Meeting Part 4

-Dunia ini memang sempit,percayalah dengan kata-kata itu !! Jadikan sebuah sugesti untuk diri sendiri- Riska

*Kim Ryeo Mi POV*

~Aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Ryeowook. Dia melepaskan gandengan tanganku begitu saja dan berjalan kearah Kim Na Rha. Aku sudah berusaha untuk menahannya, tetapi dia justru tidak menghiraukanku dan tetap berjalan menyusul Kim Na Rha. Sebenarnya ada apa dengannya ?? dia tidak pernah seperti ini, menunjukkan ketertarikannya kepada seorang wanita, apalagi yang baru ditemuinya seperti ini. Kau membuat hatiku sakit Ryeowook. Aku masih menatap punggungmu yang sekarang telah berdiri dihadapan Na Rha. Apa yang akan kau katakan padanya ?? aishhh..aku tidak bisa mendengarnya sama sekali.

Tiba-tiba pemandangan yang kusaksikan sekarang berubah menjadi sesuatu yang lebih intim. Aku bisa melihat Ryeowook mencium Kim Na Rha, dan itu tepat dibibirnya. Aku mengepalkan kedua tanganku. Bibirku bergetar melihat yang mereka berdua lakukan. Bisa kurasakan mataku mulai sedikit buram karena air mata yang mulai memenuhi pelupuk mataku. Aku memegang dadaku, kenapa sakit sekali disini !! Ya Tuhan, aku tidak pernah merasakan hal yang sesakit ini, apa aku begitu mencintai Ryeowook, aku masih memandang dari jauh Ryeowook dan Na Rha, sekarang aku bisa melihat Ryeowook melepaskan ciumannya,lalu dia berbisik pelan ditelinga gadis itu. Aku benar-benar tidak tahan melihatnya.

Ryeowook mulai mendorong Na Rha masuk kedalam kereta. Mereka berpisah !! Kufokuskan pandanganku lagi kearah ryeowook yang sekarang sedikit berlari mengikuti kereta itu sambil memandang Na Rha yang sudah berada didalam kereta.Akhirnya aku bisa melihat Ryeowook berhenti dan mendengarnya mengatakan sesuatu yang langsung membuat hatiku hancur begitu mendengarnya

“ AKU BENAR-BENAR MENYUKAIMU KIM NA RHA !!! “ . Kakiku terasa lemas seketika. Aku tidak salah dengar kan?? Dia mengatakan hal itu kepada wanita yang baru saja dia temui hari ini. Bahkan aku belum pernah mendengarnya mengatakan hal yang sama padaku.Aku sudah tidak bisa lagi menahan tangisku lagi. Aku terisak kali ini. Aku menangis kuat tidak peduli sama sekali ketika beberapa orang menoleh kearahku. Tiba-tiba Ryeowook sudah berada didekatku, aku bisa melihat ekspresinya yang terkejut melihatku menangis.Ryeowook semakin mendekat kearahku, dengan sigap dia menyentuh kedua pundakku

“ Ryeo Mi~ya ??? Kau kenapa?? Ada apa ??” tanyanya panik. Aku menatapnya murka,tanpa pikir panjang dengan cepat kulayangkan tanganku untuk menampar wajahnya. PLAKK !!

Ryeowook tertegun menatapku. Aku menatapnya merana, kuabaikan rasa bersalahku karena telah menamparnya.Air mataku masih mengalir deras seolah bagai mata air yang tidak pernah mengalami kekeringan.” Ryeo Mi~ya ??..kk..kenapa ??” tanyanya bingung. Aku menggigit bibir bawahku kuat dan mendengus keras kearahnya. Aku benar-benar sudah tidak tahan untuk tidak berteriak kepadanya.

“ APA KAU TIDAK  TAHU AKU BEGITU MENYUKAIMU !! SUDAH BERKALI-KALI KUKATAKAN PADAMU AKU MENCINTAIMU, KIM RYEOWOOK !!“ teriakku didepan wajahnya yang membuat mulutnya semakin terbungkam.

“A..aku..benar-benar menyukaimu , tetapi kau sama sekali tidak pernah menghiraukanku !! “ ucapku semakin merana , “ Ryeo Mi~ya..aku..”

“ NE !! Aku tahu sekarang, kau tidak pernah menyukaiku !! Kau justru menyukai gadis yang baru kau temui !! Aku tahu !! “ ucapku semakin tidak bisa mengontrol emosiku. Ryeowook mulai menatapku khawatir.Dia kembali menyentuh kedua pundakku mencoba menenangkanku, dengan cepat aku mengelak dengan mundur beberapa langkah darinya.

“ Jangan pernah menyentuhku !! “ ucapku dingin dan tajam. Aku menatapnya tajam, mencoba mengumpulkan semua perasaan benciku kepadanya. “ Kau benar-benar jahat kepadaku. Bisa-bisanya kau berciuman dengannya. Apa kau tidak bisa peduli sedikitpun pada perasaanku !!! “ tanyaku dramatis yang membuatku seperti orang gila.” Ryeo Mi~ya..” ucap Ryeowook masih mencoba meredakan emosiku. Aku berbalik cepat membelakangi tubuhnya. Aku kembali terisak kuat sambil menyentuh dadaku yang terasa sangat sakit.

“ Maafkan aku !!” ucap Ryeowook pelan “a..a..aku..” Ryeowook memulai, aku benar-benar tidak sanggup mendengar kalimat seterusnya yang akan diucapkannya. Segera saja aku menutup kedua telingaku dan berteriak

“ JANGAN KATAKAN APAPUN !! Aku tidak ingin mendengarnya !!!! “ teriakku frustasi, akhirnya aku memutuskan untuk berlari meninggalkan Ryeowook. Aku bisa mendengar Ryeowook memanggil namaku, tetapi aku tidak ingin berhenti, aku takut dia akan tetap melanjutkan kalimatnya. Aku tidak ingin mendengarnya !! Aku takut mendengarnya, bagaimana jika dia mengatakan bahwa dia tidak memiliki perasaan apapun kepadaku. Aku takut menhadapi kenyataan itu,kenyataan bahwa cintaku bertepuk sebelah tangan !! Aku membenci semua ini, aku benci kenapa aku harus begitu mencintai Kim Ryeowook !!!

~Aku telah keluar dari stasiun ini, aku membiarkan langkahku membawaku berlari kemana saja. Jika ujung dunia itu memang ada, aku benar-benar ingin kesana. Atau jika membelah bumi itu memang bisa,ingin sekali rasanya membenamkan diriku didalamnya.Tidak pernah aku merasa semerana ini,sesakit ini. Dan yang jauh lebih menyakitkan adalah penyebabnya bukan rasanya, Ryeowooklah yang menyebabkanku merasakan rasa sakit yang mendalam seperti ini.Begitu besar harapanku padanya,menggantungkan cintaku padanya. Tetapi hanya berselang satu hari dia tidak bersamaku dia justru menemukan cintanya yang lain.Dia tidak pernah menganggapku, tidak pernah bisa menghargai perasaanku. Aku benar-benar ingin membencinya !!!

Pandanganku semakin tidak fokus kali ini, aku hampir sulit membedakan suara-suara yang ada disekitarku. Aku berjalan tanpa arah mengikuti kemauan kakiku yang aku yakin ototnya sudah dipenuhi dengan emosiku.Tanpa sadar aku akan menyebrang kejalan besar, samar-samar aku mendengar suara klakson mobil. Tetapi aku hanya terdiam ditempatku menatap kabur mobil yang berjalan kencang kearahku, mati mungkin lebih baik, pikiran itu terlintas begitu saja didalam otakku.Aku menutup mataku, siap menghadapi apapun yang terjadi….. sampai kurasakan ada sebuah tangan yang menarik pinggangku,memelukku erat dan menarik tubuhku sehingga aku dan dia jatuh ditempat pejalan kaki dipinggir jalan .Aku bisa merasakan sikuku mengeser semen kasar itu, perih !! Aku membuka mataku perlahan. Kurasakan pelukan dipinggangku mengendur, seseorang dibelakangku segera bangun dan dengan sigap membantu mendudukkan tubuhku.” Ryeo Mi~ya !! Kau tidak apa-apa ??!! “ tanya sebuah suara yang sangat kukenal, terlihat sekali suara itu sangat panik. Dengan kekuatan yang masih tersisa aku menyingkirkan tangannya yang masih berusaha membantuku. Dengan sedikit susah payah aku bangun dan menopang tubuhku dengan kedua kakiku . Aku berusaha untuk melanjutkan perjalananku tanpa menghiraukan Ryeowook sedikitpun. Tetapi dengan cepat Ryeowook menahan tanganku yang membuat langkahku terhenti. Aku kembali mencoba melepaskan tangannya, tetapi aku tidak seberuntung tadi.Dia lebih kuat mencengkram tanganku. Perlahan Ryeowook membalikkan tubuhku agar menghadap kepadanya.

“ Jangan seperti ini !!! Kumohon, dengar kan aku dulu !! Kita selesaikan semuanya !! “ ucapnya mantap. Aku tidak mau menatap matanya. Itu akan membuat hatiku jauh lebih sakit. Aku akan tahu kenyataan sebenarnya, aku tidak mau tahu !! Aku benar-benar tidak ingin mengetahuinya !!

“ Lepaskan aku !! “ ucapku bergetar .” Tidak ..” balas Ryeowook dingin. “ LEPASKAN AKU !! “ teriakku didepan wajahnya. “ Tidak !!! “ .

“ Komohon biarkan aku pergi !! Aku tidak sanggup mendengar semua yang akan kau katakan. Aku tidak ingin mendengarnya. !! “ ucapku frustasi sambil menutup kedua telingaku. Air mata kembali membanjiri pipiku . “ Kita harus selesaikan semuanya..” ucap Ryeowook pelan sambil menarik tanganku yang membuat tubuhku ikut berjalan kearahnya mengikuti langkahnya membawa kakiku.

~Sekarang aku dan Ryeowook sedang terduduk disebuah bangku pinggir jalan. Hari sudah malam, aku bisa merasakan udara dingin menerpa wajahku. Tetapi itu masih belum mampu mendinginkan perasaanku yang masih sangat terasa perih dan panas.Selama beberapa saat tidak ada yang berbicara diantara kami. Aku menunggunya untuk memulai, walaupun aku tahu hal itu sangat menyiksaku. “ Maafkan aku Kim Ryeo Mi. aku benar-benar minta maaf “ ucap Ryeowook pelan. Aku masih menatap lurus kedepan tidak ingin menatapnya. Aku yakin Ryeowook sedang melihat kearahku, dia kembali melanjutkan ucapannya “ Maaf membuatmu menjadi sakit seperti ini, bukan ini maksudku. Pertemuan dengan Kim Na Rha bukan rencanaku. Hal itu terjadi begitu saja. Aku…a..aku menyukainya..”

Aku benci mendengarnya, ternyata jauh lebih sakit ketika mendengar kalimat ini dibanding membayangkannya saja. Dadaku terasa sesak seketika. Air mataku kembali mengalir indah , aku sesenggukan pelan mencoba menahan suara isakanku sekecil mungkin yang justru membuat dadaku jauh lebih sakit dari sebelumnya.

“ Aku tidak bisa membalas perasaanmu. Aku benar-benar minta maaf . Kau bisa memakiku sepuasmu, memukulku, aku akan menerimanya. Tetapi jangan memaksaku untuk balas mencintaimu. Aku tidak bisa. Maafkan aku Kim Ryeo Mi” . Akhirnya aku benar-benar mendengar kalimat itu.Mendengar semuanya. Aku sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, aku menunduk membiarkan semua air mataku jatuh langsung menghantam tanah . Aku sesenggukan pelan dibalik tangisanku. Tidak ada daya upayaku untuk menanggapi ucapan Ryeowook, semua sudah jelas. Dia tidak mencintaiku.

Kurasakan sesuatu mengelus punggungku, aku tahu Ryeowook yang melakukannya. Aku hanya membiarkannya, setidaknya membiarkannya menghiburku untuk yang terakhir kalinya. Haruskah aku melepaskannya ???

*Kim Ryeo Mi POV END*

****

*Kim Na Rha POV *

~Aku baru saja keluar dari stasiun kereta api, akhirnya aku benar-benar sampai di Incheon. Hatiku masih terasa sangat hampa. Tidak henti-hentinya aku menitikkan air mataku ketika berada didalam kereta tadi. Dan sekarang dengan masih berjalan sedikit gontai aku memberhentikan sebuah taksi dan memberi tahukan alamatku kepada sopir taksi itu.Aku kembali mengutuk kebodohanku. Kenapa aku tidak meminta alamatnya, nomor telponnya atau apa saja yang bisa tetap menjaga hubunganku agar tidak terputus dengan Ryeowook. Semua terjadi begitu cepat.Aku benci mengatakan kata-kata menyesal.Aku memandang keluar melalui kaca mobil taksi ini. Aku kembali menyentuh bibirku. Aku masih bisa mengingat rasanya. Rasa ketika pertama kali dia mendaratkan bibirnya di bibirku, rasa saat dia mulai lebih dalam menciumku, rasa saat bibirnya mencoba menyusuri bentuk bibirku , dan rasa saat dia melepas lembut ciumannya. Semuanya terekam dengan baik , aku bersender lemas dijok belakang mobil taksi ini. Memejamkan kedua mataku dan membiarkan beberapa bulir air mata jatuh menghangatkan pipiku. Kenapa Tuhan harus mempertemukanku dengannya ??? Apa rencanaNYA kepadaku ???

Wajah Ryeowook kembali melintas dalam pikiranku, aku benar-benar mengingat ekspresinya saat meneriakkan bahwa dia menyukaiku. Arghhhhh !!! Kim Ryeowook , aku bisa gila karena dirimu!!!

*Kim Na Rha POV END *

*****

*Kim Ryeo Mi POV *

~Ryeowook telah menggeser tubuhnya berada lebih dekat denganku. Dia menyentuh pundakku dan menarikku untuk mendekat kearahnya, dan meletakkan kepalaku di dadanya. Aku hanya menurut, membiarkannya melakukan hal itu. Tidak ada gunanya lagi aku menolak perlakuannya, mungkin ini yang terakhir yang akan kuterima darinya, sebelum aku benar-benar akan melepasnya.Ryeowook masih mengelus punggungku pelan dan sekarang tangannya berpindah mengelus rambutku yang sedikit acakan-acakan. “ Jangan membenciku Ryeo mi~ya…” bisiknya pelan. Aku tidak berniat untuk menanggapi ucapannya.Aku masih fokus dengan pikiranku sendiri memikirkan bagaimana kedepan aku tanpa Ryeowook.

~Ryeowook berjalan dibelakangku, mengikuti langkahku. Aku mulai memikirkan sesuatu. Bagaimana jika aku melakukan hal ini kepadanya. Aku hanya ingin tahu bagaimana tanggapannya jika aku melakukan hal ini. Aku mengepalkan kedua tanganku kuat dan menggigit bibir bawahku tampak berfikir keras. Haruskah aku melakukannya??? Aku menghentikan langkahku. Ya,,aku hanya ingin tahu tanggapannya. Aku ingin melakukannya. Aku berbalik perlahan dan menatap Ryeowook yang ada dihadapanku sekarang. Ryeowook ikut menghentikan langkah kakinya dan balas menatapku. Aku berjalan mendekatinya dan berhenti tepat dihadapannya.

“ Ada apa ??” tanyanya pelan . Aku mengarahkan tanganku untuk menyentuh pipinya dan perlahan mengelusnya lembut. Tidak ada perubahan ekspresi diwajah Ryeowook, benar-benar terlihat sangat datar. Aku akan melakukannya !! Aku mendekatkan wajahku kewajahnya dan dengan cepat aku menempelkan bibirku dibibirnya. Aku mungkin sudah gila, aku sudah ditolak olehnya tapi tetap saja melakukan hal ini kepadanya.Aku mencengkram pelan jaketnya, aku menutup kedua mataku sehingga aku tidak mengtahui ekspresi wajah Ryeowook sekarang. Aku semakin memperdalam ciumanku , tetapi….tidak ada balasan ciuman dari Ryeowook. Dia sama sekali tidak bergeming. Hatiku bertambah sakit ketika aku merasa Ryeowook menyentuh tanganku yang sedang mencengkram jaketnya dan akhirnya melepaskan tanganku. Aku sedikit bertahan, tetapi tanganku kalah oleh kekuatan tangannya. Perlahan dia menjauhkan wajahnya dari wajahku yang membuat ciumanku terlepas begitu saja. Aku tertunduk malu, tidak berani menatap wajah Ryeowook. “ Aku tidak bisa Ryeo Mi..Maaf…” bisiknya pelan. Aku kembali terisak kuat sambil menundukkan kepalaku. Aku tahu keputusanku sekarang, aku benar-benar harus melepaskannya, seseorang yang sudah kudambakan dari dulu, aku harus merelakannya pergi. Aku menyerah !!!

*Kim Ryeo Mi POV END *

****

>>>2 tahun kemudian<<<

*Kim Na Rha POV*

~Sudah 2 tahun lewat sejak peristiwa itu terjadi, tetapi semua yang terjadi pada hari itu, dimulai dari aku yang bertemu dengannya distasiun kereta, dia yang mengajakku berjalan-jalan mengelilingi kota Seoul, dia yang mengajakku kesebuah kuil untuk berdoa,mengunjungi sebuah festival musim semi bersamanya sampai dikejar-kejar oleh orang-orang penagih hutang yang hampir membahayakan nyawa kami.Aku masih mengingatnya dengan jelas. Tidak ada yang terlupakan olehku semua kalimat yang pernah dia ucapkan kepadaku. Aku masih bisa mengingat suaranya yang tenor,mengingat senyumannya yang kapan saja bisa membiusku. Semuanya~~Hampir tidak ada waktu untukku kembali ke Seoul. Pekerjaanku sebagai perawat di sebuah Rumah sakit besar di Incheon membuat waktuku tercurah habis disini. Aku hampir merasa putus asa dan mencoba melupakan semua kenanganku bersama pria itu, sampai sebuah harapan kembali menghampiriku.Aku akan dikirim ke Rumah Sakit pusat di kota Seoul karena aku adalah salah satu perawat yang cukup berkompeten . Bersama beberapa perawat lainnya, kami akan berangkat besok berkumpul di Stasiun Kereta Api Express Incheon . Aku berharap ini adalah jawaban Tuhan atas penantianku selama ini. Aku sedikit pesiimis apakah aku masih bisa bertemu dengannya, tapi aku percaya dunia ini sempit. Pria itu sendiri yang mengatakan padaku bahwa kami akan bertemu lagi. Kau sendiri yang mengatakan hal itu kepadaku Kim Ryeowook, dan aku ingin membuktikannya !!

~Aku sengaja berangkat lebih dulu dari teman-teman sejawatku karena aku ingin mengunjungi suatu tempat terlebih dahulu. Akhirnya aku tiba di Stasiun Kereta Api Express Seoul.Tidak ada yang berubah dari stasiun ini. Aku berjalan ke peron 4 yang aku ingat disanalah aku berciuman dengan Kim Ryeowoook.Aku tersenyum mengingat kembali kejadian 2 tahun lalu itu. Hmmm..aku benar-benar merindukannya. Aku harus memulainya dari mana?? Bagaimana mau mencarinya. Akhirnya aku memutuskan untuk meninggalkan stasiun ini. Dengan masih menggendong belakang tasku aku memilih berjalan kaki untuk mengunjungi suatu tempat yang sudah lama sekali ingin kudatangi.Tidak sampai 35 menit aku telah berdiri didepan sebuah Kuil yang aku kunjungi 2 tahun lalu bersama Ryeowook. Ini kali keduaku kemari, aku ingin membayar hutangku tempo dulu, yang saat berdoa disini aku tidak begitu khusuk karena sibuk memperhatikan Ryeowook.” Semoga ada pertanda baik “ bisikku pelan kepada diri sendiri

~Aku merasa aku tidak pernah berdoa sekhusuk itu. Dengan sungguh-sungguh aku memanjaatkan doa agar aku benar-benar diberi petunjuk agar bisa bertemu dengannya. Akhirnya aku memutuskan untuk meninggalkan Kuil ini dan melanjutkan perjalananku. Mungkin lebih baik aku kembali keapartemenku yang sudah disiapkan oleh pengelolaku,pastinya beberapa temanku telah tiba disana.Setelah memakai kembali sepatuku aku kembali berjalan menuju gerbang utama kuil ini. Sudah waktunya meninggalkan kuil ini, pandanganku masih berkeliling memandangi kepelosok halaman kuil ini,benar-benar terawat dan terjaga. Aku siap melangkahkan kakiku melewati gerbang ini..

“Hei jangan lakukan hal itu !!!”… sampai kudengar sebuah suara yang masih sangat jelas terekam diingatanku, suara tenor seorang laki-laki yang mampu membuatku mengingat setiap nada suaranya,yang mampu membuatku langsung jatuh cinta padanya hanya karena melihat senyumannya, aku tidak pernah lupa, sedetikpun. Aku menoleh perlahan kearah suara

“ sudah kukatakan jangan melakukan hal itu!!” terdengar lagi suara laki-laki itu. Oh Tuhan, aku bahkan bisa merasakan nada suaranya yang tidak berubah sama sekali. Sekarang aku benar-benar menoleh,mencari sebentar sipemilik suara. Tanpa perlu waktu lama, aku bisa menemukannya. Yahh~~dia..aku bisa melihatnya sekarang. Aku memutar tubuhku perlahan dan mulai melangkahkan kakiku kearahnya. Kulihat dia ~ Kim Ryeowook ,tidak ada yang berubah sedikitpun darinya, dia sedang mengusir beberapa anak kecil yang melemparkan batu-batu kecil kearah kolam yang berisi beberapa ikan.

“ Jangan pernah melemparkan batu-batu kekolam ini !! “ ucap Ryeowook gusar kepada anak-anak kecil yang sudah lari meninggalkannya. Aku semakin mendekat kearahnya, dadaku berdetak tidak karuan,.Kuberanikan diriku untuk memanggilnya “ Kim Ryeowook…” panggilku pelan, perlahan Ryeowook menoleh kearahku. Aku bisa melihat dia terkejut dan terpaku melihatku. Kami saling berpandangan lama, tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut kami. “ Na Rha~ya !!! “ akhirnya aku bisa mendengarnya memanggil namaku lagi. Aku bisa melihat sebuah senyuman yang sudah sangat kurindukan terlukis diwajahnya. Aku benar-benar bisa merasakan rasa rindukaku yang siap membucah kapan saja.Apakah ini suatu kebetulan ?? Tidak ~~aku percaya ini rencanaNYA~~rencana Tuhan kepadaku~~

……………………………………..

TBC

10 thoughts on “Meeting Part 4

  1. bru engeh yg d blog koq bru smp part 4 kluar ny,
    yg d ffindo koq cm ochasamsyuri d kluarin ny? Knpa nga pke nama kmu az?

  2. Anyyeong!!!
    aku raeder baru….
    Lee Hana imnida salam kenal…
    aku ngebut baca dari part 1 ampe part 4…
    sumpah ceritanya seru banget!!!
    part 5 nya di tunggu ya…
    tapi boleh minta di perpanjang g per part nya??
    he3x..
    Gomawo~

  3. Yaahhh ko tbc??? Huaaa ToT pngennya dilanjutin lgi…😀
    aaaaa ceritanya bner2 ngegemesin banget! Sweet! Ck haisshhh keknya aku mulai gila -.-v membayangkan na rha diri q sndiri kkk~
    ahhh satu kalimat deh! I LIKE IT!!! ^^b

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s