BOTH LOVE Part 6

-BOTH LOVE Part 6-

AUTHOR’s POV

~**~

Donghae menghentikan sebuah taksi saat dia dan Jessica sudah keluar dari restoran tempat dimana beberapa menit lalu dia, Hye Jin, Siwon dan Jessica makan bersama. Jessica tampak menggelayut disebelahnya dengan masih mengeluarkan sesenggukan kecil dari mulutnya.

“ Aku tidak menyangka jika Hye Jin bisa melakukan hal ini kepadaku ..” isak Jessica pelan . Donghae tampak terdiam karena sebuah taksi sudah berhenti dipinggir jalan siap untuk mereka naiki.

“ Kau bisa pulang sendiri ?” tanya Donghae

“ Nde ? Kau tidak mengantarku ?”

“ Aku…”

“ Antarkan aku Donghae~ya, aku….”

“ Baiklah ! Ayo naik “ potong Donghae cepat, namja ini langsung membukakan pintu penumpang dari taksi ini lalu menuntun Jessica masuk kedalamnya. Donghae tampak menoleh kebelakang untuk melihat area parkir dimana mobil Siwon diparkirkan. Dia tadi sempat melihat jika  Hye Jin masuk kedalam mobil itu .

“ Donghae~ya ?” panggil Jessica. Tersadar akan panggilan Jessica , Donghae ikut masuk kedalam mobil .

Tak lama mobil taksi ini mulai berjalan membawa Jessica dan Donghae sebagai penumpangnya. Donghae masih terdiam, pikirannya masih tertuju pada Hye Jin yang tadi kekeh mengatakan bukan dia yang menyiram Jessica. Tapi akan sangat konyol bagi Donghae jika Jessica benar-benar menyiramkan jus jeruk itu ketubuhnya, itu tidak mungkin !

“Hye Jin tidak menyukaiku sepertinya “ ucap Jessica pelan, dia sudah tidak menangis lagi dan sekarang justru tersirat gurat kesenangan dari wajahnya karena Donghae yang mau mengantarnya.

“ Hye Jin sebenarnya bukan orang seperti itu “ balas Donghae pelan

“ Tapi dia bersikap kasar kepadaku , aku hanya ingin bertanya sesuatu tentang Hye Ri tapi dia sudah keburu marah padaku “ tukas Jessica, gadis ini sedikit kecewa karena menangkap Donghae masih terkesan membela gadis itu.

“Dia memang sangat sensitive tentang Hye Ri, bahkan aku sendiri akan diabaikan olehnya jika terlalu banyak tanya tentang Hye Ri “ jawab Donghae. Jessica semakin menatap kecewa kearah Donghae, namun pria itu telah mengalihkan tatapannya keluar jendela, tangannya menyangga dahinya tampak terlihat gurat kerisauan disana.

“Maafkan dia Jessica jika dia menyirammu , aku minta maaf atas namanya “ ujar Donghae pelan

“ Kenapa kau yang harus minta maaf, dia yang salah ..”balas Jessica tidak suka

“ Dia….”

“ Sudahlah ! “ potong Jessica cepat, dia tidak lagi menatap Donghae namun mengulangi sikap Donghae menatap kesal keluar jendela. Donghae hanya membuang nafasnya berat, tetap saja Hye Jin yang lebih ingin dia bela sebenarnya.

~**~

Siwon menghentikan mobilnya tepat didepan pagar rumah Hye Jin. Dimatikan mesin mobilnya lalu menatap lurus singkat kedepan sebelum menoleh untuk menatap Hye Jin.

“ Kita sudah sampai “ ucap Siwon pelan. Dilihatnya Hye Jin baru saja menghapus air matanya yang masih setia turun dari kedua ujung matanya. Gadis itu hampir tidak berhenti menangis walau tidak ada satupun suara isakan yang terdengar dari bibirnya, hanya linangan air mata yang menghangatkan kedua pipinya saja.

“ Hye Jin~ah ?”

“ Terima kasih telah mengantarku “ ucap Hye Jin cepat sambil membuka sabuk pengamannya. Gadis itu menunduk singkat kearah Siwon lalu langsung beranjak keluar dari mobil Siwon.

“ Hye Jin tunggu ! “ ujar Siwon cepat,dia melepaskan sabuk pengamannya lalu keluar dengan terburu-buru dari mobilnya, dikejarnya langkah Hye Jin lalu menyeimbangi langkah gadis itu yang sekarang telah menyebrangi halaman kecil rumahnya.

“ Kau tidak apa-apa ?”

“ Apa aku terlihat baik-baik saja ?” tanya Hye Jin kaku

“ Hye Jin~ah …” tahan Siwon mencengkram lembut pergelangan tangan Hye Jin yang membuat langkah gadis itu ikut terhenti.

“Apa pemikiran Donghae begitu penting ?” tanya Siwon

“ Nde ?”

“ Kau terpukul karena pria itu tidak mempercayaimu ?” tanya Siwon lagi. Hye Jin terdiam seketika, sekarang dia tidak berani menatap Siwon karena ucapan pria itu yang sangat tepat sasaran.

“ Seberapa besar kau menyukainya ?” tanya Siwon

“ Nde ?! Kau itu bicara apa “ tanggap Hye Jin terkejut “ Siapa yang menyukainya ?!”

“ Terlihat sekali jika kau ….”

“ Aku tidak menyukainya ! Kami bersahabat lama, wajar saja jika aku kecewa dia lebih mempercayai Jessica, hanya itu “ ujar Hye Jin , saat ini tanpa sadar nada suara Hye Jin terdengar seperti seseorang yang sedang menjelaskan sesuatu agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Siwon menatapnya dalam , membuat Hye Jin sedikit membantu, pria ini seolah membiusnya singkat namun mampu membuat persendiannya terasa berhenti. Perlahan tangan Siwon naik menuju bahunya lalu meremasnya lembut.

“ Kau sendiri yang tahu perasaanmu seperti apa Hye Jin~ah, tapi seperti ucapanku beberapa waktu lalu , aku tidak ingin kau menjauh dariku, aku ingin berusaha lebih dekat denganmu, aku sadar kau memiliki perasaan dengan Donghae, hal itu sangat bisa kurasakan, tapi asal kau tidak menjauhiku , memberiku kesempatan aku ingin kau memiliki perasaan suka juga padaku “ ucap Siwon .

“ Mungkin memang benar aku cemburu sekarang “ lanjutnya. Hye Jin masih terdiam setelah mendengar ucapan Siwon, entahlah ~~ pria ini terlalu jujur tentang perasaannya . Siwon mengungkapkan dengan jelas jika ia cemburu , namun tidak ada penuntuttan penjelasan darinya.

“ Kau masuk dan istirahatlah ~~ bicarakan baik-baik dengan Donghae besok “ lanjut Siwon sambil menarik tangannya dari bahu Hye Jin.

“ Aku pulang ya..” . Siwon perlahan berjalan berbalik, dia mulai melangkah untuk meninggalkan rumah Hye Jin . Hye Jin masih terdiam namun ekor matanya masih mengikuti sosok Siwon yang saat ini telah masuk kedalam mobilnya. Terdengar suara mesin mobilnya lalu tak lama kemudian mobil itu beranjak meninggalkan jalanan depan rumah Hye jin.

“ Kenapa aku merasa bingung sekarang…” bisik Hye Jin pelan , perlahan gadis itu memutar tubuhnya lalu kembali berjalan menuju rumahnya. Bicara dengan Donghae besok ? Entahlah ~~

~**~

Lee Hye Jin’s POV

Kuabaikan semua panggilan Donghae yang masuk keponselku dari semalam, dan sekarang  aku harus terpaksa membuka mataku karena kurasakan ponselku bergetar dimeja sebelah ranjangku , kujangkau ponselku dan aku langsung mengendus pelan saat melihat nama namja itu lagi

Chhh !! Dia pikir aku akan mengangkat telpon darinya ? Akan kubuat ikan mokpo itu menyesal karena tidak mempercayaiku, siapa yang akan berbicara dengannya, kujamin 3 hari kedepan aku akan membuatnya tersiksa karena merasa bersalah seperti ini , itupun kalau dia merasa bersalah padaku !

Merasa sudah tidak ingin melanjutkan tidurku, aku langsung bangkit dan menuju kamar mandi, aku berfikir hari ini aku tidak akan masuk kelas ballet dulu.

~**~

“Kau tolong ijinkan aku Sooyoung~ah , aku tidak berangkat hari ini “ ucapku tak bersemangat sambil mengaduk-aduk sup yang ada didepanku, sebelah tanganku memegang ponsel yang kutempelkan kesisi telinga kiriku.

“Kau sakit ?” tanya Sooyoung disebrang sana

“Hanya sedang tidak ingin berangkat saja “ jawabku pelan dan kini justru meletakkan sendok yang tadi kupegang sebelumnya

 

“Kau kenapa ?” tanya Sooyoung lagi

“Tidak apa-apa , aku akan menghubungimu lagi nanti, sudah ya “ ucapku

 

“Ne, istirahatlah ..” ujar Sooyoung sebelum aku menutup telponku.

Aku menatap kosong mangkukku yang berisi nasi yang sedari tadi belum kesentuh sama sekali, mungkin benar ucapan Siwon yang mengatakan jika pemikiran Donghae sangatlah mempengaruhiku, lihat betapa menyedihkannya aku sekarang , semua peristiwa kemarin masih membuatku sakit hati bahkan untuk melakukan aktifitas saja aku tidak bersemangat karena semua pikiranku yang masih tersita pada pemikiran Donghae yang sama sekali tidak mempercayaiku. Dasar ikan sialan !

Drrrtttt….Drtttt…….

Donghae ! Dia kembali menelponku , ingin sekali menjawab panggilannya dan langsung memakinya saat ini juga, tapi ini justru menunjukkan jika aku tidak tahan juga untuk tidak bicara padanya, dia akan sadar dan aku tidak mau itu ! Dia akan merasa menang karena aku luluh untuk mengangkat telpon darinya. Kau yang akan kubuat merasa sangat bersalah Donghae~ya…..

~**~

AUTHOR’s POV

Donghae menggigit bibirnya gemas setelah kesekian kali telponnya diabaikan oleh Hye Jin, sudah seharian ini gadis itu sama sekali tidak menjawab panggilan darinya.

Teringat akan sesuatu , Donghae kini memilih menghubungi Sooyoung, satu-satu harapan Donghae yang bisa mendamaikannya dengan Hye Jin. Setelah menemukan nama Sooyoung di phonebooknya , Donghae langsung segera menekan tombol hijau dan menaruh ponselnya ditelinganya.

Tersambung !

“Yoboseyo Donghae~ya “ sapa Sooyoung

“Suruh Hye Jin mengangkat telpon dariku !” ucap Donghae cepat

 

“Nde ?”

“Suruh sahabatmu itu mengangkat telpon dariku ! “ ucap Donghae kesal

 

“Kau itu kenapa ? Apa maksudmu ?” balas Sooyoung

“Hye Jin ! Suruh dia mengangkat telpon dariku, sudah cukup dia menyiksaku seharian ini ! “

 

“Kalian bertengkar lagi ? Oh ayolah ~~ “ Sooyoung tampak malas menghadapi masalah kedua sahabatnya ini sekarang

“Satupun telpon dariku sama sekali tidak diangkatnya , suruh dia mengangkat telpon dariku Sooyoung~ah “

 

“Aku tidak bisa “ balas Sooyoung cepat

“Nde ? Kenapa ?” terdengar nada suara Donghae yang tidak terima

 

“Kau tahu dia seperti apa bukan ? Aku yakin kesalahan yang kau buat cukup besar sampai membuatnya sakit hati seperti itu , selesaikan sendiri “ balas Sooyoung

“Yaa !! Kau itu sahabatku bukan ? Setidaknya Bantu aku bicara dengannya “

 

“ Aku berada dipihak yang netral, tidak mendukungmu, tidak juga mendukung Hye Jin “ jawab Sooyoung bijak

“Chhh !! Sooyoung~ah setidaknya…”

BIP .

Donghae mengerang kesal sambil menatap ponselnya tidak terima, Sooyoung begitu saja menutup panggilannya .

“Baiklah Lee Hye Jin, sampai besok kau masih mengacuhkanku, aku akan langsung datang kerumahmu ! “ umpat Donghae lalu membanting ponselnya kekasur empuknya sendiri

~**~

Donghae turun dari motornya dengan sedikit tergesa-gesa. Dilepasnya helm yang ia pakai dan langsung menaruhnya begitu saja dibadan motornya . Secepat kilat namja itu telah menyebrangi halaman kecil rumah Hye Jin dan sekarang sudah berada diteras rumah Hye Jin.

Diketuknya pintu depan rumah Hye Jin sambil berusaha mengintip lewat sebuah kaca kecil yang memang terdapat ditengah-tengah pintu kayu ini.

“Lee Hye Jin ?” panggil Donghae .

Kembali Donghae mengetuk dengan sedikit kuat pada pintu kayu ini.

Semenit…3 menit…..

Tidak ada tanda-tanda jika seseorang yang berada didalam rumah ini hendak membukakan pintu rumahnya.

“Hye Jin~ah ?” panggil Donghae kuat dan sekarang terkesan menggedor pintu rumah Hye Jin

Masih belum ada tanda-tanda Hye Jin akan membukakan pintu rumahnya untuk namja ini. Donghae mengumpat pelan merasa benar-benar dibuat frustasi oleh Hye Jin.

“Yaa !! Lee Hye Jin ! Aku tahu kau didalam ! Belum puas menyiksaku huh ?! Cepat buka pintunya ! “ ucap Donghae kuat , kepalan tangannya masih setia menggedor pintu depan rumah Hye Jin.

“ Gadis ini ingin membuatku gila rupanya “ desis Donghae pelan karena sampai sekarang Hye Jin masih belum membukakan pintu rumahnya untuknya.

“Hye Jin~ah !! Keluarlah !! Lebih baik kau memakiku dari pada bersikap seperti ini ! “ teriak Donghae

“Aku akan mendengarkan penjelasanmu lagi, setidaknya buka pintunya dan kita bicara dulu !”

Donghae kembali mengerang kesal, tangannya mengacak-acak rambutnya membuatnya semakin berantakan.

“Gadis licik, dia pintar menyiksaku , tahu jika aku sangat tidak tahan jika tidak bicara dengannya ! “ ujar Donghae pelan, urat kesal disisi wajahnya tampak terlihat walau namja ini terlihat sekali meredam rasa kesalnya.

“Baik ! Baik ! Kau mau aku menjadi jamur untuk menunggumu diluar sini huh ?! Akan kulakukan , sampai kau puas menyiksaku ! Aku tunggu diluar !! “

Donghae menghantakkan kakinya kesal, lalu beralih untuk membelakangi pintu depan rumah Hye Jin dan bersender lemah pada pintu kayu itu.  Di tatapnya hampa halaman rumah Hye Jin lalu mendengus kecil . Halaman ini akan ditatap olehnya selama beberapa jam kedepan sepertinya, yaa ~~ sampai gadis licik itu membukakan pintu rumahnya untuk Donghae .

~**~

Hye Jin berjalan mondar-mandir di ruang tengah rumahnya, diliriknya sekali lagi jam dindingnya yang sekarang menunjukkan pukul 11 lewat 20 menit, tentu saja saat ini sudah malam hari.

“Dia tidak mugkin masih diluar kan ?” tanya Hye Jin pelan kepada dirinya sendiri.

Hye Jin kembali teringat perkataan Donghae yang ingin mendengarkan penjelasan darinya, kesimpulan yang diambil gadis ini adalah Donghae masih belum percaya penuh dengannya. Mendengarkan penjelasan ?? Chhh !! Apa lagi yang harus dijelaskan pada ikan mokpo itu, apakah Hye Jin harus mengatakan gadis es yang sok akrab dengan Donghae itu menyiramkan sendiri botol minuman Hye Jin ketubuhnya dan bersikap seperti orang yang teraniyaya dengan memfitnah Hye Jin lah yang melakukan semua itu kepadanya !

“Dia masih belum mempercayaiku “ geram Hye Jin kesal. Namun sedetik kemudian Hye Jin kembali meringis membayangkan jika Donghae benar-benar masih menunggunya diteras rumahnya.

“ Aku benar-benar membencinya !” desis Hye Jin bergetar namun ucapannya tidak sejalan dengan gerakan yang baru saja diperintahkan oleh otaknya, karena saat ini dia justru berjalan pelan menuju pintu depan rumahnya. Mungkin memang benar, jika perasaan cinta terkadang membuat siperasanya hilang akal sehat dan terus menunjukkan ketololannya pada seseorang yang ia cintai itu. Seperti itulah Hye Jin .

Gadis itu memutar kenop pintunya dan menarik pelan engselnya . Pintu depan rumah Hye Jin terbuka menghembuskan udara malam yang sangat dingin masuk kedalam rumahnya.

Hye Jin melangkahkan kakinya keluar menuju teras rumahnya , embun malam karena udara yang sangat dingin terasa menyesakkan kelembapan kelubang hidung siapa saja yang menhirup udara malam ini. Hye Jin memutar kepalanya pelan dan merasa sedikit…..kecewa, karena tidak mendapati Donghae didepan rumahnya.

Bukannya namja itu sendiri yang mengatakan akan terus menunggunya sampai Hye Jin membukakan pintu untuknya bukan ? Tapi lihat ini ! Namja itu tidak terlihat batang hidungnya sama sekali membuat Hye Jin merasa dipermalukan karena sekarang dia yang terlihat kalah karena berniat membukakan pintu untuk Donghae, sialnya namja itu justru tidak ada dan …….

Hye Jin mematung seketika saat ini, pandangannya menatap lurus kedepan kearah halaman kecil rumahnya. Seorang namja yang tadi sangat begitu menjengkelkan baginya berdiri dengan bersedekap menahan hawa dingin yang menyerang masuk kedalam pori-pori kulitnya. Donghae tampak menggigil kecil dengan bonus bibirnya yang sedikit membiru. Hye Jin mengumpat pelan dalam hatinya, seharusnya dia buru-buru masuk bukan kedalam rumahnya dan kembali kerencana awalnya kembali bersikap acuh pada Donghae. Namun seklai lagi, perasaannya pada namja itu sudah benar-benar membutakannya, Hye Jin justru berjalan pelan menyebrangi halaman kecil rumahnya dan menghampiri Donghae yang masih terdiam menatapnya seolah menunggu kedatangan Hye Jin sampai didepannya.

“ Kau keluar “ ucap Donghae pelan, giginya sedikit bergemeletuk saat mengucapkan kalimat ini , Hye Jin telah berdiri didepannya sekarang

“ Sudah mau bicara denganku lagi ?” tanya Donghae pelan , bibirnya telihat sekali berubah warna menjadi biru. Hye Jin masih terdiam ditempatnya, gadis ini tampak meneliti setiap inchi wajah Donghae yang berdiri didepannya.

“Disini dingin Hye Jin~ah ….tidak bisakah kita bicara didalam saja “ tegur Donghae yang mampu membuat Hye Jin terkesiap tipis lalu langsung merubah ekspresi wajahnya menajdi lebih dingin

“Kau bodoh ! “

“Nde ?! Kau…”

“Masuk ! “ potong Hye Jin cepat yang langsung mencengkram pergelangan tangan Donghae dan menariknya melewati halaman kecil rumahnya menuju kedalam rumahnya.

Hye Jin memimpin langkah mereka, sebelah tangannya masih mencengkram pergelangan tangan Donghae dan mempercepat langkahnya membawa Donghae bersamanya masuk kedalam rumahnya. Sedangkan Donghae ~~ namja itu hanya mampu terdiam menatap punggung Hye Jin didepannya, keadaan tampak terbalik saat ini, gadis ini seperti yang sedang melindunginya, menariknya ketempat yang lebih hangat dengan ia yang menggandeng hangat pergelangan lengan Donghae.

Ya ~~ posisi yang terbalik …….

~**~

Lee Hye Jin’s POV

Saat ini aku tengah berakting sok sibuk memainkan ponselku , sedangkan disebelahku duduk seorang Lee Donghae yang sedang menikmati kopi susu hangat yang kubuatkan untuknya beberapa menit lalu.

Ya ~~ pada akhirnya, aku yang tetap kalah ! Lihat yang kulakukan saat ini, mengundang ikan ini masuk kedalam rumahku, membiyarkannya menikmati minuman hangat yang kubuatkan untuknya sembari ia menghilangkan rasa dingin yang ia rasakan karena berjam-jam berdiri diluar rumahku. Tapi, aku tetap tidak ingin terlihat sebagai seseorang yang kalah telak atas sebuah perang konyol dengan namja ini, tetap bersikap sok cuek kepadanya tidak akan begitu menjatuhkan harga diriku didepannya

“Terima kasih Hye Jin~ah “ ucap Donghae pelan saat ia menaruh cangkir berisi kopi susu itu dimeja

Aku hanya bisa mendengus dalam hati mendengar ungkapan terima kasihnya, apa dia pikir aku sudah memaafkannya ?! Chhhh ~~ Jangan harap !

“Hye Jin~ah ?” panggil Donghae pelan

Kutahan lidahku agar tidak menyahut akan panggilannya itu, kubuat tanganku sibuk memencet-mencet layar sentuh ponselku seolah aku tengah sibuk akan sesuatu yang sangat menarik di ponselku ketimbang menjawab panggilannya

“Hye Jin~ah “ panggil Donghae dan sekarang terdengar seperti  menegurku

Kudengar hembusan nafas sok sabar dari Donghae yang membuatku semakin ingin mengacuhkannya.

“Lee Hye Jin ! “

Silahkan memanggil namaku sampai ia bosan !

“Hei Lee Hye Jin !! “

Sampai kapan dia akan bertahan memanggil namaku, aku akan tetap bersikap cuek pada…..

“Hei apa yang kau lakukan !! “ ucapku reflek karena secara tiba-tiba Donghae merampas ponsel yang kupegang .

“Kita bicara ! “

“Siapa yang mau bicara padamu ! “ ucapku tajam dan menatapnya garang, kualihkan tatapanku dari wajahnya dan kini hendak meraih remote TV yang ada dimeja.

Namun dengan cepatnya, tangan Donghae mendahului tanganku dan langsung meraih remote TV itu. Aku kembali menatapnya tidak terima akan tindakannya kali ini

“Apa yang kau lakukan !! “

“Kita selesaikan masalah kita ! “

Aku hendak berdiri karena ingin meninggalkannya namun dengan mudahnya namja ini menahan tanganku dan kembali menarik tanganku membuatku kembali terduduk. Aku mengerang kesal dan kembali menatap tajam Donghae

“ Kau…”

“Aku salah karena tidak mempercayaimu, tapi aku hanya merasa sangat konyol jika Jessica yang melakukan itu semua, menyiram minuman ketubuhnya sendiri “ potong Donghae cepat

“Aku tidak memaksamu untuk percaya padaku “ sahutku skaptis

“Bukan itu maksudku Hye Jin~ah ! Baiklah ~~ aku minta maaf padamu, demi apapun itu,

bahkan Jessica sendiri  tidak bisa mempengaruhiku betapa aku sangat ingin membelamu ! Hanya saja posisimu waktu itu sangat menunjukkan kau yang melakukannya ….”

Aku hendak memotong ucapannya, namun Donghae langsung mengeratkan cengkramannya pada lenganku dan kembali membuka mulutnya

“Siwon sudah cukup membelamu, aku berteman cukup baik dengan Jessica karena dia juga adalah sahabat Eunhyuk , posisinya adalah aku harus berada di pihak Jessica agar dia tidak begitu terlihat memalukan  “

“Meskipun dia yang salah ?! “ tanyaku tajam “ Omong kosong ! “

“Hye Jin~ah , aku akui aku tolol waktu itu, tapi kau harus mengerti posisiku , jika Siwon tidak mendukungmu atau pria itu tidak ikut makan bersama kita, dia tidak perlu mengambil posisiku yang seharusnya menjadi pembelamu , ……tidak bisakah kita melupakan masalah ini….”

Aku masih menatap Donghae tajam, namun aku mulai merasakan rasa panas dimataku, ayolah ~~ apakah harus kutangisi ?!

“Jika posisinya tidak dua lawan dua, kujamin meski kau benar-benar melakukan hal itu kepada Jessica, aku akan tetap membelamu , Hye Jin~ah…kau kenal aku “ lanjut Donghae memelankan suaranya

Aku membuang nafas kasar saat ini, sebenarnya itu adalah hentakan nafas sesakku karena aku benar-benar ingin menangis saat ini, alasan yang Donghae ungkapkan sangat susah untuk diterjemahkan tapi aku paham maksud namja ini .

“Hye Jin~ah , kau sudah cukup menyiksaku bukan ? Aku minta maaf ….”

Aku menatap nanar kearah Donghae namun sedetik kemudian mulutku mulai mengucapkan sebuah kalimat yang selama ini sangat membuatku merasa sakit hati pada namja ini

“ Kau membuatku sakit karena tidak mempercayaiku Donghae~ya….” bisikku pelan disertai isakan kecil bersamaan dengan jatuhnya sebulir air hangat dari kedua ekor mataku.

Aku langsung menangkupkan wajahku kekedua telapak tanganku dan menangis dalam dekapan telapak tanganku pada wajahku.

“Hye Jin~ah…..”

Isakanku justru semakin menguat saat aku bisa merasakan Donghae mempertipis jarak diantara kami , dia merengkuh bahuku lembut dan tidak lama kemudian menarik tubuhku masuk kedalam pelukannya, kedua tangannya dengan cepat langsung berpindah mengelilingi punggungku semakin menenggelamkanku kedalam pelukan hangatnya.

“Kau ingin aku mengucapkan berapa kali kata maaf ?” tanya Donghae pelan disisi telingaku .

Bahkan, detik ini juga aku ingin dia berhenti mengucapkan kata itu, saat ini pelukannya sudah mampu membayar apapun kesalahannya padaku.

~**~

Okey ~~ aku dan Donghae adalah dua orang yang sama-sama tidak tahan jika tidak saling bicara, aku mencoba melupakan masalahku dengannya , tapi tidak untuk Jessica.

Sampai kapanpun dia tetap gadis munafik dimataku. Gadis yang jauh lebih mengerikan dari apapun, wajah cantiknya bagai bungkus kado yang sangat apik membungkus sesuatu yang busuk didalamnya  . Chhhh ~~

Lupakan Jessica, masalah yang kuhadapi saat ini berada  bertingkat-tingkat jauh  lebih penting dari pada mengurusi gadis es itu. Aku sengaja mencari Madam Hyo Sun dan sangat beruntung berhasil menemukannya dikelas ballet yang belum dimulai. Rencanaku menemuinya lebih awal sepertinya berhasil .

“Bisa kita bicara sebentar madame ?” sapaku saat aku berdiri dibelakangnya yang sedang

melatih gerakan sederhana yang akan diajarkannya nanti. Madame Hyo Sun tampak menghentikan kegiatannya, dia menatapku melalui cermin dinding yang ada dihadapannya lalu dengan perlahan berbalik dan benar-benar menatapku.

Aku membungkuk singkat kearahnya lalu kembali menatapnya mantap.

“ Ada yang ingin kuminta darimu Madame “ ucapku memantapkan kalimatku , wanita dewasa ini tampak menaikkan sebelah alisnya , namun pada akhirnya dia tetap mengangguk kearahku.

~**~

“Aku tahu aku sudah sangat kurang ajar meminta hal ini padamu, tapi aku mohon biarkan aku langsung belajar darimu ! “ ucapku sambil membungkukkan lagi setengah tubuhku kearah wanita dewasa ini.

“Aku tidak bisa !” jawabnya cepat, aku langsung menegakkan tubuhku dan menatap penuh kecewa kearah Madame Hyo Sun.

“Madame, aku mohon , biarkan aku langsung belajar ini semua darimu , aku ingin melakukan yang terbaik dan aku yakin hanya kau yang bisa membimbingku “

“Jessica yang akan mengajarimu terlebih dahulu “ balasnya

“Aniii ! Maksudku , Jessica….”

“Kenapa dia ?”

“Dia tidak menyukaiku, aku tahu aku pasti terlihat sangat konyol dimatanya , tapi aku tidak bisa mengabaikan tatapan meremehkan yang ia tujukan padaku, aku tidak bisa belajar darinya “ ucapku

“Kau sombong sekali ~~ “

“Bukan seperti itu madame, masalahku hanya aku tidak nyaman diajari olehnya yang membuatku sedikit kesusahan mengikuti kelas ini, aku….”

“Belajar bisa dari mana saja, kau hanya tidak yakin saja dengan kemampuanmu, sehingga banyak sekali alasan yang menjadi alibimu “

“Bukan seperti itu madame, okey aku tidak suka dengan Jessica, sama seperti dia yang tidak menyukaiku , tapi aku bersungguh-sungguh ingin belajar ballet, dan aku berharap kau langsung yang mengajariku “

“Aku tidak peduli masalahmu dengan Jessica seperti apa, tapi akupun pemilih dalam memilih muridku, aku memilih yang memang pantas untuk dipilih ! “ ucap wanita ini tegas, aku menelan ludahku merasa seperti dirotgen saat dia menatapku tajam.

 

Memilih yang pantas dipilih , aku bahkan tidak masuk dalam katagori itu.

“Aku tahu , tapi berikan aku kesempatan belajar langsung darimu madame , setidaknya kau memberiku kesempatan terlebih dahulu”  ucapku masih berusaha membujuknya

“Apa kau pikir modal nekat yang kau miliki memasuki kelas ini sudah cukup ?” tanyanya remeh

“Mungkin belum cukup, tapi tekad adalah modal yang utama bukan ? tekad yang terbentuk dari sebuah niat , bukankah itu adalah pondasi yang utama ?” ucapku balik bertanya. Kusadari jika kedua alis Madame Hyo Sun tampak mengerut setelah kalimat itu meluncur dari bibirku.

“Kau benar, hanya itu saja belum cukup, kau…”

“Untuk itu aku meminta bantuanmu Madame, aku akan mencukupi hal itu, aku tidak akan mengecewakanmu, aku akan bersunguh-sungguh pada bidang ini, mimpiku sebelumnya sudah kukorbankan dan aku ingin sebuah mimpi yang baru , untuk itu bantu aku “ ucapku mantap

Wanita ini masih terdiam menatapku, aku berusaha balas menatapnya dengan segala keyakinan yang kupunya . Dia tampak mengedip bingung selama sepersekian detik lalu kembali bisa menguasai dirinya dan kembali menatapku dengan gaya awalnya.

“Kenapa ?” tanyanya pelan

“Kenapa apanya ?” balasku bingung

“Kenapa kau ingin melakukan ini ? Menyusahkan hidupmu sendiri dengan sesuatu yang tidak kau suka ?”

Aku terdiam sebentar setelah mendengarkan pertanyaan, bahkan aku sendiri sangat susah menjelaskannya dan saat ini dia justru bertanya kenapa ?

“Aku…..”

……………………..

“Terkadang ada sesuatu yang tidak bisa kau jelaskan dengan rangkaian-rangkaian kalimat , seperti itulah yang kurasakan madame, aku hanya ingin melakukan sesuatu yang Hye Ri lakukan atau mungkin yang belum sempat ia capai , aku hanya ingin melakukannya saja “ lanjutku

“Hye Ri ?”

“ballet tidak begitu buruk, tapi tidaklah mudah . Dan itu bukan berarti aku tidak menyukainya, sebuah paksaan terkadang sangat diperlukan untuk melakukan suatu hal “ ucapku menggantung

“Aku mengerti !”

“Nde ?! “

“Ne aku mengerti semua yang kau katakan , kau dan Hye Ri sangat berbeda tapi kau menatapku sama dengan ia menatapku, keyakinan yang kupikir hanya dia yang miliki ternyata dimiliki juga olehmu , terpancar jelas dari tatapanmu “

“Aku….”

“Kau bisa langsung belajar denganku “

“Nde ?”

“Apa harus kuulangi ?” tanyanya mendelik

Aku sontak tersenyum haru kearahnya, bibirku melengkung manis menampilkan senyum bahagiaku. Aku jarang sekali terharu akan sesuatu, tapi wanita ini benar-benar membuatku ingin mengeluarkan tangis bahagia karena pada akhirnya dia akan mempercayaiku belajar langsung darinya.

“Terima kasih madame !” ucapku senang sambil membungkuk berkali-kali kearahnya

“Aku sangat berterima kasih “

“Terima kasih ! “

“Ne ne ne ! Tapi ingat ….”

Tubuhku kembali tegak dan menatapnya penuh focus sekarang

“Aku tidak ingin aku kecewa karena mengajarimu, tapi bukan aku yang harus kau takuti kalau nantinya kau mengecewakanku, tapi kau harus takut jika mimpi barumu ini tidak terwujud, kau harus takut jika orang-orang yang mendukungmu kecewa karena ketidakberhasilanmu atau kau harus takut jika kau tidak mampu lebih baik dari Hye Ri “ ucapnya . Seketika tubuhku merinding dibuatnya, ucapannya terdengar sangat berat untuk diwujudkan , tapi disini aku sudah memilih, tidak ada kata selain ‘maju dan terus berusaha’ bukan ??

“Ne, madame…..” jawabku pelan

~**~

Aku tidak menyangka saat Madame Hyo Sun bilang dia akan mengajariku adalah benar-benar mengajariku . Dia membuatku tidak bisa membantah untuk mengikuti semua latihan yang ia berikan padaku. Beberapa teknik yang ia berikan mampu membuat semua uratku tegang karena bagitu sulitnya melakukannya, mungkin seperti inilah Hye Ri saat awal ia merancang mimpinya , sangat menyakitkan….dan belum sempat ia benar-benar mewujudkan mimpinya itu, ia telah kalah oleh sebuah kenyataan yang disebut kematian . .Kalau saja bukan karena aku….

Ayolah ~~ kau masih saja menyalahkan dirimu sendiri Lee Hye Jin ? Ini sudah takdir saudara kembarku bukan ? Ini sebuah garis kehidupan yang Tuhan gariskan untuknya, bukan masalah aku lebih beruntung darinya, hanya saja Tuhan sangat menyayanginya yang membuatnya dipanggil terlebih dahulu dan berada disisi Tuhan . Berpikirlah seperti itu Lee Hye Jin !

Aku berjalan lemas keluar dari ruang latihan, dan tepat saat itu seseorang menghadang jalanku membuatku harus meluruskan tatapanku da menatap lurus kedepan. Sial !! Gadis es ini yang menghadang jalanku.

“Kau tidak mau belajar dariku ?” tanya Jessica tajam

“Ne “ jawabku tanpa pikir panjang

“ Chhh ! Sombong sekali dirimu, apa kau sudah merasa sangat baik sampai meminta Madame Hyo Sun yang langsung mengajarimu ?”

“ Bukan sombong, tapi aku ingin membuat diriku sendiri nyaman untuk mempelajari ballet ini “

“Maksudmu aku tidak membuatmu nyaman ?! “ tanya Jessica tidak terima

“Tepat ! “

“Kau…”

“Apa kau tidak malu menemuiku dengan cara seperti ini ? Tidak ada permintaan maaf atas perbuatanmu waktu itu, berakting sangat baik seolah kau lah yang teraniyaya waktu itu ?” potongku

Jessica tersenyum remeh kearahku yang membuat wajahnya tampak sangat jahat secara sekilas.

“ Kenapa ? Donghae jadi membencimu ? Dia masih tidak mempercayaimu ? Atau yang lebih parah persahabatan kalian rusak ?”

Kali ini aku yang tertawa mengejek kearahnya , aku sadar Jessica tampak bingung akan tawaku.

“Bahkan Donghae menunggu seharian didepan rumahku agar aku memaafkannya, kau bisa tanyakan langsung padanya jika kau tidak percaya ? “ ucapku saat melihat alisnya berkerut kasar

“Kau dibelanya karena posisimu yang menyedihkan saat itu “

“Nde ?! “

“Bagiku kau yang tetap terlihat menyedihkan Jessica~ssi….seperti apapun keadaanmu “ bisikku tajam. Bibir Jessica tampak menipis disertai rahangnya yang mengeras, aku tahu dia marah mendengarkan ucapanku, tapi siapa peduli ?

Aku sengaja menabrak bahunya lalu berjalan melewatinya, aku tidak akan mengusiknya jika ia tidak mengusikku, jika ia masih mencari masalah denganku , kujanjikan ia yang akan menyesal karena melakukan itu semua kepadaku .

~**~

Aku berjalan santai menuju rumahku. Sebenarnya Donghae sempat menelponku untuk bertanya apakah aku mau pulang bersamanya, tapi kusuruh dia pulang duluan karena aku harus mengambil jam tambahan bersama Madame Hyo Sun. Sekarang matahari sudah berada diujung petang, sebentar lagi mungkin sang surya sudah benar-benar tenggelam diujung bumi . Semburat ungu yang menghiasi langit tampak lembut saat ditatap langsung seperti ini.

Sekarang aku telah sampai didepan pagar rumahku, kulewati pagar besi itu lalu berjalan memasuki halaman kecil rumahku. Namun langkahku langsung terhenti saat aku bisa melihat seseorang yang kukenal berdiri diteras rumahku, wajahnya menengadah keatas menatap semburat ungu yang terlukis dilangit sana. Raut wajahnya tampak lelah seolah ada suatu beban yang sedang dipikulnya.

“ Siwon~ssi ?” ucapku tanpa sadar

Siwon tampak menoleh lemah kearahku. DEG !! Matanya….

Seketika ekspresi wajah Siwon berubah, tidak ada senyum ramah tamah disana, wajahnya tampak mengeras dengan sebuah keyakinan yang ia paksakan. Siwon turun dari terasku lalu mulai berjalan mendekati posisiku.

Siwon berjalan mantap kearahku, derap kakinya bisa kudengar dengan jelas . Aku masih terdiam ditempatku seolah aku sendiri menantinya sampai ditempatku. Sial ! Ada apa denganku ?!

Dia semakin dekat……

Kenapa matanya bisa setajam itu saat menatapku, dia seolah mampu menghentikan semua kerja syaraf-syarafku saat ini.

Siwon akhirnya sampai didepanku, dia masih menatapku tajam yang membuatku sedikit kikuk untuk balas menatap matanya, tapi aku tetap membalas tatapannya walau tidak bisa setajam dia.

“Kau…..”

Siwon menyentuh lenganku secara tiba-tiba dan masih bertahan menatapku tajam. Kenapa dengannya ?

“S..s….”

Kalimatku terputus begitu saja saat dengan tiba-tibanya namja ini telah menarikku masuk kedalam pelukannya . Sangat cepat prosesnya, dan sekarang dia sudah mendekapku. Tubuhku yang hanya setinggi lehernya membuat dia langsung menaruh dagunya dipundakku. Kedua tangannya dengan sigap melingkar pada punggungku membawaku lebih masuk dalam dekapannya.

Aku hendak mendorong tubuhnya, namun dengan cepat dia justru mengeratkan pelukannya membuatku semakin terkurung dalam lingkaran tangan besarnya.

“Siwon~ssi….” ucapku tercekat .

Hembusan nafas Siwon pada pundakku membuatku merinding , namun ada sebuah kehangatan saat ia memelukku. Ya Tuhan ?!! Sadarkanlah aku !!

Namun tidak lama kemudian , Siwon menarik kepalanya kembali tegak namun belum melepaskan pelukannya, dan tiba-tiba…….

Sebuah kecupan lembut tiba-tiba saja mendarat dipipiku, mataku melebar dan dengan cepat mendorong dada Siwon. Aku menatap Siwon tidak percaya dengan yang ia lakukan barusan, namun namja ini justru menatap lemah kearahku yang membuat hasratku ingin berteriak padanya hilang secara tiba-tiba.

“Kau….”

Namja ini masih belum bicara, dan kembali meraih kedua lenganku. Jangan bilang dia mau memelukku lagi !!

“Aku mencintaimu Hye Ri …” bisiknya pelan. Mataku membulat sempurna mendengar ucapannya, Hye Ri ??

Aku hendak membuka mulutku untuk menyadarkan namja ini, namun sebuah hal gila lagi justru dilakukan oleh Siwon. Dia mendekatkan wajahnya dengan cepat dan tanpa bisa kutahan mendaratkan bibirnya dibibirku, menciumku sambil menahan kedua lenganku yang ia cengkram cukup kuat.

Aku mematung ditempatku saat merasakan bibirnya menempel lembut dibibirku, mataku hampir melompat saat bisa melihat pori-pori wajahnya karena jarak yang telah tersapu antara wajahku dengan wajahnya. Dan saat ini dia justru semakin dalam menciumku !!

Lee Donghae ! Wajahnya namja itu melintas dipikiranku sekarang !!

TBC

-_____________- FF apa ini ?!! Nistanya tidak ketolongan >///<

Maaf ya~~ kalau kurang greget , tidak ada konflik yang berbobot didalamnya, atau hanya sekumpulan dialog-dialog gaje yang gue susun dengan kemampuan pas-pas’an .

Masih ada kah yang penasaran dengan part selanjutnya ? Smeoga saja . Gue pada baca kok komentar-komentar kalian, dan mungkin memang bener part 5 kemarin sinetron banget -_____-.

Dan buat yang minta flashback tentang masa lalu Siwon dan Hye Ri, gue bakal ngusahain buatnya, lagi ngatur alurnya doank ini. Hehehe

Terima kasih lagi yang masih bertahan, jangan lupa komen ya ^^

Pasword part berikutnya hanya bisa didapat kalau kalian koment dipart ini . Terima Kasih ^^

44 thoughts on “BOTH LOVE Part 6

  1. adeeuuhhh…
    makin ga bisa ditebak jadinya ma sapa…??
    penasaran apa yg sbnnya terjadi ma wonnie, knpa ngdadak inget hyeri lagi?
    pdhal kmaren” kan udh janji mw nyoba bwt ‘mandang’ hye jin…

    ok ttu bang ikan pnter bgt deh bwt nglulihin hati.a hye jin…
    bakat emang ttu jadi cassanova.. hhahha

    makin sini jess, makin nyebelin yaa??
    bkin greget pngen nabok..!!

    ok lh next part diantos..
    ^^

  2. yahh nulis lg… dasar wifi!!!

    ahh smoga itu cmn bayangan az…. g mw mpe donghae liat.. pasti berabe…
    ehh siwon np kug tw” cium hyejin??
    huwaaa pnasaraaannn…. next!!!!

  3. Kurang greget kak… Si Jess gk evil di part ini!#plak
    Klo dah cinta gk bakalan tega deh tu Hye jin ngebiarin donghae di luar kedinginan… Siwon lagi mabok ya kyak’a #sok tau. Siwon inget ma Hyeri lagi..
    Ditunggu next part’a ya kak..

  4. aku suka tingkah donghae sama hye jin kalo berantem ,, pada saling butuh tpi gengsi nya mereka juga ga ketulungan ,,

    tpi siwon ko lagi” inget hye ri , bkannya dia blang sndiri mau anggap hye jin sbg hye jin bkan hye ri ,, ah siwon ga konsisten ,, pake cium hye jin sgala lg ah ,, donghae aja blm tentu pernah cium hye jin ,, donghae ketinggalan 1 langkah dri siwon ,, haha

    iya nih aku jga pnasaran sama siwon & hye ri dulu nya kyk gmna ,,

    di tunggu part slanjutnya ,, harus ada dong part slanjutnya ,, masa mau ngegantung critanya ,,
    *ktakutan ga di lanjutin*

    di tunggu yah ^^

  5. yah pdhl lg seru baca malah tbc-3-
    grgr jess hyejin jd mndrta #jwrkupingjess
    e-eh apa apaan tuh siwon maen nyosor nyosor aje.. hrsnya kan donge #plakk
    Ayolah donge nyatakan cintamu pada hyejin. nnti keduluan sm siwon bs berabe kkk~ next chap ditnggu oke^^

  6. agghh,,, si donghae,,,
    pintarnya meluluhkan hati hye jin,,,
    hhe
    onnie,, q berharap td si donghae ngeliat adegan kissernya siwon n’ hyejin,, hhe
    biar menuai konflik,, hhohohoho
    + pensaran ma nextny,,,
    lanjutkan onn,, ^^

  7. haisssh~
    keanya ‘penyiksaan’ buat haenya kurang deh!
    geregetan sumpah, unn!
    soalnya bkal sakit hati juga kalo jdi hyejin!
    ><
    donghae liat adegan kissingnya pliss!
    biar tau rasa! (?)
    lanjutannya ASAP ya unn!

  8. makin penasaran sma apa yg bkal jessica lakuin lagi ke hye jin .. >o<
    donghaenya keren bnget pas lg di rumah hye jin *pas mau minta maaf ke hye jin*
    semoga donghae ngeliat pas hyejin lg ciuman(?), biar tambah lg konfliknya ..
    hahahaha

  9. aaaaaaaaaah…
    siwon oppa…
    akhirnya dy beraksi jg..
    kekeke(ketawa evil)
    wah wah..
    bkin penasaran eum..
    eoni berasa dikabulin nih permintaan ku yg siwon oppa beraksi..he..
    meski sebagai istri aku cemburu#plaaak# di hajar siwonist..
    gomawo eoni dah d kasih paswordnya…
    bwt dong hae…
    kacian deh..
    he…
    #brak bruk#di hjar dan lempar pake bakiak ma fans dong hae….
    kaboooor….😉

  10. yah udh tbc aja !!!!!walah it ntar hae liat gak ya tuh ,,. oh iya iya setuju bwt flashback siwon sama hye ri ya..penasaran bgt sama ksh mereka ampe siwon kyk githu. aduh iya nich udh 2 part githu2 aja ya,part selanjutnya harus lbh oke lg n greget yah..

  11. aaaargh nyebelin banget siwon kenapa harus inget Hye Rin??!!!😦 Kenapaaaa??!! Lagian kok tiba-tiba ngelakuin gitu ya siwonnya? Apakah akan di bahas di part selanjutnya?
    Dan Part depan jangan bilang kalo si Hae ngeliat adegan kissing mereka dan nanti dia cemburu awawawaw pasti rame ekekekek….

    Semangat terus ya😀

  12. Siwon kumat deh..
    Masa nyium hyejin tapi nyebut nama hyeri??
    Bisa2 si hyejin ngamuk..

    Jessica makin jahat ya…
    Tapi kalah juga adu mulut ma hyejin..

  13. Aaaaaaa,,, galaaauuuuu, cinta gw ke hae balik lagiii,, kekekekeke
    Hae kuat bgt nunggu mpe malam, kirain hae bkal skit atw demam,
    Ige mwoya??
    Apa2an siwon??
    Siwon knpa??
    Siwon kangen ma hyeri???
    Sryus deh pnsaran bgt ma part slnjutnya ris,,
    Riska…. Fighting !…..

  14. aisssshhhhh…………. aku kra donghae liadt hye jin kissing ama siwonn……
    teryata egak ya ???

    klo donghae leadt pasti makin serruuuu………..
    hohohohh………..

    dtunggu part selanjutnya ya eonn????
    makin penasaran………

    joungshin eonn!

  15. woaaaa siwon kissing hye jin…makin dukung aja nie #di gampar donghae…
    aduh, bingung age nie hye jin mau milih mana….
    apapun yang di pilih balik age ke auhtornya…
    berharap yg terbaik buat hye jin….
    di tunggu next part’y…😀
    eon gomao buat PW nyaa…
    love you deh ma ff nie
    di tunggu ff seokyunya…

  16. aku malah greget sama ff nya .. ayo kak di lanjut ff nya .. uda penasaran sama kelakuan siwon yg tba2 kaya gitu .. di tunggu part selanjutnya ~~^^

  17. Ahhhh kecewa w sm hye jin kenapa pake acara keluar rumah n malah nyuruh ikan mokpo mask (?) Wkwkwkw *digantung author*
    Eeeee demen tuh sm part yg terakhir.. Hohohoh

  18. Di part ini kurang gredet ah,konfliknya ga ada ya

    Itu siwon knpa mulai inget lg sma hye ri,kan kasian hye jin kyanya udah mulai suka sma siwon

    Hye jin sma donghae mrka b’2 malu2 kucing bngt sih,pdahal sling suka tp ga ada yg mau ngaku

    Itu si jesica mkin ngeselin aja ya

  19. Aish…mengorbnkn mimpimu dmi mimpi orng lain bkankah itu suatu sikap egois kpda dri sndry, dlm arty lain tdk menghargai kemampuan diri sendiri?
    Hei siwon oppa berhenti menganggap hyejin sbgai hyerin! It tdk adil bg hyeji!

  20. hehehe trnyata part ini udh bca hadoh pikunan jd bc 2x komen 2x gpp dah. part ini plng seru yg adegan hae ma hye jin lg marahan haha so sweet..

  21. Tuh Kan..TBC lg…itu..itu si siwon enk2 ajah asal nyosor yah..ckck..klo donghae tau bkl rame ntar..ahh..paling suka Hae-jin moment…sok2 jual mahal gtu..tp waktu didtngi kerumahnya yah..hyejinnya kalah juga…entah kenapa bayangin si Hae kedinginan jd pengen meluk-meluk..hehe..tuh siwon gi mabuk yah..?

  22. Dicium siwon???
    First kiss nya siwonnn?? Kyakkk. Lgsg mati di tempat..
    Sama sekali gg nista & mnurutku kadang enakan ringan gini.. wkwk
    overall ak suka.. makasi pw nya

  23. karakter kejahatan jessica dsni ngebuat aku makin gak suka sma dya !
    #eh . hahahaha~
    sabar ya buat HyeJin~ ^^
    dtggu part slanjutnya eon .🙂

  24. mampus jesica.disini keliatan bgt dia yg plg menyedihkan.hahaha..
    eh,ngomong-ngomong hyeri itu meninggal gara-gara apa sih.kok blm jelas.
    OMO!!!*muka terkejut* siwon asal caplok(?) aja tuh ke Hyejin.
    gomawo chingu atas pw nya…

  25. aaaaaa….x3
    kisseu,kisseu.. Tp knapa kisseu-nya sama siwon? Trus siwon knapa kok jadi emosional (?) gitu?

    jessica kasian tuh,moga aj ga ada scene2 liciknya sica kek kmaren

    fighting!! Haejin ato hyewon couple ak tetep dukung, tp tetep lebih klop sama donghae 😀

  26. knp siwon msh menganggap hyejin sbg hyerin.wow siwon agresif bgt tb2 lsg peluk cium si hyejin.mkn rumit aja hbgn mereka ber3.lnjut kpart berikutnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s