BOTH LOVE part 2

BOTH LOVE part 2

– Lee Hye Jin’s POV

“ Sudah kubilang aku ingin kau menggantikan Hye Ri untukku Hye Jin~ssi, ini baru awal dari perhatianku, kau akan semakin banyak mendapatkannya , masih banyak lagi cinta yang ingin kuberi padamu “ ucap pria yang bertahan menahan tanganku ini

“ Nde…?” ucapku bersamaan dengan Donghae yang juga menggenggam sebelah tanganku yang lainnya

“ Naik kemobilku “ lanjut Siwon mantap . Kurasakan genggaman tangan Donghae menguat pada telapak tanganku yang digenggamannya. Aihhh, apa ini ! Kenapa dua orang ini seolah sedang memperebutkan barang yang mereka inginkan !

“ Dia akan naik bus bersamaku tuan muda “ ujar Donghae yang kentara sekali memiliki arti mencibir dari nada bicaranya . Siwon sama sekali mengabaikan Donghae dan hanya menatapku. “ Biarkan aku yang mengantarmu hari ini Hye Jin~ssi “ ucap Siwon lembut

“ Nde..?”

“ Aku mohon…” lanjutnya jauh lebih menghaluskan nada suaranya. Entah setan mana atau justru roh Hye Ri masuk ketubuhku karena tanpa kusadari aku mengangguk begitu saja sebagai tanda menyetujui ajakannya. Senyum Siwon mengembang diiringi desisan pelan yang kutebak berasal dari Donghae .  “ Kenapa kau mengangguk ?!” geram Donghae disebelahku, kepalaku menoleh lemah kearahnya berusaha hanya dengan menatapnya ia tahu maksud pandanganku. ‘ aku juga tidak tahu kenapa ‘.

“ Naiklah…” tarik Siwon yang otomatis melepaskan genggaman tanganku dengan Donghae .  Aku tahu aku mulai tidak waras lagi, dengan gampangnya lelaki ini meracuni otakku membuatku mengabaikan begitu saja orang yang telah kucintai sangat lama . Lee Donghae .

“ Hye Jin~ah ? Kau benar-benar akan pergi bersamanya ?” tanya Donghae masih tidak percaya, namun aku tidak mengucapkan apapun karena merasa sangat blank saat ini. Siwon seolah memiliki magnet yang menarikku dengan cepat dan menghadapkan pikiranku terfokus padanya dalam sekejap. Siwon membukakan pintu penumpang yang ada disebelah kemudi, lalu membantuku dengan mendorong tubuhku pelan, dengan bodohnya aku masuk kedalam mobil dan membiarkan namja ini menutup pintu mobil sportnya begitu saja. Tidak lama kemudian Siwon telah menyusulku dengan duduk dibangku kemudi lalu tanpa ragu menghidupkan mobilnya. Aku menoleh keluar jendela mobil ini dan membalas tatapan Donghae yang seolah menuntut penjelasan. Tapi yang bisa kulakukan hanya memandangnya hampa karena aku sendiri tidak sadar dengan semua yang kulakukan.

~Kutahan sekuat tenaga otot leherku yang sepertinya menuntutku untuk menatap sisi wajah Siwon yang sedang berkonsentrasi menyetir. Jangan tatap dia ! Jangan tatap dia ! Ya Tuhan kenapa suasana didalam mobil ini seperti mencekek leherku , aku merasa sangat canggung , Siwon sama sekali tidak membuka mulutnya, setidaknya katakan sesuatu sehingga aku tidak merasa sedang bersama seorang robot.

Tiba-tiba pikiranku melayang ketempat lain , Lee Donghae ? Bagaimana dia sekarang, aku bisa menebak dia akan menuntut penjelasan dariku jika aku bertemu lagi dengannya. Donghae tahu jika aku hampir jarang mempunyai teman lelaki kecuali dirinya, teman dekatku hanya Donghae dan Sooyoung selama ini.

“ Sebentar lagi kita sampai Hye Ri~ya…”

DEG ! Aku langsung menoleh cepat menatap Siwon. Hye Ri~ya ? Dia bukan menyebut namaku melainkan menyebut nama saudara kembarku. Seperti biasa kukerutkan kedua alisku lalu membuka mulutku untuk berbicara. “ Aku bukan Hye Ri “ ucapku pelan namun mantap. Seketika Siwon menginjak rem secara mendadak yang membuat mobil sportnya ini berhenti, aku seolah tidak terpengaruh dengan kejutan dari pemberhentian mobil ini secara mendadak, aku masih menatap Siwon, tidak tajam tapi cukup membuat dia merasa gelagapan.

“ Aku..itu…maaf, aku…”

“ Kau menganggapku Hye Ri ? “ tanyaku

“ Itu..”

“ Kami memang kembar, tapi aku bukan dia . Aku tahu kau mendekatiku karena aku mempunyai wajah yang sama dengan Hye Ri, tentu saja karena aku kembarannya . Tapi aku bukan dia . Aku tidak keberatan mengenalmu lebih jauh, tapi bukan berarti kau boleh menganggapku sabagai Hye Ri “ sebenarnya aku kerasukan apa ? Apa yang kuucapkan barusan ! Namun yang kulakukan adalah mempertahankan ekspresi dinginku setelah mengucapkan kalimat panjang itu. Mengenalnya lebih jauh ? Gila !

“ Maafkan aku Hye Jin~ssi “ jawabnya pelan tanpa menatapku

“ Aku akan turun disini “ ucapku akhirnya, aku hendak membuka seatbeltku namun tangan kekarnya langsung menahanku. “ Sebentar lagi sampai , aku antar ….Hye Jin~ssi “ ucap Siwon menyebutkan namaku dengan sesuatu yang sedikit dipaksakan. Akhirnya aku melemah dan kembali menatap lurus kedepan . Aku semakin yakin jika dimatanya aku adalah Hye Ri, atau justru dia benar-benar menganggapku Hye Ri, bukan sebagai pengganti Hye Ri. Persetan dengan itu semua, tapi aku dan Hye Ri adalah 2 orang yang berbeda. Dia harus paham hal itu.

~ Dengan tegas kali ini kutolak tawaran Siwon yang hendak menjemputku pulang dari kampus. Apa dia menganggap dirinya sebagai pelayan pribadi yang harus mengantar atau menjemputku.  Lupakan dia sementara dan kembali fokuskan harimu hari ini Lee Hye Jin. Aku mulai memasuki gedung fakultasku, tujuanku adalah koridor dimana loker-loker mahasiswa diletakkan digedung ini. Aku sampai didepan lokerku dan membukanya tanpa mengalami kesulitan, setelah mengambil beberapa buku yang memang sengaja kutaruh disana aku kembali menutup pintu lokerku , tapi sedetik kemudian aku terpaku ditempatku teringat akan sesuatu. Kupicingkan bola mataku kearah loker kecil disebelah lokerku yang dulunya adalah milik Hye Ri. Aku dan Hye Ri sama-sama memiliki kuci duplikat loker kami masing-masing, dan kunci duplikat loker Hye Ri tergantung bersama dengan kunci lokerku. Aku menggeser berdiriku sedikit dan berdiri tepat didepan loker Hye Ri sekarang. Kutarik kunci lokerku yang tadi masih tertancap di lokerku, aku mulai mengarahkan kunci duplikat loker Hye Ri kelubang kuncinya, dan….Trek !! Tanda aku berhasil membuka lokernya. Kubuka pelan-pelan pintu lokernya dan menatap isinya. Sedetik kemudian aku hanya mendengus menahan senyumku menatap isi lokernya yang….sangat rapi . Berbeda dengan isi lokerku yang lebih banyak berisi kertas-kertas tidak berguna yang mungkin pada akhirnya akan kubakar. Dibalik pintu loker Hye Ri terdapat fotoku dan fotonya yang kami ambil 2 bulan lalu, kuraba foto itu yang diselipkan disela-sela besi loker, tanpa sengaja foto itu terjatuh kelantai, aku hendak mengambilnya, namun langsung kutahan saat aku menyadari jika sebenarnya ada sebuah foto lagi yang ada dibalik fotoku dengan Hye Ri. Mataku membulat saat aku tahu ini foto siapa. Dipojok foto itu ada tulisan tangan Hye Ri yang sangat kukenal . “ 10 Desember 2010” . Kutatap lagi objek didalam foto itu, Hye Ri duduk santai disebelah Siwon yang merengkuh bahunya lalu menatap kamera yang aku yakin mereka melakukan self camera.

“ Itu hari ulang tahun kami “ ucapku pelan kembali menatap tanggal yang tertera dibawah foto itu.  “ Pantas saja, dia pergi seharian saat ulang tahun kami waktu itu “ ucapku kembali teringat saat aku berulang tahun 10 Desember lalu yang kuhabiskan sendiri dirumah. Ternyata dia pergi bersama kekasihnya. Jika kau masih hidup Lee Hye Ri, aku tidak akan memaafkanmu karena menyembunyikan ini semua dariku. Aku kini memungut fotoku dan foto Hye Ri yang tadi terjatuh lalu mengambilnya dan lebih memilih memasukkannya kedalam tasku. Setidaknya aku harus membereskan loker ini untuk dikosongkan , kututup pintu lokernya, menguncinya cepat lalu mulai berbalik meninggalkan lemari loker dan hendak menemui Sooyoung yang pasti sudah sangat kesal menunggu kedatanganku.

~ “ Nde ?! “ ucap Sooyoung terkejut sambil  menatap tidak percaya kearahku.

“ Ne, aku akan masuk kekelas ballerina “ ujarku mantap namun tidak menatapnya dan terus membolak-balik buku harian saudara kembarku yang kutemukan disusunan bajunya paling bawah tadi  malam. “ Kau kerasukan apa Hye Jin~ah ?” tanya Sooyoung yang sepertinya masih belum mempercayai niatku itu.

“ Mungkin roh Hye Ri yang merasukiku “ jawabku asal . “ Hye Jin~ah !! “ tegur Sooyoung , tapi aku hanya mengedikkan bahuku singkat lalu menyodorkan buku harian Hye Ri kearah Sooyoung. “ Bacalah…” ucapku lemah .

“ Jika kau selesai membaca buku itu maka kau akan tau alasan kenapa aku mau masuk kekelas ballerina “ ucapku sambil menyeder lemah pada senderan kursi yang kududuki.

“ Kapan kau bisa mengantarku mendaftarkan diri Sooyoung~ah ?” tanyaku lemah . Satu lagi keputusan gila yang kubuat . Masuk kekelas ballerina?? bahkan basic menari saja aku tidak punya, tapi ketika aku tidak sengaja membereskan lemari Hye Ri dan menemukan buku hariannya ditumpukan paling bawah baju yang ia susun dilemari, aku langsung membaca buku itu, dan sebuah kalimat yang ia tulis di pertengahan buku seolah mendorongku melakukan hal ini. “ Lee Hye Jin, Choi Siwon dan Balerina adalah impianku “ . Untuk hal ini kuabaikan Choi Siwon sebagai tujuannya, tapi aku tidak bisa mengabaikan ballerina, halaman-halaman kertas dari buku diarinya yang lain berisikan semua hal tentang ballerina ,apa dia begitu mencintai ballerina ? Aku seperti yang tidak mengenalnya saja, dia memang sangat antusias jika menceritakan tentang kegiatannya diperkumpulan balerinanya itu atau persiapannya yang akan tampil, tapi aku tidak pernah tertarik mendengarnya, hobiku adalah menyanyi makanya aku ambil kelas musik di universitas ini. Kuhembuskan nafasku yang sedikit berat melalui mulut lalu mulai mengambil lagi asupan oksigen yang tersedia bebas diudara. Kuperhatikan sejenak Sooyoung yang masih serius membaca buku harian itu.  Semakin dia membacanya maka dia akan paham kenapa aku mau melakukan kegilaan ini, meninggalkan kelasku yang kucintai dan justru mengambil kelas lain yang tak kukuasai sama sekali.

“ Kapan kau akan mengantarku untuk mendaftar Sooyoung~ah ?” tanyaku sekali lagi kepada sahabatku ini. Sooyoung tampak menghentikan aktifitas membacanya dan menatapku tampak seperti …ya- kasihan.

“ Kau akan mengalami banyak kesulitan Hye Jin~ah, harus memulainya dari awal lagi “ ujar Sooyoung tanpa menjawab pertanyaanku. Namun aku hanya menatap lemah kearahnya, aku tidak berniat mentransferkan keyakinan padanya karena memang aku tidak yakin, tapi aku hanya ingin mencoba mewujudkan mimpi konyol saudara kembarku itu, setidaknya melakukan hal yang ia suka karena ia tidak bisa melakukannya lagi .

“ Setidaknya ada yang kulakukan yang ia juga suka melakukannya “

~Kuabaikan tatapan Donghae yang ia tujukan padaku. Pria ini berdiri didepan pintu depan rumahku. Saat ia sadar akan kehadiranku, bahunya langsung tegak dan menatapku tajam. “ Aku sengaja tidak mengunci pintu rumah ini tadi sebelum pergi , kenapa kau masih menunggu didepan rumah ?” aku tidak tahu ini pertanyaan ataukah pernyataan yang kuucapkan padanya. Aku langsung memutar kenop pintu dan berjalan masuk masih berusaha menghiraukan tatapannya. Aku yakin sebentar lagi dia akan menuntutku untuk memberi penjelasan tentang kejadian tadi pagi.

“ Siapa pria itu ?” tanya Donghae, nadanya sedikit dingin. Tapi memang seperti itulah Donghae , dia akan sangat penasaran dengan siapa saja yang kukenal tapi dia tidak mengenalnya. “ Bukan siapa-siapa ”

“ Sejak kapan orang yang bukan siapa-siapa bisa sebegitu perhatiannya seperti itu padamu “ sindir Donghae. Aku kini berjalan menuju dispenser , untuk mengambil air hangat untuk kuminum. Aku yakin Donghae masih berdiri dibelakangku menunggu jawabanku. Aku berbalik lalu menatap Donghae berharap jangan ada pertikaian kecil malam ini antara kami berdua. “ Dia kekasih Hye Ri “ ucapku akhirnya yang berhasil menghilangkan guratan pada dahi Donghae, dia tampak membulatkan matanya sedikit terkejut mendengar jawabanku. Namun sedetik kemudian alisnya kembali berkerut seolah menemukan kenyataan yang lain.

“ Dan kau berselingkuh dibelakang Hye Ri ?” tanya Donghae . Aku  bereaksi dengan sedikit berjengit mendengar kesimpulan konyolnya itu.

“ Kau bodoh ! “ ucapku akhirnya yang bingung ingin mengatakan apa lagi

“ Lalu apa ? Kalau dia kekasih Hye Ri kenapa yang diantarnya dirimu ? Kenapa yang dia beri perhatian dirimu ? Dan apa arti kalimat ‘Sudah kubilang aku ingin kau menggantikan Hye Ri untukku Hye Jin~ssi, ini baru awal dari perhatianku, kau akan semakin banyak mendapatkannya , masih banyak lagi cinta yang ingin kuberi padamu’ “ ucap Donghae yang sangat sukses menirukan ucapan Siwon tadi pagi. Hatiku mencelos mendengarnya, apa Donghae masih saja belum sadar maksud ucapanku jika Hye Ri pergi bukan sekedar pergi, tapi pergi dari dunia ini !

“ Donghae~ya , Hye Ri , dia…” dan lagi lagi lidahku tercekat saat ingin melanjutkan kalimat ini.

“ Hye Ri tidak tahu kau berselingkuh dibelakangnya kan ?” tebak pria ini semakin asal

“ Isss..kau ini…” desisku

“ Atau pria itu yang berusaha menggodamu, mencoba bermain api, dia tidak hanya ingin Hye Ri tapi kembarannya juga “ Donghae semakin meraja lela mengungkapkan pikiran-pikiran konyolnya . “ Donghae~ya !! “

“ Wae ?! Aku hanya tidak mau kau dan Hye Ri jadi bertengkar “ tangkis Donghae . “ Sekarang Hye Ri sedang pergi seperti yang kau bilang kan? Maka dari itu pria tadi pagi mencoba menggodamu Hye Jin~ah, dia mengambil kesempatan selama Hye Ri sedang pergi , kau seharusnya….”

“ Hye Ri tidak akan kembali lagi  !! “ potongku cepat dan kuat . Dadaku sedikit naik turun saat aku mengucapkan kalimat itu . “ Nde..? “

“ Apa kau tidak paham makna kata ‘ pergi’ yang kumaksudkan ? Hye Ri benar-benar sudah pergi Donghae~ya “ lanjutku jauh lebih pelan dan sangat sesak saat harus memaksa mulutku mengucapkan kalimat itu.

“ Apa maksudmu ?” tanya Donghae tampak semakin bingung

“ Kuantar besok kau kemakamnya “ ucapku cepat lalu berjalan melaluinya begitu saja tanpa memandang lagi bagaimana ekspresi Donghae setelah kalimat itu meluncur dari mulutku. Tujuanku adalah kamarku, dengan cepat kubuka pintu kamarku lalu melesat kedalam dan mengunci pintu kamarku dari dalam. Aku bersender lemah dibalik pintu kamarku, aku yakin mataku tidak terasa panas, hanya saja ada rasa sangat sesak disini. Didadaku, masih sangat sulit menerima kenyataan bahwa seseorang yang seperti sebagian dari dirimu sendiri telah benar-benar pergi tanpa jejak.  Aku mencoba bernafas lebih tenang dengan menghirup oksigen dari hidung dan membuangnya lewat mulut.

“ Hye Jin~ah , aku tidak akan pulang . Aku akan disini menemanimu ~~ “ ucap Donghae dibalik pintu kamarku. Aku hanya menoleh singkat menatap pintu kamarku lalu mulai merosot kebawah dan membiarkan punggungku bersandar pada pintu kamar ini. Aku hanya butuh waktu sedikit lagi untuk menerima kepergiannya.

~

“ Kita berangkat bersama ! “

Aku langsung menoleh cepat dan mendapati jika seseorang telah menarik tanganku lalu membawaku kemana dia memarkirkan motornya disamping pagar depan rumahku.

“ Donghae~ya ….” ucapku terkejut begitu menyadari siapa pria yang menarik tanganku dengan tiba-tiba. “ Pakai ini ! “ ucap Donghae sambil menyodorkan sebuah helm khusus wanita kearahku. Aku hanya menatap Donghae tampak memprotes apa yang dilakukan olehnya dengan seenaknya. “ Waeyo ? Kau lebih memilih untuk diantar pria klimis yang kemarin menjemputmu ?” tanyanya sengit.

“ Donghae~ya !” tegurku

“ Kalau begitu pakai ini ! Siapa yang berjanji padaku untuk mengantarkanku kemakam Hye Ri hari ini ?” tanya Donghae . Seketika aku langsung mengunci mulutku, kami saling berpandangan, tatapan Donghae tampak melembut, dengan santai dia menyingkirkan topi kupluk yang selalu bertengger manis dikepalaku dan memakaikan helm itu tanpa bisa kuprotes lagi. “ Hye Jin~ah , apakah masih mempengaruhimu jika kita kemakam Hye Ri ?” tanya Donghae memastikanku yang aku yakin dia pasti sadar akan reaksiku tadi. Aku terdiam hanya memandang hampa kesisi lain , sampai kurasakan namja ini menyentuh bahuku. “ Aku tidak akan memaksa kalau begitu “ ucapnya dan kembali menarik tangannya.

“ Aku tidak apa-apa ! “ potongku cepat membuat Donghae kembali memfokuskan tatapannya padaku. “ Kita kesana “ ucapku mantap. Kuberi isyarat agar Donghae segera menghidupkan motornya . Baiklah ~~ memang masih berpengaruh , tapi ini tidak akan berlangsung lama kan?

~ Aku dan Donghae sampai didepan komplek pemakaman dimana Hye Ri dimakamkan . Kulepaskan helm yang tadi bertengger dikepalaku lalu menyerahkan kepada Donghae yang langsung disambutnya dan menaruh disisi-sisi stang motornya. “ Dia dimakamkan disini ?” tanya Donghae . “ Ne..” jawabku berat . “ Kau tidak apa-apa ?” tanya Donghae sekali lagi memastikan keadaanku. “ Aku tidak apa-apa Donghae~ya…” ucapku .

“ Ne ne aku tahu ! Aku hanya memastikan saja. Terkadang aku suka jika kau sudah menyebut namaku dengan nada seperti itu. ‘ Donghae~ya…’  “ ucap Donghae menirukan nada suaraku sembari senyuman jahil muncul sangat tipis menghiasi wajahnya.

Pria ini , apa tidak bisa melihat kondisi ketika ia ingin menggodaku huh ?

“ Aku hanya mencoba mencairkan suasana saja “ lanjut Donghae yang sadar akan tatapan tidak sukaku. Kulanjutkan langkahku memasuki lebih dalam ke komplek pemakaman ini. Disusul Donghae yang masih setia berjalan disebelahku. Mataku terus memincing kesudut pemakaman dimana Hye Ri dimakamkan disana. “ Kau bisa menggenggam tanganku kalau kau gelisah “ celutuk Donghae . “ Tutup mulutmu saja “ desisku pelan yang mengundang kekehan pelan dari bibirnya. Jika pria ini tidak menempati sebagian hatiku, sudah kubuat dia menyesal karena mengenalku.

Sebentar lagi kami sampai dimakam Hye Ri, aku sedikit memperlebar langkahku agar segera sampai dimakam kembaranku itu. Namun sekitar jarak 10 meter saat aku bisa melihat makamnya , aku justru menghentikan langkahku mengundang Donghae melakukan hal yang sama denganku . Aku bisa menatap sosok lelaki yang kuyakini adalah Choi Siwon sedang berjongkok disamping makam Hye Ri yang mulai tumbuh rumput-rumput hijau disekitarnya. Mata pria itu aku yakin hanya terfokus pada nisan kayu , nisan yang bertuliskan nama dan tanggal kapan kembaranku itu meninggal. “ Kenapa berhenti ?” tanya Donghae. Aku tidak menjawabnya sama sekali dan terus saja menatap Siwon yang sekarang justru tampak bergumam pelan dengan masih setia menatap nisan Hye Ri. Sepertinya Donghae mengikuti arah pandanganku sampai dia juga menyadari keberadaan Siwon yang tak jauh dari kami. “ Pria itu datang juga…” .

“ Dia menangis “ bisikku terkejut saat aku bisa melihat bahunya bergetar dari kejauhan.

“ memalukan ..” cibir Donghae .

Tatapanku hanya kufokuskan pada Siwon yang berjarak beberapa meter didepanku. Kukepalkan tanganku kuat-kuat melihat pria itu yang sedang tidak bisa mengatur emosinya didepan makam Hye Ri. Aku tidak yakin dengan perasaan yang kurasakan sekarang, tapi rasanya aku ingin berjalan menghampirinya,setidaknya jangan menangis seperti itu, aku justru yang merasakan sesak melihatnya . “ Kenapa dia harus menangis seperti itu “ bisikku tercekat .

“ Hye Jin~ah…”

Mataku langsung membulat saat tiba-tiba Siwon berdiri lalu dia menghapus air mata yang membasahi pipinya dengan punggung tangannya tampak terlihat seperti anak kecil yang baru selesai menyelesaikan tangisannya. Aku bisa melihat Siwon kembali bergumam yang entah apa yang dia sampaikan pada Hye Ri . Tidak lama kemudian, Siwon yang masih belum menyadari keberadaanku dan Donghae mulai bersiap untuk meninggalkan makam Hye Ri . Aku segera berbalik lalu menunduk menatap tanah tampak cemas. Aku tidak mau Siwon menyadari keberadaanku saat ini, aku yakin jika Siwon sudah meninggalkan makam Hye Ri dan akan berjalan kearahku dan Donghae dimana jika ia akan keluar dari komplek pemakaman  dia harus melewati jalan ini(?) .

“ Kau tidak ingin dia melihatmu ?” tanya Donghae sambil menoleh singkat kearahku, aku tetap menunduk namun sambil mengangguk menjawab pertanyaan Donghae.

“ Dia semakin dekat Hye Jin~ah…” bisik Donghae disebelahku. Kukepalkan telapak tanganku bersiap jika nantinya Siwon sadar akan kehadiranku, sebenarnya aku tidak ingin melihat raut wajahnya yang terlihat sangat sedih itu , entah kenapa aku yang merasa…..sakit — tidak ini berlebihan, tapi..sangat sulit menjelaskannya, aku benar-benar tidak suka melihat bahunya bergetar kuat karena air matanya yang tumpah atau wajahnya yang masih menyisakan raut kesedihan.

“ Kemarilah….”

Tanpa bisa kutebak sebelumnya, tiba tiba saja Donghae sudah memutar tubuhku dengan cara menyentuh sebelah lenganku, belum sempat aku mendongak untuk menatapnya, Donghae dengan cepat telah menyentuh tengkuk leherku dan sejurus kemudian menarik tubuhku jatuh kedalam pelukannya, kurasakan Donghae memutar tubuhnya ikut membelakangi posisi Siwon. Belum selesai sampai disitu, Donghae kini mendorong kepalaku tenggelam kedalam dadanya, lalu tanpa ragu pria ini mengelilingkan kedua tangannya kepunggungku membuatku semakin tenggelam dalam dekapannya.

Mataku terasa hampir melompat keluar karena tindakan mendadak Donghae ini. Jika bukan karena aku yang terdesak tidak ingin Siwon melihat diriku, mungkin sudah kudorong tubuh namja ini . Tapi yang kulakukan hanya sibuk mengatur detak jantungku sendiri karena sensasi yang kurasakan saat namja yang….kuakui yang kucintai ini mendekapku mencoba melindungiku . “ tetap sembunyikan wajahmu didadaku..” bisiknya pelan yang menimbulkan kejutan tipis untukku . Detak jantung Donghae yang terdengar sangat teratur justru membuatku semakin merasa terlena menikmati wangi tubuhnya yang menembus bulu-bulu halus cuping hidungku. Ya Tuhan !!

Kenapa sensasi yang timbulkan saat namja ini memelukku bagai nafas segar yang melegakan paru-paruku yang tadi sempat terasa sesak saat melihat namja bernama Siwon itu. Tanpa sadar aku kini justru menutup kedua mataku dan mengundang kilasan-kilasan masa laluku saat bersama Donghae dulu. Mau tidak mau harus kuakui , aku ingin waktu berhenti sesaat saja , terus membiyarkan namja ini mendekapku, melindungiku dari semua rasa sesak yang menyiksaku. Aku bisa mendengar derap langkah samar yang melewati posisiku dan Donghae tanpa ada penghentian langkah dari sang pemiliknya yang merasa mengenal kami diiringi dengan tangan Donghae yang semakin mendekapku lebih menempelkan tubuhku ketubuhnya dengan maksud membuatku semakin tersembunyi didalam pelukannya. Donghae~ya…kau membuatku semakin melayang saat ini.

Aku sangat yakin jika Siwon telah melewatiku dan Donghae tanpa ia sadari jika dia mengenal kami. Namun masih belum ada tanda-tanda Donghae akan membebaskanku dari pelukannya. Dan seolah terhipnotis dengan pelukan namja ini, aku justru menyenderkan lemah sisi wajahku kudada Donghae mencoba menikmati irama detak jantungnya yang membuatku…tenang.

“ Apakah kau begitu menikmati pelukanku Hye Jin~ah ?” tegur Donghae pelan yang membuatku langsung membuka mataku . Seketika kurasakan persendianku kaku , merasa ketahuan dan kedokku terbongkar jika aku memang menikmati pelukannya. Dengan cepat kudorong dadanya yang membuat kontak kami terlepas . Dengan memasang wajah besi kuabaikan senyum  Donghae yang seolah mengatakan ‘ kau tertangkap basah ‘ . Aku langsung berbalik dengan cepat dan dengan segera berjalan menuju makam Hye Ri. “ Aku akan menjaga rahasia seorang Lee Hye Jin yang ternyata bisa terlena saat seorang Lee Donghae memeluknya “ ujar Donghae kuat sambil menyusul langkahku . Dengan cepat aku berbalik untuk menatapnya garang karena telah menggodaku.

“ Jika tahu kau akan memelukku, aku akan lebih memilih menemui Siwon “ ucapku mencoba menutupi rasa maluku. Senyum Donghae tampak menghilang berganti dengan wajahnya yang terlihat tidak suka dengan kalimatku.

“ Aku akan menutup mulutku Hye Jin~ah, tapi jangan katakan lagi kau lebih memilih bertemu pria itu dari pada aku “ ujarnya tampak mengerucutkan bibirnya. “ Pria itu terlihat seperti mafia dengan gaya sok coolnya “ tambah Donghae

“ Kau hanya sirik dengan penampilannya yang sangat resmi “ balasku lalu berbalik dan menghiraukan tatapan protesnya akan ucapanku barusan. Aku semakin melangkahkan kakiku mendekati makam Hye Ri, disusul Donghae yang menyeret langkahnya dibelakangku. Hye Ri~ya, kau senangkan kekasihmu datang untuk mengunjungimu.

~

Aku gila ! Aku yakin aku memang sudah tidak waras. Aku mencoba mengabaikan tatapan tidak percaya Sooyoung yang ditujukan padaku melihatku sama-sama menggunakan pakaian yang ia pakai . Aku sedikit menggerakkan kakiku tidak nyaman akibat celana leotard yang kugunakan ini terasa menghimpit kulitku. Ya, setelah mengikuti prosedur ini itu, akhirnya aku bisa mengikuti kelas pertamaku ini. Aku dan Sooyoung beserta orang-orang yang hampir semuanya memakai pakaian yang aku kenakan berada disebuah ruangan yang dimana disisi temboknya terdapat kaca yang memantulkan bayangan kami yang memberitahukan ini adalah ruangan latihan untuk para ballerina menari. Kutatap orang-orang yang berdiri didekatku, mereka tampak percaya diri dan sangat bersemangat mengikuti kelas ini.

“ Kau masih bisa mundur jika kau mau “ tawar Sooyoung tampak sangat tidak yakin terhadapku, namun aku hanya membuang nafas tampak frustasi sendiri dengan tindakan frontalku ini. “ Aku akan maju terus “ ucapku pelan, lebih terdengar seperti sebuah keterpaksaan yang harus berjuang.

“ Kau terlihat menyedihkan sekali Hye Jin~ah “ ucap Sooyoung pelan yang semakin memandang iba kearahku.

“ Tegakkan bahu kalian, busungkan dada kalian aku tidak ingin penari kelas cacat ada dikelasku ! “

Glek ! Dengan berat kutelan ludahku mendengar istilah kelas cacat itu. Bola mataku tampak memutar melihat seorang wanita berusia sekitar 30 tahun yang tiba-tiba memasuki ruang latihan ini dan langsung menganggetkan semua orang yang ada disini. Tampak kesigapan yang ditunjukkan oleh calon-calon penari ballerina ini, refleks aku mengikuti gaya mereka yang langsung berdiri tegak, menatap lurus kedepan dengan menaikkan dahu sedikit tampak seperti wanita-wanita kelas atas. Chhhh, kenapa saudara kembarku bisa menyukai hal konyol ini, berdiri seperti patung mendengarkan ocehan wanita yang merasa sok muda ini.

“ Kau murid baru ?” tegurnya kuat yang aku yakin ucapannya ditujukan untukku. Aku tampak bingung mau menjawab apa, aku sempat melirik Sooyoung berharap dia memberikan isyarat apa yang harus kulakukan. Sooyoung hanya mengangguk kecil yang aku sendiri tidak paham apa maksud sahabatku ini melakukan hal itu, bodoh !

Aku kembali menatap wanita itu dan mulai menjawab pertanyaanya. “ Ne ….”

“ Panggil aku Madame, tidak diperbolehkan disini kau hanya menjawab Ne, saya mengerti, atau paham. Tapi Ne, madame ! Saya mengerti madame ! Saya paham madame ! Gunakan madame disetiap akhir kalimatmu saat berbicara padaku ! “ ucapnya kuat membuatku semakin menelan ludahku.

“ Ne…madame “ tambahku cepat-cepat menyadari sebelah alis dari wanita itu mulai naik.

CEKLEK ~~~ pintu ruangan ini kembali terbuka, namun untuk kali ini yang masuk adalah seorang wanita muda yang kupikir berusia sama denganku. Cantik ~~ sangat cantik justru. Ekspresi wanita yang menegurku tadi seketika berubah lembut saat tahu jika wanita muda ini yang datang. Mereka tampak berbicang singkat lalu diakhiri dengan gadis itu yang ikut bergabung berdiri bersama-sama para penari lainnya.

“ Itu madame Goo Hyo Sun , dan wanita itu adalah Jessica. Murid terbaik dalam kelas ini “ bisik Sooyong cepat merapatkan tubuhnya kearahku. Aku menoleh untuk menatap Sooyong hendak bertanya kapan latihan akan segera dimulai.

“  Baiklah  !! Seperti biasa kita pemanasan dulu 30 menit !! “ ucap madame Hyo Sun yang langsung mengundangku menoleh cepat kearahnya. 30 menit ?! Yang benar saja !

“ Sudah lalukan saja Hye Jin~ah “ ujar Sooyoung yang sepertinya sadar akan reaksi ketidakpercayaanku.

Baiklah ~~ Lee Hye Ri , kau melihatku sekarang ? Kuharap kau senang melihatku melakukan ini untukmu ~

Author’s POV

Alunan Musik yang mengiringi tarian Swan Lake yang dibawakan oleh gadis yang bernama Jessica itu mampu membuat Hye Jin hanya memfokuskan pandangan matanya pada Jessica. Jessica seolah mampu membuat semua orang yang menyaksikannya menahan nafas karena ketepatan, keanggunan gaya dan kekuatan bakatnya . Tubuh Jessica menari dengan sangat gemulai sambil melemparkan ekspresi dingin yang terkadang menggoda. Jessica mulai melakukan langkah-langkah arabesk yang membuatnya tampak seperti terbang namun tetap dengan kefeminiman yang sangat kuat terpancar dari tariannya. Musik yang membahana diruangan ini mulai berhenti diiringi Jessica yang melakukan putaran terakhir yang membuatnya semakin terlihat berkelas.

Tepuk tangan kuat langsung terdengar serempak dari semua orang yang sedari tadi menyaksikan aksi Jessica, tampak Madame Hyo Sun yang sumringah melihat murid kesayangannya itu melakukan tariannya tanpa cacat .

“ Kalian lihat ~~ tidak semua orang bisa melakukannya . Tapi bukan berarti tidak bisa dilakukan “ ujar Madame Hyo Sun kuat kembali menguasai keadaan .

“ Kalian disini bukan dididik untuk menjadi penari-penari kelas bawah , tapi penari-penari yang tidak hanya membuat orang-orang mengingat nama kalian saat kalian sedang menari tapi saat kalian justru telah menyelesaikan tarian kalian yang akhirnya menimbulkan nada kecewa dari para penonton karena berakhirnya tarian kalian “

“ Bukan hanya isi dari tarian itu yang harus bisa kalian sampaikan , tapi aku ingin kalian menyatukan jiwa kalian dengan bidang ini, cintai bidang ini ! Jangan lakukan dengan setengah-setengah karena tidak akan ada hasil yang akan kalian dapatkan “ujar Madame Hyo Sun panjang lebar. Hye Jin hanya focus menatap pelatihnya itu sambil mencerna setiap kalimat yang diucapkan, setengah-setengah ?

“ Jika kalian tidak yakin dengan kelasku , kalian bisa meninggalkan kelasku sekarang juga. Tapi jika kalian ingin bertahan disini, berikan semuanya , kegigihan, semangat , keyakinan, keuletan, apapun itu kepada bidang ini” ruangan tampak hening sejenak , yang terdengar hanya derap langkah pelan dari Madame Hyo Sun yang maju kedepan menatap langsung kearah kaca dinding besar lalu menatap semua muridnya melalui pantulan kaca itu. “ Kalian percaya padaku , dan ballerina akan percaya pada kalian “ ucapnya mantap lalu berbalik untuk menatap langsung murid-muridnya lalu melemparkan senyum tulus seorang pelatih yang ingin murid-muridnya mampu melakukan ini semua.

~

Lee Hye Jin’s POV

Akhirnya kelas hari ini berakhir juga, aku tidak langsung masuk keinti pelajarannya , banyak pengenalan gerakan yang harus kupelajari karena aku yang masih baru, aku dan beberapa orang lainnya yang sedikit tertinggal tampak kesusahan mengikuti pelajaran hari ini. Kami dibimbing oleh salah satu asisten pelatih yang cukup ramah dan membuatku merasa tidak setegang sebelumnya. Hanya saja pada saat Madame Hyo Sun berkeliling tampak mengecek keadaan siswa-siswanya saja yang membuatku meneteskan keringat dinginku.  Kupikir selain nenek dari ibuku aku tidak akan mau berbincang lebih lama dengan orang itu. Sekarang aku dan Sooyoung sedang berada diruang ganti , ini adalah ruangan yang tersedia bagi para siswa kelas ballerina untuk berganti pakaian setelah selesai latihan. Akupun sudah langsung mendapatkan loker untuk menaruh beberapa barangku, sebenarnya ini adalah loker bekas Hye Ri yang masih tersisa beberapa barang pribadinya didalam loker ini, termasuk celana leotard yang sering kulihat dipakai oleh Hye Ri. “ Jadi bagaimana kesanmu ?” tanya Sooyoung sambil tersenyum geli melihat raut wajahku yang tampak lelah. “ Kenapa Hye Ri bisa sangat mencintai ballerina ?” celutukku pelan  “ Kau hanya perlu menyukai ballet saja Hye Jin, selebihnya akan mudah memasukinya “ tanggap Sooyoung . Aku menutup pintu lokerku lalu berbalik dan menyender pada pintu besi ini. “ Bahkan untuk berjinjit menggunakan ibu jari kakiku terasa sangat sulit “ keluhku yang ingat rasanya saat sang asisten pelatih itu menunjukkan cara agar seorang penari bisa menjinjit dengan sangat apik walau hanya mengandalkan kekuatan kedua jempol kakinya.  “ Kau sudah memilihkan ? Itu bukan resikomu tapi tantanganmu “ balas Sooyoung sambil tersenyum penuh arti. “ Lebih baik kita pulang, aku sudah benar-benar lapar “ tambahnya . Aku menggendong tasku dibelakang punggungku dan mengikuti langkahnya , kami berjalan keluar dari ruang ganti ini dan langsung berhadapan dengan koridor yang mengarah keluar gedung . Sepertinya ini sudah sangat sore karena aku bisa melihat semburat merah diluar sana yang menandakan matahari sudah akan bekerja dibelahan dunia yang lain. Aku dan Sooyoung serempak berdiri didepan gedung tampak berdiam sebentar , aku baru sadar jika ada seseorang juga yang berdiri disebelah kami tampak sedang menunggu seseorang . Aku dan Sooyoung sudah terlanjur menoleh kearahnya yang mengundangnya melakukan hal sama yaitu menoleh kearah kami. Sontak aku dan Sooyoung mengangguk sopan kearahnya. Jessica ~~ ya aku sadar jika ternyata gadis ini adalah Jessica, dia  balas menundukkan kepala singkat kearah kami namun tanpa senyum yang terlukis diwajahnya. Saat dia sudah kembali menegakkan kepalanya kusadari alisnya berkerut saat kedua matanya hanya ia fokuskan untuk menatapku. Aku mencoba kembali menatap kedepan namun kusadari akan sesuatu jika Jessica berjalan menghampiriku . Aku kembali menoleh untuk menatapnya dan sudah mendapati gadis cantik ini telah berdiri benar-benar disebelahku.

“ Annyeong “ sapanya pelan, suaranya terdengar seperti anak kecil namun sangat manis ditelingaku . “ Oh Annyeong..” sapaku sedikit terkejut karena dia menyapaku, “ Annyeong..” sapa Jessica kearah Sooyoung yang dibalas ucapan yang sama oleh Sooyoung. “ Jadi kau murid baru itu kan ?” tanya Jessica , nada suaranya terdengar sangat bisa diatur olehnya sampai aku tidak bisa meraba apakah dia antusias, biasa saja, atau justru tak ada pengaruhnya sama sekali.  “ Ne..”

“ Kau saudara kembar Lee Hye Ri juga bukan ?” tanya Jessica lagi , aku mengangguk kembali diiringi mulutku yang membalas ucapannya “ Ne..”

“ Aku sedikit terkejut saat melihatmu tadi dikelas, kupikir Hye Ri, setelah ingat jika Hye Ri sudah meninggal aku baru ingat jika kembarannya ikut mendaftar dikelas ini “ ucapnya tanpa merasa tidak enak mengatakan langsung didepanku jika Hye Ri sudah pergi .Kini Jessica kembali memfokuskan tatapannya untuk menilai diriku, aku yakin tadi dia memincingkan matanya menatapku dari atas hingga kebawah lalu kembali menatap mataku. “ Hye Ri adalah gadis yang sangat berbakat “ ucap Jessica memutar tubuhnya menghadap kedepan tidak lagi menatapku . “ Sangat berbakat “ tambah Sooyoung bersemangat , terdengar kekehan pelan dari mulut Jessica yang membuatku dan Sooyong serempak menoleh kearahnya. “ Tapi aku tidak menyukainya “ lugas Jessica . Dia kembali memutar kepalanya untuk balas menatapku .

“ Dia selalu menjadi sainganku , aku beruntung dia tidak ada lagi disini “

“ Nde ?” ucapku terkejut mendengarkan ucapan Jessica yang begitu terang-terangan .

“ Kupikir kau memiliki bakat yang sama memukau seperti kembaranmu itu, tapi sepertinya tidak ada yang istimewa darimu . Aku sedikit tenang , maaf jika aku terlalu jujur, tapi aku lebih senang terang-terangan memilih mana yang ingin kujadikan saingan atau hanya pecundang “ jelas Jessica kini tampak tersenyum sangat manis namun tetap memancarkan pesona ice smilingnya. “ Jessica~ssi, kau…”

“ apa aku terlalu banyak bicara ? Kau tersinggung dengan ucapanku ?” tanya Jessica kearahku. Aku hanya menatap Jessica antara bingung, tidak terima dan bertanya-tanya .

“ Aku hanya tidak suka jika ada yang tidak tulus melakukan tarian ini, dan aku bisa melihatnya dari ekspresi wajahmu , jiwa seorang  ballerina tidak ada dalam dirimu “ lanjut Jessica.

“ Jessica~ssi..” tegur Sooyoung .

“ Aku duluan ! “ potong Jessica yang berjalan begitu saja meninggalkan aku dan Sooyoung . Aku hanya menatap tanpa titik focus sibuk mencerna semua yang diucapkan gadis itu. Pecundang ? saingan ? jiwa ? Kukepalkan kedua tanganku yang mulai merasakan perasaan tidak terima saat ucapan Jessica kembali melintas dikepalaku. Apa hak gadis itu mengucapkan kalimat-kalimat itu kepadaku !

“ Hye Jin~ah…” tegur Sooyoung , aku langsung memutar tubuhku cepat dan menatap Sooyong menampilkan ekspresi tidak sukaku yang sudah sangat sering ia lihat .

“ Kau harus membantuku dikelas ini , buat aku bisa menari dan membungkam mulut gadis itu ! “ ucapku cepat dan sedikit emosi . Sooyoung hanya menatapku terkejut yang kubalas dengan tatapan sok yakin yang entah berasal dari mana !

Jessica ~~ aku langsung tahu jika aku tidak menyukainya dari segi apapun !

TBC

31 thoughts on “BOTH LOVE part 2

  1. First comment!Bismillahhh *semoga nyampe*
    Jessica o-em-ji ga nyangka dia bakal ada jadi cast :O dan pasti antagonis gimana gitu ya
    Pertama aku kira sooyoung tuh jurusan vocal juga,taunya balet kaya hyerin
    Can’t wait to see segitiga konflik nya😄 Ayo semangatttt eonn!

    *ps: makasi buat pw nya eonn🙂

  2. addeuuhhh..
    udah susah” bkin hye jin mw dianterin,,ekh bangwob mlah slah panggil nama..
    jdi kesel n kcewa kan hye jin.a..

    donghae bkin greget iikkhh….
    tapi rasanya donghae kurang pas ma karakter.a di ni ff.. ga n bkan donghae bgt gtuu..
    (mulai so’tw)
    hhe

    mba jess bkin tangen gtel pngen nimpuk mke spatu dh jadinya…!
    ok,,bgus sih bersikap jujur,, tpi g perlu ampe frontal gtu kalii..
    bkin nepsong!

  3. mauu dong dipeluk sma nemo ….😥
    aigo jessica disini dpt peran antagonis ?? O.o
    ngeselin tuh pas dia ngomng ‘pecundang’, aigo~~~~ o.o
    hwaiting hye jin !! ^^

  4. Bingung mw milh d0nghae ap siw0n.. Ah…suka karakter siw0n yg c0ol,..kyk-y bkal jd saingan tuh c’jessica.. 0″y makash pW-y.part 3 d’lanjutin d’rumah a’l-y lg liburan d’anyer #plakkapahubungan-y..

  5. Jessica, again and again, dia emang cocok kalo jadi antagonis. Jangan bilang ntar si Sicca ada konflik sama si Donghae, masih belom begitu keliatan sih konfliknya di chapter ini, tapi aku suka😀 anyway, thanks passwordnya chingu😀

  6. pedis amat kata2.y jessica ck.ck.ck knp ada org seperti i2 di’?.
    Jd disini hyejin ska ama donghae n siwon jg?
    Crt.y makin bgus aja …aku sangat suka…

  7. Aq msih rada bngung bedain minute yg hye jin ma hye ri.. Pusing…
    Kug aq ngrasa si donghae suka ma hye jin tp g mw ju”r…
    O°˚˚°ºoк lanjuuuuuuuuuutttttt!!!!!

  8. part 2 konfliknya masih belom muncul. siwon keliatan bgt sangat mencintai hye ri sampe salah manggil hye ri.
    tuh hye jin terpesona ama siwon ampe ngelupain hae
    tapi… donghae di sini rada jail yah. wkwk…. curiga dia jg suka hye jin ㅋㅋㅋ…
    jesica jd jahat… tapi jadi penasaran si hye jin bakal bisa nari balet gak yah?secara dia telat belajarnya udah gede gitu.ㅋㅋㅋ…. biasanya kan yg jadi balerina dia latihan balet dari kecil.
    masih penasaran siapa yg bakal dipilih hye jin hae atau siwon kyknya hye jin pernah kenal gitu ama siwon. ㅋㅋㅋ…sok tau^^

  9. Siwon so sweet bngt sih,bsa nangis dmi cewe yg dya cinta😥

    Perjuangan hye jin demi sodara kmbrnya ptut d’hargai,itu jesica sombong bngt sih

    Kren2 ceritanya konfliknya bnyak bngt,jd pnsaran pngn bca lanjtannya #lanjutttttttt😉

  10. anyonghaseo….
    aku readers baru, aku terterik sama ceritanya walaupun bukan seokyu yang jd castnya^^
    eon, ceritanya seru….kata-katanya juga pas banget buat ngebayanginnya…🙂

  11. yee..senyum2 sendiri bayangin hyejin di peluk ma Hae…ah makin seru nih ff,,apalagi tuh muncul si Jessica..bakal seru sepertinya persainganya..

  12. kira2 ama siapa????
    Jadi ngira2 sndiri critanya bakalan kaya’ apa.. konfliknya dikit2 muncul..
    Trus gg kbayang klo musti diperebutkan ma donghae n siwon…
    KYAAAAAAKK

  13. akhirnya kelar jg bca part ini walaupun mata dh g bs diajk kompromi pdhl msh siang nie effect dr nonton bola semalem.wah knp hye jin mo merubh drnya kyk hye rin.haeppa dsini konyol ya g spt sift biasanya.ternyt ada jessi jg mkn seru aja.lnjut ke part 3

  14. wah mlai ada konflik nich..tpi part ini fokus sm balet ya g bgt ngerti sm kta2nya. sicca bgt sm sikapnya yg polos,jujur tpi tajam ha..gmana kelanjtan haeppa sm wonppa?next part cinggu..

  15. Aku berpikir, apa Jessica bakal jadi saingannya juga dalam hal percintaan?Apa sebelumnya Jessica juga saingan Hyeri dalam percintaan?mungkin dia punya cinta terpendam gitu dgn Siwon. atau mungkin dia nanti bakal suka Donghae. ah, pokoknya mau baca next chapter dulu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s