyakan hal itu ?” tanyaku mulai tersadar.

“Oh, itu , tidak apa-apa , hanya ingin tahu saja  “ ucapnya cepat-cepat.

Lalu dengan tergesa-gesa dia menghabiskan eskrimnya. Aku sedikit bingung menatapnya, namun aku hanya bisa mengedikkan bahuku singkat dan melanjutkan menghabiskan eskrimku.

~**~

Aku sampai dirumah tepat pukul 9 malam. Aku sengaja berlama-lama dengan pekerjaanku, agar punya alasan lebih lama sampai dirumah, karena aku berharap bisa menghindar dari namja itu.Namun sepertinya aku masih belum bisa menghindar darinya, karena saat aku masuk keruang tengah , dia…Yesung sudah berdiri menghadapku dan menatapku.

Aku terdiam ditempatku, namun aku sadar, aku hanya perlu berpura-pura tidak melihatnya dan melanjutkan langkahku menuju kamarku.

” Kau baru pulang ?” tanyanya tiba-tiba saat aku berjalan melaluinya.

Aku terpaksa berhenti namun tidak menatapnya.

“Ne..” .

”Ga Rim~ah, soal tadi malam, kau…..”.

“Semua yang kukatakan tadi malam tidak perlu kau anggap serius. Kau tidak mungkin mengganggap aku benar-benar menyukaimu kan ? “ tanyaku cepat.

“Mwo..?” tanya Yesung bingung.

“Perasaanku belum begitu jauh, kau tidak perlu khawatir. Aku akan segera membuang perasaanku. Tidak perlu berlebihan menanggapinya .” jawabku mantap.

”aku…sebenarnya…” Yesung mencoba menanggapi ucapanku

“ Kau tidak perlu merasa tidak enak, setelah aku melahirkan anak ini, kau bisa bebas dari beban ini ! “ jawabku menahan rasa sakit didadaku .

”Ga Rim~ah, kau tidak perlu…”.

“Aku mau tidur “ potongku cepat dan langsung berjalan menuju kamarku.

Kupercepat langkahku agar cepat sampai dikamarku. Kutahan getaran tubuhku karena aku benar-benar ingin menangis saat ini. Sesampainya aku didalam kamarku, aku langsung ambruk terduduk lemas dilantai. Kubiarkan air mataku mengalir begitu saja langsung menghantam lantai dingin ini.Aku adalah orang paling munafik didunia ini. Tidak bisakah aku katakan saja, jika aku benar-benar menyukainya. Aku tidak ingin dia menemui Yoona lagi. Aku tidak ingin pernikahan konyol ini yang atas dasar kehamilanku.

Aku ingin yang sebenarnya, aku ingin dia benar-benar suamiku. Menyadari perasaanku. Apakah aku egois ???

 

TBC

Maaf atas keterlambatan ngepost ff ini , ya itu karena sedikitnya tanggapan yang ngebuat gue males banget ngedit ini ff -____- , tapi karena ada beberapa yang masih bertahan pada nagih gue tetep berkehendak (?) melanjutkan ff ini , kita lihat untuk kedepannya lagi , kalau masih buruk tanggapan gue bener-bener minta maaf kalau gue cut ini ff , lagi pula kan ff ini juga udah kelar sebenernya , versi di wp ini cumin gue perbaikin aja^^ hehehehe

Koment yaaaaaa

24 thoughts on “MARRY ME ( Remake Version ) Part 6

  1. First kah???????

    Aduhhhhh yesung itu bloon/dongo sih???? Msih aja pntingin yoona drpada garim istrinya sendiri
    Garim juga jngn munafik dong,klo suka n cinta yg bilang aja jngn diem2 gtu
    Yesung ga nyadar apa sama sikap garim k’dia,ga peka nih yeppa

    Riska please jngn d’cut dong ffnya,kan blom selesai ceritanya soalnya ak jg kan blum smpet baca yg d’facebook
    Jd ttp lanjutin ya😉
    Ok ok ok ok😀

  2. knp aku jd nngs wkt yesung nnggln garim mlh lr ke yoona,ngena bngt part 6 nya,ris knp hrs di cutnjngn dong,bgs bngt ni ff,emng dah prnh di pos,tp kan aku blm smpt bc wkt di fb,jangan di cut yaaa.

  3. author please jangan di cut dong FF ini, sumpaaaah aq pengen baca sampe selesaaai hingga mereka melahirkan anaknya, ayooo lah jangan di cut yak author T.T

    bang yeppa aaah kau tak tau kah nyu istrimu menyukaimu, iiiih greget deh liat bang yeye😀

    paling suka klo baca marry me ini, langsung dapat fellnya, narasinye juga kereen sangat sangat rapi. faktor utama yg bikin fell ku pangsung dapat adalah narasi yg megitu mengalir
    author daebakk !!!

  4. ck yesung disini jahat banget apalagi yang waktu ada yoona astaga padahalkan ga rim udah minta jangan pergi tapi tetep aja kekeh nemuin yoona. yah oen kok brenti sih? lanjutin yaaaaaa hehe

  5. Uwwaaaaaa gemes bacanya aku, geregetan sendiri. Sumfah feelnya dapet banget ini bahasanya teratur dengan baik, suka suka suka *peluk riska* hahahaha. Dilanjut yahhh *tampang aegyo*

    suka banget pas bagian garim kabur ke drom SJ terus shindong sama leeteuk berantem pake ngantain “perjaka tua” lagi. Sumpah ngakak aku disitu, sampe diomelin mamah ketawa kenceng malem malem. Wkwkwkw. Lagi yah orang lagi serius baca pake si shindong nyeplos begitu lagi. Hahaha koplaaakk😄
    daebak deh pokonya. Lanjuuuttttt😄

  6. SATU KATA TERLONTAR DARI SAYA : “LANJUTKAN FF nya onn plissss~”
    jangan di cut masih penasran dengan endingnya akan kah si icung milih yoona ato ga rim??
    icung harus wajib bisa milih siapa yang dia pilih untuk kedepannya??
    pliss onn tetap lanjut ya dan cepet di postnya #kebanyakanmaunya ^____^

  7. part ini menguras emosi.terharu bcanya.yeppa knp jd plin plan sich.sebenarnya apa yg mo dikatakan yeppa .misterius.dtgu next partnya jgn lma2

    • maaf oenni bs ksh tau gak mnta PW marry me part 7 lewt SMS pa email,aku lwt SMS kok gagal trs ya…np ya..,ksh tau ya oenni lewat mn….(maaf oenni lancang ya..)

  8. lah si yoona lagi -__-
    Yesungnya plinplan nih,
    Suer, ngebayangin garim yang mohon2 sama yesung supaya jngan pergi nemuin yoona, rasanya kaya di gantung d monas (?)

  9. padahaL Ga Rim sengaja pulang buat menemui Yesung tapi dia malah pergi ke tempat Yoona. dibagian akhir benarkah yesung mau menyatakan cintanya kepada ga rim?

  10. Udah agk lupa sih ama cerita yg sebkumztnya..tp pas nama minho ma yoona bru ngeh…nah loh yesung garim dah ngungkapin perasaanya…jd tggl yesungnya ajah nih yg respon..

  11. Lucu lucu lucu
    Yesung yang tuan rumah nggk repot kok leeteuk yang repot
    Tapi ga rim kasihan di tinggal ma yesung padahal tadi di suruh cpet pulang
    Lanjut

    Mnta password part 7 dong unnie

  12. Ok!! Komen part 1, 2, 3, 4 & 6 aku komplitkan disini aja, haha -_-v

    Ceritanya kereeeeeennn!!! Aku ngga tau, cerita yg bikin hati cenat cenut gini memang favorit aku bgt. cara km nyampeinnya jg keren bgt chingu ‘-‘)/

    Dan aku benci Yesung disini, karakternya ngingatin aku sm Lee Young Jae di full house.. gemes dan bikin sakit hati!!

    Part 7 dan selanjutnya dmn??😥 pengen baca😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s