BOTH LOVE part 3

BOTH LOVE part 3

Author’s POV

Pria yang sedari tadi masih setia bersandar pada kap mobilnya yang ia parkirkan didepan rumah Hye Jin kini tengah sibuk menatap jam tangannya untuk mengetahui waktu sudah menunjukkan pukul berapa saat ini. Kenapa gadis itu masih belum pulang jam segini ? pikir pria itu. Dia melirik singkat kearah rumah Hye Jin yang tampak kosong karena pemiliknya yang masih belum pulang.

“ Dia membuatku khawatir “ ujar Siwon pelan yang kini melipat kedua tangannya kedepan dadanya mencoba menahan dinginnya angin malam. Sementara itu, seorang gadis baru saja turun dari bus yang berhenti disebuah halte tepat diperempatan blok yang akan menuju rumahnya. Hye Jin langsung membenarkan posisi topinya yang tadi sempat berantakan akibat dia tertidur didalam bus itu. Langkahnya terus diarahkan menuju rumahnya yang hanya tinggal berjarak beberapa meter lagi . Hye Jin tengah sibuk mengingat sambil berjalan beberapa gerakan yang tadi sempat diajarkan oleh Sooyoung saat dia sengaja mampir kerumah Sooyoung. “ Tahan tubuhmu dan buat semua bertumpu pada ujung kakimu “ gumam Hje Jin pelan , gadis itu mulai berjalan sambil berjinjit mencoba melatih kekuatan ujung jari khususnya ibu jari kakinya. Sedangkan Siwon yang mulai sadar akan kedatangan Hye Jin kembali menegakkan tubuhnya , namja itu berjalan langsung menghampiri Hye Jin yang masih belum menyadari jika seorang Choi Siwon telah menanti kedatangannya.

“ Kenapa baru pulang ?”

“ Astaga ! “ kejut Hye Jin yang langsung menghentikan langkahnya dan menengadahkan wajahnya . Mata gadis itu sontak membulat begitu tahu jika yang berdiri didepannya adalah Siwon.

“Kau dari mana saja ?” tanya Siwon sekali lagi dengan nada yang masih terhitung halus.

“ Kau…itu…kenapa “ gagap Hye Jin yang masih tidak menyangka jika Siwon ternyata sedang menunggunya .

“ Kenapa pulang malam sekali , kau membuatku khawatir “ potong Siwon lembut .

“ Itu…itu bukan urusanmu Siwon~ssi “ balas Hye Jin berusaha mengalihkan tatapannya dari pria ini.

“ Aku hanya khawatir, Hye Ri tidak pernah seperti ini sebelumnya , aku hanya merasa kau…”

“ Sudah kukatakan aku bukan Hye Ri ! “ potong Hye Jin cepat memutar bola matanya menatap lurus kearah Siwon.

“ Aku tahu, maksudku…”

“ Lebih baik kau pulang ! “ kembali Hye Jin memotong ucapan Siwon dan berjalan melaluinya begitu saja . Segera Siwon menyeimbangi langkah Hye Jin dan menyeimbangi langkah besarnya dengan langkah kecil gadis itu.

“ Aku benar-benar khawatir padamu Hye Jin~ssi , aku tidak bermaksud menyamakanmu lagi dengan Hye Ri, maksudku…kupikir kalian kembar dan akan memiliki banyak sifat yang sama, aku….” Siwon mengerem langkahnya karena saat ini Hye Jin menghentikan langkahnya, masih menatap lurus kedepan, namun dengan perlahan mulai memutar kepalanya menoleh untuk menatap Siwon.

“ Aku mengerti, sekarang pulanglah ~~ “ balas Hye Jin mencoba membuat nada suaranya terdengar dingin. Hye Jin tampak menghela nafas sebentar yang menimbulkan kepulan asap yang keluar dari bibirnya.

“ Kenapa kau memakai jaket yang sangat tipis “ ucap Siwon pelan

“ Nde ?”

“ Pipimu sangat merah “ balas Siwon pelan . Hye Jin langsung menatap terkejut kearah Siwon, bibirnya mengatup kuat , jangan bilang hanya karena menatap Siwon saja bisa  membuat pipinya menyala merah . Hye Jin mencoba mengalihkan tatapannya dari Siwon, memandang kesegala arah asal tidak menatap namja yang ada disampingnya ini.

“ Sebentar ..” tahan Siwon yang langsung mencengkram lembut lengan Hye Jin untuk menahan langkah gadis itu.

“ Kau sudah makan ?” tanyanya

“ Aku tidak lapar “ balas Hye Jin masih berusaha melanjutkan langkahnya

“ Kalu begitu temani aku saja “ ucap Siwon masih berusaha menahan tangannya

“ Nde ?! “

“ Hanya temani saja setidaknya…” ujar Siwon “ Aku mohon Hye Jin …” lanjut Siwon melembut

 

 ‘ sial ! kenapa dia selalu menggunakan nada suara yang seperti itu ‘ batin Hye Jin .

Lee Hye Jin’s POV

Kuabaikan tatapan Siwon yang menatapku seperti terpukau –errr kuanggap seperti itu ! Ini adalah piring keduaku yang berhasil kukosongkan setelah melibas habis makanan yang sebelumnya menghiasi piring ini. Aku menegak habis air putih yang tak jauh dari jangkauanku dan setelah itu mengelap bibirku dengan serbet yang tersedia dimeja ini.

“ Aku bisa pesankan lagi jika kau mau ?” tawar Siwon yang sukses membuatku tampak enggan menatapnya .

“ Tidak perlu “ jawabku cepat dan pelan.

“ Kau bilang tidak lapar ?” tanya Siwon. Dengan cepat kuputar bola mataku untuk menatapnya, apakah dia hendak mengejekku, namun mulutku harus kembali kutahan melontarkan jawaban karena ekspresinya lebih terkesan orang yang ingin tahu saja . Akhirnya aku memilih tidak menjawabnya justru menoleh untuk memandang keluar dari etalase kaca restoran ini. Ya ~~ Siwon mengajakku makan malam disebuah restoran cukup elit, yang terpaksa membuatku harus membuang maluku dan kalah akan godaan makanan yang ditawarkan.

“ Kita nikmati dulu makanan penutupnya “ ujar Siwon . Seorang waitress kembali membawakan dezzert yang mampu membuatku lupa jika aku sudah kenyang. Kuakui untuk selera makan aku sangat jauh berbeda dengan Hye Ri, aku cukup  maniak dengan makanan. Dengan sok ogah-ogahan aku kembali menjulurkan tanganku untuk menjangkau dezzert itu agar bisa menikmatinya. Kusendok kecil ujungnya dan mulai memasukkan kedalam mulutku. Sial !! Ini enak !

“ Kau suka ?” tanya Siwon yang sepertinya memperhatikanku yang terus saja menyedok dezzert itu, aku hanya diam mengacuhkannya .

Selama beberapa menit tidak ada yang berbicara diantara kami, sampai kurasakan Siwon menghentikan aktifitasnya menikmati makanan penutup ini padahal miliknya masih cukup banyak. Aku berusaha bersikap tidak peduli dan terus saja melanjutkan kegiatanku sampai kudengar ucapan Siwon yang membuatku harus menajamkan telingaku mendengarkan apa yang ia katakan.

“ Aku tidak menyangka jika kalian sangat berbeda “ , pelan-pelan kutegakkan kepalaku dan mulai menatap Siwon, tapi pria ini tidak sedang menatapku, dia menatap keluar jendela kaca restoran ini , memandang hampa kendaraan-kendaraan yang masih cukup ramai berlalu lalang dijalan-jalan kota Seoul.

“ Hanya wajah kalian yang hampir tidak bisa dibedakan “ lanjut Siwon masih bertahan menatap kearah jalan raya. Sisi wajahnya yang menghadap kearahku menampilkan ekspresi lelah dan sedih, apa dia masih belum bisa menerima kepergian Hye Ri sama sepertiku ? Atau justru perasaan sakit yang kurasakan tidak sebanding dengan perasaan yang ia rasakan.

“ Tapi ada satu yang berbeda pada wajah kalian “ lanjut Siwon yang tiba-tiba memutar kepalanya dan sudah balas menatapku. Aihhh ~~ pasti dia tahu aku sedang menatapnya. Siwon sontak tersenyum kearahku yang membuat denyutan tipis pada jantungku namun cukup membuatku sedikit susah menghirup oksigen yang tersedia bebas .

“ Hye Ri tidak mempunyai tahi lalat dibawah mata sepertimu , dan kupikir matamu sedikit lebih besar darinya karena lipatan matamu yang cukup terlihat “ ujar Siwon lancar .Aku hanya menatapnya tanpa ekspresi saat ini, dia ini sebenarnya pengamat kecantikan atau apa? Sampai hal seperti itu, mengenai lipatan mata saja bisa tahu. Kuakui jika tentang tahi lalat dibawah mata memang sangat tepat. Aku memiliki tahi lalat kecil namun hidup dibawah mataku. “ Apa ucapanku tidak tepat ?” tanyanya .

Aku mendengus pelan lalu merubah ekspresi wajahku sedikit dingin, sebenarnya berusaha terlihat dingin didepannya.

“ Tidak, itu sangat tepat ! Sepertinya kau benar-benar mencintai Hye Ri sampai hal sekecil itu bisa tahu . Kau benar-benar mengenalnya “ balasku sedikit sengit .  Siwon justru tersenyum simpul setelah mendengar ucapanku , dia lalu menaruh tangannya dimeja dan mulai terfokus menatapku. Sontak kutaruh sendok kecil yang kupegang tadi  dan sedikit memundurkan punggungku bersender pada kursi yang kududuki.

“ Sangat , aku sangat mencintainya …” ujarnya pelan dengan nada suara andalannya. Sesuatu seperti menyodok tenggorokkan kurasakan begitu saja saat kalimat itu meluncur darinya, namun aku tetap berusaha menjaga ekspresi wajahku agar tidak terlihat bahwa ucapannya cukup mempengaruhiku.

“ Aku hampir gila mendengar kabar dia sudah pergi , merasa dia menghianatiku dengan pergi duluan tanpa memikirkanku yang sudah merencakan banyak rencana dengannya “ lanjut Siwon, ekspresinya sedikit berubah dengan dia menaikkan sebelah alisnya seolah sekuat tenaga menahan emosinya saat menceritakan ini semua.

“ Tapi aku tidak ingin terlarut, aku tidak ingin menikmati ini semua yang justru akan membuatku semakin sakit . Aku ingin membuat sebuah episode yang baru namun tidak akan menyakitinya “ lanjut Siwon . Kali ini aku yang menaikkan sebelah alisku menatapnya bingung. Episode baru ?

Siwon balas menatapku , jauh lebih lembut kali ini. Ya Tuhan ! Selamatkan aku dari tatapannya itu, dia seolah mampu membuaiku hanya dengan melihat bola mata hitamnya.

“ Kau kembarannya, kau sebagian dari dirinya, setidaknya kalian memiliki suatu ikatan yang sangat kuat “

“ Aku minta maaf karena telah menganggapmu Hye Ri, sungguh aku tidak bermaksud apa-apa . Itu hanya suatu ketidaksengajaan dari perasaanku yang masih kurang bisa menerima kepergiannya “

“ Hye Jin~ssi, saat aku mengatakan aku ingin memberikan rasa cintaku padamu  mungkin memang  benar aku sedang kalap saat itu,  tapi….”

Aku menahan nafasku saat ini, apa lagi yang akan diucapkan olehnya ?!

“ Kau dan Hye Ri memiliki sorot mata yang sama saat menatap lawan bicara kalian, dalam tapi menampilkan ketenangan yang membuat warna coklat mata kalian tampak melembut” jelas Siwon

“ Aku jatuh cinta pada Hye Ri karena sorot matanya, dan…..”

Aku semakin merasa kesulitan untuk bernafas saat ini, Siwon menatapku tenang dan hendak melanjutkan kalimatnya

“ …kupikir aku jatuh cinta padamu dengan cara yang sama, sorot matamu yang sama dengannya …”

Glekk , mungkin hanya aku yang bisa mendengar tegukan ludahku sendiri yang kutelan karena cukup terkejut dengan ucapan Siwon yang terlalu terang-terangan seperti ini.

“ Kau berbeda dengannya itu memang benar,tapi hanya dari segi sikap kalian. Sedangkan  mata kalian sama, kau menatapku sama persis dengan cara Hye Ri menatapku, aku menyukainya, sangat menyukainya…”

“ Aku…itu…”

“ Aku serius denganmu Hye Jin~ssi , aku tidak ingin menyerahkan cintaku kepada yang lain, aku tidak akan mampu memberikan cinta ini kepada gadis lain , aku hanya ingin kau yang menerimanya, kau yang menggantikan Hye Ri ….”

“ Aku bukan barang pengganti ! “ potongku cepat sebelum dia berhasil lebih jauh mempengaruhi perasaanku. Mata Siwon tampak membulat menatapku, cukup terkejut dengan nada suaraku yang cukup meninggi.

“ Itu bukan cinta , kau hanya mengganggapku sebagai pengganti Hye Ri, atau lebih parahnya adalah pelampiasan dari rasa frustasimu akibat kehilangan Hye Ri . “

“ Bukan seperti itu sungguh, aku benar-benar….”

“ Kau harus bisa menerima kepergiannya Siwon~ssi, aku bisa mengerti perasaan kehilanganmu itu karena aku juga merasakan perasaan yang sama, tapi kau tidak bisa dengan seenaknya memintaku untuk menggantikan Hye Ri, tidak semudah itu ! “

“ Hye Jin~ssi, tapi aku benar-benar…”

“ Aku mau pulang ! “ potongku cepat dan kuat, aku langsung berdiri namun tidak menatapnya.

“ Lebih baik kau jangan temui aku lagi, aku tidak bisa ….” Kusadari Siwon ikut bangkit berdiri, namun dia masih terdiam seolah memberiku kesempatan untuk melanjutkan kalimatku.

“ Aku tidak bisa menggantikan Hye Ri “ ucapku akhirnya

“ Hye Jin~ssi, tapi ini bukan seperti itu…” kudorong kursiku lalu mulai beranjak meninggalkan meja ini. Namun dengan mudahnya Siwon menahan tanganku yang otomatis menghentikan langkahku.

“ Kuantar …”

“ Lepas…” ucapku pelan dan dingin masih bertahan tidak ingin menatapnya. Aku tahu jika aku menatapnya, dengan mudahnya pertahananku runtuh dan patuh begitu saja akan ucapannya.

“ Kumohon, biarkan aku mengantarmu, ini sudah malam…” bujuknya lagi dan meremas lembut pergelangan tanganku. Aku menutup mataku sekilas dan mencoba memantapkan hatiku , kubuka mataku lagi lalu menggerakkan sebelah tanganku yang bebas balas menyentuh tangannya yang mencengkram pergelangan tanganku.

“ Kumohon lepaskan…” pintaku pelan . Entah apa karena nada suaraku yang terdengar parau, kurasakan cengkraman Siwon melemah, dan sedetik kemudian kuloloskan tanganku dan berhasil bebas dari cengkramannya.

“ Kau juga pulanglah …” ucapku sangat pelan yang entah didengarnya atau tidak karena sedetik kemudian aku sudah melangkahkan kakiku untuk meninggalkan meja ini. Terus kupacu langkahku untuk keluar dari restoran ini, sekuat tenaga kutahan otot leherku agar tidak memutar kepalaku kebelakang karena aku begitu ingin melihat bagaimana ekspresi Siwon. Pelampiasan yang kulakukan akhirnya hanya mengepalkan tanganku kuat-kuat dan terus melaju mencoba membuang semua bayangan wajah kecewa Siwon akan semua yang kuucapkan padanya. Kenapa justru aku yang merasa telah berbuat jahat padanya ?! Kenapa justru aku yang merasa sangat sesak karena harus mengatakan kalimat itu padanya ! Sebenarnya kenapa harus justru aku yang merasa sakit saat ini !!!

~

Air mataku menetes begitu saja saat ini. Sekarang aku sudah berada dikamarku dalam keadaan tengkurap memeluk bantalku, mataku terfokus menatap bingkai sederhana yang kuletakkan dimeja disamping tempat tidurku. Bingkai yang memuat foto yang  berobjekkan aku dan Hye Ri saat kami duduk dibangku SMA.

“ Kau terlalu cepat pergi Hye Ri~ya….” bisikku dengan nafasku yang sedikit terkecat akibat air mataku yang turun begitu saja namun dengan rasa sesak yang kutahan didadaku. Cara seperti ini jauh lebih membuat dadaku sakit karena aku hanya bisa menahannya.  “ Dia justru membuatku menjadi orang yang patut disalahkan….” bisikku sekali lagi.

“ Kekasihmu itu justru membuatku merasakan perasaan bersalah saat ini “

“Dia……” aku mencoba menarik nafas sebentar walau hal itu tidak cukup berhasil membuat dadaku sedikit lebih lapang. “ punya pengaruh yang berbeda terhadapku pada setiap ucapannya dan ekspresi yang dia tampilkan didepanku Hye Ri~ya…” ucapku walau aku tahu aku sedikit enggan mengucapkan kalimat itu. “ dia begitu mempengaruhiku…. “ lanjutku pelan dan kembari sebulir air hangat sukses membasahi pipiku. Sebenarnya perasaan apa yang kurasakan padanya ?! Choi Siwon, kenapa kau justru datang kekehidupanku !!

~

“ Aku akan mampir kekelas balerinamu ,Hye Jin~ah setelah aku menuntaskan urusan pendaftaranku diuniversitas ini “ ujar Donghae disebrang telponku

“ Jangan ! Untuk apa kau kesini ! “ ucapku cepat , dia akan menertawakanku jika melihatku menari yang sangat tidak becus.

“ Kenapa ? Kau malu padaku , tidak ingin aku melihatmu ?” tebak Donghae, aku yakin jika dia pasti sedang menyeringai disebrang telpon sana. “ Kau seperti seorang wanita yang tidak ingin kekasihnya melihat sesuatu yang tidak kau kuasai “

“ tutup mulutmu ! “ umpatku cepat , saat ini justru terdengar suara tawa Donghae yang renyah karena dia kembali berhasil menggodaku.

“ Aku akan bertanya pada Sooyoung dimana kelas kalian, tunggu aku yaa “ balas Donghae ceria tanpa memperdulikan protesanku karena ia sudah langsung mematikan panggilannya.

“ Donghae~ya…” panggilku frustasi namun hal itu hanyalah sesuatu yang sia-sia karena Donghae sudah benar-benar menutup panggilannya. Kutaruh ponselku dengan tidak bersemangat kedalam lokerku yang ada diruangan ganti tempat latihan ballet . Aku mulai berbalik dan menyender lemah didepan lokerku ini. Ini hari keduaku latihan, entah kenapa sangat sulit sekali mengumpulkan semangat untuk hari ini , ditambah aku baru saja mendapatkan lirikan dingin dari Jessica yang beberapa menit sebelumnya berjalan melewatiku. Aku tahu dia tidak menyukaiku.

~

“ Dimana kelenturan  tubuhmu Hye Jin~ssi !! “ bentak Madame Hyo Sun kearahku, matanya hampir meloncat keluar karena frustasi menghadapiku yang kembali tidak bisa menjangkau lututku , untuk menekuk tubuhku hingga aku bisa mencium lututku saja rasanya susah sekali, tulang belakangku seperti dipaksa ditekuk tanpa memikirkan apakah ada jaminan jika tulang-tulangku tidak akan lepas dari engsel yang menyangganya.

“ Ulang sekali lagi ! Apa gunanya pemanasan yang kau lakukan selama 30 menit tadi ! “ sentaknya sekali lagi .

“ Ne, maafkan aku madame “ jawabku pelan sambil membungkuk singkat padanya. Madame Hyo Sun tampak memandangku tajam, dia seolah tidak peduli melihat keringat besar-besar yang sudah memenuhi wajahku yang sama sepertinya frustasi karena tidak bisa melakukan gerakan yang pada tingkatan ballet adalah gerakan yang sederhana *sok tahu gue* .

Aku menegakkan tubuhku sejenak, mengambil nafas lewat mulut dan membuangnya perlahan, aku masih mencoba membuat diriku rileks agar tidak mengejutkan otot-ototku yang sudah dipaksa bekerja keras hari ini. Pelan tapi pasti , setelah merasa yakin, aku mulai menekuk tubuhku kedepan, tujuan wajahku adalah mencium lututku sendiri. Sial !! Kembali rasa sakit menyerang belakang punggungku, sangat sakit !! Tapi aku tidak ingin wanita mengerikan ini harus kembali memakiku, kupejamkan mataku sambil mengingat-ngingat bagaimana ekspresi wajah Hye Ri setiap saat ia latihan , ayolah Hye Jin terus tekuk ! Aku mengumpat pelan namun tetap memaksa tubuhku menekuk, dan akhirnya…..aku berhasil mencium lututku, mataku melebar saat berhasil melihat lututku sendiri , rambutku terjuntai kebawah yang menandakan aku sudah berhasil menekuk tubuhku secara sempurna !

“ Tahan sebentar ! Atur nafasmu saat ini ! “ perintah Madame Hyo Sun cepat yang tanpa pikir panjang langsung kuikuti. Dalam posisi seperti ini, aku mulai mengatur nafasku , aku merasa seperti semua darahku mengalir kekepalaku, terasa berat memang namun tidak begitu buruk.

“ Kembali berdiri tegak, namun secara perlahan , tetap jaga jalan keluar masuk udara dari mulutmu ..” perintah Madame Hyo Sun dengan nada suara yang terdengar lebih santai. Kuikuti petunjuk wanita ini, aku mulai menegakkan tubuhku secara hati-hati, aishhh ~~ ini sama saja menyakitkannya, alisku berkerut merasakan linu yang kurasakan dibelakang tubuhku, aku masih terus berusaha menegakkan tubuhku lagi sampai akhirnya aku benar-benar sudah berdiri tegak, sontak kerutan alisku mengendur diiringi hembusan nafas lega dariku .

“ Lihat ! Kau bisa melakukannya bukan ?” tanyanya . Aku hanya tersenyum tipis menanggapi ucapannya, aku yakin jika sebenarnya wanita ini sedang berusaha memberikan semangat padaku hanya dengan penyampaian yang berbeda.

“ Lakukan itu berkali-kali sampai tubuhmu terbiasa , jika kau sudah benar-benar menguasai teknik ini, kita melangkah ketahap selanjutnya “ tambah Madam Hyo Sun

“ Nde ?! berkali-kali ?” tanyaku memastikan

“ Ne ! sampai aku merasa kau sudah benar-benar menguasainya , standarku sangat tinggi Hye Jin~ssi, jadi berusahalah ~~ “ ucap Madam Hyo Sun, dia sedikit menampilkan smirk meremehkan kearahku dan perlahan mulai membalik, bahuku langsung jatuh lemas mendengarkan kata ’ berkali-kali ‘ yang tadi sempat diucapkan olehnya.

“ Tapi…”

Kembali pandanganku tertuju pada Madame Hyo Sun yang tiba-tiba menahan langkahnya, dan kembali berbalik untuk menatapku. Dia menatapku sebentar lalu mulai kembali membuka mulutnya.

“ Matamu benar-benar sangat mirip dengan kembaranmu saat menatap seseorang, dia…” Madame Hyo Sun berhenti sebentar , bola matanya tampak menerawang jauh seiring dengan sunggingan tipis bibirnya yang sedikit tertarik kebelakang yang menandakan wanita ini tersenyum tipis.

“ Dia wanita yang sangat berbakat …”

Aku tahu hanya dengan menatapnya saja , wanita ini mengucapkan kalimat itu dengan tulus. “ Jujur, aku cukup kehilangan dengan kepergiannya , dia salah satu murid terbaikku “

“ Akan sangat sulit jika kau ingin sepertinya, tapi itu bukan berarti tidak mungkin, aku mengerti alasan kenapa kau mau bergabung dikelas ini , ini karena dia bukan ? “ tanyanya lagi, sekarang kesan angker entah kenapa hilang begitu saja dari wanita ini, aku masih terdiam tidak menjawab apa-apa, karena menurutku dia tetap saja akan tahu jawaban yang sebenarnya.

“ Apapun alasanmu, tolong jangan lakukan dengan setengah hati, karena seperti yang kukatakan dari awal, kau tidak akan mendapatkan hasil apa-apa . Jadi….”

“ Ehm.. berjuang dan berusahalah Hye Jin~ssi “ lanjut Madam Hyo Sun perlahan, kali ini aku benar-benar yakin jika dia tersenyum karena gigi-gigi putihnya terpampang jelas diwajahnya menyunggingkan kesan bersahabat , reaksiku saat ini masih sama, tetap diam walaupun aku merasakan sedikit buncahan semangat didasar hatiku. Madam Hyo Sun kembali berbalik dan langsung berjalan meningalkanku.

“ Hei kau ! Luruskan punggungmu saat kau memutar tubuhmu ! “ teriaknya setelah cukup jauh meninggalkanku, justru saat ini aku tertawa, aku bisa membayangkan bagaimana ekspresi wajahnya saat mengucapkan kalimat itu. Aku masih memandang punggungnya yang semakin menjauh menuju sekelompok penari yang tampak kesulitan mempraktekkan beberapa teknik yang sedang dipelajari.

“ Apa kau begitu istimewa dikelas ini Hye Ri~ya ?” bisikku pelan sambil menundukkan kepalaku. Aku semakin tersenyum lebar saat teringat kembali ucapan semangat dari wanita itu, sepertinya dia tidak begitu buruk.

~” Jadi karena kekasihmu itu kau tidak masuk kelas hari ini ?” tanyaku sambil menjepit ponselku antara telinga dan bahu kiriku.

“ Ne, dia tiba-tiba masuk rumah sakit karena penyakit usus buntunya kambuh , sekarang aku sedang menemaninya, orang tuanya masih diluar kota saat ini “ jelas Sooyoung disebrang telponku.

“ Itu resikomu menjadi pacar anak orang kaya, namun jauh dari orang tuanya” ejekku . Kudengar dengusan kecil dari Sooyoung yang mengundangku untuk tertawa.

“ Setidaknya aku punya kekasih, tidak sepertimu yang selalu menantikan kapan ikan asal Mokpo itu akan menyatakan perasaan yang sama sepertimu “ balas Sooyoung

“ Isshhh.kau ini..” Sooyong justru tertawa renyah

“ Sudah ya~~ sepertinya dia memanggilku, aku akan menelponmu lagi “ sambung Sooyoung dan sedetik kemudian terdengar bunyik klik pelan yang menandakan panggilannya telah berakhir. Kutarik kembali ponselku lalu menyelipkannya kedalam tas yang kuselimpangkan ditubuhku. Kututup pintu lokerku dan menguncinya. Sudah waktunya pulang bukan ? Beberapa mahasiswi lainnya juga tampak meninggalkan ruang ganti ini , tanpa ada niatan berjalan bersama dari salah satu mahasiswi-mahasiswi itu, aku lebih memilih berjalan sendiri keluar dari ruang ganti ini. Aku hampir melupakan sesuatu, Donghae bilang dia akan mempir kekelasku bukan ? Tapi sampai kelasku berakhir aku tidak melihat batang hidungnya ! Kukedikkan bahu singkat bersikap seolah tidak peduli, bukannya lebih baik bukan jika dia tidak melihatku, aku yakin dia akan menertawakanku yang berusaha menari bahkan sebuah robot tampak lebih baik menari dari pada aku. Langkahku semakin melaju , aku kini menyusuri koridor yang akan membawaku keluar dari gedung fakultas kesenian ini. Aku bisa melihat semburat merah dari langit luar yang menandakan waktu telah sore.  Terus kepacu langkahku sampai aku bisa melihat keadaan diluar, dan……..

Seketika langkahku terhenti saat aku bisa melihat disebrang gedung ini seseorang yang sangat kukenal berdiri membelakangiku , tubuhnya sedang menatap kolam air mancur yang memang ada didepan fakultas ini yang bersebrangan dengan fakultas ilmu sastra. Motor kesayangannya terlihat dia parkirkan disebelahnya . Jadi dia benar-benar datang namun tidak masuk kedalam kelasku ? Punggungnya yang lebar tampak sangat menentramkan padahal kupandang dengan jarak yang mungkin sekitar 10 meter dari tempatku. Mungkin lebih baik aku mengejutkannya dengan diam-diam mendatanginya. Senyumku tampak terlukis diwajahku karena jujur saja aku senang dia datang untuk menjemputku. Dengan semangat aku mulai melangkahkan kakiku menuju tempatnya….

“ Donghae~ya !! “ panggil seseorang dibelakangku. Seketika langkahku terhenti , aku hendak menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang memanggil Donghae, sebuah pertanyaan menyeruak tentang siapa orang selain aku difakultas ini yang mengenal Donghae, tentu saja selain sahabatku sendiri, Choi Sooyoung. Tapi belum sempat aku melenggangkan kepalaku kebelakang, sekelebat bayangan telah melewatiku begitu saja, kembali suara yang sepertinya kukenal itu memanggil nama Donghae dengan sapaan keakraban.

“ Donghae~ya !! “ seseorang yang baru saja melewatiku telah berjalan cepat menuju tempat dimana Donghae berada, rambut coklat terangnya  berkibar karena dia sedikit berlari yang menandakan gadis itu sedikit bersemangat. Jessica ??

Kini Donghae mulai berbalik, sialnya tubuhku tertutup oleh Jessica yang aku yakin telah sampai tepat didepan Donghae , menghalangi pandanganku pada wajah Donghae. Dia pasti tidak tahu aku sudah melihatnya. Tubuhku masih belum mau beranjak dari tempatnya  , aku seolah membatu melihat pemandangan dimana Jessica tampak menyapa akrab Donghae. Jadi mereka sudah saling kenal ? Jessica mengenal Donghae ? Aku mendapati sebuah kenyataan jika mereka cukup akran terbukti dengan Jessica yang memanggil Donghae dengan sapaan keakraban sama seperti aku memanggil Donghae.

Kupaksa langkahku untuk terus maju, aku masih belum tahu apakah aku harus menghampiri dua orang itu yang seperti sedang saling menanyakan kabar atau justru berpura-pura tidak melihat mereka , apakah aku boleh jujur disini ??

Ya ~~ aku tidak suka melihat pemandangan ini, sebuah kenyataan dimana Donghae tampak tersenyum ramah pada seorang wanita yang aku berani jamin dia tidak pernah melakukannya kecuali dihadapanku ataupun Sooyoung yang sudah lama mengenalnya. Dan satu fakta lagi tentang ketidaksukaanku pada wanita es itu .

Baiklah ~~ aku tidak akan tahan jika harus menghampirinya, secepat kilat kebelokkan langkahku dan berjalan begitu saja hendak meninggalkan fakultas baruku ini. Bersenang-senanglah Lee Donghae , mungkin aku salah berpikiran jika kau dating kesini untuk menjemputku.

……………” He Jin~ah !! “

DEG ….dia memanggilku, langkahku otomatis terhenti namun tubuhku belum kuhadapkan untuk menatap Donghae. Terdengar derap langkah cepat yang menghampiriku yang aku yakin jika namja itu yang menghampiriku.

“ Hye Jin~ah, kenapa pergi begitu saja ?” tanya Donghae, kurasakan dia menyentuh pergelangan tanganku untuk memutar tubuhku agar menatapnya. Bibir tipisnya tampak tersungging kebelakang karena tersenyum.

“ Aku sengaja menunggu…..”

“ Jadi kau mengenal Hye Jin~ssi juga Donghae~ya ?” terdengar suara manis dari arah belakang Donghae , Donghae memutar tubuhnya dan aku bisa melihat sosok Jessica muncul dari belakangnya, yeoja ini maju mendekati kami dan mensejajarkan berdirinya disebelah Donghae.

“ Ne “ jawab Donghae sekilas lalu kembali menatapku. Jessica ikut menatapku sambil tersenyum namun tak kutanggapi karena kesan yang kudapat senyumnya lebih terkesan dingin.

“ Sangat kebetulan jika aku mengenalmu dan ternyata kau juga mengenal Hye Jin~ssi . “ celetuk Jessica, terdengar kekehan pelan dari mulut Donghae yang membuat Jessica tampak lembut menatap namja ini. Huhh ~~ aku bisa merasakan Jessica tertarik pada Donghae . “ Aku tidak hanya mengenalnya, dia sudah seperti bagian dari hidupku “ balas Donghae yang seketika menghilangkan wajah kagum dari Jessica.

Aku hanya menatap Donghae datar, karena kalimat ini sudah sangat sering kudengar dari mulutnya. “ Benarkah ?” tanya Jessica pelan .

“ Aku hanya berteman dengannya “ jawabku cepat, mataku kutujukan pada Jessica . Gadis ini kembali bisa mengatur ekspresinya, sebuah senyum manis namun bagiku sedikit mengerikan tersungging diwajahnya.

“ Jadi kalia bersahabat ?” tanya Jessica

“ ehm….” Donghae tampak hendak menjawab namun langsung kupotong dengan cepat ucapannya. “ Ne, hanya bersahabat ! “ . Aku merasa Donghae menatapku namun aku masih bertahan menatap mata Jessica, berusaha membaca ekspresi wajahnya saat ini, dan benar saja , dia semakin tersenyum yang menambah keyakinanku jika gadis ini menyukai Donghae !

“ Persahabatan yang menarik “ lugasnya . Aku yakin aku merasa muak dengan senyum gadis ini, tanpa memikirkan adap sopan santun, aku langsung berbalik dan berjalan meninggalkannya. Entah kenapa aku sangat marah melihat ekspresi Jessica yang terang-terangan menyampaikan padaku jika dia memang tertarik pada Lee Donghae namun ikan bodoh itu tidak menyadarinya ! Tentu saja ! Aku yang sudah bertahun-tahun saja mencintainya, dia tidak pernah sadar ! Aku cemburu ? Aku tidak menampiknya ! Tentu aku cemburu, dia….

“ Aku sengaja menjemputmu ! “ tahan Donghae dengan mencengkram tanganku yang membuatku menghentikan langkahku. Kuhempaskan dengan cepat tangannya yang membuat Donghae membelalak terkejut menatapku. Tentu saja, dia pasti bertanya-tanya kenapa tiba-tiba aku bersikap seperti ini.

“ Kau kenapa ?” tanya Donghae . Aku tidak menatapnya dan terus memasang wajah tidak peduli . “ Kau tidak suka aku kesini ?” tebaknya . Apa pria ini tidak pernah memakai otaknya, tidak bisakah dia mencari pertanyaan yang kira-kira masuk akal ! Apa dia tidak bisa memakai perasaannya atau saraf kepekaannya. Aku cemburu !

“ Aku tidak apa-apa ! Aku mau pulang !” jawabku cepat .

“ Kalau begitu pulang bersamaku “ tahan Donghae sekali lagi

“ Aku bisa pulang sendiri “

“ Kau ingin membuatku tertawa Hye Jin~ah ?” tanya Donghae tiba-tiba yang memaksaku harus menoleh kearahnya. Kusadari jika Jessica tidak lagi menghampiri kami, aku melirik singkat tempat kami bertiga tadi berbicara, ternyata wanita itu masih berdiri ditempat itu, namun sedang mengamati aku dan Donghae yang pasti terlihat sedang berdebat. “ Nde ?!”

“ Kau membuatku ingin tertawa “ ucap Donghae , dia tersenyum ! Dasar ikan !

“ Siapa yang ingin menjadi pelawak untukmu ! “ jawabku sengit.

“ kau tahu ? Sikapmu itu seperti kau sedang cemburu padaku, seperti seorang kekasih yang tidak suka jika pacarnya berbicara dengan gadis lain “ jawab Donghae santai. Seringaian khasnya kini terlukis diwajahnya, Ya Tuhan ! Kutarik kata-kataku jika saraf kepekaannya tidak berfungsi, dia sadar jika aku cemburu !

“ …………”

“ Kau cemburu pada Jessica ?” tebaknya, dan sialnya itu tepat ! Kupaksa bibirku untuk tertawa yang justru terdengar ganjil ditelingaku sendiri. “ Untuk apa ? Karena kalian sedang berbicang dengan akrab ? Kau terlalu percaya diri Donghae~ya ..” balasku .

Donghae semakin tersenyum yang menandakan ucapanku tidak mempengaruhinya. Baiklah ~~ aku kembali ketahuan .

“ Dia hanya seseorang yang kukenal secara tidak sengaja, aku….”

“ Kau tidak perlu menjelaskan apapun padaku Donghae~ya , saat ini justru kau yang terlihat berusaha meyakinkanku supaya aku tidak salah paham padamu , kau seperti menyukaiku saja “ balasku , kini ekspresi Donghae yang tampak mengeras, aku yang diatas angin saat ini.

“ hahaha~~ tidak perlu tegang, aku akan berpura-pura tidak tahu “ lanjutku mencoba menampilkan seringaian yang sama dengannya , entah berhasil atau tidak.

“ Sedang menggodaku ?” ejek Donghae , namun aku langsung mengeraskan wajahku dan menatapnya dingin. “ Aku mau pulang ! Kau bisa mengantar Jessica agar lebih memperdalam keakraban diantara kalian “ ucapku lalu berbalik lagi. Saat ini Donghae tidak lagi menahan tanganku, kudengar derap langkahnya yang justru menjauhiku. Ciihhh ~~ apa dia benar-benar akan mengantar Jessica ? Sekuat tenaga aku tidak mau menoleh, akan langsung kalah adu gengsiku dengan pria itu jika aku menoleh dan menatapnya kecewa karena dia lebih memilih mengantar Jessica dari pada aku, sahabatnya sendiri . Terus saja melangkah Lee Hye Jin , ini semua tidak akan memperngaruhimu, tidak akan !!! Aku kini justru berjalan cepat dan terkesan berlari , aku terus memacu langkahku dan hampir sampai digerbang utama ,

*CKITT* (suara motor yang berhenti ceritanya *plakk)

Aku menoleh cepat dan mendapati jika motor Donghae menghadangku, tentu saja dengan pria ini sebagai pengedaranya. Dibukanya kaca helmnya dan menampilkan matanya yang lurus menatapku. “ Sudahlah ~~ ayo naik “ ujarnya .

Aku masih mengunci mulutku dan menatapnya dingin.

“ Okey ~~ aku tidak akan menggodamu lagi, tapi jangan seperti ini, aku benar-benar datang untuk menjemputmu , kau tahu selama satu jam aku menunggu diluar, bisa saja aku masuk kekelasmu, tapi kau tidak mau aku melihatmu menari bukan ? “ ucap Donghae, kedua alisnya tampak berkerut menampilkan mimik wajah yang justru sedikit lucu bagiku.

“ Hye Jin~ah…..” panggilnya . Pria ini sedikit tersenyum kearahku berusaha mengendurkan wajah kerasku agar ikut tersenyum kearahnya. Dan…..itu berhasil, karena saat ini aku ikut tersenyum walau sangat tipis.

“ Aku mengenal gadis ini sebagai sahabatku “ ujar Donghae tersenyum lebar, dia langsung menarik tanganku untuk mendekat kemotornya, diserahkannya helm yang biasa kupakai jika aku naik motor bersamanya. “ Kita makan dulu bagaimana ? Simpan dompetmu karena aku yang akan mentraktirmu hari ini “ tanyanya

“ Akan kukuras sampai habis kalau begitu isi dompetmu hari ini “ balasku sok ketus kepadanya yang hanya dibalas tawa renyah dari namja ini. Seperti ini lah kami, sangat cepat prosesnya kami saling adu mulut, berdebat atau justru marah, namun secepat kilat pula kami langsung berbaikkan seolah lupa dengan kalimat-kalimat kami yang saling menyerang tadi. Lee Donghae ~~ hanya pria ini yang kuijinkan berpengaruh seperti itu kepadaku .

~Aku keluar dari ATM tempatku mengambil uang dengan sedikit tidak bersemangat. Bukan karena uang yang kuambil kurang, justru bertambah untuk pengiriman bulan ini dari ibuku yang ada diluar negri. Hanya saja perasaan ini selalu kurasakan saat aku mengambil uang ini. Uang ini seolah terasa tidak menggiurkan bagiku , dibanding dengan perasaan rinduku mengingat perasaan kasih sayang lengkap yang kuterima dari kedua orang tuaku dulu. “ Aku sudah bilang jangan mengirimkan terlalu banyak kan ?” dengusku memandang uang yang ada ditanganku ini, akhirnya kuputuskan untuk membagi uang ini, setengahnya kusimpan didompetku dan setengahnya lagi kumasukkan kedalam amlpop coklat yang memang sudah kupersiapkan sebelumnya. Orang itu pasti sudah menungguku mengantarkan uang ini , walaupun dia selalu berkata sok tidak mau menerima uang ini. Aku berjalan menuju sebuah halte bus yang tak jauh dari tempat ATM ini, ya ..aku akan menghampiri ayahku dan menyerahkan uang ini kepadanya.

~ “ Ambilah ~~ “ ucapku sambil menyodorkan amplop coklat yang berisi uang kepada pria yang duduk didepanku ini.

“ Hye Jin~ah…”

“ Berhentilah bekerja disini appa ~~ “ potongku . Aku menatapnya lemah dan kecewa. “ Gunakan uang yang kuberikan setiap bulan kepadamu untuk membuka usaha yang lain, jangan buat dirimu bekerja pada orang lain, aku….”

“ Kau malu ?”

“ Bukan seperti itu ! Aku tidak suka melihat ayahku diperintah oleh orang lain “ jawabku cepat. Terdengar tawa lembut darinya, dia menatapku sayu sambil menyeruput minuman yang ada dihadapannya. Aku dan ayahku ini sedang berada dikedai tempatnya bekerja, yaa ~~ setelah ia resmi bercerai dari ibuku , ayahku benar-benar membuat dirinya tampak menyedihkan, tidak terlihat kesan dari dirinya sekarang yang dulu sempat merasakan manisnya kekayaan ibuku. Alasan yang sangat komplek saat mereka bercerai, ayahku berselingkuh karena tidak tahan dengan sikap ibuku yang begitu cuek dan terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Ayahku bekerja diperusahaan kakekku yang tak lain adalah ayah kandung ibuku , namun posisinya tetap dibawah ibuku yang sabagai direktur utamanya, tapi tidak seperti ayahku yang masih mengingatku dan Hye Ri, ibuku jauh berbeda, dia wanita karir yang benar-benar mengerikan saat itu atau mungkin masih sama sampai saat ini. Semua waktunya dia habiskan dikantor, luar kota bahkan luar negri, bahkan hari minggu waktu yang sangat tepat untuk kami berkumpul tetap dilewatinya, mungkin wajar saja jika ayahku merasa…….sudahlah ~~ aku tidak mau mengingatnya lagi, semua itu begitu menyakitkan bagiku.

“ Aku pasti akan membuka usaha sendiri Hye Jin~ah, kau tidak perlu khawatir, hanya saja masih banyak yang perlu kupelajari dari atasanku itu “ ujar ayahku sambil melirik bangga atasannya yang memang terkenal supel dan sangat baik.

“ Aku….”

“ Aku yang justru malu harus membagi uang dari ibumu denganku “ potong ayahku, dia tampak tersenyum miris yang membuatku tidak suka melihatnya.

“ Itu sudah menjadi uangku, terserah padaku ingin menyerahkan pada siapa !” balasku cepat. Ayahku kembali tertawa, tawa yang cukup menenangkanku. Sudah lama aku tidak melihat senyum tulusnya ini, yang lebih sering tertutup senyum getir karena kehidupannya.

“ Aku bangga padamu , maaf saat ini harus berbagi denganku dulu, tapi suatu saat nanti uang itu hanya akan kau yang menikmatinya “

“ Appa…..”

“ Aku rindu pada Hye Ri, bisakah kita akhir pekan ini mengunjungi makamnya  bersama ?”  tanya ayahku.

Aku langsung mengangguk cepat dan melempar senyumku, tangan ayahku terjulur untuk menggenggam tanganku yang langsung kubalas genggamannya itu.

“ Hanya kau yang kumiliki saat ini, anak perempuanku …” ujarnya pelan .

“ Appa…..”

~

“ Hati-hati ya ! Langsung pulang kerumahmu ! Telpon aku jika kau sudah sampai rumah !” teriak ayahku saat aku sudah berjalan menjauhi kedai tempatnya bekerja.

“ Ne, appa !! “ balasku berteriak , aku memutar tubuhku dan kembali berjalan, kulihat jam ditanganku yang sudah menunjukkan pukul 8 malam, sepertinya aku mengobrol lama sekali dengannya. Aku berjalan sedikit santai kali ini, halte bus masih beberapa blok lagi, aku berjalan ditrotoar sambil menimkati lalu lalang kendaraan yang masih cukup ramai.

“ Rasakan ini ! “

BUGHHH !! Langkahku terhenti seketika, aku melenggangkan kepalaku mencari sumber suara, dan ternyata disebelah trotoar tempatku berjalan ini ada sebuah pagar tanaman yang tingginya sepundakku dan dibaliknya menampilkan taman terbuka , tempat biasa orang-orang berkumpul sekedar untuk olah raga atau sebagainya.  Kupikir ada 2 orang yang  sedang memukuli seseorang yang terlihat mabuk ,

“ Kau tidak bisa menggunakan matamu untuk menyetir huh ? “ seorang pria sepertinya sedang memegang kerah lelaki yang tadi dipukulnya, aku tidak bisa melihat wajah lelaki itu karena posisinya yang membelakangiku.

“ Aa…aku…” lenguh pria itu, sepertinya memang benar dia mabuk berat, aku kembali memutar kepalaku berusaha mencari sesuatu, dan ternyata kudapati sebuah mobil yang diparkir dipinggir jalan memepet pada trotoar jalan , mungkin ini mobilnya, cara pemberhentian mobil yang tidak rapi ini membuktikan mungkin memang benar jika sipembuk hampir menabrak pria yang sedang bersiap menghajarnya lagi.

Aihhh~~ ini bukan urusanku !

“ Aku tidak suka berusan dengan polisi, tapi aku tidak akan memafkanmu begitu saja ! Rsakan ini !”

Bughhh !! kembali pukulan terlayangkan kewajah pria itu yang sontak membuat tubuhnya memutar kebelakang dan…….

Tubuhku seolah mati rasa saat aku melihat wajah pemabuk itu, darah sontak keluar dari sudut bibirnya akibat pukulan orang itu, sedangkan temannya hanya melihat seolah menikmati acara pukul-memukul ini. Aku kembali menatap mobil sipemabuk ini . Sial ! Ini mobil Choi Siwon ,jadi sudah pasti sipemabuk itu dia ! Aku langsung berlari cepat, mencari gerbang masuk pintu taman ini, karena aku masih terhalang pagar hidup yang membatasi taman ini. Masih terdengar bunyi pukulan-pukulan dari arah taman ! Ya Tuhan ! Dua orang itu pasti menghajar Siwon habis-habisan ! Akhirnya aku melihat pintu masuknya, aku segera memasuki taman ini, secepat kilat aku berlari dan berhasil menemukan posisi Siwon, namun kedua orang yang memukulnya sudah tidak ada lagi disini, yang tersisa hanya Siwon yang sudah tersungkur lemah ditanah , erangan kecil keluar dari mulutnya, aku langsung menghampirinya dan menyentuh pundaknya.

“ Siwon~ssi …” panggilku khawatir. Siwon masih tampak mengerang, apa dia belum sadar dengan kehadiranku, akhirnya kuputuskan untuk membantunya duduk, kutarik tangannya keleherku dan sebelah tanganku menopang pinggangnya membantunya duduk agar dia lebih sadar jika ada seseorang disebelahnya.

“ Siwon~ssi, kau tidak apa-apa ?” tanyaku. Pertanyaan bodoh ! Kau lihat wajahnya Lee Hye Jin, mukanya memar parah dan sudut bibirnya robek akibat pukulan orang tadi.

“ Erhhhhh…..” erang Siwon sekali lagi masih menutup kedua matanya, wajahnya tampak pucat yang menimbulkan perasaan sangat khawatir dari diriku.

“ Siwon~ssi, kau bisa mendengarku ? Siwon~ssi…..! “panggilku .

“ Arhhhhhh….”

“ Siwon~ssi, ini aku Lee Hye Jin ! Kau mendengarku ?” panggilku kuat, aku menoleh kanan kiri dan tidak mendapati siapapun. Ya Tuhan !! Apa yang harus kulakukan !!

“ H…Hy…Hye Jin~ah……” erang Siwon lemah , aku yakin jika pria ini masih dalam pengaruh alcohol dengan rasa sakit yang ia rasakan pada wajahnya

“ Ne, ini aku, kau…sebenarnya ada apa ?”

“ Hy..Hye Jin~ah…” panggilnya lemah

“ Ne, buka matamu setidaknya ! Ayo bangun, kita harus kerumah sakit , kau terluka cukup parah “ jawabku panik. Aku berusaha membuatnya ikut bangkit, namun tubuhnya terlalu berat. Dan tiba-tiba saja , tangan Siwon jatuh lemah dengan bunyi debugh pelan , matanya sempurna tertutup diiringi berhentinya erangan yang keluar dari mulutnya. Dia pingsan !!

“ Siwon~ssi ! Siwon~ssi !! Hei…” panggilku panik. Namun kepala Siwon hanya terkulai lemah kesana kemari akibat kedua pipinya yang kutepuk keras

“ Siwon~ssi bangunlah ~~ hei…”

“ Siwon~ssi !!!!!! “

TBC

Okey ~~ gimana part ini ? Jujur aja, kalian ga akan nemu konflik yang berat dicerita ini. Ini pyur cuman kisah sad romance biasa aja, jadi konflikpun tentang cinta dan kehidupan sekitarnya aja, wkwkwkwk ! Jadi maaf ya kalo klimaksnya ntar ga begitu kerasa.

Alasan gue ngesharenya di WP karena keeroran FB gue, dan kembali ingin membuat WP gue aktif menghasilkan karya (?) , mungkin gue akan kekurangan pembaca, tapi gue udah bisa nerima kok, di WP lebih aman sepertinya, ehehehhe.

Maaf ngepostnya agak lama, karena gue agak sibuk, ini libur semester ganjil jadi gue harus siapin bahan ajar semester genap yang kadang ngebuat laptop kepake buat ngetik bahan -______- . Dan pengaruh mood yang ga tentu juga, hehehhe.

KOMEN seperti biasa, yang punya WP juga, like ya !! Inget password setiap part selalu beda , jadi yang komen dipart ini aja yang gue kasih password, gue itu yang penting komen , maka ga susah dapet password part berikutnya, hehehe. See you in next part yaaaa ~~ dadahhhhh

60 thoughts on “BOTH LOVE part 3

  1. waah…ceritanya semkin serruuu….
    ngebayangin klo castnya nie antara seokyu dan seohae….
    menurut ku hye jin cocoknya sama siwon soal’y masih bingung sama perasan donghae…
    but for all is daebak….
    gomao yo eoni^^ :))

  2. Penasaran deh sama perasaan si hye jin,sbnrnya yg dya suka itu donghae atau siwon sih ????????

    Itu si jesica lma2 ngeselin juga ya

    Kau dan Hye Ri memiliki sorot mata yang sama saat menatap lawan bicara kalian, dalam tapi menampilkan ketenangan yang membuat warna coklat mata kalian tampak melembut *so sweet bngt sih😀

  3. Aih…setelah sekian lama akhirnya bisa baca ff ni lg!
    Hemh, awalnya sedkit sush nyamain antra yg seohae dgn yg ini pi trnyta jln crtany msh sma cma seo dgnti hye…
    Jadi semangat ngelanjutin bacany!
    N semangat juga y buat pembuat ff ini..

  4. waaahhh…..
    seru bgt crita ny…..
    aq jg puas bgt ngbaca ff ni….
    langsung baca part 3 py gpp…
    jd hye ri dah meninggal y…truzz hye jin kmbaran ny….
    hye jin ny dah suka ma donghae trus siwon ny gmana….
    penasaran ma part selanjut ny….
    kira2 masih d lasih gak y pw ny….hehe

  5. kok mkn kesini makin sedih sih..akh suka baca yg ada hyejin ma donghaenya..pokoknya hyejin harus ama hae,,,harus..*maksa*..riska baebak!!!

  6. OOT dulu.. br perhatiin ini kalimat ini krna sblmnya baca lwat hape.. “Love Donghae and Seohyun. SeoKyu hard Shipper !” klo boleh tau knapa gg pake seohyun ajja?

    Makin suka.. Tapi klo bsa dibuat ma donghaeee ajaa… *winkwink
    Katanya ff yg Memory Revenge juga bagus ya?? mau baca jugaa..

  7. tambah galau pilih siwon ato donghae,
    dijelaskan klo hye jin ska sma hae,tp klo sifat siwon kaya gini terus, hyejin jg psti bs suka sma siwon
    wah bikin galau, daebak deh, 🙂

  8. hae knp g jujur aja ma hye jin klo kmu tu cinta ma dia.eh mlh belagak g mau tau.bikin geregetan .nah trus siwon knp tu pake mabuk sgla sampe dhajr babak belur.lnjt k part 4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s