BOTH LOVE part 7

BOTH LOVE Part 7

AUTHOR’s POV

_FLASHBACK_

Siwon menyesap kopinya pelan-pelan mencoba menikmati setiap tetes dari rasa sepat air hitam ini . Rasa panas mengalir ketenggorokkannya terus menuju organ tubuh lainnya. Siwon menaruh cangkir kopinya kembali begitu menyadari ponsel yang ia letakkan di meja kafe bergetar .

‘Eomma ‘ . Ibunya yang menelpon. Tanpa ragu namja ini menekan tombol hijau untuk mengangkat panggilan dari ibunya.

“Ne Eomma ?”

Siwon terdiam membiyarkan sang ibu berbicara disebrang telponnya .

“Ne , aku mengerti, Eomma menelponku dua puluh menit yang lalu untuk mengatakan hal ini juga, aku ingat eomma “ ucap Siwon sabar

Kembali namja ini harus terdiam , memberi kesempatan untuk sang ibu melanjutkan kalimatnya

“Aku mengerti eomma, kau tenang saja . Setelah sampai rumah , kau akan langsung bertemu calon menantumu “

Siwon sontak tersenyum lebar saat mendengar nada antusias dari ibunya . Tangannya yang lain tampak merogoh saku jasnya dan mengambil sebuah kotak kecil yang dilapisi kain beludru .

“Ne eomma sayang ~~ aku jamin eomma akan menyukainya, dia tidak hanya cantik tapi sangat istimewa “

“………………………”

“Ne…”

“……………………..”

“Kita bertemu nanti malam ya ~~ “

Tidak lama telpon terputus , Siwon kembali menaruh ponselnya dimeja dan sekarang beralih untuk menatap kotak kecil yang tadi dikeluarkannya.

Dibukanya kotak itu yang langsung menampilkan sebuah cincin dengan berlian bermata satu, tidak terlalu besar tapi berlian itu cukup menunjukkan jika cincin ini bukan sekedar cincin biasa, mahal ? tentu saja ~~ tapi bukan itu yang patut dibanggakan, arti dari cincin ini sebenarnya yang mampu membuat seorang Choi Siwon tampak tegang seharian.

Pagi tadi dia baru mengambilnya disebuah toko perhiasan yang sudah seminggu lalu ia  memesan cincin special ini, cincin yang akan dijadikannya simbol untuk menunjukkan perasaannya kepada gadis yang akan ia lamar sebentar lagi. Hye Ri .

Dibagian dalam cincin ini terdapat ukiran berupa inisial huruf “ S and H “  . Tentu saja untuk Siwon dan Hye Ri . Senyum Siwon kembali berkembang ketika bayangan wajah seperti apa yang akan didapatinya dari Hye Ri jika pria itu akan melamarnya .

Drrttttt….Drttt….

Siwon kembali beralih mengambil ponselnya yang tadi ia letakkan di meja , kali ini Hye Ri yang menelponnya.

“Yoboseyo oppa ?” sapa Hye Ri disebrang sana

“Ne , ada apa ?”

“Kau masih dikafe ? “ tanya Hye Ri

“Ne, kau dimana  ?”

“Mianhae oppa, kau bisa tunggu aku beberapa menit lagi ? Aku sedang mengantarkan  formulir audisi menyanyi Hye Jin, dia terlihat sibuk tadi “

“Tidak masalah , kau antarkan saja dulu , aku akan menunggu mu disini “ jawab Siwon santai

“Mianhae oppa,  kau harus menungguku ~~ “

“Tidak apa-apa Hye Ri~ya, sudah cepat antar lalu temui aku disini , ada yang ingin kusampaikan padamu “

“Apa itu ?”

“Kau akan tahu nanti, aku tunggu dikafe biasa kita bertemu “

“Baiklah ~~ tunggu aku ya “

“Ne…”

“Ehm..oppa ?” tahan Hye Ri sebelum Siwon menutup telponnya

“Ne ?”

“Aku menyayangimu “ balas Hye Ri pelan namun jelas. Siwon kembali tersenyum , gadis ini memang suka sekali mengungkapkan perasaannya secara terang-terangan, mengkespresikan rasa sayangnya dengan ucapan .

“Aku tahu , cepatlah kemari …” balas Siwon

“Ne …”

Telpon terputus . Senyum masih terpeta diwajah tampan Siwon, ditatapnya kembali cincin yang ada didalam kotak kecil ini sambil mengelusnya pelan.

“Setelah kita bertemu, aku yang akan mengatakan berkali-kali jika aku yang sangat  menyayangimu “ gumam Siwon pelan .

Tanpa pria ini sadari , kepahitan yang tidak diduganya akan segera menghampirinya, penyesalan akan menyambutnya sebentar lagi, kenapa tidak diucapkannya ungkapan itu saat Hye Ri menelponnya ? Terlambat ~~ semuanya akan terlambat.

~**~

Siwon mengetuk-ngetuk meja kafe dengan ujung jari telunjuknya tampak resah menunggu Hye Ri yang belum datang . Diliriknya jam yang melingkari pergelangan tangan kirinya yang sudah menunjukkan pukul 5 sore . Gadis itu menelponnya sudah hampir satu jam lalu dan sampai saat ini masih belum menunjukkan batang hidungnya.

Siwon sudah mencoba menelpon Hye Ri, namun ponsel gadis itu justru tidak bisa dihubungi. Sesuatu tampak bergetar disaku celana Siwon, dengan bersemangat Siwon mengeluarkan ponselnya berharap Hye Ri yang menghubunginya .

Choi Seunghyeon ?? Sepupunya …..Untuk apa Seonghyeon menelponnya ? Walau tampak malas Siwon tetap menekan tombol hijau untuk mengangkat telpon dari sepupunya ini .

“Ne  ?”

“Oppa !! “

“Ada apa ?”

“Hye Ri ?!! “

Seketika Siwon menegang , Seunghyeon adalah teman Hye Ri dikelas balletnya, berkat sepupunya ini ia bisa mengenal Hye Ri .

“Ada apa dengannya ?”

“Hye Ri kecelakaan oppa !! “

“Mwo ?”

“Oppa ! Dia sekarat !! Cepatlah kemari !!! “ teriak Seunghyeon disebrang ponselnya .

Siwon hanya bisa mendengarkan ocehan Seunghyeon disebrang telponnya yang sedang memberitahukan posisi rumah sakit dimana Hye Ri dilarikan. Pikiranya terasa hampa seketika, bahkan saat telpon dari Seunghyeon terputus pun Siwon masih terdiam , menatap hampa lurus kedepan tanpa ada satu titik focus yang ia lihat .

Kecelakaan ? Sekarat ?

Sadar akan kelambanannya , Siwon segera beranjak dari kursinya . Langkahnya berlari dengan cepat meninggalkan kafe ini . Jangan terlambat…jangan terlambat ! Hanya itu yang ada dipikirannya .

~**~

Tubuh Siwon mengaku seketika saat Seunghyeon memeluknya , saat ia sampai sepupunya itu telah berlari kearahnya dengan limpahan air mata yang mengaliri kedua pipinya .

“Oppa …Hye Ri…” isak Seunghyeon .

Mereka berdua tengah berdiri didepan sebuah ruangan gawat darurat , Seunghyeon masih terus terisak seolah lupa jika ia belum menjelaskan apapun pada Siwon .

Menjelaskan ?? Apa itu masih perlu untuk Siwon ? Dia tidak bodoh bukan ? Seharusnya dia sudah tahu jika melihat keadaan seperti ini tentang kabar apa yang akan ia terima . Siwon menoleh lemah kearah pintu putih besi yang menutupi ruangan UGD, terdapat celah kecil diantara sela kedua pintu itu karena kelalaian dari petugas yang tidak menutup rapat pintunya . Siwon bisa menangkap suara tangisan kencang dari dalam ruang UGD , tangisan menyayat hati yang seolah ikut mengiris relung hatinya yang terasa rapuh seketika .

“Hye Ri…Hye Ri….opppa …” isak Seunghyeon semakin menjadi, bahunya bergetar hebat menadakan sesuatu kesedihan yang amat sangat.

“ Aku terlambat ?” tanya Siwon pelan, sangat pelan justru dan  terkesan seperti sebuah bisikan

“Oppa….” isak Seunghyeon . Gadis itu seolah tidak sanggup untuk menjawab pertanyaan sederhana dari Siwon .

Siwon kembali menoleh kearah pintu, terdapat sebuah kaca kecil yang menampilkan keadaan didalam . Terlihat seorang wanita tinggi yang berdiri membelakanginya tampak menenangkan seorang wanita yang menangis kuat-kuat, jeritan tangisannya bahkan sampai terdengar dikoridor rumah sakit ini.

“ Oppa…Hye Ri…aku tidak percaya dia……” kalimat Seunghyeon terputus seketika saat dirasakannya Siwon mendorong bahunya melepaskan pelukannya pada namja itu. Seunghyeon mendongak untuk menatap Siwon dan mendapati ekspresi yang sangat sulit dijelaskan diwajah Siwon

“Oppa….”

Tidak ada air mata , tapi kehampaan tergambar jelas pada kedua bola mata Siwon . Urat dipelipis kepalanya tampak menonjol karena usahanya yang menahan agar tidak ada air yang tergenang di garis matanya . Siwon mundur selangkah dan kembali menoleh untuk menatap ruang UGD melalui kaca yang tertempel pada pintu UGD ini.

“Aku bahkan belum mengatakannya …” bisik Siwon .

Lengkingan tangis dari seorang gadis yang ada didalam ruangan UGD ini kembali menusuk telinga Siwon. Dia tahu siapa yang menangis itu . Orang yang sama sepertinya, sama-sama mencintai Hye Ri dan harus merasakan rasa sakit karena kehilangan .

“Oppa …” panggil Seunghyeon .

Siwon masih terdiam, perlahan namja ini membalikkan tubuhnya. Panggilan Seunghyeon tidak digubrisnya sama sekali . Dibukanya kancing jasnya agar tidak begitu menyesakkan . Tepat saat namja ini berbalik air mata yang ia tahan sedari tadi akhirnya jatuh merobohkan pertahannya, dipaksanya langkah kakinya sendiri meninggalkan rumah sakit ini . Terus melangkah membawa rasa sakit yang teramat sangat mengiris hatinya , dia terlambat ~~ terlambat……

-FLASHBACK END-

~**~

Lee Hye Jin’s POV

Dia merebutnya , pria ini merebutnya . Sesuatu yang kujaga ia rebut begitu saja !

Urat mataku mungkin akan putus karena sekarang kedua mataku membulat sempurna akibat keterkejutanku karena tindakan kurang ajar dari Siwon . Dan saat ini, Siwon justru semakin memperdalam ciumannya pada bibirku, tangannya yang menyentuh lenganku mulai naik kebahuku , naik lagi untuk menyentuh leherku, terkesan memijatnya justru .

Gila !! Aku bisa gila !!

Lee Donghae ….

Aku tahu ! Aku seperti melakukan penghianatan , kudorong cepat dada Siwon yang sontak melepaskan kontak bibirku dengannya . Aku melangkah mundur sambil memegangi bibirku masih tampak syok dengan perbuatannya .

“K..kau…” ucapku bergetar

Siwon tidak menatapku, dia menunduk menatap tanah tampak tersadar dengan perbuatannya .

“Kau gila….” desisku

Aku teringat, dia sempat memanggilku Hye Ri bukan ? Apa saat dia menciumku tadi yang ada dipikirannya ia sedang mencium Hye Ri . Aku meringis mendapati kenyataan itu .

“Maaf…..” bisik Siwon pelan masih dengan menundukkan kepalanya .

Maaf ? Semudah itu ?! Aku butuh penjelasan darinya ! Apa maksud semua ini ? Hye Ri lagi ? Dia masih menganggapku Hye Ri ?!

“Kau menganggapku Hye Ri lagi ….” ucapku tercekat . Entah kenapa sangat sakit saat aku harus mengucapkan kalimat itu .

“Maafkan aku….”

“Kau menciumku ! “ nada suaraku mulai meninggi

“Aku minta maaf Hye Jin~ah…”

“Aku tidak butuh kata maafmu !! Jelaskan sesuatu !! “ teriakku tanpa sadar . Air mataku menetes begitu saja saat ini ! Sebenarnya aku kenapa ??!!

Siwon mulai menengadahkan wajahnya untuk balas menatapku , sepertinya dia tidak menyangka akan reaksiku . Dia menatap dalam kearahku yang membuatku semakin melemas .

“Hye Jin~ah aku…..”

“Kau membuatku tersiksa ….” bisikku . Sebenarnya kearah mana ucapanku ?!

“Hye Jin~ah..ini….”

Siwon kembali berjalan mendekatiku, aku hanya bisa terdiam, terus menatap manik matanya entah mencari apa didalam mata hitam pekatnya itu.

“Aku minta maaf Hye Jin~ah…..”

“Kau menyiksaku….”

Jarak kami kembali tersapu, tanpa takut aku terus menatap mata Siwon .

Dan sedetik kemudian namja ini kembali menarik bahuku kearahnya membuatku terlempar masuk kedalam pelukannya .

“Maaf…..” bisiknya

Air mataku masih terus terjatuh tanpa jelas apa yang kutangisi . Merasa dia sudah sangat kurang ajar karena menciumku ? Atau justru aku menangis karena perasaan tersiksaku sendiri ? Tapi untuk apa aku merasa tersiksa ?!!

Pria ini benar-benar mengacak-ngacak perasaanku ! Membuatku bingung sendiri dengan yang kurasakan terhadapnya !

“Hye Jin~ah, maafkan aku…..”

Tubuhku melemas membiyarkan Siwon semakin erat mendekapku . Aku tidak membalas pelukannya tapi aku tidak bisa berbohong jika ia justru menghangatkanku saat ini , membuatku merasa lebih nyaman menghabiskan air mataku didalam pelukannya . Sadarkanlah aku Tuhan !!

~**~

Desiran angin ini membuatku merasa sedikit lebih rileks . Suara gemerenting dari ranting-ranting yang bertubrukan membuat suasana dihalaman rumahku tampak tenang dan sunyi . Aku dan Siwon masih sama-sama mengunci mulut kami dan tetap menatap lurus kedepan . Saat ini kami berdua tengah duduk dianak tangga yang ada diteras rumahku . Siwon duduk disebelahku tampak masih asik menerawang jauh dengan pikirannya sendiri .

“ Katakan sesuatu…” ucapku pelan . Aku bisa merasakan Siwon menoleh kearahku, namun aku hanya tetap menatap lurus kedepan, membiyarkan namja ini menatap sisi wajahku .

“ Maaf…..”

Aku menghela nafas panjang mendengar ungkapan maafnya yang entah sudah keberapa kalinya .

“Kalimat lain…” ujarku

“Kau mau ikut kerumahku ?”

“Nde ?” ucapku terkejut sambil memutar kepalaku untuk menoleh kearahnya .

“Ikut kerumahku…” ulang Siwon . Wajahnya tampak lelah karena suatu beban yang ada dipundaknya .

Aku masih bingung menatap Siwon, namja ini harus melanjutkan kalimatnya agar aku tahu apa maksud dari ucapannya tadi .

“ Aku pernah berjanji akan mengenalkan Hye Ri pada ibuku, namun tepat saat itu dia justru pergi . “

Siwon kembali terdiam membuatku menaikkan sebelah alisku sebagai maksud agar dia melanjutkan kalimatnya.

“Ibuku berencana mencarikan wanita yang lain untukku, dia pikir aku bagitu frustasi karena kehilangan Hye Ri .”

Memang benar bukan ? Apa dia tidak sadar jika dia memang terlihat sangat menyedihkan karena kepergian Hye Ri .

“ Tapi aku menolaknya, dia mencoba mengerti, dia memberiku kesempatan untuk memilih wanita yang kusukai , jika tidak ada yang kutemukan maka dia yang bersikeras mencarikannya untukku “

“ Apa hubungan masalah ini dengan kekurangajaranmu “ tanyaku tajam , mata Siwon melirikku dengan kilatan rasa bersalah .

“Aku bingung….” ujar Siwon pelan

Benar bukan ? Dia pasti masih menatapku sebagai Hye Ri. Dasar gila !

“Kau masih berfikir aku Hye Ri ? “

“Itu terjadi diluar kuasaku “

“ Kau masih belum bisa menerima kepergiannya ! “

“ Bukan seperti itu, aku….”

“Kau pikir kau yang paling merasa kehilangan ? Kau pikir kau yang paling merasa sakit karena kepergiannya ? Kau itu bukan aku yang bersamanya dalam satu kandungan, selama 23 tahun aku hidup bersamanya , kau bukan orang yang memiliki pertalian darah dengannya , kau…”

“Kau tidak pernah jatuh cinta ?! “ potong Siwon yang langsung membuatku terdiam . Nada suaranya tampak naik satu oktaf walau dia tidak sedang membentakku .

“ Kau tidak pernah merasakan rasa kehilangan karena orang yang kau cintai, bukan cinta karena dia anggota keluarga mu, tapi memang kau benar-benar mencintainya ?”

Aku masih terdiam menatapnya, ekspresi Siwon tampak nanar setiap melontarkan kata-kata yang keluar dari bibirnya .

“Kita sama-sama kehilangannya , tapi dengan jenis perasaan yang berbeda . Kau sedih karena ia saudara kembarmu, sedangkan aku , karena dia satu-satunya wanita yang kucintai “

“ Aku……”

“Aku sudah berusaha tidak menganggapmu Hye Ri, sungguh….”

Siwon tampak menunduk menatap hamparan rumput hijau yang ada dihalaman kecil rumahku. Rambut hitamnya tampak acak-acakan karena angin yang semakin kuat bertiup.

“Hanya saja ada kalanya semuanya ada diluar kendaliku , aku tidak bisa mengontrolnya saat aku benar-benar melihatmu sebagai Hye Ri . Kalian benar-benar mirip ….”

“Aku bukan dia….”

“Aku tahu ! “ potong Siwon lagi , mungkin dia sendiri sudah bosan mendengar ucapan itu dari mulutku .

“ Ikutlah denganku Hye Jin~ah , ikut kerumahku untuk menemui ibuku “ lanjut Siwon .

“Nde ?”

“Aku tidak mungkin mengajak wanita lain, hanya kau yang ingin kuajak menemuinya “

“Siwon~ssi ! Sudah kubilang aku…”

“Temui dia sebagai Hye Jin, aku tidak memintamu menjadi Hye Ri, kau menemuinya sebagai Hye Jin, gadis yang mulai kucintai …”

“Mwo ?”

“ Kali ini bantu aku Hye Jin~ah….” mohon Siwon  . Sial !! Aku selalu merasa kalah jika mendengar nada suaranya yang memohon seperti ini.

“Kau…”

“ Hanya temui dia …”

Selalu seperti ini, kenapa dia punya tatapan yang membuatku tidak pernah bisa membantahnya, kalimat yang ingin kukeluarkan seolah tertelan begitu saja saat mata pekat hitamnya yang menatapku begitu dalam. Menyelimuti dengan sebuah perintah yang tak terucap tapi terpancar jelas dalam sorotan matanya .

“Kau berhutang padaku…” ucapku akhirnya .Aku lebih memilih bangkit dari dudukku dan memutar tubuhku untuk berjalan masuk kedalam rumahku, aku masih sempat menoleh untuk menatap punggung Siwon, terlihat sisi wajahnya yang menampilkan segaris lurus bibir tipisnya yang sedikit tertarik kebelakang . Chhhh….dia tersenyum !

~**~

“ Aku tidak setuju Hye Jin~ah ! “ papar Donghae saat aku baru saja memberitahunya jika aku berniat menemui ibu Siwon karena dia yang memintaku . Kuceritakan semuanya pada Donghae kecuali saat Siwon menciumku . Aku langsung mengatakan jika Siwon ingin aku membantunya, ya~~ kuanggap seperti itu . Menemui ibu Siwon agar wanita itu berhenti mencarikan seorang wanita untuk anaknya .

“Siwon hanya mengenalkanku sebagai teman dekatnya, itu saja Donghae~ya…”

“Kau pikir begitu ? Dia akan memperkenalkanmu sebagai kekasihnya ! “ bantah Donghae

“Tapi …”

“Aku tidak setuju ! Kau itu kenapa mau saja dimintai hal konyol seperti itu ?! “

“Aku…..dia hanya …..”

“Kau menyukainya ?”

“Donghae~ya ! “ tegurku

“ Kau itu kenapa Donghae~ya ? “ kalimat ini meluncur dari bibir Sooyoung . Kami bertiga memang berada diruang tengah rumahku . Sooyoung duduk disebelahku sedangkan Donghae tampak berdiri sambil berkacak pinggang masih melotot kearahku .

“Nde ?”

“Ne, kau itu kenapa ? Kenapa kau yang pusing , Hye Jin kan hanya membantunya saja “

“Sooyoung~ah , kau tidak tahu pria itu bukan ? Dari wajahnya saja aku tahu dia punya maksud lain “

“ Dia terlihat baik “ jawab Sooyoung santai

“Dia terlihat sekali menyukai Hye Jin …”

“Memangnya kenapa ? Kenapa jika namja yang bernama Siwon itu menyukai Hye Jin ? “ tanya Sooyoung cepat .

Donghae terdiam seketika , kalimat yang Donghae ucapkan sebelumnya seperti keluar tanpa ia sadari . Aku menatap Sooyoung singkat lalu kembali menatap Donghae .

Kusadari jika Donghae menghindar untuk tidak menatap mataku , dia menatap tajam Sooyoung yang dibalas seringaian tipis dari Sooyoung .

“Kau cemburu ?” tanya Sooyoung pelan, senyum tipis bisa kulihat mengukir bibirnya .

“Nde ? “

Terjadi keheningan sesaat diantara kami bertiga . Mataku sesekali melirik Donghae yang tanpa sengaja ia juga melirikku namun cepat-cepat melirik kearah lain. Kenapa dia ?

“ Hae~ya , kau ingin aku menertawaimu ? “ tanya Sooyoung lagi, bisa kulihat bibir Donghae semakin menipis seolah dia merasa gemas dengan Sooyoung . Sooyoung justru bersedekap sambil menatap meremehkan kearah Donghae .

“Kau terlihat sekali……”

“Lakukan saja kalau begitu ! “ potong Donghae cepat memotong ucapan Sooyoung . Senyum Sooyoung semakin melebar melihat reaksi Donghae, sedangkan aku masih bingung menatap kearah keduanya .

“Temui calon mertuamu ! “ ucap Donghae kasar kearahku , dia langsung berbalik dan berjalan menuju kearah depan . Dia mau pulang ?

“Donghae ~ya ? “ panggilku . Namun Donghae terlihat mengabaikan panggilanku , dia terus terus saja berjalan. Aku bangkit dari kursiku untuk mengejarnya . Namun langkahku tertahan saat kurasakan tanganku ditahan oleh Sooyoung.

“Biarkan saja Hye Jin~ah , ikanmu itu sangat lucu jika sedang cemburu “ ujar Sooyoung geli

“Dia marah padaku …” keluhku . Sooyoung memaksaku untuk duduk disampingnya yang akhirnya tidak bisa kutolak. Terdengar suara bantingan pintu yang berasal dari arah depan yang kuyakin itu akibat perbuatan Donghae membanting daun pintu rumahku.

“Biarkan dia menunjukkan perasaannya yang sebenarnya , aku ingin tahu siapa yang akan menang diantara kalian yang paling pandai menyembunyikan perasaan kalian sendiri “ ujar Sooyoung .

“Maksudmu ?”

“Kau sama bodohnya dengan ikan itu “ balas Sooyoung pelan , sahabatku ini langsung bangkit berdiri dan langsung berjalan menuju dapur . Aku sempat memanggilnya untuk meminta penjelasan, namun sama seperti Donghae yang mengabaikanku tadi, Sooyoung tetap melanjutkan langkahnya menuju dapur. Aku tahu , dia pasti mau makan . Seperti itulah dia, makan, makan dan makan .

~**~

“Ada waktu 3 bulan untuk kalian berlatih , setiap universitas akan mengirimkan dua wakilnya di ajang ini , aku akan tetap menyeleksi diantara kalian siapa yang paling pantas mewakili kampus kita “ ucap Madame Hyo Sun lantang .

Aku melirik ke siswi-siswi lain yang menatap Madame Hyo Sun tampak menyimak dengan seksama, satu ekspresi yang kudapati dari wajah mereka semua adalah mereka tampak antusias mendengar kabar tentang kompetisi ini . Aku menoleh kearah Sooyoung yang duduk disebelahku dan hanya bisa mendengus malas saat melihat ekspresinya sama seperti yang lainnya .

“Kita harus semakin rajin berlatih Hye Jin~ah…” ujar Sooyoung pelan disebelahku

“Aku masih baru, tidak mungkin terpilih Sooyoung~ah “ balasku tak bersemangat

“Tetap berlatih saja kuncinya , oh iya Hye Ri pernah terpilih sebagai wakil universitas kita bulan November tahun lalu, kau ingat ?”

Pikiranku terbang mencoba mengingat-ingat peristiwa itu. Memang benar jika Hye Ri pernah terpilih sebagai wakil universitasku untuk mengikuti sebuah kompetisi nasional yang pemenangnya akan dikirim untuk ikut pelatihan di Italia .

“Tapi dia kalah kan “ ujarku pelan

“Tapi dia masuk lima besar terbaik Hye Jin~ah , bahkan Jessica kalah oleh Hye Ri saat bersaing untuk mewakili universitas “ tukas Sooyoung .

“Jessica kalah ?  maksudku dia kalah bersaing dengan Hye Ri ?” tanyaku tampak tertarik

“Ne , ayolah ! Kau benar-benar tidak tahu ?”

Aku menggeleng sambil tersenyum kearah Sooyoung, senyumku ini karena aku sedang membayangkan seperti apa ekspresi Jessica saat Hye Ri mengalahkannya .

Chhhh~~ pantas saja dia terlihat biasa saja karena kepergian Hye Ri, saingannya sudah tidak ada lagi bukan ?

“ Kau bisa meneruskan perjuangan Hye Ri jika kau berhasil tembus mewakili universitas kita “ celutuk Sooyoung . Kami masih berbicara dengan suara pelan, karena Madame Hyo Sun masih tampak sibuk berceramah ditengah ruangan menjelaskan tentang kompetisi ini.

“ Aku masih terlalu jauh Sooyoung~ah .” balasku pelan

“Kau cukup berlatih dengan keras dan ada keyakinan untuk ini Hye Jin~ah “ ujar Sooyoung , dia menggeser duduknya lebih dekat kearahku sampai kami benar-benar menempel .

“Kali ini wakil universitas ada dua orang, kesempatan kita masih cukup besar “ bisik Sooyoung disebelahku . Aku menoleh perlahan kearah Sooyoung dan sudah mendapatinya tersenyum penuh arti kearahku .

“Kau bisa bayangkan jika kita berdua yang terpilih mewakili universitas ? “ tanya Sooyoung lagi, kedua matanya tampak berkilat karena sebuah semangat yang menggebu .

“Jangan lupakan Jessica “ desisku pelan

“Kau pikir dia tidak bisa disaingi ? Ayolah ~~ wanita itu sendiri yang mengatakan…” Sooyoung melirik Madame Hyo Sun sekilas lalu kembali menatapku “ ….jika yang Jessica lakukan tidak mungkin tidak bisa kita lakukan juga , berlatih keras kuncinya Hye Jin~ah “ lanjut Sooyoung bersemangat .

“Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ekspresi Jessica jika kita berdua bisa tembus kekompetisi ini “ ujarku geli .

“Kau tidak ingin menjadikannya kenyataan ? Ini akan sangat menarik “ ucap Sooyoung , aku bisa merasakan jika Sooyoung sedang merayuku dengan kalimat-kalimatnya .

“Aku….”

“Kita lakukan bersama Hye Jin~ah…” bisik Sooyoung mantap .

Aku terdiam sejenak , kembali aku menatap Madame Hyo Sun yang masih berbicara lantang , sejenak aku teringat ucapan-ucapan semangat darinya, dia tidak ingin aku mengecewakan banyak orang bukan ? Dia ingin aku konsisten dengan kalimatku kan ? Ingin sebuah bukti yang akan semakin meyakinkannya jika aku memintanya untuk khusus mengajariku tidak akan sia-sia .

Aku menoleh pelan kearah Sooyoung , sebelah alisnya tampak naik seolah menunggu jawabanku tanpa perlu lagi ia bertanya .

“ 2 tempat itu akan jadi milik kita kan ?” tanyaku tersenyum . Sooyoung langsung membalas senyumanku dengan cengiran lebar yang langsung memperlihatkan deretan gigi-giginya yang rapi .

“Pasti …” ucapnya .

Kurasakan dia merangkul bahuku dan kembali menatap kedepan . Sooyoung kembali sibuk memperhatikan Madame Hyo Sun . Sedangkan aku mencari sosok Jessica yang ternyata duduk disebrangku . Dia sama seperti yang lainnya tampak asik menyimak semua ucapan Madam Hyo Sun . Aku benar-benar ingin melihat ekspresi wajah yang seperti apa yang akan menghiasi wajah es Jessica jika ia melihatku berhasil mewakili Universitas ini . Sooyoung benar, latihan dan keyakinan yang sangat kuperlukan sekarang . 3 bulan itu cepat , dan aku harus benar-benar memanfaatkannya .

~**~

“Aku tidak percaya kau sahabatku Lee Hye Jin “ ucap Sooyoung pelan . Sahabatku ini baru saja memberi sentuhan terakhir dibibirku .

Sooyoung mulai menyingkir dan membiyarkanku menatap lurus kearah kaca yang terpajang pada meja rias yang ada dikamar Hye Ri . Sooyoung sengaja meriasku dikamar Hye Ri karena aku sama sekali tidak punya alat kosmetik selengkap Hye Ri .

Kuluruskan pandanganku untuk menatap bayangan yang memantul dari kaca dimana aku bercermin . Sontak mulutku terbuka saat melihat bayangan seorang yeoja yang terlihat berbeda dari penampilannya yang biasanya . Itu aku ? Salah ~~ apakah ini aku ?

“Kau sangat cantik Hye Jin~ah….” ucap Sooyoung disebelahku . Aku menoleh kearah Sooyoung dan menatapnya dengan tatapan sedikit tidak percaya .

“Ayo kita keluar , Siwon sudah menunggumu diluar bukan ?” lanjut Sooyoung , dia langsung menarik tanganku dan berjalan keluar dari kamar Hye Ri dengan bersemangat . Aku sedikit susah mengikuti langkahnya akibat sepatu hak tinggi yang kukenakan. Aku sempat menolak untuk memakai sepatu hak tinggi dan lebih memilih memakai sepatu ceper biasa tapi Sooyoung langsung mengomeliku jika itu tidak akan cocok dengan gaun yang kukenakan nantinya .

“Sooyoung~ah ..aku…..”

“Sejak kapan kau disini Donghae~ya ?”

Aku langsung menengadahkan wajahku dan menatap lurus kedepan . Sooyoung yang mengucapkan kalimat itu . Aku langsung mendapati jika Donghae sudah berada diruang tengah rumahku .

Entah ini hanya perasaanku saja, kurasakan jika Donghae hanya menatapku . Aku sadar jika matanya sempat melihatku dari atas kebawah lalu kembali menatap mataku . Aku semakin bingung saat dia tidak menjawab panggilan Sooyoung dan terus saja menatapku . Aihhhhh ~~ dia pasti melihatku sangat aneh berpenampilan seperti ini.

“ Yaa ! Lee Donghae ! “ bentak Sooyoung akhirnya

Donghae tampak terkesiap dan menjawab tergagap panggilan Sooyoung .

“Sejak kapan kau disini ?” ulang Sooyoung

“Aku….” dia kembali melirikku lalu dengan cepat mengalihkannya dan kembali menjawab pertanyaan Sooyoung .

“15 menit yang lalu, kupikir kalian sedang bersiap-siang , jadi aku menunggu diluar “jawabnya cepat .

“Kau bertemu Siwon didepan ?” tanya Sooyoung lagi .Seketika ekspresi dingin menghiasi wajah Donghae . Aku tahu, dia masih tidak setuju aku membantu Siwon . Tapi aku sudah terlajur seperti ini bukan ? Mau dia melarang seperti apa, aku juga akan tetap pergi bersama Siwon .

“Ne …” jawabnya singkat

“Kau jadi pergi bersamanya ?” Donghae beralih bertanya kearahku

“Nde ? Oh…begitulah…” jawabku kikuk .

“Apa perlu kau membuatnya aneh seperti ini ?” tanya Donghae kearah Sooyoung . Mulutku sontak mengerucut mendengar ucapan Donghae , benar kan ? Aku terlihat aneh dimatanya .T.T . Sedangkan Sooyoung tampak mendesis tidak terima dengan ucapan Donghae .

“Tutup mulutmu ! Apa kau pernah melihat Hye Jin secantik ini sebelumnya , aku yakin jika kau tadi sempat….”

“Pria itu sudah menunggumu !! “ potong Donghae segera . Kusadari jika Donghae tampak melotot kearah Sooyoung yang dibalas tatapan gusar dari Sooyoung .

“ Kau itu….”

“Kau tidak ingin dia menunggumu terlalu lama bukan Hye Jin~ah ?” tegur Donghae kearahku . Aku sempat meliriknya namun Donghae langsung memalingkan wajahnya seolah tidak mau membalas tatapanku .

“Ayo kuantar kau kedepan , abaikan pria ini “ ajak Sooyoung sambil menarik sebelah tanganku . Mau tidak mau aku mengikuti langkah Sooyoung berjalan kearah pintu depan .

“Hye Jin~ah…”

Langkahku sontak berhenti karena Donghae memanggilku . Sooyoung tampak berdecak namun kuabaikan karena aku langsung menghentikan langkahku dan perlahan berbalik .Kudapati Donghae yang tengah menatapku kecewa . Ya Tuhan ! Aku seperti melakukan kesalahan yang besar saja sampai-sampai ia menatapku seperti itu .

“Aku yang akan menjemputmu nanti, setelah sampai dirumah pria itu , kau harus langsung menghubungiku dan beritahu dimana posisimu  . Kau pulang bersamaku “

“Mwo ?”

“Lakukan saja Hye Jin~ah “ tekan Donghae

“Aku….”

“Pulang bersamaku ! “

“Katakan iya Hye Jin~ah, aku bisa gila melihat wajah khawatirnya itu “ decak Sooyoung disebelahku .

Aku balas menatap mata Donghae sekarang, sorotan matanya memang lebih mengesankan sebuah kekhawatiran kepadaku. Sebuah senyuman yang diiringi anggukan kusuguhkan padanya .

“Aku akan menelponmu jika aku sudah sampai , kau tenang saja “ ucapku akhirnya . Donghae sama sekali tidak tersenyum untuk membalas senyumanku .

“Ya sudah , sana pergi “ usirnya

Tanpa babibu lagi Sooyoung langsung meraih tanganku , membuatku berbalik dan otomatis mengikuti langkahnya. Dibukanya pintu depan rumahku yang langsung membuat angin malam menyapa wajahku .

“Ya Tuhan, dia tampan sekali “ bisik Sooyoung disebelahku . Pandangan kami berdua telah tertuju pada seorang pria yang berdiri disebelah mobil Ferrari zobin merah miliknya . Sepertinya Siwon sadar jika aku sudah keluar dari rumahku . Dia langsung berjalan menyebrangi halaman kecil rumahku dan semakin berjalan mendekati kami .

“Hye Ri jauh lebih pintar memilih pria yang disukai “ sindir Sooyoung . Ingin sekali menjitak kepala wanita ini jika saja Siwon tidak keburu sampai didepanku . Senyum manis telah terpeta diwajahnya yang aku yakin bisa membuai siapa saja yang melihatnya .

“Kau sudah siap ?” tanyanya

“N..Ne..” jawabku gugup . Gugup ? Untuk apa aku gugup ?

“Kalau begitu kita berangkat sekarang saja “ ajak Siwon

“Sekarang ? Oh…ne…”

Siwon tampak berpamitan dengan Sooyoung , aku masih sempat mendengar bisikan “fighting’ dari Sooyoung . Namun aku hanya bisa terdiam. Ditambah lagi, Siwon telah meraih telapak tanganku dan membawa langkahku bersamanya. Dia menggenggam tanganku Tuhan ! Astaga ~~

~**~

AUTHOR’s POV

“Kau kesal ?” tanya Sooyoung . Donghae sudah menyusulnya keteras depan dan ikut memandang mobil Siwon yang baru saja meninggalkan jalanan depan rumah Hye Jin

“Jangan pernah mengatakan apapun tentang perasaanku pada Hye Jin “

Sooyoung mengela nafas tampak bosan mendengar ungkapan itu dari mulut Donghae .

“Mau sampai kapan ?”

“Entahlah ~~ “ jawab Donghae sambil berbalik untuk kembali masuk kedalam rumah .

“Hae~ya, apa kau tidak pernah berfikir mungkin saja Hye Jin memiliki perasaan yang sama denganmu ?”  susul Sooyoung.

“Aku pernah bertanya padamu bukan ? Tapi kau tidak mau mengatakannya “

“Aku harus menjaga rahasia sahabatku “ ucap Sooyoung membela diri

“Kalau begitu jaga mulutmu juga , aku juga sahabatmu kan ?”

“Baiklah ~~ aku tidak akan mengatakan kalimat-kalimat yang akan memperjelas jika kau menyukai Hye Jin , tapi jangan menyesal jika gadis itu akan menyukai pria lain “

“Apa maksudmu ?”

“Hye Jin seperti tertarik pada Siwon “

“Nde ?”

“ Hanya pemikiranku saja, sangat aneh jika ia langsung setuju untuk membantu Siwon menemui ibunya , tidak mungkin jika Siwon hanya memperkenalkan Hye Jin sebagai temannya bukan ? Makan malam bersama ibunya , itu seperti mengenalkan seorang kekasih pada calon mertuanya “

“ Sudahlah ~~ “

“Apa susahnya mengatakan jika kau sudah lama menyukainya “ potong Sooyoung

“Sangat susah ….hubungan kami sudah sangat dekat , aku tidak mau jika aku mengatakannya , hubungan kami justru mengaku , aku tidak mau itu “

“Itu karena kau berfikir Hye Jin ….” Sooyoung mengerem lidahnya seketika. Dia teringat permintaan Hye Jin yang pernah memintanya untuk tidak menceritakan apapun tentang perasaan gadis itu yang sebenarnya pada Donghae .

“ Apa ?”

“Tidak usah dipikirkan “ ucap Sooyoung akhirnya . Donghae memilih duduk dikursi yang ada diruang tengah ini. Dia langsung menyenderkan tubuhnya pada kursi dan menutup kedua matanya .

“Aku akan pulang Donghae~ya, kau masih mau disini bukan ? “

“Ne , aku akan menjemput Hye Jin nanti “ balas Donghae dengan masih menutup kedua matanya .

“Berdoa saja , semoga Siwon tidak benar-benar meminta Hye Jin menjadi kekasihnya “

“Tutup mulutmu ! “

Terdengar cekikikan kecil dari Sooyoung , namun Donghae tampak enggan menanggapinya. Dia masih menutup kedua matanya dengan sebelah tangannya yang ia masukkan kedalam saku jaketnya, menggenggam ponselnya seolah menanti kapan ponsel ini bergetar untuk  memberitahukannya jika Hye Jin menelponnya .

“Aku pulang Donghae~ya…”

“Ne…” balas Donghae singkat . Terdengar derap langkah yang menjauh dari Sooyoung . Dan sekarang hanya kesunyian yang ada diruang tengah ini . Pikiran namja ini sedang sibuk membayangkan apa yang kira-kira akan dilakukan Siwon . Hye Jin ? Apakah dia benar-benar menyukai Siwon ?

~**~

“Kita sudah sampai “ ucap Siwon sambil mematikan mesin mobilnya .

Hye Jin menurunkan kaca mobil Siwon dan mencoba melihat keadaan diluar . Mulutnya langsung terbuka saat matanya memandang lurus kesebuah glass house yang berdiri megah dengan tembok-tembok tinggi yang terbuat dari batu alam mengelilingi rumah itu . Dipadu dengan halaman yang cukup luas dengan perawatan yang sangat baik , rumah ini tampak semakin asri memancarkan cahaya putih dari dalam rumah melalui kaca-kacanya yang tembus pandang .

“Rumahmu ?” tanya Hye Jin pelan tanpa menoleh kearah Siwon masih terpana dengan keindahan rumah Siwon .

“Ne , ayo turun….”

“Tunggu ! Ibumu orang yang seperti apa ? “ tanya Hye Jin cepat .

Bayangan wanita paruh baya yang berkelas atau bersosialita tinggi melintas dipikiran Hye Jin . Seorang ibu yang akan sangat protective terhadap anaknya, seorang pemilih dan penilai mungkin saja adalah sikap-sikap dari nyonya-nyonya kelas atas .

“Kau nilai sendiri nanti “ jawab Siwon sambil tersenyum dan langsung beranjak keluar dari mobilnya . Hye Jin hendak membuka pintu mobil sendiri namun dia kalah cepat saat Siwon sudah membukakanya .Cepat tanggap sekali namja ini .

“Pernahkah Hye Ri bertemu dengan ibumu ?” tanya Hye Jin saat dia sudah berjalan berdampingan dengan Siwon menuju rumah Siwon.

“Belum, aku pertama kali membawa seorang wanita baru malam ini “

Hye Jin menoleh cepat , cukup terkejut dengan ungkapan  dari Siwon barusan.

“Pertama kali ?”

“Aku sudah memberitahumu kan , saat aku hendak mengenalkan Hye Ri pada ibuku, dia…..”

“Okey jangan dilanjutkan “ potong Hye Jin . Jangan merusak suasana Hye Jin~ah !

“Kau terlihat sangat berbeda Hye Jin~ah “ celetuk Siwon . Sesekali namja itu melirik kearah Hye Jin sambil tersenyum simpul . Sedangkah Hye Jin, dia hanya bisa terdiam, mengulum bibirnya sendiri agar tidak tersenyum atau bahkan sedang berusaha menjaga raut wajahnya agar tidak ada semburat merah yang menandakan ia malu karena ucapan Siwon. Blush on yang diberikan Sooyoung sudah cukup sebagai pemerah pipinya .

“Ayo….” ajak Siwon .

Hye Jin tampak meremas tangannya sendiri berusaha menghilangkan kelembapan pada telapak tangannya yang diakibatkan oleh rasa gugupnya .Sebentar lagi dia akan menemui wanita yang hampir menjadi ibu mertua Hye Ri .

“Tunggu sebentar, aku harus menelpon seseorang “ tahan Hye Jin .

~**~

Lee Hye Jin’s POV

Kupikir dia adalah wanita yang akan memandang seseorang dengan sesuatu yang sudah menjadi kriterianya , status sosial , latar belakang atau sebagainya adalah yang utama . Tapi ternyata aku salah . Wanita setengah baya yang memakai pakaian hanbok modern ini telah kesekian kalinya mengelus kepalaku atau menggandeng tanganku lalu mengajakku mengelilingi rumahnya .

Aku sempat was was saat bertemu dengannya , tapi bahuku langsung terasa rileks saat sebuah senyum ramah ia suguhkan padaku . Dia langsung menyambutku yang membuatku langsung membungkuk sopan kearahnya . Siwon hanya mengenalkanku , tidak ada embel-embel dalam kalimat Siwon yang menyatakan aku sebagai kekasihnya . Itu membuatku merasa lebih nyaman .

“Apa yang kau sukai dari anakku ?” tanya ibu Siwon antusias saat kami hanya berdua berada ditaman yang ada disebelah rumahnya .Ada dua bangku taman yang kosong yang kini kududuki bersamanya .

Aku mematung sesaat sebelum akhirnya tersenyum salah tingkah kearahnya. Apa yang harus kujawab ? Apa ibu Siwon sudah mengira aku adalah kekasih Siwon .

“Aku…”

Ibu Siwon masih setia menatapku, ada tatapan penuh harap jika aku akan mengucapkan kalimat-kalimat yang akan membuat hatinya berbunga .

“Dia…ehm….dia sangat baik “ ucapku akhirnya .

“Hanya itu ?”

Kupikir tatapan lembut Siwon adalah turunan dari ibunya, lihat ! Betapa lembutnya dia menatapku yang membuatku semakin bingung harus mengatakan apa lagi .

“ Dia sangat perhatian, terlalu sulit menggambarkan betapa sempurnanya dia “ ucapku akhirnya .

Senyuman yang semakin lebar terpeta diwajah ibu Siwon . Aku hanya bisa membalasnya senyumnya itu dengan senyum penuh rasa bersalah karena sudah membohonginya .

Cepatlah selesai malam ini ….

~**~

Akhirnya selesai juga . Setelah berpamitan dengan ibu Siwon , kami berdua langsung berjalan kembali menuju mobil Siwon . Siwon telah membukakan pintu mobilnya untukku , namun aku hanya berdiri tanpa masuk kedalam mobilnya .

“Ada apa ?” tanya Siwon

“Aku akan pulang sendiri “ ucapku pelan , aku menoleh kebelakang untuk sekedar memastikan tidak ada ibu Siwon yang sedang memperhatikan kami.

“Nde ?”

“Donghae menjemputku, aku pulang bersamanya “ ucapku sambil kembali menatap Siwon.

“Donghae ? “

“ Dia sepertinya sudah menunggu diluar pagar rumahmu “

“Kau pulang bersamanya ? “

“Ne “

“Aku bisa mengantarmu Hye Jin~ah..”

“Aniya ~~ Donghae sudah menjemputku , maaf Siwon~ssi , tapi aku sudah membantumu bukan ? Dan kupikir sudah waktunya aku pulang “

“Ne, tapi…”

“Ibumu sangat baik, kau harus memberitahukan yang sebenarnya “ ujarku .

Kulewati ia begitu saja dan terus melanjutkan langkahku. Kutelusuri sebuah jalanan kecil yang mengapit halaman berumput jepang ini.

Suara gemerecik dari pertemuan ujung hakku dan kerikil kecil-kecil pada jalan kecil ini semakin mengesankan betapa sulitnya berjalan dengan sepatu hak tinggi ini .

“Hye Jin~ah…”

Aku sadar jika Siwon mengejarku hingga akhirnya dia berjalan menyeimbangiku. Namun aku masih terus berjalan , Donghae pasti sudah sangat lama menungguku , karena saat aku menelponnya begitu sampai dirumah Siwon, dia mengatakan akan langsung kerumah Siwon dan menungguku diluar. Tidak bisa kubayangkan betapa kedinginannya dia diluar selama 2 jam aku dirumah Siwon.

“Donghae sudah menungguku Siwon~ssi “ ucapku

“Tapi …”

Aku dan Siwon telah sampai dipenghujung halamannya, kami bahkan telah melewati gerbang dari pagar rumah Siwon dan langsung mendapati sebuah jalan kecil . Aku melenggangkan kepalaku untuk mencari Donghae dan langsung bernafas lega begitu mendapatinya berdiri disebelah motornya tak jauh dari gerbang rumah Siwon.

“Tunggu sebentar “ ucapku kuat kearah Donghae . Namja itu tampak mengangguk yang membuatku yakin jika ia mendengar ucapanku . Aku kembali beralih menatap Siwon , dia sedang menatap kearah Donghae namun saat aku berbalik dia kembali menatapku .

“Kalau begitu aku pamit Siwon~ssi “ ucapku dan menunduk singkat kearahnya . Terlihat Siwon masih hendak membuka mulutnya namun aku sudah keburu mengabaikannya dengan berjalan cepat menghampiri Donghae .

“Kau benar-benar menjemputku “ ucapku saat aku sudah sampai ditempatnya . Ingin sekali tersenyum saat ini melihat Donghae, entah apa yang lucu , tapi bagiku dengan Donghae menjemputku bahkan sampai menungguku menunjukkan sisi dari dirinya yang begitu mengkhawatirkanku .

“Bibirmu biru , gaunmu itu terlalu minim “ tegur Donghae yang langsung menghilangkan senyum diwajahku .

“Sooyoung yang memilihkannya , aku….”

“Pakai ini ….” potong Donghae . Kuliat dia sudah melepas jaketnya , dan sejurus kemudian menyelampirkan jaketnya itu ketubuhku .

“Masukkan tanganmu “ perintahnya

“Tapi…”

“Cepat pakai “

Mau tidak mau aku menyelipkan kedua tanganku kedalam lengan jaketnya . Setelah jaket itu melekat sempurna ditubuhku , Donghae merapatkannya lalu menarik resleting jaketnya sendiri sampai membalut tubuhku dengan sempurna .

“Donghae~ya ?”

“Ne ?”

“Kau pakai apa ?”

“Kau pikir aku lelaki lemah ?” tanyanya tampak terhina

“Bukan begitu , tapi…”

“Pakai ini juga “ ucapnya lagi sambil memasangkan helm yang biasa kupakai jika aku naik motor bersamanya .

“Donghae~ya …”

“Ayo naik, ini sudah malam “ potong Donghae , dia langsung naik keatas motornya setelah sebelumnya mengenakan helm yang biasa Donghae pakai .

“Wae ? Kenapa tidak naik ?” tanya Donghae sambil menatapku gerah karena aku masih belum naik dan terus menekuk wajahku .

“ Aku harus duduk seperti apa ? “ tanyaku bingung

“Seperti biasa saja Hye Jin~ah “

“Tapi…”

“Sudahlah naik saja “ tukas Donghae .

Aku hanya bisa menggerutu pelan namun tetap naik keatas motor Donghae. Aku sempat kesulitan karena gaun dan sepatu yang kupakai . Akhirnya kuputuskan untuk duduk seperti biasa jika Donghae memboncengku dengan motornya .

Donghae tampak menoleh kebelakang sekedar memastikanku sudah benar-benar naik keatas motornya . Aku langsung memeluk pinggangnya dan menyenderkan tubuhku kepunggungnya . Ini sudah biasa kulakukan jika aku naik motor bersamanya .

“ Hye Jin~ah ?” panggilnya

“Ne ?” jawabku sambil menaruh daguku dibahunya .

“Jangan pergi bersamanya lagi , jangan makan malam bersamanya lagi , jangan menanggapinya “ ujar Donghae pelan dibalik helm yang ia gunakan .

“Mwo ?”

“Aku tidak suka melihat kau bersamanya “ ujar Donghae lagi .

“Donghae~ya…”

“Aku benar-benar tidak suka melihatmu bersamanya Hye Jin~ah “ lanjut Donghae yang otomatis membuatku terdiam . Ucapan namja ini seketika mampu membuatku bingung untuk menanggapinya . Aku dan dia bukan sepasang kekasih bukan ? Kami hanya dua orang yang bersahabat sejak lama dank arena itulah hubungan kami sangat dekat .

Tapi ucapannya saat ini membuatku merasa seperti dia……

“Pegang yang kuat “perintahnya pelan  . Sontak aku mengeratkan kedua tanganku yang mengelilingi pinggangnya. Tidak ada kalimat apapun yang kuucapkan untuk menanggapi ucapannya tadi, aku hanya bisa terdiam , menerka sendiri apa maksud dari ucapannya seiring dengan motor ini yang mulai melaju membelah jalan raya .

TBC

Maaf kalau TBCnya gajebo banget -_______-v . dan maaf juga kalo updatenya agak lama ya ><, kemarin aku males banget ngelanjutnya karena komennya yang semakin menyusut (?) , mungkin ya karena ceritanya semakin ga jelas kearah mana, sekali lagi maaf banget ya readers~nim yang masih bertahan ><

Mungkin part selanjutnya juga agak lama, tapi aku akan berusaha buat cerita yang pantas buat dibaca , semoga pada mau nunggu lanjutannya . FLASHBACK lainnya masih ada lagi looo, bukan cuman itu aja, tungguin aja ya^^

Okey~~ ketemu dipart 8 ya^^

Bye bye bye…..*adakah yang mau beliin saya hape baru ? *dibakar readers* /stress hape ilang T.T *

36 thoughts on “BOTH LOVE part 7

  1. hua~~~ lama bngt saya nunggu part ini ,, ckckkcc
    jangan patah semangat karna readers yg berkurang , yg penting aku tetep nungguin ko ,, hehe
    makin seru nih ceritanya , gemesin bngt deh donghae , knp ga ngomong aja kalo dia suka sama hye jin ,,
    aku suka tiap donghae lgi sama hye jin ,, banyakin part mereka yah ,, haha *request

    oh jdi gtu cerita nya siwon sama hye ri dulu ,, akhirnya ada sdikit kejelasan tntang kisah hye ri sama siwon ,, di tunggu flashback yg lainnya , msih pnasaran nih ,,

    next part di tunggu yah ^^

  2. Q first yah????
    Wuah gak nyangka lw q first,, :O
    onnie,,,knpa stiap bca epep onnie nih q sllu tgang..
    N’ sllu mnerka2 gmna slanjutnya nih epep…
    Q lucu ma tingkahnya hae n’ hyejin yg kayak gtu….
    Hkhk,,,
    oh jd gtu flashbacknya…
    Kasian bgt ma siwonny ny,,smpe nagis q bca flasbackny….
    Ok onn,,d.tgu flashback yg lainny…
    Aq smakin gregetan ma hyejin n’ hae..
    Next part d.tgu onn….
    Hhe,,jgn lma2 yah lw bsa next partny…
    Epep onnie sllu q tgu…
    Daebak bgt alnya,,crta ny seru…

  3. Aaaaaaaaaaa, hyejin plinplan bgt sihhhhh,,
    Kdang hae kdang siwon,,
    Mw nya yg mana???
    Aaaaaaaaaaa, semangat bkin part brikutnya Ris😀, uun sbar mnnti kok.
    Klw bsa sih hyejin ma Hae ajh,biar siwon bwt uun, lol

  4. sebagai anak donghae aku tersakiti un *oke ini gaje*
    apa sampe part besok yang nyesek itu harus donghae un? main cast nya hyejin sama siapa sih unnn? kenapa harus donghae kalo ceritanya nyiksa donghae? T.T

  5. Kyaaaaa ikan mokpo bener-bener deh.. Apa susahnya si ngomong suka sama hye jin.. Ntar ja keduluan siwon bru tau rasa dah.. #apadahgw >_< kkkkkk
    Buat authornya jangan lama2 dunk post part lanjutanya (?) Wkwkwkw *dihajar author*

  6. Huweee knp sih donghae ga jujur aja sma prasaannya? Toh hye jin jg suka kan?
    Jdnya ak ikut galau nih.. Hye jin itu nantinya ma donghae ato siwon? Ckck
    okedeh dtunggu lanjutannya yo…

  7. Woah~ akhir’a setelah penantian yg panjang… #apadeh
    Hye Jin makin lama makin bingung tuh,, gemes bgt sma Hye jin N Hae, udah jelas2 saling cinta tetep aja gengsi… Gk tau kenapa kangen Si Jess, kekeke~
    Moga part selanjut’a ada Si Jess ya kak.. Gk da Jess gk seru,,hehehe

  8. maaph komennya telat…
    fasilitas tdk memenuhi…

    syok wktu baca flasbacknya….
    kasian siwon… huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…………….

    iy sich.. ntah np kug part nie aq krg dpt feel-nya… kyk ad yg ilang gto….
    tp bikin pnasaran ma cinta bersegi”nya….
    btw ni kira” mpe brp part??
    lanjuuuuuuuuuuuuutttttttttttt!!!!!!!!!!!!

  9. Hye Jin telmiiiiii ah udah jelas jelas donghae perhatian gitu masssssih aja mikirnya kalo hae cuma perhatian sebatas teman. Aduuuuh itu udah lebih dari temen Hye Jiiiin.

    hahaha si won udah curi start duluan tuh pake ngenalin ke orang tua segala. btw bener juga ya tuh kehilangan yang hyejin sama siwon rasain tuh beda. Stress juga kali ya kalo kehilangan orang yang udah mau di lamar. gak bisa bayanginnya deh aku….

    Dan bang Ikan…. ayo cepat nyatakan dr pada keburu di pancing bang si won hehehe. Hae banyak ragunya nih sedangkan siwon banyak nekatnya. Siapapun yang Hye Jin pilih sih aku happy happy aja untuk Hye Jin🙂

    Riskaaaa fighting😀

  10. Wah wah wah,si donghae itu knpa sih malu2 kucing bngt ya????klo suka ya blang suka lah jngn d’pndem aja gtu…… Kasian kan hye jin😦

    Cerita tntang siwon n hye ri lbih bnyak dong…..msih lom trlalu jlas nih tntang perjalana mreka😀

    Mkin gregetan deh sma si hye jin,dya itu ga nyadar apa ya klo donghae itu sbnrnya suka sama dya…..

    Lanjutannya jngn lama2 ya……

    Riska fighting😉

  11. finally,..
    stelah d tunggu beberapa abad(lebay) akhirnya ada jg lanjutannya…….
    makasihy akhirnya hye jin bner2 keliatan mulai suka ma oopa q siwon,he…
    kasian ma oppa siwon yg ditinggal ma hye ri…ma q jah oppa#plaaaak# ngarep tingkat dewa..ha..
    pokonya…q suka ma part ini,
    tpi bagian dong hae, baguslah dia masih belum mw ngaku soal perasaan ma hye jin, jd oppa siwon kan ada kesempatan,keke…
    mian yah eoni, q rda2 gmna gthu ma oppa dong hae…
    n scepatnya di tunggu lanjutannya..
    jngan lma2…
    q gx sbar pngen tw hye jin ma siapa ,,??
    ma suami q, tw ma oppa dong hae..????
    eoni pokonya…harus ma siwon yah, pleas..kacian my oppa dah di tinggal ma hye ri,jd pleas……
    klo dong hae mah ma eoni j riska jg bisa?!! he….
    hrap di pertimbangkan permohonman istri siwon ini…
    jongmal gomawo#bow#🙂

  12. baru baca *ga di tanya*
    ayo dilanjut ceritanya kak ..

    makin seru aja ceritanya .. bikin greget .. apalagi itu si donghae bikin gemes aja lagi ..
    aku tunggu cerita selanjutnya kak
    aku tunggu .. penasaran

  13. baru baca *ga di tanya*
    ayo dilanjut ceritanya kak ..

    makin seru aja ceritanya .. bikin greget .. apalagi itu si donghae bikin gemes aja lagi ..
    aku tunggu cerita selanjutnya kak
    aku tunggu .. penasaran

  14. “Ayo kuantar kau kedepan , abaikan pria ini “

    aisssh lee donghae oppa diabaikan….. ckckckc…
    sayang bgt klo di abaikan hahahha

    ceritanya makin serruuu…
    donghae oppa uda mulai nunjukin detik2 suka ama hye jin……..hehhehe

    ditunggu lanjutanya….

  15. aissssssh~
    donghae jaim bner nembak doang!
    ck~
    geregetan sumpah!
    si hyejin juga, tentukan hatimu buat siapa!!!
    ayo lanjutin unnie!
    banyakin konfliknya, kalo bsa yg bkin nangis tuh! (?)😀

  16. mungkin karena aq mmihak wonppa, jadinya aq pngen akhirx si hye jin ma wonppa ….

    tapi…. mau gmana lagi …..kan uda di atur ma ibi sutradara .hehehe .LOL

    dimana2 g komplit tanpa tkoh antagonis …

    terus semangat eon ….

  17. huaaa lg seru2nya eh tbc😦 part ini lbh seru dr part sebelumnya,,lbh menggugah hati hihi
    aish entah knp lbh setuju hye jin sama hae aja walopun siwon lbh ganteng T.T kemana mana hahaha part selanjutnya ayo cpet d publish yah GAK SABAR GAK SABAR !!!!

  18. Suka..suka..sama moment Hae-jin lg…akh so sweet pokoknya…tp klo udah bw2 org tua si siwon bakal panjang nih kyknya konfliknya…akh gpp msih setia menunggu kok…

  19. omo~ !
    disini aku juga bingung . klo aku jdi hyejin, aku bgung hrus milih siwon oppa/donghae oppa ! >.<
    mreka sama" punya kharisma dsni .
    gak sabar nggu part 8 nya eon ! ^^
    cpet" d publish ya ~😀

  20. makin asik xD donghae uda mulai menunjukkan perasaannya (?)
    fighting donghae! Kalahkan wonnie!

    Berharap bgt sooyoung sama hyejin bisa ngalahin sica buat lomba

    fighting juga buat kak riska!!!

  21. ckp puas bc part inisiwon ternyta beberan ska ma hye jin y.trus hye jin sptnya dah mulai mendua dgn siwon.ayo hae kpn nyatain cinta mu biar hye jin tau klo dia berarti dlm hdpmu bkn sbg sahabat tp seorang kekasih.dtgu next partnya…

  22. ckp puas bc part inisiwon ternyta beberan ska ma hye jin y.trus hye jin sptnya dah mulai mendua dgn siwon.ayo hae kpn nyatain cinta mu biar hye jin tau klo dia berarti dlm hdpmu bkn sbg sahabat tp seorang kekasih.dtgu next partnya…..

  23. onnie ceritamu itu bagus….jangan berhenti karna comment menyusut, onnie harus belajar menulis karna dirimu sendiri, karna onnie memang menyukainya, karna onnie gak mau buat readers setia onnie kecewa🙂 lanjutin ya onnie i’m waiting🙂

  24. anyong haseyo eoni…
    ini ama park min young…
    udah lama q nunggu ff eoni yg ini ug dah lama banget gx da lanjutannya…
    dulu q dah ampe part 9 klo gx salah…truz eoni bolang gx lanjut lg.
    tpi kyknya mau lanjut lg deh..
    mudah 2an..coz q penggemar ff mu eoni..
    oh ya eoni q mau kasih tau kalo q gx sengaja liat suatu blog ff yang beberapa judul dan jalan ceritanya semuanya sama persis sama yg eoni punya…
    makanya q kaget waktu liatnya
    klo eoni mau cek ini alamat blognya https://dhoeyc.wordpress.com/category/i-love-your-dad/
    gamsa hamida eoni…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s