MEMORY And REVENGE Part 13

Judul : MEMORY and REVENGE

Cast : Jung Yong Ri (my fiction)

Cho Kyuhyun (Super Junior)

Lee Seung Hyun / Seungri (Big Bang )

Choi Jin Ri aka Sulli (fx)

Yoon Doo Joon (Beast )

Goo Hara (KARA)

Ji Young (KARA)

Taechyeon (2pm)

Author : Riska Fasyah Bayenti

Rating : Restriced (terbatas)

Length : Chapter

Genre             : Romance, Tragedy, Drama

baca dulu : part 10, part 11, part 12

Desclaimer : Karakter Jung Yong Ri murni hanya imajinasi saya dan asli karangan saya. Sah sepenuhnya milik saya bukan untuk diJIPLAK!!! Sedangkan karakter yang lain sah sepenuhnya milik Tuhan saya hanya meminjam . Sudut pandang saya ambil dari Jung Yong Ri dan Author

~Chapter 13

-kesetiaan bukanlah hal yang sulit dilakukan, tetapi kesetiaan sangat tergantung pada kejujuran, dan kejujuran itulah yang sangat susah untuk dilakukan- Riska Fasyah

*Jung Yong Ri POV*

-FLASHBACK-

~

Ini terjadi beberapa tahun lalu ketika usia ku 15 tahun, saat aku masih tinggal bersama Doo Joon dan ayahnya. Umurku yang masih sangat muda seolah menunjukkan betapa lemahnya diriku waktu itu.

Malam inipun aku meringkuk didalam kamarku, ayah Doo Joon telah menodaiku untuk yang kedua kalinya, dia bahkan tidak melewatkan untuk meninggalkan lebam-lebam pada kulitku. Aku memeluk lututku sendiri, menutupi wajahku dengan rambutku. Muka pria brengsek itu yang penuh nafsu saat mencumbuku membuatku merasa ingin mengakhiri hidupku saat ini juga. Bahkan saat dia melakukannya, yang dia sebut hanya nama ibuku. Aku kini menutup kedua telingaku , mencoba menghilangkan panggilan-panggilan kecil yang menuntunku untuk mengakhiri hidupku.

Tangisanku seolah tidak berguna lagi, air mata hangatku yang mengalir justru membuatku merasa gemetaran. Tiba-tiba terdengar suara pintu kamarku yang dibuka. Aku kembali was-was , tapi aku sedikit lega ketika yang masuk adalah Doo Joon. Dengan cepat dia segera menghampiriku. Melepas jaket yang dia pakai lalu menutupi tubuhku, dan mulai duduk disebelahku menyender kedinding kamarku.

Selama beberapa menit tidak ada yang berbicara diantara kami, aku merasa Doo Joon mulai menatapku, namun aku masih menunduk menatap lantai kamarku.

“Kau tidak apa-apa ? “ tanyanya pelan .

“Aku tidak bisa bilang aku tidak apa-apa “ balasku pelan

“Jangan benci ayahku Yong Ri~ya…” ucap Doo Joon

Aku masih belum menatapnya, mencoba berfikir lebih jernih.

“Dia sangat kecewa atas kepergian ibumu yang tanpa kabar “ lanjut Doo Joon. Entah alasan macam apa lagi , tapi aku akan tetap menganggap ayah Doo Joon laki-laki brengsek yang hanya bisa melampiaskan semuanya kepadaku

“Kenapa ibuku tidak pulang ?” tanyaku pelan, entahlah pertanyaan ini kuajukan kepada siapa, karena tak satupun diantara kami yang bisa menjawabnya

“Aku ingin pergi bersamanya…”

“Yong Ri~ya….” Doo Joon menarik pundakku dan menyenderkanku dipundaknya. Aku hanya menurut karena dia memang selalu melakukan hal itu padaku .

“Selain ayahku, hanya kau yang aku cintai didunia ini. Ayahku memang brengsek, tapi dia jadi seperti itu karena cintanya kepada ibumu. Jangan membencinya…”

“Aku membencinya…” ucapku tidak memperdulikan ucapannya

“Jika aku lebih besar, aku janji aku akan membawamu pergi jauh dari ayahku, kita tinggalkan dia . Tapi tidak sekarang, hanya dia yang kupunya didunia ini, setidaknya saat aku punya banyak bekal yang bisa kutinggalkan untuknya…”

“Aku mau ibuku…” ucapku pelan dan terdengar seperti menahan rasa sakit

“Yong Ri~ya…..”

“Kenapa kau berbeda dengan ayahmu ? Seharusnya aku membencimu karena kau adalah anaknya. Kenapa aku tidak merasakan perasaan itu terhadapmu ? “ tanya Yong Ri . Doo Joon mengeratkan tangannya untuk lebih membuat Yong Ri menyender dibahunya.

“Yong Ri~ya…tahanlah sebentar lagi….. Maafkan ayahku….” Bisik Doo Joon. Doo Joon adalah seseorang yang sangat berharga bagiku setelah kepergian ibuku yang tidak ada kabarnya sama sekali. Bahkan aku tidak tahu dia sudah mati atau bahkan masih hidup disuatu tempat dan menertawakan nasibku dikejauhan sana.

Doo Joon selalu datang disaat aku benar-benar membutuhkannya untuk menghangatkanku dari rasa dingin akibat ketakutanku pada ayahnya.

“Aku ingin mati….” ucapku sambil memejamkan kedua matamu

“kalau kau mati, aku juga mati…” balas Doo Joon pelan, kurasakan dia mencium pelipis kanan kepalaku dan mengelusnya lembut. Aku mulai mengantuk dan merasa sangat lelah, dengan masih menyender dibahunya aku mulai memasuki dunia mimpiku. Itulah Doo Joon yang kukenal, penuh dengan kehangatan dan selalu ingin melindungiku.

-FLASHBACK END-

~

Kyuhyun menatapku nanar. Aku telah menceritakan semua kepadanya tanpa terkecuali.Dia sempat marah kepadaku kenapa aku menerima ajakan Doo Joon untuk bertemu,dan menuntutku untuk menjelaskan dengan secara jelas apa hubunganku sebenarnya dengan Doo Joon.

Ibuku menikah dengan ayahnya saat usiaku menginjak 7 tahun.Tapi ketika aku berusia 11 tahun ibuku pergi entah kemana, dia meninggalkanku bersama 2 orang itu. Ayah Doo Joon seolah tidak terima dengan perlakuan dari ibuku. Dan semakin membuatnya marah, adalah ibuku meninggalkanku bersama mereka yang justru membuat ayah Doo Joon mengingat ibuku. Ayah Doo Joon selalu mencekokanku dengan kata-kata bahwa ibuku yang menjualku padanya. Tapi dengan keyakinan yang besar Doo Joon menyangkalnya dan memberi tahuku hal yang sebenarnya. Aku dan Doo Joon adalah saudara tiri. Tapi aku tidak menyangka Doo Joon begitu menyayangiku seolah aku adalah adik kandungnya, tapi aku salah ,perasaannya terhadapku bukanlah perasaan rasa sayang kakak terhadap adiknya namun perasaan seorang laki-laki kepada wanita.

Bahkan saat aku mengatakan kepada Kyuhyun bahwa aku sudah membunuh ayah Doo Joon, Kyuhyun semakin mengunci mulutnya, aku tidak tahu apa yang dia pikirkan saat ini tentang diriku. Jika dia langsung membenciku karena hal ini aku siap. Dia sendiri yang memintaku untuk tidak menyembunyikan apapun darinya.Semuanya sudah kuungkapkan padanya, jika saat ini juga dia langsung pergi menjauhiku aku sadar memang itu pantas untukku. Entah kenapa saat menceritakan ini aku sama sekali tidak meneteskan air mataku.Hanya senyum getir yang bisa aku sunggingkan dan sesekali menatap jauh mencoba meraba masa laluku.

“Kau pasti membenciku …” ucapku pelan menatap Kyuhyun lemah. Kyuhyun masih belum membuka mulutnya, kurasakan dia mendekat kearahku namun aku masih belum bisa menebak ekspresinya. Dia mengarahkan tangannya kebelakang kepalaku, dan dengan pelan menyentuh tengkuk leherku dan menariknya yang membuat tubuhku ikut tertarik merapat ketubuhnya. Dengan licah kini Kyuhyun justru menyentuh punggungku dan mendorongku kearahnya membuatku menempel padanya dan jatuh kedalam pelukannya. Hembusan nafasnya menampar leherku.Sebelah tangannya mengelus punggungku dan sebelahnya lagi mengelus rambutku pelan.

“Seharusnya aku tidak bertanya…” ucapnya pelan “ Apa itu sebabnya kau begitu tertutup ? Kau begitu dingin . apa ini semua karena masa lalumu ??” tanya Kyuhyun disamping telingaku. Aku hanya mengangguk pelan, pelukan Kyuhyun semakin erat dan menghangatkanku

“Maaf….” ucapnya “ Kau pasti merasa sangat tersiksa bukan….”

“Aku tidak apa-apa…” jawabku . Kurasakan Kyuhyun mencium ujung kepalaku, lalu pelipisku kemudian pundakku lembut. Bibirnya yang dingin membuatku merasa tenang.

“Aku terlalu kotor untukmu “ bisikku

Kurasakan Kyuhyun menggerakkan kepalanya kuat-kuat . Dengan masih memelukku dia kembali membuka mulutnya. “Kau terlalu berharga untukmu, sudah cukup penderitaanmu, sekarang kau hanya perlu melupakannya dan hidup bersamaku…lupakan semuanya….”

“Tapi aku harus menyelesaikannya Kyuhyun….” potongku . Aku melepaskan pelukan Kyuhyun dengan berat hati dan menatapnya.

“Aku harus menemuinya….” lanjutku pelan.

“Tapi….”

“Semuanya harus diselesaikan Kyuhyun~ah..” ujarku sedikit memelas. Aku hampir tidak pernah memelas seperti ini kepada Kyuhyun. Melihat ekspresiku yang begitu ingin menemui Doo Joon sepertinya membuat Kyuhyun menjadi tidak tega kepadaku.

“Selesaikan malam ini juga…” perintah Kyuhyun

“Kuharap begitu….” balasku. Aku berjalan memasuki kamarku dan mengambil sweaterku, lalu kembali menghampiri Kyuhyun yang memandangku cemas.

“Aku tidak apa-apa…” ucapku berusaha menenangkannya . Kuberanikan diriku untuk mengelus pipinya dan melemparkan senyumku padanya. Aku mulai berbalik, namun Kyuhyun menahan tanganku

“Aku antar…” tawarnya dan masih menatapku cemas. Aku mencoba menimbang tawarannya, tidak ingin membuat namja ini kawatir dan kecewa, aku mengangguk pelan dan bersedia diantar olehnya. Kyuhyun mulai tersenyum dan seolah lega. Dengan cepat dia menyambar jaketnya lalu sambil menggandeng tanganku, kami berdua keluar dari rumahku dan berjalan menuju motor besar Kyuhyun yang diparkir tak jauh dari rumahku.Adanya Kyuhyun yang menemaniku membuatku merasa benar-benar terlindungi. Kupandangi punggungnya yang lebar lalu mulai memeluk pinggangnya . Benar-benar hangat. Kyuhyun telah menghidupkan motornya dan mulai menjalankannya menuju tempat dimana Doo Joon sudah menungguku.

~

Kyuhyun mengehentikan motornya tepat didepan lapangan basket yang bersebelahan dengan taman besar yang berada diwilayah Gangnam.Pagar besi mengelilingi lapangan basket ini. Dan aku bisa melihat seorang laki-laki yang kukenali berdiri dipinggir lapangan itu sedang menatap ring basket yang jaringnya mulai rusak termakan oleh cuaca.

“Aku temani …” ucap Kyuhyun sambil menahan tanganku

“Tidak apa-apa aku bisa sendiri “ ucapku berusaha meyakinkan Kyuhyun

“Tapi….”

“Aku tidak apa-apa..” tegasku . Kyuhyun akhirnya menghembuskan nafasnya berat dan merasa kalah dariku. Dia kini memandang jauh Doo Joon yang sepertinya menyadari kehadiran kami.

“Tunggu aku disini “ ucapku membuat Kyuhyun kembali menatapku.Merasa tidak ada protes lagi dari Kyuhyun aku mulai melepaskan genggaman tangannya dan berjalan menjauhinya menghampiri Doo Joon yang menungguku.

Aku mulai memasuki lapangan basket ini, aku sempat berbalik untuk kembali menatap Kyuhyun, melemparkan senyum padanya berusaha membuat namja itu tenang.

Kini aku kmbali melanjutkan langkahku, pandanganku kufokuskan pada Doo Joon yang seolah menungguku. Aku menyebrangi lapangan basket ini, lalu berhasil sampai tepat didepan Doo Joon. Aku berdiri 3 meter didepannya sekarang. Doo Joon menatapku tajam, lalu menatap Kyuhyun melewati belakang kepalaku dan kembali menatapku lagi.

“Ada apa..??” ucapku mengawali pembicaraan.

“Apa hubunganmu dengannya ?” tanya Doo Joon cepat

“Kau memintaku untuk menemuimu karena hal ini ?” aku balik bertanya

“Jawab saja ! “

“Apa pedulimu ? “ aku kembali melontarkan pertanyaan kepada Doo Joon. Membuatnya semakin tidak sabar.

“Kubilang jawab saja pertanyaanku !! “ Doo Joon menaikkan nada suaranya

Tidak ada hasratku untuk menjawab pertanyaannya. Doo Joon menatapku tajam dan kubalas dengan tatapan yang sama. Merasa sedikit frustasi dengan sikapku kini Doo Joon dengan bertolak pinggang melangkahkan kakinya lebih mendekat kearahku memperkecil jarak diantara kami.

“Putuskan hubunganmu dengannya “ perintah Doo Joon. Aku mengernyitkan kedua alisku dan mendelik kearahnya

“Jika hanya ini yang ingin kau katakan, lebih baik aku pergi ! “ jawabku dan hendak meninggalkannya. Dengan cepat Doo Joon mencengkram kedua tanganku kuat membuatku merasa sedikit kesakitan

“Lepaskan…” ringisku .

“Kenapa ? “

“Apa…??”

“Kenapa kau memilihnya ! “

“Itu bukan urusanmu ! “ semburku pelan

“Yong Ri~ya !! Jangan menyiksaku seperti ini ! “

Aku tertawa ganjil mendengar pernyataannya. Sebenarnya siapa yang menyiksa siapa. Dengan sekali hempasan aku berhasil menyingkirkan tangan Doo Joon.

“Siapa yang berkoar ingin menyiksaku, siapa yang berbicara ingin membuat hidupku hancur ?!! Kenapa seolah aku yang menyakitimu ?! “ tanyaku sengit

“Tinggalkan pria itu !! “ Doo Joon asal memerintahku

“Kau tidak punya hak ! “

“Hiduplah bersamaku !! “ ucap Doo Joon keras .

“Untuk apa??! Untuk melampiaskan semua dendammu kepadaku !! Itu tujuanmu ?? Menghancurkan hidupku sehingga membuatmu puas !! “ balasku keras

“Jung Yong Ri ! Kau pantas menerimanya “

“Ayahmu juga pantas mati !! “

“Jung Yong Ri !!! “

“Aku berterima kasih padamu karena tidak membunuhku, tapi sekali lagi . Aku tidak menyesal telah menghabisi nyawa ayahmu . Kau mau membenciku ? Aku tidak peduli !! Kupikir sudah waktunya kita selesaikan semuanya …. Yoon Doo Joon “

Doo Joon memandangku hampa, entah apa yang dia pikirkan tentangku saat ini. Aku tidak peduli dia menganggapku seorang pembunuh, mungkin benar aku pembunuh tapi ayahnya lebih dari seorang pembunuh . Aku merasa impas dengan aku membunuh ayahnya.

“Hiduplah bersamaku !! “ ulang Doo Joon dingin dan tajam.

Aku mendengus mendengarnya lalu mengabaikannya dan hendak berbalik. Sekali lagi lelaki ini menahanku namun dia tidak hanya menahan tanganku saja, dalam sekali tarikan dia sudah menarik tubuhku , dan menghempaskan tubuhku kedalam pelukannya. Mengelilingi tangannya mengitari tubuhku. Aku berusaha melepaskannya namun dengan kuat Doo Joon mendekapku.

“Aku mencintaimu …..” ucap Doo Joon memelas . “ Rasanya benar-benar sakit, merasakan dua perasaan sekaligus seperti ini. Aku benar-benar membencimu, tapi aku juga benar-benar tidak bisa menahan perasaanku terhadapmu !! Aku….”

“Lepaskan…” ujarku pelan

“Jangan bersama pria lain Yong Ri~ya… Kau hanya milikku “

“Lepaskan aku…”

“Jangan membuatku menjadi gila seperti ini !!! “

Aku mendorong tubuhnya kuat dan berhasil melepaskan dekapannya.Doo Joon seolah terdorong lemah, dia kini menunduk. Aku merasa iba terhadapnya, namun kupikir semuanya harus jelas !!

“Berhenti mengejarku Doo Joon~ah…”  aku melemahkan suaraku

Doo Joon masih menunduk, entah apa yang ada dipikirannya saat ini.

“Hiduplah dengan tenang…”

“Aku mencintaimu…” bisik Doo Joon lemah tanpa menatapku .

“Doo Joon~ah….”

“Jika aku membuang rasa benciku, apa kau mau meninggalkan lelaki itu ?” tanya Doo Joon dan sekarang kini ia sudah menatapku.

“Jika aku melupakan semuanya apa kau mau bersamaku ??” tambah Doo Joon. Nada suaranya yang terdengar memelas sekali membuatku merasa bertambah iba terhadapnya.

“Doo Joon~ah…jangan seperti ini…”

“Jangan bersamanya …..”

“Aku……..” ucapku , Doo Joon mendekat kearahku, tatapannya dulu saat dia selalu berusaha melindungiku bisa kulihat malam ini.Aku membeku ditempatku seolah menantinya sampai ditempatku

“Apa kau mencintainya??” tanya Doo Joon pelan, nada suaranya membuatku tergetar. Aku memandangnya antara iba, bingung mau bicara apa dan merasa bersalah.Tapi aku tahu sebuah kepastian disini. Aku tahu jelas siapa yang kupilih, siapa yang aku yakin benar-benar bisa melindungiku. Walau merasa aneh karena kupikir aku bukan orang yang gampang mengungkapkan  perasaanku, tapi Doo Joon harus tahu, aku mulai membuka mulutku untuk menjawab pertanyaannya

“Ne….”

Doo Joon semakin hampa memandangku, dia terlihat sangat terpukul, kini dia semakin mendekat kearahku dan sedetik kemudian mencengkram kedua lenganku.

“Kau bohong kan !! “ sergahnya

“Aniyo…”

“Jung Yong Ri !!! “ ujar Doo Joon keras, sebuah bulir air mata turun dari sudut matanya. Ya Tuhan !! Dia menangis?? Benarkah ini, dia menangis ?? Dia kini mengguncang-guncangankan lenganku kuat membuatku sedikit meringis kesakitan.

GRABB!! Seseorang menghempaskan dengan kuat tangan Doo Joon,membuat pria itu sedikit terdorong dan menjauh dari ku. Aku segera menoleh dan melihat Kyuhyun telah berdiri disebelahku. Matanya kini menatap tajam Doo Joon seolah Doo Joon adalah sesuatu yang menjijikan.

“Dia sudah memilih” ujar Kyuhyun kepada Doo Joon. Doo Joon kini balas menatap Kyuhyun. Tatapan kebencian seolah terpancar kuat dari kedua matanya. Aku kini menahan tangan Kyuhyun karena menyadari Kyuhyun hendak menghampiri Doo Joon.

“Kita pergi saja..”

Kyuhyun mengalihkan pandangannya untuk menatapku sekarang. “Kau tidak apa-apa ?” tanyanya cemas

“Ne, kita pulang saja…” ajakku lagi sedikit memaksa. Walau sepertinya Kyuhyun masih ingin menyelesaikan bicaranya kepada Doo Joon namun aku sedikit menarik tangannnya , walau enggan Kyuhyun tetap menurutiku. Aku dan dia mulai berbalik untuk meninggalkan Doo Joon, kulirik sekilas Doo Joon yang kentara sekali hampir murka melihat aku dan Kyuhyun bergandengan tangan seperti ini.

“Kau pikir Yong Ri akan benar-benar menjadi milikmu !! “ teriak Doo Joon. Sontak Kyuhyun menghentikan langkahnya. Aku berusaha tetap menarik tangan Kyuhyun, mencoba tidak menghiraukau Doo Joon yang mulai meracau tak jelas. Kyuhyun masih mengikutiku, dia melanjutkan kembali langkahnya.

“ Dia tidak pantas untuk lelaki sepertimu !! “ Doo Joon kembali berteriak

“Aishhh !! Pria itu..” dengus Kyuhyun kuat

“Kita pergi saja !” ucapku cepat, aku tidak ingin ada perkelahian sama sekali.

“Aku tidak akan pernah melepaskan Yong Ri untuk pria BRENGSEK SEPERTIMU !!” Doo Joon kembali berteriak. Kini Kyuhyun benar-benar menghentikan langkahnya. Dengan cepat dia berbalik menatap Doo Joon yang sudah berjarak beberapa meter dari kami.

“Hah!! Dia pikir dia siapa ??” dengus Kyuhyun tajam dan sekali gerakan tangannya menghempaskan tanganku dan berjalan cepat kearah Doo Joon.

“Kyuhyun~ah !! “ panggilku, aku mulai bisa menebak apa yang akan dilakukan oleh Kyuhyun. Cepat sekali Kyuhyun berjalan mendekati Doo Joon. Sedangkan Doo Joon , dengan tersenyum licik dia seolah menunggu kedatangan Kyuhyun bersiap menyambutnya kapan saja.

Aku berjalan cepat menyusul Kyuhyun, namun sekarang pemandangan yang kulihat adalah dengan cepat Kyuhyun berhasil membenamkan sebuah tinjunya kewajah Doo Joon, membuat pria itu terjengkang.

“Kyuhyun~ah ! “ panggilku kuat. Aku kini berlari mendekati kedua pria itu. Dan sekarang Doo Joon berdiri murka , dengan cepat dia membalas memukul Kyuhyun membuat Kyuhyun mundur beberapa langkah.

“Hentikan !! “ teriakku kuat. Tetai kedua pria ini justru semakin bernafsu saling meninju, menendang satu sama lain. Kyuhyun berhasil menendang perut Doo Joon membuat Doo Joon terbatuk-batuk keras.

“Cukup !! “ teriakku, aku terdiam ditempatku melihat mereka berdua yang semakin menjadi-jadi. Tanpa diduga Kyuhyun, kini Doo Joon berhasil membalasnya. Dia menendang dada Kyuhyun yang membuat Kyuhyun membungkuk menahan sakit didadanya, dan tidak membuang kesempatan Doo Joon segera menghajar pundak Kyuhyun dengan sikunya, membuat Kyuhyun ambruk kelantai semen lapangan basket ini.

“Kyuhyun~ah !!! “ teriakku panik. Aku berlari kearah mereka berdua sekarang. Aku berusaha menahan tangan Doo Joon namun dengan cepat Doo Joon mendorongku membuatku jatuh kebelakang, kurasakan sikuku menggeser lantai kasar ini. Perih !!

Kyuhyun yang melihatku didorong Doo Joon langsung menatap Doo Joon murka, dia segera bangun dan dengan cepat melayangkan sebuah kepalan kewajah Doo Joon dan berhasil membuat hidung dan susut bibir Doo Joon mengeluarkan darah segar. Belum puas dengan yang dilakukannya, kini Kyuhyun memegang kerah Doo Joon mendorong tubuhnya hingga memepet kepagar besi yang mengelilingi lapangan basket ini.

Pukulan bertubi-tubi menghampiri wajah Doo Joon, Kyuhyun semakin murka karena justru Doo Joon tersenyum seolah mengejek dengan pukulan-pukulan yang diberikan  oleh Kyuhyuh. Kyuhyun bersiap untuk memukul wajah Doo Joon kembali tetapi tiba-tiba Doo Joon menendang selangkangan Kyuhyun yang sekarang membuat Kyuhyun terjengkang menahan rasa sakit yang dia rasakan. Dengan cepat kini Doo Joon duduk diatas tubuh Kyuhyun dan siap membalas semua pukulan Kyuhyun yang dilayangkan kepadanya tadi.

Melihat keadaan ini, aku segera bangun dan berlari menghampiri mereka disudut lapangan. Sekuat tenaga aku menahan tangan Doo Joon.

“Berhenti !! “ teriakku . Doo Joon terus memukul Kyuhyun yang sudah menyemburkan darah dari hidung dan bibirnya. Aku kembali menahan tangan Doo Joon, namun sepertinya tanganku tidak punya kekuatan apa-apa karena dengan mudah Doo Joon menghempaskannya.

“Cukup Doo Joon~ah !! Jangan pukul lagi “ teriakku frustasi. Aku tidak bisa menahan air mataku melihat wajah Kyuhyun yang berlumuran darah segarnya.

“DOO JOON~ah!!! “ teriakku menangis, sambil terduduk lemah disamping mereka berdua, perlahan Doo Joon menahan tangannya, dia mulai menengok untuk menatapku, tatapannya sangat berbeda saat menatapku, dalam sedetik dia merasa bersalah kepadaku.

“Jangan pukul lagi….” isakku lemah. Doo Joon menggerakkan tangannya menuju pipiku, namun belum sempat ia mendaratkan tangannya dipipiku, tiba-tiba saja Kyuhyun mendorongnya, dan sekarang keadaan berbalik, Doo Joon terjengkang dan Kyuhyun kini duduk diatas tubuhnya dan dengan segera membenamkan bertubi-tubi pukulan diwajah Doo Joon. Aku kembali sadar, ini sudah cukup. Aku segera bangun dan mendekati mereka, kini yang kutahan adalah Kyuhyun

“Cukup Kyuhyun~ah !! Berhenti “ tahanku, dan sama seperti Doo Joon seolah untuk memuaskan nafsunya,Kyuhyun tidak menghiraukanku sama sekali, dia terus saja melayangkan  pukulannya kewajah Doo Joon. Aku mulai kehabisan akal, dengan berani aku tahan tangan Kyuhyun dari samping yang masih mencoba kembali membuat wajah Doo Joon hancur.Tapi tidak seperti dugaanku justru Kyuhyun menghempaskan tangannya kuat, dan sikutnya kurasakan menghajar pelipis kiriku dekat mataku, benar-benar menghajarnya dengan kuat. Seketika kurasakan rasa pusing yang amat sangat menyerang kepalaku, rasa sakit yang kurasakan sampai menyerang ubun-ubun kepalaku, semua yang ada disekitarku seolah berputar-putar .

Samar-samar kulihat Kyuhyun menghentikan aktifitasnya, bisa kulihat dia kini beralih menatapku. Aku kini menggerakkan tanganku untuk memegang pelipisku. Basah , dingin dan lengket. Kutarik tanganku lagi dan sekarang aku bisa melihat cairan merah yang aku yakin sebagai darahku memenuhi telapak tanganku.

“Yong Ri~ya !!” panggil Kyuhyun kuat, dia kini telah bangkit dari tubuh Doo Joon dan menghampiriku tampak khawatir. Aku oleng seketika yang membuatku ambruk terduduk dilantai. Rasa basah dipelipis kiriku kini mulai mengalir turun kebawah sampai kurasakan keleherku.Rasa sakit masih belum mau pergi dari kepalaku, semuanya seolah menjadi satu. Bau amis dari darahku sendiri membuatku mual dan ingin muntah, pandanganku mulai terasa kabur.

“Yong Ri~ya !! “ panggil Kyuhyun lagi, nada suaranya terdengar sangat panik. Dan sekarang bisa kurasakan Kyuhyun sudah ada dihadapanku. Dia menyentuh lukaku dan membuatku meringis menahan rasa nyeri dikepalaku.

“Yong Ri~ya ?? “

“Sakit……” aku kembali meringis

. “ Maafkan aku !! “ .

Melihat warna darahku sendiri seolah kembali membuka semua memori lamaku. Rasa sakit kepala yang tidak hanya disebabkan oleh rasa perih dipelipisku kembali menyerangku.Aku mengerang menahan rasa sakit yang kurasakan. Kini Kyunyun menyentuh kedua lenganku.

“Yong Ri~ya ! Ayo bangun ! Kau bisa berjalan, kita harus mengobati lukamu ! “ kurasakan Kyuhyun membantuku berdiri. Bahkan kakiku pun serasa tidak ada tenaga untuk menopang berat tubuhku. Seolah tulangku sudah tidak berfungsi.

“Yong Ri~ya !!!! “ panggil Kyuhyun kuat, dengan cepat kurasakan Kyuhyun sudah menggendongku. Kyuhyun sedikit berlari menuju motornya.Aku sudah tidak bisa memperhatikan sekitarku, mataku kini terpejam namun aku yakin aku belum pingsan, bahkan nafas Kyuhyun yang tersengal-sengal terdengar jelas ditelingaku.

“Yong Ri~ya, jangan tutup matamu ! “ kini Kyuhyun mendudukanku diatas motornya.Aku tahu dia berusaha mendudukanku dengan baik untuk segera pergi membawaku keklinik terdekat. Namun tubuhku seolah tak berdaya, aku benar-benar tidak punya kuasa atas tubuhku.

“Naik mobilku ! “ samar terdengar suara Doo Joon yang sepertinya berdiri disebelah Kyuhyun.

“Pergi !! “ sergah Kyuhyun

“Naik mobilku saja!! “ kini Doo Joon kembali bersuara.

“Tidak perlu!! Pergi kau !! “ teriak Kyuhyun . Aku kembali meringis ketika rasa yang jauh lebih sakit menyerangku. Kyuhyun kini menggenggam tanganku kuat, lalu menuntun tanganku dan menaruhnya dipelipisku

“Tahan darahmu Yong Ri~ya !! kumohon tetaplah sadar, jangan menutup matamu . Sekarang tahan tubuhmu dulu, kita akan segera kerumah sakit “ ucap Kyuhyun cepat, walau susah aku berusaha menuruti ucapannya , mengikuti arahan Kyuhyun kepadaku. Aku sudah tidak tahu dimana posisi Doo Joon, sekarang aku hanya tahu aku sudah diatas motor Kyuhyun dan tidak perlu menunggu lama Kyuhyun sudah naik kemotornya, dia menuntun sebelah tanganku yang bebas untuk memeluk pinggangnya kuat.

“Ingat pegangan kuat, jangan tutup matamu ! “ ujar Kyuhyun kuat, aku tidak ingin membuatnya khawatir, walau susah dengan sekuat usaha kuanggukkan kepalaku sebagai jawaban aku mendengar semua yang diucapkannya. Merasa sudah tidak apa-apa, Kyuhyun menghidupkan motornya dan sedetik kemudian dia sudah menjalankan motornya.Angin malam yang menabrak tubuhku membuatku merasa sedikit lupa akan semua rasa nyeriku. Aku tidak ingin menutup kedua mataku, agar membuatku tetap tersadar. Yang kini kufokuskan adalah menutupi luka dipelipisku dan mencengram baju Kyuhyun kuat agar aku tidak jatuh karena Kyuhyun menjalankan motornya diatas kecepatan normal.

~

Sebuah prestasi besar karena aku sama sekali tidak pingsan.Aku memandang langit-langit  ruang UGD ini.Kyuhyun masih mengambil obatku di apotek yang memang sudah tersedia didekat rumah sakit ini. Aku kini mendudukkan tubuhku dan kembali menyentuh daerah pelipisku yang sekarang sudah ditutupi perban. Untung saja lukanya tidak dalam dan lebar, aku hanya dijahit 2 jahitan tidak lebih.Sepertinya sikut Kyuhyun benar-benar tajam sehingga mampu membuat kulit pelipisku robek seperti ini.

Pintu ruang UDG ini terbuka, aku bisa melihat Kyuhyun masuk dan dengan berjalan cepat dia menghampiriku.

“Kenapa duduk ? Kau sudah tidak apa-apa ?” tanyanya cemas.

“Ne..aku tidak apa-apa “ jawabku berusaha tersenyum tidak ingin membuatnya cemas. Kyuhyun duduk dipinggir ranjangku dan menatapku dengan tatapan bersalah

“Maaf…” ucapnya pelan “ Seharusnya aku langsung berhenti saat kau menahanku ! Aku tidak sadar saat sikuku menyentuh wajahmu “ ucapnya dengan nada yang merasa amat bersalah

“Itu bukan menyentuh, kau menghajarku ..” ucapku pura-pura kesal

“Yaa!! Aku sudah minta maaf “ rajuknya “ Lain kali aku tidak akan melakukannya lagi “

“Aku tidak apa-apa “

“Tapi..”

“Aku mau pulang saja, kita pergi saja dari rumah sakit ini ?”

“Kau sungguh tidak apa-apa ? Kau bisa menginap dulu jika kau masih merasa sakit “

“Aniii. Aku tidak suka rumah sakit “ jawabku cepat “ Kita pulang saja “ ucapku sedikit memohon . Kyuhyun memandangku lalu dia mulai menyunggingkan senyum yang kuakui sebagai senyum favoritku.

“Baiklah kita pulang ..” ucapnya, menyadari sesuatu aku kini menyentuh wajahnya dengan memegang kedua pipinya.

“Kau juga tidak apa-apa ?” tanyaku memperhatikan setiap sudut wajahnya yang biru dan merah. Bahkan masih ada darah kering disudut bibirnya. Dengan hati-hati Kyuhyun menurunkan tanganku lalu menggenggamnya.

“Aku tidak apa-apa . Luka seperti ini belum apa-apa “ ucapnya sombong diiringi senyum jahil. “Jadi mau pulang ??” tanyanya

“Tentu saja “ jawabku cepat.

~

Kyuhyun memaksaku untuk tidur lebih awal padahal waktu masih menunjukkan pukul setengah sembilan malam.Dia mendorongku kekemarku, lalu memaksaku untuk berbaring diranjangku. Walau sedikit mendengus aku tetap menuruti perintahnya, dengan gaya sok kebapak-bapakan dia menyelimutiku dengan selimut tebalku sampai kebatas dadaku.

“Tidurlah..” ucapnya sambil mengelus dahiku

“Kau mau pulang ?” tanyaku

Kyuhyun mengulum bibirnya dan memasang tampang seolah-olah sedang berfikir.

“Mungkin saja ..” ucapnya menggantung. Aku segera menahan tangannya lalu bangkit dari tidurku untuk duduk diatas ranjangku

“Hya!! Kenapa bangun !! “ Aku justru semakin menarik tangan Kyuhyun untuk duduk diranjangku juga

“Jangan pulang dulu ya, temani aku “ ucapku manja. Entahlah kenapa aku jadi seperti ini ? Apa obat yang kumakan tadi salah, aku jadi ingin bermanja-manja dengan namja ini.

Kyuhyun menatapku bingung dan bencampur takjub.Dia mulai tersenyum geli menatapku.

“Ada apa denganmu ?” ucapnya sedikit mengejek . Aku terdiam tidak menjawab pertanyaannya, mencoba mengatur mimik dan warna wajahku agar tidak terlihat seperti kepiting yang baru matang.

“Jangan pulang dulu temani aku..” ulangku dan bisa kupastikan urat maluku sudah putus.

“Hahahahha~~ “

“Jangan tertawa” desisku tajam

“Baiklah…sana geser !! “ perintahnya. Tidak bisa menahan senyumku, aku bergeser dan memberi tempat untuk Kyuhyun.Aku mulai berbaring disusul Kyuhyun yang ikut berbaring disampingku. Kami sama-sama terbaring dengan memiringkan tubuh menghadap satu sama lain.

Tidak ada yang tidak bisa menahan senyum diantara kami. Kami masih sibuk saling memandangi satu sama lain, berusaha menembus mata kami masing-masing, mencoba membaca ekspresi lewat kedua mata kami yang saling bertubrukan. Perlahan Kyuhyun menggerakkan tangannya dan merapihkan anak poniku. Aku tahu dia sangat menyukai hal itu. Hembusan nafasnya yang menampar wajahku membuatku merasa sangat tenang, terasa seperti Kyuhyun benar-benar akan selalu berada didekatku.

Aku sibuk memandangi setiap sudut wajahnya. Bahkan disaat wajahnya masih penuh dengan lebam disana sini , aku tetap bisa melihat ketampanan pada wajahnya..Sepertinya aku benar-benar sudah terhipnotis pada namja ini.Aku seolah tidak sungkan lagi memujinya.

“Sakit ya..??” aku mengelus ujung bibirnya yang mulai mengering

“Sudah tidak lagi “ jawabnya pelan

“Apakah masih sakit ?” kini Kyuhyun yang berganti bertanya padaku dan menyentuh perban dipelipisku.

“Aniyo, sudah tidak apa-apa “ jawabku sambil tersenyum. Bahkan aku sudah tidak mengalami kesulitan lagi untuk melemparkan senyumku kepadanya.

“Maaf ya..??”

“Tidak apa-apa ..”

Kyuhyun menatapku lalu menatap perbanku. Dia menggerakkan kepalanya dan menuntun bibirnya untuk mencium perban dipelipisku. Selama beberapa detik, bibirnya menempel pada perbanku, dan setelah itu menjauhkan bibirnya dan kembali menatapku. Aku yakin jarak kami berdua lebih dekat dari sebelumnya.

“Kau mencintaiku ?” tanyanya tanpa basa basi. Kini senyumannya telah hilang, berganti dengan wajah penasaran menunggu pertanyaannya dijawab olehku.Aku memutar bola mataku seolah berfikir kuat.Membuat Kyuhyun mengernyitkan kedua alisnya.Tentu saja aku sudah tau jawabanku tanpa harus berfikir, aku balas menatapnya mencoba mentransferkan energi kepercayaan terhadapnya.

“Ne…” jawabku pelan

“Katakan kau mencintaiku ?” pintanya . Tanpa ragu aku menggerakkan tanganku dan menyentuh kedua pipi Kyuhyun .

“Aku mencintaimu…” ujarku

“ulangi…” pintanya

“Aku men-cin-ta-imu Cho Kyuhyun “ ucapku pelan-pelan dan memberi setiap tekanan pada suku kata ‘mencintaimu’ . Kyuhyun tidak tersenyum atau apapun.Dan dalam sekali tarikan yang mampu membuatku terbuai olehnya, kurasakan namja ini sudah menarik tengkuk leherku dan mendaratkan bibirnya dibibirku.Walau sempat kaget, aku mulai menutup kedua mataku, dan tanpa ragu membalas ciuman Kyuhyun. Bibirnya yang masih menyisakan darah kering seolah mengirim rasa asih kebibirku. Namun itu tidak membuatku berhenti membalas semua bentuk ciumannnya dibibirku. Kami masih saling melumat satu sama lain, aku kini dengan berani mengalungkan tanganku di lehernya dan lebih menarik tubuh Kyuhyun agar merepet ketubuhku. Ciuman Kyuhyun semakin dalam dan intim yang membuatku mulai kehilangan akal sehatku. Sentuhan bibirnya seolah membuatku terbang berharap waktu ini berhenti sehingga aku akan mengingat terus lekuk bibirnya saat mencumbuku.

Aku mulai kehabisan nafas, Kyuhyun seolah tak memberikan celah pada bibirku untuk mengambil oksigen. Saat aku mulai merasakan sesak, aku melepaskan ciumannya dengan lembut yang menimbulkan bunyi decapan pelan dari kedua bibir kami.Dengan dahi yang masih saling menempel, Kyuhyun kembali menatap mataku, bibirnya mulai tersungging, dia kini mengarahkan bibirnya ketelingaku dan berbisik pelan “ Kalau kita melakukannya lagi bagaimana ?” nafasnya yang menabrak daun telingaku saat membisikkan kata-kata itu membuatku seolah melayang, walau sedikit membelalakan mataku dan kini menatap Kyuhyun kembali karena dia sudah menatapku lagi aku mengangguk pelan.Kyuhyun tersenyum dan kini kembali mendekatkan bibirnya ke bibirku untuk melumatnya lagi.

Tapi…..

TING TONG!! TING TONG !!

Dengan tepat aku menahan wajah Kyuhyun yang mendekat dengan memegang kedua pipinya

“Ada yang datang ! “

“Biarkan saja ! “ kini Kyuhyun sudah berhasil melumat bibirku.Dia bahkan sudah menghisapnya pelan, membuatku sedikit terangsang dan lupa akan siapa yang bertamu kerumahku.

“YONG RI~ya !!!! Kau didalam ??” teriak seseorang dari luar. Mataku langsung terbuka. Aku mengenali suara itu.

“YONG RI~ya  “ teriak suara itu lagi dan menggedor pintu depan rumahku. Aku melepaskan ciuman Kyuhyun yang sudah mulai memanas. Dengan sedikit kesal Kyuhyun menatapku nanar.

“Wae..? “ tanyanya tak sabar

“Ada Seungri !! “ ucapku lalu bangkit dari tidurku . Kyuhyun pun ikut duduk dan menatapku

“Aishhh, untuk apa dia datang malam-malam begini ?!! Mengganggu saja!! “ decak Kyuhyun sambil mengacak-ngacak rambutnya kesal.Aku kini bangkit dari ranjangku dan berjalan keluar dari kamarku.

“Yak!! Yong Ri~ya !! Hei untuk apa membukakan pintu untuknya “ pekik Kyuhyun . Aku tidak memperdulikan panggilannya dan terus berjalan cepat menuju pintu depanku.Aku sedikit merapihkan rambutku agar tidak terlihat habis melakukan sesuatu (?) yang bisa ditebak oleh Seungri. Dengan bersemangat kubuka pintu rumahku dan mendapati Seungri sudah berdiri dihadapanku.Menyadari keberadaanku, Seungri mulai menyunggingkan senyum tulusnya kepadaku.Sudah 2 hari lewat sepertinya aku tidak bertemu dengannya.

“Annyeong..”sapanya . Kusunggingkan senyumku kepadanya.

“Kau rindu padaku yah, sampai tersenyum seperti itu kepadaku .?” ucapnya takjub.Ingin sekali menjitak kepalanya namun kutahan dan kini melebarkan pintuku dan mempersilahkannya masuk . Tiba-tiba tatapan Seungri berubah panik

“Aigooo!! Kenapa pelipismu Yong Ri~ya ?? “ tanyanya khawatir

“Aku tidak apa-apa , hanya terbentur meja saja “ bohongku.

“Ckk~~ tidak bisakah kau hati-hati “

“Maaf…” balasku pelan. Seungri hanya menghembuskan nafas berat seolah prihatian akan ketidakhati-hatianku.

“Masuklah…” ucapku. Tanpa ragu Seungri telah melenggangkan langkahnya masuk kedalam rumahku.Aku menyusulnya dari belakang.Kini kami berdua sudah berada diruang tengah, kini dia berbalik untuk menatapku dan mulai berbicara dengan gaya khasnya.

“Kau tidak ingin memberikan pelukan selamat datang pada oppamu ini, Yong Ri~ya ??” tanyanya . Aku mendengus geli kearahnya. Namun sekarang yang kutatap bukan lagi Seungri, tetapi sesosok tubuh(?) yang berdiri dibelakang Seungri.

“Oppa apa ?! “ ujar Kyuhyun . Kaget dengan sebuah suara dibelakangnya, Seungri segera berbalik dan dengan teriakan tertahan dia menatap Kyuhyun, Seungri lalu berbalik cepat untuk menatapku .

“Dia disini ?” tanyanya pelan. Aku hanya mengangguk .Seungri sudah berbalik lagi untuk menatap Kyuhyun.

“Apa yang kau lakukan disini ?” tanyanya menyelidik

“Melakukan apa saja bersama pacarku “ jawab Kyuhyun asal.” Sudahlah, aku berterima kasih kepadamu karena sudah memberi tahu perasaan Yong Ri sesungguhnya kepadaku, dan kupikir pasti kau sudah merelakannya untukku kan ?” lanjut Kyuhyun.

“Aku.. tapi aku masih tidak mau menyerah “ Seungri menatapku .

“Hei, sudahlah !! Yong Ri itu hanya mencintaiku, kau bisa tanyakan langsung padanya ! “ tantang Kyuhyun . Seungri menatapku was was, dia mulai membuka mulutnya

“Kau hanya menyukainya kan ?? Tidak mencintainya ??” tanya Seungri . Sekuat tenaga aku menahan senyumku, ekspresi wajah Seungri sedikit lucu menurutku.

“Maaf…” hanya kata itu yang keluar dari mulutku.

“Benarkan ?? “ ucap Kyuhyun bahagia.Kini Seungri berjalan mendekatiku .

“Lalu , sebelum aku datang …” Seungri bertanya takut-takut “ apa yang sedang kalian lakukan ??”

“Menurutmu ?” Kyuhyun yang menjawab . “ Aku tidak bertanya padamu ! “

“Sesuatu yang tidak menarik “ ucapku diplomatis.

“Benarkah ?” Seungri tersenyum senang menatapku.Kini Kyuhyun yang mendelik kearahku.Dengan cepat Kyuhyun berjalan medekatiku, lalu menarikku menjauhi Seungri.

“Sudah sana pulang, kau menganggu kami “ usir Kyuhyun.

“Kau saja yang pulang “ balas Seungri tak mau kalah “ Aku membawakan makanan untukmu , bagaimana kalau kita makan bersama ?” tanyanya tanpa memperdulikan Kyuhyun. Aku mengangguk bersemangat dengan ajakan Seungri, melihat dua lelaki yang ada bersamaku saat ini membuatku benar-benar merasa terlindungi. Kyuhyun yang kucintai dan Seungri yang benar-benar membuatku merasakan punya seorang sahabat.

“Bagus, ayo ! “ Seungri mencoba menarik tanganku, namun dengan entengnya kyuhyun memukul pelan tangan Seungri dan menatapku “ Aku mau juga …” ucap Kyuhyun manja

“kita makan bertiga saja “ ucapku menengahi . Kyuhyun terlihat sangat senang, dan Seungri kurasa dia sedikit tersenyum masam, namun tidak menolaknya. Aku tidak bisa menyembunyikan senyumku sama sekali. Keberadaan mereka berdua membuatku benar-benar merasa diperhatikan.

Bahkan saat makan, tak henti-hentinya dua pria ini saling beradu argumen, mengungkit siapa yang paling banyak berkorban untukku. Dan seolah ingin membuktikan siapa yang paling baik didepanku. Senyumku semakin mengembang dan semakin lebar melihat tingkah mereka berdua.

~

Aku memandang bangku kosong disampingku. Hari ini Jin Ri tidak masuk kesekolah . Aku merasa dia semakin menjauhiku, apa ada yang salah dariku?  Aku kembali menatap dosenku yang sedang menerangkan pelajaran ini, masih berusaha memperhatikan dosenku, kurasakan handphoneku bergetar disaku sweaterku. Pelan-pelan kukeluarkan handphone dan melihat layarnya, ternyata ada sms yang baru saja masuk.  Aku kini membuka sms itu dan melihat nama yang kukenal sebagai pengirim sms ini.

From : Lee Ajuhsi

 

Nona, sepulang kuliah aku akan menjemputmu ! Ada sesuatu yang harus keberitahu padamu. Jadi tunggulah digerbang kampusmu. Ini benar-benar penting.

 

Terima kasih

Walau sedikit aneh, aku tetap membalas sms itu, dan mengatakan oke sebagai jawabanku. Apa yang ingin dikatakan oleh Lee Ajuhsi, seingatku ini belum ada sebulan sejak dia memberikan uang bulanan padaku.

~

Aku bisa melihat mobil Lee Ajuhsi didepan kampusku. Aku sudah memberi tahu Kyuhyun bahwa aku akan pergi menemui Lee Ajuhsi, Kyuhyun sempat menawarkan diri untuk mengantarku, namun segera kutolak karena Lee Ajuhsi yang langsung menjemputku.  Aku semakin mempercepat langkahku, ketika menyadari Lee Ajuhsi keluar dari mobilnya.

Aku yakin kini Lee Ajuhsi menatapku yang semakin mendekat kearahnya.Akhirnya aku benar-benar sampai didepan Lee Ajuhsi, dia membungkuk sopan kearahku yang kubalas dengan bungkukan yang sama .

“Kita berangkat sekarang saja ya nona “ ucapnya.

“Kita mau kemana ?” tanyaku penasaran

“Daegu…” jelas Lee Ajuhsi.

“Kepemakaman Jung Ajuhsi, tapi kita sudah kesana kan ?”

“Bukan kesana “

“Lalu..”

“Masuk saja dulu ya..” Lee Ajuhsi tersenyum, dia kini membukakan pintu belakang mobilnya. Aku merasa sudah ada yang duduk dibangku penumpang ini. Aku membungkuk untuk masuk kedalam mobil tapi dengan cepat kakiku tertahan. Semua kerja tubuhku seolah berhenti ketika aku tahu siapa duduk dibangku penumpang ini. Menyadariku yang memandangnya terkejut lelaki ini balas menatapku.

Aku menatap Lee Ajuhsi tidak percaya, Lee Ajuhsi hanya mengangguk dan tetap menyuruhku masuk.

“Apa yang kau lakukan ?” tanyaku kepada lelaki ini.

“Tanya saja pada dia ! “ lelaki itu menunjuk Lee Ajuhsi dengan dagunya. Aku benar-benar tidak percaya dengan pemandangan yang ada dihadapanku. Saat ini, dan kukatakan dengan jelas aku tidak bermimpi. Yoon Doo Joon, ya Doo Joon berada didalam mobil yang sama denganku, dialah lelaki yang duduk dibangku penumpang bersamaku. Doo Joon sudah tidak menatapku dia menatap lurus kedepan seolah tidak perduli dengan keterkejutanku.

Lee Ajuhsi mendorong tubuhku pelan, dan membuatku masuk kedalam mobil ini dan menutup pintu mobil. Dia kini berjalan cepat dan tidak lama kemudian telah bergabung bersama kami masuk kedalam mobil. Dia duduk didepan bersama sopir yang bertugas mengemudikan mobil mewah ini.

“Sebenarnya kita mau kemana Ajuhsi, dan untuk apa…?”

“Lebih baik katakan kita mau kemana ?” kini Doo Joon yang bertanya. Sepertinya dia juga sama sepertiku tidak mengerti dengan maksud dari Lee Ajuhsi. Tanpa menoleh Lee Ajuhsi mulai berbicara

“Kita….” Dia menarik nafas lalu menghembuskannya secara perlahan.

“kita akan kemakam ibumu nona..” ucapnya pelan.

Aku merasakan sesuatu yang hampa menyerangku, dia mengatakan apa?? Kemakam ibuku ??

“Dan kemakam ayah kandungmu “ lanjut Lee Ajuhsi. Semua system syarafku seolah berhenti bekerja. Pikiranku kosong secara tiba-tiba. Aku tidak salah dengarkan ?

TBC

YAKKK!! Semakin gaje dan memuakkan ya FFnyah, yang masih bertahan membaca FF ini, makasih banyak kalian sudah mengorbankan jiwa raga kalian untuk membaca FF bobrok yang ga ketolongan ini.

Semoga 3 ato 4 part lagi bisa tamat dah ini FF, mulai muak sama semua pemainnya *dimuntahin ama semua cast*

Masih ada beberapa konflik yang belum selesai, jadi diharapkan kalian mau bertahan sebentar lagi yah, wkwkwkwk

JANGAN LUPA KOMEN yang berbobot dan panjang *maksa ya gue*

Pasword jangan disebarin dan yang udah dapet password wajib dan kudu ninggalin jejak di wp gue jangan dinding fb gue.

Cukup dah ngocehnya, part 14 ga tau kapan! Tunggu ajah .

Keep RCL dan doain ya semoga FF ini bisa dimuat di ffindo , sedang dalam tahap pendekatan nih *plakkkk

Bye…bye…

follow me @Riska_Fasyah

86 thoughts on “MEMORY And REVENGE Part 13

  1. ibu yongri udh meninggal? Ayah kandung.a yong ri trus kmna eon? Smoga msuk komen.a ….. Ak boleh mnta pw part part lanjutan.a ga eon?

  2. wah si kyu bkin ngeri juga….tp jga melindungi bgt! akhirx si young ri mau ju2r jga! lga jga bcax…(kbawa emosi amat!)! jd mkin pnasaran nih mo dbawa kmana tuh si young ri ma doon joo?

  3. Q cuma mw blg..
    “mkin ksni crta’a mkin bguz”
    hhaha😄
    oiya..maapp eon yg part 10 k bwah lom q komen,,
    ni j mta q uda pdes*d kira cabe*krn bca part ke part dr hape…
    Hhehe…
    Pxo’a numero uno..
    #bnr gtu g si tlsan’a?
    Wkwkwk

  4. Aish,pasti sakit bner dah tu.,kena pelipis ampe robek gitu~

    ah,apa jgn2 jung ahjussi itu bp.x yongri??n’ makam cewek yg dsblahx itu makam ibux yongri??

    Makin penasaran><

    lanjut ah~

  5. Ya ! Ya ! Ya !
    Brantem ! Brantem !! Bramtem ny seruuu~~ ayoo kyu .. Trus tonjok doo joon \plak

    huwaaa~ kenapa yongri yg jd korban ..!
    Aigooo cho kyuhyun ! Kau membuat yeoja mu mendapat 2 jahitan d plipis nya … ckckckck~

    aiyaaa mkin senen deh liat kyuri …🙂
    liat kyu yg manja manja gmanaa gituuu .. Wkwkwk ..

    Mwo ? Siapaaa appa kndung ny yongri ???
    -> ngibrit k next part

  6. Ya ! Ya ! Ya !
    Brantem ! Brantem !! Bramtem ny seruuu~~ ayoo kyu .. Trus tonjok doo joon \plak

    huwaaa~ kenapa yongri yg jd korban ..!
    Aigooo cho kyuhyun ! Kau membuat yeoja mu mendapat 2 jahitan d plipis nya … ckckckck~

    aiyaaa mkin seneng deh liat kyuri …🙂
    liat kyu yg manja manja gmanaa gituuu .. Wkwkwk ..

    Mwo ? Siapaaa appa kndung ny yongri ???
    -> ngibrit k next part

  7. Haahhhh kyu makin mesum aja nihhh,,
    mmm aku suka,,,
    Jangan bilang kalo ayah kandungnya yong ri ternyata tuan jung,
    tapi ibunya yong ri ninggalin tuan jung n menikah ma ayahnya doo joon, bener gk??
    Makin penasaran ma kelanjutannya,,,,
    Author pernamyak ff kayak ginian di jamin blogmu rame,
    se rame dorm oppadeul,,, wkwkwkwk

    Author kirimin aku PW….PW…PW….PW…..PW…..PW…………PW………..pw…
    *demo bawa poster kyuu*

  8. Huuuaaa … Unnie knpa TBC … Aigoooo lgi seru bacanya ….
    Akakak😀
    gg tau knpa menurut ku di part ini feel.nya dpet bgt .. Karakter2 + watak asli dri para cast.a keluar semua .. *asik dah*
    gg bisa ngebayangin tampang abang kyu ama abang seung ri yg lagi adu argumen .. Pasti seru tuh .. Coba aku ikutan … *apadeh?*
    hoaaa penasaran ama next part .a .. Hihihi

  9. kyu genit bgt, bisa.bisanya lagi bonyok gtoe muka’a masih minta(?)
    akhirnya keluar juga seungri…
    makin penasaran ama doo joon.,
    yong ri, ice girl tapi 3cwo nempel semua ke yong ri. Pake jampe.jampe apa tuh *plakk digampar yong ri

  10. Kyu d sni bner” gentel abisss beda sma karkter dia yg evil tuh..
    Kasihan jga liat doo joon d gtu’n tpi gpp lah mending kyuri aj.
    Kya ap makam ibu yong ri d dkat makam adjusi yg nilong yong ri yah?
    Bner deh penasaran ak dri kmren mlm smp” nekat baca trus

  11. huwaaa~~~ krn kekutan cinta kyu, Yong Ri nggak pingsan menuju rumah sakit dan selamat sampai tempat tujuan walaupun dia luka dan kyu yg babak belur akibat bertempur bersama Doo Joon merebutkan Yong Ri ~~ #bahasa gw ancur !!!

  12. daebak,,,,,
    suka deh ma karakter seungri dsni,g maksain cintanya ma yongri jadi g nyebelin liatnya🙂
    kyu juga beda bgt y,dsni dia ganjen ma manja bgt padahal d ff yg lain,karakter dia tuh pasti evil ma dingin bgt,,,
    tapi justru itu kelebihannya,seolah2 kita d ksih tau sosok kyu yg lain lwat ff ini🙂
    nice ff deh,lanjut k next part yo😉

  13. Part ini gado2. Dah nyangkup semua rasa!
    Kepedhan masalalu. Kelam-nya masalalu n kotornya diri yg dirasakan yonri!
    Ampe adgan yg bkin hot! Kisue kisue! Hoa kyuri mesum!

    N adgan adu t0njok….
    Suka watak seungri…..
    Nmbh warna laen bwt ff ini.

  14. Ping-balik: Memory and Revenge [part 14] « FFindo

  15. Ping-balik: Memory and Revenge [Part 15] « FFindo

  16. partnya mengaduk aduk rasa nih…
    suka banget..
    lama lama terungkap! hhh… tabah buat yong ri
    eh ini btw kyuri makin klop aja deh..
    aigooo jadi penasaran lanjutannya!

  17. Ping-balik: Memory and Revenge [part 16] « FFindo

  18. Doojoon itu syg bgt ya sebenarnya sm youngri,,,emang susah punya perasaan cinta n benci sekaligus,,,complicited bgt,,,,huffffttttt,,,,itu pas seungri dtg gangguin aja dehh,,,kirain ada nc lg *plakkk*lucu bgt liat kyu n seungri brantem…btw kok lee ahjusi sm doojoon yaaa???jung ahjussi itu appanya youngri g yaaa???

  19. aku ngira bakal ada nc lagi loh tapi kok kata oenni di part brapa gitu aku lupa gak bakalan ada nc lagi jadi yah harus elus dada yesung (?) sedih gak ada nc lagi *ketahuan yadongnya* aku suka waktu kyuhyun ama joon brantem pasti asik deh liat aslinya kalo mereka brantem hehe

  20. Wua
    cBnar’a sat pmbicaraan di lapangn BASKET it q pkr Yong ri bkal mlunak stlh Do joon mengungkapkn pRzan’a tp trnyta dy mkn mantap plh KyuHyun..
    Wah..wah jtozan lg tU ank br2 smpe bkn Yongri kna hntaman pkuln mrka..
    Aish
    seungri dtank pd moment yg krank tpat
    kekekee
    ky’a kbnaran lain bkal trungkap d part slnjt’a. .

  21. Jaaaaah KyuRi so sweeeeet bnget badscenenyaa…huaaa maaauu (??) #plaaak#
    Hemmm..doo joon..aku jd kasihan sm orang ini #author jahat#lohh
    Aaaaa seungri…buat aku ajaaa gimana? Kan dy udh keabisan couple wkwkkww..
    Eeehh, jgn2 seungri yg mati ya?? Tidaaaaaak jangan lakukan itu author😦
    #berisik#
    Baiklaah aku lanjut baca dulu ya thor🙂

  22. Aku nyesek pas baca kisah nya si yong ri. Tega2 nya ayah doo joon menodai yong ri yang sama sekali tidak bersalah..
    Aiihh..kyu baik banget mau nerima yong ri apa adanya, aku jadi iri >.<
    Aiisshh..seung ri ganggu kyu ama yong ri aja, padahal sedikit lagi mereka pasti akan…
    Uppss..yadong nya kumat😄

  23. kesel bngt sma sikap doo joon yg kesan nya ngentengin bngt prlakuan bokapnya ke yong ri.
    aish, kyu smakin kya ahjumah2 yg ngerengek sma suaminya buat blng “aku mencintaimu”

  24. kalo jd yongri dilema juga……dia sayang ma dongjoon tp perlakuan ayah tirinya itu juga g bs dimaafkannn…tp ayah tirinya dah mati…jd yah diikhlaskan sja

  25. waahhh….q pling sk part ini *.*
    q sk yongri yg uda jujur ma prsaany dan brubah g jd mnusia dngin tnpa expresi lgi,skrg saatny mngthui kbnrn ortu yong ri🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s