MEMORY And REVENGE Part 8

Judul : MEMORY and REVENGE

Cast :   Jung Yong Ri (my fiction)

            Cho Kyuhyun (Super Junior)

            Lee Seung Hyun / Seungri (Big Bang )

            Choi Jin Ri aka Sulli (fx)

Yoon Doo Joon (Beast )

            Goo Hara (KARA)

            Ji Young (KARA)

            Taechyeon (2pm)

Author : Riska Fasyah Bayenti

Rating : Restriced (terbatas)

Length : Chapter

Genre : Romance, Tragedy, Drama

Desclaimer : Karakter Jung Yong Ri murni hanya imajinasi saya dan asli karangan saya. Sah sepenuhnya milik saya bukan untuk diJIPLAK!!! Sedangkan karakter yang lain sah sepenuhnya milik Tuhan saya hanya meminjam . Sudut pandang saya ambil dari Jung Yong Ri dan Author

~Chapter 8

-jika cinta akan terpengaruh oleh masa lalu , kupikir jangan pernah memulainya, karena akan semakin banyak masa lalu yang terkuak – Riska Fasyah

*Jung Yong Ri POV*

~

Aku bisa mengingatnya dengan jelas, semuanya ! Aku tidak bisa mengontrol getaran pada tubuhku, sebuah memori yang sempat terputus kembali menyeruak memenuhi pikiranku. Bibirku bergetar hebat, dan bisa kurasakan gemeretuk hebat gigiku yang menunjukkan betapa gemetarnya diriku.

Tanpa sadar aku mencengkram kuat kaos yang berada dibalik jaket Seungri . Pegangan Seungri yang menyangga tubuhku dengan memegang kedua pinggangku membuat tubuhku tetap bisa berdiri walau aku tahu kakiku terasa sangat lemas, seolah hanya otot-otot yang bekerja tanpa adanya tulang-tulang yang meyangganya.

“a…aku…aku….” ucapku terbata , lantai yang berwarna merah ini seolah menunjukkan kepadaku semuanya. Sekarang aku benar-benar bisa mengingatnya. Apa yang terjadi setelah itu?!

“Tenanglah, kau tidak melakukan apa-apa, jadi kumohon tenang “ ujar Seungri pelan kepadaku, aku mendongak menatapnya dengan tatapan merana. Entah kenapa kurasakan sebuah emosi liar keluar dari dalam diriku, bisa-bisanya dia mengatakan padaku ‘tenang ‘ . Tanpa bisa kutahan aku berteriak kuat kepadanya.

“AKU YANG MEMBUNUHNYA !! “ teriakku didepan wajah Seungri, aku menutup kedua mataku berusaha dengan cara seperti itu mampu membuang semua bersitan masa lalu yang menari-nari didalam pikiranku. Tetapi sepertinya yang kulakukan sia-sia. Gambar-gambar itu justru semakin meraja lela memenuhi pikiranku.

Dan tanpa perlu menunggu lama, sakit kepala yang selalu kurasakan jika masa laluku tersingkap kembali datang menyerangku. Kakiku benar-benar terasa lemas sekarang. Tetapi aku masih belum bisa merasakan lantai dibawahku karena lagi-lagi Seungri menahanku .

“Jin Ri~ssi !! Jangan diam saja !! Bantu aku aku membopongnya ! “ ucap Seungri menaikkan nada bicaranya dan berbicara kearah Jin Ri. Aku tidak bisa memperhatikan ekspresi Jin Ri karena aku terlalu sibuk menikmati rasa sakit dikepalaku.

“Ne,,,, “ aku hanya bisa mendengar Jin Ri mengatakan hal itu kepada Sengri

Tidak menunggu lama kurasakan Seungri telah mengalungkan tanganku kelehernya. Sebelah tangannya memegang tanganku yang mengalung dipundakknya dan sebelah tangannya menopang pingangku. Samar-samar kurasakan sesuatu yang basah dibagian belakang tubuh Seungri, tetapi aku tidak memperdulikannya. Jin Ri mengikuti  tindakan Seungri, dia membantu Seungri menopang tubuhku dan membantuku berjalan.

“Bawa kemobilku saja! Aku yang akan mengantarnya pulang “ Seungri berkata cepat sekali. Terlihat sekali kepanikan dalam nada suaranya.

“Tapi pakaianmu ? Kau basah ?” tanya Jin Ri

“Tidak apa-apa , aku bawa pakaian ganti di mobilku , ayo cepat ! “ perintah Seungri.

“Kau bisa mendengarku Yong Ri~ya ?” bisik Seungri ditelingaku, aku mendengarnya. Dia mengucapkan dengan sangat jelas ditelingaku. Tetapi untuk mengangguk saja aku tidak mampu melakukannya.Kukuatkan kakiku untuk terus berjalan mengikuti Seungri dan Jin Ri yang memapah tubuhku. Yang ada dipikiranku saat ini hanya satu nama ‘ Yoon Doo Joon ‘ aku harus menemuinya . Harus !!

~

Tanpa memperdulikan Seungri yang berusaha membantuku keluar dari mobilnya. Dengan cepat aku membuka seatbelt dan keluar dari mobilnya. Kuabaikan rasa sakit dikepalaku yang mulai bisa kuredam. Aku membuka pintu depan rumahku dan segera masuk kedalam rumah. Aku berlari kekamarku dan segera menuju kemeja yang berada disamping ranjangku. Membuka laci keduanya yang memang tersedia obat penenang ku dan sakit kepalaku. Aku mengambil masing-masing dua butir dari kedua botol itu dan langsung melemparkan semuanya kedalam mulutku lalu menyambar segelas air putih yang memang selalu tersedia dimejaku.

“Yong Ri~ya ? Kau kenapa ? Kau sudah tidak apa-apa ??” tanya Seungri yang telah berhasil menyusulku .

“Aku harus pergi !! Aku harus menemui Doo Joon, sekarang !! Aku harus menemuinya “ ucapku panik

“Untuk apa ? “

“Aku harus menemuinya Seungri~ssi !! Harus !! “ ucapku mengeraskan suaraku kearah Seungri .

“Tunggu !! Ada orang lain yang harus ketemui ! “ ucapku tiba-tiba yang teringat sesuatu. Yah aku harus menemui Lee Ajuhsi, meminta penjelasan darinya. Apa yang terjadi denganku ketika dia dan Jung Ajuhsi menemukanku.

“Siapa ?” tanya Seungri

“Seseorang ..” ucapku tanpa memandang Seungri, aku segera berjalan keluar dari kamarku dan menuju pintu depan, tetapi baru sampai diruang tengah kurasakan tanganku ditahan oleh Seungri yang membuat langkahku terhenti, sepertinya dia menyusulku

“Tunggu ! “

“Ada apa !! “

“Aku ikut “

“Tidak perlu “ balasku cepat . Tetapi Seungri justru menguatkan pegangan tangannya . Dia menarikku dan mendudukanku kesofa yang berada diruang tengah.

“Apa yang kau lakukan ? “

“Tunggu aku disini ! Aku harus berganti pakaian. Kau lihat apa yang terjadi denganku untuk menghalangi seember cat menumpahimu ! “ balas Seungri yang ikut menaikkan nada bicaranya . Aku terdiam dan mulai menyadari bahwa tubuh bagian belakangnya memang basah dan berwarna merah.

“Kumohon, biarkan aku menemanimu Yong Ri~ya ! Tunggulah sebentar “ Seungri melanjutkan kalimatnya dengan nada bicara yang lebih lembut. Sekali lagi aku hanya terdiam menatapnya seolah sebagai jawabanku untuk membiarkannya menemaniku.

Menyadari tidak ada bantahan dariku, Seungri tersenyum canggung kearahku lalu melepas pegangan tangannya dan mulai berjalan kearah kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.

~

Aku menggedor kuat pintu besar yang terbuat dari kayu ek yang berdiri kokoh dihadapanku. Aku dan Seungri kini berada didepan sebuah rumah besar yang hampir sudah  setahun ini aku tidak kemari.

“Ini rumah siapa Yong Ri~ya ?” tanya Seungri kepadaku. Aku tidak berniat menjawab pertanyaan Seungri sama sekali, justru semakin menguatkan gedoranku pada pintu ini. Tidak perlu menunggu lama, pintu besar ini mulai terbuka. Dan seorang wanita setengah baya muncul dari balik pintu ini.

Wanita itu cukup terkejut menatapku dan langsung menyunggingkan senyumnya begitu melihat kedatanganku. Aku tidak punya waktu untuk membalas senyumannya, dengan cepat aku memberondongkan beberapa pertanyaan yang melintas dipikiranku kepadanya.

“Ajuhma !! Lee Ajuhsi mana ?? Dia dirumahkan ? Kumohon panggilkan dia, aku harus menemuinya sekarang juga . Dia dimana ??” tanyaku tanpa bisa mengontrol diriku.

“Ah..Tuan Lee, dia… “

“Dia kemana ??”

“Dia didalam nona, akan saya panggilkan….”

“Tidak perlu!! “ potongku cepat “Aku akan menemuinya sendiri ! “ lanjutku dan segera melangkahkan kakiku memasuki rumah ini. Rumah yang kupikir, aku tidak akan pernah menginjakan kakiku disini lagi karena begitu banyak kebaikan yang kuterima dari pemilik rumah ini.Aku bisa merasakan Seungri yang masih mengikuti langkahku dari belakang.

“Dimana Lee Ajuhsi , Ajuhma ! “ bentakku sambil berbalik untuk menatap ajuhma yang memang mengikutiku dari belakang. Jujur aku merasa bersalah harus membentaknya seperti itu, tetapi kuabaikan perasaan bersalah itu dan menatapnya tidak sabar.

“Sepertinya ada diruangan pribadi Tuan besar nona “

“Nona Yong Ri anda mencari saya? “

Aku bisa mendengar suara Lee Ajuhsi dibelakangku. Dengan cepat aku membalikkan tubuhku dan bisa melihat Lee Ajuhsi yang baru saja keluar dari ruangan yang aku masih ingat adalah ruangan pribadi dari Jung Ajuhsi. Dengan langkah lebar kudatangi Lee Ajuhsi dan mencengkram kedua lengannya.

“Setelah aku membunuhnya , apa yang terjadi denganku Ajuhsi ?!! “ ucapku setengah berteriak. Lee Ajuhsi memandangku terkejut karena sikapku yang tiba-tiba tidak bisa kukontrol.

“Apa yang nona bicarakan ?” tanyanya bingung.

“Kau tahu aku yang membunuh lelaki brengsek itu “ aku sudah tidak bisa menahan air mataku lagi. Sebulir air hangat meluncur dari kedua sudut mataku.Lee Ajuhsi memandangku panik lalu melemparkan pandangannya kearah Seungri . Aku tahu maksudnya .Tapi aku tidak peduli lagi, biarkan Seungri tahu betapa jahatnya diriku.

“Nona tenanglah ! “ Lee Ajuhsi berhasil menyingkirkan tanganku dari pergelangan tangannya dan sekarang Lee Ajuhsi melakukan hal yang sama padaku.

“Aku tidak bisa !! Jelaskan padaku bagaimana kau menemukanku ! Seperti apa keadaanku ? Selama 4 tahun ini aku tidak pernah bertanya padamu kan?! Kali ini aku ingin tahu Ajuhsi ! “ ucapku merana

Lee Ajuhsi balas menatapku iba, seolah beban berat yang selama ini kupikul sudah tidak tertahankan lagi yang akhirnya membuatku jatuh dan tidak mampu bangkit lagi untuk menopangnya.

“Nona, kumohon tenang “

“AKU TIDAK BISA !! “ teriakku yang membuat suasana terasa hening secara tiba-tiba. Hanya terdengar isakan kecil yang keluar dari mulutku

“Aku tidak bisa tenang Ajuhsi ….apa kau tahu apa yang kurasakan sekarang. Semua gambar masa laluku muncul didalam kepalaku. Tidak bisa kucegah ! Apa kau tahu rasanya seperti apa. Kepalaku hampir pecah Ajuhsi . Lebih baik mati dari pada merasakan rasa sakit ini “

“Nona..”

Sekali lagi aku tidak bisa menopang tubuhku. Aku oleng tiba-tiba kebelakang. Dan kurasakan seseorang menahan tubuhku dari belakang.

“Kau tidak apa-apa Yong Ri~ya ?” tanya Seungri panik sambil menahan tubuhku dengan memegang pinggang dan lenganku.Kupaksakan tubuhku untuk tegak kembali dengan bantuan dari Seungri. Seungri belum melepaskan pegangannya dan tetap menjaga tubuhku.

“Jelaskan ajuhsi …” pintaku pelan kepada Lee ajuhsi. Sekali lagi air mataku jatuh sempurna membasahi pipiku.

*Jung Yong Ri POV END*

*************************

*Author POV*

~

“Kenapa dia tidak mengangkat telponku ?! “ ujar Kyuhyun kesal menatap layar handphonenya. Sekali lagi Kyuhyun mencoba memanggil nomor Yong Ri yang tersimpan di phonebook hpnya.

Kyuhyun mendecakkan lidahnya kesal dan menendang kursi yang berada didekatnya. Karena lagi-lagi panggilannya tidak dijawab oleh Yong Ri.Beberapa orang yang berada dikelasnya hanya bisa menatap takut kearah Kyuhyun yang sedang dalam kondisi siap memakan siapa saja yang berada didekatnya.

“Kemana sih gadis itu ! Kenapa belum masuk kelas juga ! “ Kyuhyun mengomel sendiri. Dari tadi dia menunggu kedatangan Yong Ri, tetapi sampai saat ini gadis itu masih belum terlihat batang hidungnya.

“Apa yang kalian lihat !!! “ bentak Kyuhyun kearah Ji Young dan Hara yang memang sedari tadi memperhatikannya. Bentakan Kyuhyun mampu membuat Hara dan Ji Young terlonjak hebat. Bisa mati ditempat ini juga, bila Kyuhyun tahu rencana mereka terhadap Yong Ri tadi .

“Sudah pernah kukatakan dengan jelas bukan . Jangan pernah menatapku tanpa ijin !!  “ Kyuhyun menggebrak meja Hara dan Ji Young yang mampu membuat kedua gadis itu semakin ketakutan dimeja mereka.

“Mianhae Oppa ..”  ucap Hara dengan nada suara yang berusaha terlihat teraniaya . Kyuhyun mendengus jijik kearah keduanya.

“Sejak kapan kuijinkan kalian memanggilku Oppa hah ?? SEJAK KAPAN !! “ Kyuhyun kembali menggebrak meja gadis-gadis itu. Suasana diruang kelas ini menjadi diam tiba-tiba. Kemarahan Kyuhyun yang mungkin sangat konyol akibat Yong Ri yang tidak mengangkat telpon darinya membuatnya ingin menumpahkannya kepada siapa saja. Dan sekarang sasaran empuk memang berada dihadapannya.Mana mungkin dia menyia-nyiakannya begitu saja.

“Tapi…”

“Berhenti berbicara !! Jangan pernah berbicara dihadapanku !! Aku jijik mendengar suara kalian !!! “ Kyuhyun tersenyum sadis kearah kedua gadis yang terduduk ketakutan menatap Kyuhyun.

“Ya!! Kyuhyun~ah ! Tega sekali kau membuat kedua gadis ini ketakutan .” Taechyeon menghampiri Kyuhyun yang sudah siap menyemprot kembali kearah Hara dan Ji Young. Taechyeon memasang wajah yang pura-pura khawatir terhadap Hara dan Ji Young yang dibalas Hara dengan tatapan kesal.

“Gadis-gadis ini jadi seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Ketakutan sekali …” tambah Taechyeon sambil tersenyum sinis kearah dua gadis itu.

Kyuhyun melirik Taechyeon yang kini merangkul pundaknya akrab.

“Sebenarnya apa alasanmu memarahi mereka berdua ?”tanya Taechyeon kembali memasang tampang pura-pura khawatir.

“Aishhhh~~ sudahlah !! Aku tidak ingin belajar. Kita pulang “ ucap Kyuhyun . Dia sempat melemparkan tatapan mematikan kearah Hara dan Ji Young yang semakin membuat keduanya menciut dikursi mereka. Kyuhyun akhirnya berbalik meninggalkan meja itu berjalan keluar ruangan disusul oleh Taechyeon yang berjalan dibelakangnya. Taechyeon kembali berbalik untuk menatap kedua gadis itu, lalu dengan gerakan seperti menembakkan pistol dengan tangannya Taechyeon mengedipkan sebelah matanya kearah Hara dan Ji Young dengan diiringi senyum kemenangan dari Taechyeon.

“Ya !!! Tunggu aku Cho Kyuhyun ! “ panggil Taechyeon menyusul Kyuhyun yang sudah lebih dahulu keluar dari kelas ini.

~

“Gagal lagi ?” tanya Doo Joon malas kepada wanita yang duduk disebelahnya. Sekarang mereka berdua tengah berada didalam mobil Doo Joon yang diparkirkan diwilayah parkir kampus ini. Doo Joon menoleh sekilas untuk menatap gadis disampingnya yang sekarang sedang menundukkan kepalanya.

“Kau tidak membawanya kepadaku ..” ucap Doo Joon pelan. Dia kembali menatap lurus kedepan.

“Dan kau bilang, ada seorang pria yang menolongnya ?? “ tanya Doo Joon sinis.

“Ne, oppa…” balas gadis itu takut-takut menjawab pertanyaan Doo Joon

“Siapa ?” tanya Doo Joon cepat

“Aku..ehm..aku tidak tahu “ jawab gadis itu gugup. Doo Joon kembali menatap gadis yang ada disampingnya itu, Doo Joon menaikkan sebelah alisnya karena mendengar jawaban sang gadis yang tidak meyakinkan .

“Siapa yang menolongnya ?? “ Doo Joon mengulangi pertanyaannya dengan nada bicara yang lebih menusuk

“Aku sungguh tidak tahu “ balas gadis itu cepat. Kini dia mendongak dan balas menatap Doo Joon. Seolah memancarkan sebuah kejujuran. Doo Joon hanya terdiam lalu kembali menatap lurus kedepan .

“Padahal sebentar lagi…. aku benar-benar ingin berbicang dengannya berdua. Hanya berdua …” ucap Doo Joon .

“Mianhae oppa “

Doo Joon memandang jauh kedepan. Hasrat untuk memiliki Yong Ri seutuhnya belum hilang sama sekali dipirannya. Yah dipikirannya bukan hatinya. Jika sekarang hatinya lebih bekerja dari otaknya yang hanya terisi oleh balas dendam, maka sekarang mungkin dia, Doo Joon telah melepaskan Yong Ri atau kembali mengejarnya, mengungkapkan semua perasaannya dulu yang sempat ia tahan, hanya karena mereka yang bersaudara tiri.

Rasa cintanya pada Yong Ri memang belum pernah hilang, tapi untuk saat ini rasa dendamnya jauh lebih menguak dari rasa cintanya.

Doo Joon mencengkram kuat kemudi stir mobilnya. Dia sedang tidak ingin merusak suasana baik antara dirinya dengan gadis yang duduk disebelahnya itu. Tidak sekarang.

*Author POV END*

*********************

*Jung Yong Ri POV*

~

Aku menatap Lee Ajuhsi yang duduk disebelahku sekarang. Kami bertiga berada didalam ruangan pribadi Jung Ajuhsi, ya dialah yang menolongku selama 4 tahun, menjagaku selama itu, dan mencukupi semua kebutuhanku sampai saat ini bahkan ketika dia telah meninggalkan dunia ini. Aku sempat melirik kearah pigura besar yang terpajang didinding ruangan ini. Foto Jung Ajuhsi yang menggunakan setelan jas terbaiknya dan menyuguhkan senyum tulusnya.

Kurasakan rasa rinduku kepada orang itu menyeruak secara tiba-tiba. Tetapi sekarang bukan saatnya untuk saling melepas rindu, aku hanya ingin sebuah kepastian, memastikan ingatan yang tiba-tiba muncul dibenakku adalah suatu kebenaran atau tidak.

Kini aku kembali fokus menatap Lee Ajuhsi, dia menghembuskan nafas berat dan bersiap membuka mulutnya.

“Nona, aku sudah pernah memberi tahumu, bahwa Tuan Jung adalah sahabat terbaik dari ibumu. Sebelum ibumu meninggal karena kecelakaan itu, dia sempat menemui aku dan Tuan Jung. Meminta kami untuk menjagamu dari jauh, melindungimu ketika dia tidak ada didekatmu. Aku dan Tuan Jung tidak pernah menyangka jika itu adalah pesan terakhirnya. Kami menjagamu dari jauh, terus memantaumu agar kami tahu tentang keadaanmu “ Lee Ajuhsi menarik nafas sebentar.

Yah, dia pernah menceritakan tentang hal ini kepadaku. Aku hanya bisa tertawa miris didalam hatiku. Menjagaku ? Ibuku meminta mereka menjagaku, kata-kata yang sulit dipercaya. Dia yang menjualku kepada lelaki brengsek itu, dan ketika dia berhasil meninggalkanku dia pasti tersenyum bahagia diatas sana, berhasil melihat anak perempuannya terpuruk dalam hidup yang kelam. 10 tahun aku hidup dalam kegelapan bersama pria itu, dan hanya…..ya hanya Doo Joon lah yang membuatku kuat, membuatku bertahan karena aku tahu ada dia disisiku.

Tetapi ketika aku merasakan sisi terliarku keluar, merasakan emosi yang sudah kutahan selama 10 tahun atas perbuatan bejat ayahnya terhadapku. Aku tidak bisa menahannya lagi, bahkan bayangan Doo Joon yang selalu melindungiku hilang begitu saja ketika aku sudah tidak tahan akan perbuatan ayahnya.

Dengan tanganku sendiri, ya dengan tanganku sendiri . Aku bergidik pelan, ketika sekali lagi sebuah gambar dari masa laluku melintas cepat dipikiranku.

Akulah pembunuh itu, aku yang membunuhnya. Kuakui dengan jelas aku yang melakukannya didepan Doo Joon. Dia menyaksikan semuanya, ketika aku berhasil memecahkan kepala ayahnya dengan vas bunga , mengambil pisau dapur berukuran besar dan tanpa susah payah menancapkannya diperut jenjang ayahnya. Aku yang melakukannya, aku seorang pembunuh!

“Nona, kau mendengarku ? “ tanya Lee Ajuhsi membuyarkan pikiranku.

“Ne..” jawabku pelan

“Kau tidak apa-apa ?” tanya Seungri menyentuh pundakku . Aku menoleh kearah Seungri dan hanya mengangguk kecil sebagai jawabanku atas pertanyaannya.

“Dan ketika hari itu ..” Lee Ajuhsi melanjutkan ceritanya sambil menatap figura Jung Ajuhsi. “ Apa nona ingat dengan seorang wanita yang bekerja dirumah Yoon Doo Byung?” tanya Lee Ajuhsi

Aku mencoba mengingat kembali memoriku dulu saat aku tinggal bersama Doo Joon. Yah aku bisa mengingat wanita yang dimaksud oleh Lee Ajuhsi. Wanita yang memang bekerja sebagai pembantu rumah tangga dirumah Doo Joon. Dia bekerja dengan gaji yang sangat murah, bahkan terkadang lelaki brengsek itu tidak membayar gajinya tepat waktu.

“Ne, aku ingat “

“Sebenarnya, dia adalah orang suruhan Tuan Jung sebagai mata-mata bagi kami agar kami bisa mengawasimu.”

 “Maaf tidak pernah memberi tahumu selama ini “ lanjut Lee Ajuhsi begitu melihat ekspresiku yang terkejut. Jadi wanita itu adalah mata-mata untuk mengawasiku. Pantas saja dia selalu bertahan berada dirumah itu.

“Lalu…”

“Dan tepat hari itu, dia menghubungiku . Memberitahuku dan Tuang Jung keadaanmu yang tiba-tiba tidak terkontrol. Yoon Doo Byung sekali lagi melakukan perbuatan bejat kepadamu. Dan kau tidak bisa menahannya lagi . Kau menjadi liar, bahkan Doo Joonpun tidak bisa mengontrol dirimu. Kami baru tahu jika lelaki itu melakukannya padamu , maafkan aku dan Tuan Jung nona. Wanita suruhan kami bahkan tidak tahu , karena kepribadianmu yang begitu tertutup. Aku menyuruh wanita itu untuk segera datang kerumah untuk menjelaskan kepada aku dan Tuan Jung. Kami tidak menyangka jika kau bisa melakukan lebih dari yang kami pikirkan “

Aku hanya memandang hampa Lee Ajuhsi, ya, aku ingat peristiwa itu. Benar-benar mengingatnya dengan jelas. Seungri sesekali menatap kearahku lalu kembali menatap Lee Ajuhsi dan kembali menatapku.

“Ketika aku dan Tuan Jung memutuskan untuk menyusulmu “ Lee Ajuhsi melirik kearah Seungri, aku tahu jika dia melanjutkan ceritanya maka Seungri akan tahu tentang diriku. Tapi aku tidak peduli, ada sesuatu yang harus kupastikan disini.

“Lanjutkan Ajuhsi…” perintahku

“Ya, ketika kami menyusulmu. Kau sudah tergeletak pingsan diujung ruangan. “ Lee Ajuhsi melanjutkan ceritanya , dia mencoba menghindari kata-kata membunuh karena merasa tidak ingin Seungri mengetahui kisah kelamku yang sesungguhnya.

Tapi sekali lagi kukatakan, aku sudah tidak perduli Seungri tahu atau tidak. Tidak ada untungnya juga harus kusembunyikan. Jika memang akan terungkap itu akan justru lebih baik .

“lanjutkan Ajuhsi “ ucapku lebih menekan nada bicaraku.

“Nona, sudah cukup bukan. Aku dan Tuan Jung menemuimu dalam keadaan kau sudah tergeletak tak berdaya . “

“Apa yang terjadi dengan Doo Joon ?”tanyaku cepat, pertanyaan ini sudah kusimpan selama 4 tahun lebih dan pada hari ini kupastikan ingin mendengar jawabannya dari Lee Ajuhsi.

“kami tidak menemukannya dimana pun, dia sudah tidak ada ketika kami datang . Kami hanya menemukanmu dan….” Lee Ajuhsi tampak ragu melanjutkan kalimatnya

“Dan mayat itu bukan “ aku tertawa sinis sekarang, bahkan aku sendiri sangat takut mendengar nada tertawaku.

“Aku mengingatnya Ajuhsi, aku mengingatnya…”

“Apa yang kau bicarakan nona ?” tanya Lee Ajuhsi bingung menatapku

“ Apa kau tahu setelah aku…setelah aku membunuh lelaki itu “ kulirik Seungri sekilas, tampak sebuah keterkejutan dari ekspresi wajah Seungri begitu mendengar kalimat ‘aku membunuh ‘ yang baru saja kuucapkan

“Aku berniat membunuh Doo Joon, dia yang menjadi saksi dalam perbuatanku Ajuhsi . Membunuhnya akan membantuku melenyapkan semuanya tentang lelaki itu bukan . Itu yang ada dipikiranku saat itu. Aku tidak bisa mengontrolnya, tidak bisa Ajuhsi .”

“Aku ingat bagaimana ekpresinya setelah menyaksikan aku membunuh ayahnya didepan matanya. Dia berkata padaku gahwa aku gila.Yah aku memang gila, gila karena ayahnya “

“Aku berjalan mendekati Doo Joon yang sudah sangat ketakutan melihatku, berjalan kearahnya dengan menggenggam sebilah pisau dapur yang kugunakan untuk mengakhiri hidup ayahnya. Yang ada dipikiranku saat itu hanya perlu membunuhnya juga untuk menghilangkan semuanya “

“Tapi…..” aku menahan nafasku, “ aku tidak pernah bisa mengingat kejadian ini sebelumnya Ajuhsi, tidak bisa setelah hari ini…”

“Aku ingat, aku hendak menyerang Doo Joon……”

“Nona…?”

“Ya, ketika aku bersiap menyerangnya. Dia justru bangkit dan mendorongku .Dia melakukannya Ajuhsi, aku gagal membunuhnya . Dia mendorongku dan memojokkanku kesudut ruangan. Kami berebut pisau itu , aku melepaskan pisau itu…”aku mulai berbicara dengan tidak bisa mengontrol emosiku, semuanya seolah terpampang jelas dihadapanku.

“Doo Joon berhasil merebut pisau itu…..dia…..” aku mengernyitkan alisku karena sekarang rasa sakit kepalaku kembali datang, benar-benar membuat kepalaku hampir pecah.

“Nona, kau tidak perlu melanjutkannya jika….”

“Doo Joon …dia berhasil merebut pisau itu dari tanganku, dia mengarahkannya padaku Ajuhsi..dan….” nafasku mulai terasa tidak teratur kali ini

“Yong Ri~ya…”

“Seharusnya Doo Joon membunuhku Ajuhsi, dia berhasil merebut pisau itu dariku, seharusnya dia membunuhku …tapi….”

“Aku mengingat matanya, melihat bagaimana dia menahan kedua tangannya untuk tidak menancapkan pisau itu ditubuhku, sebuah ketersiksaan dari wajahnya Ajuhsi..dia tidak membunuhku, padahal bisa saja dia melakukannya padaku. “

“Nona…”

“Dia menjatuhkan pisau itu dilantai lalu mendorong tubuhku sehingga aku menabrak sesuatu, entahlah aku tidak bisa mengingatnya, yang kurasakan punggungku sakit dan aku terjatuh kelantai. Aku hanya bisa melihat dia menatapku hampa lalu membalikkan tubuhnya..dia pergi meninggalkanku Ajuhsi…Dia melepaskanku……”

“Aku tidak pernah bisa mengingat kejadian ini, tidak pernah …Doo Joon, apa yang dia lakukan setelah dia melepaskanku. Ajuhsi..aku….” rasa sesak dan sakit dikepalaku menyerang secara serempak yang membuat tenggorokanku tercekat dan tidak mampu melanjutkan kalimatku.

“Yong Ri~ya ?? “ panggil Seungri, aku masih bisa merasakan nada khwatir dari suaranya.

“Nona, sudahlah..Kita lupakan kejadian itu “

“Tidak! Aku harus menemui Doo Joon sekarang, dia harus menjelaskan padaku, kenapa melepaskanku. Seharusnya dia membunuhku ! Seharusnya dia menghabisiku saat itu juga, …..”

“Kalau aku mati, aku tidak akan pernah merasakan ini semua, tidak akan pernah….”

Dengan mantap dan mengabaikan semua rasa sakit yang menyerangku, aku bangkit dari dudukku. Sontak Lee Ajuhsi dan Seungri ikut berdiri menyeimbangiku

“Aku akan menemuinya….” ucapku pelan

“Nona..” , aku tidak memperdulikan larangan Ajuhsi, dengan berjalan cepat aku meninggalkan ruangan ini disusul Lee Ajuhsi dan Seungri yang mengejarku dari belakang.

“Nona, saya mohon ! Lupakan ini semua “ tahan Lee Ajuhsi

“Aku tidak bisa Ajuhsi, semua harus jelas ! “ bantahku padanya. Aku kembali berjalan menuju keluar rumah, Seungri masih mengikutiku dari belakang.

“Nona…”

Kuabaikan panggilan Lee Ajuhsi yang tampak ingin menahanku, aku terus melanjutkan langkahku sampai benar-benar telah berada diluar rumah ini. Belum sempat aku melanjutkan langkahku kembali, kini kurasakan seseorang menahan tanganku dan membalikkan tubuhku.

“Naik kemobil ku “ perintah Seungri, aku berusaha mengibaskan tangannya tetapi hal itu sia-sia karena Seungri justru semakin kuat mencengkram lenganku

“Aku antar! “

“Tidak perlu “ balasku dingin

“Naik “

“Aku tidak mau “

“Aku hanya ingin membantumu “ ujar Seungri

“KALAU BEGITU JANGAN MEMBANTUKU ! “ teriakku tiba-tiba

“Yong Ri~ya !! “

“Apa kau tidak dengar yang kuucapkan didalam tadi. Aku seorang pembunuh ! “ aku menekan kuat pada kata-kata ‘membunuh’ untuk menyadarkan Seungri siapa diriku sebenarnya

“Aku tidak peduli, aku sudah terlanjur tahu. Kukatakan padamu aku tidak peduli “ jawab Seungri mantab. Aku menatapnya tidak percaya, apa yang dia ucapkan barusan ? Dia tidak peduli !

“Aku antar !“ ulang Seungri dengan nada memerintah. Tanpa menunggu jawabanku Seungri telah menarik tanganku dan membawaku kedekat mobilnya. Dia membukakan pintu mobil untukku dan mendorong tubuhku pelan untuk duduk dikursi sebelah kemudi.

Ingin sekali rasanya berteriak padanya, tetapi mata Seungri yang seolah membiusku untuk menuruti perintahnya membuatku hanya bisa membungkam mulutku dan mengikuti perintahnya.Seungri telah menyusulku masuk kedalam mobil, dan tanpa menunggu lama Seungri telah menghidupkan mobilnya dan meninggalkan rumah ini. Aku sempat melihat Lee Ajuhsi yang menatapku dengan tatapan khawatir tapi aku kembali menatap lurus kedepan, yah aku harus tetap menemui Doo Joon.

*Jung Yong Ri POV END*

*******************

*Author POV*

~

Ini sudah puluhan kali Kyuhyun menghubungi Yong Ri, namun satupun dari panggilannya tidak ada yang dijawab oleh Yong Ri. Kyuhyun kembali menegak minuman yang dipesankan oleh Taechyeon sampai habis. Lalu Kyuhyun mengacak-ngacak rambutnya frustasi dan membanting handphone kemeja yang membuat Taechyeon menatap iba kearah hp Kyuhyun.

“Kalau kau tidak mau handphone itu lagi, kau bisa memberikannya padaku “ ucap Taechyeon yang masih memandang handphone Kyuhyun penuh harap(?)

“Sebenarnya apa sih yang sedang dia lakukan ? Tinggal mengangkatnya saja apa susahnya ! Sudah tidak berangkat kekampus, mau jadi apa gadis itu ! “ omel Kyuhyun tidak jelas. Taechyeon hanya memandang Kyuhyun malas, yang ada dipikiran Taechyeon saat ini adalah , apakah Kyuhyun sadar dengan yang diucapkannya. Dia saja kuliah tidak becus, masih mau mengkritik orang. Ckckckck~~ Taechyeon hanya bisa menggelengkan kepalanya lalu kembali menatap Handphone Kyuhyun yang tergeletak dimeja.

“Kyuhyun~ah , apakah kau serius dengan gadis itu?”

Kyuhyun melirik Taechyeon tampak tertarik dengan pertanyaan dari sahabatnya itu. Kyuhyun memiringkan kepalanya tampak berfikir sebentar sambil memajukan mulutnya.Taechyeon memandang muak sahabatnya itu yang berusaha memasang ekpresi sok imut seperti itu.

“Memangnya kalau kau memiringkan kepalamu akan membantumu menjawab pertanyaanku ?” tanya Taecyheon sewot.

“Tentu saja, aku merasa otak kananku jadi lebih berfungsi “ jawab Kyuhyun asal. Taechyeon hanya bisa memandang sedih sahabatnya itu, dia pikir Kyuhyun akan lebih pintar dari dirinya, tetapi setelah mendengar jawaban konyol Kyuhyun , Taechyeon akan menganggap Kyuhyun adalah saingannya dalam mendapatkan gelar orang paling bodoh dikampusnya(?)

“Kembali kepertanyaanmu, aku sendiri tidak tahu sejujurnya. Tapi kuakui aku ingin selalu didekatnya . Menurutmu perasaan apa itu ?” tanya Kyuhyun sambil menatap Taechyeon penuh harap, berharap akan ada jawaban yang memuaskan dari Taechyeon.

Kali ini giliran Taechyeon yang memasang tampang seperti orang yang sedang berfikir keras namun dengan kemampuan otak yang dibawah rata-rata *diperkosa Taechyeon >.< * . Tak lama Taechyeon mengangguk-anggukan kepalanya seolah mendapat ilham atas pertanyaan Kyuhyun, tetapi sedetik kemudian ekspresinya berubah menjadi kebingungan

“Ada apa?” tanya Kyuhyun penasaran

“Kupikir itu perasaan suka Kyuhyun~ah  “ Taechyeon mencoba menjawab pertanyaan Kyuhyun

“tapi…”

“wae ?”

“Aku kadang memiliki perasaan seperti itu, ingin didekatmu . Tapi mana mungkin aku menyukaimu kan ?” Taechyeon mengucapkan kalimat itu dengan nada ketakutan yang dibuat-buat dan berlebihan .Tidak tahan melihat sikap konyol Taecyeon, Kyuhyun melayangkan tangannya menuju kepala taechyeon yang sukses membuat Taechyeon meringis kesakitan.

“Aww!! “ ringis Taechyeon sambil mengusap kepalanya

“Sekali lagi kau mengatakan sesuatu yang konyol, akan kukeluarkan lidahmu dan memakunya permanent langsung kehidungmu ! “ desis Kyuhyun tajam , Taechyeon langsung mengunci mulutnya ketika melihat tatapan pembunuh dari Kyuhyun . Kyuhyun kembali mengambil handphonenya dimeja dan kembali mencoba menghubungi nomor Yong Ri.

“Aishhh ! Dia kemana sih !! “ bentak Kyuhyun sekali lagi

“Kalau kau begitu penasaran, susul saja kerumahnya ! “ celetuk Taechyeon yang sedikit gusar dengan sikap Kyuhyun.

“Benar juga “ Kyuhyun bangkit berdiri , lalu menggendong tasnya

“Aku akan kerumahnya kalau begitu, terima kasih Taechyeon~ah ! “ ucap Kyuhyun sambil menepuk pundak sahabatnya itu yang dibalas Taechyeon dengan berdeham kecil.

“Aku memang pintar …” ujar Taechyeon sambil melirik punggung Kyuhyun yang telah menjauh .

*Author POV END*

*********************

*Jung Yong Ri POV*

~

“Kenapa kau membawaku kemari ?” tanyaku kesal kearah Seungri, aku melemparkan pandanganku untuk  menatap rumahku.

“Ini sudah terlalu malam “ jawab Seungri mencoba berbicara lembut kearahku

“Aku tidak peduli , aku…”

“Tapi aku peduli “ potong Seungri cepat . “Wajahmu sudah pucat Yong Ri~ya . Aku tahu kepalamu pasti sangat sakit. Jangan menyiksa dirimu ! Masih ada besok . Aku pastikan aku akan menemanimu “

“Kalau begitu tidak usah menemaniku sekalian “ jawabku cepat, dengan asal kubuka seatbeltku dan berjalan keluar dari mobil ini. Aku melirik jam ditanganku. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam. Mungkin memang benar ini sudah malam, tapi tetap saja aku tidak bisa menyembunyikan kekesalanku pada Seungri, dia sendiri yang mengatakan padaku akan mengantarku menemui Doo Joon, tetapi dia justru mengantarku pulang.

Aku berjalan kesal menuju pintu depan rumahku. Bisa kudengar derap langkah kaki Seungri yang ada dibelakangku. Aku memasuki rumahku disusul oleh Seungri yang masih mengikutiku dari belakang. Baru sampai diruang tamu aku membalikkan tubuhku dan menatap Seungri tajam .

“Pulanglah “ ucapku mengusirnya

“Kau mengusirku ? Setidaknya berikan aku minuman dulu, aku haus “ ucap Seungri merajuk kearahku. Aku memutar kedua bola mataku kesal melihat tingkahnya yang terkadang seperti anak-anak.Aku kembali memutar tubuhku dan melanjutkan langkahku. Kudengar Seungri menutup pintu dibelakangnya dan kembali mengikutiku dari belakang. Aku berjalan cepat menuju dapur, dan dengan tampang menahan rasa kesalku, aku mengambil gelas dan mengisinya dengan air putih . Kulihat Seungri duduk di sofa yang berada diruang tengah yang menghadap kearah televisi. Dengan santainya dia menghidupkan televisi itu dan menonton sebuah acara yang sedang disiarkan oleh salah satu stasiun TV korea.

Aku berjalan menghampiri Seungri lalu meletakkan secara kasar gelas yang berisi air putih dimeja yang ada didepannya.

“Kenapa kau seperti ini ?” tanyaku pelan mencoba menahan getaran disuaraku.

Seungri mendongak untuk menatapku. Ekpresinya berubah ketika mendengar nada suaraku.

“Apa aku salah?” Seungri balik bertanya kearahku yang membuatku mendecakkan lidahku merasa frustasi akan tingkahnya.

“ne, kau salah !! Kau sudah dengar semuanya tadi . Kuperjelas padamu, AKU PEMBUNUH , SEUNGRI~ssi !!! “

“Lantas ..? “

“Yang seharusnya kau lakukan adalah menjauh dariku, jangan pernah menemuiku dan anggap kau tidak pernah mengenalku . “

“Aku tidak bisa “

“KENAPA ??” balasku kuat yang sudah tidak bisa menahan rasa kesalku

Kini Seungri ikut berdiri menyeimbangiku,

“Apa karena hal itu aku harus menjauhimu ? Yong Ri~ya sudah kukatakan padamu aku menyukaimu, aku tidak peduli dengan masa lalumu. Bukan masa lalumu yang menjadi dasar rasa sukaku . Aku tulus menyukaimu. Jika kau  sudah membunuh 5 orang sekalipun aku akan tetap mengatakan padamu, aku menyukaimu “  balas Seungri

“Jangan membuat hidupmu susah Yong Ri~ya, kau terlalu tertutup. Kenapa kau tidak membuka hatimu “ lanjut Seungri yang kini berjalan mendekatiku.

“Berhentilah bersikap baik kepadaku “ ucapku pelan. “ Jangan membuatku berhutang Seungri~ssi “

“Apa aku memintamu untuk membalas semua yang sudah kulakukan untukmu . Apa aku menagihnya ? Tidak kan !! Harus berapa kali kukatakan, aku tulus melakukannya “ Seungri melembutkan suaranya dan menatap mataku dalam.

“Aku pembunuh…..” ucapku pelan sambil menundukan kepalaku. Tanganku gemetar menahan semua perasaanku saat ini yang begitu terasa tersiksa.

“Aku seorang pembunuh …..” bisa kudengar suaraku yang mulai gemetar dan terisak kecil. Sekuat tenaga aku menahan air mataku, sudah cukup aku menangis atas semua kelakuanku. Pembunuhan itu adalah hukuman untuk hidupku karena terlahir didunia ini. Apa Tuhan begitu membenciku, mengukungku dalam suatu dunia yang begitu mengerikan yang tak pernah kubayangkan sebelumnya.

Aku mengepalkan kedua tanganku kuat ,berharap dengan cara seperti itu sedikit membantuku menghilangkan rasa sesak yang mulai menggelayuti dadaku.

“Jangan menahan air matamu Yong Ri~ya “ bisik Seungri pelan sambil menyentuh pundakku lembut. Aku masih menundukkan kepalaku memandang lantai yang ada dibawah. Kurasakan perlahan air mata mulai keluar dari sudut mataku dan langsung jatuh menghantam lantai yang kupijak.Sesenggukan kecil mulai keluar dari mulutku namun dengan usaha keras aku menahannya . Menangis tidak akan menyelesaikan masalahku .

Bisa kurasakan sekarang ,tangan Seungri berpindah kepunggungku dan mendorong tubuhku pelan kearahnya. Kakiku terlalu lemah menahan dorongannya sehingga aku mendekat kearah Seungri yang disambut Seungri dengan memelukku. Dengan lembut Seungri mengelus punggungku, mencoba menenangkanku . Tangannya yang sebelah mengelus rambutku yang tergerai .

“Setidaknya menangis akan membuat hatimu lebih lapang Yong Ri~ya . Mengeluarkannya melalui air mata akan jauh lebih baik dari pada kau menahannya dihatimu “ bisik Seungri pelan ditelingaku . Benar . Aku tidak bisa menampik kata-kata Seungri yang menurutku memang ada benarnya . Perlahan kubuka kepalan tanganku dan melemaskannya.

Bisa kurasakan detak jantung Seungri yang beraturan, aku memejamkan mataku perlahan yang membuat air mataku kembali membasahi pipiku. Kehangatan dari air mataku membuatku merasa lebih rileks, ditambah sentuhan tangan Seungri yang mengelus lembut punggung dan rambutku .

“Jangan menyiksa dirimu sendiri Yong Ri~ya “ tambah Seungri. Kurasakan nafasnya menabrak pundakku. Aku hanya bergidik kecil. Kuakui pelukan Seungri membuatku merasa terlindungi dari semua gambaran masa laluku yang mulai bisa menghilang dari benakku.

“Kau perlu istirahat “ ujar Seungri pelan . Walau samar kurasakan sesuatu yang lembut menyentuh pelipis kananku. Ya Seungri yang melakukannya, dia mencium ujung kepalaku . Aku hanya terdiam , tidak mengatakan apa-apa. Apa aku terlalu terkejut atas tindakannya, tetapi perasaan keberatan yang biasa kurasakan ketika aku bersamanya tidak kurasakan sama sekali kali ini. Bibirnya yang dingin justru membuatku merasa terlindung didalam pelukannya.

Seungri masih melanjutkan mengelus punggung dan rambutku sampai kurasakan rasa kantuk menyerangku.

*Jung Yong Ri POV END*

***************************

*Author POV*

~

Seungri hanya bisa memandang wajah Yong Ri yang sekarang telah tertidur. Yong Ri tertidur dalam keadaan menyender pada sisi sofa.Ragu-ragu Seungri menggerakkan tangannya menuju poni Yong Ri yang menutup matanya.

Disingkirkan oleh Seungri poni itu lalu beralih mengelus pipi Yong Ri lembut. Sepertinya Yong Ri begitu lelah sampai dia tidak bisa merasakan bahwa pipinya disentuh oleh Seungri. Seungri tersenyum tipis memandang wajah Yong Ri yang terlihat begitu polos saat tertidur. Nafas Yong Ri yang teratur dalam tidurnya membuat Seungri merasa tenang , masih belum melepaskan sentuhan tangannya dipipi Yong Ri , kini Seungri beralih kebulu mata Yong Ri yang panjang dan menyentuhnya .

Yong Ri sedikit menggeliat dalam tidurnya yang sontak mengharuskan Seungri menjauhkan tangannya , namun tetap mendekatkan wajahnya agar dapat melihat Yong Ri dari dekat. Seungri kembali tersenyum melihat tingkah Yong Ri yang ternyata tidak terbangun  dan kembali tenang.

“Seharusnya aku membencimu ..” ujar Seungri pelan

“tapi…..” Seungri meraih tangan Yong Ri dan menggenggamnya lembut. Sepertinya Yong Ri benar-benar lelah , dia tidak terbangun sama sekali.

“Apa aku begitu menyukaimu sampai aku tidak bisa merasakan perasaan benci terhadapmu “

“Melihatmu menceritakan semua kisah kelammu, justru membuatku ingin melindungimu Yong Ri~ya “ kini Seungri menempelkan tangan Yong Ri kepipinya dan masih menatap wajah Yong Ri yang sudah tertidur lelap

“Apakah seperti ini yang dinamakan cinta itu ?? “ tanya Seungri kepada dirinya sendiri.

“Yong Ri~ya , jika ada seseorang yang ingin kulindungi didunia ini, itu adalah dirimu “ bisik Seungri sekali lagi, kini Seungri mengarahkan tangannya untuk memegang pucuk kepala Yong Ri . Diusapnya kepala Yong Ri  dengan lembut berharap dengan cara seperti itu akan membuat Yong Ri lebih nyenyak. Tidak bosan memandang wajah Yong Ri, kini dengan memberanikan diri Seungri mengarahkan bibirnya kedahi Yong Ri, dan mengecupnya lembut .

Tidak lama, Seungri telah menarik(?) bibirnya dari dahi Yong Ri, Seungri menyunggingkan senyum bahagianya dan kembali menatap Yong Ri yang nyenyak dalam tidurnya .

“Suatu saat nanti akan kulakukan saat kau membuka matamu “ ujar Seungri yakin.

TING TONG ~~~

Seungri sontak mendongak dan menoleh kearah pintu depan. Dia melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 10 malam, siapa yang bertamu malam-malam begini? Walau sedikit malas, Seungri berjalan menuju pintu depan, dan tanpa ragu sedikitpun Seungri membuka pintu depan itu dan mendapati seorang pria yang berdiri dibalik pintu .

Pria itu memandang Seungri terkejut yang dibalas oleh Seungri dengan tatapan yang sama .

“Apa yang kau lakukan disini ? “ tanya Kyuhyun gusar ketika mendapati Seungri yang membuka pintu rumah Yong Ri

“Kau sendiri , untuk apa malam-malam begini bertamu kerumah orang “ balas Seungri

Kyuhyun menatap Seungri tidak suka, dan kembali kesikap sombongnya , tanpa memperdulikan Seungri , Kyuhyun berjalan memasuki rumah Yong Ri dengan menabrak bahu Seungri .

“Yong Ri~ya ?” panggil Kyuhyun kuat

“Hei  !!! “ tahan Seungri dengan menyentuh lengan Kyuhyun mencoba menahan langkah Kyuhyun.

“Jangan menyentuhku “ Kyuhyun mengibaskan kasar tangan Seungri dan menatap tajam Seungri

Kedua lelaki itu hanya bisa saling memandang dengan tatapan tidak suka antar keduanya. Didalam pikiran mereka masing-masing hanya ada sebuah pertanyaan yang sama yaitu “ apa hubungannya dengan Yong Ri ?”

TBC

*okey ~~ gimana part ini ?? Udah bisa menebak kan masa lalunya si Yong Ri. Tapi itu masih belum terungkap semuanya loooo~~ silahkan kembali menebak-nebak yah~~ wkwkwkwk

Oh iya, kemarin ada yang nanya, kenapa dikasih password padahal ga ada NCnya, gue jelasin ya, udah dari pertama gue kasih tau, gue GA SUKA SIDERS . Dan ini caranya supaya membuat Siders jera, dan mereka ga asal baca karya orang tapi pergi gitu aja tanpa ninggalin jejak yang bisa gue endus( ? ). Jadi ga cuman yang ada NCnya aja yang gue kasih PW tapi kayak gini juga tetep gue kasih. Tapi password juga bakal gue lepas setelah FF gue tanggepannya udah banyak ato udah 2 minggu lewat gue post *banyak aturan*

Dan satu lagi yah, jujur gue bosen ma beberapa komen yang bilang kayak gini –> ceritanya Debak ! FFnya keren , lanjut Eon, hwating. Fighting .

Hello~~ tenang aja, gue bakal lanjutin ceritanya tanpa diminta juga. Dan bukannya gue ga seneng dipuji, siapa yang ga seneng. Tapi kalo keseringan juga kesannya gombal kan . wkwkwkwkkw * jangan bakar WP gue yah ~~ *

Gue ga tau kapan bisa ngepost part 9nya, jadi sabar aja ya.. Soalnya akhir Juni gue ujian, dan gue juga lagi nepsong mau buat FF khusus ultah Ryeowook ma Heechul *padahal mau ujian ~~ ckckckckk ~~*

Tetep RCL yah, dan yang udah dapet password tapi ga komen disini malah komen ke fb gue, jujur gue pengen bilang “ Untuk apa WP gue kalo gitu !! “

Okey, makasih yang udah setia baca, part 9 bakal ada konflik baru antara Kyuhyun dan Seungri. Hah~~ dua-duanya sama2 evil magnae di Suju ato Big Bang . Kita lihat siapa yang sukses merebut(?) hati Yong Ri . Lihat nanti =p

Bye bye…….

by @Riska_Fasyah (jangan lupa follow yah *PLAKKKK)

NB : sekedar saran lagu INFINITE yang judulnya CAN YOU SMILE keren banget ! KPOP wajib denger #abaikan ~~ narik Ecung ke kolong kasur 

108 thoughts on “MEMORY And REVENGE Part 8

  1. nyesek2… kshn seung ri kl gni,cntny tlus tp prasaan g bs dpksakn,kl uda tw kbnrnya gni trs mw gmn lgi,pnsrn gmn kl kyu nnt tw kl yong ri pmbnuh(?),pa dy bs mnrma sprti seungri apa mlh mmbnci yongri ???

  2. Kenapa harus Seungri yg tahu masalalu Yongri???
    Oke pasti itu ada alasannya..
    Cho Kyuhyun kuberitahu, itu perasaan suka atau entahlah, hahaha..
    Yongri-ssi, sama Kyu aja ya, apapun keadaannya ama Kyu aja..
    Dan cewek yg ama Doojoon bikin penasaran lagi, kayaknya Jinri..

    Oke next part, biar misteri2 masalalu terungkap..

  3. Kenapa harus Seungri yg tahu masalalu Yongri???
    Oke pasti itu ada alasannya..
    Cho Kyuhyun kuberitahu, itu perasaan suka atau entahlah, hahaha..
    Yongri-ssi, sama Kyu aja ya, apapun keadaannya ama Kyu aja..
    Dan cewek yg ama Doojoon bikin penasaran lagi, kayaknya Jinri..

    Oke next part, biar misteri2 masalalu terungkap.. ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s