BOTH LOVE part 4

BOTH LOVE Part 4

Lee Hye Jin’s POV

“ Aku bertanya-tanya kenapa kau menyuruhku menyusulmu jangan membawa motorku karena hal ini ?!” tanya Donghae tidak percaya , matanya membelalak sempurna setelah berhasil menemukan posisiku ditaman ini, aku masih setia menaruh kepala Siwon dipangkuanku, pria ini masih belum sadar setelah hampir 25 menit lalu aku menemukan dia telah tergeletak pingsan akibat dua orang brengsek yang memukulinya.

“ Bukan saatnya kau protes sekarang Donghae~ya, Siwon~ssi terluka saat ini ! “ balasku sambil mendangakkan kepalaku untuk menatapnya. Ya~ setelah bingung dengan apa yang harus kulakukan, akhirnya aku memutuskan untuk menghubungi Donghae, sangat kebetulan ternyata dia memang sedang berada dikawasan ini , sehingga tidak butuh waktu lama sahabatku ini sampai ditempat dimana yang aku beritahukan padanya saat aku menelponnya.

“ Kenapa dia bisa seperti ini ?” tanya Donghae terlihat enggan untuk jongkok disebelahku.

“Akan kuceritakan nanti, sekarang bantu aku membawanya kemobil “ jawabku sedikit kesal dengan sikap lambat Donghae.

“ Mobil ? mobil siapa ?” tanya Donghae lagi

“ Tentu saja mobil Siwon , Donghae~ya ! Apa kau tidak lihat sebuah mobil didepan sana sebelum masuk ketaman ini ! “ bentakku

“ Kenapa kau membentakku ! “ balas Donghae

“ Kau lamban sekali ! “ balasku kesal

“ Kau…”

“ Apa perlu aku yang mengangkat pria ini ! “ potongku menatap frustasi kearah Donghae . Terdengar desisan kecil dari mulutnya lalu dia mengumpat pelan yang sedikit tidak kumengerti , dengan kasar Donghae mengambil alih tubuh Siwon. Dia mendudukkan Siwon yang masih terlihat sangat lemah . “ Kau pegang dulu ! “ perintah Donghae yang langsung dengan cepat kuturuti. Lalu Donghae beranjak untuk berjongkok didepan tubuh Siwon yang sudah terduduk karena tangannya yang kupegangi.

“ Taruh tubuhnya diatasku, aku yang akan menggendongnya “ perintah Donghae lagi. Dengan sigap aku langsung mengikuti petunjuk Donghae , menuntun tubuh Siwon untuk meletakkan di punggungnya. Setelah cukup mantap, Donghae mulai berdiri dengan tubuh Siwon yang sudah berada dalam gendongan belakangnya.

“ Sial ! Tubuhnya berat sekali !” umpat Donghae , aku hanya bisa menelan ludahku melihat gurat-gurat kekesalan pada wajahnya.

“ Kita kemana sekarang ?” tanya Donghae kesal kearahku

“ Kita bawa dia kemobilnya, kita gunakan itu untuk pergi, aku tadi menemukan kunci mobilnya dikantung jasnya ! “ jawabku cepat sambil menunjukkan kunci mobil Siwon. Tanpa mengatakan apapun lagi, Donghae langsung berlari menuju keluar taman dengan tujuan mobil Siwon yang ada dipinggir jalan yang sempat kulihat tadi. Aku langsung mengikuti Donghae berlari, mencoba menyeimbangi kecepatan berlarinya. Sepertinya tidak ada waktu buat kagum terhadap kekuatan Donghae saat ini, langkah larinya begitu cepat padahal ada sebuah beban berat dipunggungnya. Akhirnya kami sampai diluar taman dan langsung berhadapan dengan trotoar pinggir jalan tempat para pejalan kaki berjalan, aku langsung memimpin Donghae menuju mobil Siwon, dan menekan tombol pengunci mobil yang menyebabkan alarm kecil singkat berbunyi dan menandakan bahwa mobil itu tidak terkunci lagi. Aku langsung membuka pintu sebelah kemudi yang dengan cepat dimanfaatkan Donghae untuk memasukkan tubuh Siwon dengan hati-hati.

“ Sial ! Tidak ada bangku penumpang ! “ umpat Donghae , memang benar, jika mobil ini hanya berpenumpang tunggal, yaitu desebelah bangku kemudi.

“ Tidak apa-apa , aku bisa menyelipkan tubuhku “ jawabku asal.

“ Kau akan menempel-nempel pada tubuhnya ! begitu huh ? “

“ mau bagaimana lagi , ini terdesak “  jawabku

“ Kita panggil polisi saja ! kita tunggu mereka disini “ jawab Donghae

“ Jangan ! Ini justru akan menambah masalah Donghae~ya!!”

“ Nde ? “

“ Aku tidak tahu jelasnya, tapi sepertinya Siwon mabuk, dia tidak sengaja menabrak pejalan kaki atau apa , yang menyebabkan pejalan kaki itu marah dan memukulnya ! “

“ Nde ??! “

“ Yang jadi masalah, kita tidak tahu yang mana yang benar. Biarkan Siwon sadar dulu baru kita tanya apa yang terjadi padanya , jika polisi tahu bisa-bisa dia justru yang dinyatakan bersalah Donghae~ya ..” ujarku tampak khawatir

“ Ahhh ~~ kau mengkhawatirkannya ! “

“ Bukan seperti itu , tapi…”

“ Terlihat sekali kau khawatir Hye Jin~ah ! “ potong Donghae

“ Aku tidak …”

“ Kau khawatir ! “ potong Donghae

“ OKE aku khawatir ! Kau puas ! “ bentakku frustasi yang langsung membungkam mulut Donghae “ Tidak bisakah kita berhenti berdebat dan menolongnya dulu …” lanjutku memelankan suaraku.

Donghae masih memandangku tajam yang kubalas dengan tatapan kelelahan , karena aku tidak mau lagi beradu mulut dengannya.

“ Berikan kunci mobilnya “ ucap Donghae akhirnya, langsung kuserahkan kunci mobil Siwon , tanpa memprotes apapun lagi, Donghae langsung menuju pintu kemudi mobil Siwon , membukanya dan sedetik kemdian telah masuk kedalam mobil. Aku langsung menyusul masuk kedalam mobil, dan benar seperti dugaanku, aku dan Siwon terpaksa berbagi tempat duduk berdua, tubuh Siwon yang sangat lemah dan masih belum sadarkan diri, menambah kesan bahwa tubuhnya memakan banyak tempat.

“ Kita kerumah sakit mana ?” tanya Donghae tanpa menoleh untuk menatapku.

“ Kita tidak kerumah sakit Donghae~ya , bawa saja kerumahku “ balasku masih berusaha menyesuaikan tempat berbagi dengan Siwon.

“ Nde ?! kerumahmu ?” tanyanya tidak percaya , kini Donghae menatapku.

“ Ne ! Akan terlalu banyak aturan di Rumah Sakit , mereka akan banyak bertanya , aku tidak mau terlibat lebih jauh, kita tunggu dia sadar dulu dirumahku “ balasku

“ Kita memang sudah terlibat Hye Jin~ah !”

“ belum terlalu jauh , hanya sebatas menolongnya saja “ balasku lagi

“ Terserah kau saja ! “ ucap Donghae mengalah dan kembali menatap lurus kedepan. Tampak Donghae memutar kontak mobil ini yang membuat mesinnya menyala , dan tidak lama kemudian mobil ini mulai berjalan, aku menoleh untuk menatap Siwon yang masih setia menutup matanya, kepalanya terkulai lemah pada sandaran jok mobilnya dan wajahnya yang mulai membiru akibat pukulan-pukulan yang ia terima.

~

Aku tidak tahu kenapa Siwon masih belum sadarkan diri juga, lebam-lebam diwajahnya telah kubersihkan dan kukompres dengan air hangat agar menyamarkan warna biru keungu-unguan yang menghiasi wajahnya , atau sekedar mengempeskan bengkak-bengkak diwajahnya. Terkadang masih terdengar erangan kecil dari mulutnya jika aku sedikit menekan bagian yang terlampau ungu.

*KLEK*

Aku menoleh dan tepat saat itu Donghae berjalan memasuki kamarku sambil menenteng sebuah kantong plastik. Setelah sampai dirumahku tadi, Donghae langsung kusuruh membawa Siwon masuk kedalam kamarku, menaruhnya diranjangku agar aku bisa langsung mengobati luka yang ada diwajahnya. Setelah itu, Donghae langsung pergi kerumahnya yang memang tidak begitu jauh dari rumahku yang hanya beda beberapa blok untuk mengambil pakaian agar bisa dipakaikan pada Siwon.

“ Kau membawa pakaiannya ?” tanyaku pelan

“ Ne ..” balas Donghae . Tanpa pikir panjang aku langsung duduk dipinggir ranjangku dan bersiap membuka kancing kemeja Siwon setelah sebelumnya jasnya telah kulepas.

“ Hei, kau mau apa ?! “ potong Donghae sambil menahan tanganku yang hendak membuka kancing atas kemeja Siwon.

“ Menggantikan kemeja yang ia pakai Donghae~ya…” jawabku

“ Kau yang menggantikannya ?!” tanyanya tidak percaya

“ Tentu saja, apa kau mengharapkan dia berganti pakaian sendiri ?”

“ Bukan seperti itu ! Tapi kenapa harus kau ?!” . Kenapa sih dengan namja ini ! Dari tadi dia selalu memprotes apa saja yang akan kulakukan .

“ Apakah ada orang lain yang mau melakukannya ?” tanyaku berusaha sabar .” Kau mau melakukannya ?”

“ Kenapa harus aku ? “ bantah Donghae “ Ya sudah ,kalau begitu aku yang akan melakukannya “ potongku cepat sebelum terlalu banyak perdebatan yang kami lakukan.

“ Baiklah !! Aku saja yang melakukannya ! Kau jangan mnyentuh pria itu ! “ bentak Donghae cepat sambil menarikku berdiri dan menjauh dari ranjangku sediri.

“ Kau itu kenapa ?”

“ Kau keluarlah ! Aku yang akan menggantikannya pakaian !”

“ Tapi…”

“ Keluar …..” potong Donghae sambil mendorong tubuhku keluar dari kamarku, setelah berhasil mengusirku,  namja ini langsung membanting pintu kamarku dan menghilang dibaliknya.

“ Sebenarnya ini kamar siapa ? Dan kenapa dengan ikan mokpo itu ! “ dengusku saat yang kutatap hanya kayu tebal yang merupakan bahan dasar utama pintu kamarku ini.

~

“ Dia pasti pria yang sangat lemah, sampai saat ini masih belum sadar juga “ ejek Donghae, aku menoleh malas untuk menatapnya yang duduk disebelahku disofa ruang tengah tempat aku biasa menonton televisi sendiri.

“ Dan aku tidak suka kau meminjamkan kamarmu untuk dia Hye Jin~ah “ lanjut Donghae sambil memutar kepalanya dan balas menatapku .

“ Lalu kau berharap aku menaruhnya dimana ?” tanyaku malas .

“ Ada kamar Hye Ri bukan, dia kekasihnya “ jawab Donghae.

Seketika mulutku terkunci, apa yang dikatakan Donghae memang benar, dia kekasih Hye Ri bukan ? Kenapa aku tidak menaruhnya saja dikamar kembaranku itu?

Tapi , aku seolah lupa jika Siwon memiliki hubungan dengan Hye Ri, aku seolah lupa jika pria ini sempat menjalin kasih dengan kembaranku.

“ Itu….”

“ kau tidak perlu mencari alasan Hye Jin~ah , intinya aku tidak suka  dia ada dikamarmu “ potong Donghae, dia  menyelamatkanku dalam mencari alasan yang tepat. Lalu tiba-tiba namja ini berdiri yang mengundangku untuk mendongak menatapnya

“ Kau mau kemana ?” tanyaku pelan

“ Kau tidak lapar ? Aku mau mencari makanan “ jawab Donghae . Sejenak aku terdiam, benar juga , perutku yang dari tadi berbunyi pelan sampai terabaikan .

“ Ne, aku mau “ balasku

“ Kalau begitu tunggulah disini, aku yang akan membeli makanan “

“ Ne..”

Donghae mulai melangkah menjauhiku, dia langsung beranjak keruang depan yang tujuannya adalah pintu depan rumahku, dan setelah itu menghilang dibaliknya. Aku kembali menatap lurus kedepan , mencoba mencerna acara TV yang sebenarnya tidak benar-benar kuperhatikan, aku menoleh singkat kebelakang menatap pintu kamarku sendiri dan bergumam pelan

“ Dia masih belum sadar juga ….”

Akhirnya aku kembali menatap TV plasma ku, mengambil remote control TV ini dan mencoba mencari acara yang lebih baik ‘menurutku’ . Tapi yang kulakukan adalah mengganti-ganti acara TV sampai kembali ke channel semula , intinya tidak ada satupun acara yang menarik bagiku. Kulemparkan begitu saja remote tv ini kesebelahku , tempat kosong dimana tadi sempat diduduki oleh Donghae. Aku memilih bangkit dan hendak menuju dapurku untuk membuat minuman.  Udara diluar cukup dingin, lebih baik aku menyiapkan kopi susu kesukaan Donghae, agar bisa diminumnya saat dia sudah pulang nanti.

Tapi baru saja aku siap melangkahkan kakiku menuju dapurku dan meninggalkan ruang tengah ini, aku harus kembali menahan langkahku, karena tiba-tiba saja aku mendengar suara pintu kamarku yang terbuka, sontak aku menoleh untuk menatap pintu kamarku dan benar saja Siwon telah berdiri diambang pintu kamarku , matanya tampak lelah dengan ekspresi wajah yang masih menunjukkan kesakitan. Dan seperti biasa jika aku melihatnya, justru aku yang merasa lemas di persendian kakiku, aku dibuat seolah aku tidak bisa melangkah dan justru menikmati menatap pria ini. Ya Tuhan !! Sadarlah Lee Hye Jin !!

“ Kk..kau sudah sadar ?” tanyaku terbata . Aishhhh ~~ sebenarnya ada apa denganmu Hye Jin~ah ??!!

“ Ne, kau yang membawaku kemari ?” tanyanya pelan .

“ Itu..ehm..begitulah …” jawabku akhirnya. Siwon hendak berjalan menuju tempatku, namun seketika namja ini menahan langkahnya, tangannya sigap memegang sisi kepalanya yang sepertinya terasa berdenyut . Tentu saja ! Dia itu masih belum pulih . Aku langsung berjalan cepat menuju tempatnya .

“ Kau itu masih harus berbaring Siwon~ssi “ tegurku ketika aku sudah sampai didepannya. Saat ini Siwon sedang menutup kedua matanya, kedua alisnya mengernyit seolah menikmati rasa nyeri dari kepalanya.

“ Kau tidak apa-apa ?” tanyaku pelan dan tanpa sadar aku menyentuh lengannya. Mata Siwon perlahan terbuka dan langsung menatap kedua mataku.

Selalu dan selalu ….namja ini seolah seperti menembus tubuhku saat kedua matanya langsung menatap kedua manik mataku, dan sialnya dia justru tersenyum saat ini , menambahku semakin tidak bisa mengalihkan kedua mataku dari wajahnya.

“ Aku tidak apa-apa , terima kasih Hye Jin~ah…” ucapnya dengan suara parau. Dasar penipu, dari suaranya saja aku tahu jika dia masih lemah .

“ Kau masih harus istirahat , ayo kembali berbaring . Donghae sedang mencari makanan untuk kita “ ucapku .

“ Donghae ?” tanyanya bingung

“ Pria yang waktu itu sempat bertemu denganmu saat kau hendak mengantarku , ingat ?”

Siwon tampak berfikir sebentar, namun kembali tersenyum karena sepertinya dia mengingat Donghae .

“ Lelaki pencemburu itu ?” tanyanya sambil tersenyum

“ Nde ?”

“ Ani…ah….” balasnya dan kembali meringis sambil menyentuh ujung bibirnya

“ Apakah masih sakit ?” tanyaku cepat yang menyadari ekspresi kesakitannya

“ Ne..” balasnya pelan

“ Mungkin lebih baik aku kembali mengobatinya, tunggu sebentar aku akan membawakan obat merah lagi “ ucapku cepat , aku segera berbalik untuk mengambil kotak p3k milikku, namun sesuatu menahan langkahku dan secepat kilat sesuatu itu yang kuyakin adalah tangan Siwon langsung memutar tubuhku membuatku kembali menatap namja ini.

“ Tidak usah , aku tidak apa-apa Hye Jin~ah..” ucap Siwon pelan . Entah kenapa nada suaranya mampu membuat dadaku berdesir, mampu membuatku blank seketika dan kehilangan kata-kata yang hendak kuucapkan.

“ Terima kasih ~~ “ lanjutnya. Perlahan cengkraman lembut tangannya melepas lenganku yang sedikit berkesan kehilangan untukku ? Chhh, kehilangan ? Kau benar-benar mulai gila Lee Hye Jin !

“ Ehm..aku sedikit haus Hye Jin~ah, bisa aku minta segelas air ?”

“ nn..Nde ? Oh..air ? Ne, tunggu  akan segera kuambilkan“ jawabku sedikit tergagap .

Aku langsung berjalan kembali menuju dapurku, tujuanku adalah dispenserku untuk mengambil segelas air hangat untuk pria itu. Selama aku didapur akan kumanfaatkan waktuku untuk mengatur detak jantungku, desiran darahku dan raut wajahku yang pasti sangat terlihat konyol saat ini. Bisa-bisanya aku merasa canggung sekarang !!

~

“ Minumlah “ ucapku sambil meletakkan cangkir yang berisi air hangat dimeja . Saat aku telah sampai diruang tengah, aku sudah mendapati Siwon duduk diruang tengah dan menatap layar TVku. Namja ini menoleh untuk menatapku singkat lalu kembali menatap cangkir yang tadi kuletakkan dimeja .

“ Terima kasih “ balasnya sambil meraih cangkir itu. Aku sedikit bingung saat ini, apakah aku harus duduk disampingnya ? Tapi akan semakin membuatku canggung ! Lalu aku mau duduk dimana ? Jika aku justru menghindar akan terlihat sekali jika aku yang salah tingkah karena ada didekatnya . Aishhhh ……

“ Kenapa tidak duduk ?” tanya Siwon sambil menatapku

“ Nde ?! oh..ne , aku juga mau duduk “ balasku berusaha menghilangkan kesan canggung dalam nada suaraku. Sedikit enggan sebenarnya aku mulai duduk disampingnya, namun aku memilih duduk  ditempat paling pinggir dari sofaku, jika tidak terhalang oleh penyangga empuk dari sofa ini, mungkin aku sudah benar-benar duduk ditempat paling terujung dari sofa ini.

Hening..Siwon masih asik menatap Televisi yang ada didepannya , aku memincingkan mataku dan meliriknya lewat ekor mataku. Beberapa luka lebam masih belum hilang , hanya saja beberapa bengkaknya sudah mulai mengempes, kupikir dia memang benar-benar tampan, sampai wajahnya terluka seperti ini saja, aku masih bisa melihat sisi ketampanan dari wajahnya . Tertangkap basah kau Lee Hye Jin !! Kau sudah mengakuinya jika dia tampan !! Ya Tuhan !! Ada apa denganku !!

“ Maaf merepotkanmu, aku tadi mabuk yang menyebabkan menabrak pejalan kaki “ ujar Siwon memecah keheningan. “Pria itu marah karena aku menabraknya, aku hendak meminta maaf tapi dia sepertinya sudah terlanjur marah padaku , sehingga terjadi pemukulan itu “ lanjutnya, aku masih terdiam namun tetap mendengarkan penjelasan dari Siwon. “ Sekali lagi maaf telah merepotkanmu “ lanjutnya

“ Tidak apa-apa , aku hanya kebetulan lewat dijalan itu “ tanggapku.

Kembali ada jeda hening diantara kami selama beberapa saat, yang terdengar hanyalah ocehan-ocahan tidak penting menurutku dari arah TV layar datarku.

“ Apa yang kutempati tadi kamarmu ?” tanya Siwon kembali memecah keheningan diantara kami, kepalanya menoleh perlahan untuk menatapku , ya aku  bisa merasakannya.

“ Nde ? oh itu…ne, itu kamarku “ jawabku perlahan.

“ Kau bisa memberitahuku kamar Hye Ri ?” tanya Siwon lagi.

“ Mwo ? “

“ ehm..maaf ..aku hanya ingin tahu saja “ jawab Siwon cepat-cepat. Namja ini kembali menatap TV, mungkin dia merasa sedikit tidak sopan harus menanyakan pertanyaan itu kepadaku. Aku menghembuskan nafas singkat, lalu mulai membuka mulutku untuk menanggapi ucapannya.

“ Disebelah kamarku adalah kamar Hye Ri, kau lihat pintu yang tertutup disebelah kamarku ?” tanyaku sambil menoleh kebelakang untuk menatap kamar Hye Ri yang memang berada tepat disebelah kamarku. Siwon ikut memutar kepalanya kebelakang, aku mengartikan jika ia juga menatap pintu yang kutunjukkan sebagai kamar Hye Ri.

“ Itu kamarnya ..” lanjutku pelan. Kubiarkan namja ini terus menatap pintu kamar Hye Ri sedangkan aku kembali memutar tubuhku dan menatap kedepan. Kutahan hasratku untuk menoleh, aku sangat yakin jika Siwon masih setia menatap pintu kamar kekasihnya itu, entah apa yang dipikirkan olehnya , apakah rasa rindu yang selama ini dirasakannya kembali membuncah tatkala kutunjukkan kamar Hye Ri padanya?

“ Aku merindukannya….” celetuk Siwon , dan kurasakan hatiku mencelos mendengarnya. Seperti dugaanku pasti namja ini masih sangat mencintai Hye Ri.

“ Tapi wangi kamarmu sama seperti wanginya , kalian memakai parfum yang sama ?” tanya Siwon tiba-tiba merubah arah pembicaraannya.  Saat ini namja ini sudah kembali menoleh untuk menatapku.

“ Mwo ? Oh..ne..” jawabku kembali tergagap

“ Aku suka “

“ Nde ?”

“ Aku suka wangi parfum kalian, semakin suka saat kau memakainya juga “ lanjut Siwon dan kembali memamerkan senyumnya itu. Kalimatnya barusan seperti sebuah sinyal aneh untukku, sebuah buncahan rasa senang kurasakan mengalir begitu saja, sial !! perasaan apa itu ! Kenapa aku justru suka pada suatu titik saat namja ini membuatku diatas angin.

“ Siwon~ssi ..” panggilku kaku berusaha menjaga nada suaraku sendiri, aku tidak mau dia melihat celah kalimatnya itu mempunyai pengaruh untukku.

“ Ne ?”

“ Bisakah kau tidak menghubungkan apapun tentang Hye Ri denganku , aku tidak ingin dikenal sebagai seseorang yang selalu kau sangkutpautkan dengan saudaraku itu. Kenal aku sebagai Lee Hye Jin, bukan seseorang yang punya hubungan dengan gadis yang dulu pernah menjalin hubungan denganmu “ ucapku lancar .

Siwon tampak terdiam menatapku, Bodoh ! Kalimatku seolah membuka kesempatan , tidak seolah aku sendiri mengakui jika aku ingin mengenalnya lebih jauh ! Kau benar-benar sudah gila Lee Hye Jin !

“ Aku…”

“ Maksudku….berkali-kali sudah kukatakan aku tidak suka disamakan dengan Hye Ri, kami berbeda, sangat berbeda justru, maksudku….”

“ Ne, aku mengerti ..” potong Siwon cepat, namja ini kembali tersenyum yang menurutku bagai angin segar saat aku menatapnya. Ya Tuhan, aku benci mengakui ini semua !

“ Aku akan menatapmu sebagai Hye Jin, kau ingin seperti itu kan ? Mengenalmu sebagai Hye Jin yang berdiri sendiri tanpa aku menyangkutpautkan dengan kembaranmu ? “

“ Itu…”

“ Akan kucoba , aku juga tidak ingin ada bayang-bayang Hye Ri terus dibelakangku , aku akan mencobanya Hye Jin~ah..” ucapnya lembut , sorot matanya yang tajam namun tetap menampilkan kehangatan saat menatapku membuatku seperti seseorang tuna wicara yang tidak  bisa menggunakan lidahnya untuk mengatakan apapun lagi. Aku hampir menahan nafasku saat kusadari tangan Siwon terulur kearahku, tatapannya masih melembut seolah menghipnotisku untuk tetap diam dan tidak melakukan apapun.

Sistem persendianku seolah tidak bisa bekerja saat tangannya sudah mendarat disisi wajahku, dia mengelus pipiku pelan lalu mengesampingkan rambut panjangku yang menutupi telinga kiriku dan menyibakkannya kebelakang telingaku.

“ Apapun akan kucoba, asal kau tidak menjauh “ bisiknya pelan . Aku sakit ! Aku yakin aku sakit ! Bayangan wajah pria yang kucintai hilang begitu saja saat ini, namja didepanku ini berhasil membiusku seperti suntikan jarum yang langsung menghilangkan kesadaran seseorang. Aku semakin dibuat susah untuk bernafas dan bodohnya kedua manik mataku tak mau menuruti kehendakku untuk berhenti menatap wajah sendunya. Sadarlah Lee Hye Jin ! Apa kau sudah begitu lemah sampai tidak bisa mengalihkan pandanganmu dari pria ini !

“ Sepertinya aku mengganggu kalian ?” sindir seseorang .

Seperti dihantam sesuatu aku segera tersadar, aku menoleh cepat kearah pintu depan yang menyebabkan kontak fisik antara tangan Siwon dan rambutku terlepas. Dan tepat saat ini aku bisa melihat Donghae yang menatap kami gusar, kedua matanya dia tujukan pada Siwon yang aku tidak tahu bagaimana ekspresi Siwon saat balas menatap mata Donghae. Aku segera bangkit dari dudukku saat ini, Donghae sudah berjalan menuju tempatku berdiri, ditangannya terdapat 1 kantong plastik yang mungkin berisi makanan yang tadi ia beli.

“ Kau sudah datang ?” tanyaku gugup . Sialnya kenapa aku gugup. Seperti seorang wanita yang kedapatan selingkuh saja !

“ Wae ? Berharap aku tidak datang agar kalian bisa lebih lama berbincang-bincang ?” tanyanya sengit .

“ Donghae~ya..” tegurku . Donghae tidak memperdulikan teguranku, dia langsung beringsut kedepan Siwon , kepalanya menunduk untuk menatap Siwon yang harus mendangak untuk tetap bisa menatap Donghae.

“ Kau sudah sadar kan Tuan Muda ? Sepertinya tidak ada masalah lagi, kami tidak tahu apa masalahmu yang sebenarnya, tapi aku dan gadis bodoh ini ..“ Donghae melirikku sekilas yang kubalas dengan ringisan pelan “ ..tidak ingin terlibat lebih jauh lagi, kau pergi dari sini itu akan jauh lebih baik buat kami “ lanjut Donghae. Ya Tuhan ! Ikan mokpo ini terlalu to the point !

“ Donghae~ya…”

“ Ini bukan penginapan Tuan muda !” sindir Donghae lagi. Aku langsung meremas lengan Donghae, namun namja ini masih bertahan menatap gerah kearah Siwon yang justru tetap santai dan justru melempar senyum ramah kepada Donghae. Perlahan Siwon ikut bangkit mensejajarkan berdirinya didepan Donghae, tampak Siwon sedikit lebih tinggi dari Donghae saat ini, membuat Donghae sedikit memundurkan langkahnya. Kupikir ikan kesayanganku ini sedang menyamarkan perbedaan tinggi badan antara mereka berdua, sontak aku mengerutkan kedua alisku menatap tingkah konyol dari Donghae.

“ Terima kasih sebelumnya karena sudah menolongku, tapi aku tidak mungkin pulang malam ini juga. Aku berjanji besok jika keadaanku jauh lebih baik aku akan segera pulang , kepalaku masih sedikit sakit Donghae~ssi “ ujar Siwon

Donghae tampak mendelik mendengar balasan Siwon yang sopan terhadapnya, aku tahu Donghae, dia bukan pria brandal yang membabi buta memaki atau berucap kasar pada seseorang, ayahnya penuh sopan santun dan pasti Donghae tahu cara menanggapi ucapan seseorang yang berbicara sopan padanya.

Donghae melirikku kesal berusaha mencari dukungan, tapi aku sependapat dengan Siwon. Aku tidak mungkin menyuruhnya pulang hanya karena dia sudah sadar, aku yakin Siwon masih belum dalam keadaan yang beanr-benar pulih, wajahnya masih tampak pucat walau tersamarkan dengan warna lebam-lebam diwajahnya.

“ Biarkan dia disini sampai besok Donghae~ya, lebih baik kita makan dulu “ ucapku akhirnya mengambil keputusan. Donghae sedikit tidak percaya menatapku, aku hanya berusaha menghindar dari tatapannya lalu meraih kantong plastik yang masih setia digenggamnya, kuambil kantong plastik itu dan membawanya kedapur meninggalkan dua pria itu yang masih sibuk saling menatap namun dengan cara berbeda jenis pandangannya.

~

Aku membuka mataku dengan hati-hati. Sinar matahari yang merambat masuk melalui celah-celah ventilasi rumahku menandakan jika fajar telah cukup menyingsing. Kembali kupaksa mataku untuk mengerjap, berusaha mengumpulkan rohku kembali, kini aku mencoba menegakkan tubuhku. Aku mengerang kecil ketika kurasakan rasa kaku disekujur tubuhku dibagian belakang. Benar juga, aku memilih tidur diluar , tepatnya disofa ruang tengah ini dan membiarkan Siwon tidur didalam kamarku. Donghae sempat memprotesnya tadi malam, tapi aku tetap kekeh membiarkan Siwon tidur didalam, aku tidak tega melihat fisiknya yang masih lemah dimataku, yaa ~~ aku memang semakin aneh saja. Dan tadi malam juga Donghae memutuskan untuk menginap dirumahku, dia berbisik pelan saat tadi malam kami mencuci piring bersama , dia tidak mungkin meninggalkanku berdua dengan Siwon, tentu saja , aku juga senang dia tidak pulang setidaknya untuk menemaniku , akan sangat mati rasa jika aku hanya berdua bersama Siwon.

Dan teringat akan Donghae, aku menoleh lemah kesebelahku, dan sosok Donghae yang masih terlelap dengan kepalanya yang terkulai lemah menandakan jika dia masih tertidur nyenyak. Dia masih tertidur rupanya. Aku sontak tersenyum menatap ekspresi wajahnya yang terlihat sangat polos saat ini, pria ini tidak akan terlihat seperti pria sok kuat jika sedang tertidur , seperti aku yang harus menjaganya . Mungkin akan sangat menyenangkan jika dia terus tertidur agar aku bisa terus memandanginya tanpa perlu khawatir aku akan ketahuan olehnya. Dia terlalu percaya diri jika aku sudah menatapnya sedikit lama. Terdengar erangan kecil dari mulutnya yang menandakan jika ia mulai terjaga juga, aku langsung mengalihkan tatapanku dari wajahnya, dengan sigap aku berdiri dan langsung meninggalkan ruang tengah ini menuju kamar mandi .

~

“ Aku dan Donghae akan keluar sebentar, kami perlu membeli beberapa bahan makanan, aku tidak tahu jika bahan makanan dikulkasku tidak cukup untuk sarapan hari ini , hanya ada mi cepat saji saja “ ucapku memberi tahu Siwon yang mengikuti aku dan Donghae yang hendak keluar dari rumahku.

“ Kalian kemana ? Ke Supermarket untuk membelinya  ? “ tanya Siwon

“ Tidak ! Kami kepasar biasa, tuan muda sepertimu tidak cocok bukan ditempat seperti itu “ ujar Donghae membuatku menahan jawaban yang akan kuberikan pada Siwon. Tapi Donghae memang benar, aku jarang membeli bahan makanan di Supermarket, dipasar tradisional biasa jauh lebih segar dan murah tentunya.

“ Oh, , aku boleh ikut ?” tanyanya lagi

“ Nde ?! “ ucapku terkejut diimbangi dengan tatapan tidak percaya Donghae

“ Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan disini Hye Jin~ah, aku hanya ingin ikut saja “ ujar Siwon .

“ Kau masih terlihat pucat Siwon~ssi ..” jawabku

“ Kalian tidak mungkin berbelanja sambil berlari-lari bukan ? Biarkan aku ikut , aku hanya ingin ikut menemanimu “ bujuk Siwon

“ Nde ? Chhh , menemani ….”

“ Tapi….”

“ Aku seperti anak kecil yang memaksa ibunya untuk ikut pergi kesuatu tempat ya? “ tanya Siwon sambil tertawa kecil , sontak aku tidak bisa menahan lengkung tipis dibibirku mendengar ungkapannya itu. Kami bertatapan sebentar masih melempar senyum samar.

“ Jangan sampai ada tragedi kau pingsan ditengah jalan karena kelelahan Siwon~ssi “ seringai Donghae yang membuatku menoleh untuk menegur namja ini.

Namun Donghae tampak tidak peduli dengan tatapanku dan justru memimpin jalan duluan .

“ Dia memang selalu seperti itu “ ujarku pelan kearah Siwon, Siwon hanya mengangguk kecil lalu menatap punggung Donghae yang menjauh.

“ Ayo…” ajakku . Aku menutup pintu depan rumahku setelah Siwon melangkah keluar mengikutiku, aku langsung berjalan cepat hendak menyusul Donghae yang sudah sampai diluar halaman kecil dari rumahku ini. Kudengar derap langkah pelan yang kuyakini dari Siwon yang sepertinya mengikuti langkahku dari belakang. Sepertinya pengalaman pergi kepasar yang akan sangat menarik hari ini.

Author’s POV

“Kau tidak pernah memasuki pasar tradisional sebelumnya, Siwon~ssi ?” tanya Hye Jin saat mereka tengah menelusuri jalan-jalan kecil dari pasar tradisonal . Siwon menggeleng singkat sambil sibuk menatap warung-warung sederhana yang ada sisi kiri dan kanannya.

“ Ini kali pertamaku “ jawab Siwon tampak antusias.

“ Benarkah ? “ tanya Hye Jin terkejut, entah kenapa kecanggungan tampak menipis diantara keduanya.

“ Ne , kalau boleh tau itu apa ?” Siwon tampak menunjuk sebuah kedai yang menjual ‘sosis darah babi’ .

“ Oh itu ! Kau mau mencobanya ?” tawar Hye Jin.

“ Tidak apa-apa ?” tanya Siwon sedikit enggan

“ Jika kau mau , kita akan mencobanya “

“ Boleh…” ucap Siwon akhirnya. Hye Jin sontak menoleh kebelakang, dia hampir saja melupakan Donghae yang hanya mengikuti langkahnya dan Siwon dari belakang. Saat gadis itu menoleh, Donghae sudah dengan tampangnya yang tampak kesal dengan keasikan dari Hye Jin dan Siwon yang berjalan berdampingan seolah lupa jika mereka datang kepasar ini bertiga.

“ Ehm..Donghae~ya, bagaimana kalau kita mencoba itu ?” ucap Hye Jin tampak hati-hati karena melihat ekspresi Donghae yang semakin tertekuk.

“ Apa kalian menganggapku ada ? kau terlalu asik dengannya Lee Hye Jin !” ejek Donghae dengan kalimatnya yang selalu tertang-terangan itu, dagunya bergerak sedikit menunjuk Siwon saat tadi dia mengucapkan kata ‘ dengannya’.

“ Ani..aku…”

“ Kau benar-benar pencemburu ya Donghae~ssi..” celetuk Siwon santai .Hye Jin dan Donghae langsung menatap Siwon , Hye Jin menatapnya bingung, sedangkan Donghae menatap Siwon sedikit panik seolah kedok yang ia sembunyikan terbongkar.

“ Hahahaha~~ aku pencemburu , jangan sok mengenalku Siwon~ssi !” ujar Donghae cepat, tawanya tampak terdengar ia paksakan. Hye Jin menatapnya aneh sedangkan Siwon masih tersenyum penuh arti kearah Donghae yang membuat pria asal Mokpo itu sedikit tersudut.

“ Mau makan sosis itu kan ? Ayo kita makan ! “ ucap Donghae cepat-cepat, pria itu langsung berjalan mendahului Siwon dan Hye Jin, tujuannya adalah kedai yang tadi ditunjuk Siwon yang memang menjual sosis darah babi yang merupakan jajanan khas korea.

“ Aku suka persaingan “ bisik Siwon pelan masih menatap punggung Donghae yang saat ini telah berdiri didepan kedai sederhana itu, ia yakin hanya ia yang bisa mendengarnya.

“ Ayo…” ajak Hye Jin sambil melangkah duluan , berjalan mengikuti arah kemana Donghae berjalan.

~

“ Kita pergi saja Donghae~ya ..” ucap Hye Jin setengah memohon sambil menahan tangan Donghae. Wajah Donghae sudah sangat memerah menahan amarahnya menyaksikan pemandangan yang berjarak 3 meter didepannya. 3 orang preman tengah menghajar seorang penjual kecil yang sepertinya bertahan tidak ingin memberikan uang pada preman itu.

“ Kau tahu aku kan ? Ini sudah kelewatan “ desis Donghae tajam, tatapannya masih tajam menatap 3 preman itu yang kini semakin beringas menghancurkan lapak dari penjual kecil itu.

“ Aku tahu, tapi kali ini kumohon bersikaplah tidak peduli, berpura-puralah kita tidak melihat hal ini , kau akan terluka seperti 2 tahun lalu Donghae~ya…” ucap Hye Jin cepat, kepanikan tampak tergambar jelas diwajahnya.

“ Itu hanya luka kecil Hye Jin~ah, kau tahu aku tidak suka orang-orang sok seperti mereka, biar kuberi mereka pelajaran ! “ ucap Donghae kekeh, Donghae langsung menyingkirkan tangan Hye Jin yang sedari tadi mengamit lengannya. Donghae hendak berjalan menghampiri preman-preman itu, namun kembali seseorang menahan tangannya. Kali ini Siwon yang menahannya.

“ Kau tidak lihat gadis ini ketakutan jika kau terlibat ! “ tegur Siwon sambil melirik sekilas kearah Hye Jin yang tampak menatap putus asa kearah Donghae.

“ Jauhkan tanganmu Tuan muda ! Aku tidak perlu rasa khawatir darimu “ balas Donghae, kembali Donghae melirik kearah Hye Jin yang masih menatapnya penuh harap agar Donghae tidak melibatkan dirinya.

“ Kalau kubilang lari, kau harus lari mengerti ?  atau kalau perlu kau jangan melihat apa yang kulakukan, Hye Jin~ah, kau tahu aku kan? Aku tidak suka melihat kekerasan ini “ ujar Donghae. Donghae menjulurkan tangannya untuk mengusap singkat pipi Hye Jin lalu kembali berjalan menjauhi Siwon dan Hye Jin dan justru menghampiri 3 preman itu yang semakin menjadi menghajar pedagang kecil itu.

Lee Hye Jin’s POV

Air mataku sudah tidak dapat kubendung lagi, jalanan kecil dari pasar tradisional ini tampak meramai karena hampir semua mata menatap baku hantam yang dilakukan oleh Donghae yang melawan 3 preman yang tadi mencoba memeras pedagang kecil. Aku sedikit lebih tenang saat aku melihat Donghae bisa melumpuhkan salah satu dari 3 preman itu yang membuatnya menjadi 2 lawan satu . Tapi tetap saja ini tidak seimbang dimataku, mereka berhasil menendang dada Donghae dan membuat luka disudut  bibir Donghae. Yang membuatku merasa sangat kesal adalah, selalu seperti ini. Orang-orang hanya bisa melihat tanpa ada satupun yang berusaha melerai . Kejadian seperti ini memang sudah biasa terjadi dipasar tradisonal, perkelahian antar preman atau justru preman yang berusaha memeras para pedagang, hanya karena sahabatku itu yang sangat tidak suka jika orang kecil di lecehkan membuatnya harus terlibat dalam perkelahian itu.

Mataku melebar sempurna karena saat ini kulihat Donghae berhasil merobohkan satu lagi dari 3 serangkai preman itu.  Kupikir tinggal satu lagi dia perlu menghajar preman yang tersisa, namun harapanku langsung runtuh saat dari sudut jalan yang ada disebrangku , muncul kembali sekelompok preman dengan jaket kulit yang serempak berwarna hitam.

“ Kita harus pergi Hye Jin~ah..” bisik Siwon disebelahku . Aku bisa menghitung ada 5 orang preman yang berjalan murka kearah Donghae yang berhasil menjatuhkan preman terakhir.

“ Donghae~ya !! “ teriakku . Donghae menoleh lelah kearahku , wajahnya tampak tersenyum puas karena berhasil melumpuhkan 3 preman itu, sepertinya dia masih belum sadar jika ada bahaya lain yang mengancamnya. Aku langsung berlari kearah Donghae. Kuabaikan panggilan Siwon dibelakangku yang sepertinya hendak melarangku mendatangi Donghae, namun aku sudah terlanjur sampai ditempat Donghae, aku langsung menarik lengannya dan berucap pelan kearah Donghae.

“ Kita dalam bahaya ..” bisikku gugup. Sekelompok orang itu semakin mendekat, 2 diantara mereka membawa pukulan bola yang biasa dipakai dalam pertandingan baseball. Mataku menatap lurus kearah belakang Donghae, 7 meter lagi mereka sampai ditempat kami. Sadar akan tatapanku , Donghae memutar kepalanya dan ikut menatap para preman-preman itu.

“ Kau harus lari Hye Jin~ah “

Donghae langsung memutar kepalanya cepat, dia tidak menatapku justru mencari Siwon yang berdiri tak jauh dari kami.

“ Bawa lari dia bodoh ! “ teriak Donghae , aku menggeleng cepat, kukuatkan cengkraman tanganku pada lengan namja ini.

“ Kau juga lari ! Kau jauh lebih bodoh saat ini ! “ teriakku frustasi. Entah sejak kapan Siwon telah ada disampingku, namun mataku melirik singkat kearah preman-preman itu.

4 meter lagi, Ya Tuhan !!!

“ Kau larilah duluan Hye Jin~ah, aku juga akan lari , okeyy !! . Cepat bawa dia !! “ perintah Donghae kearah Siwon. Siwon langsung mencengkram lenganku, telapak tangannya mencari telapak tanganku dan mulai menarikku menjauhi Donghae.

“ Larilah Donghae~ya…” ucapku mulai terisak namun dengan langkah yang mulai menjauhi Donghae, Siwon mempercepat larinya , genggaman tangannya menguat diiringi langkahnya yang cepat yang otomatis membuat langkahku mengikutinya.

“ Dia tidak akan apa-apa , jika preman-preman itu melihatmu justru kau yang akan mereka incar Lee Hye Jin “ ujar Siwon sambil terengah-engah karena langkah kami berdua yang semakin cepat berlari. Aku sempatkan menoleh lagi kebelakang dan saat ini aku bisa melihat perkelahian 5 lawan 1 , Lee Donghae  , dia tidak akan seberuntung tadi !!

~

Aku mengutuk diriku berkali-kali saat ini, apa yang ada dipikiranku sampai membiarkan Donghae begitu saja dipasar itu. Bagaimana keadaannya sekarang, aku sudah melaporkan pada polisi untuk menginpeksi tempat itu. Aku hampir mati karena rasa frustasi membayangkan nasib Donghae sekarang .

“ Kita harus kembali kesana Siwon~ssi ! Seharusnya kita memang tidak meninggalkan Donghae ! “ ucapku panik sambil berbalik untuk menatap Siwon. Aku sampai mengabaikan belanjaan yang tadi kubeli dan tidak peduli dengan rasa lapar yang menyerang perutku. Kami memang belum sarapan sama sekali, sosis darah babi tidak akan cukup untuk mengganjal perutku ditambah energi yang kuhabiskan karena berlari tadi. Tapi siapa peduli dengan hal itu ! Aku masih belum tahu dengan nasib ikan bodoh sok hebat itu ! Kenapa aku justru meninggalkannya !!

“ Aku akan kesana !! “ ucapku tercekat, bayangan mengerikan akan terjadi apa-apa dengan namja itu menari-nari dipikiranku , aku yang akan mati karena ketakutan jika aku terus disini .

“ Kita tunggu sebentar lagi Hye Jin~ah ! “ tahan Siwon, telapak tangannya mencengkram lengan kiriku dengan kuat membuatku tak kuasa melanjutkan langkahku.

“ Tapi Donghae..dia….”

“ Akan lebih berbahaya jika kau ada disana ..” potong Siwon

“ Tapi bagaimana dengannya !!!” ucapku frustasi, air mata meleleh begitu saja merubuhkan pertahananku yang sedari tadi menahannya.

“ Dia pernah terluka sebelumnya , aku tidak ingin dia terluka lagi !! “ lanjutku , isakku semakin tak terkendali saat aku mengingat peristiwa 2 tahun lalu saat Donghae harus babak belur karena dia yang sok hebat ingin membelaku karena ada seorang preman yang menggodaku.

“ Hye Jin~ah….”

“ Kita harus kesana Siwon~ssi…” ucapku dengan nada yang sudah sangat bergetar , rasa khawatir yang kurasakan saat ini sudah sangat melebihi apapun, ini sama seperti saat aku dikabarkan jika Hye Ri kecelakaan dan saat itu aku belum mengetahui nasibnya. Rasa yang sangat mengerikan !

“ Sudah tidak perlu…” ujar Siwon tiba-tiba. Kurasakan matanya tidak lagi menatapku, melainkan menatap kebelakang kepalaku. Aku yakin jika ada sesuatu yang sudah dilihatnya. Dengan cepat kutolehkan kepalaku kebelakang bersamaan dengan tubuhku. Seketika isakanku berhenti menatap sosok pria yang berjalan pelan kearah kami. Rasa sesak yang tadi kurasakan karena betapa aku sangat mengkhawatirkan Donghae seolah terangkat ketika melihat namja yang mungkin berada 10 meter jauhnya dariku sedikit menyeringai kearahku. Kenapa dia masih bisa menyeringai seperti itu padahal wajahnya sudah babak belur.

“ Kita tidak perlu menyusulnya…” ucap Siwon dibelakangku. Sebelum Donghae sampai ditempatku, aku langsung berjalan cepat menghampirinya . Entah apa yang kurasakan sekarang, lega ? Tentu saja ! Tapi aku kesal melihat namja ini sekarang, dia justru tersenyum remeh kearahku yang pasti terlihat sekali ketakutan menungguinya .

“ Aku akan merasa sangat tersanjung jika air matamu itu untukku Hye Jin~ah “ ujarnya pelan saat aku telah sampai dihadapannya. Aku masih diam menatapnya tajam dan meneliti seberapa parah luka yang ada diwajahnya. Sudut bibirnya terlihat darah yang mulai menghitam dan kering, kupikir pelipisnya yang paling parah diantara semua sudut wajahnya, karena terlihat loka robek walau tidak lebar.

“ Ini tidak separah 2 tahun lalu Hye Jin~ah, jangan menatapku seperti itu “ ujar Donghae . Aku kembali maju selangkah kearahnya. Dan sekarang aku benar-benar bisa melihat dengan jelas lebam-lebam diwajahnya. Aku tidak sadar saat air mataku jatuh dengan sendirinya, hasratku ingin memaki namja ini hilang seketika sekarang. Isakan mulai terdengar dari bibirku.

“ Kalau kau benar-benar menangis karena ini aku anggap kau menyukaiku Hye Jin~ah…” ujar Donghae lagi, aku justru kembali terisak, aku tidak peduli ucapannya, aku benar-benar tidak suka melihat luka-luka diwajahnya, sangat tidak suka. !!

“ Kau benar-benar menangis ?” tanya Donghae terkejut , dia yang saat ini maju selangkah kedepanku, semakin menipiskan jarak diantara kami.

“ K..kupikir kau akan mati …” ucapku bergetar , sepertinya Donghae sangat tidak menyangka dengan reaksi yang kuberikan .

“ H..hye jin~ah…”

“ Jangan pernah menyuruhku lari lagi ! Jangan pernah menyuruhku meninggalkanmu lagi Donghae~ya…” isakku kuat . Sebenarnya ada apa denganku, saat ini aku telah membuka kedokku sendiri didepannya, aku terlalu menunjukkan perasaanku pada lelaki ini.

“ Hye Jin~ah….”

“ Kau membuatku sangat ketakutan….” ucapku pelan, dan kembali isakan kuat keluar dari bibirku seiringan dengan banjir air mata dari sudut mataku. Donghae menatapku terkejut, tangannya mulai terulur untuk menyentuh kedua lenganku.

“ Maaf…aku minta maaf..”

Dan sekarang, kurasakan Donghae menarik tubuhku , seketika aku terlempar masuk kedalam pelukannya, membuat suara tangisku teredam tubuhnya yang mendekapku.

“ Maaf…” bisiknya pelan . Yang kulakukan tanpa pikir panjang adalah mengaktifkan kedua tanganku untuk memeluk pinggangnya. Aku tidak peduli lagi apa yang ada dipikiran Donghae tentangku, aku hanya tau dengan caraku ini , aku yakin dia benar-benar telah ada dalam jangkauanku. Ya Tuhan, aku benar-benar mencintainya !!!

-TBC-

-_______- semakin 4l4y deh ceritanya >////< . Maaf yah, kejadiannya cuman sedikit dan si cantik Jessica belum hadir jadi ga ada yang bikin gregetan deh, ini aja udah 14 page gue ngetiknya. Dan maaf juga kalo bertele-tele, seperti itu lah cerita gue .

Semakin bingung menentukan Hye Jin nantinya bersama siapa , masih banyak alur yang belum aku sampein, persaingan Jessica dan Hye Jin dalam ballet dan Donghae tentunya, masalah Siwon yang tidak akan menyerah gitu saja ngelepas Hye Jin walau ia tahu Hye Jin udah cinta mati ama Donghae tapi tetep ngasih harapan ke Siwon juga -_____-.  Berharap masih ada yang mau nunggu cerita gaje ini ya..wkwkwkwkwk

Koment seperti biasa buat dapet password part selanjutnya. Gue mohon jangan pernah ngasih password keorang lain ya, kalo mau password ya minta langsung kegue. Okeh makasih yang udah mau baca ya ^^

58 thoughts on “BOTH LOVE part 4

  1. Cerita geje apaan?? Baru ini suka baca ff.. aku suka bagus.. penyampaian dan bikin karekternya bagussss.. karakter nya hyejin unik.. trus kaya’nya bakal bingung harus pilih ma sapa.. Kyakk

  2. ak berharap bgt hyejin sama hae, jdi ad bumbu *?* perjuangannya, soalnya kan saingan sama sica juga,

    huhu… Siwon ato hae semuanya so sweet,
    tp ak lebih berharap hae,soalnya cinta pertama *?*

  3. wah nyesek pas bc text akhirnya.apa hae menyadari akn sikp hye jin pdnya yg terang2an dh mulai memberi sinyal klo dia berarti dlm hidupnya.lnjut bc part berikutnya….ttp semangt

  4. wah nyesek pas bc text akhirnya.apa hae menyadari akn sikp hye jin pdnya yg terang2an dh mulai memberi sinyal klo dia berarti dlm hidupnya.lnjut bc part berikutnya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s