MEMORY and REVENGE part 7

Judul : MEMORY and REVENGE

Cast :   Jung Yong Ri (my fiction)

            Cho Kyuhyun (Super Junior)

            Lee Seung Hyun / Seungri (Big Bang )

            Choi Jin Ri aka Sulli (fx)

Yoon Doo Joon (Beast )

            Goo Hara (KARA)

            Ji Young (KARA)

            Taechyeon (2pm)

Author : Riska Fasyah Bayenti

Rating : Restriced (terbatas)

Length : Chapter

Genre : Romance, Tragedy, Drama

Desclaimer : Karakter Jung Yong Ri murni hanya imajinasi saya dan asli karangan saya. Sah sepenuhnya milik saya bukan untuk diJIPLAK!!! Sedangkan karakter yang lain sah sepenuhnya milik Tuhan saya hanya meminjam . Sudut pandang saya ambil dari Jung Yong Ri dan Author

~Chapter 7

– ketika ada dua cinta yang menghampirimu, kupikir sebuah konsistensi dibutuhkan didalam memilih salah satu dari keduanya, bukan hanya perasaan saja yang berperan – Riska Fasyah

*Jung Yong Ri POV*

~

Sepertinya suatu kebetulan itu memang ada, aku membuktikannya sekarang .

“Bagaimana jika kita berkencan besok??” tanya Kyuhyun diujung telpon yang tentu saja langsung membuat mataku membulat.

“Berkencanlah denganku besok…” kini Seungri yang mengatakan kalimat yang sama dengan Kyuhyun kepadaku.

Tanpa bisa kutahan, mulutku terbuka sedikit.

“Kau mau kan??” Kyuhyun kembali bertanya kepadaku disebrang telponnya.

“Bagaimana ?? “kini giliran Seungri yang bertanya kepadaku. Aku mengedip-ngedipkan mataku tampak bingung.

“Kau sedang menerima telpon “ lanjut Seungri sambil berjalan mendekatiku lalu menaruh gelas yang tadi dia bawa yang sudah terisi penuh dengan air mineral.

“Siapa itu?? “ tanya Kyuhyun kepadaku . Aku hanya mengangguk singkat kearah Seungri lalu berjalan menjauhinya kearah dapur.

“Temanku..” balasku singkat ketika aku telah berada didapurku. Aku melirik sekilas kearah ruang tengah yang sekarang Seungri sedang menonton suatu acara ditelevisi.

“Oh…”

“Lalu bagaimana ?? Kau mau kan ??” Kyuhyun mengulangi pertanyaannya.

“Aku tidak bisa” ucapku singkat .

“Kenapa !! Lagipula besok weekend . Kau tidak punya alasan untuk menolak ajakanku ! “ ucap Kyuhyun keras diujung telponnya.

“Aku tidak mau tahu , besok aku akan menjemputmu ! “

“Aku tidak bisa Kyuhyun~ssi “ ucapku cepat

“Aishhhh ~~~ kapan memangnya kau bilang bisa pada semua ajakanku . Aku tidak peduli, besok aku akan tetap menjemputmu . Atau,,jangan-jangan kau sudah punya rencana lain ??” tanya Kyuhyun yang kentara sekali bertanya dengan penuh selidik.

“bukan seperti itu, aku…” belum sempat aku melanjutkan kalimatku, Kyuhyun telah memotongnya

“Jam 9 pagi ! Berdandanlah yang cantik, biarkan rambutmu terurai , tunggu aku didepan rumahmu. Tidak ada kata penolakan, aku tidak mengenal kata-kata itu “

“Kyuhyun~ssi , aku ….”

“Biasakan memanggilku Kyuhyun~ah , jangan Kyuhyun~ssi . Kau mengerti !!” ucap Kyuhyun menegaskan kalimatnya

“Ingat jam 9..” lanjut Kyuhyun dan trek !! Telponnya terputus. Aku menatap layar handphoneku tak percaya, bisa-bisanya Kyuhyun membuat keputusan sendiri.

Aku kembali berjalan memasuki ruang tengah dan mendapati Seungri yang sedang tertawa terpingkal-pingkal karena menyaksikan sebuah acara di Televisi.Aku duduk disebelah Seungri dan ikut melihat acara TV yang disiarkan disalah satu stasiun televisi itu.

Menyadari kehadiranku, Seungri mulai mengontrol tertawanya dan menoleh untuk kembali berbicara padaku.

“Siapa yang menelponmu ?”

“Ah..temanku ..” balasku singkat dan kembali berusaha fokus menatap acara di TV itu.

“Acara apa ini ?” tanyaku berusaha mengalihkan pembicaraan

“Ah,, kau tidak tahu acara ini. Ini STAR KING , kupikir ini adalah acara paling lucu yang dimiliki Korea. Lihat saja MCnya seperti itu,, hahahahhaha~~ “ jelas Seungri yang kembali meledak tertawa.

“Dan kali ini yang menjadi jurinya beberapa member Super Junior yang menurutku benar-benar seperti pelawak ,,hahahhahaha “

Aku mencoba memahami acara yang kulihat sekarang, memang banyak adegan-adegan lucu yang dari acara itu, tetapi entahlah bahkan untuk membentuk sebuah senyuman pun bibirku seolah terasa sangat kaku.

“Ah iya.. Yang sedang berbicara itu adalah leader dari Super Junior, kupikir diusianya yang sudah sangat matang seharusnya dia sudah menikah “ ucap Seungri sambil menunjukkan salah satu orang yang sedang berbicara didalam acara itu. Jujur saja aku ingin tersenyum karena kupikir ucapannya benar, pria berambut pirang yang ada di TV itu memang sudah sangat pantas menikah , terlihat sekali dia sudah matang.

“Dan itu adalah Yesung “ tunjuk Seungri kearah televisi *laki gue itu~~jingkrak jingkrak *, sekarang layar televisi itu sedang menampilkan gambar yang bernama Yesung itu.

“Menurutku dia adalah member teraneh, sulit dipercaya suaranya yang terbaik di Super Junior “ jelas Seungri . Aku mengalihkan tatapanku dari televisi untuk menatap Seungri, rasa tidak percaya dia mengetahui tentang entertainmen.

“Kau suka musik ??” tanya Seungri kepadaku

“Suka “balasku singkat dan kembali menatap layar televisi itu.

“Baguslah~~ setidaknya hidupmu tidak begitu kelam “

Aku kembali menoleh kearah Seungri mengerutkan kedua alisku setelah mendengar ucapannya itu, apakah aku begitu menyedihkan dimatanya.Aku hanya bisa menelan ludahku dan berusaha tidak menanggapi ucapannya barusan.

“Ah iya, bagaimana ?” tanya Seungri tiba-tiba, dia telah berhenti tertawa dan kembali fokus menatapku.

“Nde …?” aku menatapnya bingung

“Ajakanku ? Bagaimana jika kita berkencan besok ?? “ ulang Seungri . Dia menatapku penuh harap kali ini sambil menggigit bibir bawahnya.

“Aku tidak bisa..” balasku pelan tidak menatapnya

“Waeyo..? “

“Maaf..”

“Aku tidak memintamu untuk meminta maaf, aku bertanya kenapa ? Apa alasanmu ? “ tanya Seungri kepadaku sambil menatapku gusar

“Aku….aku hanya tidak bisa pergi saja “ ucapku masih belum ingin menatapnya.

“Kau punya janji lain ?” tebak Seungri .

“ Maafkan aku Seungri~ssi “ kini aku menatapnya dengan tatapan meminta maaf.

Seungri terlihat ingin membuka mulutnya tetapi dengan cepat dia menahannya dan justru menghembuskan nafas berat.

Seungri kembali menatap televisi itu dan tidak membalas ucapanku tadi.

“Hahahahahha….” Terdengar tawa Seungri yang dipaksakan keluar dari mulutnya,

“Acaranya lucu…” ucap Seungri sambil tersenyum tidak tulus kepadaku. Aku hanya bisa ikut memandang televisi itu tanpa senyuman.

Entah sudah berapa kali aku mengecewakannya.

Maaf…..

~

Pagi adalah awal yang amat baik menurutku, semua yang kita mulai diawali dari waktu ini. Sebuah dimensi yang menurutku memegang alih untuk kita menghadapi dimensi yang lainnya. Pagi menjelang siang, siang ke sore, sore ke malam dan kembali ke pagi lagi. Dan kini, saat aku baru saja membuka mataku dari tidurku, kurasakan ada yang sangat aneh dengan pagi ini. Aku kembali mengerjapkan mataku berharap itu akan membantu saraf-sarafku mengirimkan impuls-impuls(?) keotakku sehingga aku bisa melihat keadaan disekitarku dengan lebih baik.

Mataku terbelalak seketika ketika aku berhasil mengingat sesuatu yang dari tadi malam membuatku gelisah tidak karuan. Aku melirik jam weker yang berada dimeja disamping tempat tidurku.

Mataku semakin terbelalak lebar, ketika aku melihat jarum pendek jam itu berada tepat diangka 8 dan jarum panjangnya diangka 3 . Tepat jam 08.15 pagi .Sontak aku terduduk diatas tempat tidurku, aku kesiangan !

Drtttttt……

Aku mengambil handphoneku yang kutaruh dimeja itu. Dan menyadari ada sms yang baru saja masuk.

Astaga, 35 sms masuk kedalam inboxku. Aku mengeceknya dan dari sekian banyaknya sms itu , yang membuatku sedikit merinding adalah semua pengirimnya sama . Cho Kyuhyun. Dia serius ??

Entah apa yang ada dipikiranku saat ini, aku justru turun dari tempat tidurku, lalu dengan mempercepat langkahku, aku menuju kamar mandiku . Kencan dengan Kyuhyun? Saat pertanyaan itu terbesit dipikirankupun, aku justru tidak menghentikan langkahku dan justru semakin sadar bahwa waktuku tinggal sedikit. Padahal bisa saja, aku kembali menarik selimutku dan kembali memejamkan mataku, memperpanjang waktu tidurku hari ini. Tetapi aku tidak melakukannya. Jangan tanya aku apa alasannya, karena aku sendiri tidak punya jawaban atas itu.

~

Aku menatap diriku didepan cermin yang kupajang didinding kamarku ini. Ragu-ragu aku mulai menyatukan rambutku untuk menguncritnya. Tapi tanganku terhenti ketika suaranya tiba-tiba terngiang ditelingaku ‘ biarkan rambutmu terurai ‘ .

Aku memasang tampang kesal kali ini, sebenarnya apa pedulinya dengan rambutku, dan kenapa aku begitu repot mengurusinya. Kuabaikan perasaan mengganjal ini dan memantapkan hatiku untuk menguncrit rambutku.

Aku memasang penutup telinga dikedua telingaku, untuk menahan hawa dingin diluar sana. Kulirik jam ditanganku yang sudah menunjukkan pukul 08.55 . Aku mulai membalikkan tubuhku tetapi aku kembali teringat akan sesuatu, aku kembali menatap diriku kecermin besar itu. Memanjukan langkahku dan mendekatkan wajahku untuk lebih mengamati wajahku .Aku tidak pucatkan?? Aku membasahi bibirku dengan menjilatnya berusaha membuat bibir itu sedikit kemerahan. Aku memiringkan kepalaku dan memanjukan bibirku sekarang dan berusaha menampilkan wajah yang kupikir sedikit aneh. Ekspresi seperti ini tidak cocok untukku ,memasang tampang imut dan polos. Aku menghembuskan nafas pelan dan mulai menjauhi wajahku dari cermin itu.

Okey, bersikaplah biasa dan berjalan seperti biasa. Aku tidak melakukan sesuatu yang penting. Kujadikan kata-kata itu sebagai sugestiku untuk hari ini.

~

Aku membuka pintu depan rumahku dan berjalan keluar. Aku menengok kearah jalan besar yang masih belum menampakkan tanda-tanda kedatangan Kyuhyun. Aku memutuskan untuk  masuk kembali kedalam rumahku.

… 09. 10 , aku kembali berjalan keluar rumahku dan masih belum tampak kehadiran Kyuhyun yang membuatku menghembuskan nafasku pelan lalu kembali masuk kedalam rumahku .

…09. 20 , Aku rasa ada yang aneh dengan diriku, karena tanpa bisa kurem, langkahku berjalan keluar dari rumahku. Aku kembali menatap jalan raya dan masih belum bisa melihat tanda-tanda kehadirannya.

Perlahan aku kembali berbalik untuk masuk kedalam rumahku, sampai kudengar suara motor yang mendekat kearahku. Dengan keadaan yang sudah siap memasuki rumahku, aku menahan langkahku dan menoleh kejalan. Kini aku bisa melihatnya. Motor hitam Ducatinya mulai mendekat kerumahku sampai benar-benar berhenti tepat didepan rumahku. Kini aku kembali berbalik dan bisa melihat Kyuhyun turun dari motornya, dia melepaskan helmnya dan bisa kulihat rambutnya yang sedikit acak-acakan akibat dia melepas helmnya itu. Kyuhyun menggoyang-goyangkan kepalanya berharap dengan cara saperti itu dapat merapihkan rambutnya tanpa disisir.

Aku terpaku ditempatku menatapnya, jaket coklatnya yang dulu pernah dia pinjamkan padaku dipakainya yang terlihat sangat pas ditubuh jangkungnya.

Tanpa kusadari Kyuhyun balik menatapku, dia mulai berjalan mendekat kearahku tetapi aku masih belum melepas pandanganku dari wajahnya.

“Apakah aku begitu tampan ? “ tanya Kyuhyun pelan .Kata-katanya cukup menyadarkanku, aku megedip-ngedipkan mataku gugup , berusaha mengabaikan ucapannya aku berbalik . Tetapi Kyuhyun telah menahan lenganku dan membuatku tetap menghadapnya.

“Kau menungguku ?” tanyanya.

“Tidak..” balasku cepat

“Terlihat sekali kau sedang menungguku ..” ucap Kyuhyun sambil tersenyum bangga

“Aku tidak menunggumu “ ucapku cepat yang pasti kentara sekali aku berbohong.

“Huh..masih tidak mau mengaku “ ucapnya sambil memajukan bibirnya “Maaf, tadi ada bebarapa masalah “ jelasnya

“Aishh~~ kan sudah ku bilang biarkan rambutmu terurai “ tambah Kyuhyun dan tanpa menunggu persetujuanku dia telah menarik ikat rambutku yang membuat rambutku terurai begitu saja.

“Apa yang kau lakukan ?? “ tanyaku sambil melotot kepadanya.

Kyuhyun hanya tersenyum simpul kearahku dan melemparkan ikat rambutku kejalan.

“Kan sudah kubilang, kau akan lebih manis jika diurai “ ucapnya tanpa rasa bersalah.

“Ayo berangkat ! “ Kyuhyun telah menarik tanganku . Aku menahan langkahku yang membuatnya menatapku bingung

“Ada apa ? “

Aku menatapnya berusaha memasang tampang tidak suka terhadapnya.

“Jangan bertingkah seenaknya “ ucapku kepadanya

“Memangnya aku melakukan apa ?”

Aku hanya bisa mendecakkan lidahku lalu berbalik untuk mengunci pintu rumahku.

“Okey, kita berangkat “ Kyuhyun telah menggenggam telapak tanganku dan menarikku berjalan mengikutinya menuju motornya.

“Kau pakai ini “ Kyuhyun melepaskan penutup telingaku lalu memakaikanku helm yang tadi dia taruh distang motornya. Aku mengernyit kearahnya ketika dia sudah memakaikanku helm aneh ini. Tidak salah aku mengatakan helm ini aneh, warnanya sangat tidak cocok untukku.

“Ada apa lagi ?” tanya Kyuhyun menyadari ekspresiku.

“Aku tidak mau memakainya “

“Waeyo ?”

“Aneh “ balasku singkat

“Bukankah semua wanita menyukai warna pink, makanya aku sengaja membelikan warna pink untukmu “ jelas Kyuhyun yang menurutku alasan macam apa itu, kini dia justru mengancingkan pengait helm itu sehingga membuat wajahnya mendekat kearahku. Aku refleks memundurkan wajahku .

“Aku hanya ingin memasangkannya .”

“Aku bisa sendiri “ elakku

“Aish.. sudahlah sini kubantu “ Kyuhyun tetap mendekat kearahku yang membuatku tidak bisa berkutik. Wajahnya benar-benar dekat dengan wajahku sekarang, aku bisa melihat bulu matanya yang cukup lebat menghiasi mata hitamnya. Setelah membantuku mengancingkan helmku mata Kyuhyun kini menatapku.

“Kau tertangkap basah “ ucap Kyuhyun pelan yang menyadari bahwa aku sedang menatapnya.

“Kau terpesona ya ?” ucapnya PD sambil menjauhkan wajahnya dan menyunggingkan senyum bangganya.Sekuat tenaga kupasang wajah sedingin mungkin dan tidak menanggapi ucapannya sama sekali. Menyadari ekspresiku yang mungkin siap membunuh kapan saja, Kyuhyun sedikit menahan senyumnya.

“Ayo-ayo kita berangkat “ ucap Kyuhyun sambil naik keatas motornya . Walau ragu aku ikut naik keatas motor besar itu, sedikit menjaga jarak dari Kyuhyun aku berpegangan pada besi yang berada dikiri kanan jok motor ini.

“Lebih baik kau pegangan ! “perintah Kyuhyun. Aku tidak menjawabnya sama sekali justru semakin mengencangkan cengkramanku pada kedua besi itu.

“Kau keras kepala sekali “ ucap Kyuhyun gusar “Terserahlah …” Kyuhyun menstarter motornya, dan dengan sekali tarikan gas, motor itu telah membelah jalan raya dengan kecepatan yang bisa membuat telinga siapa saja mendesing karena bisingnya udara. Oke, kupikir aku masih ingin menghirup oksigen, dengan membuang rasa raguku, aku mengalungkan tanganku kepinggang Kyuhyun dan berusaha menjaga tubuhku sendiri agar tidak terlempar dari motor ini karena sang pengendaranya yang sudah gila.

*Jung Yong Ri POV END*

**********************

*Author POV*

~

Doo Joon merapatkan jas hitamnya dan berjalan mendekati gundukan tanah yang telah ditumbuhi rumput-rumput pendek dipermukaanya,dengan sebuah batu nisan yang tertancap diujungnya. Doo Joon menatap ukiran pada batu nisan berbentuk balok panjang itu.

Yoon Doo Byung

Wafat : November 2006

Setelah meletakkan seikat bunga dan beberapa minuman yang memang sengaja dibawanya. Doo Joon memberikan penghormatan pada gundukan tanah itu. 3 kali dia mengulangi hormatnya dan akhirnya kembali berdiri dan menatap gundukan tanah yang ada dihadapannya.

“Kau sukses membuatku seperti ini “ ucap Doo Joon pelan masih menatap makam yang ada dihadapannya.

“Menjadi orang jahat adalah keahlianmu bukan ? “

“Dan sekarang kau berhasil menurunkannya padaku “

“Apa aku harus berhenti menyiksanya untukmu ? “ Doo Joon melontarkan pertanyaan yang dia yakin tidak akan ada yang bisa menjawabnya.

Suara angin yang menggetarkan dahan-dahan pohon, ranting, daun di sekitar pemakaman itu membuat suasana makam menjadi lebih tenang dan damai. Doo Joon kini mengalihkan pandangannya lurus kedepan , seolah menatap sesuatu yang jauh sekali.

“Kenapa aku harus menyayangi dua orang seperti kalian ?” bisik Doo Joon pelan .

“Kalau aku bisa menentukan nasibku sendiri, yang ingin kutulis pada buku kehidupanku adalah aku ingin aku terus menjadi anakmu, kau tidak perlu bertemu dengan wanita itu , dia membawa anak perempuannya yang membuatku harus mempunyai rasa sayang juga kepada anaknya. Aku akan bersyukur jika dari dulu kau tidak bertemu dengan wanita itu, tidak begitu mencintainya yang lihatlah sekarang wanita itu mencampakanmu. Dan meninggalkan anaknya dengan kita yang membuatmu menyalahkan sang anak atas kepergian wanita itu. “ oceh Doo Joon panjang lebar. Semua bersitan masa lalu yang tak sedikitpun dia lupakan seolah ditayangkan dalam sebuah layar besar seperti menonton sebuah film layar lebar. Doo Joon kini kembali menatap batu nisan yang ada didepannya itu dan tersenyum sinis

“Aku sudah terlanjur jahat karena dirimu . Jadi biarkan aku menyelesaikannya “ bisik Doo Joon mengerikan . Dengan usaha yang sangat keras Doo Joon berusaha menyingkirkan semua masa lalunya bersama Yong Ri, rasa sayangnya kepada gadis itu harus diganti dengan rasa benci untuk membalas dendam ayahnya. Doo Joon mengepalkan tangannya kuat yang membuat otot-otot tangannya menegang dan kembali berbicara kepada diri sendiri

“Semuanya akan berjalan sesuai rencana “

“Oppa …” panggil seorang gadis dibelakang Doo Joon. Doo Joon mencoba melembutkan raut wajahnya dan perlahan berbalik untuk menatap sang gadis.

“Kau tidak apa-apa ?” tanya gadis itu terlihat kekawatiran yang tulus darinya. Tanpa senyum Doo Joon berjalan mendekati gadis itu lalu memainkan poni gadis itu.

“Jangan pernah meninggalkanku, aku membutuhkanmu “ ujar Doo Joon pelan, tangannya kini berpindah mengelus pipi gadis yang ada dihadapannya ini. Gadis itu hanya bisa takjub mendengar kalimat yang baru saja diucapkan oleh Doo Joon, dia berusaha melemparkan senyumnya yang tidak dibalas sama sekali oleh Doo Joon.

“Jawab pertanyaanku ! “

“Oh..Ne aku selalu disampingmu “ jawab gadis itu cepat . Doo Joon menatap gadis itu lebih lembut dan kemudian semakin mendekat kearah gadis itu lalu menarik pinggang gadisi itu dan memeluknya.

“terima kasih “ ucap Doo Joon tulus dan mengeratkan pelukannya pada gadis itu. Sang Gadis hanya bisa menyambut canggung pelukan dari Doo Joon yang membuat perasaanya kembali bimbang.

*Author POV END *

***************************

*Jung Yong Ri POV *

~

Aku hampir tidak percaya dengan yang kulakukan sekarang,. Kami sekarang berada di Lotte World khususnya dibagian dunia fantasinya . Kyuhyun memaksaku menaiki semua wahana yang ada disini, tetapi dengan tegas aku menolaknya dan memasang tampang siap menelannya jika dia berani menawariku lagi.

Tapi sebagai gantinya dia ingin berkeliling kesemua tempat di Lotte World ini, dan sekarang kami berada di tempat perbelanjaan yang masih dalam kawasan Lotte World tetapi berada di indoor. Kyuhyun menarik tanganku kesebuah Stan yang menjual berbagai pernak-pernik unik . Aku sedikit tertarik dengan beberapa barang yang dijual disini. Aku tengah memperhatikan sebuah gantungan handphone yang menurutku benar-benar sangat unik sampai kurasakan Kyuhyun melepas penutup telingaku dan memasangkan sebuah bando dengan pita kecil ditengahnya. Dia merapihkan rambutku sebentar dan beralih keponiku dan merapihkannya juga.

Kyuhyun memiringkan kepalanya dengan masih menatapku seperti sedang menilai sesuatu. Aku mengernyitkan kedua alisku dan berniat melepaskan bando itu , tetapi dengan cepat tanganku ditahan oleh Kyuhyun.

“Jangan dilepas ! Aku melarangmu melepasnya . Pakai ini saja “ perintahnya

“Aku tidak mau “ balasku tidak mau kalah

“Sekali-kali tururi permintaanku “

“Kau seperti memerintahku “ ucapku sedikit merengguh *kata-kata apa itu?*

“Benarkah? “ tanya Kyuhyun sambil tersenyum . Aku sangat berusaha untuk tidak menyunggingkan senyumku padanya. Dia akan semakin merasa menang jika aku melemparkan senyumku padanya.

“Baiklah, kalau begitu ehem,,ehem.. “ Kyuhyun berdeham dengan dibuat-dibuat. Dia kembali menatapku sambil tersenyum lebih manis kali ini.

“Maukah kau memakainya ? Aku mohon ! Kau akan terlihat manis jika memakainya. Kalau bando ini cocok untukku aku yang akan memakainya , tetapi bando itu sendiri yang membisikkan padaku dia ingin kau yang memakainya “ ucap Kyuhyun dengan tampang yang dibuat-buat(?) .

Aku mendengus pelan,sebenarnya itu adalah caraku menyembunyikan senyum geliku mendengar ucapannya . Aku diam saja sebagai tanda aku tidak protes lagi dan setuju memakai bando ini.

“Aku lapar, kita cari makan saja ya “ ajak Kyuhyun dan sekali lagi menarik tanganku .

Dengan cepat aku menghempaskan tangan Kyuhyun dan menatapnya jengah

“Aishhhh~~ kenapa lagi sih ?” decak Kyuhyun kesal

“Aku bisa jalan sendiri “

“Apa kau tidak pernah menonton film ?” tanya Kyuhyun , aku sedikit bingung menjawab pertanyaan Kyuhyun, apa hubungannya dengan tindakanku yang menghempaskan tangannya .

“Setiap orang yang berkencan, pasti selalu bergandengan tangan . Itu yang selalu ada di film-film “ jelas Kyuhyun sambil memaju mundurkan mulutnya.

“Tapi ini bukan film “ balasku asal . Kyuhyun kembali berjalan mendekatiku dan dengan cepat telah meraih tanganku dan mengenggamnya. Aku berusaha kuat menghempaskannya kembali tetapi justru genggaman Kyuhyun semakin menguat

“Tetapi kita sedang berkencan, dan bergandengan tangan adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan dalam berkencan “ sekali lagi alasan macam apa yang disampaikan oleh namja bodoh ini. Memangnya ada peraturan yang berbunyi ‘ bilamana 2 orang yang berkencan tidak bergandengan tangan , maka mereka akan terkena denda sesuai peraturan yang ada’ .

 Aku tertawa miris menatapnya yang justru diartikan Kyuhyun sebuah senyuman persetujuan dariku.

Tanpa bisa melawan ,Kyuhyun menarikku yang membuatku mengikutinya. Dengan masih menggenggam tanganku Kyuhyun terus membawaku menuju sebuah stan yang memang menjual makanan cepat saji.

~

“Kenapa kau hanya meminta mi ramyon ? “ tanya Kyuhyun kesal kepadaku .

“Aku bisa membelikan yang lebih enak dari ini “

“Aku ingin makan mi “ balasku singkat

“Jauh-jauh kesini hanya makan mie “ balas Kyuhyun

Aku sama sekali tidak menghiraukan ocehan Kyuhyun dan hanya fokus pada makananku.

……………………

“Lumayan juga ..” ujar Kyuhyun setelah dia menegak habis kuah mi ramyeonnya.

“Baiklah sekarang kita kemana lagi ?” tanya Kyuhyun sambil menatapku

“Pulang “

“Mwo ?? Kencan macam apa itu, baru setengah hari sudah pulang “

“Apa ada tempat yang ingin kau kunjungi ? “

Aku menggeleng singkat dan menatap Kyuhyun datar .

“Aniyo..aku ingin pulang “ tegasku lagi padanya.

Kyuhyun mendengus kesal kearahku dan berdiri secara tiba-tiba

“Jangan mengatakan mau pulang sebelum jam 7 malam. Kalau kau tidak ada tempat yang ingin kau kunjungi lebih baik mengunjungi suatu tempat yang ingin kukunjungi saja . Jadi kunci mulutmu dan ikuti saja aku “ perintah Kyuhyun . Kenapa dia terlihat berbeda sekali hari ini. Gaya sok coolnya hilang berganti menjadi seseorang yang otoriter yang semua keputusan ada ditangannya.

“Mau kemana ?”

“Kesuatu tempat, aku jamin kau pasti menyukainya “ ujar Kyuhyun sambil tersenyum lebar kearahku.

~

Kyuhyun benar-benar menepati kata-katanya. Aku dibuatnya terpana menatap pemandangan yang ada dihadapanku. Lampu-lampu kota Seoul yang berkedip-kedip indah seolah mengajakku untuk berkomunikasi dengan mereka.

Kami sekarang berada di Chunggaecheon Stream Park, taman yang berada ditengah kota Seoul dengan ada sebuah jembatan besar ditengahnya dan dibawahnya terdapat sungai yang mengalir. Aku dan Kyuhyun berjalan beriringan menyusuri jembatan ini. Tanganku kutempelkan pada pegangan jembatan besar ini dengan masih menatap lampu-lampu kota Seoul yang indah itu. Sudah lama sekali tidak kurasakan perasaan seperti ini.Damai dan tenang .

“Kau tidak memakai sarung tangan ? “ tanya Kyuhyun

Aku menoleh singkat kearahnya untuk menjawab pertanyaannya

“Tidak “ dan kembali memandang lampu-lampu yang bertebaran dihadapanku

“Bodoh sekali ! Cuaca dingin seperti ini tidak memakai sarung tangan “ cibir Kyuhyun kepadaku . Sedikit malas aku menatapnya lalu berpindah menatap telapak tangannya yang polos

“Memangnya kau pakai ?” balasku

“Aku laki-laki, udara seperti ini tidak masalah untukku “ ujarnya sombong.

“Lihat wajahmu sudah pucat seperti itu, sini !! “ Kyuhyun menghentikan langkahnya yang membuat aku mengehentikan langkahku juga.

“Kemarikan tanganmu ! “ titahnya kepadaku

“Berikan tanganmu !! “ desak Kyuhyun dan tanpa aba-aba telah menyentuh tangannku dan menarik kedepan dadanya.

“Ini akan membuatmu hangat “ Kyuhyun mengatubkan kedua tanganku kemudian dia menangkup tanganku dan menggosok-gosokkan tanganku dengan tangannya.

“Bagaimana ?” tanyanya. Aku masih mengamati kegiatannya dalam menghangatkan tanganku sampai kurasakan kehangatan mulai menjalari telapak tanganku.

“Sudah lumayan kan ?”

“Ne..” balasku singkat . Kelepaskan tangannya dariku dan kembali menatapnya.

“Sudahlah aku tidak apa-apa “ ujarku dan kembali melanjutkan langahkahku.

…………………..

Aku dan Kyuhyun menghentikan langkah kami. Sekarang kami bersender pada jembatan besar itu dan langsung menatap pemandangan yang tersebar(?) didepan mata kami.

Aku menghembuskan nafas panjang sambil memejamkan kedua mataku, berusaha menikmati setiap oksigen yang kuhirup untuk memenuhi paru-paruku.

“Kau suka ?” tanya Kyuhyun kepadaku tanpa menatapku.

Aku tidak bisa menhan senyumku kali ini. Aku benar-benar menyukai tempat ini. Sebuah senyuman yang aku tahu benar-benar tulus terlukis diwajahku.Aku  mengangguk menjawab pertanyaannya, siapapun pasti akan menyukai suasana ini.

“Hei, kau tersenyum ?” Kyuhyun tampak terkejut melihat aku tersenyum. Aku kembali menarik senyumku dan kembali keekspresi awalku.

“Kenapa hilang ?” ucap Kyuhyun tampak kecewa . Aku tidak menanggapi ucapannya sama sekali dan masih sibuk menikmati semua yang ada dihadapanku.

“Aku selalu kesini jika kurasakan aku mulai kesal pada kehidupanku, pada keluargaku, pada ibuku.. Suasana disini membuatku tenang “ Kyuhyun memberi tahuku alasannya dia menyukai tempat ini.

“Terima kasih sudah membawaku kemari “ ucapku pelan, aku tulus mengatakan hal itu kepadanya, karena memang benar, tempat ini akan membuat siapapun merasa tenang.Aku kembali menghembuskan nafasku, membuang semua perasaan galauku beberapa hari ini . Aku terus menatap lurus kedepan, mencoba menatap titik terjauh yang mampu dicapai oleh mataku.

“Yong Ri~ya ..” panggil Kyuhyun lembut kearahku.

“Ne.? “ aku hanya menoleh singkat kearahnya dan kembali mengalihkan pandanganku dari wajahnya

“Hei, ada yang ingin kukatakan .” tambah Kyuhyun, kini dia telah menghadapkan tubuhku menghadap kearahnya dengan menyentuh kedua pundakku .

“Katakan saja..” ucapku berusaha melepaskan pegangannya dipundakku. Tetapi tangan Kyuhyun tetap bertengger kuat dipundakku.

“Dengarkan baik-baik yang akan kukatakan padamu kali ini. Aku tidak ingin ada penolakan “ Kyuhyun mulai bertitah ria kepadaku.

“Jung Yong Ri..” dia berhenti sebentar dan mulai membentuk senyuman yang tidak bisa aku tampik senyuman yang bisa membuaiku.

“Mulai malam ini ..” senyum diwajahnya semakin melebar

“Kau adalah pacarku, kita resmi berpacaran “ Kyuhyun mengakhiri ucapannya dengan sebuah senyuman yang memperlihatkan semua gigi putihnya.

Aku sontak tertawa miris kearahnya dan dengan mudah menyingkirkan tangannya dari kedua pundakku.

“Jangan berbicara yang tidak-tidak “ desisku pelan kearahnya

“Memangnya ada yang salah ?”tanya Kyuhyun bingung

“Aku bukan orang yang bisa kau perintah, menuruti semua ucapanmu, dan mengiyakan semua yang kau ucapkan “ ucapku sambil berbalik dan berjalan menjauhinya

“Jelaskan dulu ! “ tahan Kyuhyun dengan mencengkram lengan kiriku dan membalikkan tubuhku lagi untuk menghadapnya

“Aku permudah bahasaku , jangan mengatakan hal yang tidak masuk akal kepadaku . Dan berhentilah bersikap seolah  kau memilikiku “ ucapku tajam kepadanya

“Kau kenapa ?” tanya Kyuhyun semakin bingung “Memangnya ada yang salah ? “ tanyanya

“Aku pertegas kalau begitu, aku bukan pacarmu ! “

“Hei tunggu ! “ Kyuhyun memperkuat cengkraman tangannya pada tanganku

“Aku sadar ini terlalu cepat, dan kalau boleh jujur aku sendiri tidak tahu bagaimana perasaanku sebenarnya pada dirimu. Jika aku memintamu untuk menjadi pacarku itu hanya itulah yang ada dipikiranku saat ini. Setidaknya dengan alasan aku adalah kekasihmu, aku punya alasan untuk melindungimu dari laki-laki brengsek itu “ jelas Kyuhyun

“Aku tidak suka melihat Doo Joon mengganggumu, aku hanya ingin menjagamu darinya. Apa itu salah ? Aku akui aku sendiri bingung dengan perasaan yang kurasakan padamu. Kau begitu dingin kepadaku, tetapi aku justru menikmatinya. Jadi apa itu yang dinamakan rasa suka? Karena jujur saja aku belum pernah merasakannya kepada gadis lain, benar-benar hanya kepadamu !  “ Kyuhyun menatapku jujur .

“Jangan menyukaiku kalau begitu “ balasku dingin kepadanya yang membuat ekspresi wajah Kyuhyun tetekuk

“Mana bisa begitu ! Kalau ini benar-benar perasaan suka, aku sudah tidak bisa membuangnya. Kupikir sudah terlanjur tumbuh untuk dipangkas “

“Aku ingin pulang “ ucapku seolah tidak memperdulikan ucapannya barusan.Aku hanya memandang Kyuhyun lelah dan menghempaskan tangannya lalu melanjutkan langkahku . Membalikkan tubuhku dan terus melanjutkan langkahku.

Bisa kudengar langkah Kyuhyun yang berjalan dibelakangku tanpa suara. Kami semua terdiam , sibuk dengan pikiran masing-masing.

‘aku hanya ingin menjagamu darinya’ kata-kata yang diucapkan oleh Kyuhyun tadi kembali terlintas dipikiranku. Jujur ada suatu perasaan senang mendengar Kyuhyun mengucapkan kalimat itu. Menjagaku ? Aku meluruskan pandanganku lurus kedepan, dan tidak bisa menampik aku berharap semua yang diucapkan Kyuhyun kepadaku adalah sebuah kejujuran.

*Jung Yong Ri POV END*

********************

*Author POV*

~

Lee Ajuhsi memandang foto Jung Joon Suh yang berada diruang tengah disebuah rumah besar yang ditempatinya sekarang. Foto seorang lelaki setengah baya yang menampilkan senyum yang akan menenangkan siapapun yang melihat senyumannya .

“Kupikir sudah waktunya aku mengatakan yang sebenarnya kepadanya Tuan “ ucap Lee Ajuhsi sambil menatap figura yang ada dihadapannya.

“terlalu banyak yang tidak diketahui oleh gadis itu. Apa alasan sebenarnya ibunya melakukan hal itu kepadanya, siapa ayahnya , dia harus tau semuanya Tuan. “

“Kita sudah terlalu lama menyembunyikan kenyataan yang sebenarnya pada gadis itu, kumohon biarkan aku mengatakan semuanya Tuan “ ucap Lee Ajuhsi pelan sambil menatap foto Jung Joon Suh .

“Aku tidak tega melihat keadaannya, dia harus menerima haknya “ ucap Lee Ajuhsi mantap.

“Kau setuju kan Tuan ?”

…………..

~

Jin Ri mengencangkan cengkramannya pada pegangan tasnya. Dia menghembuskan nafasnya pelan, berusaha membuat dirinya serileks mungkin hari ini. Jin Ri mempercepat langkahnya untuk menyusul Yong Ri yang berjalan sendirian didepannya.

Akhirnya Jin Ri berhasil menyusul langkah Yong Ri dan mensejajarkan langkahnya dengan Yong Ri.

“Selamat pagi Yong Ri~ya “ sapa Jin Ri ramah. Yong Ri menoleh singkat kearah Jin Ri dan mencoba tersenyum membalas senyumannya.

“Pagi ..” balas Yong Ri singkat

“Ehm, Yong Ri~ya , kau mau menemaniku sebentar?” tanya Jin Ri

“Kemana ??”

“Keperpustakaan, ada beberapa buku yang ingin kupinjam . Bagaiman ??”

“Oke “ balas Yong Ri singkat . Jin Ri tersenyum lebar kearah Yong Ri yang mau menemaninya .

“Yong Ri~ya!! “ panggil seseorang dibelakang Yong Ri. Serentak Yong Rid an Jin Ri menghentikan langkah keduanya. Mereka menoleh kebelakang dan melihat Seungri yang bersemangat sekali bejalan cepat kearah mereka berdua .

Seungri membungkuk sopan kearah Jin Rid an kemudian fokus menatap Yong Ri

“Mau kemana ?”

“Apa urusanmu ?” Yong Ri balik bertanya

“Aku hanya ingin tahu saja “ ucap Seungri yang sepertinya mulai terbiasa dengan sikap dingin Yong Ri.

“Kalian mau kemana ?”Seungri melemparkan pertanyaan kearah Jin Ri kali ini.

“ah..kami..ehm..Perpustakaan, ya kami mau keperpustakaan “ ucap Jin Ri sedikit terbata. Yong Ri melemparkan pandangan bingung ke Jin Ri merasa aneh kenapa harus gugup menjawab pertanyaan Seungri. *pusing gue, namanya akhirannya Ri semua *

“Kalau begitu kita pergi bersama saja, aku juga ada yang ingin kucari disana “

Seungri menatap Yong Ri berusaha mendapatkan persetujuan darinya. Tetapi merasa Yong Ri mencuekkannya, Seungri beralih menatap Jin Ri, berharap gadis itu mau menerimanya bersama-sama pergi keperpustakaan.

“Bagaimana ?”

“Ehm..aku..terserah kau saja “ jawab Jin Ri

“bagus !! Ayo kita kesana “ ajak Seungri bersemangat. Dia melemparkan senyuman tulusnya kearah Yong Ri dengan harapan sebuah keajaiban menghampirinya pagi ini sehingga Yong Ri mau membalas senyumannya. Namun sayang Yong Ri hanya memandang sekilas wajah Seungri lalu kembali menatap lurus kedepan seolah hanya melihat sesuatu yang tidak penting.

~

“Mereka datang “ bisik Ji Young kepada Hara yang berada disampingnya.

“Benarkah ?”

“Ne, lihat saja !! “ ucap Ji Young, dengan cekatan Hara menyingkirkan Ji Young dan mengintip melalui sebuah pintu yang memang sedang menyembunyikan mereka berdua didalam sebuah ruangan.

“Aish,,kenapa Seungri juga ada bersama gadis jalang itu “ Hara meringis kesal .

“entahlah , bagaimana tetap melanjutkannya ? “ tanya Ji Young

“Tentu saja, kita sudah menyiapkannya dari pagi. Aku bersalah pada Seungri, tetapi kita harus melakukannya dengan pas. Lempar tepat di Yong Ri !! “ perintah Hara

“Aku yang melakukannya ?” tanya Ji Young bingung

“Tentu saja! Kau menyuruhku ?” balas Hara

“Bukan begitu, tapi…”

“sudah lakukan saja ! Siapa yang harus kau turuti Ji Young~ah ?” ucap Hara sambil berdesis tajam kearah Ji Young. Ji Young hanya memajukan bibirnya dan tidak bisa membantah semua perintah Hara padanya.

“Okey, sebentar lagi . Kau siap ?” tanya Hara dengan ekspresi yang sedikit berlebihan

Ji Young hanya mengangguk yakin dan siap siaga mencengkram sebuah ember kaleng besar yang berisi cairan kental berwarna merah.

“Itu menjijikan sekali “ ucap Hara pelan sambil menatap cairan yang berada didepannya itu.

~

Mereka bertiga berjalan beriringan . Seungri memilih berjalan disamping Yong Ri berusaha terus menjaga jarak terdekat dengan Yong Ri. Yong Ri berusaha mengabaikan Seungri dengan mencari bahan pembicaraan dengan Jin Ri yang berjalan disampingnya.

Seungri memanyunkan bibirnya karena merasa Yong Ri menghiraukannya sama sekali, dia menatap kesal kearah depan, dan tepat saat itu dia melihat Ji Young yang bersembunyi dibalik pintu yang setengah terbuka membawa sebuah ember besar yang entah berisi apa.Seungri bisa melihat pandangan Ji Young yang hanya tertuju pada Yong Ri, Jarak mereka kini tidak lebih dari 2 meter. Merasa bisa menebak apa rencana dari Ji Young, Seungri menatap Yong Ri dan Jin Ri yang masih belum sadar dengan bahaya yang ada dihadapannya.

1 meter, dalam sedetik Seungri bisa melihat Ji Young siap melemparkan isi dari ember itu kearah Yong Ri.Yang ada dipikiran Seungri hanya melindungi Yong Ri dari serangan Ji Young.

“Yong Ri~ya !! “ teriak Seungri lalu berlari cepat kedepan Seungri, menahan langkah Yong Ri dan memeluk Yong Ri dari depan, menahan tubuh Yong Ri .

CRRRRSSSSS !!!

Seungri bisa merasakan bagian belakang tubuhnya terasa lengket dan basah. Dia melirik kearah lantai yang basah dan berwarna merah. Tebakannya benar ! Ji Young akan menyiram sesuatu kearah Yong Ri.

“Kau tidak apa-apa ?” bisik Seungri ditelinga Yong Ri. Yong Ri hanya mengangguk lemah didadanya . Seungri bisa merasakan badan Yong Ri gemetar dipelukannya .

Sementara itu …

“Dasar bodoh ! Kau menyiram siapa ?” 

“Mana kutahu, tiba-tiba saja Seungri telah memeluk Yong Ri disaat aku sudah melemparkan cat ini “ bela Ji Young

“Aishh sudahlah!! Ayo kita harus cepat pergi sebelum mereka menyadari kita yang melakukannya “ desis Hara dan segera mengambil langkah seribu(?) meninggalkan tempat kejadian perkara *apadeh = =’ *

~

“kalian tidak apa-apa ?” tanya Jin Ri khawatir

“Hei, kau kenapa Yong Ri~ya ? “ tanya Seungri panik, karena dia bisa merasakan tubuh Yong Ri yang semakin bergetar didalam pelukannya. Seungri melepaskan pelukannya, dia mengabaikan bagian belakang tubuhnya yang lengket dan terasa dingin.

Sepertinya Ji Young berniat melemparkan cat kearah Yong Ri.

Seungri menatap Yong Ri yang menunduk kali ini. Keringat dingin meluncur indah dari pelipisnya. Wajahnya pucat pasi seperti orang yang tiba-tiba mengingat sesuatu yang mengerikan

“Yong Ri~ya !! Jangan membuatku takut ! Kau kenapa ? Apa ada yang sakit ?”

Yong Ri sama sekali tidak menjawab pertanyaan Seungri, dia hanya menunduk dan memandang lantai yang ada dibawahnya. Matanya terbuka lebar, bibirnya gemetar tak terhankan dengan gigi yang saling bergemeletuk,perlahan Yong Ri menengadahkan wajahnya untuk menatap Seungri. Matanya memancarkan sebuah ketakutan yang sangat besar yang membuat Seungri sangat khawatir dibuatnya  . Lantai yang berwarna merah ini seolah membuat suatu ingatan yang terlupakan oleh Yong Ri mencuat secara tiba-tiba yang kembali mengingatkannya , benar-benar mengingatkannya pada suatu benang merah yang sempat putus dari memorinya.

“Yong Ri~ya ? Ada apa ?”

“Aku…” ucap Yong Ri terbata dengan nafas tersengal

“Ada apa ?”

“Aku yang membunuhnya !! Aku yang membunuhnya ! “ Yong Ri tidak bisa menahan getaran suaranya. Air matanya yang dia tidak sadar telah mengumpul dipelupuk matanya, perlahan turun.

“Yong Ri~ya ? Apa yang kau bicarakan ?”

“Aku yang membunuhnya, itulah sebabnya dia membenciku. Dan…dan..dia ..dia… “ Yong Ri berbicara tanpa arah, dia hendak merosot kebawah tetapi dengan cepat Seungri menahan pinggannya dan tangannya .

“aku…aku….”

“Tenanglah , kau tidak melakukan apa-apa . Jadi tenanglah ..”

“AKU YANG MEMBUNUHNYA !! “ teriak Yong Ri tiba-tiba . Yong Ri memejamkan kedua matanya , beberapa potongan memori yang sempat dia lupakan kini menari indah dibenaknya. Yong Ri mengingat semuanya, benar-benar mengingatnya.

TBC

GAJE KAN ?? Silahkan dihujat !!!

Cuap-cuap dulu yah, kemarin ada yang komen katanya dikasih humor sedikit, biar ga terlalu tegang. Maaf ya kalo ternyata FFnya terlalu mencekam(?) .Tapi gue udah berusaha ngasih humor dikit , ya walaupun GA LUCU SAMA SEKALI ~~~

Ga bakat kayaknya gue.

Gimana part ini? Semakin aneh ya?

Semoga sudah ada yang bisa menangkap masa lalu Yong Ri *apadeh*

Oh iya, buat yang nanyain NC, tenang ajah, pasti ada kok part itu. Gue lagi berfikir keras narok di part berapa, soalnya gue ga mau bikin NC yang biasa . Taulah, yang udah biasa baca NC., gaya bahasa yang digunakan itu-itu aja khan .

Gue pengen yang beda, bukan cuman merinding aja yang dirasakan pembaca, tapi bisa menyampaikan perasaan pelaku NC, khususnya Yong Ri yang ogah-ogah tapi mau (?) * disilet-silet ma Yong Ri*

Dan perlu diketahui, untuk part NC gue ga mau ngasih password Cuma-Cuma yah, setelah menyadari beberapa pembaca gue  adalah generasi penerus bangsa yang berusia dibawah 17 tahun, gue ga janji akan semudah itu ngasih pwnya. Dan bagi yang udah 17 tahun keatas, bisa langsung minta ke gue paswordnya, dan dengan senang hati*berbagi dosa * gue kasih tu password.

Yang masih 17 tahun kebawah, bawa surat ijin orang tua *BERCANDA* .–> ralat ~~ yang masih dibawah 17 tahun, tetep gue kasih pwnya. TAPI resiko tanggung sendiri, dan yakinin gue kalo kalian udah pantes bacanya * sebenernya mang belum pantes juga bacanya *

Okey deh, ga janji loo part 8 ada NC , tapi mungkin di part diatas 10 ada NCnya, tunggu ajah, sama Kyuhyun ato sama Seungri, ato justru sama Doo Joon. Wahahahhaha ~~ enak bener jadi Yong Ri >.<

Seperti biasa KOMEN !! Yang punya WP like FFnya !! Dan inget password JANGAN DISEBAR LUASKAN ya .

RCL~~~

Bye..bye..

By @Riska_Fasyah à follow twitter gue yah^^v

BUAT yang kemaren ngasih ide, gue pikirin dulu yah~~ soalnya part ini udah keburu diketik..wkwkwkwk

113 thoughts on “MEMORY and REVENGE part 7

  1. Wha! Spertinya tebakan q bener nih tentang msa lalu si young ri…
    Author memang daebak bikin tekateki di ff ini…
    Mudah2an ffnya g sad ending “

  2. wowwwwwweee……wowww..dan eowwwww….romantiz bgt kencannyaaa..huaaa…misterinya jug masih tersimpan cantik…hua…..pokokny daebak

  3. Mkin bngung aja,,sbnrnya yg udh mati itu ayahnya doo joon bkn sih??part sblmnya kn blg klo yong ri itu d ttipkn ke ayahnya doo joon,jd yg udh mti itu bner ayahnya doo joon kn??tp knp nmanya bda ya,Yoon Doo Byung sm Jung Joon Suh,,sbnrnya mreka brdua itu siapa??bnguuunnggg,tp ttp lnjut bc aja spy bs ngerti😀

  4. Perlahan tapi pasti lembaran kehidupan setiap tokoh tersibak. Mantep deh pengaturan plot dan timing-nya. Sekarang penasaran dengan Tuan Jung. Siapakah dia bagi hidup Yong Ri?? Semangat buat Three ‘Ri’ Musketeers hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s