MEMORY and REVENGE part 6

Judul : MEMORY and REVENGE

Cast :   Jung Yong Ri (my fiction)

            Cho Kyuhyun (Super Junior)

            Lee Seung Hyun / Seungri (Big Bang )

            Choi Jin Ri aka Sulli (fx)

Yoon Doo Joon (Beast )

            Goo Hara (KARA)

            Ji Young (KARA)

            Taechyeon (2pm)

Author : Riska Fasyah Bayenti

Rating : Restriced (terbatas)

Length : Chapter

Genre : Romance, Tragedy, Drama

 

Desclaimer : Karakter Jung Yong Ri murni hanya imajinasi saya dan asli karangan saya. Sah sepenuhnya milik saya bukan untuk diJIPLAK!!! Sedangkan karakter yang lain sah sepenuhnya milik Tuhan saya hanya meminjam . Sudut pandang saya ambil dari Jung Yong Ri dan Author

 

~Chapter 6

 

-Kata orang-orang cinta dan benci memiliki perbedaan yang sangat tipis . Tapi kalau menurutku, kedua rasa itu sangat berbeda hanya jarak yang memisahkan mereka yang sangat tipis sehingga bisa saja menjadi satu karena jaraknya yang begitu rapuh- Riska Fasyah

 

*Jung Yong Ri POV*

 

~

Aku justru semakin mengencangkan lingkaran tanganku dipinggang Kyuhyun. Mendengarnya mendesah pelan ditelingaku dengan nada suara yang sangat lemah membuatku reflek memeluknya lebih kuat. Aku sendiri cukup terkejut dengan reaksiku, tetapi bukan saatnya memikirkan hal itu.

 

“Kyuhyun~ssi ?? Kau bisa berjalan ?” tanyaku kepadanya.

 

“Aku sakit..” desahnya lagi

 

“Ne, aku tahu . Tapi kita jangan seperti ini terus, kau harus segera berbaring “ ucapku , aku sekarang melepaskan pelukannya lalu mendorong pelan tubuhnya, dengan masih memegang tangan Kyuhyun, dengan cepat sebelum Kyuhyun kembali oleng kulingkarkan tangannya yang panjang dibahuku. Kyuhyun yang terlihat sangat lemah hanya menurut, aku melirik wajahnya yang sekarang telah sepucat mayat. Bibirnya bergetar pelan, kurasakan tangannya sangat panas. Dengan hati-hati aku menuntun tubuh Kyuhyun berjalan kekamarku. Tangannya yang bertumpu pada bahu dan leherku seolah membuat berat badannya menjalar ketangannya. Benar-benar terasa berat.

 

Dengan hati-hati aku membaringkan tubuh Kyuhyun diranjangku.

 

“Hati-hati “

 

Kyuhyun langsung ambruk diatas ranjangku, tanpa perintah dari mana-mana aku segera membenarkan posisinya berbaring, menaruh sebuah bantal dibawah kepalanya. Kini aku melepaskan jaketnya dan membiarkannya hanya menggunakan kaosnya, aku berpindah untuk melepas sepatunya. Kini aku kembali berjalan mendekatinya dan duduk dipinggir ranjangku sambil menyentuh dahinya untuk mengetahui suhu tubuhnya saat ini.

 

Ya Tuhan !! Panas sekali, bahkan setelah aku melepaskan tanganku rasa panasnya masih bisa kurasakan. Tanpa pikir panjang aku berlari kedapurku, membuka kulkasku dan mengambil beberapa es batu dari freezernya agar bisa kugunakan mengompres kepala Kyuhyun. Dengan membawa baskom kecil yang berisi es batu dan kain untuk mengompres Kyuhyun aku kembali kekamarku. Aku kembali duduk dipinggir ranjangku , aku menatap wajah Kyuhyun sejenak, matanya terpejam tidak tenang. Samar-samar kudengar Kyuhyun berbicara dalam tidurnya

 

“eomma..kau jahat…” aku terhenyak sebentar mendengar igauan dari Kyuhyun, apa dia ada masalah dengan ibunya. Aku kembali tersadar dan mulai menaruh beberapa es batu dikain yang kubawa tadi, setelah membungkus es batu dengan kain itu, kuarahkan kain itu kedahi Kyuhyun untuk mengompres dahinya. Kyuhyun sempat bergidik ketika es batu ini kutempelkan didahinya, tetapi dengan cepat dia kembali tenang dan matanya mulai memejam dengan tenang. Aku memindahkan kain itu kelehernya , lalu kembali kedahinya. Kuambil thermometer yang ada dilaci meja sebelah ranjangku. Lalu menaruhnya dimulut Kyuhyun, setelah terdengar suara dari termometer itu aku mengecek suhunya, 40oC yang ditunjukan oleh thermometer itu. Masih sangat panas ternyata.

 

Aku menyelimuti tubuh Kyuhyun dengan selimutku dan mencoba merapatkan selimutku ketubuhnya agar tetap membuatnya hangat. Kini aku kembali mengompres dahi Kyuhyun dan kadang berpindah keleher atau ketangannya. Aku teringat sesuatu, dengan cepat aku berjalan keluar kedapurku menuju kotak obatku yang kutaruh diatas kulkasku. Aku masih ingat menyimpan obat penurun panas disini. Setelah menemukannya, dengan membawa segelas air hangat aku kembali masuk kedalam kamarku.

 

Kudekati tubuh Kyuhyun lalu berbisik pelan didepan wajahnya.

 

“Kyuhyun~ssi ? Kau bisa mendengarku ??” tanyaku pelan

 

“Kyuhyun~ssi, kau harus minum obat dulu ..” tambahku. Walau lambat Kyuhyun mulai membuka matanya, dia memandangku lirih . Aku membantunya untuk duduk lalu menyenderkan tubuhnya disenderan ranjangku .

 

“Minum ini “ ucapku sambil menyodorkan obat penurun panas kepadanya. Kyuhyun menerimanya dan langsung melemparkan kedalam mulutnya, dengan cepat kuserahkan gelas yang kubawa tadi kepada Kyuhyun yang langsung ditegak habis oleh Kyuhyun. Aku kembali membantunya berbaring, lalu merapatkan selimutku ketubuhnya. Kyuhyun telah kembali menutup kedua matanya, aku kini duduk disebelahnya dan kembali mengompres  dahinya dengan sesekali mengusap-usap telapak tangannya agar tetap terasa hangat.

 

Aku melirik jam ditanganku yang menunjukkan pukul 12.30 malam.Hampir 3 jam aku menunggui Kyuhyun, suhu tubuhnya mulai menurun sekarang tidak sepanas tadi. Punggung dan leherku benar-benar terasa sangat pegal. Sambil berdiri aku menepuk-nepukkan bahuku dan berjalan kearah kamar mandi untuk mencuci mukaku agar lebih segar.

 

~

Kini aku terduduk dilantai kamarku tetapi masih tetap menaruh tanganku diatas ranjangku, sambil menatap Kyuhyun yang sepertinya sudah bisa tidur nyenyak. Aku menggerakkan tanganku untuk kembali menyentuh dahinya. Syukurlah ~~ panasnya sudah benar-benar turun . Akhirnya aku menyenderkan kepalaku diranjangku dengan masih duduk dilantai kamarku, aku mulai merasakan kantuk yang menyerangku, kuabaikan rasa pegal yang kurasakan hampir diseluruh bagian belakang tubuhku. Rasa kantuk sudah benar-benar menggelayut dimataku, dan perlahan aku menutup kedua mataku, tertidur~~~

 

~

Mataku perlahan terbuka ketika aku mendengarkan sesenggukan pelan seperti suara tangisan. Sontak aku menegakkan kepalaku, samar-samar aku melirik jam ditanganku yang masih menunjukkan pukul 3 pagi. Aku mulai tersadar Kyuhyun tidak ada diranjangku!! Spontan aku berdiri dan mengedarkan pandanganku kesuluruh sudut kamarku, tetapi Kyuhyun tidak ada juga.

 

Suara tangisan itu kembali terdengar? Apa itu dia?? Dia menangis ?? Aku melirik pintu kamarku yang memang sudah terbuka, dengan hati-hati aku berjalan keluar dari kamarku. Dan tanpa perlu mencari lagi, aku bisa melihat Kyuhyun yang sedang terduduk dimeja makanku sambil menelungkupkan wajahnya pada kedua tangannya . Tubuhnya bergetar pelan . Dia benar-benar menangis? Seorang Cho Kyuhyun menangis??

 

Aku semakin mendekati Kyuhyun, dan dengan pelan menyentuh pundaknya .

 

“Kyuhyun~ssi ??” . Getaran ditubuh Kyuhyun sempat terhenti, dia menoleh sedikit kearahku, tetapi sedetik kemudian kembali menunduk. Kini aku berdiri disebelahnya, dan meliriknya yang tengah menunduk sekarang. Bisa kulihat air matanya meluncur dari sudut matanya yang membuat pipinya yang masih cukup pucat basah karena air mata.

 

“Kau menangis ??”

Tidak ada jawaban dari Kyuhyun , hanya isakan pelan yang terdengar dari mulutnya.

 

“Kyuhyun~ssi ??” aku memanggilnya sekali lagi. Kyuhyun masih belum menjawab panggilanku.

 

“Kalu kau butuh sendiri, aku akan…”

 

“Aku benci ibuku..” bisik Kyuhyun pelan.

“Aku sangat membencinya..” Kyuhyun kembali terisak yang seolah menularkan rasa sesak yang dia rasakan kedadaku.

 

“Bisa-bisanya dia bercumbu dengan pria lain, padahal suaminya sedang sekarat “ suara Kyuhyun semakin terdengar bergetar. Aku yakin dia berusaha keras menahan air matanya, tetapi sepertinya  sakit yang ia rasakan sudah berada diujung yang dia sendiri tidak mampu menahan rasa sakit itu lagi.

 

“Ingin sekali membunuhnya, tetapi aku tidak bisa !! “ Kyuhyun meluruskan tatapannya masih belum menatapku.Tatapan kebencinan terpancar jelas dari matanya yang hitam itu.

“Tapi…” Kyuhyun menggigit bibir bawahnya mencoba keras menahan semuanya.

“dia ibuku..aku tidak bisa melakukannya..tidak bisa….” Kyuhyun terisak kembali,Aku hampir tidak percaya dengan yang kulihat sekarang, dia benar-benar meneteskan air matanya , aku mulai merasakan sesuatu yang aneh didadaku,entah apa yang ada dipikiranku saat ini. Aku tidak bisa mengontrolnya,aku justru mendekat kearah Kyuhyun yang masih terduduk , lalu tanpa bisa kutahan , aku menyentuh kepala Kyuhyun dan menariknya pelan lalu menyenderkannya didadaku, dan memeluknya. Tidak ada tanda-tanda penolakan dari Kyuhyun, aku justru merasa dia semakin terisak . Dengan sedikit ragu-ragu aku mengarahkan tanganku untuk mengelus rambut Kyuhyun pelan. Dan sebelah tanganku kutaruh dipunggungnya dan melakukan hal yang sama yaitu mengusapnya.

 

Mungkin aku mulai tidak waras, tetapi aku sendiri tidak mengerti dengan yang kulakukan sekarang. Melihat Kyuhyun menangis seperti tadi seolah ada dorongan yang entah muncul dari mana yang membuat otakku melakukan hal ini.

 

“Aku membencinya…..” ucap Kyuhyun pelan . Kueratkan pelukanku dan masih mengusap kepalanya. Ya Tuhan !! Apa yang terjadi denganku ???

 

~

 

Aku baru saja selesai mencatat semua pemasukan dari barang-barang yang baru datang ditempatku bekerja.Aku mengehentikan aktifitasku sejenak, kembali teringat peristiwa tadi pagi. Merasa sudah tidak apa-apa Kyuhyun memutuskan untuk pulang dari rumahku, sepertinya dia merasa tidak enak denganku. Aku tidak bertemu dengannya dikampus, sepertinya dia tidak berangkat. Lantas dia pulang kemana ?? Apa dia pulang kerumahnya?? Bagaimana dengan ibunya .Aku menghembuskan nafasku mulai tersadar dengan jalan pikiranku yang tiba-tiba peduli pada orang lain. Huhhh~~ ada apa denganku??

 

Aku kembali menatap catatanku dan memeriksanya sebentar. Catatan ini sangat penting untuk keperluan Toko ini. Toko tempatku bekerja hampir seperti minimarket kecil yang menyediakan kebutuhan sehari-hari. Selain sebagai pramuniaga ditoko ini, terkadang aku juga langsung turun kegudang atau berbelanja untuk stok ditoko ini.

 

Sebenarnya kalau bukan karena seseorang yang begitu baik padaku, mungkin aku tidak akan berdiri di toko ini dan bekerja disini. Pemilik toko ini adalah sahabat baik dari seseorang yang telah merekomendasikan aku kesini, dia begitu banyak meninggalkan kenangan dan kebaikan dikehidupanku, yang entah kapan aku bisa membalasnya.

 

“Yong Ri~ya ?? Ada yang mencarimu ?” panggil Kang Hyo Sun kepadaku, dia adalah anak dari Bosku Kang Dong Sang.

 

“Siapa ??” tanyaku kepadanya.

“ Yang selalu rutin mengunjungimu sebulan sekali itu..Katanya dia tadi kerumahmu, tapi kau tidak ada..” jelas Hyo Sung.

 

“Ah !! Ne, aku akan kesana. Terima kasih “ jawabku cepat sambil merapihkan kertas-kertas yang berserakan dimeja. Aku segera keluar dari ruangan kantor bosku dan menuju keluar toko yang aku tahu dia sedang menungguku. Dengan sedikit merapihkan baju dan rambutku aku menuju kearahnya yang sekarang sedang menatap kejalan raya.

 

Bisa kulihat sekarang laki-laki setengah baya dengan tinggi yang tidak lebih dari 170 cm menggunakan setelan jas hitam yang sangat pas ditubuhnya walau diusianya yang mungkin sudah memasuki usia 50 tahun. Sepertinya dia menyadari kehadiranku karena sekarang dia telah menoleh kearahku dan melemparkan senyum terbaiknya. Perlahan aku membungkukkan badanku yang juga dibalas olehnya.

 

“Lama tidak berjumpa denganmu Nona Yong Ri “ sapanya ramah. Dia selalu memanggilku dengan embel-embel nona padahal aku sudah memintanya untuk jangan memanggilku seperti itu. Tapi dia bilang, dia hanya ingin menghormatiku sebagai seseorang yang sangat disayangi oleh majikannya.

 

“Apa kabarmu Ajuhsi ??” aku mencoba mengeluarkan keramahanku walau aku tahu , aku sedikit kesulitan melakukannya.

 

“Saya baik nona, Anda sendiri ??”

 

“Aku baik. Terima kasih “ balasku singkat. Dia masih tetap memasang senyumnya padaku, padahal aku sama sekali belum membalas senyumannya.

 

“Apakah nona ingat hari apa ini??” tanyanya kepadaku

 

“Ehm..memangnya hari apa Lee Ajuhsi ??” tanyaku bingung.

 

“Ini tepat 1 tahuan Tuan besar wafat nona, aku akan kemakamnya. Apakah nona mau ikut ??”

 

Aku spontan membuka mulutku. Ya Tuhan aku lupa !! Ini peringatan satu tahun kematiannya. Bodoh sekali aku bisa melupakan hal yang sepenting ini.

 

“Aku lupa..” desahku pelan merasa sangat menyesal. Lee Ajuhsi hanya tersenyum seolah maklum , dia berjalan pelan kearah mobilnya lalu membuka pintu penumpang mobilnya dan kemudian kembali menghadapku.

 

“Nona mau ikut bukan ??”

 

Aku mengangguk mantap kearahnya.

“Aku memberi tahu bosku dulu Ajuhsi ..” . Kulemparkan senyum canggungku kearahnya,lalu kembali berbalik masuk kedalam toko untuk memberitahu bossku.

 

*Jung Yong Ri POV END*

 

***

 

*Author POV*

 

“Aku akan kesana .“ ucap Doo Joon sambil membelakangi gadis yang berdiri dibelakangnya.

 

“Apa yang akan kau lakukan ??”

“Hanya bermain-main sebentar saja “ ucap Doo Joon yang sekarang berjalan kearah beranda apartemennya.

 

“Sebenarnya apa tujuan kita terhadapnya??” tanya gadis itu sambil menatap punggung Doo Joon. Mendengar pertanyaan wanita yang berdiri dibelakangnya itu lantas membuat senyum Doo Joon tersungging.

 

“Jelas sekali bukan …tujuan kita…” Doo Joon berhenti sebentar, dan perlahan berbalik untuk menatap gadis itu.

 

“Sepertinya bukan tujuan kita, tetapi tujuanku ..” tegas Doo Joon “Ya tujuanku, memilikinya seutuhnya , membuatnya hanya menjadi milikku “

 

“Aku ingin berhenti “ ucap gadis itu pelan yang sontak membuat kedua alis Doo Joon berkerut

 

“Jangan mulai mengatakan hal yang tidak aku suka “ balas Doo Joon pelan tetapi sangat menusuk

“Kau tahu apa yang terjadi dulu, kau tahu masa lalu ku dulu. Kau sendiri yang berjanji padaku untuk menemaniku sampai akhir . Apa kau lupa apa saja yang sudah kulakukan untukmu ?? “ cecar Doo Joon

 

“Tapi kau seolah memperlakukanku sabagai budakmu , sebagai mainanmu ! Itu membuatku sakit “ bantah gadis itu mulai berani mengungkapkan perasaan tersiksanya selama ini.

 

“Semenjak aku mengucapkan ‘iya ‘ kau justru berubah Oppa ! Dirimu yang dulu tidak seperti ini ! Aku hampir tidak mengenal dirimu yang sekarang !  “

 

“Apa kau tahu, betapa sangat tersiksanya diriku menghadapimu . Kadang kau membuaiku, dan terkadang kau memperlakukanku seperti binatang, menyiksaku , bahkan kau melakukannya dengan menyakitiku !! Apa kau memikirkan perasaanku oppa !! “

 

Doo Joon mulai berjalan kearah gadis itu tanpa ekspresi, gadis itu sadar dia telah membuka jalan kematiannya sendiri, bisa-bisanya dia mengatakan kata-kata itu didepan Doo Joon,sang gadis hanya bisa menunggu ditempatnya, menanti apa lagi yang akan dilakukan Doo Joon untuk menghajarnya.

Gadis itu mengepalkan tangannya kuat, dan memejamkan matanya ketika Doo Joon telah benar-benar berdiri didepannya.

 

Samar-samar gadis itu merasakan sesuatu menyentuh belakang kepalanya, dan menariknya pelan. Ternyata Doo Joon yang melakukannya, sekarang Doo Joon telah menarik gadis itu kedalam pelukannya, sambil mengelus rambut gadis itu.

Tidak ada yang bisa dilakukan oleh sang gadis, matanya kini terbuka lebar, serasa tak percaya dengan yang dilakukan oleh Doo Joon,

 

“Oppa…” bisik gadis itu terkejut . Doo Joon hanya terdiam dengan masih mengelus rambut gadis yang kini dipeluknya . Tanpa diketahui oleh gadis itu, Doo Joon mulai tersenyum menyunggingkan senyum terlicik yang pernah dia miliki.

 

~

 

Sementara itu , Seungri berkali-kali menelpon Yong Ri, namun satupun telponnya tidak ada yang dijawab oleh gadis itu yang membuat Seungri hampir frustasi. Ini sudah ke 5 kalinya Yong Ri mereject telpon darinya. Seungri membanting setir mobilnya kuat lalu mengacak-ngacak rambutnya merasa sangat kesal.

 

“Memangnya dia sesibuk apa, sampai-sampai tidak mengangkat telponku sama sekali !! “ bentak Seungri yang tentu saja tidak akan ada yang mendengarnya. Merasa belum menyerah Seungri kembali menekan nomor Yong Ri untuk kembali menelpon gadis itu. Lagi-lagi Seungri harus menelan pil lebih pahit, karena sekarang Yong Ri telah menonaktifkan nomornya yang membuatnya tidak bisa dihubungi. Seungri menatap layer handphonenya tidak bisa menyembunyikan kekesalannya sama sekali.

 

“Aku hanya ingin mendengar suaramu !! “ bentak Seungri pada telponnya sendiri = =’. Seungri menatap lurus kedepan tampak berfikir keras, sekarang dia masih didepan kampusnya .Merasa tidak tahan dengan perasaannya sekarang,  Seungri mulai  menyalakan mesin mobilnya dan perlahan menjalankan mobilnya ketempat yang ingin dia benar-benar datangi saat ini.

 

“Aishhhh~~~ Kenapa aku bisa jadi gila seperti ini! “ desis Seungri

 

*Author POV END*

 

***

 

*Jung Yong Ri POV*

 

~ Aku berbelok kearah blok yang menuju kerumahku . Menggunakan penutup telinga,sapu tangan tebal, kaos kaki dan sepatu tebal serta pelengkap jaket sweater yang terbuat dari benang wol yang akan benar-benar menghangatkan dimusim dingin ini. Kumasukkan kedua tanganku kedalam saku sweterku agar lebih terlindungi dari udara dingin yang menyerangku.

 

Sebenarnya Lee Ajuhsi telah menawarkan untuk mengantarku pulang langsung kerumah, tetapi aku sengaja menolaknya. Kupikir sudah terlalu banyak aku merepotkannya. Aku menatap lampu-lampu jalan yang bersinar menerangi setiap sudut jalan yang kulewati, tidak akan ada yang bisa menampiknya bahwa lampu-lampu ini akan membuat tenang siapapun yang melewati jalan yang diterangi oleh lampu-lampu ini. Kembali teringat akan sesuatu, aku menghentikan langkahku sebentar, membuka resleting tasku dan mengambil sebuah amplop coklat tebal . Kupandangi sebentar amplop itu dan menghembuskan nafas panjang . Entah sudah berapa banyak yang kuterima darinya . Aku kembali memasukkan amplop tebal itu kedalam tasku dan melanjutkan langkahku.

 

Lee Ajuhsi yang memberikannya kepadaku,amplop yang berisi uang ini adalah pemberian dari orang itu, uang yang diwariskan kepadaku,karena memang itulah wasiat terakhir yang diperintahkan padanya dari orang itu. Yaa,,orang itu,orang yang membantuku keluar dari keterpurukanku , orang yang membuatku merasakan kasih sayag dari seorang ayah, orang yang membuatku tahu bahwa masa depan masih ada, orang yang telah memberikan semua yang dia punya untukku, sampai semua harta yang ia punya benar-benar dia wariskan padaku . Aku bisa kuliah seperti ini karena dirinya, aku bisa bekerja di toko itupun karena dirinya, rumah yang kudapatkan semua darinya. Orang yang benar-benar sangat ~~ bukan tapi sempurna ! Sempurna dalam segalanya.

 

Jung Joon Suh . Nama itu seolah kuukir dihatiku, nama yang aku sendiri akan merasa tenang jika mendengarnya. Memiliki marga yang sama denganku, tetapi sayang sekali dia bukan ayahku. Ketika aku hampir tidak bisa mengingat semua yang baru saja terjadi semenjak peristiwa itu, dan ketika aku terbangun dengan seluruh tubuhku yang berlumuran darah, pintu ruangan dimana aku berada didalamnya terbuka begitu saja, aku bahkan masih bisa mengingat jelas saat pintu itu dibuka oleh Jung Joon Suh, dia yang menolongku atau lebih tepatnya menyelamatkanku, meninggalkan…….mayat yang tergeletak begitu saja.

 

Aku menelan ludahku, mayat itu . Entah bagaimana nasibnya setelah itu. Aku tidak pernah bertanya pada Jung Ajuhsi . Aku selalu bertanya-tanya dalam hati kenapa Jung Ajuhsi sangat baik padaku, tetapi dia hanya selalu tersenyum ketika aku melontarkan kalimat itu langsung kepadanya dan hanya menjawabku dengan santai yang khas sekali cirikhasnya “ Aku seperti memiliki seorang anak “ , yah sampai saat inipun aku masih bisa mengingat dengan jelas caranya mengucapkan kalimat itu.

 

Setelah ibuku, mungkin dia adalah orang yang benar-benar ingin kutemui jika kehidupan kedua itu memang ada.

 

~

Aku mempercepat langkahku , dan berhasil melihat rumahku. Sekarang aku telah berada didepan pintuku dan siap membukanya.

 

“Kau lama sekali ..” 

 

DEG !! Tanganku terpaku diengsel pintu depan rumahku. Tidak !! Jangan sekarang ! Aku tahu suara ini.

 

Bisa kudengar derap langkahnya yang kini semakin mendekat kearahku.Sekuat tenaga kutahan getaran tanganku . Rasa sesak karena ketidaknyamanan yang amat sangat mulai menggelayutiku.

 

“Aku menunggumu lama sekali “ suara Doo Joon bahkan bisa membuat bulu kudukku berdiri ketika mendengarnya . Ceklek , aku memutar kunci pintu rumahku dengan pelan, mencoba memanfaatkan kesempatan selama langkah Doo Joon yang masih berjalan kearahku. Aku yakin pintu rumahku ini sudah tidak terkunci lagi, aku hanya perlu membukanya dan dengan cepat masuk kedalam rumah. Aku mengencangkan pegangan pada engsel kunciku

 

“Aku merindukanmu Yong Ri~ya “ ucap Doo Joon pelan dibelakangku, bahkan aku tidak berani membayangkan ekspresi wajahnya sekarang.

 

Kupikir sekarang waktunya, dengan cepat aku menarik engsel pintuku dan membukanya.

 

BRAKKK !!

 

…………

 

Yang ada dalam rencanaku tadi adalah aku berhasil membuka pintu ini, dan dengan cepat masuk kedalam rumahku dan segera menguncinya agar Doo Joon tidak bisa masuk kedalam kerumahku. Tetapi sepertinya rencanaku salah perhitungan. Doo Joon sudah terlalu dekat denganku, dengan cepat dia membanting pintu depan rumahku dengan mendorongnya menggunakan salah satu tangannya. Aku bahkan sampai berteriak kecil karena perbuatannya yang membuat pintu rumahku tertutup kembali. Tanganku semakin gemetar ketika bisa kurasakan Doo Joon yang sudah berada tepat dibelakangku. Aku masih menatap pintu ku dan membelakanginya, kulirik tangan kirinya yang tadi mendorong pintuku.

 

BRAKK , sekali lagi !! Dia kini telah menaruh tangan kanannya menempel pada pintu depan rumahku, dan sekarang aku terkungkung dalam kedua tangannya. Kurasakan hembusan nafas menerpa leherku yang tentu saja membuat bulu tengkuk berdiri lebih tegak dari sebelumnya.

 

“Jangan membuatku menjadi lebih gemas padamu Yong Ri~ya “

“Berbaliklah dan tatap aku “ lanjutnya dengan nada yang sangat menusuk.

Aku masih terdiam ditempatku, bisa kurasakan tanganku mulai kebas karena mencengkram engsel pintu itu begitu kuat.

 

 Tanpa kuduga Doo Joon telah mencengkram pundakku dan dengan cepat membalikkan tubuhku menghadapnya.  Mataku semakin melebar ketika aku menatapnya, jarak kami begitu dekat, bahkan aku bisa melihat beberapa bekas luka diwajahnya. Doo Joon telah memajang senyum yang sama sekali aku yakin bukan miliknya, senyum yang berbeda dari karakternya yang dulu. Senyum yang lebih mengandung sebuah dendam yang sudah siap ia ledakkan kapan saja.

 

“Kau..” kurasakan tangannya kini bepindah kepipiku dan mengelusnya . Sontak aku menegang seketika ketika kurasakan sentuhan tangannya. Doo Joon semakin tersenyum mengetahui reaksiku yang kentara sekali panik berhadapan dengannya.

 

“Kau hanya milikki Jung Yong Ri “ bisik Doo Joon pelan dan perlahan mendekatkan wajahnya kearahku. Aku tidak ingin dia melakukan hal itu lagi padaku, dengan sisa keberanian yang kumiliki, aku mendorong tubuh Doo Joon sekuat tenagaku yang membuatnya mundur beberapa langkah, memanfaatkan keadaan itu, aku berbalik dan dengan cepat menarik engsel pintuku, tetapi lagi dan lagi Doo Joon berhasil menarik tanganku dan dengan mudahnya membalikkan tubuhku dan…. PLAKKK !!

 

Dia menamparku !! Aku terdiam ditempatku, menatapnya tidak percaya . Tanpa bisa kutahan kurasakan buram dimataku yang aku tahu air mata mulai memenuhi pelupuk mataku. Kukedipkan mataku yang membuat air mata itu jatuh membasahi pipiku yang mulai memerah karena dinginnya udara malam ini. Walau samar-samar aku bisa melihat ekspresi yang sama terkejutnya denganku dari Doo Joon.

 

“A..aku…” ucap Doo Joon terputus, dia menatapku dengan tatapan menyesal karena hal yang baru saja dilakukannya.

 

“Apa yang terjadi padamu ??” tanyaku pelan diiringi air mataku yang masih terus mengalir, rasa panas dari tamparan Doo Joon bahkan masih bisa kurasakan.

“Ini bukan dirimu..” aku berhenti sebentar untuk mengelap air mataku dengan punggung tanganku. “Kau benar-benar mengerikan…”

 

Doo Joon balas menatapku, “Kau sendiri yang membuatku berubah. Kau yang melakukan hal itu kepadanya ..Siapa yang menyeramkan sekarang?? Bukankah kau jauh lebih mengerikan ??” balas Doo Joon .

 

“Jangan menggangguku !! “

 

“Kau harus bayar hutangmu ! Menjadi milikku, membuat hidupmu tersiksa sebagai balasan atas perbuatanmu ..” balas Doo Joon tajam kepadaku

 

“Kau sendiri tahu apa yang dia lakukan padaku !! Kenapa aku masih harus menyesal , Kau sendiri masih ingat apa yang dia lakukan pada hidupku !! “ bentakku kuat. Rasa sakit menyerang kepalaku secara tiba-tiba, spontan aku menyentuh kepalaku dan meringis karena rasa sakit yang kurasakan sekarang.

 

“Ada apa…? “ terdengar suara Doo Joon yang sedikit panik. Aku mencoba menatapnya sebaik yang aku bisa

 

“Apa arti aku bagimu??” serangku dengan berusaha kuat mengabaikan rasa sakit dikepalaku. Doo Joon kembali mengingatkanku akan semua peristiwa itu. Membuat rasa sakit kepala ini semakin menjadi.

 

Doo Joon berusaha keras kembali kesifatnya yang dingin tadi, dia kembali menatapku tanpa ekspresi .

“Kau harus jadi milikku “ bisiknya.

 

“Aku tanya, apa arti diriku bagimu??!! “ teriakku .

 

“Yong Ri~ssi !!! “

 

Aku dan Doo Joon serempak menoleh kesumber suara yang memanggilku. Bisa kulihat Seungri berjalan kearahku dengan tatapan khawatir. Langkahnya semakin mendekatiku. Entah aku harus senang atau marah akan kehadirannya.

Kini aku membungkuk , sebelah tanganku memegang kepalaku dan sebelahnya menahan tubuhku dengan menyentuh lututku. Kepalaku benar-benar terasa berputar sekarang. Bersitan masa lalu yang benar-benar ingin kulupakan justru semakin menari-menari berkelebat didalam pikiranku. Kini aku benar-benar tidak bisa menopang tubuhku dan terduduk ditanah. Bisa kudengar derap langkah dari Seungri dan Doo Joon yang mendekat kearahku.

 

“Yong Ri~ssi ?!! “ panggil Seungri , dia kini telah berada disampingku. Dengan cepat dia memegang pundakku

“Kau kenapa ??” tampak sekali kekhawatiran dari nada suaranya. Aku hanya bisa tertunduk menikmati rasa sakit dikepalaku.

 

“Kau apakan dia ??” tanya Seungri yang aku yakin ia tujukan pada Doo Joon.

 

“Kau siapa ??” Doo Joon balik bertanya pada Seungri. Ingin sekali rasanya meninggalkan kedua lelaki ini dan menidurkan tubuhku diranjangku. Tetapi untuk menengadahkan wajahku saja aku tidak bisa.

 

“Aku bertanya padamu !! “ balas Seungri, kusadari Seungri kembali berdiri, aku bisa melihat langkah kakinya yang berjalan mendekat kearah Doo Joon.

 

“Seungri~ssi..” panggilku lemah

 

“Aku tidak punya urusan denganmu “ balas Doo Joon sengit. Aku tidak ingin ada perkelahian disini. Sudah cukup Kyuhyun terlibat, jangan sampai Seungri ikut terlibat dalam masalahku.

 

“Kulihat kau tadi menamparnya !! “ bentak Seungri .

“Seungri~ssi “ panggilku mencoba menguatkan suaraku.

 

Tidak perlu waktu lama Seungri telah berada didekatku, dia telah merangkul pundakku

“Kau memanggilku? Kau tidak apa-apa ?? Kepalamu sakit ?? “

 

Rasanya ingin sekali menangis mendengar semua yang diucapkan Seungri kepadaku. Kenapa dia begitu memperhatikanku??!!

 

“Kita kerumah sakit?? Aku akan mengantarmu !! “ ucap Seungri yang telah siap menggendongku

 

“Sepertinya kau mempunyai banyak pahlawan dikehidupanmu Yong Ri~ya “ ucap Doo Joon dingin.

“Apa maksudmu ?? “ Seungri hendak berdiri lagi, namun aku segera menahannya dan mencoba menatapnya. Aku menggelengkan kepalaku lemah dan mulai berbisik padanya .

 

“Bisakah kau membawaku masuk kedalam rumah ??”tanyaku lemah . Seungri balas menatapku iba, dia mendongak untuk menatap Doo Joon kembali

“Pergilah !! “ dan sedetik kemudian Seungri kembali menatapku. Tanpa menunggu waktu lama Seungri telah mengangkat tubuhku

 

“Pembicaraan kita masih belum selesai Yong Ri~ya “ Doo Joon menatapku, tetapi Doo Joon justru membalikkan tubuhnya dan berjalan menjauhiku dan Seungri. Aku menatap punggungnya , dulu punggunya yang hangat itu yang selalu menjadi sandaranku.

 

“Kita masuk ..” ucap Seungri pelan membuyarkan semua yang ada dipikiranku. Tanpa bisa kutahan kusenderkan kepalaku didadanya dan memejamkan mataku sebentar.

 

*Jung Yong Ri POV END*

 

***

 

*Author POV*

 

~

“Kuperintahkan padamu untuk membuka pintu ini CHO KYUHYUN !! “ teriak Nyonya Cho didepan pintu kamar Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun yang berada didalam kamar semakin memperkeras suara musik yang sedang dia putar. Kyuhyun melirik sekilas kearah pintu lalu tersenyum simpul dan kini berjalan keberanda kamarnya. Dia membuka kaleng minuman yang baru saja dia ambil dari kulkasnya.

 

Kyuhyun meneguk minuman itu secara perlahan. Dia menatap langit malam korea yang menurutnya sama seperti kehidupannya, kelam.

 

“CHO KYUHYUN !! BUKA PINTU INI !! “ teriak Nyonya Cho dibalik pintu itu yang membuat senyum Kyuhyun semakin mengembang.

 

“Kau lakukan apa yang ingin kau lakukan, dan aku juga akan melakukan hal yang sama “ ucap Kyuhyun pelan, dia kembali menegak minumannya sampai habis dan melemparkan kaleng minuman itu sejauh mungkin.

 

“ARGHHHHHH !!!!!! “ teriak Kyuhyun sambil melemparkan kaleng kosong itu. Dia mencoba mengatur nafasnya kali ini, mencoba membuat dirinya serileks mungkin.

, Kyuhyun berbalik masuk kedalam kamarnya lalu melemparkan tubuhnya keranjangnya yang hangat. Dengan masih menyalakan musik keras-keras Kyuhyun mulai mencoba menutup kedua matanya, tetapi sedetik kemudian Kyuhyun kembali membuka matanya. Dia bangun dan duduk diatas tempat tidurnya, mengambil handphonenya dan mencari satu nama yang ingin dia hubungi.

 

~

 

Doo Joon menginjak rem mobilnya secara mendadak yang menyebabkan bunyi decit yang sangat kuat pada ban mobilnya. BRAKK !!

Doo Joon memukul kuat setir mobilnya, entah kenapa perasaan yang ia tahu sebagai rasa cemburu membuncah dari dirinya.

“Siapa lagi laki-laki itu ! “ bisik Doo Joon pelan, dia sama sekali tidak bisa menahan rasa kesalnya saat melihat laki-laki itu membopong tubuh Yong Ri dihadapannya.

 

“Dia hanya milikku ..” bisik Doo Joon kepada dirinya sendiri, matanya berkilat karena rasa amarahnya yang siap meledak kapan saja. Doo Joon kembali menstarter mobilnya dan langsung menginjak gas mobilnya yang membuat mobil itu melaju kencang dijalanan kota Seoul.

 

*Author POV AND*

 

***

 

*Jung Yong Ri POV*

 

~Aku merasa lebih baik sekarang, dengan sigap Seungri membantuku mengambilkan obatku . Mungkin jika dia tidak datang, aku akan masih harus berurusan dengan Doo Joon.

 

“Terima kasih “ ucapku pelan kepadanya. Dia sontak menoleh kearahku dan aku yakin dia berusaha menahan senyumnya namun tidak bisa.

 

“Yang penting kau tidak apa-apa “ balasnya jujur.

“Aku ambilkan kau air putih lagi “ tawar Seungri sambil melirik gelasku yang sudah kosong. Aku hanya terdiam namun tidak menolak tawarannya sama sekali. Seungri telah bangkit dari duduknya, dan berjalan kedapur untuk mengambilkanku air putih.

 

Kurasakan handphone disakuku bergetar, aku melihat nama yang tertera dilayar handphoneku. Cho Kyuhyun?? Ada apa dia menelponku?? Apa dia kembali bertengkar dengan ibunya. Walau sedikit ragu aku tetap menekan tombol hijau pada layar handphoneku untuk menjawab panggilannya.

 

“Yoeboseyo ??” kudengar suara Kyuhyun yang menyapaku. “Yong Ri~ya ??”

 

“Ne..?” aku membalas pelan.

“Kau sibuk ??” tanya Kyuhyun diujung telpon, aku mengerutkan kedua alisku, nada suaranya tidak aneh, tidak seperti habis menangis

 

“Ani…” balasku

“Kalau besok ?? Apa kau sibuk ??” tanya Kyuhyun lagi

“Entahlah…”

 

“Yong Ri~ssi !” aku sontak menoleh kesamping untuk menatap Seungri karena aku tahu dia yang memanggilku.Bisa kulihat walau sekilas Seungri menatapku dengan tatapan ragu-ragu.

 

“Yong Ri~ya ?? “ kini Kyuhyun yang memanggilku ditelponnya.

 

“Ne…” ucapku sebagai menjawab semua panggilan mereka.

 

“Bagaimana jika kita berkencan besok ??” ucap Kyuhyun diujung telponnya yang membuat mataku membulat seketika.

 

“Berkencanlah denganku besok “ ucap Seungri berjalan mendekatiku.

 

……………..

 

“Kau mau kan??” tanya Kyuhyun disebrang telponnya

 

“Bagaimana ??” giliran Seungri yang bertanya padaku. Aku menelan ludahku , bisa-bisanya 2 lelaki yang berbeda tempat mengatakan hal yang sama. Ada apa dengan mereka ??

 

(backsound : At Least I Still Have You – SUJU M)

TBC

 

 

bersambung yang aneh ya ~~~ wkwkwkwkkw

gue tau kok kalo semakin kepart selanjutnya semakin gaje *SADAR DIRI* jadi makasih banget yang masih bertahan dan mau baca FF bobrok ini *bow*

Oh iya mian banget ya , kalo misalnya aku ga ngasih tau kabar2 udah dipost apa belum, asli dah kadang pusing banget ngetag’in nama kalian difb aku, jadi ya udah ,aku post aja tanpa ngasih kabar. Jadi kalo misalnya aku ga ngasih kabar, itu bukan sengaja, tapi mang lupa kadang males.

 

Jadi kalian aja yang nanya keaku udah dipost apa belum.

 

Gimana part ini suka ga?? *readers : MASIH DITANYA? YA ENGGAKLAH !! * ~~ menghina diri sendiri gue.

 

Hehehehe, jujur dah aku suka banget ma karakter Seungri ma Doo Joon disini. Kyuhyun mah udah biasa aja *dicipok Kyu*

 

Kira-kira kalo disuruh nentuin, kira-kira Yong Ri jadinya sama sapa?? Kyuhyun?? Seungri?? Atau bahkan Doo Joon??

Wkwkkwkw~~ gue ndiri aja belum nentuin*PLAKKK

 

Jangan lupa komen ya,kalo mau dapet password part 7, disana jawabannya kira-kira Yong Ri bakal kencan ma sapa!! Hueheheheheheh~~~

 

Dan aku akan mulai membongkar kisah-kisah masa lalu Yong Ri  dan Doo Joon *GA JANJI TAPI~~ Author minta diperkosa Teuki*

 

Hokei cukup ocehan gajenya. Part 7 tungguin ya, ga janji bisa cepet ngepostnya yah..wkwkkwwk

 

WAJIB KOMEN SETELAH BACA !! Yang punya WP harus like FFnya *gampar gue*, ketemu di part 7*entah kapan*

 

Bye,,bye,,bye…

KEEP RCL

 

By : @Riska_Fasyah (sekalian ya follow twitter gue *PLAKKK)

 

NB : YANG UDAH DAPET PASWORD TERUS UDAH BACA DAN GA KOMEN DIDOAIN BISUL YANG DIPANTAT PINDAH KE DEPAN~~~ WKWKKWKWWK *kaboooooooooooorrrrrrrrrrrr

 

 

 

 

 

123 thoughts on “MEMORY and REVENGE part 6

  1. Hahahaha…ending lucu….. tapi kerennnn
    Deeh,,,,bisanya itu datang ajakan berkencan dr 2 org yg berbeda, yg ada d tempat yg berbeda,,,dan lucunya waktunya bersaman,,hehehehe
    Yong Ri,,,terima ajakan Kyu oppa saja deh….hahahaha *seneng bgt gue* udah kyak aku yg diajak kencan sama Kyu oppa aja,,hahahahahha*reader mulai gila*

  2. Aigoo !!
    Seungppa ma kyuppa kompak amat..😀
    mending yong ri kencan sama kyuppa aja, seungppanya biar kencan sama aku..
    Wkwkwk😀

    kalo menurut aku sih, yong ri mending sama kyuppa, trus seungppa sama joonppa buat akuu,
    #ngawur
    wkokokokk😀

    >> NEXT

  3. Ya… Young ri di ajak kencan ma 2 coker hehehe udah ma kyu aja” biar abang seungri ama q hihihi”
    thor plies ksi petunjuk tentang msa lalu yongri q penasan berat”
    ya udah deh semangat terus thor”

  4. he? daebak….kalo dibuat film…ini di layar tancep (ke(3( mksdnye layar tipi) udah dibagi tiga dengan posisi kyu young maa seung…
    haahahaha

  5. waw kyu menunjukan sisi lemahnya disini
    kyu tambah suka sama kyu disini
    dan cewe yg sama doojoon ini kok gampang bgt dibegoin
    dan knp harus seungri disini yang menyelamatkan seungri

  6. Yap, aku tau skrg, kenapa doo joon tergila2 sama yong ri. Karena sebagai balasan karena yong ri udah ngebunuh ayahnya doo joon kan? Makanya yong ri selalu mimpi buruk. Bener gak ya?haha

  7. Hadeuh, sebenernya teh aya naon dengan kang Doo Joon dan neng Yong Ri? Belum terkuak euy misterinya di part ini. Itu awewe nu ngobrol sama kang Doo Joon juga belon ketauan saha urangna. Aku cuma bisa menerka-nerka antara Jin Ri atau Hara.
    Ijin lanjut baca lagi ya, author chingu ^^ Makasih..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s