BOTH LOVE part 1

 

Judul : BOTH LOVE

Cast :   Lee Hye Jin (my fiction)

Lee Dong Hae (Super Junior)

Choi Siwon (Super Junior)

Jung Soo Yeon ( Jessica SNSD)

Choi Sooyoung ( SNSD )

Other Cast

Author : Riska Fasyah Bayenti

Rating : General

Length : Chaptered

Genre : Sad Romance

 

Part 1

– seperti apa kau meminta maaf untuk kesalahanmu disaat orang itu sudah pergi , tidak akan mampu untuk menghapus rasa bersalah itu – Riska Fasyah

AUTHOR’S POV

 

Gadis dengan mata coklat pekat itu , hanya bisa menatap hampa tanah kuburan yang masih basah yang terhampar dihadapannya. Berbuket-buket bunga dari orang-orang terdekat  menghiasi tanah yang bertekstur lembut itu. Air matanya telah kering akibat sang gadis yang sudah terlalu sering menangis menghadapi kepergian ini. Dipandanginya nisan yang berbahan kayu pohon ek yang berbentuk salib dengan ukiran nama yang sangat dikenalnya, tidak…bukan hanya dikenalnya tapi lebih tepatnya sebagian dari dirinya “ Rest In Peace Lee Hye Ri “ . “ 21st Februari 2011” . Sesal, kesal, perasaan tidak terima, dan marah seolah menjadi satu dirasakan oleh benaknya. Jika waktu itu dia tidak meminta Hye Ri untuk menggantikannya menyerahkan formulir  pendaftaran bernyanyinya, mungkin bukan saudara kembarnya itu yang terbaring didalam peti mati dan terkubur didalam tanah dengan hanya kegelapan yang menemaninya.  Seharusnya ia yang disana, ia yang merasakan hentakan saat sang malaikat pencabut nyawa memerankan tugas yang diperintahkan oleh Tuhan, bukan Lee Hye Ri, bukan saudara kembarnya….

 

Sekelebat bayangan saat ia menyusul Hye Ri kerumah sakit kembali tersingkap membuat gadis itu mengingat rentetan peristiwa itu. Berharap Hye Ri masih bisa bertahan, masih bisa memakinya karena harus menyebabkan Hye Ri tertimpa kecelakaan itu, atau menghajarnya habis-habisan karena membuat saudara kembarnya itu hampir meregang nyawa karenanya.  Tapi semua harapan itu seolah menjadi mimpi paling menyedihkan yang tidak akan pernah terwujud karena kalah dengan sebuah kenyataan, yaitu kematian

Kain putih yang menutupi tubuh saudara kembarnya itu bahkan telah merembes menjadi warna merah kehitam-hitaman akibat darah Hye Ri yang mengalir deras melalui celah-celah luka dari kulitnya.  Detik itu juga ia tahu ia telah kehilangan setengah dari dirinya, sebagian dari jiwanya , bahkan separuh dari kehidupannya. Ya..Lee Hye Ri pergi meninggalkannya, benar-benar pergi meninggalkannya untuk selamanya.

 

“ Maaf….” bisik sang gadis dengan suara yang terdengar sangat parau.

“ Tidak ! Bahkan maaf saja tidak cukup untukmu. Apa aku harus menyusulmu ? Menemanimu didalam sana agar kau tidak merasa kesepian ? Kita berjanji untuk selalu bersama kan ? Kau mau aku menepatinya ? Jangan diam saja ! Katakan sesuatu padaku !! “

 

“ Hye Jin~ah….” tegur suara lembut dibelakang gadis yang bernama Hye Jin itu. Dengan dua langkah besar miliknya, gadis yang memanggil Hye Jin itu yang awalnya hanya berdiri setia menemani Hye Jin mulai melangkah maju menghampiri Hye Jin. Direngkuhnya bahu Hye Jin dengan kedua tangannya “ Lebih baik kita pulang….” Ajaknya lembut

“ Aku ingin mati….” bisik Hye Jin dengan suaranya  yang terdengar sangat hampa selaras dengan tatapan kosongnya saat menatap makam Hye Ri.

“ Kita sudah satu jam berdiri disini, ayo pulang “ ajak gadis itu mengabaikan ucapan Hye Jin barusan. Diputarnya bahu Hye Jin dan sedikit memaksa Hye Jin untuk mengikutinya berbalik dan meninggalkan pusara ini. Diraihnya sebelah telapak tangan Hye Jin agar tetap mengikuti langkahnya, walau Hye Jin tampak terlihat enggan, namun pada akhirnya Hye Jin tetap mengikuti langkah gadis yang menggandeng tangannya itu. Mereka berdua mulai berjalan menjauhi makam Hye Ri , saat keduanya sudah benar-benar berbalik dan berniat meninggalkan komplek pemakaman ini , mereka harus kembali menahan langkah mereka karena ada seorang pria dengan tinggi semampai yang menggunakan pakaian sangat resmi berjalan kearah mereka. Tubuh tegapnya terbalut kemeja putih dilengkapi jas hitam mewah yang menimpa kemeja itu.  Bagian bawah tubuhnya yang memakai setelan celana yang memiliki warna yang sama dengan jas yang dipakainya. Kedua gadis itu tertegun ditempat mereka saat sang pria semakin berjalan mendekati mereka . Tidak ada senyuman yang terpancar dari wajahnya, namun hal itu tidak menghilangkan kesan betapa tampannya pria ini. Mata hitamnya tidak berkedip sama sekali saat retina matanya menatap focus sosok yang sangat mirip dengan orang yang sangat dikenalnya.

 

Hye Jin dan sahabatnya serentak menelan berat ludah mereka saat lelaki itu benar-benar sudah berdiri dihadapan mereka. Tatapan pria itu sekarang hanya terfokus ia tujukan kepada Hye Jin yang membuat gadis itu sedikit merasa lemas dipergelangan kakinya akibat tatapan manik mata pria itu yang seperti sedang merotgen menembus tubuhnya.

 

“ Lee Hye Jin ? “ tanyanya dengan suaranya yang agak berat . Tidak ada jawaban dari Hye Jin dan masih setia mematung menatap pria yang berdiri dihadapannya ini.

“ Kau Lee Hye Jin ?” tegur pria itu lagi , sahabat Hye Jin sontak menyenggol siku Hye Jin untuk menyadarkan gadis itu dari lamunannya. Sedetik kemudian Hye Jin terkesiap dan mengedipkan matanya berhasil membuat dirinya sadar, walau sedikit bingung kenapa pria asing ini bisa mengetahui namanya, Hye Jin tetap menganggukkan kepalanya membenarkan pertanyaan pria ini.

“ Ne..” balas Hye Jin pelan

“ Kau …..” tanpa ada yang menahannya, atau entah ini masuk katagori kurang ajar atau tidak menurut kalian , sebelah tangan pria itu terjulur dan langsung menyentuh pipi kiri Hye Jin lalu mengelusnya hati-hati . Hye Jin sontak memundurkan langkahnya yang melepaskan kontak genggaman tangannya dengan sahabatnya.  Sadar akan tindakannya yang tidak terkontrol itu, pria itu kembali menarik tangannya dengan canggung namun masih menatap lekat-lekat Hye Jin yang menatapnya bingung dan sedikit risih tentunya.

 

“ Kau siapa ?” tanya sahabat Hye Jin mencoba memecahkan suasana aneh diantara mereka. Pria itu melirik sekilas kearah sahabat Hye Jin namun tidak mengatakan apapun, mulutnya dia buka sedikit sirama dengan kepalanya yang kembali menoleh untuk menatap Hye Jin.

“ Apa Hye Ri tidak pernah menceritakan tentang diriku padamu ?” tanya pria itu mengeluarkan kalimat terpanjangnya . Alis Hye Jin menyatu mendapati kenyataan jika pria ini mengenal saudara kembarnya . Sadar jika memang pada kenyataannya Hye Ri tidak menceritakan siapa dia kepada Hye Jin,  pria itu hanya bisa tersenyum getir , menarik bibirnya kedalam membuat kedua lesung pipitnya yang dalam membentuk gurat wajah yang membuatnya semakin tampan.

 

“ Kau saudara kembarnya bukan ?” tanyanya lagi. Kali ini tidak menunggu waktu lama untuk Hye Jin menganggukkan kepalanya . Saat ini gigi putih pria ini justru semakin terlihat karena senyumnya yang semakin lebar. Sekali lagi dia melangkahkan kakinya mendekati Hye Jin . “ Tetap ditempatmu jangan mundur kebelakang “ perintahnya pelan, dan entah kenapa ucapan itu bagaikan sinyal yang ditujukan keantena yang tak terlihat dikepala Hye Jin yang membuat gadis itu mematuhi begitu saja ucapan sang pria asing ini.

“ Kau bisa gantikan Hye Ri untukku , terima cintaku yang sebelumnya kuberikan untuknya , setidaknya wajah kalian  sama….” ucapnya pelan namun yakin.

 

Tidak heran jika Hye Jin membulatkan matanya secara sempurna dan menatap semakin bingung kearah lelaki yang kini justru menarik bahunya untuk mendekapnya.

 

 

Lee Hye Jin’s POV

 

Kugelengkan kepalaku kuat-kuat saat aku kembali teringat peristiwa kemarin saat seorang pria yang mengaku bernama Choi Siwon datang kepemakaman Hye Ri dan mengaku jika dia dan Hye Ri pernah menjalin hubungan saat saudara kembarku itu masih hidup. Aku terkejut bukan karena Hye Ri menyembunyikan rahasia jika ternyata ia sudah mempunyai kekasih, tapi lebih karena keterkejutanku pada pria itu yang mengucapkan ingin aku menggantikan posisi Hye Ri sebagai kekasihnya.  Kupikir dia pria tampan yang mulai gila akibat ditinggal kekasihnya pergi. Kami memang kembar, tapi bukan berarti dengan mudahnya dia memintaku untuk hal tidak masuk akal itu. Bahkan aku berani bertaruh jika ia masih pada tahap kalap sepertiku, merasa belum percaya jika Hye Ri benar-benar telah pergi ! Tapi setidaknya aku masih waras sehingga tidak mempunyai pikiran menyambar seseorang yang sebelumnya tidak kau kenal untuk dijadikan kekasihnya dengan alasan wajah yang sangat mirip !

 

Aku kini justru mengacak-ngacak ramburku tampak gemas, semua yang aku pikirkan itu seolah bertolak belakang dengan perbuatanku, karena pada kenyataannya saat Siwon, ya itu namanya – berjalan kearahku lalu mulai mendekapku yang kulakukan hanya diam ditempatku dan mematung merasakan kedua tangannya menangkap punggungku melindungiku dalam pelukannya. Apa yang kupikirkan saat itu !! Kenapa hanya bisa berdiam diri seperti orang bodoh membiyarkan lelaki yang belum dikenal sama sekali memeluk tubuhku ! Bahuku terkulai lemas begitu saja diikuti punggung belakangku yang menyender lemah pada sandaran spring bad kecilku ini. Tapi, aku tidak bisa menampik jika dadanya yang menjadi tempat bersandar sisi wajahku membuat merasa….tenang . Aku tidak tahu lebih tepatnya menggambarkan perasaanku waktu ia mengelilingi tangannya disekitar punggungku, tapi aku seperti aku sudah mengenalnya sejak lama, aku tidak tahu apa ini ada kontak batin karena dia adalah kekasih Hye Ri yang otomatis membuatku merasa tidak begitu asing dengannya. Matanya yang hitam pekat terlihat sangat sayu saat dia mendekat kearahku dan hanya fokus menatapku hingga akhirnya memelukku.

Drrrrtttttt…..dddrrtttt… aku terlonjak menyadari jika handphone yang kuletakkan dimeja kecil sebelah ranjangku bergetar. Tunggu, kukoreksi, jika ada dua ponsel yang tergeletak dimejaku, dan ponsel yang bergetar adalah ponsel milik Hye Ri yang saat ia kecelakaan ternyata tidak mengalami kerusakan berarti bahkan masih bisa digunakan sampai saat ini.Seorang suster memberikan ponsel ini kepadaku saat aku hendak membawa pulang mayat Hye Ri untuk dimakamkan. Kuraih ponsel itu dan langsung terkejut melihat nama yang ditampilkan dilayar ponsel layar datar ini.

“ Choi Siwon “

 

Untuk apa dia menelpon ? Apa pria itu lupa jika pemilik ponsel ini sudah meninggal ? Kuletakkan ponsel itu lagi menahan niatku yang tadi ingin mengangkat panggilan itu. Kupikir aku akan mendiamkannya saja sampai panggilan itu mati dengan sendirinya. Sesuai dengan dugaanku , Siwon mematikan panggilannya yang membuatku bernafas lega. Tapi tidak sampai 5 detik kemudian ponsel itu kembali bergetar menuntut untuk seseorang segera mengangkat pemanggil yang membangunkan benda elektronik itu.

“ Aihhh !! mana ada roh yang akan mengangkat ponsel pribadinya, jika pria itu ingin berbicara dengan Hye Jin kenapa tidak susul saja dia “ decakku kesal , kalimat itu meluncur begitu saja dari mulutku yang membuatku langsung menggigit bibir bawahku tampak kesal, akhirnya kuputuskan untuk menaruh ponsel itu kedalam laci mejaku, dan menutupnya kuat. Telpon saja terus sampai kau bosan Siwon~ssi !

 

 

~ Setelah seminggu aku tidak masuk kekampusku, akhirnya kupaksakan diriku untuk berangkat hari ini. Sooyoung menelponku jika ia akan menungguku ditempat biasa kami bertemu dikampus. Kuraih ransel minimalis ku dan menggendongnya belakang, tidak lupa juga topi kupluk kesayanganku yang setia menutupi kepalaku agar sengaja menutupi rambut panjangku ini. Aku bukanlah gadis feminim seperti Hye Ri yang dengan matang mempersiapkan penampilannya ketika akan berangkat kekampus, aku lebih memilih tampil casual mempertahankan kesan tomboiku . Kuraih kenop pintu depan rumahku dan belum sempat keluar, aku langsung menahan langkahku dan memandang langit mendung dari kaca kecil yang memang terpasang ditengah-tengah pintu kayu ini.

 

“ Sejak kapan turun hujan ?”  ucapku pelan, mau tidak mau aku kembali berbalik untuk mengambil payung yang kuletakkan tak jauh didekat pintu menuju kamar mandiku. Aku kembali melangkah keambang pintu , dan tanpa ragu membukanya. Aku berjalan keluar dari rumah mungilku ini dan berdiri diteras rumahku sebentar. Kulangkahkan kakiku menyusuri jalan setapak kecil dari teras, melewati rumput pekarangan kecilku dan berhenti lagi dipinggir jalan . Aku terdiam menahan langkahku dan dengan menyenderkan tiang payung ini dibahuku aku mengarahkan sebelah tanganku yang bebas keluar dari jangkauan payungku dan membiyarkan air hujan memasahinya.

 

Crrrrsssss….. dingin memang, tapi bagiku terasa hangat . Aku dan Hye Ri sangat menyukai hal ini, menengadahkan telapak tangan dan membiarkan rintikan air hujan membasahi telapak tangan kami. Kami berdua memang sangat berbeda, tapi satu hal yang sama yang kami sukai adalah ini dan hujan. Suasana dingin dengan bunyi gemericik air yang langsung menghantam tanah. Kupejamkan mataku sesaat mencoba membayangkan Hye Ri berdiri disebelahku dan melakukan kegiatan rutin kami ini setiap kali hujan turun.

“ Bahkan aku sudah merindukanmu ..” bisikku pelan , aku masih enggan membuka mataku, masih terlena merasakan sensasi dingin ditelapak tanganku yang justru membuatku merasa sangat nyaman.

 

” Kebiasaanmu tidak pernah berubah yaa “

 

Sontak aku membuka kedua mataku dengan cepat. Suara itu ! Demi Hye Ri yang sudah ada disurga, aku tidak akan pernah bisa melupakan suara ini. Hati-hati aku menoleh kearah kiriku karena yakin suara itu berasal dari sebelah sisi kiriku . Tidak bisa kutahan lagi mulutku yang terbuka mendapati dirinya berdiri disebelahku dan menatapku dengan tatapan khasnya yang bisa membiusku kapan saja. Dan bukti dari ketidakberdayaanku saat menatapnya dibuktikan dengan payungku yang terjatuh begitu saja karena aku melepaskannya tanpa aku sadari . Lelaki ini sedikit mengernyit lalu mengalihkan tatapannya pada payungku yang jatuh, dia berjalan mengambil payung itu lalu memegangnya dan memakai bersama denganku. “ Topi kupluk kusammu itu tidak cukup menahan air hujan ini “ ucapnya pelan dengan nada suara yang tidak pernah berubah sedikitpun semenjak setahun lalu. Aku masih terpaku ditempatku, menatapnya dengan tatapan sedikit tidak percaya .

“ Aku tidak suka kau mengkerutkan kedua alismu seperti ini “ ucapnya merenggut sambil menaruh ujung jari telunjuknya dipersatuan kedua alisku yang menyatu karena berkerut. Perlahan kerutan dahiku hilang seirama dengan tangannya yang mulai turun dari dahiku.

 

“ Jadi, tidak ada ucapan selamat datang padaku Hye Jin~ah ? “ tuntutnya kepadaku.

“ Donghae~ya…” lirihku pelan menyebut namanya setelah selama setahun nama itu tak pernah kusebut . Donghae menarik sebelah sisi bibirnya kebelakang sebagai tanda smirk smile andalannya keluar , tidak bisakah dia mengubah gaya tersenyumnya , yang membuatku merasa ingin melayang jika langsung menatapnya seperti ini !

“ Senang mendengar caramu memanggil namaku masih sama “ dengusnya pelan lalu mengelus pipiku dengan tangan dinginnya.

Astaga aku baru ingat , jangan katakan dia berdiam diri didepan pagar rumahku seperti ini sedari tadi.

“ Bibirmu biru ..” ucapku pelan mulai menyadari bibirnya yang membiru

“ Aku menunggumu keluar dari rumahmu, tapi kau lama sekali . Salahkan saja hujan kesayanganmu “ cibirnya tampak tidak peduli. Aku menghela nafas sesaat, lalu berbalik kembali menuju rumahku .

“ Hei mau kemana ?” panggilnya dibelakangku karena aku pergi begitu saja menyebrangi halaman kecilku menuju terasku lagi. Aku berbalik singkat mencoba mengatur ekspresiku sedatar mungkin saat menatapnya. “ Jika kau mau berdiam diri disitu dan terus membiyarkan bibirmu semakin membiru, aku tak masalah harus meninggalkanmu untuk kekampus “ ucapku . Donghae justru semakin tersenyum lebar setelah mendengarkan ucapanku barusan. Baiklah, mau aku menyindirnya, mengatakan aku benci padanya atau aku muak akan perasaanku yang kupendam padanya tetap saja aku tidak bisa melihatnya kedinginan seperti itu. Donghae berjalan cepat menyusulku untuk masuk kedalam rumah.

 

~ “ Kau tidak apa-apa ?” tanya Donghae yang berdiri disebelahku, namun dia tidak menatap tembok dapurku justru menyender pada meja marmer dimana aku sedang mengaduk kopi susu hangat yang kucampur dengan madu sedikit yang akan kusuguhkan untuknya.  “ aku tidak apa-apa “ ucapku pelan dan sengaja melambatkan adukan pada kopi susunya.  “ Kau kan tidak menggunakan gula pada kopi susu ini, kenapa harus mengaduknya selama itu  “ sindir Donghae kepadaku. Kuhentikan aktifitasku dan langsung menaruh sendok kecil yang sudah kotor itu kedalam bak cuci piring.

“ Minumlah ….” ucapku pelan tanpa memandangnya lagi dan langsung berjalan berniat meninggalkannya.

“ Hye Jin~ah..” panggil Donghae dengan nada suara andalannya, sialnya selalu seperti ini . Aku selalu tidak bisa mengabaikan panggilannya dan tetap saja diam ditempat menimati jeda saat dia hendak melanjutkan kalimatnya, dasar bodoh kau Lee Hye Jin!

 

“ Kau masih marah padaku ?” tanya Donghae yang sangat tepat akan sasaran dengan yang kurasakan saat ini. Marah ? Dia masih bertanya ?! Apa aku perlu berteriak didepan wajahnya jika aku bukan hanya marah, tapi aku sangat kecewa . Aku dan dia sudah berteman dekat sejak lama, kami sekolah disekolahan yang sama dari kami Sekolah Dasar, dan tepat  satu setahun lalu saat aku dan dia masuk keuniversitas yang sama , dia berjanji akan menjagaku yang saat itu posisiku adalah korban dari perceraian orang tuaku. Aku dan Hye Ri merasa sangat terpuruk karena mendapati keluarga kami yang harus hancur begitu saja hanya karena wanita ketiga diantara hubungan ayah dan ibuku. Tapi rasa kecewaku yang pertama kali muncul terhadapnya saat setengah tahun setelahnya, dia pergi saja tanpa memberitahuku, hanya sms singkat yang dia kirim padaku yang mengatakan ‘ aku hanya pergi ssebentar, kumohon jangan salah paham dan tetap tunggu aku ‘ . Aku meringis mengingatnya, memintaku untuk menunggunya ?! Siapa dia dengan seenaknya pergi lalu datang lagi kehidupanku dan sukses mengobrak abrik perasaanku dalam sekejap ! Sahabat ? Sahabat macam apa yang pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal ? Kekasih ? Aku justru akan menertawakan hal ini, selama bertahun-tahun kupendam perasaanku terhadapnya, kami memang hanya sebatas teman . Tapi inilah aku, gadis bodoh yang justru tidak bisa meluapkan marahku saat dia sudah kembali dan berdiri didepanku dengan wajah tanpa dosa.

 

“ Kau menerima smsku kan waktu itu ?” tanyanya tanpa menunggu tubuhku berbalik untuk menghadapnya. Aku yakin tubuhku mengaku dengan cepat. Tidak ada suara yang keluar dari mulurku . “ Hye Jin~ah….” panggilnya lagi yang membuatku kembali meringis. Sebenarnya apa yang dia makan bisa sampai membuat suaranya bisa begitu mempengaruhi gemuruh didadaku.

 

Kudengar derap langkahnya yang pelan menghampiriku, dia melewatiku lalu berdiri didepanku. “ Katakan, apa kau menerima smsku waktu itu ?” tanyanya dengan fokus mata yang langsung menatap pupil mataku. Kualihkan tatapanku darinya dan mulai menjawab . “ Aku tidak ingat “ tandasku , tentu saja aku tidak berani menatapnya karena saat ini aku sedang berbohong.  “ Sejak kapan Lee Hye Jin pandai berbohong, kau tidak akan pernah bisa sok angkuh dihadapanku Lee Hye Jin “ balas Donghae . Aku langsung meliriknya cepat tampak tidak terima dengan ucapannya. “ Aku ingin menjelaskan semuanya kepadamu , apa alasanku pergi , kenapa tidak memberitahumu dan kenapa saat ini aku kembali ?” ucapnya santai lalu menyibakkan sisi kiri rambutku yang menutup telingaku.

“ Setelah itu , kuterima dengan lapang dada jika kau ingin menghajarku nantinya “ lanjutnya menyadari kerutan kedua alisku. “ Jangan mengerutkan kedua alismu, aku tidak suka “ lanjutnya lagi.

 

~

Hampir setengah jam pria yang duduk disampingku ini terus mengoceh mencoba memberi penjelasan padaku kenapa setahun yang lalu itu dia pergi begitu saja tanpa memberitahuku sama sekali. Sesekali aku menoleh kearahnya hanya sekedar untuk menatap sisi wajahnya sebagai pemberitahuan aku masih menyimak semua yang ia lontarkan dari bibirnya. Donghae memberitahu alasan dia harus pergi karena saat itu usaha keluarganya bangkrut yang membuat keluarganya menjual semua harta benda mereka dan mengharuskan keluarganya pindah ke Incheon dimana kakek dan neneknya tinggal.

“ Aku tidak memberitahumu karena aku memang ingin kau tidak tahu keadaan keluargaku “ sekali lagi aku harus menoleh kearahnya, tidak bisakah dia memilih alasan yang lain ? Jangan terang-terangan mengatakan hal itu kepadaku, dia anggap apa pertemanan kami yang sudah bertahun-tahun sampai hal seperti itu tidak dia beritahukan kepadaku.  “ Aku selalu ingin terlihat kuat , kalau aku memberitahumu aku tahu apa yang akan kau lakukan, mencoba menawarkan tabunganmu atau mencoba meminjam pada  ibumu yang kaya raya itu “ ujar Donghae sambil menatap datar kearah TV plasma diruang tengah rumahku ini.

“ Kalau kau tidak ingin bantuanku kau bisa bilang saja dan jangan pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal sama sekali kepadaku “ balasku pelan mengeluarkan kalimat uneg-unegku ini kearahnya. Dengan cepat Donghae langsung menoleh kearahku , dia tersenyum tipis dan kembali membuatku harus meringis merasakan gemuruh didadaku. “ Bagiku mengucapkan selamat tinggal jauh lebih menyakitkan, seperti tidak akan bertemu lagi saja . Aku sudah mengirim sms agar kau menungguku, itu artinya aku akan kembali, bukan pergi untuk selama-lamanya “ balasnya santai. Selalu seperti itu, pria ini punya banyak jawaban untuk mematahkan ucapanku .

“ bagaimana jika sms itu tidak sampai ? Bagaimana jika saat itu sinyal sedang buruk, atau ponselku hilang ? Berarti aku tidak tahu jika kau sudah pergi bukan “ decakku. Donghae kembali tersenyum dan semakin lebar, berhenti tersenyum seperti itu Lee Donghae!!

“ Tapi kau menerima sms itu bukan ? “ tukas Donghae , seketika bibirku langsung mengerucut karena aku tahu aku tak bisa membantah ucapannya itu. Kualihkan pandanganku darinya dan merasa sedikit kesal. “ Tapi aku kembali kan ? selama disana aku membantu kedua orang tuaku membuka usaha kecil di Incheon, dan sekarang setelah mereka mulai merangkak naik lagi,aku diperbolehkan melanjutkan kuliahku “ sambung Donghae .

“ Jadi kau kembali karena kau ingin melanjutkan kuliahmu ?” tanyaku tak bersemangat

“ Bukan hanya itu sebenarnya , kan aku sudah menyuruh seseorang gadis bodoh untuk menungguku , akan sangat menyedihkan jika gadis itu terus menungguku “ ucapnya dengan nada yang kurasakan menyindirku

“ Tutup mulutmu “ desisku pelan berusaha tidak menatapnya  “ Tapi kau kentara sekali memang menungguku Hye Jin~ah. Saat kau melihatku didepan tadi , kau begitu terpaku bukan ? Tatapanmu seolah mengatakan ‘ akhirnya dia datang’ “  cibir Donghae . Seketika rasa hangat menjalar kewajahku, aku yakin wajahku tidak akan merah hanya karena ucapannya, tapi itu mampu membuatku merasa…..dia menyadari tatapanku. Aihhhh……

“ Kau terlalu percaya diri “ dengusku pelan . Donghae justru terkekeh pelan membuatku sekuat tenaga menahan leherku agar tidak menoleh melihat tawanya.

Drrrrttttt drttttttt………ponsel yang ada disaku sweaterku bergetar, aku langsung mengangkatnya begitu sadar jika telpon itu berasal dari Sooyoung. Belum menempel secara sempurna ponsel ku, aku langsung menjauhkan lagi ponsel ini karena suara Sooyoung yang berteriak disebrang sana . “ Kau itu kemana Lee Hye Jin!! “ bentak Sooyoung kesal disebrang telponku. Ya Tuhan, aku melupakannya !

“ Mianhae Sooyoung~ah , aku akan segera kekampus ! “ ucapku cepat dan langsung mematikan telpon darinya. Benarkan , hanya karena seorang Lee Donghae aku melupakan janjiku dengan Sooyoung . “ Aku harus segera kekampus, jika kau masih mau disini terserah kau saja “ ujarku. Sejak kami berteman dulu Donghae hampir setiap hari selalu berkunjung rumahku.

“Sudah lama aku tidak bertemu dengannya, mana Hye Ri ?” tanya Donghae yang sontak menghentikan langkahku yang hendak menjauhinya . Seketika aliran darahku terasa berhenti ketika lidahnya mengucapkan nama saudara kembarku itu. “ Hye Jin~ah ?” tegur Donghae karena aku yang terus diam tidak menjawabnya. Donghae menyusul langkahku dan mensejajarkan dirinya dengan diriku.

“ Hye Ri mana ? Kalian tidak bertengkar kan ?” tanyanya . “ Dia….” entah kenapa lidahku terasa tercekat begitu saja , ayolah !! Ini sudah seminggu lebih sejak kematiannya Hye Jin, kau masih belum bisa menerima ketidakhadirannya hah ??

“ Dia sudah pergi “ jawabku akhirnya . Donghae tampak meng’oh’ kan saja, tanpa paham makna kata‘pergi’ yang kusampaikan padanya. “ Kau pasti ditinggalnya duluan karena memang kau sangat lambat kan ? “ ejek Donghae, kedua ekor mataku langsung meliriknya tajam . “ Makanya aku tidak pernah bisa akrab dengannya karena aku sama lambannya denganmu “ tambah Donghae cepat menyadari lirikan tajamku.

“ Dia pergi bukan untuk kembali sepertimu, dia benar-benar pergi “ ucapku pelan dan berlalu begitu saja berjalan menuju pintu depan rumahku.

“ Hye Jin~ah ..” panggil Donghae dibelakangku. Namun aku tetap mengabaikannya dan terus melangkahkan kakiku keluar dari rumah ini. Aku tidak suka menggunakan kata mati untuk memberitahu Donghae tentang keadaan Hye Ri yang sebenarnya. Kutapaki jalan setapak direrumputan pekarangan rumahku, aku masih bisa mendengar derap langkah Donghae dibelakangku , namun aku tetap berjalan dan justru terkesan mempercepat langkahku. Kulewati pagar lalu berjalan menyusuri pinggir jalan untuk menuju halte bus yang berada diperempatan jalan yang menuju blok rumahku.

 

Namun langkahku langsung terhenti takkala sebuah mobil sport jenis Ferrari zobin berhenti didekatku, dia menekan klakson mobilnya yang aku yakin ditujukan padaku agar aku berhenti.  Mobil yang berwarna merah dan berpenumpang tunggal ini semakin merapat kearahku, lalu tak lama kemudian pintu kemudinya terbuka menampilkan sosok pria yang hampir seminggu lalu kulihat dipemakaman Hye Ri, sial !! Kenapa setiap melihatnya kakiku harus terasa lemas seperti ini , dia langsung berjalan menghampiriku dan seperti biasa tidak ada senyum yang tergambar disana .

Tidak bisakah kau melangkahkan kakimu Lee Hye Jin, kenapa justru kau seolah menanti kedatangannya ! “ Sendiri ?” tanyanya tanpa basa basi kepadaku .

“ Nde..? Ehm…aku… sebenarnya….”

“ Naiklah , kuantar kau kekampusmu “ ujarnya dengan suara berat yang jujur aku suka mendengarnya . Bodoh !

“ Aniyo..aku akan naik bus “ ucapku cepat berusaha membuat diriku sendiri sadar .

“ Tidak apa-apa , ayo kuantar “ tampiknya dan tanpa bisa kutahan dia meraih bahuku hendak membawaku menuju mobilnya.

 

“ Hye Jin~ah ! Kenapa kau meninggalkanku, aku…..”

 

Aku menoleh kebelakang dan tepat saat itu, aku sudah bisa melihat Donghae yang ternyata masih menyusulku . Tapi Donghae bukan sedang menatapku lagi saat ini, melainkan menatap pria yang saat ini masih setia menaruh tangannya dibahuku. Sama seperti Donghae, Siwonpun balas menatap Donghae . Selama sepersekian detik, suasana yang kurasakan sedikit aneh . Alis Donghae tampak berkerut menatap kearah kami, aku sontak menyingkirkan tangan Siwon dari bahuku dan menjaga jarak sedikit darinya. “ Aku akan berangkat sendiri Siwon~ssi “ ucapku pelan .

“ Tidak, aku akan mengantarmu “ jawab Siwon tetap pada pendiriannya dan langsung menggandeng tanganku.

“ Dia punya kaki dan bisa berjalan sendiri tanpa harus kau antar tuan “ ucap Donghae tiba-tiba yang membuat aku dan Siwon kembali menatapnya. Tatapan mereka kembali bertemu, aku yakin Donghae tampak menyeringai tipis kearah Siwon yang hanya dibalas datar oleh Siwon. “ Kau bilang akan naik bus kan Hye Jin~ah, cepat menuju halte sebelum kau kelewatan busnya “ perintah Donghae.

“ kenapa harus menghambur-hamburkan uang jika ada tumpangan bukan ?” balas Siwon cepat . Donghae kini tampak sedikit gerah dan dengan cepat melebarkan langkahnya berjalan menuju tempatku dan Siwon.

“ Kau naik bus ! Aku yang akan menemanimu kalau begitu “ ucap Donghae meraih tanganku yang satunya dan berusaha menarikku, namun langkahku tidak bisa mengikutinya karena sebelah tanganku yang masih dipegang oleh Siwon dan ditahan olehnya. Donghae menoleh kebelakang untuk menatap Siwon yang bertahan menahan tanganku. “ Kau sangat tidak sopan “ ucap Siwon , Donghae justru tertawa meremehkan lalu membuang senyum itu begitu saja dan menatap tajam Siwon. Aihhh, kenapa suasananya justru jadi seperti memperebutkan sesuatu !!

“ Kau….”

“ Donghae~ya sudahlah ….” tegurku pada Donghae yang langsung menghentikan ucapannya, aku kini menatap Siwon berusaha berbicara sopan kearahya. “ Aku akan berangkat naik bus Siwon~ssi . Terima kasih atas niat baikmu , tapi aku menolak tawaranmu “ ucapku pelan lalu membungkuk singkat kearahnya.

“ Sudah kubilang aku ingin kau menggantikan Hye Ri untukku Hye Jin~ssi, ini baru awal dari perhatianku, kau akan semakin banyak mendapatkannya , masih banyak lagi cinta yang ingin kuberi padamu “ ucapnya lancar kepadaku.

 

“ Nde…?” ucapku bersamaan dengan Donghae. “ Naik kemobilku “ lanjut Siwon mantap . Kurasakan genggaman tangan Donghae menguat pada telapak tanganku yang digenggamannya. Situasi apa ini ! Kau terjebak diantara dua pria yang mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap dirimu !!

 

TBC

46 thoughts on “BOTH LOVE part 1

  1. Jadi ini cerita segitiga ? Aku baru nyadar -__- kalo aku jadi hyenjin bingung milih yang mana soalnya…. Sama2 cakep haha but i more than love you haeoppa :*, ide ceritanya bagus bgt keren pas siwon minta hye jin gantiin hye ri itu sosweet bgt }{

  2. ceritanya oke..konfliknya psti bkaln menarik…tapi sdkit agak g ngerti sih..??
    hhe
    ga kebayang gmana rasanya ngliat orang yang wajahnya mirip ma kita terbujur kaku..
    T_T

    suka ma kata” wonni..
    “ Kau bisa gantikan Hye Ri untukku , terima cintaku yang sebelumnya kuberikan untuknya , setidaknya wajah kalian sama….”
    dari ni kata jelas low wonnie cnta bgt ma yang nma.a hye ri
    berdo’a mga akhrinya hyejin ma wonnie..
    hhehe

  3. aish~
    rumitnyaaaa, tpi seru ^^
    itu siwon apa2an sih, mau jadiin hye jin sbg pengganti hye ri ??
    brarti sma ajja buat hye jin sbg pelariannya dong ..
    argh~ maunya hye jin sma nemo ajja ^^

  4. huaaaaaaaa~
    akhirnya nemu ff donghae lagiiiiiii!
    x)
    keren onn, keren banget!
    nggak ngebayangin deh cara senyumnya hae sesuai gambaran d sini!
    bahasanya terarah juga!😀
    dan trnyata ini authornya MaR pula, semangat baca lah pkoknya!
    onn, bagi pwnya boleh?
    mau baca lanjutannya ini!🙂
    boleh ya?
    >,<

  5. lama g buka napa skrg.. dipw smw authooooooorr!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    aq cmn sa baca 1 dech…. hikss… hikss…
    ehh author diatas kug kyknya nm hye ri ma hye jin bnyak yg ketuker dech…

  6. wow… baru pertama mampir langsung terpesona ama donghae..
    hye jin beruntung bgt direbutin 2 cowok ganteng ㅋㅋㅋ….
    tapi…kayaknya hye jin bakal ama donghae kan authornya aja lagi mabok ikan sampe ganti uname twitter jd donghaewife….
    wkwk… hwaaa penasaran… tapi boleh minta pasword ff selanjutnya????

  7. annyeongg…reader baru dsni
    udah suka bgt sm karya2mu setlh baca di ffindo
    tp bru tau klo punya blog sendiri..hehe
    critanya menarik..
    mau dong jd rebutan siwon ma donghae ^^
    siwon enak bgt lgsg bilang hyejin srh gantiin hyerin
    emang barang bs lgsg dganti..ckckkk
    part selanjutnya pk password y?
    sy penasaran ni sm lanjutanny

  8. hye jin pas ditinggal hye ri langsng dpt keberuntungan, diperebutin sma 2 cowk ganteng sekaligus, ckckck
    siwon kyknya ngotot bngt ya jadiin hye jin yeojachingu-nya…
    eonni, aq minta pw nya lewat sms ya?

  9. ceritanya seru banget eonni,
    donghae n siwon bakal bersaing nih kayanya..

    oh ya,lupa ,hehe..
    anyeong..
    readers baru disini..
    part 2 nya di proteksi ya?boleh minta kata sandinya ga eonni?gomawo sebelumnya ^^

  10. Hoho unnie ^^ spertinya akan jd cinta segitiga ato 1 hati 2 cinta.. Ho.ho q suka terus brusaha!! Tp q ingin bc lanjutannya,, sygny pk passwrd, boleh saia mnta pssw unnie ^^ saia slalu stia comen

  11. Salam kenal eon,,ak baca skilas dr part 4 trus mlai dari part 1 lagi
    Bagus.. Orisinil.. Suka karakter nya cast nya..
    Bagus bagus bagus 1000x

  12. kyaaaaa sumpah ini ffnya keren banget aku suka
    ikut berasa waktu hyejin kaget ketemu lagi sama donghae
    ikut ikutan lemes waktu liat siwon
    aduh feel ffnya berasa bangett dan aku suka suka suka
    ini cerita pasti bakalan ribet banget
    bang siwon maksa banget ya disini
    lanjut deh bacanya

  13. hi,slm knl new readers nih.coment dlu ah..siwon maksa bgt ya…ckckck ayo hae jgn biarkan hye jin jln ma siwon.mo lnjt bc part 2 nya

  14. kasian bgt nasibnya hye jin udah ortunya cerai trus sekarang saudara kembarnya meninggal.tapi heran juga ma siwon oppa ko keukeuh bgt pengen hye jin menggantikan posisinya hyeri?

  15. mwoya….. kenapa ada orang seberuntung itu mendapatkan dua cinta dari lelaki maha dahsyat se Korsel?
    aku kayaknya bisa menebak kedepannya bakal seperti apa jalan ceritanya…. ide ceritamu kreatif riska. tapi Siwon kenapa punya karakter seperti psycho? karena kalau aku jadi Hyejin, pria seganteng Siwon pasti aku langsung tolak karena alasan yang tidak masuk akal itu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s