BOTH LOVE Part 5

BOTH LOVE part 5

-Author’s POV-

~**~

Oke , ini terlalu aneh bagi Siwon. Dahinya berkerut menatap dua orang yang sedang berpelukan yang berada sekitar 10 meter didepannya. Bukan aneh karena melihat 2 orang itu , tapi aneh dengan perasaan yang ia rasakan saat ini . Sebelumnya sangat jarang Siwon merasakannya atau hampir belum pernah, saat ia bersama Hye Ri dulu tidak pernah terasa perasaan ini , mungkin karena lelaki yang dekat dengan Hye Ri memang hanya dirinya, Hye Ri tidak pernah terlihat mempunyai sahabat laki-laki atau teman laki-laki yang membuatnya tidak punya sikap protektif untuk menentukan siapa saja lelaki yang boleh berteman dengan Hye Ri. Tapi saat ini, saat Siwon sendiri telah mengakui jika ia menyukai Hye Jin , melihat gadis itu memeluk seorang pria dengan erat, menunjukkan perasaan khawatir yang sangat besar terhadap seorang pria dan itu bukan untuknya membuat Siwon merasa…..errrr cemburu ?? Sepertinya , bibirnya mencoba tersenyum getir saat dilihatnya Donghae membelai mesra kepala Hye Jin yang masih setia berada didalam pelukannya yang semakin menambah kesan intim diantara keduanya.

“ Seperti itukah kedekatan mereka ?” ujar Siwon pelan yang hanya bisa ia yang mendengarnya. Perlahan Siwon berbalik pelan, dia langsung melangkah menyebrangi halaman rumah Hye Jin, mungkin lebih baik ia masuk dan menunggu dua orang itu menyusulnya setelah acara peluk memeluk itu selesai.

~**~

“ Kita kerumah sakit saja bagaimana ?” tanya Hye Jin khawatir saat dia mengompres sudut bibir Doghae dengan handuk hangat yang membuat namja itu berjengit kecil menahan perih yang ia rasakan.

“ Kau ingin membuatku malu dihadapan suster-suster disana karena luka kecil seperti ini ?” ujar Donghae. Sedikit kesal , Hye Jin justru menekan luka Donghae membuat namja itu meringis kesakitan.

“ Apa yang kau lakukan ! “ keluh Donghae sambil menjauhkan wajahnya dari jangkauan tangan Hye Jin.

“ Kau itu benar-benar menjengkelkan “ desis Hye Jin yang justru mengundang tawa singkat dari Donghae.

“ Aku tidak apa-apa Hye Jin~ah, ini tidak separah seperti waktu itu yang membuat tulang punggungku retak , wajar saja waktu itu aku terkapar , aku baru memulai belajar bela diri, sekarang telah lewat dua tahun, kemampuanku sudah cukup untuk melawan beberapa preman “

“ Ini yang terakhir, tidak ada perkelahian lagi, dan jangan bersikap sok hebat dimana saja “ tukas Hye Jin “ Kemari, aku belum selesai mengompres lukamu “ lanjut Hye Jin sambil memberi isyarat agar Donghae kembali mendekat.

Sementara itu, Siwon yang duduk disebrang mereka hanya bisa menatap kaku kedua orang itu. Sesekali dia menatap Hye Jin yang masih tersirat gurat kekhawatiran dan Donghae yang terlihat sekali menikmati sikap perhatian Hye Jin yang ditujukan padanya.

“ Ehm…Syukurlah lukamu tidak begitu parah Donghae~ssi “ ujar Siwon mencoba masuk kedalam percakapan.

“ Tentu saja, luka seperti ini tidak akan membuatku sampai pingsan “ balas Donghae pelan. Siwon tahu kalimat itu ditujukan untuk menyindirnya.

“ Aku tidak sepertimu yang terbiasa dengan kekerasan , aku tidak temperamental “ balas Siwon santai . Seketika tangan Hye Jin berhenti melakukan aktifitas mengompres Donghae karena Donghae menoleh gusar untuk menatap Siwon, tidak ada lagi senyum mengejek dari bibirnya yang ada hanya tatapan menuntut dari Donghae akan maksud ucapan dari Siwon.

“ Maksudmu aku temperamental ?” tanya Donghae pelan.

“ Aku tidak berkata seperti itu, kau terlalu perasa “ balas Siwon , kedua orang ini saling menatap sekarang. Siwon masih bertahan melempar senyum ramah tamahnya sedangkan Donghae tampak gusar melihat namja didepannya ini berkata dengan santai.

“ Kau…”

“ Kalian tidak lapar ?” potong Hye Jin, matanya seolah menegur sikap dua orang lelaki ini .

“ Kau tidak lapar Siwon~ssi ?” tanya Hye Jin beralih menatap Siwon.

“ Ne, aku lapar …” jawab Siwon

“ Kau lapar ?” tanya Hye Jin beralih menatap Donghae.

“ Tentu saja lapar, energiku terkuras “ balas Donghae

“ Kalau begitu tutup mulut kalian, aku akan menyiapkan makanan yang ku bisa “ ujar Hye Jin cepat, dia langsung bangkit dari kursinya dan berjalan kearah meja dapur untuk mempersiapkan makanan, sarapan yang tertunda sebenarnya .

Lee Hye Jin’s POV

Aku menatap tidak percaya surat yang kupegang saat ini. Ini adalah surat pemberitahuan bahwa aku bisa mengikuti audisi menyanyi lewat formulir pendaftaran yang kukirim melalui Hye Ri waktu itu. Jadi Hye Ri sudah menyerahkan formulir audisiku sebelum ia kecelakaan ?  Kurasakan Sooyoung merapat kearahku, kami baru saja menyelesaikan kelas ballet hari ini.

“ Apa itu ?” tanyanya . Aku masih terdiam meneliti setiap kata yang tertulis disurat berkertas tebal itu.  Setelah hampir 5 menit aku benar-benar memahami isi surat itu, aku mulai menegakkan kepalaku dan menatap lurus kedepan, mungkin tatapanku tampak hampa saat ini karena memang tidak ada titik focus yang kuperhatikan apa yang aku lihat , aku seolah menerawang dan bayangan akan mewujudkan mimpiku yang sebenarnya sontak bagaikan VCR besar yang ada didepan mataku.

“ Jadi Hye Ri sempat menyerahkan formulirmu waktu itu ?” tanya Sooyoung terkejut . Dia telah meraih surat yang kupegang tadi dan kembali membacanya padahal aku yakin dia tadi ikut membaca saat aku membaca surat itu.

“ Ne..” jawabku pelan .

“ Ini kesempatanmu Hye Jin~ah ..” sambar Sooyoung cepat, dia langsung memutar tubuhku membuat tubuhku langsung menghadapnya.

“ Kau masih belum terlalu jauh, ikuti audisi bernyanyi itu, kau sudah berhasil masuk ke100 besar, aku yakin rekaman suaramu yang kau kirimkan itu yang membuatmu sampai ke 100besar “ lanjut Sooyoung, kedua matanya tampak melebar memberi semangat padaku. Aku justru menatapnya tanpa ekpresi, aku tidak tahu dengan perasaan yang kurasakan sekarang. Senang ?? Entahlah . Bayangan tulisan-tulisan tangan Hye Ri tentang mimpinya untuk menjadi seorang ballerina tiba-tiba saja menyeruak berebut tempat dalam pikiranku seolah mendorong bayangan mimpi-mimpiku akan bernyanyi.

“ Hye Jin~ah ?” tegur Sooyoung pelan karena beberapa saat aku sama sekali tidak menanggapinya.

“ Aku…”

“ Kau kenapa ?” tanya Sooyoung tampak bingung karena aku sama sekali tidak menunjukkan akan sebuah antusias .

“ Sooyoung~ah aku….”

Sooyoung masih terdiam, dia memberi kesempatanku untuk melanjutkan kalimatku walau aku sendiri bingung rangkaian kalimat seperti apa yang harus kugunakan untuk menyampaikan isi pikiranku saat ini.

“ Aku….ehm…Hye Ri , bagaimana dengannya ?” ucapku pelan , sangat sulit mencari kata-kata yang tepat untuk menggambarkan isi pikiranku saat ini.

“ Nde ?”

“ Maksudku , aku masuk kekelas ini karena aku ingin menggantikannya untuk menjadi seorang ballerina, tapi jika aku mengikuti audisi ini, itu berarti….” kalimatku menggantung begitu saja , seperti ada sesuatu  menyodok tenggorokkanku yang membuatku seolah tidak bisa melanjutkan kalimatku.

“ Jangan bilang kau menolak audisi ini dan tetap mau bertahan dikelas ballet ?” tanya Sooyoung tidak percaya . Ingin sekali aku menggeleng atau membantah ucapannya, tapi sesuatu dalam diriku sendiri tidak bisa menyangkal hal itu . Sifat ambisiusku seolah teredam begitu saja ketika semua tulisan Hye Ri tiba-tiba saja menyingkap pikiranku, tekatku yang kupaksakan saat membaca buku diarinya untuk yang pertama kali membuatku menahan hasratku untuk bernyanyi bebas.

“ Hye Jin~ah …” tegur Sooyoung lagi.

“ Entahlah , aku sendiri tidak tahu “ jawabku pelan

“ Untuk apa kau berfikir lagi, kau tahu mana yang menjadi bakatmu kan ? Kau tahu mana yang kau suka, kau tidak perlu ngotot berlatih untuk sesuatu yang tidak kau kuasai ! “ ucap Sooyoung gusar .

“ Sooyoung~ah ini..”

“ Ne, aku tahu ! Kau ditempat yang sulit bukan ? Kau menginginkan untuk ikut audisi ini, tapi bayang-bayang Hye Ri terus mengikutimu, sebenarnya kau sendiri yang masih belum bisa menerima kepergiannya, berusaha mewujudkan mimpinya yang sebenarnya tidak akan ada gunanya buat Hye Ri “ potong Sooyoung .

“ Aku tidak …”

“ Kau membelenggu dirimu sendiri Hye Jin~ah , mengurung dirimu sendiri pada sesuatu yang terlalu kau paksaan, Hye Ri telah pergi, urusannya didunia sudah selesai, kau lakukan apa yang memang harus kau lakukan , jangan membuat dirimu sendiri susah “ potong Sooyoung lagi .

“ Aku…”

“ Maaf memotong obrolan kalian , tapi kau sudah berbicara terlalu kencang disini “ tegur seseorang tiba-tiba . Aku tahu suara ini. Gadis es itu.

Aku dan Sooyoung serempak menoleh kesumber suara dan  mendapati Jessica menatap dingin kami walau bibirnya tampak tertarik kebelakang menampilkan senyum palsunya. Memang benar, aku dan Sooyoung sebenarnya masih berada diruang ganti , dan beberapa kepala siswi lainnya tampak menoleh kearah kami juga. Kedua mata Jessica saat ini ia tujukan pada Sooyoung, sepertinya kata ‘kau’ yang dimaksudkan oleh Jessica adalah sahabatku ini .   Sooyoung tampak salah tingkah dan menunduk singkat.

“ Maaf .” ucapnya pelan . Tapi yang dilakukan Jessica justru berjalan santai mendekati kami sambil menyedekapkan kedua tangannya didepan dadanya. Rambut lurusnya tergerai membuatnya tampak benar-benar cantik.

“ Jadi kau sebenarnya pandai bernyanyi ?” tanya Jessica tiba-tiba kearahku .Aku sedikit terkejut namun langsung kukendalikan diriku dan berusaha datar menatapnya.

“ Ucapan kalian cukup terdengar siapa saja yang berada didekat kalian “ lanjut Jessica.

“ Kenapa kau diam ?” tanya Jessica lagi , tangannya tidak lagi bersedekap justru sibuk menyibakkan rambut panjangnya kebelakang.

“ Dia sebenarnya…..”

“ Hanya hobiku saja “ ucapku memotong ucapan Sooyoung

“Tapi sepertinya kau mendapatkan pemberitahuan jika kau lulus audisi ? Aku tidak berniat menguping, hanya saja ucapan kalian terdengar mungkin bukan hanya aku yang mendengarnya” jelas Jessica terlihat santai.  Gadis ini selain sok manis ,dia juga seperti tidak tahu malu yang langsung saja masuk kepembicaraan orang lain.

“ Itu…”

“ Aku bertanya pada sahabatmu Sooyoung~ssi …” kini Jessica yang memotong ucapan Sooyoung, Jessica masih tampak melempar senyumnya walau nadanya terdengar seperti menegur.

“ Apapun yang kulakukan kau tidak perlu tahu “ ucapku . Kupikir aku tidak perlu bersopan santun ria dengan wanita ini. Jessica justru tertawa pelan yang membuat telingaku meremang, aku yakin gadis ini memang punya aura aneh disekitarnya, dia sangat mengerikan bahkan saat dia tertawa sekalipun.

“ Aku merasa kau seperti tidak menyukaiku Hye Jin~ssi “ ujar Jessica.

“ Sama sepertimu juga yang tidak menyukaiku kan ?” jawabku cepat .

“ Hmm, memang benar . Aku tidak menyukaimu , tapi aku selalu berusaha bersikap manis walau terhadap orang yang tidak aku suka “ jawabnya lancar. Inilah kelebihan gadis ini, mengatakan apa yang ada dihatinya tanpa kesulitan.

“ Tapi jika aku boleh memberimu saran, kau memang lebih baik mundur dari kelas ini, lupakan ballet karena ini memang bukan bidangmu, kau sangat menyedihkan Hye Jin~ah dikelas ini “ lanjut Jessica .

“ Jessica ~ssi…” tegur Sooyoung

Aku langsung mendelik kearah Jessica, wanita ini masih terlihat santai seolah yang dia ucapkan bukanlah sesuatu yang pantas diprotes.

“ Kau terlalu banyak bicara Jessica~ssi “ ucapku tajam, aku langsung berbalik untuk menutup pintu lokerku kasar. Terdengar bunyi brak kencang saat aku menutup lokerku ini, kuambil tasku dan berjalan keluar begitu saja dari ruang ganti ini.

“ Hye Jin~ah tunggu aku ! “ terdengar suara Sooyong dibelakangku yang kupikir dia ikut menyusul langkahku. Jessica …..kupikir dia bukan mengerikan , tetapi sangat memuakkan !

Author’s POV

“ Jadi kenapa dengannya ? Dia mengabaikanku begitu saja saat kutanya ?” tanya Donghae menyerah kearah Sooyoung yang duduk disampingnya. Malam ini ketiga orang itu sedang berada disebuah lapangan basket disebuah taman didekat rumah Hye Jin. Donghae langsung menyusul Hye Jin dan Sooyoung , begitu menerima telpon dari Sooyoung jika dari sore Hye Jin seperti orang gila yang terus bermain basket tanpa menggunakan teknik, asal melempar bola ke ring, mendribble bola secara asal atau tiba-tiba mengumpat pelan yang Sooyoung sendiri tidak bisa mengerti apa yang diumpat oleh gadis itu.

Sooyoung menarik nafas sebentar lalu mulai menceritakan masalah Hye Jin, ya , gadis itu hanya sedang bingung. Dia pasti sangat sulit memutuskan mana yang benar-benar harus dipilihnya saat ini. Impiannya yang sudah sangat lama ingin ia wujudkan atau mimpi saudara kembarnya yang sudah meninggal.

“ Aku tahu dia memang bodoh “ celetuk Donghae pelan setelah Sooyoung mengakhiri ceritanya.

“ Sejak kapan dia pintar, makanya kalian berdua cocok ,kau dan dia sama-sama bodoh “ balas Sooyoung malas.

“ Aku sudah hampir 2 jam menemaninya Donghae~ya , aku harus pulang . Kau temani dia, jangan memancing emosinya, kau kenal dia seperti apa kan ?” lanjut Sooyoung.

“ Ne..” jawab Donghae. Sooyoung bangkit dari duduknya dan terdiam sebentar menatap Hye Jin.

“ Dia hanya perlu memantapkan pilihannya saja “ ujar gadis itu pelan, lalu tanpa berniat mengganggu permainan basket asal-asalan Hye Jin gadis itu mulai meninggalkan pinggiran lapangan basket dan membiyarkan Donghae duduk sendiri masih tetap bertahan membiyarkan Hye Jin memuaskan hasratnya bermain basket

30 menit berlalu……

“ Aku sudah tidak tahan lagi !” ujar Donghae kesal dan langsung bangkit berdiri, dia berjalan menyebrang lapangan basket dan sampai ditengah lapangan dimana Hye Jin baru saja melempar bola ke ring , yang sayangnya tidak masuk dan justru memantul dari papan ring itu. Bola pantul itu sangat kebetulan mengarah kearah Donghae yang langsung ditangkapnya dengan sigap.

“ Berikan padaku bolanya “ ucap Hye Jin dengan nafas terengah , keringat telah berbaur dengan tubuhnya. Rambutnya yang ia kuncir menjadi satu keatas telah lepek karena keringat yang telah membasahi semua helai rambutnya.

“ Permainanmu sudah selesai “ ucap Donghae

“ Aku belum selesai bermain Donghae~ya..”

“ Sudah selesai Hye Jin~ah !” balas Donghae mantap

Hye Jin tertawa mengejek dan berjalan pelan mendekati Donghae. Ditatapnya Donghae dengan tatapan tidak sukanya jika pria ini mulai mengganggu apa yang ia lakukan.

“ Berikan bolanya !” ulang Hye Jin . Donghae justru melempar bola itu keluar lapangan yang membuat bola basket itu terpantul semakin jauh dari jangkauan Hye Jin, sangat jauh. Hye Jin menatap arah lemparan bola dengan terkejut lalu kembali menatap Donghae kesal.

“ Apa yang kau lakukan !” tanya Hye Jin gusar

“ Menghentikan permainanmu “

“ Aku masih ingin bermain, kau hanya melemparnya, aku akan mengambil bola itu “

Hye Jin mengabaikan tatapan Donghae dan berniat meninggalkan tempatnya berdiri hendak mengambil bola basket yang dilemparkan oleh Donghae. Namun sesuatu menahan pergelangan tangannya dan membuat langkah Hye Jin terhenti, kembali Hye Jin menatap Donghae kesal karena ia tahu namja ini yang menahan tangannya.

“ Kita pulang ! “ perintah Donghae

“ Ani, aku masih ingin bermain “ balas Hye Jin kekeh

“ Kita pulang Lee Hye Jin !”

“ Aku tidak mau Lee Donghae ! “

“ Ayo pulang ! “ tarik Donghae tanpa melepaskan cengkraman tangannya dan menarik Hye Jin untuk mengikuti langkahnya. Diabaikannya protes Hye Jin dan terus menarik tangan Hye Jin

“ Donghae~ya !! “

Donghae tetap melangkah dan saat ini justru semakin mencengkram kuat tangan Hye Jin.

“ Donghae~ya….”

“ Lee Donghae ! Aku tidak mau pulang !! “ bentak Hye Jin cepat sambil menghempaskan tangan Donghae sekuat tenaga.

“ Lalu apa yang akan kau lakukan !! “ Donghae berbalik cepat dan balas membentak gadis itu yang membuatnya sedikit shock menerima bentakan dari Donghae

“ Kau mau terus seperti orang gila hah ?! Menghabiskan tenagamu seperti itu ! “ tidak ada penurunan nada suara dari Donghae yang membuat Hye Jin tampak sakit hati karena Donghae kembali membentaknya.

“ Kau tidak berhak membentakku..” ucap Hye Jin pelan, gadis itu sekuat tenaga menahan nada suaranya agar tidak terdengar bergetar . Donghae tampak mengedip cepat, dia seolah sadar jika memang nada suaranya berada diatas oktaf rata-rata.

“ Aku….”

“ Kau tidak tahu perasaan seperti apa yang kurasakan saat ini kan ?! Betapa aku sangat bingung menentukan mana yang harus kupilih sekarang ! Impianku atau impian Hye Ri . Si bodoh itu pergi setelah dia menyerahkan formulir audisiku, jika aku tidak menyuruhnya pergi dia masih ada disini dan tidak akan membuatku merasakan perasaan aneh-aneh lagi ! Dan sekarang aku justru menerima surat bahwa aku bisa mengikuti audisi selanjutnya, kesempatan besar untuk mewujudkan impianku tapi dengan resiko membuang impian saudara kembarku yang mati karena diriku sendiri ! “ ucapku dengan suara yang sudah sangat bergetar, aku kalah dan tidak bisa menahan getaran suaraku itu.

“ Kau bisa bayangkan segalau apa perasaanku saat ini ! Aku bingung Donghae~ya ! Sangat bingung ! Mana yang harus kupilih dan mana yang harus kukorbankan ! Impianku atau Hye Ri ! “ ucapku semakin meracau tak terkendali

“ Hye Jin~ah….”

“ Impian Hye Ri berhasil menyudutkanku ! Dan aku sendiri takut harus mengatakan aku menolak audisi itu dan bertahan untuk dibidang ballet ini ! “ beber Hye Jin akhirnya, gadis itu sudah tidak bisa lagi menahan air matanya. Air-air hangat yang tadi ditahannya kini merembes begitu saja dari kedua ujung matanya bercampur dengan hangatnya keringat yang merata diwajahnya.

“ Aku yang harus membuang impianku Donghae~ya !!” isak Hye Jin kuat, gadis itu langsung merosot dan terjongkok dilapangan basket ini. Wajahnya ia telungkupkan kedalam celah lutut dan perutnya lalu mengapitnya dengan kedua tangannya, meringkuk dalam kesedihan yang menyergapnya . Isakan yang teredam karena kedapan udara pada lingkupan tubuh Hye Jin yang masih setia meringkuk memeluk lutunya sendiri membuat gadis itu menggetarkan bahunya kuat-kuat sebagai tanda tangisnya yang semakin menguak.

“ Hye Jin~ah…” ucap Donghae pelan, namja itu kini ikut berjongkok didepan Hye Jin dan tanpa ragu membelai kepala Hye Jin.

“ Apa yang harus kulakukan untukmu ?” tanya Donghae , tangannya turun kebahu Hye Jin dan meremasnya pelan. Hye Jin masih terus terisak kuat menenggelamkan wajahnya kedalam lututnya. Dia tahu apa yang harus dia pilih sepertinya walau ada sesuatu yang sangat berharga yang harus dikorbankannya. Ya ~~ impiannya sendirilah yang harus dikorbankannya.

“Aku harap kau tidak terlalu lama menangis, air matamu terlalu berharga ..” ujar Donghae pelan. Namun Hye Jin masih tetap mengabaikan Donghae sibuk mengatur isakan-isakan yang keluar dari mulutnya sendiri.

Lee Hye Jin’s POV

Keperhatikan dengan seksama Madam Hyo Sun yang sedang mempraktekkan sebuah teknik ditengah kelas ini. Dia meliuk-liukkan kakinya dengan lincah , melakukan langkah-langkah arabesk yang rumit lalu lompat dari tempat satu ketempat lain dengan mudah dan terakhir melakukan putaran yang entah sebanyak apa tanpa mengalami gejala pusing-pusing yang menyerangnya.

“ Baiklah , buat barisan dibelakangku dan ikuti gerakanku, ehm Jessica , kau tolong ajarkan beberapa orang yang tadi sempat kuberitahukan padamu, mereka belum bisa sampai ketahap ini, kau ajarkan dulu beberapa langkah dasarnya ya “ ucap Madam Hyo Sun kepada Jessica yang berdiri tak jauh darinya, Jessica memang terlihat seperti asisten pelatih. Tentu saja dia termasuk penari terbaik dikelas ini.

“ Ne madame” jawab Jessica manis. Jessica tampak memanggil beberapa orang yang sepertinya telah diberitahukan oleh Madame Hyo Sun untuk belajar bersama dulu dengan Jessica.

“ Lee Hye Jin ! “ .

Aku mematung untuk sesat, aku yang sedang memilih barisan untuk berlatih mengikuti Madam Hyo Sun tampak menggeleng pelan kearah Jessica karena aku yakin dia menyebut namaku.

“ Kau belajar dulu bersamaku Hye Jin~ssi, teknikmu masih buruk “ ucap Jessica lancar. Beberapa kepala tampak ikut menoleh untuk menatapku, sebagian tertawa , tentu saja karena ucapan Jessica yang terang-tarangan mengejekku, dan sebagian lagi tampak menatap dengan pandangan mencomooh kearahku, mungkin karena aku terlalu percaya diri dan berniat mengambil tempat dibelakang Madam Hyo Sun agar bisa melihat tariannya dengan jelas .

“ Hye Jin~ssi, kemari “ ucap Jessica lagi, sangat manis kalimat itu meluncur dari bibir tipisnya. Terpaksa aku berjalan mendekatinya bergabung dengan beberapa penari lain yang sepertinya tampak lemah juga dalam bidang ini.

“ Baiklah ~ ~kalian berlatih bersamaku dulu, mungkin lebih tepatnya belajar dariku , perhatikan setiap langkah yang kupraktekkan atau teknik yang kuperlihatkan pada kalian “ ucapnya kepadaku dan beberapa siswi lainnya. Aku melirik kesebelahku dan mendapati siswi-siswi lainnya tampak menatap penuh kagum kearah Jessica yang langsung memunculkan rasa muakku.  Jika aku boleh memilih, aku lebih memilih menerima ocehan dari Madam Hyo Sun dari pada menatap wanita ini lebih lama.

~**~

“ Lebih baik kita cepat pulang Donghae~ya “ ucapku tidak bersemangat kearah Donghae yang menghampiriku saat aku sudah keluar dari gedung fakultasku. Aku masih ingat bagaimana ekspresi Jessica tadi yang terlihat sekali menikmati ‘mengajariku’ dengan cara specialnya. Bisa-bisanya dia tadi menyuruhku berdiri terpisah dari beberapa teman lainnya padahal kami belajar bersama-sama. Sekali lagi gadis itu mempermalukanku dengan mengatakan gerakan kakiku masih terlalu kaku yang membuatku harus berlatih dari dasar , yang benar saja !!

“ Kita naik bus saja Hye Jin~ah “ ujar Donghae. Aku baru sadar jika Donghae tadi menghampiriku dengan sedikit berlari atau dengan kata lain tidak menunggangi (?) motornya. “ Mana motormu ?” tanyaku tersadar

“ Dibawa oleh Donghwa, dia sepertinya punya kekasih dan menggunakan motorku untuk mengajak kekasihnya itu kencan “ ucap Donghae terlihat tidak bersemangat . Sama seperti pria ini aku hanya menghembuskan nafas berat sebagai tanggapan dari ucapannya.

“ Ya sudah , ayo….” ajakku

“ Donghae~ya !! “ panggil suara nyaring dibelakang kami . Oh tolong jangan dia !! Aku kenal suara ini, suaranya yang sok mendayu terdengar sangat mengganggu ditelingaku. Tapi langkahku dan Donghae sudah terlanjur terhenti, sungguh aku tidak ingin berbalik sebenarnya atau kalau perlu menarik tangan Donghae agar tetap melanjutkan langkah kami, tetapi si ikan bodoh ini justru menahan langkahnya yang membuatku ikut berhenti lalu dengan perlahan berbalik, benar-benar bodoh bukan ?

Ya, aku dan Donghae bisa melihat Jessica berjalan cepat kearah kami, dia tersenyum lebar yang tentu saja bukan ditujukan untukku melainkan untuk lelaki yang berdiri disebelahku ini.

“ Annyeong ~~ “ sapanya ramah kearah Donghae yang dibalas tak kalah ramah oleh Donghae . Chhh ~~

“ Bagaimana kabarmu Donghae~ya ?” tanya Jessica santai

“ Baik, kau sendiri ?”

Oh terus saja berbasa-basi dan biarkan aku menjadi kambing congek bagi kalian berdua ! Aku hanya bisa menatap kesal kearah Donghae yang masih tampak sok bersikap sopan meladeni basa-basi dari gadis es ini.

“ Kalian berdua mau pulang ?” tanya Jessica lagi, dia melirik singkat kearahku lalu kembali menatap kearah Donghae dengan masih mengumbar senyum manisnya. 1 % bertambah tingkat kemuakkanku pada gadis ini.

“ Ne..”jawabku serempak bersama Donghae.

“ Kita sudah lama tidak berbincang-bincang Donghae~ya, bagaimana kalau makan dulu ?” ungkap Jessica tiba-tiba membuatku dan Donghae tampak sedikit terkejut dengan ajakannya.

“ Kita kan sudah lama tidak makan bersama sejak Eunhyuk pergi ke Amerika, aku yang mentraktir “ lanjutnya . Donghae tampak terlihat bingung, namja ini menoleh kearahku seolah menanyakan pendapatku

“ Tentu saja Hye Jin~ssi ikut makan bersama kita “ tambah Jessica dan terang-terangan menatapku. Aku tidak menatap Donghae melainkan balas menatap Jessica, aku tidak ingin dia menganggapku takut untuk balas menatap matanya itu.

“ Aku tidak lapar “ ucapku dingin . Senyum Jessica tampak menipis tapi dengan cepat dia langsung bisa menguasai ekspresinya.

“ Jadi maksudmu kau membiyarkan Donghae untuk makan berdua saja denganku Hye Jin~ah ?” tanya Jessica manis. Sial ! Kenapa dia yang berhasil menyudutkanku saat ini.

“ Hye Jin~ah, kau ikutlah , Jessica teman sahabatku Lee Hyuk Jae, kau ingat bukan ?” ucap Donghae pelan sambil memepet kearahku. Sebelah alis Jessica tampak naik melihat Donghae yang sedikit mendekatkan bibirnya ketelingaku untuk berbisik. Ah iya ~~ gadis ini pasti cemburu. Dengan cepat aku menoleh untuk menatap Donghae yang membuat wajah kami dalam jarak yang sangat dekat. Sebenarnya aku sedikit berdebar menatap wajah Donghae dalam keadaan sedekat ini  tapi sekuat tenaga kuatur ekspresiku agar terlihat datar.

“ Lee Hyuk Jae ?” tanyaku pelan . Aku ingat nama itu.

“ Ne.” balas Donghae sambil mengangguk

“ Bagaimana ?” tanya Jessica membuyarkan bayanganku tentang pria bernama Lee Hyuk Jae itu

“ Tidak bisakah kita …”

“ Hye Jin~ah ! “

Seketika aku menahan kalimatku , lalu kami bertiga serempak menoleh kesumber suara yang memanggil namaku. Oh tidak , kenapa justru pria itu datang kekampusku ?

Siwon tampak berlan santai kearah kami, kurasakan Donghae tampak berdiri gusar disebelahku saat dia menatap Siwon.

“ Untuk apa dia kesini ! “ umpat Donghae pelan yang bisa kudengar dengan jelas .

Akhirnya Siwon sampai ditempat kami bertiga, dia tampak mengangguk sopan kearah Jessica, ke Donghae lalu terakhir kearahku , senyuman andalannya masih menghiasi wajahnya menampakan kesan sangat ramah pada dirinya.

“ Mau pulang ?” tanya Siwon kearahku.

“ Oh..ne..” jawabku

“ Untuk apa kau kesini ?” tanya Donghae cepat , jelas sekali Donghae tidak suka melihat Siwon yang menghampiri kami.

“ Menjemput Hye Jin “ ucapnya santai yang langsung membuat mataku membulat. Siwon masih setia tersenyum kearahku . Berhentilah tersenyum seperti itu Siwon~ssi, apa dia ingin membunuhku dengan pesona senyumannya !

“ Aku…”

“ Kita makan bersama saja, mentraktir empat orang tidak masalah untukku “ ujar Jessica tiba-tiba yang membuat aku, Donghae dan Siwon tampak kompak menatapnya. Jessica justru tersenyum lebar yang seolah mengatakan kepada kami ‘ ide yang bagus bukan ?

~**~

AUTHOR’s POV

“Eunhyuk akan pulang minggu depan Donghae~ya “ ujar Jessica memberitahu Donghae yang duduk disampingnya. Donghae tampak tidak mendengarkan ucapan Jessica karena kedua matanya focus menatap dua orang yang duduk bersampingan disebrang meja restoran ini. Siwon baru saja memotong kecil-kecil steak sapi yang ia pesan, kemudian menukarnya dengan milik Hye Jin yang masih tampak utuh .

“ Makan saja yang ini “ ujar Siwon pelan sambil tersenyum.

“ Oh, ne. terima kasih “ ucap Hye Jin sambil mengangguk canggung.

“ Donghae~ya ?” tegur Jessica , Donghae masih memincingkan matanya menatap Siwon, terlihat sekali pria ini tidak suka dengan perhatian yang terlalu diperlihatkan oleh Siwon kepada Hye Jin.

“ Donghae~ya…” tegur Jessica lagi lebih menguatkan suaranya yang mampu menyadarkan Donghae. Donghae menengok kikuk kearah Jessica lalu mencoba tersenyum.

“ Maaf, kau mengatakan apa tadi ?” tanya Donghae

“ Eunhyuk , dia akan pulang minggu depan “ jawab Jessica sabar walau dia tampak tidak suka karena Donghae yang tidak konsentrasi saat bicara dengannya, terlihat Donghae masih mencuri pandang kearah Hye Jin dan Siwon yang ada disebrangnya.

“ Benarkah ? Dia baru berangkat setengah tahun bukan ? Kenapa sudah pulang ?” tanya Donghae

“ Liburan saja sepertinya, dan dia minta bertemu denganmu dan aku “

“ Tidak masalah “ jawab Donghae cepat.

Terjadi keheningan lagi, keempat orang itu tampak sibuk dengan masing-masing makanan yang ada dihadapan mereka.

“ Kau juga teman Donghae dan Hye Jin , Siwon~ssi ?” tanya Jessica

“ Ne “ . “ bukan “ , 2 jawaban yang bersebrangan keluar dari mulut Siwon dan Donghae. Siwon menjawab ia, sedangkan Donghae mengatakan bukan. Alis Jessica tampak naik sebelah menandakan jika ia sedikit bingung dengan dua pria ini.

“ Dia temanku “ ucap Hye Jin akhirnya, mengalihkan semua pandangan kearahnya.

“ Sejak kapan jadi temanmu !” kini Donghae yang berujar , namja ini sedikit kesal setelah mendengar ucapan Hye Jin yang mengakui Siwon sebagai temannya.

Hye Jin hanya melempar tatapannya kepiring yang ada dihadapannya. Moodnya sudah rusak dari tadi saat Jessica menarik tangan Donghae untuk duduk disampingnya.

Suasana tidak enak mulai terasa sekarang, Hye Jin secara terang-terangan menghentak-hentakkan pisau dan garpunya saat dia akan menancapkan garpunya ke daging sapi lalu dengan kesal memasukkan potongan daging itu kedalam mulutnya. Sedangkan Donghae , entah sejak kapan dia sudah menghentikan kegiatan makannya justru sibuk menatap keluar restoran dan sesekali menegak air putihnya sampai tidak terasa air yang mengisi gelasnya itu sudah habis.

“ Ehm.Hye Jin~ssi , jadi setelah tidak ada Hye Ri kau tinggal bersama siapa ? Aku tahu jika Hye Ri punya kembaran dan tinggal berdua saja, karena Hye Ri sudah tidak ada apa kau benar-benar tinggal sendiri ?” tanya Jessica, bagi gadis ini pertanyaannya adalah pertanyaan biasa, sikapnya terlihat santai saat melontarkan pertanyaan itu tanpa sadar ketiga orang lainnya tampak terdiam menatapnya.

“ Kau tinggal sendiri ?” ulang Jessica

“ Ne..” balas Hye Jin kaku, entah kenapa dia sangat tidak suka jika Jessica sudah menyebut nama Hye Ri, gadis ini terkesan seperti mengejek saat nama Hye Ri meluncur dari mulutnya.

“ Orang tuamu ? “ tanya Jessica lagi, seketika garpu yang digenggam Hye Jin terlepas dan menimbulkan bunyi denting pelan karena jatuh kesisi piringnya.

Hye Jin menghentikan aktifitas makannya lalu tampak menatap jengah kearah Jessica.

“ Jangan membahas hal itu “ ujarnya dingin.

“ Kenapa ?”

“ Jessica~ssi, Hye Jin dia….” Siwon tampak hendak membuka mulutnya

“Aku hanya ingin tahu saja, apa ada yang salah ?” potong Jessica, dia menatap Donghae tampak bertanya pendapat pria itu yang hanya ditanggapi diam oleh Donghae.

“ Orang tuaku sudah bercerai, dan aku lebih memilih untuk tinggal sendiri , apa itu cukup ?” Hye Jin berucap cepat, nadanya sudah terdengar menahan kesal karena pertanyaan Jessica.

“ Begitu …”

“ Aku ingin ketoilet !” Hye Jin bangkit berdiri , gadis itu langsung beranjak meninggalkan meja mereka lalu berjalan menuju toilet direstoran ini setelah tadi sempat bertanya dengan salah seorang waitress .

“ Aku juga ingin ketoilet “ ucap Jessica tak lama setelah Hye Jin pergi, gadis itu bangkit lalu berjalan menuju arah yang sama dengan Hye Jin.

~**~

Lee Hye Jin’s POV

Aku menekan keran westafel ini lalu membasuh tanganku pada air yang mengalir, setelah cukup merasa bersih kumatikan keran ini dan menatap kecermin besar yang memang terpajang pada dinding toilet wanita diresoran ini. Apa aku tidak bisa langsung saja pergi dari restoran ini tanpa harus menyelesaikan makanku bersama gadis es itu. Aku sadar dia sangat menikmati menanyakan kalimat-kalimat yang membuatku menjadi orang yang sangat sensitive didunia ini. Hye Ri, orang tua atau kalau aku tidak segera beralasan untuk ketoilet aku yakin dia akan mengumbar ketololanku di kelas ballet.

Dia akan membuatku terlihat seperti gadis yang terlalu memaksakan diri karena harus mengikuti kelas dimana dia yang menjadi yang terbaik disana. Chhh!!

“ Apa aku menyinggungmu ?”

Aku menoleh terkejut karena  Jessica telah berdiri disebelahku, ternyata dia juga ke toilet.

“ Apa maksudmu ?”

“ Kau tersinggung dengan pertanyaanku tadi ?” ulang Jessica

“ Tidak “ jawabku cepat, aku tidak ingin berlama-lama bicara dengannya, tanpa menghiraukannya aku langsung berjalan hendak keluar dari toilet ini.

“Apa hubunganmu dengan Donghae sebenarnya ?” ucap Jessica mengeraskan suaranya. Terpaksa aku menghentikan langkahku dan perlahan berbalik. Didalam toilet ini hanya ada aku dan dia sepertinya.

“ Apa hubunganmu dengannya ?” ulangnya, dapat kubaca dari ekspresi wajahnya kalau Jessica sedikit penasaran.

“ Apa urusanmu , apa itu penting ?”

“ Tentu saja, kau pasti bisa merasakan jika aku tertarik dengannya , tapi sikap yang kalian tunjukkan seperti kalian sepasang kekasih tapi tidak ada pengumuman resmi disana “

DEG ! Kenapa wanita ini bisa memilih kalimat-kalimat yang akan dikatakannya dengan tepat.

“ Kalian hanya bersahabat ? Benarkah itu ?” tanya Jessica lagi

“ Itu bukan urusanmu “ ucapku dingin

“Kau sama seperti saudaramu, sangat susah diajak bicara !” tukas Jessica

“ Mwo ?”

“ Hye Ri juga sangat susah jika kuajak bicara, kalian berdua sama saja menjengkelkannya “

“ Hye Ri berbeda denganku, dia jauh lebih sopan, jika dia juga tidak suka bicara denganmu, aku cukup tahu kau orang seperti apa !” ucapku tajam, tidak ada senyum basa basi atau palsu lagi diwajahnya, ucapanku terlihat sekali sangat mengganggunya.

“ memang benar, kami saling tidak menyukai, dia selalu menjadi sainganku dikelas , dan sekarang justru saudara kembarnya yang sok ingin mewujudkan impian Hye Ri, kau terlihat sangat konyol “ balas Jessica. Ucapanya sukses membuat kupingku memanas.

Kami berdua tampak saling menatap tajam, bibir Jessica tampak semakin menipis yang membuat wajahnya terlihat semakin runcing.

“ Hye Ri tidak jauh lebih baik darimu, dan kau sama saja menjengkelkannya !”

“ Kau tidak berhak menilai saudaraku !” ucapku menahan amarahku

“ Kenapa ? Apa kau tahu, aku dan dia sudah sangat sering terlibat perdebatan, dan sekarang saat dia sudah pergi yang akan membuat hidupku tenang justru saudara kembarnya yang datang dengan gaya sok ingin tahu dikelas ballet “

“ Sangat menyedihkan karena kemampuanmu yang tidak ada apa-apanya , kau terlalu memaksa Hye Jin~ssi “

“ Kau takut ? Kau takut aku bisa seperti Hye Ri nantinya, berhasil menyaingimu ?” tanyaku sambil tertawa remeh kearahnya. Jessica tampak tertawa mengejek lalu kembali kewajah dinginnya.

“Bahkan Hye Ri sekalipun tidak akan mempengaruhiku, apa lagi gadis awam sepertimu , kalian berdua sama saja, seperti pecundang “

“ Kalau begitu tutup mulutmu, ucapanmu seperti menyiratkan kau takut dan khawatir, kau yang saat ini terlihat sangat konyol dan menyedihkan !” ucapku kasar . Aku menatapnya tajam sekali lagi, lalu mengabaikan ekspresi Jessica yang terlihat kesal dengan ucapanku , aku kembali berbalik hendak melanjutkan langkahku.

Namun tiba-tiba saja, Jessica menahan tanganku, dia menarikku membuatku mundur, kupikir dia akan memutar tubuhku, namun kurasakan sesuatu diambil olehnya dari tas yang kuselampirkan ketubuhku.

Ternyata Jessica mengambil botol minuman yang tadi kubeli dan masih tersisa setengahnya. Aku menatap Jessica bingung karena dia merampas begitu saja minumanku.

“ Kau mau apa ?” tanyaku gusar. Jessica menatapku sekilas lalu menatap minuman bewarna orange itu , karena memang isinya adalah jus jeruk.

“ Kita lihat sekarang siapa yang akan terlihat konyol dan menyedihkan “ ucapnya tajam yang semakin membuatku bingung. Kulihat Jessica membuka tutup botol minuman itu, dia tersenyum sekilas lalu tanpa bisa kuduga tiba-tiba gadis ini menumpahkan isi minuman itu ketubuhnya yang membuat cairan orange itu mengotori pakaian yang ia pakai.

“ Kau…” ucapku terkejut. Jessica justru tersenyum licik lalu dia berjalan menghampiriku dan menarik tanganku lalu menaruh botol yang telah kosong itu ketelapak tanganku.

“ Terima kasih “ ucapnya senang . Aku masih menatap Jessica terkejut, sebenarnya kenapa dengan gadis ini ? Apa dia sudah gila menumpahkan jus jeruk ini ketubuhnya sendiri !

Jessica tampak mundur selangkah, senyumnya telah hilang sekarang. Wajahnya dengan cepat berganti sendu dan terlihat sok sedih.

“ Jika sudah seperti ini Donghae akan membelaku kan ?” tanyanya pelan, kedua alisku tampak bertaut mendengar ucapannya. Jangan katakan dia sengaja melakukan hal ini , lalu memberitahu Donghae jika aku yang melakukannya. Chhh ! Cara licik macam apa ini !

“Aku akan mulai sekarang Hye Jin~ssi “ bisik Jessica. Secepat kilat aku melihat kedua bola matanya tampak berkaca, ekspresi licik hilang seketika dari wajahnya berganti menjadi wajah cantik yang terlihat tersakiti , aku hanya bisa menatap syok melihat perubahan drastis ekspresi Jessica. Gadis ini seperti artis yang memiliki kemampuan akting tinggi yang mampu mengubah-ubah ekspresinya.

“ Jessica~ssi….”

“ Kau sangat jahat padaku Hye Jin~ssi “ ucap Jessica bergetar, air matanya jatuh begitu saja dan membuatnya semakin terlihat seseorang yang ‘benar-benar’  sedang menangis !

Ya Tuhan ! Kenapa aku yang terlihat jahat sekarang !  Jessica langsung berjalan keluar dari toilet ini, aku masih terpaku ditempatku, lalu dengan cepat tersadar dan menatap kemana arah Jessica berjalan. Aku tahu rencananya sekarang ! Dia akan memfitnahku didepan Donghae dan mengatakan jika aku yang menumpahkan minuman itu padanya ! Aku langsung berjalan cepat, terlihat Jessica sudah hampir sampai dimeja Donghae dan Siwon. Aku berlari dan berhasil menyusulnya, kutahan tangannya dan memutar tubuhnya.

“ Apa yang kau lakukan ?” tanyaku menahan emosiku. Jessica justru menampilkan wajah sedihnya dengan aliran air matanya yang tampak turun. Bisa-bisanya dia menghasilkan air mata seperti itu !

“ Kenapa kau melakukan ini kepadaku Hye Jin~ssi !” ujar Jessica kuat yang mengundang beberapa kepala menoleh kearah kami. Aku memandang Jessica tidak percaya, dia pasti sedang berakting sekarang ! Dasar bermuka dua

“ Kau itu bicara apa, hentikan ini, kau kekanak-kanakan ! “

“ Aku hanya bicara seperti itu, kau sudah menyiramkan minuman itu kepadaku, kenapa kau jahat sekali !” ujar Jessica kuat, gila ! Gadis ini gila !!

Jessica menghempaskan tanganku lalu berbalik dan kembali berjalan kemeja Donghae dan Siwon yang sedang menunggu kami, kedua pria itu sepertinya sadar jika aku dan Jessica yang terlibat adu mulut singkat tadi. Kulihat Siwon dan Donghae berdiri, aku ingin menahan Jessica namun gadis itu sudah sampai dimeja kami disusul denganku.

“Ada apa denganmumu Sica ? “ tanya Donghae tampak terkejut. Jessica sukses berakting mengeluarkan air matanya bagaikan mata air yang tak pernah kering, sesenggukan kecil keluar dari mulutnya yang semakin meyakinkan jika ia yang tersakiti saat ini.

“ Kau harus dengarkan penjelasanku Donghae~ya..” potongku

“ Dia menyiramku dengan minuman yang dipegangnya !” ujar Jessica, aku tersadar jika aku masih memegang botol kosong yang tadi Jessica berikan padaku , sial ! Dia berhasil mempercundangiku ! Aku langsung menggeleng kuat sambil menatap tidak percaya kearah Jessica.

“Apa yang kau bicarakan !” ucapku sambil mendorong bahunya

“ Aku tidak percaya kau menyiramku hanya karena aku bertanya tentang Hye Ri, dia temanku juga, aku hanya ingin tahu saja ! “ Jessica semakin menjadi, siapapun yang melihatnya akan sangat yakin jika dia yang memang tertindas dan aku sang tokoh antagonis itu.

“ kau…”

“ Hye Jin~ah….” Aku menoleh kearah Siwon dan menggelengkan kepalaku kuat-kuat. “ Aku tidak melakukannya Siwon~ssi ! Kau tidak bisa mempercayainya !”

“ Kau jahat sekali padaku “ lenguh Jessica pelan , dia memepet kearah Donghae seolah sedang mengadu pada sahabatku itu.

“ Kenapa kau menyiramnya ?” tanya Donghae kearahku .

“ Kau percaya padanya ?! “ tanyaku tidak percaya

“ Semuanya menggambarkan kau memang menyiramnya Hye Jin~ah “ balas Donghae , aku semakin merasa terpukul saat ini, Jessica sukses membuatku terlihat menyedihkan dan konyol sekaligus, tentu saja ! Aku memegang barang bukti, yaitu botol kosong yang tadi isinya telah ditumpahkan sendiri oleh gadis ini ketubuhnya.

“ Tapi aku tidak melakukannya Donghae~ya !” ucapku kekeh, aku kembali menatap Siwon berusaha mencari dukungannya.

“ Aku bersumpah aku tidak melakukan hal itu ! Aku memang tidak sesopan Hye Ri, tapi aku tidak akan melakukan hal itu Siwon~ssi !” ucapku sedikit putus asa. Siwon tampak terdiam, dia melirik kearah Jessica yang masih menangis lalu kembali menatapku. Kurasakan Siwon menyentuh bahuku lalu mengangguk singkat.

“ Ne, aku percaya “

“ Jadi maksudmu aku yang berbohong ! “ tanya Jessica tidak terima , Jessica justru kembali terisak yang membuatku ingin  merobek mulutnya itu.

“ Berhentilah berakting Jessica~ssi !” ucapku tak tahan

“ Kau sudah menyiramku dan sekarang kau menuduhku berakting ! Kau keterlaluan Hye Jin~ssi !” balas Jessica tidak terima

“ Kau sendiri yang menyiramkan minuman itu kan ? “

“ Kau pikir aku gila ! Jangan mencoba menghindar dari kesalahanmu !” tukas Jessica

“ Tapi kenyataannya kau memang…”

“Lee Hye Jin cukup !” potong Donghae.

“ Kau percaya padanya ?” tanyaku bergetar

“ Apa tidak bisa kau menghargainya, dia temanku juga “ ucap Donghae pelan

“ Tapi aku tidak…”

“ Ini sudah keterlaluan Hye Jin~ah “

“ Kau menuduhku ?” air mataku jatuh begitu saja saat kalimat ini terlontar dari mulutku, kesan bahwa Donghae lebih mempercayai ucapan Jessica membuatku merasa terpukul dan sakit hati, sebenarnya siapa yang bersahabat dengannya !!

“ Bukan seperti itu, tapi kau…”

“ Ne, aku tahu ! Kau menuduhku Donghae~ya, kau menganggapku yang benar-benar menyiram minuman itu padanya !” ucapku emosi .

“ Hye Jin~ah…”

“ Bela saja dia ! Dia temanmu bukan ! Anggap aku yang memang menyiramnya ! “ potongku cepat, tenggorokkan terasa sangat tercekat sekarang.

“ Lee Hye Jin…”

Aku berjalan mendekati Jessica dan menatapnya tajam, sebulir air hangat mengalir secara perlahan dari sudut mataku.

“ Kau puas, puas membuatku terlihat menyedihkan dan konyol ? Dimataku kau tetap yang paling menyedihkan ! “ desisku kearah Jessica, kusadari rahangnya mengeras dengan berhentinya isakan dari mulutnya. Tanpa memandang Donghae lagi, aku langsung berbalik dan berjalan meninggalkan mereka.

“ Hye Jin~ah…”

Kupacu terus langkahku sampai aku benar-benar keluar dari restoran ini. Aku tidak peduli panggilan Siwon dibelakangku, yang membuatku merasa sangat terluka adalah fakta Donghae tidak mempercayaiku, dia lebih percaya Jessica dan terang-terangan membela gadis itu . Kau membuatku sakit Lee Donghae !

“ Hye Jin~ah !” seseorang memutar tubuhku saat aku sampai dilahan parkir restoran ini.

Siwon , dia yang mengejarku.

“ Aku antar “ ucapnya , aku menghempaskan tangan Siwon begitu saja dan menatapnya kesal.

“ Jangan seperti ini, aku antar kau pulang “ ucapnya lagi jauh lebih lembut . Siwon menarik tanganku menuju mobilnya yang ia parkirkan . Dia membuka pintu penumpang disebelah kemudi seolah menyuruhku masuk, tapi aku hanya terdiam masih menatap tanah yang kupijak dengan air mata yang masih turun dari pelupuk mataku, sungguh aku merasa terhina dengan semua tuduhan Jessica kepadaku.

“ Aku tidak menyiramnya “ ucapku gemetar. Bahuku mulai terguncang karena emosi yang kurasakan.
” Aku tidak menyiram Jessica , aku tidak melakukannya …” isakku pelan .

“ Ne , aku tahu ….”

“Donghae tidak percaya padaku ! Dia tidak percaya padaku !”

Seketika itu juga isakan tangis yang kutahan pecah juga, aku hampir berteriak saat mengucapkan kalimat itu didepan Siwon, aku juga tidak tahu kenapa aku sekalap ini, aku tidak suka Donghae lebih mempercayai wanita lain dibanding aku, dan sekarang dia justru membelanya. Semua ini membuatku sakit !

TBC

Mian gaje -_____-, gue juga ngetik cerita asal ngetik, yang terlintas aja dikepala, wkwkwkwk. Yang komen ini cerita bakal panjang kayaknya bener deh -______- .

Jessica sudah cukup mengesankan kah ? Semoga ya ~~ wkwkwkwk

Sekali lagi ini cerita sad romance, lebih menguras perasaan sedih kalian (?) * itupun yang merasa terkuras* dari pada feeling yang lainnya, jadi kesan ceritanya kelam-kelam gimana gitu *plakk.

Part 6 tungguin ajah ya, mungkin gue mau mempercepat alur , biar ga terlalu bertele-tele dah..wkwkwk

Makasih yang udah mau baca, tinggalkan komentarnya ya^^

49 thoughts on “BOTH LOVE Part 5

  1. first kah? wohoo persaingan semakin ketat nih… jess jg mulai eksis yah disini, tp rada gimana gt sica dapet peran antagonis-_-V
    Dear hye jin, sungguh beruntungnya dirimu direbutkan dua pangeran hoho… ffnya keren kak, cm rada rumit dikit bhsnya hehe:D

  2. wah udh kyk sinetron aja nih , bukan mslah panjang nya ,, tpi konflik Hye Jin sama Sicca ,, ckckkc
    sicca ko jahat bner sih , itu bkan skedar jahat tpi udh agak gila x yah ,, berani mempermalukan atau menyakiti diri sndiri cuma buat ngejatuhin Hye Jin ,, aduh sicca jahat bener ,,

    donghae knp sih ga percaya sama Hye Jin ,, untung ada Siwon jdi Hye Jin ga terlalu sedih bngt wlopun ngerasa sakit gara” Donghae ,,

    di tunggu bngt part 6 nya ,, hehe
    *makin penasaran

    #berdoa semoga Donghae kembali ke jalan yg benar ^^v

  3. bener… kayaknya ni epep bakal lama… konfliknya baru keliatan…
    tapi koq kurang panjang yah?wkwk…*plakkk digetok riska ^_^
    bingung mau coment apa? jesica licik bgt yah jd mirip tokoh misca di CF wkwk…
    duh itu haeku koq mudah percaya yah. tapi gak bisa salahin donghae juga, bukti nya mengarah ke Hye Jin sih… mungkin hae harus belajar mikir pake hati hehehe…
    tapi Siwon aja percaya yah…
    klo begini kenapa jadi lebih seneng Hye Jin ama siwon aja yah? biar Hae buat aku wkwkwk^__^
    jadinya kayaknya Hye Jin bakal milih balet yah? daripada nyanyi…penasaran juga dia bisa gak yah ngalahin Jesica yang udah lincah gitu.
    >_< susah belajar balet…..
    ditunggu kelanjutannya^__^

  4. Akhirnya sica muncuuul
    seru kalo ada yg jahatnya
    wkwkwk

    Kirain tuh jus mau disiram ke hye jin
    eh ko mlah ke sica sendiri, mitnah pula *getok sica* -_-
    hae malah gak percya
    aaaaah *tmpar hae*
    tapi ada penyelamattt *peluk siwon*
    hyejin’ah jadi sedih gini T.T

    Btw suami saya *poke eunhyuk* jadi cast jugaa?
    Aseeeeek

    ditunggu eunhyuknya di part 6 \m/

  5. aku terkesen bgt.ma part petamanya abis ceritanya beda dari yang lain, iya bener harus di percepat alurnya, seperti komen yg di atas udah mulai kayak sinetron…tapi aku tetp suka ko, apalagi c’jesicca.

    nb; ijin simpen pic-y bang wonie hehehe, kyk sipa gituuu??? LOL

  6. makin seru aja, seneng deh konfliknya berasa bgt .. jadi kebawa ke dunia(?) ff.a ..
    aku suka karakter jessica disini😀 .. bikin gregetan

    aku tunggu next part.a kak .. (:

  7. hmm….
    mw kment apa ya bingung??
    hhe

    yang pasti makin seru,, konflik.a blum krsa kuat sih,, tapi udh bkin gregetan..
    kyak.a rasa hye jin lbih kuat ke hae dripda ke wonnie..??
    akkhh,, tapi msih ngarep hye jin jdi.a ma wonnie,,><
    (tapi low mw sama hae jga gpp sih,,[plinplan] hhahha)

    karakter wonnie msih kerasa kelabu nih,, belum sekuat krakter hae, sica n hye jin..
    mski krakter hye jin.a jga suka berubah",, g bisa di tebak..
    (komentarygtakpentingbanget)

    ok sekian dripada kment.a ntar makin ngaco,,
    di tunggu next parta….

  8. Aaaakhirnya hae sama hye jin berantem ekekek. Aku lebih seneng kalo mereka berantem kan keliatan cintanya nih taaaaapi aga bt juga sih mereka berantemnya gara-gara sica. Cckkckc emang evil nih sica disini.
    Tapi sedih juga ya orang yang udah sabatan sama kita malah gak percaya, eeeeh siwon yang belum lama kenal aja percaya. Jadi makin bingung kan milih hae atau siwon.

    Fighting Riska!!!! 😀

  9. aissssh~
    serius, agak nyesek jdi hyejin!
    udah d sama”in trus sma kmbarannya, eh donghae malah gitu lgi sma dia!
    pengen gigit sicca lah pkoknya~
    nggak sabar nunggu lanjutannya unnie!
    ><

  10. sica MuncuL….
    woouw,, konfliknya dapet bgt eon…
    asli sica ny jahat bgt yah,, sampe2 donghae yg shbatnya hye jin dri orok *lebay dia ga percaya,,,,
    keren eon,, daebak dah…
    nyesek aku ma si jessica itu….
    utng ad siwon yg mempercayai si hye jin,,,
    sampe nagis aq bcanya,,
    *terharu,,, TT

  11. wah nyebelin banget tuh si jesika..mw d hjar apah…ikh..nyebelin bnget…knp coba dong hae prcya gthu jah sma jesika…euh..kesel..q jd pngen bjek2 jesika..kan kasian hye jin.
    .ni air mta q mw netes gra2 kasian ma hye jin.. eoni ni bneran sad romance yah..
    dong hae nyebelin ,bukannya dy awalnya baik n nyenengin eh ujung2 nya bkin hye jin sakit hati..bner2 plin-plan..
    siwon oppa,,
    awalnya kasian tpi q sneng dy percya hye jin..hore.. ;)…
    q rsa persaingan memanas..eoni klo gni emang susah d tebak bkal gmna jlan ceritanya..tpi q dukung loh kelanjutannya..
    he…
    n jgan lupa kasih tw paswordnya yah..
    gomawo..
    n daebak deh bwt tiap episode ff yg d buat.. ;D

  12. OMG~ makin kesini makin seru cerita’a.. Udah keliatan bgt itu perasaan Hye Jin ke Hae and sebalik’a,, Yeah! Finally Jessica backs!!#apadeh
    Kangen juga ma Jess di ff ni… Kekeke
    Sukses deh bwt ff ni, semangat ya kak riska.. Di tunggu next part’a,,

  13. klo gw jd hye jin sumpah pasti bkalan bingung, bimbang & galau tingkat ubun-ubun. Hruz milih 2 cwok keren yg mencintai dy. & memilih cita2 yg hrz d plih antara hobi ny nyanyi & cita2 kmbran ny jd baleria

  14. Jessica antagonisnya dapet bgt, bener2 jahat, jutek, dingin, cocok lg sama mukanya -_-v
    aisshhhh donghae knapa prcaya aja lagi sama si itu cewek, kasian kan Hyejin nyaa u,u
    makin seruuu

  15. Hahahahaha, entah mengapa, gw rada2 ilfeel ma hae, lol *gra2 blind date kali ya,,
    Sica sukses bsar jdi tkoh antagonis kya d sintron, kekekekeke
    Mkin ke sini gw mkin ska ma siwon🙂

  16. Hahahahaha, entah mengapa, gw rada2 ilfeel ma hae, lol *gra2 blind date kali ya,,
    Sica sukses bsar jdi tkoh antagonis kya d sintron, kekekekeke
    Mkin ke sini gw mkin ska ma siwon🙂
    Siwon gentle bgt😀

  17. huweeeee.. jesica jahat bener…
    hahaha knp ya kbetulan bgt yg slalu jd peran antagonis itu cwe” yg punya hubungan khusus ma oppadeul SJ.. kaya yoona, victoria, trus msh bnyk lg..
    haha
    feel nya dapet
    sukses deh unn
    lanjut k part 6 na ahhh hoho

  18. ya ampun konfliknya makin sengit…(?)
    aduh jessica eoni, kok makin menjadi2 keliatan banget ke picikannya…
    donghae age kok lebih percaya ma sica eoni!!
    makin ngedukung hye jin sama siwon nie🙂
    gomao eoni, buat PW nya…
    msh di tunggu ff seokyunya looo😀

  19. Sumpah ya itu si jesica lebay bngt deh,pinter bngt nebalikin fakta mkin kesel aja nih sama sifatnya si jesica itu

    Donghae ko gtu sih mlah lbih prcaya k’jesica d’bnding hye jin,pdahal kan pas d’awal donghae udah mulai cmburu sma siwon n mulai nunjukin prasaannya ke hye jin #sumpah gondok sndiri nih bcanya

    Ceritanya mkin bnyak konflik nih,bagus bagus

    Mkin penasaran sama cerita ini deh😉

  20. Bru kelihatan nih konflik antara jessica ma hyejin,,,ahh..donghae kok ga’ percayaan sih ma hyejin,,nanti klo dah di rebut siwon baru nyesel..dan satu lg aku mkn bnci ma jessica..

  21. wah si jessi dh mulai beraksi dan apa akibtnya bs dlht sendiri bgs bkn karya yg dhasilkannya.membuat hae g percy a hyejin.mkn pensran dgn kelnjutannya….bc trus ampe part berikutnya..mumpung lg nyantai wkwkwk

  22. onnie!!! aku baca ff mu yang ini seru ^^ kayaknya yang ini gak di publish di ffindo ya eon? aku suka banget cara eon nyeritain kecemburuan siwon haha jadi makin keliatan ganteng kan dianya *plak* dan eon berhasil banget bikin aku keseul bangeeet sama si jesica hmm, tapi eon ff lanjutannya di password😦 apakah readers baru biasa dapetin passwordnya? :”( tweet @nesyasn FB: nesya sarah nafisah

  23. hye Jin .. Gmn kalo siwon buat aq ája ( ngarep dot com hehe ) ini dah 3x bc … ( abiz … Ga bs baca sambungannya … Part 6 & 7 – ϑî’ protéc – minta pw donk … Jeballllll. Skshinee77@yahoo.co.id ) memang sih siwon msh terbayang hye rin … Tp hye jin ….. ga ada salah nya kan ( lepas dong hae hehe mianhe ) terima siwon …. Btw ini happy end ga? Part brp …….

  24. telat ktm wp ni&bru bc ff ni. Ingin meminta pw tp trnyta dibuat kecewa krn sdh terlambat. Trnyta…aq yg paling menyedihkan dsni….hiks”

  25. disaat baca bagian ini yang aku harapkan jgn ada TBC T.T
    bagus alur ceritanya,, ngga ketebak lw bakalan kyak gini
    good writing onnie^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s