MEMORY and REVENGE Part 3

Judul : MEMORY and REVENGE

Cast :   Jung Yong Ri (my fiction)

Cho Kyuhyun (Super Junior)

Lee Seung Hyun / Seungri (Big Bang )

Choi Jin Ri aka Sulli (fx)

Yoon Doo Jong (Beast )

Goo Hara (KARA)

Ji Young (KARA)

Taechyeon (2pm)

Author : Riska Fasyah Bayenti

Rating : Restriced (terbatas)

Length : Chapter

Genre : Romance, Tragedy, Drama

Desclaimer : Karakter Jung Yong Ri murni hanya imajinasi saya dan asli karangan saya. Sah sepenuhnya milik saya bukan untuk diJIPLAK!!! Sedangkan karakter yang lain sah sepenuhnya milik Tuhan saya hanya meminjam . Sudut pandang saya ambil dari Jung Yong Ri dan Author

~Chapter 3

-Masa lalu adalah sejarah, sejarah mengambil peran dalam masa depan . Masa depanlah jalanku sekarang- Riska Fasyah

*Author POV*

~

Bersitan masa lalu itu kembali berkelabat cepat dipikiran Yong Ri . Kakinya terasa lemas seketika, sontak dia memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa seperti berputar . Mata yang baru ia lihat tadi seolah membuka jalan memorinya yang dulu sempat ia lupakan. Dia tahu mata itu!! Yong Ri merasa oleng seketika, menyadari hal itu Seungri segera menahan tubuh Yong Ri dengan menyentuh pinggangnya

“Hei , kau kenapa ??!! “ tanya Seungri . Yong Ri berusaha melepaskan tangan Seungri yang memegangi pinggangnya, tetapi justru kepalanya semakin berkunang-kunang. Bersitan masa lalu itu justru semakin muncul didalam pikiran Yong Ri. Rasa sakit dikepalanya kini telah menjadi 2 kali lipat, pandangan matanya mulai kabur.

Ibumu yang menjualmu!! Ibumu sendiri yang mencampakanmu!! Ibumu yang menghancurkan masa depanmu !!

“ARGHHHH!!!” teriak Yong Ri spontan. Yong Ri menutup telinganya dengan kedua tangannya. Dia semakin merosot kebawah, tetapi Seungri masih berusaha menahan pinggang Yong Ri

“Yong Ri~ssi !! Kau kenapa ???” tanya Seungri panik. Seungri bisa melihat Yong Ri sedang menutup kedua matanya, ekspresi ketakutan dan trauma yang sangat berat terlukis jelas diwajahnya. Perlahan Seungri bisa melihat sebulir air mata mulai turun dari sudut mata Yong Ri yang terpejam.

“Yong Ri~ssi !! Kau baik-baik saja??“panggil Seungri karena sekarang dia bisa mendengar Yong Ri berbisik pelan

“aku takut!!! “ benar-benar sangat pelan kata-kata itu keluar dari mulut Yong Ri. Yong Ri berusaha membuka matanya, tetapi yang ada dihadapannya justru hanya kegelapan yang menyelimuti matanya. Dia hanya bisa merasakan rasa hangat dari air matanya yang membasahi pipinya. Suara Seungri terasa sangat jauh dari pendengarannya, Yong Ri bisa merasakan kakinya mulai tidak kuat menopang tubuhnya.

Sekarang Yong Ri benar-benar terperuk dalam kegelapannya, suara Seungri tidak terdengar lagi olehnya. Gelap dan gelap !! Dia pingsan !!

*Author POV END*

***

*Jung Yong Ri POV*

~

Samar-samar gambaran masa lalu itu mulai menjauhi pikiranku, aku bisa merasakan sesuatu yang hangat menyelimutiku. Wangi yang sangat khas bisa kucium sekarang yang entah berasal dari mana. Aku mulai mengerjapkan mataku. Masih sedikit buram, tetapi kembali aku mengerjapkan mataku berusaha melihat sebaik mungkin. Semuanya bernuansa biru muda yang menghangatkan. Aku sudah benar-benar bisa membuka mataku dengan baik dan mulai menyadari bahwa aku berada ditempat yang aku sendiri tidak mengetuhui ini dimana??!!!

Sontak aku terduduk, dengan kepala yang masih menyisakan kunang-kunang. Kupaksakan kepalaku untuk menelusuri semua sudut ruangan atau tepatnya kamar yang sedang aku tempati sekarang. Ini dimana??!! Aku bisa melihat sebuah selimut menyelimuti setengah tubuhku. Sekarang aku tahu apa yang membuatku hangat dari tadi. Ada sesuatu yang menarik perhatianku, aku bisa melihat sebuah frame di meja sebelah ranjang yang kutiduri sekarang. Dengan cepat dan mengabaikan rasa sakit dipinggagku, aku bangkit dari tidurku dan berjalan kearah meja itu.Kuambil frame itu untuk memastikan apakah tebakan ku benar bahwa dia yang menolongku. Ya Tuhan !! Jadi sekarang aku harus berhutang pada orang ini. Setelah aku bisa memastikan siapa yang menolongku dan membawaku kesini.

TREKK !!

Aku menoleh cepat, dan bisa kulihat dia, Seungri berada dipintu masuk kekamarnya. Sontak aku melemparkan pandangan tajam kearahnya. Dia membawa nampan yang bisa kutebak adalah soup untukku .

“Kau sudah sadar ??!! “ tanyanya terkejut sambil berjalan kearahku . Aku tidak menjawab pertanyaannya sama sekali dan masih sibuk memperhatikan tingkah Seungri yang sekarang berjalan mendekati meja dan menaruh nampan itu dimeja yang berada diranjangnya. Sekarang dia kembali menghadapku dan memasang wajah yang menyatakan ada kekhawatiran disana.

“Kau sudah tidak apa-apa??!! “ tanya Seungri sekali lagi dan menggerakkan tangannya menuju dahiku. Sontak aku menghindar dari sentuhannya dengan memundurkan langkahku.

“Aku hanya ingin tahu keadaanmu saja..” ucap Seungri .

“Kau yang membawaku kesini ??” tanyaku tanpa menghiraukan perkataannya barusan

“Ne, kau pingsan didepan mataku, mana mungkin kutinggalkan disana..” ucap Seungri sekali lagi.

“Bagaimana keadaanmu ???” tanya Seungri sekali lagi padaku.

“Terima kasih telah menolongku “ aku membungkukkan badanku sebentar dan masih mengacuhkan pertanyaanku

“Ini milikmu!! “ kuserahkan frame itu kepadanya. Seungri hanya mengambilnya dan menatapku bingung.

“Aku harus segera pulang..”ucapku berbalik tanpa memperdulikan sama sekali pandangan terkejut dari Seungri

“Hei !! “

Aku tetap melanjutkan langkahku sampai Seungri menghadang jalanku dengan berdiri dihadapanku . Aku mulai memandangnya dengan tatapan tajam andalanku. Bisa kulihat Seungri sedikit memajukan mulutnya, dia akhirnya mulai menyingkir dari hadapanku seolah mempersilahkan aku untuk melanjutkan langkahku.

“Aku hanya khawatir padamu “ ucap Seungri pelan dibelakangku. Aku menghentikan langkahku sebentar dan perlahan membalikkan badanku untuk berbicara padanya.

“Maaf, tapi kumohon jangan pernah menolongku lagi, jangan pernah menunjukkan kepedulianmu lagi, jangan pernah mencoba untuk menjadi temanku lagi. Kumohon..Aku tidak pantas menerima itu semua “ ucapku dingin padanya. Bisa kulihat Seungri terdiam seketika setelah mendengarkan ucapanku barusan. Seungri hendak membuka mulutnya lagi tetapi dengan cepat aku segera memotongnya

“Terima kasih “ ucapku sekali lagi dan berbalik cepat, menuju pintu depan untuk  meninggalkan apartemennya.

Yah~~ aku memang tidak pantas menerima semuanya. Setelah masa laluku yang tidak lebih dari suatu aib yang seharusnya membuatku hilang saja dari dunia ini tetapi masih saja ada yang peduli padaku. Tetapi sepertinya Tuhan masih belum ingin aku berada disampingnya. Apa karena dia menyayangi hidupku yang kelam ini atau Tuhan benar-benar membenci diriku yang hina ini.

Huhhhh..entah sudah berapa kali aku mendesah seperti ini. Muak dengan kehidupanku sendiri, hidup yang tidak pernah lepas dari masa lalu , aku benar-benar ingin mati saja!!

~

Aku segera mengunci pintu rumahku sesampainya aku dirumah. Aku menutup semua jendela rumahku, memastikan tidak ada celah untuk seorangpun bisa masuk kerumahku. Aku berbaring diatas ranjangku sekarang dan menyelimutkan selimut tebal ketubuhku. Kuabaikan rasa pahit yang menyerang lidahku, aku yakin aku benar-benar sakit sekarang. Aku menyentuh dahiku sendiri, dan bisa kurasakan rasa panas yang menjalar kepunggung tanganku. Perlahan aku memejamkan mataku. Kembali mata yang kulihat dikampusku tadi terngiang dipikiranku. Sontak aku membuka mataku , dan menggigit bibir bawahku kuat. Apa benar itu dia ??? Kenapa dia harus kembali ?? Dan sekarang kami berada dikampus yang sama ?? Kenapa !!!

Merasa sangat lelah akan pikiranku sendiri, aku mendesah pelan. Dan mencoba merilekskan diriku sendiri. Baiklah apa lagi yang akan terjadi hari esok?? Semuanya memang penuh kejutan, tetapi tidak pernah sekalipun kejutan itu membahagiakanku. Aku kembali memejamkan mataku, kumohon untuk malam ini mimpi itu jangan menghampiriku.

~

Sepertinya aku cukup beruntung hari ini. Aku belum bertemu dengan dua orang itu. Setelah kemarin aku tidak bertemu dengan mereka kupikir mereka akan mulai melampiaskan nafsu kelaparan mereka dalam menyiksaku hari ini. Aku sedikit mempercepat langkahku menuju kelas. Tetapi langkahku terhenti seketika ketika aku bisa melihat Goo Hara dan Ji Young dikoridor yang menuju kelasku . Mereka tertawa keras sekali yang aku sendiri mendiring dibuatnya. Aku sedikit menggeser langkah kakiku berusaha menyembunyikan diriku agar tidak terlihat oleh mereka. Aku merepet kedinding dan dengan cepat aku berjalan dengan merepet kedinding berusaha menjauhi mereka berdua sampai kudengar teriakan dari arah koridor itu

“BUKA PINTUNYA!!! “ aku menghentikan langkahku seketika, kuberanikan diriku untuk melihat Goo Hara dan Ji Young yang ternyata mereka memang berada di depan toilet wanita, tempat dimana biasa mereka mengunciku disana. Aku bisa mendengar suara wanita yang berteriak dari dalam toilet itu. Mereka mengunci siapa?? Aku tidak pernah tahu mereka melakukan hal itu juga kepada orang lain??!!

Aku sedikit memundurkan langkahku, tetapi masih tetap memasang pendengaranku sebaik mungkin.

“Kita pergi Ji Young??? “ tanya Hara atau lebih tepatnya seperti sebuah ajakan karena sudah berhasil melakukan sesuatu yang membahagiakan hidup mereka.

“Tentu saja!! Tugas kita sudah selesai kan??? “ tanya Ji Young yang tak kalah terdengar bahagia dari nada suaranya. Mereka berdua tertawa lagi yang semakin membuat bulu tengkukku berdiri.

“KELUARKAN AKU !!! “ terdengar lagi teriakan seorang wanita dari toilet itu.

“Bersenang-senanglah disana ~~ ini sambutan kami untuk siswa baru sayang~~ “ ucap Hara sambil menatap pintu toilet itu. Kulihat senyum yang slalu menghiasi wajah Hara ketika dia sudah berhasil menyiksa seseorang.

“Ayo kita pergi Ji Young~ah !! “ ajak Hara yang diikuti oleh Ji Young disebelahnya. Aku masih terdiam ditempatku tetapi tetap memasang mataku untuk memastikan Hara dan Ji Young tidak akan kembali lagi kekoridor itu. Suara tawa mereka semakin tidak terdengar yang itu artinya mereka sudah berjalan agak jauh. Kulangkahkan kakiku mendekati toilet itu. Perlahan kupandangi pintu toilet yang sudah berada dihadapanku sekarang, aku bisa melihat sebuah gembok kecil dicantelkan kepengait pintu toilet itu. Sepertinya Hara dan Ji Young hanya menyantelkannya saja , tidak benar-benar mengunci pintu toilet itu.

Kurapatkan sedikit tubuhku kepintu itu, aku bisa mendengar suara sesenggukan pelan dibalik pintu itu. Walau ragu, tetap kugerakkan tanganku kearah pengait pintu toilet itu, dengan mudah kulepaskan gembok kecil itu dari pengaitnya dan menjatuhkannya begitu saja, aku tidak mendengar suara sesenggukan itu lagi dan tiba-tiba saja pintu toilet itu sudah menjeblak terbuka dengan seorang wanita yang berada didalam toilet itu.

Seorang wanita yang memiliki wajah yang kupikir sangat manis ini memandangku terkejut seolah pernah melihatku disuatu tempat. Aku hanya balas memandangnya, memperhatikannya sekilas .

“Gamsahamnida ~~ “ ucapnya pelan , sekarang ekpresi wajahnya berubah menjadi lebih rileks, aku sontak memundurkan langkahku karena dia memajukan langkahnya untuk keluar dari toilet itu.

“Aku benar-benar berterima kasih padamu ..” ucapnya sambil membungkukkan badannya.

“Sama-sama “ jawabku singkat. Entah kenapa aku merasa memiliki nasib yang sama dengan gadis ini, yaitu sama-sama ditindas oleh 2 orang itu. Dia melemparkan senyum manisnya kearahku yang tak kubalas sama sekali.

“Perkenalkan !! Namaku Choi Jin Ri. Aku mahasiswa baru disini !! Siapa namamu ??” tanyanya ramah kepadaku.

“Aku Jung Yong Ri “

“Ah, Yong Ri~ssi. Sekali lagi terima kasih telah menolongku”

“Ne..” balasku singkat. Aku membalikkan badanku untuk kembali berjalan menuju kelasku.

“Yong Ri~ssi !! “ Jin Ri memanggil namaku yang membuat langkahku terhenti dan kembali membalikkan badanku untuk menatapnya

“Kau mau kekelas Psokologi bukan ?? Aku juga mengambil kelas itu. Boleh aku berjalan bersamamu ??” tanyanya. Aku hanya memandangnya datar, dan merasa tidak terbebani dengan permintaannya itu, aku hanya mengangguk dengan maksud mengiyakan permintaannya. Senyumnya semakin melebar kearahku. Dia berjalan mendekatiku dan mulai menyeimbangkan langkahku menuju kekelas kami.

~

“Kau sudah sehat?? “ tanya Seungri yang tiba-tiba saja sudah berjalan disebelahku . Kulirik ia sekilas, tetapi aku tetap melanjutkan langkahku tanpa menggubrisnya sama sekali. Seungri masih tetap menyeimbangi langkahku padahal sudah kuperlebar dua kali lipat dari sebelumnya.

“Mukamu masih pucat, seharusnya kau tidak usah berangkat dulu. Kau sudah minum obat ?? “ ucap Seungri tanpa merasa malu karena aku telah mengabaikannya sama sekali.

“Kau sudah kedokter?? Obat apa yang kau minum?? “Seungri masih terus bertanya-tanya sampai aku merasa jengah sendiri mendengarnya.

“Yong Ri~ssi, aku punya kenalan dokter yang berpengalaman, kalau kau mau aku….”

Aku menghentikan langkahku tiba-tiba ,diikuti dengan Seungri yang berhenti juga, dia menatapku bingung dan memasang wajah polosnya . Aku memandangnya tanpa senyum sekarang.

“Terima kasih, tapi aku tidak apa-apa “ ucapku dingin padanya. Dia sedikit mengerutkan kedua alisnya . Aku kembali melanjutkan langkahku tetapi Seungri masih tetap menyeimbangkah langkahnya mengikuti langkahku. Aku kembali berhenti, Seungripun ikut menghentikan langkahnya.

Aku mendesah berat, berusaha untuk tidak marah pada pria disampingku ini. Aku kembali menoleh kearahnya dan menatapnya lebih focus.

“Ada apa lagi ??” tanyaku sambil mengerutkan kedua alisku, tanda kekesalanku padanya.

“Kenapa kau selalu mengabaikanku?? Aku benar-benar khawatir dengan kondisimu “ ucap Seungri pelan , alisku sedikit mengendur setelah mendengar pernyataannya itu. Aku menelan ludah tawarku dan kembali melanjutkan jalanku tanpa menjawab pertanyaannya. Kurasakan tanganku ditahan oleh Seungri yang membuatku harus menoleh untuk menatapnya.

“Kita sudah berteman khan?? Jangan terlalu cuek kepadaku “ ucapnya sekali lagi. Aku berusaha mengatur mimik wajahku sedatar dan sebiasa mungkin.

“Kau tidak ingin membuat temanmu kesal kan?? Sekarang aku ingin pulang “ jawabku . Bisa kulihat senyum tipis tersungging diwajah Seungri. Aku mengulum bibirku berusaha untuk tidak membalas senyumannya. Kurasakan pegangannya terlepas, aku mengangguk sebentar dan berbalik lagi melanjutkan langkahku. Kutinggalkan Seungri dibelakangku yang aku tidak tahu bagaimana ekspresinya sekarang. Yang aku tahu, hanya ekspresi wajahku sendiri. Aku ingin tersenyum !!

~

Aku berjalan menuju halte bus yang berada tak jauh dari kampusku. Bisa kulihat 30 meter lagi halte bus itu. Sebelum sampai di halte itu, aku mengentikan langkahku sebentar . Aku menolehkan wajahku untuk menatap seorang gadis yang familiar dimataku. Gadis yang bernama Choi Jin Ri itu bersandar pada sebuah pohon besar sambil memeluk tubuhnya sendiri. Aku bisa menyadari bahwa tubuhnya basah kuyup, semua pakaiannya basah. Jin Ri menggigil kecil yang memunculkan rasa iba didiriku.

Tanpa sadar aku berjalan mendekatinya, merasa akan kehadiranku Jin Ri menatapku dan tersenyum tipis kearahku yang sekarang sudah berada didekatnya. Disaat seperti ini, masih bisa kulihat senyum diwajah cantiknya itu.

“Kau kenapa ??” tanyaku

“Ini..aku…”

“Mereka yang melakukannya padamu ??” tanyaku tanpa perlu menyebutkan siapa yang aku maksud, kalau bukan Goo Hara dan Ji Young. Jin Ri hanya mengangguk lemah diikuti gemeretuk giginya.

“Kau tidak apa-apa??”

“Aku kedinginan “ucapnya pelan. Tanpa perintah dari mana-mana, aku segera menetop sebuah taksi yang akan melewati kami. Taksi itu berhenti didepanku. Aku membuka pintu taksi itu lalu menoleh kearah Jin Ri.

“Kau perlu baju ganti?? Kau bisa kerumahku ??” ucapku padanya. Perlahan senyum Jin Ri melebar, dia  mengangguk bersemangat dan berjalan mengikutiku memasuki taksi ini.

Mungkin memang aneh karena aku menolong seseorang, yang aku tahu, aku hanya merasa kami mempunyai nasib yang sama.

~

Entah kenapa, aku merasa cocok dengan Jin Ri. Sangat aneh menyebutnya sebagai teman, karena jujur saja, aku hampir jarang mempunyai teman. Tetapi kuharap ada perubahan yang baik dalam hidupku. Setelah kemarin aku membantunya , dia semakin mendekat kepadaku. Saat ini pun kami sedang berada diruang seminar yang baru saja kami ikuti tadi. Hanya tinggal kami berdua diruangan ini karena kami yang mendapat tugas dari dosen untuk merangkum semua yang dibahas tadi sebagai tugas mandiri untuk kami. Mungkin memang tidak banyak pembicaraan diantara kami, tetapi aku tidak begitu mempermasalahkannya.

“Yong Ri~ya, kau bisa tunggu sebentar. Sepertinya aku ingin mengambil kembali bahan seminar tadi . Ada beberapa bagian yang aku lupakan “ ucapnya

Aku hanya mengangguk kecil. Dia berdiri dan mulai berjalan keluar dari ruangan seminar ini meninggalkanku sendirian.

*Jung Yong Ri POV END*

***

*Author POV *

~

“Aishhhh~~ Dasar Dosen kurang kerjaan !!! “ umpat Taechyeon sambil melirik tajam pintu yang ada dibelakangnya. “Aku pasti pernah gila karena memilih mata kuliah ini !! “

Kyuhyun hanya terdiam mendengar ocehan Taechyeon yang ada disebelahnya. Dia mulai berjalan meninggalkan ruangan yang baru saja mereka masuki itu diikuti dengan Taechyeon yang masih meracau tidak jelas.

“Apa sudah terlambat kita ganti jurusan ???” tanya Taechyeon . Kyuhyun tidak mau repot-repot menjawab pertanyaan konyol Taechyeon. Dia tetap melanjutkan langkahnya menuju ruang seminar.

“Kyuhyun~ah !! Kenapa kau santai sekali ??!! “

Kyuhyun menghentikan langkahnya, lalu mulai menatap sahabatnya itu.

“Mau bagaimana lagi, kita kebagian tugas mandiri itu . Memangnya aku bisa berbuat apa???!! “ Kyuhyun menjawab malas, dia sedang tidak bersemangat kali ini untuk menghujad siapa saja.

“Sudahlah, kerjakan rangkuman itu . Dan segera pulang !!! “ ajak Kyuhyun sambil berjalan kearah ruang seminar itu.Taechyeon hanya melongo menatap sahabatnya itu yang mungkin sedang dirasuki malaikat baik hati yang menyasar tiba-tiba.

*Author POV END*

***

*Jung Yong Ri POV*

~ Aku masih sibuk mengetik apa saja yang terlintas dikepalaku, tentang apa yang disampaikan oleh dosen tadi dalam seminar yang paling membosankan yang pernah aku ikuti. Jin Ri masih belum kembali, aku mulai berdiri dari tempatku dan berjalan kearah jendela. Bisa kulihat pemandangan diluar jendela, langit mulai memerah tanda matahari akan segera meninggalkan langit korea. Aku bisa melihat kampus ini sudah mulai sepi, beberapa mahasiswa yang biasa bermain basket dilapanganpun sudah mulai sedikit. Kutempelkan tanganku dikaca jendela itu, menghembuskan nafasku pelan yang membuat kaca itu jadi berembun setelah ditabrak oleh nafasku.

Aku benar-benar menikmatai pemandangan langit sore ini, semuanya begitu tenang .

“Aku merindukanmu..” bisik seseorang tepat ditelingaku yang sontak membuat bulu tengkukku berdiri. Aku hendak memalingkan wajahku, tetapi orang dibelakangku justru memeluk pinggangku dari belakang dan membekap mulutku dengan salah satu tangannya. Mataku membelalak lebar , tidak menyangka akan diserang dari belakang seperti ini.

Aku mencoba memberontak kuat, tetapi cengkramannya terhadap tubuhku benar-benar sangat kuat. Mulutku masih dibekap oleh tangannya. Kurasakan sesuatu yang sedikit basah menyentuh pundakku. Aku tahu orang dibelakangku ini yang melakukannya. Dia mencium pundakku!!! Sekali lagi, aku memberontak tetapi dia semakin memperkuat cengkramannya yang membuat pinggangku sangat sakit. Kurasakan bibirnya kini berpindah tepat ditelinga kananku dan berbisik disana

“Kau merindukanku juga kan Yong Ri~ya ??? “ bisiknya pelan namun tajam. Aku membeku seketika, mataku semakin terbuka lebar. Aku mengenali suara ini. Sangat mengenalnya walau sudah hampir 4 tahun lebih aku tidak mendengarnya. Tetapi bukan berarti aku melupakannya. Kurasakan jantungku berdetak lebih cepat, keringat dingin meluncur indah dari ujung kepalaku.

“Senang kau masih mengingat suaraku !! “ ucapnya lagi.Dia mulai melepaskan tangannya yang membekap mulutku. Dan menggerakkan tangannya untuk menyentuh tanganku dan mengelusnya. Jadi, aku tidak salah lihat, mata itu !! Dia benar-benar disini. Dan sekarang telah berdiri dibelakangku. Kuberanikan diriku untuk mengucapkan namanya “Yoon Doo Jong….”

~

Dengan cepat Doo Jong memojokkanku kesudut ruangan setelah sebelumnya dia membalikkan tubuhku agar menghadapnya. Sekarang dia benar-benar membuatku terkurung dalam kungkungan kedua tangannya. Doo Jong menatap kedua mataku seolah siap melahapku kapan saja. Begitu banyak perubahan pada dirinya. Nada suaranya yang dulu hangat padaku, tidak bisa kurasakan sama sekali . Jujur , aku tidak bisa menyembunyikan ketakutanku pada tatapan matanya . Dia tersenyum sinis kearahku. Aku bisa merasakan hembusan nafasnya yang hangat yang langsung menampar wajahku karena jarak kami yang begitu dekat.

“Apa yang kau lakukan disini !!! “ tanyaku memberanikan diriku sendiri.

“Tentu saja, untuk menemuimu Yong Ri~ya !! Sudah lama sekali aku ingin bertemu denganmu..” ucapnya pelan.

“Menyingkirlah !!! “

Dia tertawa sekarang, tidak ada kehangatan sama sekali dari caranya tertawa. Aku masih memandangnya nanar dan berusaha mendorong tubuhnya , tetapi justru Doo Jong menarik pinggangku dan tanpa bisa kutahan tiba-tiba Doo Jong telah menarik kepalaku dan dengan cepat menempelkan bibirnya di bibirku. Aku membelalakan mataku lebar-lebar, ketika merasakan bibirnya telah menguasai bibirku. Dengan lincah dia mengerakkan bibirnya menelusuri setiap lekuk bibirku. Aku mendorong dadanya sekuat tenaga , tetapi perlawananku sia-sia. Doo Jong sekarang membuka mulutnya sedikit yang membuat bibirku masuk kedalam mulutnya. Bisa kurasakan lidahnya sekarang menyapu bibirku. Aku sedikit mengerang ketika dia menggigit kecil bibirku. Tangannya yang bebas dengan lincah menelusup kedalam kemejaku. Aku tersentak seketika, dan entah mendapatkan kekuatan dari mana, aku berhasil mendorong tubuhnya.

PLAKKK !!! aku refleks menamparnya. Bisa kurasakan bulir-bulir air yang hangat membasahi pipiku yang aku yakin adalah air mataku. Dia sedikit membuka dan mengerakkan mulutnya yang mungkin terasa kram karena tamparanku itu.

“Apa yang kau lakukan??!! “ tanyaku dengan nada suara yang bergetar

“Hahahahaha~~ tentu saja kita harus merayakan pertemuan kita Yong Ri~ya…” ucapnya diselingi seringainya diwajahnya.

“Kau gila !!! “ semburku pelan. Kini seringaian diwajahnya menghilang dan berganti dengan tatapan tajam yang aku sendiri belum pernah melihat ekspresi itu terlukis diwajahnya.

“Kau bilang aku gila !! Apa kau tidak salah alamat mengucapkan kalimat itu !!! “

Aku tidak ingin menanggapi kata-katanya sama sekali, aku ingin segera keluar dari ruangan ini. Aku berjalan menuju mejaku tadi, dan berjalan melewatinya.

Tetapi sekali lagi Doo Jong menahan tanganku , dengan cepat dia mendorong tubuhku hingga menabrak meja dosen yang ada diruangan ini.

DUG !!! Kurasakan pinggangku terasa sangat sakit kali ini. Aku meringis pelan,Aku yakin pinggangku akan memar atas perbuatannya. Doo Jong kini kembali mendekapku , sebelah tangannya memeluk pinggangku dan sebelahnya lagi menahan kepalaku agar tetap berposisi gampang dalam hal dia mencium bibirku. Tebakanku benar!! Doo Jong telah kembali melahap bibirku. Dia menggerakkan kepalanya kekiri dan kekanan lalu tangannya yang memegang kepalaku yang mengatur kepalaku untuk tetap bisa beradaptasi dengan gerakan kepalanya dan bibirnya. Sekali lagi aku mencoba memberontak, tetapi justru Doo Jong semakin bernafsu kepadaku. Tangan Doo Jong kini dengan bebas masuk kedalam kemejaku, bisa kurasakan dia mengelus perutku. Aku spontan mengejang atas perbuatannya. Diiringi air mataku yang telus mengalir aku berusaha mendorong tubuhnya, tetapi sekali lagi yang kulakukan hanya hal yang sia-sia.

Tangannya yang memegang kepalaku kini sudah turun kebawah ikut memegang pinggangu. Doo Jong sudah melepaskan cuimannya dari bibirku dan sekarang menuju leherku. Aku berusaha untuk menunduk agar menghalangi ciumannya tetapi dengan capat dia menjambak rambutku yang membuatku mendongak , sehingga dia bebas berjelajah disana. Dengan sebelah tangannya, Doo Jong mengangkat tubuhku sehingga aku terduduk dimeja itu. Dengan cepat tangannya berpindah kekerah kemejaku dan dalam sekali tarikan dia berhasil melepas semua kancing yang tadi masih bersarang dikemejaku. Sehingga bisa kurasakan udara yang menerpa daerah perutku dan dadaku.

Aku terisak kuat kali ini. Dan berteriak memaki namanya

“HENTIKAN DOO JONG~ah !!!!! “ teriakku diiringi isak tangisku. Tetapi tidak ada tanda-tanda penghentian aktivitas dari Doo Jong, dia kini telah meremas dadaku yang membuatku menggelenjang hebat. Aku benar-benar jijik atas perbuatannya. Semuanya mengingatkan padaku masa laluku yang sudah berusaha kulupakan.

Kenapa kau jadi seperti ini Doo Jong !!!

Bibirnya telah menelusuri daerah dadaku, walau masih tertutup braku. Aku menjambak rambut Doo Jong dengan maksud menjauhkan wajahnya dari dadaku. Tetapi dengan sekali gerakan dia menghalau tanganku yang membuatku kini terbaring dimeja itu. Posisi seperti ini justru semakin membuatnya berkuasa penuh atas tubuhku. Dia menghentikan aktifitasnya sebentar dan sekarang menatapku dengan penuh nafsu. Air mataku semakin deras mengalir dari pelupuk mataku, bukan seperti ini Doo Jong yang aku kenal !! Ini bukan dia !!!

“Hentikan Doo Jong~ah!! “ isakku pelan. Dia hanya menatapku kosong dan kembali mendekatkan bibirnya ke bibirku.

GREPPP !!! Tidak lagi kurasakan tubuh Doo Jong yang tadi sempat menindihku. Kulihat Doo Jong sudah tersungkur kesudut ruangangan dan menabrak beberapa kursi.Sontak aku terbangun dan segera duduk. Ya Tuhan !!! Dia menolongku lagi !!! Kupandangi punggung Cho Kyuhyun yang berada dihadapanku. Aku berdiri sekarang, dan kurasakan kakiku lemas seketika yang membuatku tidak mampu menopang tubuhku yang membuatku terduduk dilantai ruangan ini. Aku kesulitan mengatur nafasku, tetapi aku mulai merapatkan kemejaku untuk menutupi dadaku.

“Sebajingan apapun diriku, aku tidak akan pernah memperkosa seorang wanita “ ucap Kyuhyun pelan. Aku tidak bisa melihat ekspresi wajahnya saat mengatakan itu, karena dia berdiri membelakangiku. Yang sekarang bisa kulihat hanyalah Doo Jong yang telah bangkit dan mulai berjalan kearah Kyuhyun dengan wajah murka .

Tidak ada yang bisa kulalukan selain menanti apa yang akan terjadi nanti !!!

TBC

HOAAAMMMMMM ~~ aneh khan??? Wkwkwkwk~~

Maaf ya, yadongnya bukan seperti yang kalian harapkan. Soalnya aku bukan cuman mau buat yadong yang cuman bikin merinding, tetapi yadong kekerasan gitu, biar sesuai dengan jalan ceritanya. Tapi untuk penggemar yadong(?) part itu pasti ada kok, cuman ga dalam waktu dekat.

Rencana aku mau ngasih password tapi aku ga tau caranya. Ini lagi belajar lebih lanjut. Aku masih belum tahu PART 4 pake password apa enggak. Tunggu kabar dari aku aja ya!!

Sekali lagi KOMET YA !!! Aku baca semua komentar kalian dan inget siapa aja yang koment di FF aku ini.

Kalian pengen tahu masa lalu Yong Ri dulu khan?? Di part 4 jawabannya.

Dan siapa Doo Jong sebenarnya ( personel beast dong~~PLAKKK).

KEEP RCL ya~~

Aku bakal ngasih kabar part 4 udah dipost apa belum difb aku (kyuhyun_riska@yahoo.co.id) ma di twitter aku ( @Riska_Fasyah) . Semoga pada minta dilanjutin ya, biar aku semangat ngetik part 4nya~~~ ehehehehe….

Bye..bye…*tebar paku

nb : sekedar saran aja~~ coba denger lagu Big Bang yang judulnya ” Make Love ” ga mungkin ga jatuh cinta ma Big Bang ~~ soalnya gue kayak gitu..wkwkwkwkkw

Lagunya dalem banget

132 thoughts on “MEMORY and REVENGE Part 3

  1. Stlh kehlngan peredaran kyuhyun dipart 2 akhrny nongol dpart 3…ok aku sdkt nemu titik temu dpart ini,

    Daebak ris,,aku rasa sdikit bnyk ngorbanin wkt tdurku,,sungguh aq dbuat penasaran…

  2. aaaaa….!!!!!!!!!!!*histeris*
    Kyu oppa keren bin ganteng bgt sih????
    Oppa….kau gentle bgt….
    Kyu oppa selalu nyelamatin yong ri,,, kalo aku jd yong ri,,,aku udah jatuh cinta srtengah mati sama Kyu oppa…..haahhh…

  3. wah asli pnasaran bgt siapa sbnrnya doo jong?trus siapa yg ngejual yongri? apa jin ri jahat?ah.. kyuppa emg pahlawan..next partnya dech d tnggu bgt

  4. doojoon gila dateng2 langsung melakukan hal yang tidak2
    jahat bgt disini doojoon jd benci sama doojoon
    dan kyu kau hero sejati

  5. huaaa… kyuhyun kereennnn!!!!!trnyta mmpi tu nyta,kshn bngt msa llu yong ri,:(
    bnr2 krng ajar si doo jong,g pny prsaan bngt,sm kyk hara -___-

  6. Part ini bikin bulu kudukku ikut merinding. Kasihan banget Yong Ri, ga heran kalo sikap dia dingin ke orang-orang yang peduli padanya.
    Itu Hara dan Ji Young attitude-nya ga banget sumpah!
    Doo Jong itu siapa sih? Koq kurang ajar gitu perlakuannya ke Hong Ri? Penasaran nih..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s