MEMORY And REVENGE Part 14

Judul : MEMORY and REVENGE

Cast :   Jung Yong Ri (my fiction)

Cho Kyuhyun (Super Junior)

Lee Seung Hyun / Seungri (Big Bang )

Choi Jin Ri aka Sulli (fx)

Yoon Doo Joon (Beast )

Goo Hara (KARA)

Ji Young (KARA)

Taechyeon (2pm)

Author : Riska Fasyah Bayenti

Rating : Restriced (terbatas)

Length : Chapter

Genre : Romance, Tragedy, Drama

baca dulu : part 11, part 12, part 13

Desclaimer : Karakter Jung Yong Ri murni hanya imajinasi saya dan asli karangan saya. Sah sepenuhnya milik saya bukan untuk diJIPLAK!!! Sedangkan karakter yang lain sah sepenuhnya milik Tuhan saya hanya meminjam . Sudut pandang saya ambil dari Jung Yong Ri dan Author

~Chapter 14

-sekuat apapun aku bertahan , aku akan tetap terjatuh ketika menghadapi suatu kenyataan- Riska Fasyah

*Jung Yong Ri POV*

~

Aku hanya bisa memandang hampa pemandangan yang ada diluar lewat kaca mobil ini. Aku masih terlalu sibuk mencerna semua perkataan Ajuhsi tadi. Makam ibuku ??  Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah saat dia mengucapkan makam ayahku juga . Apa aku akan mengetahui sebuah rahasia lagi. Sebenarnya apa yang kulakukan dikehidupan sebelumnya sampai-sampai Tuhan menguji hidupku kali ini.

Hampir satu jam perjalan dari Seoul menuju Daegu. Lee Ajuhsi bilang bahwa kami tidak pergi kepemakaman Jung Ajuhsi, tapi aku sangat yakin dan mengenal jelas tempat ini.Kami baru saja sampai disebuah pemakaman kecil namun terawat dengan baik.

Ini adalah tempat dimana Jung Ajuhsi dimakamkan, sempat kuberi tahu bukan, kalau Jung Ajuhsi mewasiatkan sendiri bahwa jika ia dimakamkan dia meminta untuk dimakamkan dipemakaman kecil ini.Bahkan dia tidak mau dimakamkan di tempat pemakaman elit seperti ayah Kyuhyun  dimakamkan.

Kami semua sudah turun dari mobil kecuali sopir yang memang ditugaskan menunggu oleh Lee Ajuhsi .Aku melirik sekilas kearah Doo Joon, dia tampak memperhatikan dengan seksama setiap sudut pemakaman ini. Aku kembali memfokuskan pandanganku untuk menatap Lee Ajuhsi yang sudah berdiri didekatku. Dia menepuk pundakku pelan dan cukup membuatku sedikit rileks

“Maaf jika ini terlalu mengejutkan nona, tapi saya hanya ingin semuanya jelas dan tidak ditutup-tutupi lagi “ ujar Lee Ajuhsi pelan.

Kini dengan memimpin langkah kami, aku dan Doo Joon, Lee Ajuhsi berjalan duluan didepan kami. Aku bisa mendengar derap langkah kaki dari Doo Joon yang berjalan dibelakangku. Aku semakin dibuat bingung oleh Lee Ajuhsi, dia tadi mengatakan bahwa kami tidak mengunjungi makam Jung Ajuhsi, tapi kenapa dia membawaku ketempat dimana makam Jung Ajuhsi berada. Aku semakin bingung saat kulihat Lee Ajuhsi membungkuk sebentar kearah batu nisan Jung Ajuhsi.

Kini kami bertiga sudah tepat berada didepan gundukan tanah yang ditumbuhi rumput hijau kecil-kecil yang terhampar menutupi permukaan tanah dari makam Jung Ajuhsi.

“Ajuhsi, kau tadi bilang kita tidak kemakam Jung Ajuhsi tapi  ini…kenapa ??” tanyaku tidak mengerti

“Sebenarnya apa maksudmu membawaku juga ??” kini Doo Joon yang bersuara.

Lee Ajuhsi menghembuskan nafasnya berat, dia menatapku lalu menatap Doo Joon dan kembali untuk menatapku.

“Maafkan saya nona, saya mohon maafkan saya “ ucapnya pelan

“Sebenarnya ada apa ?? Kau bilang ingin memberi tahu makam…” aku tercekat saat ingin mengucapkan ‘makam ibuku’

“makam ibuku..” lanjutku berat

Tidak menjawab pertanyaanku, Lee Ajuhsi justru beranjak dan melanjutkan beberapa langkahnya kearah makam yang berada tepat disebelah makam Jung Ajuhsi. Aku mengernyitkan alisku menatap Lee Ajuhsi yang kini justru membungkuk hormat kemakam sederhana itu. Aku mencoba melihat nama yang diukir di batu nisan itu, namun tidak begitu julas karena tertutup oleh tanah-tanah kering bahkan lumut-lumut kecil yang mulai tumbuh.

“Maaf membuat anakmu sendiri tidak mengetahui makam anda nyonya…”

DEG !!!

Apa yang tadi dikatakannya ?? Aku salah dengar kan?? Pasti telingaku sedang tertanggu, aku tahu semua yang kudengar dari Lee Ajuhsi salah. Perutku terasa terisi oleh benda berat yang membuatku ingin menjatuhkan diriku kebawah. Perlahan Lee Ajuhsi menengok kearahku dan menatapku dengan tatapan bersalah

“Saya benar-benar meminta maaf nona, baru kali ini saya bisa memberi tahu nona “ ujarnya

“Jangan bercanda Ajuhsi, aku tidak mengerti “ ucapku berusaha tidak mempercayai kalimat yang diucapkan oleh Lee Ajuhsi sebelumnya

“Ini makam ibu anda “ ucap Lee Ajuhsi mantap

Aku merasa kehilangan keseimbangan, aku mundur beberapa langkah dengan sedikit oleng.Kusadari seseorang menahan tubuhku dari belakang, tanpa harus menoleh aku tahu jika Doo Joon yang melakukannya

“Kau tidak apa-apa ??” tanya Doo Joon . Bahkan aku juga bisa merasakan nada keterkejutan dari Doo Joon. Pelan kuhempaskan tangan Doo Joon yang menahan tubuhku. Aku berusaha berdiri tegak dan memaksa kakiku untuk lebih kuat menopang tubuhku.

“Maafkan saya nona…”

“Hahahaha…” aku tertawa miris, tawa yang membuatku merasa merinding sendiri

“Jika ingin bercanda , bukan seperti ini caranya Ajuhsi . Ini tidak lucu “ tambahku

“Lebih baik kita pulang, kita menghabiskan waktu saja disini “ ucapku gusar sambil berbalik canggung hendak berjalan meninggalkan pemakaman ini.

“Nona!! “ panggil Lee Ajuhsi kuat, aku menghentikan langkahku. Pandanganku tidak fokus sama sekali, aku berusaha kuat menahan rasa panas dimataku.

“Ini makam ibumu “ ujar Lee Ajuhsi mantap “ Percayalah…” tambahnya

“Yong Ri~ya….” panggil Doo Joon pelan.

Ya !! Sekarang seorang Yoon Doo Joon pasti sedang menertawakanku. Melihat kehidupanku yang begitu dramatis dan mengundang rasa kasian dari orang-orang.Apa dia akan puas melihatku seperti ini.

“Nona, masih ada sesuatu yang ingin saya beritahu kepada anda..”

Aku berbalik pelan untuk kembali menatap Lee Ajuhsi, dia mulai berjalan mendekat kearahku, dan menggandeng tanganku menarik langkahku untuk mengikutinya mendekat kemakam sederhana itu. Aku dan Lee Ajuhsi sekarang berdiri tepat dimakam yang dikatakan oleh Ajuhsi sebagai ‘makam ibuku’

Lee Ajuhsi melepaskan genggaman tangannya, dia berjalan mendekat kebatu nisan makam ini, dan dengan salah satu tangannya membersihkan tanah kering yang menutupi nama yang terukir dibatu nisan ini.

Detak jantungku seolah berhenti dalam sepersekian detik.Bahkan sulit sekali untukku menahan nafasku saat aku bisa membaca nama yang terukir dengan gaya tulisan yang indah dibatu nisan itu. Kakiku benar-benar terasa lemas tidak kuat menahan berat tubuhku. Aku jatuh ketanah kering yang kupijak ini, dengan jelas bisa kubaca tulisan itu, aku bisa membaca nama ibuku terukir dibatu itu. Tanpa bisa menahan rasa sesak didadaku, tanpa bisa menahan panas dimataku, tanpa bisa menghindari isakan yang mulai keluar dari mulutku aku tidak bisa lagi membendung air mataku. Rasa hangat kurasakan dikedua pipiku yang menandakan air mataku berhasil membasahi kedua pipiku ini.

~Choi Soo Mi~

Secepat kilat sebuah gambaran masa lalu melewati benakku.Saat ibuku mengatakan sesuatu terakhir kalinya padaku sebelum dia pergi

Jangan benci ibumu ini, jadilah anak baik . Seseorang pasti akan menjagamu “ bahkan nada suaranya bisa kuingat . Tanganku bergetar hebat, kembali kutatap batu nisan ini, wajah ibuku bisa kuingat dengan jelas,sekuat tenaga aku menahan tangis dan isakku , namun aku sadar itu adalah hal yang sia-sia.

Aku terisak kuat “ Eomma……”

“Maaf nona…”

Aku meremas rumput yang berada didekat gundukan tanah dari makam ‘ibuku’

“Eomma …..” aku hanya bisa memanggilnya dengan suara bergetar,rasa yang sangat sakit menyerang dadaku, cara yang paling mujarab mengurangi rasa sakitnya adalah dengan menangis sejadi-jadinya. Aku tidak peduli lagi, aku memanggil-manggil nama ibuku seolah dengan cara itu bisa membangkitkannya dari tidur abadinya.

“Eomma !!!!! “ isakku kuat, aku mengepalkan tanganku kuat.Menatap nanar batu nisan ibuku. Sekarang makamnya benar-benar ada dihadapanku. Dia benar-benar sudah pergi, benar-benar meninggalkanku.

~

Kesendirian bukanlah hal yang asing untukku. Perasaan kehilangan juga bukanlah sesuatu yang aneh bagiku. Tapi saat ini, aku benar-benar bisa merasakan perasaan itu . Suatu perasaan yang justru lebih sakit dari pada perasaan ketika seseorang menghianatimu atau menusukmu dari belakang. Ketika seseorang menghianatimu kau hanya perlu melupakannya dan jika kau merindukannya kau bisa melihatnya lagi bukan??. Tapi saat kau kehilangan seseorang yang sangat penting dalam hidupmu , benar-benar kehilangan , tidak akan ada lagi kesempatan untuk menemuinya , bahkan jika kau berfikir bodoh untuk menyusulnya.

Aku bukan gadis bodoh tapi aku juga bukan gadis yang kuat. Kini rasa kehilangan yang amat besar sedang kurasakan dengan sukses menguliti kulitku.Benar-benar perih!!

“Alasanku tidak memberi tahu makam ini kepada nona karena perintah dari Tuan “

Tidak ada satupun yang berbicara diantara aku dan Doo Joon. Kami hanya terdiam membiarkan Lee Ajuhsi melanjutkan ceritanya.

“Malam itu, saat ibumu menemui aku dan Tuan Jung untuk yang terakhir kalinya, dia hanya mengatakan kepada Tuan Jung, untuk menjaga nona . Dan malam itu juga dia mengatakan alasan sebenarnya kenapa dia harus meninggalkan nona .” Lee Ajuhsi berhenti sebentar lalu kembali melanjutkan ceritanya

“Keputusan dia menikah dengan ayah dari Yoon Doo Joon , adalah karena dulu ayahmu “ Lee Ajuhsi menatap Doo Joon “ dan ibu dari nona Yong Ri adalah sahabat dekat dari SMA, apa kalian tahu, bahwa Tuan Yoon Doo Byung menaruh perasaan yang sangat besar kepada ibu nona “

Aku mulai bisa meresapi cerita ini, kutajamkan telingaku lagi untuk mendengar setiap kata yang diucapkan oleh Lee Ajuhsi

“Tapi mereka terpisah, hubungan mereka tidak lebih dari seorang sahabat. Dan ketika ibu nona mendapatkan masalah, yaitu saat dia diusir dari rumah keluarga suaminya, disaat itulah ibumu bertemu dengan Tuan Yoon. Ayahmu…” Lee Ajuhsi kembali menatap Doo Joon.

“Mereka bertemu, sebuah pertemuan yang dianggap ibu nona sebagai pertolongan, dan sebuah pertemuan yang dianggap oleh ayah Doo Joon sebagai sebuah harapan”

“Entah bagaimana prosesnya, yang saya tahu ibu nona akhirnya memutuskan menikah dengan ayah dari Doo Joon. Entah sebuah keluarga seperti apa yang mereka bangun. Tuan Yoon sangat tulus mencintai ibu nona, tapi cinta itu rupanya bertepuk sebelah tangan. Sekuat apapun ibu nona berusaha mengumpulkan rasa cinta untuk Tuan Yoon, namun setetespun rasa itu tidak penah ada, dimatanya Tuan Yoon tak lebih dari seorang sahabat “

“Karena perasaan itulah yang membuat ibu nona merasa bersalah, dia merasa telah melakukan kebohongan besar terhadap Tuan Yoon, tapi dia juga tidak bisa meminta bercerai, karena apa yang dia punya saat itu?? siapa yang akan menghidupi dia dan nona??

Tapi perasaan bersalahnya tidak pernah hilang, rasa tersiksa dalam dirinya tidak pernah luntur, dia menahan rasa sakitnya, menahan semuanya hingga ibumu sakit “

Aku menoleh lemah kearah Lee Ajuhsi, hatiku mencelos mendengar Lee Ajuhsi mengatakan ibuku sakit.

“Ne, nona ! Ibu anda sakit, dia sakit parah . Suatu penyakit yang menyerang saraf otaknya , menumbuhkan sel kangker dikepalanya. Dia menemui kami secara tiba-tiba, disaat Tuan Jung hampir menyerah mencari kalian, dia menemui kami dalam keadaan yang sudah benar-benar lemah, saya bahkan yakin bahwa dia saat itu sekarat . Tapi dia tidak memperdulikan keadaanya, dia datang menemui kami secara tiba-tiba, meminta kami untuk menjaga anak perempuannya yang akan dititipkannya kepada Tuan Yoon .Karena dia harus pergi, tidak ada yang tahu apa maksud dari kalimatnya, dia tidak merincikan alasan yang jelas saat itu, mau pergi kemana . Dia hanya menuliskan alamat dimana kau berada bersama Tuan Yoon. “

“Tidak ada yang bisa dilakukan oleh Tuan Jung selain mengiyakan permintaan dari ibumu itu. Setelah malam itu dia pamit, saya hendak mengantarnya namun dia menolak, dan….”

Jangan teruskan , kumohon jangan diteruskan ! Namun aku seolah tidak punya kekuatan untuk mengeluarkan suaraku.

“malam-malam setelahnya kami tidak mendapatkan kabar lagi dari dari ibu nona, dia seolah menghilang tanpa jejak . Sampai sebuah surat sampai kepada Tuan Jung, surat yang ditulis oleh ibu nona sendiri, sebelum dia pergi untuk selama-lamanya “

Lee Ajuhsi mengeluarkan secarik kertas yang sudah sangat usang dari saku jasnya. Dia mendekatiku lalu berjongkok sedikit menyeimbangiku yang memang terduduk diatas tanah kering .

“Nona bisa membacanya “ ujar Lee Ajuhsi sambil menyerahkan secarik kertas itu kepadaku. Kukuatkan tanganku untuk menyambut surat itu, dan mulai membacanya, tulisan kecil-kecil dan rapi memenuhi carikan kertas usang itu. Kuhapus air matamu agar lebih bisa membaca dengan jelas surat ini

Mungkin saat kau membaca surat ini aku sudah tidak ada didunia ini lagi.

Maaf tidak memberi tahumu bahwa aku sakit, kanker yang cukup ganas menyerang otakku , dan membuatku merasa ingin cepat pergi dari dunia ini.

 

Jika aku benar-benar sudah pergi, aku hanya ingin meminta sesuatu kepadamu. Tolong jaga Yong Ri, namun jangan mengasuhnya. Biarkan dia bersama ayah tirinya, hanya itu caraku untuk meminta maaf kepada orang itu.

 

Yoon Doo Byung terlalu baik padaku, sedangkan  aku terlalu jahat padanya. Bahkan menyisakan cinta sedikit saja untuknya aku tidak bisa. Jadi biarkan Yong Ri bersamanya, kuharap dengan keberadaan anakku bersamanya membuatnya percaya bahwa aku sangat berterimakasih kepadanya .

 

Tapi aku tetap ingin kau menjaga anak itu, jagalah dia dari jauh.

Aku akan tenang jika kau berjanji akan menjaganya

 

Maaf, seharusnya saat itu aku bertahan ! Seharusnya aku melawan semua orang yang mengusirku dan tidak menandatangani surat perceraian itu.

Tapi aku begitu lemah, mereka semua menyerangku, keluargamu menyerangku.

Aku tidak bisa melakukan apa-apa, maaf …

Maafkan aku…

 

Tidak pernah sekalipun aku menghilangkan rasa cintaku kepadamu

Aku selalu menjaganya

Jangan pernah merasa bersalah karena meninggalkanku

Itu bukan salahmu, aku yang terlalu lemah

Maaf….

 

Sekali lagi biarkan Yong Ri bersama Doo Byung, kau hanya perlu menjaganya dari jauh

Terima kasih…

Jika ada kesempatan , bisa kau sampaikan pada anak itu, bahwa aku memang  bukan ibu yang baik, ibu yang terlalu pengecut, ibu yang tidak bisa melakukan apa-apa. Aku akan terima jika Tuhan menghukumku karena mencapakannya.

Aku sangat menyayanginya

 

Sekali lagi maafkan aku

 

Surat itu terjatuh dari tanganku, rasa gemetar semakin menyerangku, apa ini?? Kenapa ada sebuah pertanyaan lagi ?? Apa hubungan sebenarnya ibuku dan Jung Ajuhsi ??

Kini surat yang terjatuh itu dipungut oleh Doo Joon dan dibaca olehnya.

Yang sekarang kulakukan adalah menegakkan tubuhku dan menatap Lee Ajuhsi memintanya melanjutkan semua ceritanya dan memberika penjelasan yang lebih rinci kepadaku.

“Kami menyelidiki dari mana surat itu berasal, dan kami berhasil melacaknya. Surat itu dikirim dari sebuah rumah singgah kecil yang berada di Daegu. Dan saat saya dan Tuan Jung berniat menyusul ibu nona, semuanya sudah terlambat.”

“Ibu nona telah pergi . Tidak ada yang bisa kami lakukan, dia meminta kepada pengurus rumah singgah itu menguburkannya dipemakaman yang berada didekat rumah singgah ini . Dan satu wasiat lagi adalah untuk tidak memberi tahukan kepada anaknya dan suaminya tentang kematiannya “

“Maafkan saya nona, saya hanya melakukan semua sesuai permintaan ibu anda…”

“Dan dia membohongi kami semua, membuat ayahku menjadi seperti itu ! “ ujar Doo Joon, surat yang ditulis oleh ibuku masih dipegang olehnya

“Jadi ini bukan sepenuhnya salah ayahku, semua yang dilakukannya kepada Yong Ri hanya sebuah pelampiasan bukan ?” tuntut Doo Joon

“Tapi bukan nona Yong Ri yang pantas menerima itu semua, ini semua salah saya dan Tuan Jung, jika saat itu kami lebih cepat pulang, kami bisa menahan kepergian nyonya, semua tidak akan seperti ini.”

“Apa maksudmu ajuhsi ??” tanyaku lemah semakin tidak mengerti

“Apa nona masih belum mengerti ?? Apa nona masih belum sadar hubungan antara Tuan Jung dan ibu nona??”

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku kuat-kuat.Dan sekali lagi rasa sakit menyerang kepalaku, seperti ribuan jarum menancap disetiap kulit kepalaku.Ini bukan seperti yang kupikirkan kan? Tidak mungkin jika Jung Ajuhsi….dia…..

“Tuan Jung adalah ayah nona….” ujar Lee Ajuhsi. Sekali lagi serangan mendadak yang dilakukan oleh Lee Ajuhsi. Apa lagi ini !! Ayahku, tapi…mana mungkin.

“Sebelum bersama Tuan Yoon , ibu nona adalah istri dari Tuan Jung “

Mataku melebar sekarang, bahkan untuk berkata ‘tidak mungkin’ kepada Lee Ajuhsi aku tidak sanggup. Tenggorokanku tercekat yang membuatnya terasa sangat sakit.Aku menatap Lee Ajuhsi tidak percaya yang dibalas olehnya seolah mengucapkan –inilah kenyataannya-

“Ibu nona berasal dari sebuah keluarga biasa, yang itu dianggap oleh keluarga dan kerabat Tuan Jung sebagai aib, menikahi wanita yang tidak sederajat hanyalah sebuah hal yang memalukan. Selama ini keluarga Tuan Jung membiarkan ibu anda karena berharap ibu nona akan melahirkan anak laki-laki dan bisa dimaafkan dengan memberikan pewaris untuk keluarga mereka. Tapi ternyata seorang anak perempuan yaitu Nona yang lahir kedunia, ibu anda dan Tuan Jung tidak peduli, mereka tetap bahagia menyambut kelahiran anak pertama mereka, tapi ternyata tidak untuk keluarga Tuan Jung yang lainnya, mereka pikir kesempatan membiarkan ibu nona tetap berada dirumah keluarga mereka sudah cukup. “

“Saat saya dan Tuan Jung mendapatkan tugas diluar negri selama seminggu, ternyata keluarga yang lain telah bertindak sangat jauh, tidak pernah terpikirkan oleh saya dan Tuan Jung jika keluarga Tuan akan mengusir ibu nona dengan cara tidak terhormat, nyonya dipaksa menandatangani surat cerai dibawah ancaman nona akan dibunuh, tidak ada pilihan lain selain menandatangani surat cerai itu secara sepihak, dan setelah itu nona bisa menebak kan ?? Mereka benar-benar mengusir ibu nona”

“Saat kami pulang, sebuah kenyataan pahit menimpa Tuan Jung, seluruh anggota keluarganya sepakat membohongi Tuan Jung dengan mengatakan bahwa nyonya sendirilah yang memutuskan untuk meninggalkan rumah , Tuan Jung sangat terpukul dengan keadaan ini, dia sempat membenci ibu nona “

Aku menarik nafas pelan yang justru membuat dadaku semakin sakit, kenapa sebuah kenyataan bisa memberikan rasa sakit seperti ini. Jika aku bisa mengatur waktu, aku ingin kembali kemasa dimana saat itu usiaku berusia 11 tahun, saat ibuku benar-benar meninggalkanku, aku ingin sekali menahannya, dia bisa membawaku kemana saja, aku tidak akan keberatan jika aku harus mati kelaparan, asal itu bersamanya, selalu bersamanya.

Tapi aku tidak mempunyai kekuasaan itu, aku hanya mahluk lemah dari sekian ribu bahkan jutaan mahluk tak berdaya yang menghadapi kehidupan kelam yang sudah digariskan Tuhan kepadaku. Ingin sekali mengutuk seseorang, tapi siapa?? Aku bahkan tidak bisa memutuskan siapa yang patut disalahkan dalam rumitnya masalahku ini.Aku kembali menatap Lee Ajuhsi, ingin sekali menghentikannya membongkar semua rahasia ini, tapi apa dengan seperti itu akan membuatku lebih tenang. Ini memang harus diselesaikan sampai keakar-akarnya.

“Sampai suatu hari salah satu dari saudara Tuan Jung memberi tahu hal yang sebenarnya. Mungkin dia tidak tega melihat keadaan Tuan Jung yang bahkan sempat sakit karena kepergian ibu nona. Tuan Jung akhirnya mengetahui yang sebenarnya terjadi, dia marah . Tapi itu percuma, dia melawan keluarga besarnya, dan itu bukanlah suatu pertandingan yang bisa dengan mudah dimenangkan olehnya. Tidak ada yang bisa dilakukan oleh Tuan, selain terus mencari keberadaan nyonya, sampai suatu saat nyonya benar-benar datang menemui tuan, dan itupun adalah pertemuan terakhir mereka..”

“Jangan marah pada Tuan nona, jika kau ingin mengutuk seseorang, kutuklah saya nona ! “ kini suara Lee Ajuhsi yang bergetar, aku bisa melihat bibirnya gemetar, sekuat tenaga Lee Ajuhsi menahan agar air matanya tidak jatuh dan dia berhasil melakukannya.

“Saya yang tidak bisa melakukan yang terbaik, jika saya lebih awal bisa menemukan nyonya dan nona, tidak akan seperti ini jadinya. Semua ini salah saya ! Maafkan saya nona ! “ ujar Lee Ajuhsi, tiba-tiba saja dia menjatuhkan dirinya kebawah dan berdiri dengan lututnya, wajahnya menunduk ketanah dan getaran pada tubuhnya semakin kuat

“Maafkan saya nona,saya benar-benar minta maaf…”

Ingin sekali rasanya aku memaki lelaki ini, kenapa baru sekarang dia mengatakan hal yang sebenarnya kepadaku. Kenapa tidak saat dia menemukanku 4 tahun lalu, kenapa harus sekarang dia mengatakan bahwa Jung Ajuhsi adalah ayahku dan sekarang dia sudah pergi disaat aku ingin sekali memanggil ‘appa’ padanya. Aku masih ingat saat Jung Ajuhsi memintaku untuk memanggilnya appa, tapi aku menolaknya karena memang aku tidak pantas memanggilnya appa, dan aku memanggil appa hanya untuk benar-benar ayah kandungku.Kutanya alasannya kenapa dia ingin dipanggil appa, tapi dia hanya mengatakan dia tidak mempunyai seorang anak, dan ingin sekali ada yang memanggilnya appa .Saat itu yang ada dipikiranku adalah –alasan macam apa itu? –

Dan sebuah penyesalan selalu datang terakhir, kenapa aku tidak mengatakan iya saja waktu itu, apa susahnya memanggilnya appa . Kenapa…….

Tapi, apa gunanya kemarahanku saat ini . Apa dengan cara seperti itu Jung Ajuhsi akan bangkit dari kuburnya dan menyambutku dengan senyumannya yang khas.

“maafkan aku nona….” ujar Lee Ajuhsi dengan suara yang bergetar. Aku berjalan pelan kearahnya. Aku tidak bisa memandangnya telah melakukan kesalahan yang besar, apakah karena dia menyembunyikan masalah ini, aku harus mendeklarasikan bahwa aku membencinya.Aku tidak bisa, Lee Ajuhsi terlalu baik padaku . Aku tidak bisa membencinya, tidak bisa…..

Kini aku menghampiri Lee Ajuhsi, membungkuk sebentar dan menyentuh kedua pergelangan tangannya.

“Bangunlah Ajuhsi…” ucapku pelan, isakan kecil masih sering keluar dari bibirku

“Maafkan saya nona….”

“Ajuhsi..bangunlah….” isakku. Kurasakan Lee Ajuhsi menuruti permintaanku, dia perlahan bangun tapi dengan masih menundukkan wajahnya. Tinggi badannya yang 180 membuatku harus mendongak untuk menatapnya.

“Ajuhsi….” Panggilku pelan. Lee Ajuhsi mulai balas menatapku, matanya berwarna merah sekarang, walau pipinya tidak basah karena air mata, namun aku yakin Lee Ajuhsi sekuat tenaga menahan air matanya yang sebenarnya ingin sekali dikeluarkan olehnya.

“Aku…..aku tidak apa-apa…” ucapku akhirnya. Aku menertawakan diriku sendiri dalam hatiku. Bahkan aku masih bisa mengatakan aku tidak apa-apa. Kenapa aku bisa menjadi manusia munafik seperti ini !

“Nona, saya….jangan membenci tuan nona, saya mohon….” pinta Lee Ajuhsi memelas kepadaku.

“aku….ini semua begitu mengejutkanku Ajuhsi,aku….” kualihkan tatapanku untuk menatap batu nisan dari ayahku. Yah aku memang harus mengakui dia ayahku, tidak ada alasan lagi menghindari kenyataan ini. Inilah yang namanya kenyataan, menyakitkan memang tapi akan jauh lebih menyakitkan jika hanya akan menjadi sebuah rahasia, terbohongi oleh rahasia kehidupan sendiri.

“Terima kasih sudah menceritakan ini semua…” isakku pelan .

Aku mulai menyadari bahwa tidak tedengar suara Doo Joon sama sekali, apa dia sama sepertiku begitu terkejut dengan kenyataan ini.Atau justru semakin mengutuk ibuku yang dengan jelas dan sengaja meninggalkanku bersama ayahnya. Aku tidak berniat menatapnya, aku kembali menatap Lee Ajuhsi yang sekarang sudah balas menatapku

“Aku ingin pulang Ajuhsi, aku ingin pulang…” pintaku lemah menatap Lee Ajuhsi . Tidak ada tanggapan dari Ajuhsi, kurasakan air mataku masih belum mau berhenti mengalir dari pelupuk mataku.Perlahan Lee Ajuhsi mendekat kearahku , lalu dengan hati-hati menarik tubuhku tenggelam kedalam pelukannya. Tubuhnya yang lebar seolah melindungiku dari rasa sakit yang diakibatkan kenyataan yang kuhadapi barusan, tidak bisa kupungkiri aku bisa merasakan kehangatan dari pelukan Lee Ajuhsi, Lee Ajuhsi memiliki aroma yang sama dengan Jung Ajuhsi, mungkin dalam sepersekian detik akan kubayangkan aku memeluk ayah kandungku.

~

Kami sudah sampai di Seoul, dan sekarang Lee Ajuhsi menghentikan mobilnya tepat didepan gedung apartemen Doo Joon.Merasa masih harus bersikap sopan kepada Doo Joon, kini Lee Ajuhsi keluar dari mobil lalu membukakan pintu mobil mempersilahkan Doo Joon keluar. Tidak ingin menatap Doo Joon aku meluruskan pandanganku kedepan. Bisa kurasakan Doo Joon sudah keluar dari mobil ini. Pintu mobil ini pun sudah ditutup kembali oleh Lee Ajuhsi, lewat kaca mobil ini bisa kulihat Lee Ajuhsi membungkukkan badannya sopan kearah Doo Joon yang tidak dibalas sama sekali oleh Doo Joon. Kini Lee Ajuhsi hendak kembali masuk kedalam mobilnya, namun saat Lee Ajuhsi membuka pintu mobil ini, tiba-tiba Doo Joon menahannya, dia mengucapkan sesuatu yang tidak bisa kudengar dari dalam mobil ini. Kulihat sekarang Lee Ajuhsi tampak sedikit bingung, Doo Joon kembali berbicara, dan akhirnya membuat Lee Ajuhsi mendesahkan nafas berat.

Kini Doo Joon hendak kembali membuka pintu mobil ditempat duduk penumpang ini, dan tepat saat dia membukanya, tatapan kami bertemu . Aku berusaha menghindari tatapannya namun dengan cepat Doo Joon telah membuka mulutnya untuk berbicara kepadaku

“Bisa kita bicara sebentar ?? “ ucap Doo Joon. Dia menatapku penuh harap berharap aku akan mengatakan iya . Aku balas menatap matanya, dan mendapati sebuah keyakinan didalam sana. Apa yang akan dibicarakan olehnya ? Aku menelan ludahku dan merasa sedikit yakin aku hanya menganggukkan kepalaku sebagai tanda kesetujuanku akan ajakannya.

*Jung Yong Ri POV END*

*********************

*Author POV*

~

Ini sudah kesebelas kalinya Kyuhyun keluar untuk menatap jalan memastikan apakah Yong Ri sudah pulang atau belum. Sekarang dia menunggu kedatangan Yong Ri dirumahnya. Yong Ri memang sengaja memberikan kunci duplikat rumahnya ke Kyuhyun jika namja ini ingin mengunjungi rumahnya kapan saja (?) . Dan dengan menggunakan kunci itu Kyuhyun bisa masuk kedalam rumah Yong Ri dan berniat menunggu kepulangan Yong Ri. Namun sampai jam setengah sembilan malam pun Yong Ri masih belum terlihat batang hidungnya.Bahkan handphoneya tidak aktif membuat Kyuhyun benar-benar merasa khawatir. Tapi sekitar sejam lalu Yong Ri telah menelponnya untuk tidak khawatir karena sebentar lagi dia akan pulang. Tapi bagi Kyuhyun ini tetap saja membuatnya gelisah ditambah dengan handphone Yong Ri yang masih tidak bisa dihubungi sama sekali.

Kyuhyun hendak mencari Yong Ri, namun dia kembali menahan langkahnya.Lagi pula mau mencari kemana? Menyusulnya ke Daegu, bagaimana jika dia pergi justru Yong Ri datang ?? Kyuhyun menghembuskan nafas kesal, jika sudah menyangkut gadis ini Kyuhyun benar-benar dibuat pusing .

Akhirnya setelah melakukan perdebatan panjang dengan dirinya sendiri (?) Kyuhyun memutuskan untuk menunggu saja kepulangan Yong Ri. Dia kembali berjalan keluar , berdiri menyender pada pintu depan Yong Ri lalu kembali menatap kearah jalan, berharap tidak lama lagi Yong Ri pulang.

~

Jin Ri hendak memasuki gedung apartemen dari Doo Joon , tapi dengan cepat dia menghentikan langkahnya saat melihat seseorang yang dikenalnya berjalan dengan seorang gadis kesebuah taman kecil yang memang terletak bersebrangan dengan gedung apartemen ini.Akhirnya Jin Ri memutuskan untuk mengikuti yang dia yakini sebagai Doo Joon sedang berjalan disusul dengan Jung Yong Ri yang berjalan dibelakangnya. Mereka berdua menuju kesebuah bangku ukuran sedang dipinggir taman kecil itu. Dengan hati-hati dan masih menjaga jarak dari Doo Joon dan Yong Ri, Jin Ri bersembunyi dibalik pohon ginko yang memang berada beberapa meter dari bangku yang sekarang ditempati oleh Doo Joon dan Yong Ri. Jin Ri sedikit kesal, karena jaraknya yang sekarang masih belum mampu mendengar satu katapun yang dikatakan oleh mereka berdua. Dia hanya bisa mengamati tingkah laku mereka saja tanpa tahu apa yang mereka bicarakan.

*Author POV END*

***************************

*Jung Yong Ri POV*

~

“Apa yang ingin kau bicarakan ? “ tanyaku cepat kearah Doo Joon .

“Duduklah…” ucapnya lemah , dia menatapku bukan dengan tatapan penuh dendamnya. Aku tidak yakin apa ini benar matanya yang dulu.

“lebih baik cepat katakan saja apa yang ingin kau katakan , aku ingin pulang “ sergahku dan memalingkan wajahku

“Sekali lagi, jangan membenci ayahku..” ucap Doo Joon . Aku menoleh untuk menatapnya dan mendapatkannya sedang menunduk menatap tanah yang kami pijak.

“Kau sudah dengar semua penjelasan dari orang itu, ini bukan sepenuhnya salah ayahku . Tidak bisakah kau memaafkannya ..”

“Jika kau ingin mengutuk seseorang, kutuk saja aku ! Jangan ayahku. Sudah cukup dosa yang dia lakukan padamu, kumohon maafkan dia Yong Ri~ya . “

“Aku…..”

“Ayahku hanya sangat terpukul mengetahui kepergian ibumu, bahkan sampai akhir hayatnya dia tidak tahu apa-apa ? Jangan memandang sepihak dari segi yang kau lihat saja Yong Ri~ya. Tidak bisakah kau merasakan perasaan apa yang dirasakan oleh ayahku juga ? Dia begitu mencintai ibumu. Dan ketika ibumu pergi , dia tidak membawamu yang membuatnya semakin terpukul.”

“Aku berada diposisi yang sulit, kau membunuh ayahku , namun aku tidak bisa berbuat apa-apa . Kau sudah tau jelas alasannya ? Bisa saja sekarang aku melaporkanmu , tapi apa itu akan bermanfaat bagiku ? Hal itu hanya akan menyiksaku , jangan berfikir hanya kaulah korban atas semua masalah ini . Jangan berfikir kau lah yang pantas dikasihani , lihat juga aku yang merasakan sakit sepertimu. Melihat gadis yang sangat kucintai menusuk ayahku didepan mataku, apa kau tahu perasaan seperti apa yang kurasakan ?? “ sebuah isakan kecil terdengar dari mulut Doo Joon. Aku terdiam ditempatku mendengar semua perkataannya. Aku seperti mendapatkan tamparan yang langsung membuat pipiku merah . Sebuah perasaan bersalah tiba-tiba merasukiku. Kenapa perasaan itu justru kurasakan saat ini ? Aku mundur beberapa langkah hendak meninggalkannya .

“Aku akan melupakan semuanya, aku sudah tahu hal yang sebenarnya ! Kupikir kita selesaikan sampai disini saja Yong Ri-ya ! “

Aku mengerem langkahku saat mendengar ucapannya. Apa maksud dari perkataa Doo Joon kali ini?

“Apa maksudmu ? “

“Hilangkan dendammu pada ayahku dan aku akan menghilangkan dendamku padamu “

“Doo Joon~ah…”

“Jawab saja ! Kau yang memintaku untuk berhenti mengejarmu bukan ? Kau yang memintaku untuk menghentikan ini semua kan ? Jawab saja Yong Ri~ya …”

“Aku…” ucapku mulai bingung dan terbata. Perkataan Doo Joon terlalu mengejutkanku. Ini seperti dua Negara yang sedang berperang dan tiba-tiba salah satu dari Negara yang berperang itu mengajukan perjanjian perdamaian.

“Aku lelah, ibumu membuatku sadar bahwa perasaan memang tidak bisa dipaksakan ! “

“Doo Joon~ah aku….”

“Aku anggap kau setuju..” kini Doo Joon berdiri dari duduknya dan mendekatiku

“Aku tidak akan…” dia menelan ludahnya dan kembali menatapku berat

“mengganggumu….” lanjutnya

“Doo Joon~ah…..”

“Pulanglah, kau bilang lelah kan? “

“Aku tidak bisa memutuskannya sekarang, bagiku ini terlalu tiba-tiba. Kau seperti mengibarkan bendera damai kearahku. Kau memintaku untuk memaafkan ayahku, jujur kuakui aku belum bisa,tapi…..”

“tapi, saat kau menjelaskan perasaan yang kau rasakan juga. Aku tidak bisa menampik bahwa aku bersalah disini. Kuakui aku adalah orang yang egois, dimataku ayahmu telah melakukan kesalahan yang besar, tapi …aku bisa merasakan rasa cintanya terhadap ibuku, dan itu membuatku merasa ……” susah sekali sepertinya mengatakannya, namun aku menguatkan kepalan tanganku dan memantapkan diriku sendiri untuk melanjutkan kalimatku “ aku merasa bersalah…..”

“Jadi…?? “

“Entahlah…..”

“Yong Ri~ya, sekuat apapun aku ingin membencimu, tapi kupastikan rasa cintaku jauh lebih besar terhadapmu. Aku tidak bisa membuat diriku benar-benar membencimu, aku tidak bisa…”

“Aku ….mencintaimu….” ucap Doo Joon menembus mataku.Aku membeku ditempatku. Kenapa dia harus mengucapkan kalimat seperti itu. Kenapa dia bisa mencintai wanita sepertiku, kenapa dia masih memiliki perasaan seperti itu padahal dia tahu aku yang mengakhiri hidup ayahnya.

“Pulanglah…..” perintah Doo Joon pelan .

“Doo Joon~ah..aku…”

“Aku tahu, kau tidak akan pernah memilihku ! Aku tahu itu . Aku hanya ingin mengatakannya saja, setidaknya bebanku sedikit berkurang ….”

“Aku sangat mencintai Kyuhyun, hanya perasaan seperti ini yang kurasakan kepadanya. Aku ….”

“Tapi, jangan pernah menganggap bahwa kau tidak berarti bagiku. Kau seperti hadiah Tuhan untukku . Tidak ada satupun peristiwa yang kulupakan saat kita bersama dulu. Kau benar-benar seperti kakak kandungku, melindungiku …membuatku bisa tetap bertahan setelah kepergian ibuku “

“Terima kasih telah menjagaku saat ibuku pergi “ aku menatap Doo Joon tulus, kulihat dia melebarkan matanya mendengar ucapan terima kasihku . “ aku tidak pernah sempat mengatakannya secara langsung kepadamu…”

“Baiklah…” ucapku menahan air mataku. “ kupikir aku harus pulang…”

“Aku pulang dulu..” aku mulai berbalik untuk melanjutkan langkahku .

“Yong Ri~ya..” panggil Doo Joon pelan. Panggilannya yang melembut membuatku berbalik kembali untuk menatapnya .

“Sekali saja..” aku mengernyitkan alisku bingung

“Sekali saja aku memelukmu untuk yang terakhir kali, setelah ini aku akan melupakan semuanya..”

Kutatap mata Doo Joon mencoba menembus kedalam relung matanya yang terdalam, matanya yang dulu sudah kembali, mata Doo Joon yang kukenal sudah kembali. Sebuah kehangatan seolah terpancar jelas dari mata coklatnya ini. Inilah Doo Joonku, Doo Joon yang selalu bersedia mengorbankan dirinya untuk melindungiku. Kupikir tidak ada salahnya , aku memantapkan diriku untuk menghadap kearahnya. Dan merasa sadar aku telah memberi lampu hijau, Doo Joon semakin mendekat kearahku , aku hanya terdiam ditempatku menunggunya memelukku. Sekarang tidak ada jarak lagi diantara kami, kurasakan tangan Doo Joon menyentuh punggungku lalu mendorong tubuhku, sedikit kaku dan masuk kedalam pelukannya.Aku mencoba membuat diriku rileks didalam pelukannya. Degup jantung Doo Joon berdetak kencang, apa dia begitu tegang ??

Kini dia mengalungkan kedua tangannya mengelilingi punggungku membuatku lebih masuk kedalam pelukannya.Aku memejamkan mataku, membuatku benar-benar yakin Doo Joon ku sudah kembali, Doo Joon yang kukenal telah kembali.

“Jangan membenci ayahku dan aku Yong Ri~ya “ bisik Doo Joon pelan.Aku hanya terdiam tidak menanggapi perkataannya

“Aku sangat berterima kasih pada ibumu karena telah melahirkanmu…” bisik Doo Joon sekali lagi. Kalimatnya ini benar-benar menyentuhku.Tanpa sadar aku kini justru menggerakkan tanganku untuk mengelilingi pinggangnya mencoba membalas pelukannya.Kuharap ini akhir dari permasalahanku dengan Doo Joon.

~

Aku meminta Lee Ajuhsi menghentikan mobilnya di pertigaan yang memang mengarah kerumahku.

“Kenapa berhenti disini nona? Saya akan mengantar nona sampai kerumah ?”

“Aniyo ! Aku ingin jalan saja dari sini Ajuhsi “ potongku

“tapi nona..”

“Aku tidak apa-apa ajuhsi ! “ ucapku tegas

Akhirnya Lee Ajuhsi mengalah, setelah membukakan mobil untukku. Aku segera turun dari mobil ini dan berpamitan dengannya . Aku mulai memasuki gang yang menuju kerumahku. Jarak rumahku tidak lebih dari 50 meter lagi. Dalam perjalanan singkatku menuju rumahku akhirnya aku tidak bisa lagi menahan tangisku. Semua terasa berjalan cepat dalam satu hari, aku harus menghadapi sebuah kenyataan. Aku masih belum bisa meraba apakah aku sedih , aku lega atau justru aku benci.Ini terlalu tiba-tiba dan mengejutkanku. Makam ibuku, setelah hampir 10 tahun aku tidak tahu kabar yang sebenarnya dari ibuku, tapi hari ini aku telah melihat makamnya, dan tidak hanya itu !! Bahkan makam ayahku yang ternyata adalah Jung Ajuhsi . Hidupku terlalu rumit, bisa-bisanya Tuhan menggariskanku hidup yang seperti ini.Apa rencana sebenarnya yang dibuat Tuhan untukku .

Dan Doo Joon, dia membuatku merasa sangat bersalah. Membuatku sadar bahwa bukan hanya aku yang menjadi korban disini ! Yoon Doo Joon, maafkan aku….

Aku sudah tidak ingin menahan isakanku lagi, ingin kukeluarkan semua rasa sesak yang menghimpit dadaku. Setelah ini aku tidak ingin ada lagi kesedihan, hidup yang baru, awal yang baru ! Sudah cukup aku menjalani hidupku ini.

“ Kau sudah pulang ?” . Aku terlonjak kecil dan segera menatap lurus kedepan dan melihat Kyuhyun sudah berdiri didepanku dengan jarak yang tak lebih dari 3 meter .

“kau menangis ?? “ suaranya berubah panik dan dalam 2 langkah besar Kyuhyun sudah ada didepanku

“Yong Ri~ya ?? Ada apa ? Kenapa menangis ? “ cecar Kyuhyun menatapku khawatir, kini dia sudah menyentuh kedua pipiku dan menghapus air mataku. Aku menatap wajah Kyuhyun yang terlihat begitu mengkhawatirkanku. Entah kenapa aku justru semakin terisak melihatnya.

“Hikss…hikss….” isakku kuat

“Ya!!Hei, kenapa ?? Jangan seperti ini ..siapa yang membuatmu menangis ?” tanya Kyuhyun kini dia merapihkan poniku yang menutupi kedua mataku

“ibuku……” isakku

“Nde ?? “

Apa yang terjadi denganku? Kenapa aku semakin tidak bisa mengerem isakanku, kenapa air mata ini tidak mau berhenti mengalir ? Aku merasa aku semakin cengeng dihadapan Kyuhyun. Tapi sungguh , sumpah demi apapun, yang ada dipikiranku saat ini hanya ingin menghabiskan air mataku , aku tidak ingin menahannya lagi. Aku hanya ingin melegakan hatiku  , menghilangkan rasa sesak didadaku yang sudah lama kurasakan.

“Yong Ri~ya, ….” Panggil Kyuhyun lembut . Entah dia menyadarinya atau tidak keinginanku yang hanya ingin menangis malam ini, perlahan kurasakan Kyuhyun menarik tubuhku tenggelam kepelukannya. Dia mendekapku erat, menyenderkan kepalakku didadanya. Gerakan dadanya yang naik turun secara teratur membuatku merasa nyaman bersender didadanya.

“Menangislah jika akan membuatmu merasa lega “ bisik Kyuhyun , kurasakan dia semakin mendekapku erat. Dan beriringan dengan itu aku merasa lebih bisa menghabiskan air mataku, dan tidak menahan isakanku.Hanya menangis yang ingin kulakukan malam ini, membuang semua perasaan sedih, dendam dan sakit hati.

“Menangislah……”

~

“Kau sudah tidak apa-apa ?” tanya Kyuhyun kepadaku, dia menyerahkan segelas air putih kepadaku yang tanpa ragu kuambil dan langsung menegak habis isinya.

Aku mengangguk pelan dan balas menatapnya “ Ne, terima kasih…” balasku

Kyuhyun tersenyum kearahku membuatku merasa jauh lebih rileks saat ini.

“Kau mau bercerita ?? “ tanya Kyuhyun lembut . “ Tapi jika kau tidak mau aku tidak akan memaksanya. Kau bisa menceritakannya kapan saja kau mau “ tambah Kyuhyun

“Aniii, aku ingin menceritakannya padamu, sudah kukatakan aku tidak ingin menyembunyikan apapun darimu “ balasku cepat .Kyuhyun menyentuh kepalaku dan mengelusnya lembut

“Mungkin ini kisah paling rumit yang pernah kau dengar Kyuhyun~ah “ ucapku memulai

“Tolong jangan berpikir negative tentang keluargaku setelah ini kususnya ibuku “ lanjutku .

Kyuhyun mengangguk , dia kini menggenggam tanganku membuatku jauh merasa lebih kuat. Aku mulai membuka mulutku dan menceritakan semuanya kepadanya.

*Jung Yong Ri POV END*

********************

*Author POV*

~

“Apakah tidak ada satupun perasaan yang kau sisakan untukku oppa ? “ tanya Jin Ri dengan suara gemetar. Semua yang dia lihat tadi ditaman ,benar-benar membuat hatinya sakit. Jin Ri seolah tidak bisa berfikir jernih saat ini. Dia dan Doo Joon kini berada didepan gedung apartemen Doo Joon.

“Sejak kapan kau disana ?” Doo Joon balik bertanya

“Sebenarnya apa yang kau lihat darinya ? “ ucap Jin Ri keras

“Ada apa denganmu !! “

“OPPA!! Apa kau tidak bisa melihat perasaanku ? Kenapa kau tidak bisa memandangku , melihatku ! Kenapa selalu Yong Ri ? “ tuntut Jin Ri. Dia sudah tidak bisa menahan emosinya

“Jin Ri~ya !! “

“Kau hanya tahu wanita didunia ini hanya Yong Ri ! Kau tidak pernah menengok kearahku ! Apa aku begitu membuatmu jijik sampai melirikkupun kau tidak mau ! “ Jin Ri semakin menaikkan nada suaranya

“Kita bicarakan didalam ! “ ujar Doo Joon tegas sambil menarik tangan Jin Ri. Dalam sekali hempasan Jin Ri berhasil menyingkirkan tangan Doo Joon.

“Aku sudah melihat semuanya ! Kau benar-benar jahat kepadaku ! Kau tidak memikirkan perasaanku sama sekali oppa ! “ Jin Ri mulai terisak

“Jin Ri~ya … apa yang kau lihat ? Kau salah paham, kita bicara diatas “

“Aku akan menyelesaikannya sendiri dengan caraku !! “

“Nde ??”

“Kau telah memilihnya kan? Hah!! “

“Kau salah paham !!! “ tahan Doo Joon

“AKU MEMBENCI YONG RI SEUMUR HIDUPKU !! “ teriak Jin Ri tak terkendali. Dan kemudian dia berbalik meninggalkan Doo Joon yang tidak bisa berbuat apa-apa .

“Choi Jin Ri !!! “

Sekuat tenaga Jin Ri berlari sejauh mungkin. Dia menutup kedua telinganya kuat-kuat mengabaikan panggilan Doo Joon .Pikirannya seolah terpenuhi dengan kebencian terhadap satu nama “Jung Yong Ri” .

“Akan kuselesaikan sendiri…aku ku selesaikan dengan tanganku sendiri “ bisik Jin Ri mengerikan

“Hanya perlu melenyapkannya dan semuanya akan menjadi milikku “ desis Jin Ri kepada diri sendiri.Wajahnya menampilkan ekpresi yang sangat mengerikan. Sisi manis dari wajahnya seolah hilang dalam detik ini juga, membuat Jin Ri semakin terlihat seperti orang yang siap membunuh kapan saja. Entah apa rencana dari gadis ini??

-TBC

~~hmmmm. Yang semakin muak ma cerita ini, ngacung aja deh ? Ga tau kenapa gue samakin pesimis sama akhir FF ini? Jadi kalo pada ga suka akhirnya ntar dan terasa sangat gaje harap maklum karena gue amatiran, buat FF cuman modal hobi ajah.

Kemarin ada yang bilang kalo FF gue, ngebosenin dan selalu bersambung dengan cara yang ga tepat, okey dah gue terima kritikan itu. Makasih banget udah mengkritik gue !! Udah gue tegesin dari awal kalo FF gue emang gaje, gue bukan pengarang kelas tinggi, gue bukan NH Dini yang karyanya diakui, bukan JK Rowling dengan imajinasi yang sangat tinggi, gue bukan Stepanie meyer yang mampu membuat berjuta-juta orang terhipnotis dengan karyanya, gue cuman cewek gaje yang hobi nulis FF yang ga kalah gaje, gue nulis ini cuman hobi aja kok ! Jadi gue juga ga perlu belajar atau kuliah tinggi2 ngambil sastra untuk nulis FF kan ??

Sekali lagi yang masih bertahan, makasih banget !! *big hug*

Karya gue ga akan beda kayak sampah kalo ga ada kalian , semua pembca gue. Setiap part gue buat dengan serius dan sungguh2 berharap ga ngecewain kalian, tapi kalo masih banyak yang ga puas, sorry ya, kemampuan gue mang masih cetek banget >.<

Kemaren udah gue share kan BTSnya difb, yang sudah baca semoga merasa terhibur. Itu free hadiah buat kalian *readers : hadiah yang aneh*

Okey~~ cukup cuap-cuap dari gue . Semoga semangat gue kumpul buat ngetik part 15 ! *asli agak down juga ada yang bilang karya gue ngebosenin* ~~ ckckck~~ kayaknya cobaan gue banyak ya~~ *LEBAY*

Bye…bye…

Follow ya @Riska_Fasyah

79 thoughts on “MEMORY And REVENGE Part 14

  1. Emang si part ini lbih mncritakan ksh umma ny yongri …

    Tp tetep ‘ngena’ kok ka~
    apa lg surat nyaa ituuu … Aigooo …
    Jd trnyata appa ny yongri .. Jung ahjussi …

    Aaaaa~ akhirny yongri-doojoon damai jg🙂
    kyu slalu jd tmpat bersandar yaaa … Aiyaaaa~

    whooaa .. Sulli mau ngapain nih … ???

  2. Huuaaaa … Hikss .. Hikss … Hikss.. Bacanya merinding … Sedih euyy …. Udah ku bilang ni FF bertema kan mistery ilahi *apadeh?* akakak … Bnyak bgt kejutan2.a ….
    Garis kehidupan emak ama anak 11:12 … *direbus yongri* …
    Omooo … Apa yg mau di lakukan ama si jin rin ..???? Gaswat … Yong ri tiarapppppppp …..akakak
    *gaje ahh *
    hhe :D:D
    go to next part ..😎

  3. ternyata jin ri aslinya kayak gitu ya,jahat banget,sampe niat ngebunuh segala T.T
    suka banget sama kyu,kok jadi berasa angel banget ya,padahal kan dia evil banget,kkkkkkkk

    bagus kok ffnya,mau nyambung alurnya misterinya juga kejawab kok akhirnya,aq cuma ngerasa rada gak ngerti aja pas baca past2 awal dari ini ff,hehehehehehe
    daebak >.<

  4. ya ampun kasian banget yong ri. Kebawa sedih jadinya😦
    wahhh akhirnya damai juga yong ri ama doo joon., kasian juga doo joon. Cintanya sepihak. Huhu.
    Jangan.jangan tuh si jin ri mau bunuh yong ri??? Aaa tidak!

    Hwaiting eon!!! Karyamu bagus koq. I Like it.^^

  5. Wah..part paling kusuka…konflik dan jawaban dr semua rahsia kebongkar abis…betul feelingku..klo si tuang Jung itu ayahnya yongri,,bisa ketebak pas nama marga mreka sma..tp apa keputusan yongri buat doojon yah..#penasaran!!!!

  6. Kya unnie ak gak bsa bayang’n klo kehidupan yong ri trjadi d dunia nihh..
    Masa lalu yg kelam nd prlu d lupak’kan.. Dpet bner tuh karakter kyu yg jdi org dewasa yg bisa nenang’n org yg ad d skitarny..
    Part nih bikin mewek dengger crita msa lalu yong ri.. #alay

  7. ternyata bener dugaanku dari awal,jung ajjhusi ayahnya yongri ^_^
    akhirnya doo joon nyerah juga,tapi jin ri makin kalut nih,,,
    apa yg bkal jin ri lakukan ke yongri nih????
    lanjut lagi ah baca next partnya…..

  8. Ping-balik: Memory and Revenge [Part 15] « FFindo

  9. disini.nyesek bgt!
    udah selesai masalah dujun
    eeehhhh sulli bikin.masalah…

    si sulli kayaknya ambisius banget aaaaaaa sulli… dengerin dujun duli dooong
    lanjut

  10. Ping-balik: Memory and Revenge [part 16] « FFindo

  11. Tebakanku benar lg,,,jung ahjussi ayahnya youngri,,,,ternyata itu masalahnya n ibunya meninggal skit kanker,,,,tp ysudahlah skrg toh dy udh punya kyuhyun,,,aduhhh si jun ri mau apa yaaa??

  12. dari awal udah nebak sih bapaknya young ri itu jung ajjusi, miris banget tau semuanya waktu udah mereka udah tidur dengan tenang , pasti berat buat young ri . alasan ibunya young ri ternyata gitu toh ,

  13. Ahr’a 1 kbnran trungkap bhwa tuan Jung adlh ayh kndung yongri&dy slh pham trhdp ibunya yg jstru sngat mNyngi’a..
    Tp ttp z cra ibu’a slh mntipkn yongri pd ayh tri’a m’akibtkn dy mNjd orank yg sngat mNdrta. .
    D part ne jg kentra skali bhwa do joon sngt mNdrta dg pa yg drasakn’a. .
    Dan jin ri slh pham trhdp yongri&do joon
    aigo it bs m’bhyakn nyawa yong ri. .
    Cerita’a tdk memuakan ko mlah trlht mkn mnrik dg rhsia” yg mulai trungkap. .

  14. Huaaaaaa #nafas#
    Hemm tragis yaaak😦 yong ri…untung dy ga bunuh diri #trend di korea kan#

    Kyuhyun, doo joon, seungri huaaa yong ri di cintai sm cowo2 yg berhati cowok sejati (?) #mauuuu#
    Hemm..semoga bukan jin ri yg mati yaa…

    Aku lanjut baca dulu ya thor🙂

  15. Huaaaa…
    Nangis waktu baca surat itu…
    Choi Jinri yg bakal jd masalahnya, astaga, kehidupan Yongri sudah pulih tp ditambah lagi masalah Jinri yg salah paham..
    Cho Kyuhyun kau sangat menenangkan..😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s